Artikel Ilmiah : C1A015085 a.n. MUAMMAR HISYAM ALAMUDI

Kembali Update Delete

NIMC1A015085
NamamhsMUAMMAR HISYAM ALAMUDI
Judul ArtikelANALISIS DAMPAK KEBIJAKAN PELARANGAN PENGGUNAAN ALAT TANGKAP
IKAN CANTRANG DAN SEJENISNYA TERHADAP KUANTITAS TANGKAPAN
IKAN DAN PENDAPATAN NELAYAN PERIKANAN TANGKAP DI DESA
ASEMDOYONG KABUPATEN PEMALANG
Abstrak (Bhs. Indonesia)Salah satu sumber pendapatan di Desa Asemdoyong Kabupaten Pemalang
adalah dari sektor perikanan terutama dari sektor perikanan tangkap. Desa
Asemdoyong merupakan desa yang mayoritasnya bekerja sebagai nelayan
tangkap. Desa Asemdoyong, Kabupaten Pemalang. Hasil tangkapan dan
pendapatan dari nelayan cenderung menurun sejak diberlakukan kebijakan
kementerian kelautan dan perikanan no. 2 tahun 2015 tentan pelarangan
penggunaan alat tangkap cantrang.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi Catch per Unit
Effort (CPUE) sebelum dan sesudah adanya penerapan kebijakan Kementerian
Kelautan dan Perikanan No. 2 Tahun 2015 terhadap jumlah tangkapan ikan di
Desa Asemdoyong Kabupaten Pemalang. Untuk menganalisis nilai Fishing Power
Index (FPI) alat cantrang nelayan Desa Asemdoyong Kabupaten Pemalang. Untuk
menganalisis perbedaan siginifikan sebelum dan sesudah adanya penerapan
kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan No. 2 Tahun 2015 terhadap
jumlah hasil tangkapan nelayan di Desa Asemdoyong Kabupaten P emalang.
Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan aktif yang berada di Desa
Asemdoyong yaitu berjumlah 4320 orang. Jenis penelitian ini adalah berjenis
penelitian kuantitatif, yaitu penelitian yang digunakan untuk meneliti terhadap
populasi. Sedangkan sampel dalam penelitian ini berjumlah 98 responden. Untuk
melakukan uji beda menggunakan uji Wilcoxon.
Hasil penelitian dan analisis data menjelaskan bahwa mengacu pada nilai
perbandingan CPUE maka dapat diketahui jika terjadi penurunan pada hasil
tangkapan hal ini terjadi karena pelarangan penggunaan alat cantrang. Dari
perhitungan CPUE dan dapat diketahui nilai FPI alat tangkap cantrang sebesar
1,13 yang berarti kekuatan tangkap 1 alat cantrang sebanding dengan 113% jika
dibandingkan dengan alat tangkap lain. Terdapat perbedaan siginifkan pada hasil
tangkapan nelayan Desa Asemdoyong pasca diberlakukannya Peraturan Menteri
Kelautan dan Perikanan No 2 Tahun 2015. Terdapat perbedaan siginifkan pada
pendapatan nelayan Desa Asemdoyong pasca diberlakukannya Peraturan Menteri
Kelautan dan Perikanan No 2 Tahun 2015.
Abtrak (Bhs. Inggris)One source of income in Asemdoyong Village, Pemalang Regency is the
fisheries sector, especially from the capture fisheries sector. Asemdoyong Village
is a village where the majority work as fishermen. Working as a fisherman is a job
that has been done by the people of Asemdoyong Village, Pemalang Regency. The
catch and income of fishermen have tended to decline since the enactment of the
Ministry of Marine Affairs and Fisheries policy no. 2 of 2015 concerning the
prohibition of the use of cantrang fishing gear.
The purpose of this study was to analyze the condition of Catch per Unit
Effort (CPUE) before and after the implementation of the Ministry of Marine
Affairs and Fisheries' policy no. 2 of 2015 on the number of fish catches in
Asemdoyong Village, Pemalang Regency. To analyze the value of the Fishing
Power Index (FPI) for cantrang fishermen in Asemdoyong Village, Pemalang
Regency. To analyze the significant difference before and after the
implementation of the Ministry of Marine Affairs and Fisheries policy no. 2 of
2015 on the number of catches of fishermen in Asemdoyong Village, Pemalang
Regency.
The population in this study were active fishermen in Asemdoyong Village,
amounting to 4320 people. This type of research is quantitative research, namely
research used to examine the population. While the sample in this study amounted
to 98 respondents. To perform a different test using the Wilcoxon test.
The results of the research and data analysis explained that referring to
the CPUE comparison value, it can be seen if there is a decrease in the catch this
occurs because of the prohibition on the use of the cantrang tool. From the CPUE
calculation, it can be seen that the FPI value of cantrang fishing gear is 1.13,
which means that the fishing power of 1 cantrang gear is 113% compared to other
fishing gear. There is a significant difference in the catch of fishermen in
Asemdoyong Village after the enactment of the Minister of Maritime Affairs and
Fisheries Regulation No. 2 of 2015. There is a significant difference in the income
of fishermen in Asemdoyong Village after the enactment of the Minister of
Maritime Affairs and Fisheries Regulation No. 2 of 2015.
Kata kunciCPUE, FPI, Tangkapan, Pendapatan
Pembimbing 1Dr. E. Suharno, SE, M.Si
Pembimbing 2Bambang. SE, M.Si
Pembimbing 3Dr. Lilis Siti Badriah, S.E., M.Si.
Tahun2022
Jumlah Halaman24
Tgl. Entri2022-08-15 15:44:49.761288
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.