Home
Login.
Artikelilmiahs
37155
Update
TYAS FITRIANINGRUM
NIM
Judul Artikel
MANAJEMEN KEBENCANAAN PADA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) KABUPATEN PURBALINGGA DALAM PENANGGULANGAN BENCANA TANAH LONGSOR
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Manajemen bencana merupakan upaya yang dilakukan untuk menanggulangi bencana terutama dalam mengurangi risiko bencana, kegiatan yang dilaksanakan yaitu pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan. Kabupaten Purbalingga merupakan salah satu wilayah di Jawa Tengah yang berpotensi rawan bencana alam terutama tanah longsor. Berdasarkan Indeks Rawan Bencana Indonesia (IRBI), Kabupaten Purbalingga termasuk dalam indeks risiko bencana tinggi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui manajemen kebencanaan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam penanggulangan bencana tanah longsor. Teori yang digunakan adalah siklus manajemen bencana yang meliputi pra-bencana, tanggap darurat, dan pasca-bencana. Penelitian ini dilakukan di BPBD Kabupaten Purbalingga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskripstif. Teknik yang digunakan peneliti adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data meliputi, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah flow model. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen bencana BPBD Kabupaten Purbalingga dalam melaksanakan penanggulangan bencana belum optimal. Hal tersebut disebabkan masih adanya kekurangan dan kendala yaitu dari tahap pra-bencana dalam melakukan upaya pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan seperti pemasangan rambu-rambu, papan peringatan belum merata, sudah rusak, dan lama, pemasangan sistem peringatan dini masih manual, kajian risiko bencana belum semua terealisasi, dan pelatihan dan simulasi kepada masyarakat belum menyeluruh dilakukan. Kemudian, tahap tanggap darurat bencana sudah merespon dengan cepat dan tepat, dan tahap pasca-bencana dalam melakukan pemulihan yaitu dengan rehabilitas dan rekonstruksi dalam bentuk fisik.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Disaster management is an effort made to cope with disasters, especially in reducing disaster risk, activities that can be carried out are prevention, mitigation, preparedness, emergency response, and recovery. Purbalingga Regency is one of the areas in Central Java that is prone to natural disasters, especially landslides. Based on the Indonesian Disaster Hazard Index (IRBI), Purbalingga Regency is included in the high disaster risk index. The purpose of this study was to determine disaster management at the Regional Disaster Management Agency (BPBD) in dealing with landslides. The theory used is the disaster management cycle which includes pre-disaster, emergency response, and post-disaster. This research was conducted at BPBD Purbalingga Regency. The method used in this research is descriptive qualitative. The technique used by the researcher is purposive sampling. Data collection methods include observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used is the flow model. The results of this study indicate that the disaster management of BPBD Purbalingga Regency in implementing disaster management has not been optimal. This is because there are still shortcomings and obstacles, namely from the pre-disaster stage in carrying out prevention, mitigation, and preparedness efforts such as installation of signs, warning boards that are not evenly distributed, damaged, and old, installation of warning systems is still manual, disaster risk studies have not all have been realized, and training and simulations for the community have not been comprehensively carried out. Then, the disaster emergency response stage has been fast and precise, and the post-disaster stage in carrying out recovery is by rehabilitation and reconstruction in physical form.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save