Artikel Ilmiah : C1C022063 a.n. VINA JULIANTI

Kembali Update Delete

NIMC1C022063
NamamhsVINA JULIANTI
Judul ArtikelPengaruh Leverage, Firm Size, dan Likuiditas terhadap Financial Distress dengan Sales Growth sebagai Pemoderasi (Studi pada Perusahaan Papan Pemantauan Khusus Tahun 2024)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh leverage, firm size, dan likuiditas terhadap financial distress dengan sales growth sebagai variabel moderasi pada perusahaan yang tercatat dalam papan pemantauan khusus di Bursa Efek Indonesia tahun 2024. Financial distress merupakan kondisi ketika perusahaan mengalami penurunan kinerja keuangan yang ditandai dengan kesulitan dalam memenuhi kewajiban finansialnya. Kondisi ini sering dipandang sebagai tahap awal sebelum perusahaan mengalami kebangkrutan apabila tidak segera ditangani melalui kebijakan manajemen keuangan yang tepat. Financial distress dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi perusahaan, seperti menurunnya kepercayaan investor dan kreditor, terbatasnya akses terhadap sumber pendanaan, menurunnya reputasi perusahaan, serta terganggunya stabilitas operasional perusahaan dalam jangka panjang. Kondisi ini juga dapat memengaruhi nilai perusahaan dan menurunkan daya saing perusahaan di pasar. Perusahaan yang tercatat dalam papan pemantauan khusus Bursa Efek Indonesia umumnya memiliki indikasi permasalahan yang berkaitan dengan kinerja keuangan, kepatuhan terhadap peraturan bursa, maupun keberlangsungan usaha. Keberadaan papan pemantauan khusus bertujuan untuk memberikan peringatan kepada investor dan kreditor mengenai kondisi perusahaan yang memiliki tingkat risiko lebih tinggi dibandingkan perusahaan lainnya. Perusahaan dalam kategori ini cenderung menghadapi tantangan dalam mempertahankan stabilitas keuangan dan operasionalnya sehingga berpotensi mengalami kesulitan keuangan. Kondisi tersebut menjadikan perusahaan dalam kategori pemantauan khusus sebagai objek penelitian yang relevan dalam mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi financial distress. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis data statistik. Populasi penelitian terdiri dari perusahaan yang tercatat dalam papan pemantauan khusus Bursa Efek Indonesia pada tahun 2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan beberapa kriteria, antara lain perusahaan yang tercatat dalam papan pemantauan khusus, perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan tahunan secara lengkap, serta perusahaan yang memiliki data yang diperlukan untuk mengukur variabel penelitian. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Metode pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan studi pustaka. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis statistik deskriptif untuk menggambarkan karakteristik data penelitian, uji asumsi klasik untuk memastikan bahwa model regresi memenuhi asumsi statistik yang diperlukan, serta analisis regresi moderasi untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen serta peran variabel moderasi. Pengujian model regresi dilakukan melalui uji F dan koefisien determinasi (R²), sedangkan pengujian hipotesis dilakukan melalui uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leverage berpengaruh positif terhadap financial distress. Firm size tidak memiliki pengaruh terhadap financial distress. Likuiditas berpengaruh negatif terhadap financial distress. Sales growth tidak memiliki pengaruh terhadap financial distress. Hasil pengujian variabel moderasi menunjukkan bahwa sales growth tidak mampu memperlemah pengaruh leverage terhadap financial distress. Sales growth juga tidak mampu memperkuat pengaruh firm size terhadap financial distress. Hasil pengujian selanjutnya menunjukkan bahwa sales growth tidak mampu memperkuat pengaruh likuiditas terhadap financial distress. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa peningkatan pertumbuhan penjualan tidak selalu diikuti dengan peningkatan kondisi keuangan perusahaan secara menyeluruh, khususnya pada perusahaan yang berada dalam kategori pemantauan khusus. Sales growth dapat terjadi tanpa disertai peningkatan arus kas maupun profitabilitas, sehingga tidak cukup kuat untuk memengaruhi tingkat kesulitan keuangan perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan masih memiliki permasalahan fundamental yang lebih dominan dalam memengaruhi financial distress. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan struktur keuangan perusahaan menjadi faktor penting dalam mengendalikan risiko financial distress. Perusahaan perlu memperhatikan penggunaan utang secara lebih optimal agar tidak menimbulkan tekanan keuangan yang berlebihan. Kemampuan perusahaan dalam menjaga tingkat likuiditas juga menjadi faktor penting dalam mempertahankan stabilitas keuangan dan kelangsungan operasional perusahaan. Informasi mengenai kondisi keuangan perusahaan dapat menjadi pertimbangan penting bagi investor dan kreditor dalam mengambil keputusan investasi maupun pemberian kredit. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian akademik di bidang akuntansi keuangan, khususnya yang berkaitan dengan analisis financial distress serta peran variabel moderasi dalam menjelaskan hubungan antar variabel keuangan perusahaan. Hasil penelitian ini juga dapat menjadi masukan bagi perusahaan dalam merumuskan strategi perbaikan keuangan agar mampu keluar dari kondisi pemantauan khusus.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study aims to analyze the effect of leverage, firm size, and liquidity on financial distress, with sales growth as a moderating variable, in companies listed on the special monitoring board of the Indonesia Stock Exchange in 2024. Financial distress refers to a condition in which a company experiences a decline in financial performance, indicated by difficulties in fulfilling its financial obligations. This condition is often considered an early stage prior to bankruptcy if it is not immediately addressed through appropriate financial management policies. Financial distress may cause various negative impacts on the company, such as declining investor and creditor confidence, limited access to funding sources, decreasing corporate reputation, and disruption of long-term operational stability. This condition may also affect firm value and reduce the company’s competitiveness in the market. Companies listed on the special monitoring board of the Indonesia Stock Exchange generally show indications of problems related to financial performance, compliance with stock exchange regulations, and business sustainability. The special monitoring board is intended to provide warnings to investors and creditors regarding companies that have a higher level of risk compared to other listed companies. Companies in this category tend to face challenges in maintaining financial and operational stability, thereby increasing the potential risk of financial difficulties. These conditions make special monitoring companies a relevant research object for examining factors that influence financial distress. This study applies a quantitative approach using statistical data analysis. The population consists of companies listed on the special monitoring board of the Indonesia Stock Exchange in 2024. The sampling technique used is purposive sampling with several criteria, including companies listed on the special monitoring board, companies that publish complete annual financial statements, and companies that provide the required data to measure the research variables. The data used are secondary data obtained from the companies’ annual financial statements. Data collection was conducted through documentation and literature studies. The data analysis techniques include descriptive statistical analysis to describe the characteristics of the research data, classical assumption tests to ensure that the regression model meets the required statistical assumptions, and moderating regression analysis to examine the effect of independent variables on the dependent variable as well as the role of the moderating variable. The regression model was tested using the F-test and the coefficient of determination (R²), while hypothesis testing was conducted using the t-test. The results indicate that leverage has a positive effect on financial distress. Firm size has no effect on financial distress. Liquidity has a negative effect on financial distress. Sales growth has no effect on financial distress. The moderating variable testing results show that sales growth is unable to weaken the effect of leverage on financial distress. Sales growth is also unable to strengthen the effect of firm size on financial distress. Further testing results show that sales growth is unable to strengthen the effect of liquidity on financial distress. These findings indicate that an increase in sales growth is not always followed by an overall improvement in the company’s financial condition, particularly in companies listed under the special monitoring category. Sales growth may occur without being accompanied by an increase in cash flow or profitability, thus it is not sufficiently strong to influence the level of financial distress. This suggests that companies may still face more dominant fundamental problems that influence financial distress. The implications of this study indicate that managing the company’s financial structure is an important factor in controlling the risk of financial distress. Companies need to manage the use of debt more optimally in order to avoid excessive financial pressure. The ability to maintain adequate liquidity levels is also an important factor in sustaining financial stability and ensuring business continuity. Information regarding a company’s financial condition may serve as an important consideration for investors and creditors in making investment and lending decisions. This study is expected to contribute to the development of academic research in the field of financial accounting, particularly in relation to financial distress analysis and the role of moderating variables in explaining relationships among corporate financial variables. The findings of this study may also serve as input for companies in formulating financial improvement strategies in order to recover from special monitoring status.
Kata kunciLeverage, Firm Size, Likuiditas, Sales Growth, Financial Distress
Pembimbing 1Dra. Irianing Suparlinah, M.Si., Ak
Pembimbing 2-
Pembimbing 3-
Tahun2026
Jumlah Halaman177
Tgl. Entri2026-05-06 14:03:57.391882
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.