Artikelilmiahs
Menampilkan 34.061-34.080 dari 49.951 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 34061 | 36812 | A1F018005 | PENGARUH BENTUK DAN KONSENTRASI INGREDIEN TERHADAP SIFAT KIMIA MADU TEMULAWAK | Madu merupakan zat manis alami yang dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan, antiinflamasi, antibakterial dan antikanker. Kombinasi madu dan rempah-rempah seperti temulawak dapat meningkatkan aktivitas antioksidannya, namun disisi lain temulawak memiliki kelemahan yaitu rasa pahit dan aroma yang kurang disukai. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui teknologi mikroenkapsulasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diteliti meliputi bentuk ingredien (A) yang terdiri dari ekstrak air temulawak (A1) dan mikrokapsul ekstrak air temulawak (A2); serta konsentrasi ingredien (B) yang terdiri dari konsentrasi ingredien 2% (B1), 5% (B2), 8% (B3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar kurkumin, total fenol dan aktivitas antioksidan madu temulawak dengan penambahan bentuk ingredien mikrokapsul ekstrak air temulawak lebih rendah dibandingkan madu temulawak dengan penambahan bentuk ingredien ekstrak air temulawak. Perlakuan terbaik madu temulawak diperoleh pada perlakuan A1B3 (bentuk ingredien ekstak air temulawak dan konsentrasi ingredien 8%) dengan nilai IC50 357 ppm;kapasitas penangkapan radikal DPPH 94,18%; kadar kurkumin 0,54 %; total fenol 0,14 mg GAE/g; total asam tertitrasi 19,25 mL NaOH/Kg dan pH 3,99. | Honey is a natural sweet substance that can be used as an antioxidant, anti-inflammatory, antibacterial and anticancer. The combination of honey and spices such as temulawak can increase its antioxidant activity, but on the other hand, temulawak has a weakness, namely a bitter taste and an unfavorable aroma. One way that can be used to overcome this problem is through microencapsulation technology. This study used a Randomized Block Design (RBD). The factors studied included the form of ingredients (A) which consisted of water extract of temulawak (A1) and microcapsules of water extract of temulawak (A2); and the concentration of ingredients (B) which consists of an ingredient concentration of 2% (B1), 5% (B2), 8% (B3). The results showed that the content of curcumin, total phenol, and antioxidant activity of temulawak honey with the addition of microcapsules as an ingredient of temulawak water extract was lower than that of temulawak honey with the addition of an ingredient in water extract of temulawak. The best treatment of temulawak honey was obtained in treatment A1B3 (a form of water extract of temulawak and 8% concentration of ingredients) with an IC50 value of 357 ppm; DPPH radical scavenging capacity of 94.18%; curcumin content of 0.54 %; total phenol 0.14 mg GAE/g; total titrated acid was 19.25 mL NaOH/Kg and pH 3.99. | |
| 34062 | 37098 | G1B018039 | PENGARUH PENAMBAHAN NANOSELULOSA SEKAM PADI (Oryza sativa L.) TERHADAP KEKERASAN GLASS IONOMER CEMENT TIPE II | Glass ionomer cement (GIC) tipe II adalah jenis GIC yang digunakan sebagai bahan restorasi. Glass ionomer cement tipe II memiliki kekurangan seperti kekerasan permukaan yang rendah. Kekerasan permukaan GIC tipe II dapat ditingkatkan dengan menambahkan nanoselulosa sekam padi (Oryza sativa L.) ke dalam GIC tipe II. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan nanoselulosa sekam padi (Oryza sativa L.) terhadap kekerasan GIC tipe II. Jenis penelitian ini adalah eksperimental labolatoris dengan rancangan posttest- only control group design. Isolasi nanoselulosa sekam padi dilakukan dengan metode hidrolisis asam, lalu dikarakterisasi menggunakan TEM, XRD dan FTIR. Penelitian dilakukan menggunakan 36 sampel GIC tipe II yang didistribusikan ke dalam 4 kelompok meliputi kelompok dengan penambahan nanoselulosa 0,5% (A), 1% (B), 1,5% (C), dan kelompok kontrol (D) tanpa pemberian nanoselulosa. Seluruh kelompok dilakukan uji kekerasan dengan menggunakan alat Vicker’s Hardness Tester, kemudian satu sampel dari setiap kelompok dilakukan uji SEM untuk melihat gambaran morfologi permukaan sampel. Data uji kekerasan dianalisis menggunakan One-way ANOVA dilanjutkan dengan uji Post Hoc LSD. Rerata hasil uji kekerasan pada empat kelompok masing-masing sebesar 83.836 ± 1.177 VHN, 90.035 ± 1.891 VHN, 76.45 ± 2.253 VHN, dan 70.496 ± 1.293 VHN. Nilai kekerasan GIC tipe II mengalami peningkatan pada kelompok perlakuan dengan penambahan nanoselulosa sekam padi apabila dibandingkan dengan kelompok kontrol tanpa penambahan nanoselulosa sekam padi. Simpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh penambahan nanoselulosa sekam padi terhadap kekerasan GIC tipe II. | Glass ionomer cement (GIC) type II is a type of GIC that is used as a restorative material. Type II Glass ionomer cement has disadvantages such as low surface hardness. The surface hardness of GIC type II can be increased by adding nanocellulose rice husk (Oryza sativa L.) to GIC type II. The purpose of this study was to determine the effect of the addition of rice husk nanocellulose (Oryza sativa L.) on the hardness of GIC type II. This type of research is an experimental laboratory with a posttest-only control group design. Rice husk nanocellulose was isolated by acid hydrolysis method, then characterized using TEM, XRD and FTIR. The study was conducted using 36 samples of GIC type II which were put into 4 groups including the group with the addition of 0.5% nanocellulose (A), 1% (B), 1.5% (C), and the control group (D) without the addition of nanocellulose. All groups were tested for hardness using the Vicker's Hardness Tester, then one sample from each group was tested by SEM to see the surface morphology of the sample. The hardness test data was analyzed using One-way ANOVA followed by the Post Hoc LSD test. The average hardness test results in the four groups were 83,836±1,177 VHN, 90,035±1,891 VHN, 76.45±2,253 VHN, and 70,496±1,293 VHN. The hardness value of GIC type II increased in the treatment group with the addition of rice husk nanocellulose when compared to the control group without the addition of rice husk nanocellulose. The conclusion of this research is that there is an effect of the addition of rice husk nanocellulose on the hardness of GIC type II. | |
| 34063 | 36620 | D1A015254 | ANALISIS PRODUKSI DAN EKONOMI PETERNAKAN AYAM BROILER SISTEM KANDANG CLOSED HOUSE POLA KEMITRAAN (Studi Kasus Peternakan Plasma PT. Cemerlang Unggas Lestari Kabupaten Kebumen) | Upaya peternak ayam broiler dalam mengetahui produktivitas usahanya adalah dengan melakukan evaluasi manajemen peternakan, salah satunya dari segi ekonomi dan produksinya. Peternakan dengan sistem kandang closed house membutuhkan modal yang besar, sehingga diperlukan adanya sistem kemitraan untuk membangun bisnis peternakan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas dari peternakan plasma sistem kandang closed house di PT. Cemerlang Unggas Lestari Kabupaten Kebumen, dengan melakukan analisis dari segi ekonomi maupun produksinya. Penelitian dilakukan dengan melakukan perbandingan dari segi produktivitas peternakan plasma PT Cemerlang Unggas Lestari kandang milik Ario Bhirowo dan kandang Mitra Sejahtera II menggunakan analisis ekonomi yang terdiri dari total biaya produksi, penerimaan, pendapatan, BEP Harga dan BEP produk, rasio R/C, PP, serta Indeks performa (IP) untuk analisis produksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kandang milik Ario Bhirowo dengan populasi 28.500 ekor memiliki total biaya produksi Rp 935.061.829,00 per periode, penerimaan dan pendapatan Rp 1.005.589.158,00 per periode dan Rp 70.527.329,00 per periode, BEP harga Rp 16.725,00/Kg dan BEP produk 52,298 Kg, rasio R/C 1,0754 dan PP 36,9 periode. Sedangkan kandang Mitra Sejahtera II denga populasi 62.800 ekor memiliki total biaya produksi Rp 2.001.845.495,00 per periode, total penerimaan dan pendapatan Rp 2.204.352.482,00 dan Rp 202.506.987,00 per periode pemeliharaan, BEP harga Rp 16.311,00/Kg dan BEP ekor 113.174 Kg, rasio R/C 1,1012 dan PP 22,7 periode. Dari segi analisis produksi kedua kandang menunjukan nilai IP yang tidak jauh berbeda, yaitu IP untuk kandang milik Ario Bhirowo adalah 368 dan kandang Mitra Sejahtera II adalah 369. | The efforts of chicken broiler farmers to know their business productivity through farm management evaluations is one of these in terms of economic analysis and production. A closed house system farm needs high capital value. For that reason, it needs a partnership system for develop the farm business itself. This research aims to determine the productivity of plasma farms with closed house systems at PT. Cemerlang Unggas Lestari Kebumen Regency by conducting an analysis in terms of economy and production. The research was conducted by comparing the productivity of PT. Cemerlang Unggas Lestari plasma farms, Ario Bhirowo’s farm and Mitra Sejahtera II’s farms using an economic analysis such as total production costs, revenue, income, BEP price and BEP product, R/C ratio, Payback Period (PP) and Performance Index (IP) for production analysis. The results showed that Ario Bhirowo’s farm with a population of 28.500 had a total production cost of Rp 935.061.829,00 per period, revenue and income Rp 1.005.589.158,00 and Rp 70.527.329,00 per period, BEP price of Rp 16.725,00/Kg and BEP product 52,298 Kg, R/C ratio 1,0754 and PP 36,9 period. Meanwhile the Mitra Sejahtera II farm with a population of 62.800 had a total production cost of Rp 2.001.845.495,00 per period, total revenue and income of Rp 2.204.352.482,00 and Rp 202.506.987,00 per period, BEP price Rp 16.311,00/Kg dan BEP product 113.174 Kg, R/C ratio 1,1012 and PP 22,7 period. In terms of production analysis, the two farms showed that IP value were not much different. The IP value for Ario Bhirowo’s farm was 368 and Mitra Sejahtera II’s was 369. | |
| 34064 | 37071 | J1A015025 | A Multimodal Analysis of Interactive Meaning and Metafunction in Hero Characters Mobile Legend: Bang Bang’s (MLBB) Game | Penelitian yang berjudul “Analisis Multimodal Makna Interaktif dan Metafungsi dalam Karakter Hero Game Mobile Legend: Bang Bang (MLBB)” ini bertujuan untuk menganalisis citra visual dan citra verbal. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah makna interaktif dalam citra visual karya Van Leuwen (2005) dan metafungsi linguistik fungsional sistemik dalam citra verbal M.A.K. Halliday (1994). Data dari penelitian ini adalah 10 citra visual dan satu citra verbal setiap masing-masing karakter hero yang terdapat pada game Mobile Legend Bang Bang, berupa kata-kata dan kalimat. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif sebagai kunci untuk menjawab pertanyaan penelitian. Berdasarkan penelitian, ditemukan 10 citra visual dalam Interactive Meaning. Dalam Kontak, terdapat 70% subjek yang menawarkan tidak melakukan kontak mata dengan “penawaran” dan 30% subjek yang melakukan kontak mata dengan “permintaan” penonton. Jarak Sosial ada 50% “impersonal”, 40% “sosial”, 10% “pribadi”, “keterlibatan dan kekuatan representasi” 20%, “miring dan kesetaraan” titik sama 10%. Sikap pada subjek ada “detasemen” dominan 40% dan 100% semua Objektif adalah “orientasi tindakan”. Pada citra verbal ditemukan satu ucapan setiap hero dalam metafungsi. Ada makna Ideational yang dominan pada Material Process 100%. Makna interpersonal dalam Finite Simple Present 40%, 40% Finite Modal, 10% poin Finite Simple Continues, dan 10% No Finite. Juga, 100% semua ucapan adalah Tema Topikal Tanpa Tanda dalam Makna Tekstual. Sebagai saran, penelitian serupa selanjutnya akan melakukan penelitian yang berfokus untuk menganalisis musik latar game ini, lagu, atau antarmuka pengguna (IU). Juga, untuk menganalisis game ini adalah lirik lagu, atau interaksi antar pemain | This research entitled “A Multimodal Analysis of Interactive Meaning and Metafunction in Hero Characters Mobile Legend: Bang Bang’s (MLBB) Game” aims to analyze visual images and verbal images. The theories applied in conducting this research are the interactive meaning in visual images by Van Leuwen’s (2005) and metafunction systemic functional linguistic in verbal images by M.A.K. Halliday (1994). The data of this research are 10 visual images and one verbal images every each characters hero found in the Mobile Legend Bang Bang game, in the form of words and sentences. The researcher is taking the descriptive qualitative method as key to answer the research questions. Based on the research, 10 visual images in Interactive Meaning are found. In the Contact, there is 70% a subject who offer does not eye contact with the viewer “offer” and 30% a subject who make eye contact with the viewer “demand”. Social Distance there are 50% “impersonal”, 40% “social”, 10% “personal”, “involvement and representational power” 20%, “oblique and equality” same point 10%. Attitude in subject there are “detachment” is dominant 40% and 100% all of Objective is “action orientation”. In the verbal images, there are found one utterances every each hero in metafunction. There is Ideational meaning is dominant of Material Process 100%. Interpersonal meaning in Finite Simple Present 40%, 40% Finite Modal, 10% point to Finite Simple Continues, and 10% there is No Finite. Also, 100% all of the utterances are Unmarked Topical Theme in the Textual Meaning. As a suggestion, further similar research will conduct a study focusing to analyze this game background music, songs, or user interface (IU). Also, to analyze this game is a lyric of song, or interaction between players. | |
| 34065 | 37072 | E1A016206 | TINDAK PIDANA KARENA KELALAIANNYA MENYEBABKAN KECELAKAAN LALU LINTAS YANG MENGAKIBATKAN ORANG LAIN MENINGGAL DUNIA (Tinjauan Yuridis terhadap Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 205/Pid.Sus/2018/PN Pwt) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan dan petimbangan hukum pidana Oleh hakim dalam putusan Nomor 205/Pid.Sus/2018/PN Pwt.,. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif Penulis akan mengkaji penerapan unsur-unsur tindak pidana karena kelalaiannya pada kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, selain itu melalui pendekatan normatif penulis mencoba menilai kesesuaian dasar pertimbangan hukum Majelis Hakim dalam penjatuhan pidana terhadap terdakwa dalam putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor: 205/Pid.Sus/2018/PN Pwt., sesuai dengan tujuan hukum pidana baik yang diatur dalam peraturan perundang-undangan maupun dalam kajian literatur. Temuan yang diperoleh dari penelitian ini, adalah majelis hakim yang memeriksa, mengadili dan memutuskan perkara ini telah menerapkan aturan hukum yang berlaku sesuai dengan ketentuan hukum pidana yang berlaku. Hal ini dapat ditunjukkan dengan melihat bahwa majelis hakim dalam memutuskan bahwa perbuatan terdakwa memenuhi unsur-unsur tindak pidana kelalaian lalu lintas sesuai dengan Pasal 310 ayat (4) UU RI No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, didasarkan atas kebenaran materil yang diperoleh dari surat dakwaan, keteranganketerangan saksi, fakta-fakta dan bukti-bukti yang terungkap dalam proses persidangan. Pertimbangan hukum hakim dalam putusan Nomor 205/Pid.Sus/2018/PN Pwt., berdasarkan fakta-fakta yang timbul di persidangan menilai bahwa terdakwa dapat dipertanggungjawabkan atas perbuatan yang dilakukan dengan pertimbangan bahwa pada saat melakukan perbuatannya terdakwa lalai yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dan mengakibatkan orang lain meninggal dunia. Ada unsur melawan hukum, serta tidak adanya alasan penghapusan kesalahan. | This study aims to determine the application and consideration of criminal law by judges in the decision Number 205/Pid.Sus/2018/PN Pwt.,. This study uses a normative juridical approach. The author will examine the application of the elements of a criminal act due to negligence in a traffic accident that resulted in the death of another person, besides that through a normative approach the author tries to assess the suitability of the basic legal considerations of the Panel of Judges in imposing a crime against the defendant in the decision. Purwokerto District Court Number: 205/Pid.Sus/2018/PN Pwt., in accordance with the objectives of criminal law, both regulated in the legislation and in the literature review. The findings obtained from this study are that the panel of judges who examined, tried and decided this case had applied the applicable legal rules in accordance with the provisions of the applicable criminal law. This can be shown by seeing that the panel of judges in deciding that the defendant's actions met the elements of the crime of traffic negligence in accordance with Article 310 paragraph (4) of the Republic of Indonesia Law no. 22 of 2009 concerning Road Traffic and Transportation, is based on the material truth obtained from the indictment, witness statements, facts and evidence revealed in the trial process. Th e judge's legal considerations in the decision Number 205/Pid.Sus/2018/PN Pwt., based on the facts that emerged at the trial, considered that the defendant could be held accountable for the actions he had committed with the consideration that at the time of committing the act the defendant was negligent which resulted in a traffic accident and resulting in the death of another person. There is an element of being against the law, and there is no reason for the elimination of errors. | |
| 34066 | 37073 | G1B018018 | SITOTOKSISITAS BASIS RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS DENGAN PENAMBAHAN NANOSELULOSA SEKAM PADI (Oryza sativa L.) | Resin akrilik polimerisasi panas merupakan bahan basis gigi tiruan yang sering digunakan dalam kedokteran gigi karena mempunyai estetik yang cukup baik, mudah proses preparasi, dan stabil terhadap panas. Penambahan nanoselulosa sekam padi (Oryza sativa L.) pada akrilik polimerisasi panas sebagai fiber alami dan bahan penguat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan nanoselulosa sekam padi (Oryza sativa L.) terhadap sitotoksisitas basis resin akrilik polimerisasi panas. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris secara in vitro dengan rancangan penelitian berupa posttest-only control design. Sebanyak 36 sampel didistribusikan menjadi 4 kelompok, yaitu resin akrilik polimerisasi panas yang ditambahkan nanoselulosa sekam padi (Oryza sativa L.) dengan konsentrasi 0,25%, 0,5%, 1%, dan tanpa penambahan nanoselulosa. Uji karakterisasi nanoselulosa menggunakan Transmission Electron Microscope (TEM), X-Ray Diffraction (XRD) dan Fourier Transfrom Infrared (FTIR). Sampel diuji menggunakan MTT Assay dan dibaca dengan ELISA Reader. Analisis data menggunakan One-way ANOVA diikuti dengan uji LSD. Hasil uji karakterisasi menunjukkan nanoselulosa sekam padi berbentuk whiskers dengan ukuran partikel rerata 126 nm dan 16,6 nm. Persentase viabilitas sel terendah kelompok resin akrilik polimerisasi panas penambahan nanoselulosa sekam padi 1% sebesar 77,48% terbesar terdapat pada kelompok 0,25% sebesar 89,79%. Berdasarkan ISO 10993-5 viabilitas sel >70% dapat diterima sitotoksisitas pada penggunaan klinis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh penambahan nanoselulosa sekam padi (Oryza sativa L.) terhadap sitotoksisitas pada basis resin akrilik polimerisasi panas. | Heat polymerized acrylic resin is denture base that often used in dentistry because it has good aesthetics and is heat stable. Addition of rice husk (Oryza sativa L.) nanocellulose to heat polymerized acrylic as natural fiber and reinforcing material. The purpose of this study was to determine the effect of adding rice husk nanocellulose (Oryza sativa L.) to the cytotoxicity of heat polymerized acrylic resin base. This research was an experimental laboratory in vitro with the research in the form of a posttest-only control design. A total of 36 samples were distributed into 4 groups, heat polymerized acrylic resin added with rice husk nanocellulose (Oryza sativa L.) with a concentration of 0.25%, 0.5%, 1% and without the addition nanocellulose. The nanocellulose characterization test used Transmission Electron Microscope (TEM), X-Ray Diffraction (XRD) and Fourier Transform Infrared (FTIR). Samples were tested using MTT Assay and read with ELISA Reader. Data analysis used One-way ANOVA followed by LSD test. The results of the characterization test showed that rice husk nanocellulose was in the form of whiskers with an average particle size of 126 nm and 16.6 nm. The lowest percentage of cell viability in group with the addition of 1% rice husk nanocellulose at 77.48% was the largest in the 0.25% group at 89,79%. According to ISO 10993-5 cell viability >70% is acceptable for cytotoxicity in clinical use. The conclusion was there is an effect of adding rice husk nanocellulose (Oryza sativa L.) to the cytotoxicity of the hot polymerized acrylic resin base. | |
| 34067 | 37074 | D1A018178 | SUPLEMENTASI BAWANG PUTIH (Allium sativum) DAN MINERAL ORGANIK TERHADAP KONSUMSI DAN KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK PAKAN KAMBING PERAH SAANEN PERANAKAN ETAWA (SAPERA) | Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh suplementasi bawang putih (Allium sativum) dan mineral organik (Cr, Se dan Zn – Lysinate) terhadap konsumsi dan kecernaan bahan kering dan bahan organik. Penelitian dilaksanakan secara in vivo pada 20 Februari – 20 Juni 2022 di CV Abadi Farm, Kabupaten Tegal dan Laboratorium Ilmu Bahan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman. Materi penelitian yaitu 16 ekor kambing Sapera betina dengan rataan bobot awal 40±2 kg, pakan basal sebanyak 3,25% BK/kg BB. Rancangan penelitian yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan penelitian meliputi R0 = pakan basal, R1 = R0 + rumensin 30 mg/kg BK, R2 = R0 + 250 ppm bawang putih, R3 = R2 + Mineral Organik (0,3 ppm Se+1,5 ppm Cr+40 ppm Zn-lysinate). Data yang diperoleh dianalisis variansi dan uji lanjut menggunakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi bawang putih (Allium sativum) dan mineral organik berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi bahan kering, konsumsi bahan organik, dan kecernaan bahan kering, sedangkan pada kecernaan bahan organik berpengaruh nyata (P<0,05). Nilai rataan konsumsi bahan kering berkisar antara 747,63±63,92 gram/ekor/hari sampai 997±77,20 gram/ekor/hari. Nilai rataan konsumsi bahan organik berkisar antara 667,8475±56,35 gram/ekor/hari sampai 896±69,73 gram/ekor/hari. Nilai rataan kecernaan bahan kering berkisar antara 66±7,48 gram/ekor/hari sampai 86,135±3,03 gram/ekor/hari. Nilai rataan kecernaan bahan organik berkisar antara 71±0,68 gram/ekor/hari sampai 87,345±3,03 gram/ekor/hari. Kesimpulan, suplementasi bawang putih (Allium sativum) dan mineral organik dalam pakan tidak meningkatkan konsumsi bahan kering dan bahan organik, tetapi dapat meningkatkan kecernaan bahan kering dan bahan organik. | The aim of this study was to examine the effect of supplementation of garlic (Allium sativum) and organic minerals (Cr, Se and Zn – Lysinate) on consumption and digestibility of dry matter and organic matter. The research was carried out in vivo on February 20 – June 20, 2022 at CV Abadi Farm, Tegal Regency and the Laboratory of Animal Feeding Sciences, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University. The research material was 16 female Sapera goats with an average initial weight of 40±2 kg, basal feed as much as 3,25% BK/kg BW. The research design was Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 4 replications. The research treatments included R0 = basal feed, R1 = R0 + rumensin 30 mg/kg BK, R2 = R0 + 250 ppm garlic, R3 = R2 + Organic Minerals (0,3 ppm Se+1,5 ppm Cr+40 ppm Zn-lysinate). The data obtained were analyzed for variance and further test using the Honestly Significant Difference (BNJ) test. The results showed that supplementation of garlic (Allium sativum) and organic minerals had a very significant effect (P<0,01) on dry matter consumption, organic matter consumption, and dry matter digestibility, while organic matter digestibility had a significant effect (P<0,05). The average value of dry matter consumption ranged from 747,63±63,92 grams/head/day to 997±77,20 grams/head/day. The average value of organic matter consumption ranged from 667,8475±56,35 grams/head/day to 896±69,73 grams/head/day. The average value of dry matter digestibility ranged from 66±7,48 grams/head/day to 86,135±3,03 grams/head/day. The average value of organic matter digestibility ranged from 71±0,68 gram/head/day to 87,345±3,03 gram/head/day. In conclusion, supplementation of garlic (Allium sativum) and organic minerals in feed did not increase the consumption of dry matter and organic matter, but could increase the digestibility of dry matter and organic matter. | |
| 34068 | 37961 | B1A017097 | Aspergillus sp. 3-coated magnetite untuk Penurunan Logam Berat Kromium (Cr) pada Limbah Tekstil yang Berbeda | Perkembangan industri tekstil di Indonesia mengalami peningkatan hingga pasar internasional. Selain terdapat sisi positif dari industi ini, tak dipungkiri juga menimbulkan dampak negatif berupa adanya limbah cair tekstil. Limbah cair tekstil yang mencemari badan perairan, sebagian besar bersumber dari proses pewarnaan dan dilaporkan mengandung logam berat yang toksisitasnya tinggi, di antaranya kromium (Cr), merkuri (Hg), kadmium (Cd), timbal (Pb), argon (Ar), seng (Zn), nikel (Ni) dan tembaga (Cu). Salah satu logam berat yang dihasilkan dari proses produksi industri tekstil adalah kromium (Cr). Kadar Cr yang berbeda pada setiap jenis limbah cair tekstil perlu diturunkan karena jumlahnya yang telah melebihi nilai baku mutu air. Metode Aspergillus sp. 3-coated magnetite merupakan alternatif baru dalam metode biologi yang dapat menurunkan logam berat seperti Cr pada limbah cair tekstil. Penggunaan magnetit dengan teknik coating memungkinkan dapat menurunkan kadar logam Cr lebih tinggi. Selain itu, magnetit mempermudah pelaksanaan prosedur kerja pada tahap pemisahan sampel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Aspergillus sp. 3-coated magnetite dalam menurunkan logam berat kromium (Cr) pada limbah cair tekstil dan mengetahui pengaruh perbedaan limbah cair tekstil terhadap penurunan logam berat kromium (Cr). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri dari pemberian limbah yang berbeda, yakni P1 (Kontrol 1), P2 (Kontrol 2), P3 (Kontrol 3), P4 (Limbah Naphtol), P5 (Limbah Indigosol Red), dan P6 (Limbah Procion) ke dalam Aspergillus sp. 3-coated magnetite, masing-masing dilakukan empat ulangan. Variabel bebas yaitu limbah tekstil yang berbeda dan variabel terikat yaitu kemampuan Aspergillus sp. 3-coated magnetite dalam menurunkan kadar logam berat Cr pada limbah tekstil. Parameter utama yang diamati adalah penurunan logam berat Cr. Parameter pendukung adalah pengamatan miselium Aspergillus sp. 3-coated magnetite, nilai TDS, suhu, dan pH. Data hasil penurunan kadar Cr pada tekstil yang berbeda dianalisa dengan uji analisis varian (ANOVA) pada tingkat kesalahan 5% dan dilakukan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aspergillus sp. 3-coated magnetite memiliki kemampuan dalam menurunkan kadar logam berat Cr pada limbah cair tekstil yang berbeda dengan nilai rata-rata berkurang pada rentang 0,007 – 0,155 mg/L. Limbah indigosol red yang diinokulasikan Aspergillus sp. 3-coated magnetite (P5) merupakan limbah efektif dengan penurunan kadar Cr tertinggi sebesar 0,155 mg/L. | The development of textile industry in Indonesia has increased to the international market. In addition to the positive side of this industry, it is undeniable that’s has a negative impact in the form of textile wastewater. Textile wastewater that pollutes water bodies, mostly comes from the coloring process and is reported to contain heavy metals with high toxicity, such as chromium (Cr), mercury (Hg), cadmium (Cd), lead (Pb), argon (Ar), zinc (Zn), nickel (Ni) dan copper (Cu). One of the heavy metals produced from the textile industry production process is chromium (Cr). The different concentration of Cr in each types of textile wastewater need to be reduced because the amount exceed the permissible limits. Aspergillus sp. 3-coated magnetite is a new alternative in biological methods can reduce heavy metals such as Cr in textile wastewater. The use of magnetite with a coating technique allows to reduce Cr level more effective. In addition, using magnetite make its easier during procedures at the sample separation. This study aimed to determine the ability of Aspergillus sp. 3-coated magnetite on reducing heavy metal chromium (Cr) in textile wastewater and to determine the effect of differences in textile waste on reducing heavy metal chromium (Cr). This study used an experimental method with a completely randomized design (CRD). The treatments consisted of different textile wastes; P1 (Control 1), P2 (Control 2), P3 (Control 3), P4 (Naphtol), P5 (Indigosol red), and P6 (Procion) added to Aspergillus sp. 3-coated magnetite, which consisted of four repetition. The independent variable was different textile waste and the dependent variable was the ability of Aspergillus sp. 3-coated magnetite on reducing heavy metal level in textile waste. The main parameter observed was the reduction of heavy metal Cr. The supporting parameter were the observation of the mycelium of Aspergillus sp. 3-coated magnetite, TDS value, temperature, and pH. Data on the results of reduction Cr levels in different textile wastes were analyzed by analysis of variance test (ANOVA) with standar error of 5 % and tested with Honestly Significant Different (HSD) with a confidence level of 95 % Aspergillus sp. 3-coated magnetite has the ability to reduce the content of heavy metal Cr in textile wastewater with different average values ranging from 0.007 to 0.155 mg/L. The effective reduction of Cr levels was shown in the treatment of indigosol red wastewater (P5) of 0,155 mg/L | |
| 34069 | 37076 | A1D018049 | Pengendalian Penyakit Hawar Pelepah Padi dengan Bakteri Endofit secara Tunggal dan Konsorsium serta Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan Tanaman | Penggunaan bakteri endofit sebagai agens hayati dapat digunakan dalam mengendalikan Rhizoctonia solani penyebab penyakit hawar pelepah padi. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menguji bakteri endofit secara tunggal maupun konsorsium untuk mengendalian penyakit hawar pelepah padi, 2) Menilai efektivitas pengendalian penyakit hawar pelepah padi dengan bakteri endofit secara tunggal dan konsorsium, serta 3) Mengetahui pengaruh aplikasi bakteri endofit terhadap pertumbuhan tanaman padi baik secara tunggal maupun konsorsium. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dan di Rumah Kasa di Desa Tambaksari Kidul, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Penelitian berlangsung dari bulan Oktober 2021 hingga bulan April 2022. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan tujuh perlakuan (P0-P6) dan diulang sebanyak 4 kali. Berdasarkan hasil penelitian, semua isolat bakteri endofit baik tunggal (A5, A6, KR4, KR7, dan SB3) serta konsorsium bakteri memiliki potensi keefektivan dalam mengendalikan penyakit hawar pelepah padi. Isolat A6 memiliki efektivitas lebih tinggi dilihat dari nilai intensitas penyakit yang paling rendah yaitu sebesar 11,97% karena diketahui bahwa isolat A6 menghasilkan enzim kitinase lebih besar dibandingkan dengan isolat lainnya. Kemampuan bakteri endofit juga memberikan respon positif terhadap pertumbuhan tanaman padi. Pertumbuhan tinggi tanaman terbaik terdapat pada perlakuan isolat KR4 dengan ketinggian tanaman mencapai 108,96 cm karena bakteri endofit yang digunakan dalam penelitian ini mampu menghasilkan IAA. | The use of endophytic bacteria as biological agents can be used to control R. solani. This study aims to: 1) Test endophytic bacteria singly or in a consortium to control rice midrib blight, 2) Assess the effectiveness of controlling rice sheath blight with endophytic bacteria singly and in a consortium, and 3) Determine the effect of endophytic bacterial application on rice plant growth. either singly or in a consortium. This research was conducted at the Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University and at the Kasa House in Tambaksari Kidul Village, Kembaran District, Banyumas Regency, Central Java. The study took place from October 2021 to April 2022. The experimental design used in this study was a randomized block design (RAK) with seven treatments (P0-P6) and was repeated 4 times. Based on the results of the study, all isolates of endophytic bacteria, both single (A5, A6, KR4, KR7, and SB3) and a consortium of bacteria had potential effectiveness in controlling rice sheath blight. A6 isolate had the highest effectiveness seen from the lowest disease intensity value, which was 11.97% because it was known that A6 isolate produced greater chitinase enzyme than other isolates. The ability of endophytic bacteria also gives a positive response to the growth of rice plants. The best plant height growth was found in the treatment of KR4 isolates with a plant height reaching 108,96 cm because the endophytic bacteria used in this study were able to produce IAA. | |
| 34070 | 37077 | C1C015021 | ANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP) SEBAGAI ALAT BANTU PERENCANAAN LABA PADA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI BANYUMAS (Studi Kasus pada Elly Co-Sweet dan Kelompok Tani Lereng Slamet) | Analisis Break Even Point (BEP) merupakan teknik analisa untuk mempelajari hubungan antara biaya total, laba yang diharapkan dan volume penjualan. Secara umum analisa ini juga memberikan informasi mengenai margin of safety yang memiliki kegunaan sebagai indikasi dan gambaran kepada manajemen berapakah penurunan penjualan dapat ditaksir sehingga usaha yang dijalankan tidak menderita rugi. Analisis BEP dapat membantu manajemen dalam hal perencanaan laba. Analisis BEP dapat dijadikan sebagai dasar untuk membantu manajeman dalam penentuan harga dari suatu produk, selain itu BEP juga membantu manajemen untuk menentukan berapa jumlah penjualan produk minimal yang harus dijual perusahaan agar suatu perusahaan tidak mengalami kerugian. BEP dapat dijadikan sebagai dasar untuk menentukan jumlah penjualan untuk memeroleh laba yang maksimal dan sebagai dasar atau landasan manajemen dalam merencanakan kegiatan operasional dalam usaha untuk memeroleh laba tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis break even point sebagai perencanaan laba pada Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) gula kelap di Kabupaten Banyumas yakni Elly Coco-Sweet dan Kelompok Tani Lereng Slamet. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis break even point, yaitu melalui pengumpulan data-data dari UMKM seperti data biaya, data pendapatan dan data penjulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Elly Co-Sweet akan mencapai BEP pada penjualan sebanyak 16.001 unit sedangkan pada Kelompok Tani Lereng Slamet aan mencapai BEP pada penjualan 19.883 unit. Penelitian ini memberikan gambaran kepada kedua UMKM bagaimana untuk melakukan perencanaan laba sehingga UMKM dapat menentukan target penjualan untuk dapat memeroleh laba yang diinginkan. | Break Even Point (BEP) is an analytical technique to study the relations between total cost, profit and sales volume. BEP analysis also provide an information about margin of safety for management about the reduction in sales that can occur in business to avoid the risk of loss . BEP analysis helps management in terms of profit planning. BEP analysis can be used to determine the price of a product, on the other hand BEP also helps management to determine the minimum number of product sales needed by the company to avoid loss. BEP can be used to determine the amount of sales needed to obtain maximum profit and for operational planning to obtain certain profit. The purpose of this research is to determine the analysis of break even points as profit planning in coconut sugar micro small and medium enterprises (MSMEs) in Banyumas Regency. The method used in this research is quantitative method. Data analysis was carried out using break even point analysis, namely through collecting data from MSMEs such as cost data, revenue data and sales data. The results show that Elly Co-Sweet will achieve BEP on sales of 16,001 units or Rp400.031.354, while the Lereng Slamet Farmers Group will achieve BEP on sales of 19,883 units or Rp.436.408.046. This study provides an overview to both MSMEs how to make profit planning so that MSMEs can determine sales targets to be able to obtain the desired profit. | |
| 34071 | 37043 | A1F017085 | Pengaruh Penambahan Jenis Dan Konsentrasi Ekstrak Antimikroba Alami Terhadap Mutu Gula Kelapa Cair Dari Gula “Brondol” Setelah Penyimpanan | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis ekstrak antimikroba alami terhadap perubahan mutu gula kelapa cair setelah penyimpanan; mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak antimikroba alami terhadap perubahan mutu gula kelapa cair setelah penyimpanan; dan mengetahui kombinasi jenis dan konsentrasi ekstrak antimikroba alami yang menghasilkan perubahan mutu terbaik setelah penyimpanan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor yaitu jenis ekstrak antimikroba alami (daun cengkeh, daun jambu biji, kulit buah manggis, dan kayu nangka) dan konsentrasi ekstrak antimikroba alami (tanpa ekstrak, 1%, 3%, dan 5%). Uji sensori diamati sebelum penyimpanan yakni rasa, warna, aroma khas, kekentalan dan kesukaan. Variabel fisikokimia dan mikrobiologis diamati sebelum dan setelah penyimpanan meliputi kadar air, abu, gula reduksi, gula total, warna LAB, dan biomassa sel. Hasil uji dianalisis dengan ANOVA dan uji lanjut DMRT pada taraf kepercayaan 95%. Hasil data uji variable fisikokimia dan mikrobiologis untuk menentukan perlakuan terbaik dengan uji indeks efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis ekstrak kulit buah manggis dan kayu nangka menghasilkan perubahan nilai aw gula kelapa cair lebih rendah disbanding jenis ekstrak daun cengkeh dan daun jambu biji setelah penyimpanan, konsentrasi ekstrak 5% menghasilkan perubahan nilai kadar air, kadar gula reduksi dan biomassa sel gula kelapa cair lebih rendah dibanding perlakuan tanpa ekstrak, konsentrasi ekstrak 1 dan 3%, serta ekstrak kulit buah manggis konsentrasi 5% memiliki nilai perubahan mutu terbaik setelah penyimpanan 3 bulan. | The purpose of this study was to determine the effect of the type of natural antimicrobial extract on changes in the quality of coconut sugar syrup after storage; determine the effect of concentrations of natural antimicrobial extracts on changes in the quality of coconut sugar syrup after storage; and knowing the combination of types and concentrations of natural antimicrobial extracts that produce the best quality change after storage. This study used factorial Randomized Blocked Design (RBD) with two factors, namely the type of natural antimicrobial extract (clove leaf, guava leaf, mangosteen rind, and jackfruit wood) and the concentration of natural antimicrobial extract (without extract, 1%, 3%, and 5%). Sensory tests were observed before storage, namely taste, color, distinctive aroma, viscosity and preference. Physicochemical and microbiological variables were observed before and after storage including water content, ash, reducing sugar, total sugar, LAB color, and cell biomass. The test results were analyzed by ANOVA and DMRT which test at 95% confidence level. The results of the test data on physicochemical and microbiological variables to determine the best treatment with the effectiveness index test. The results showed that the types of mangosteen rind extract and jackfruit wood resulted in changes in the aw value of coconut sugar syrup which were lower than the types of clove leaf extract and guava leaves after storage, the extract concentration of 5% resulted in changes in the value of water content; reducing sugar content and cell biomass of coconut sugar syrup were lower than the treatment without extract, extract concentrations of 1 and 3%; and mangosteen rind extract 5% concentration had the best quality change value after 3 months of storage. | |
| 34072 | 37078 | E1A018127 | EFEKTIVITAS TANGKAP TANGAN DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI KASUS BANTUAN SOSIAL COVID-19 (STUDI DI KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI) | Tindak pidana korupsi merupakan salah satu tindak pidana yang berdampak pada kerugian negara. Salah satu cara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengungkap tindak pidana korupsi yaitu tangkap tangan. Tangkap tangan merupakan upaya pemberantasan korupsi melalui operasi rahasia guna menangkap basah pelaku korupsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan KPK serta efektivitas tangkap tangan dalam tindak pidana korupsi bantuan sosial covid-19. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara serta observasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan. Data dianalisis dengan metode kualitatif kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan KPK mengenai tangkap tangan tindak pidana korupsi berdasarkan pada Pasal 1 Angka 19 serta Pasal 102 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Tangkap tangan dilakukan berawal dari laporan masyarakat, dinilai oleh penyelidik, selanjutnya dilakukan penyadapan, pelaksanaan tangkap tangan, pemeriksaan tertangkap tangan beserta barang bukti, selanjutnya penerbitan surat perintah penyidikan. Pelaksanaan tangkap tangan tindak pidana korupsi dinilai efektif karena didukung beberapa faktor pendukung yaitu faktor hukum yang mengakomodir tangkap tangan, faktor penegak hukum yang terampil, faktor sarana dan fasilitas yaitu anggaran dan alat penyadapan, faktor masyarakat yang terlibat untuk melaporkan serta faktor kebudayaan mengenai pandangan bahwa korupsi adalah hal buruk yang harus dihindari. Adapun faktor penghambat yaitu faktor penegak hukum yaitu jumlah penyelidik terbatas, faktor sarana dan fasilitas yang mengalami kendala dalam penyadapan karena pelaku tidak menggunakan telepon dan SMS konvensional, faktor masyarakat yang melakukan pelaporan tidak memenuhi hal-hal substansial dan administrasi formal. | Corruption is one of the crimes that have an impact on state losses. One of the ways that the Corruption Eradication Commission (KPK) uncovers corruption is hand arrest. Hand arrest is an effort to eradicate corruption through covert operations to catch the perpetrators of corruption. The aim of this research is to determine the KPK's policy and the effectiveness of hands arrest in corruption crimes in the case of covid-19 social assistance. This research method used sociological juridical approach with descriptive research specifications. The data used are primary and secondary data. Primary data was obtained through interview and observation, while secondary data was obtained by literature study. The data that has been obtained then analysed by qualitative methods and then displayed in narrative text. The research results show that the KPK's policy regarding hand arrests for criminal acts of corruption is based on Article 1 Number 19 and Article 102 of the Criminal Procedure Code. The hand arrest was carried out starting from a public report, assessed by investigators, then wiretapping was carried out, the hand arrest execution, the examination was caught red-handed along with evidence, then the issuance of an investigation warrant. The implementation of arrests for corruption is considered effective because it is supported by several supporting factors, namely legal factors that accommodate hand arrests, skilled law enforcer factors, facilities and infrastructure which are budget and wiretapping tools, society factors that involved in reporting corruption and cultural factor which is regarding the perception that corruption is a bad act/behavior that must be avoided. The inhibiting factors are law enforcer factors where the limited number of investigators, facilities and infrastructure that experience problems in wiretapping because the perpetrators do not use conventional telephones and SMS, the community factors who report do not fulfill substantial matters and formal administration. | |
| 34073 | 38191 | I1A018092 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS I CILONGOK | Sekitar 150,8 juta balita di dunia mengalami stunting. Di Indonesia terdapat 37% balita terkena stunting. Di Banyumas terdapat 19,7% balita terkena stunting. Tahun 2020, Kecamatan Cilongok menempati urutan ke 3 angka stunting tertinggi di Banyumas dengan jumlah 813 kasus. Mengingat angka kejadian stunting yang semakin sulit diatasi maka perlu dilakukan studi untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas I Cilongok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Fakor-Faktor yang mempengaruhi Kejadian Stunting di wilayah kerja Puskesmas I Cilongok. Desain penelitian menggunakan cross sectional dengan metode wawancara secara langsung. Jumlah sampel dalam penelitian ini 120 responden. Pengambilan sampelnya menggunakan teknik simple random sampling. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil, terdapat 24 responden (20%) yang terkena stunting. Setelah dilakuakan analisis multivariat, hasil analisis didapatkan OR dari variabel pengetahuan ibu adalah 4,8 (95% CI: 1,630-14,133), artinya ibu dengan pengetahuan rendah akan mempunyai resiko memiliki balita stunting sebesar 5 kali lebih tinggi dibandingkan dengan ibu yang berpengetahuan baik. Ibu lebih aktif lagi mencari wawasan mengenai pencegahan stunting dan mencari informasi mengenai asupan makanan yang bergizi untuk anak, karena faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas I Cilongok yaitu pengetahuan ibu. | Around 150,8 million children under five in the world are stunted. In Indonesia, 37% of children under five are stunted. In Banyumas, 19,7% of children under five are stunted. In 2020, Cilongok District ranks 3rd with the highest stunting rate in Banyumas with a total of 813 cases. Given the increasing number of stunting events, it is necessary to conduct a study to find out what factors influence the incidence of stunting in the work area of Puskesmas I Cilongok. The purpose of this study was to determine the factors that influence the incidence of stunting in the working area of Puskesmas I Cilongok. The research design used cross sectional with direct interview method. The number of samples in this study was 120 respondents. Sampling using simple random sampling technique. Research Results: Based on the results, there were 24 respondents (20%) who were stunted. After multivariate analysis, the results of the analysis showed that the OR of the mother's knowledge variable was 4.8 (95% CI: 1.630-14.133), meaning that mothers with low knowledge would have a 5 times higher risk of having stunting toddlers than mothers with good knowledge. Mothers are more active in seeking insights regarding stunting prevention and seeking information regarding nutritious food intake for children, because the factor that most influences the incidence of stunting in the work area of Cilongok Health Center I is mother's knowledge. | |
| 34074 | 37082 | H1A018080 | RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PRESENSI BERBASIS RFID YANG TERINTEGRASI DENGAN DATABASE BERBASIS WEB DI FAKULTAS TEKNIK UNSOED | Coronavirus atau virus Covid-19 merupakan virus berbahaya dan sangat menular. Berdasarkan data dari worldometers.info per tanggal 11 Januari 2022 terdapat 44,907,560 kasus virus Covid-19 aktif di seluruh dunia. Mengingat masih tingginya kasus virus Covid-19, maka diperlukan upaya untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Selain menerapkan perilaku hidup sehat, upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19 juga dapat dilakukan dengan menciptakan inovasi teknologi. Salah satu inovasi teknologi tersebut adalah pemanfaatan sistem informasi presensi RFID berbasis website sebagai media penyimpanan data yang terintegrasi dengan alat RFID, media pendaftaran kartu RFID, dan media tracing covid berdasarkan data presensi yang tersimpan di database. Sistem informasi ini berfungsi untuk administrator mendaftarkan pengguna untuk mempunyai kartu RFID, melakukan pengaturan maupun penambahan alat RFID melalui website, dan mengolah data presensi RFID melalui website. Dalam penelitian ini, sistem informasi ini dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP yang dikombinasikan dengan sebuah jquery. Adapun metode pertukaran informasi pada sistem informasi dibangun dengan menggunakan metode webhook sehingga proses pertukaran informasi antara alat RFID dengan website dapat dilakukan secara real time tanpa membutuhkan jeda waktu tertentu. Sistem informasi yang telah dibangun kemudian diuji dengan menggunakan black box testing berbasis equivalence partitions. Dari hasil pengujian sistem informasi menghasilkan masing-masing fungsi yang ada dalam sistem informasi ini telah berhasil dan berjalan sesuai dengan fungsi yang diharapkan. | Coronavirus or Covid-19 virus is a dangerous and highly contagious virus. Based on data from worldometers.info as of January 11, 2022, there are 44,907,560 active cases of the Covid-19 virus worldwide. Given the high number of cases of the Covid-19 virus, efforts are needed to prevent the spread of the Covid-19 virus. In addition to implementing healthy lifestyles, efforts to prevent the spread of the Covid-19 virus can also be carried out by creating technological innovations. One of these technological innovations is the use of a website-based RFID presence information system as a data storage medium that is integrated with RFID devices, RFID card registration media, and covid tracing media based on presence data stored in the database. This information system functions for administrators to register users to have RFID cards, make arrangements and add RFID devices through the website, and process RFID presence data through the website. In this study, this information system was created using the PHP programming language combined with a jquery. The information exchange method in the information system is built using the webhook method so that the process of exchanging information between the RFID device and the website can be done in real time without requiring a certain time lag. The information system that has been built is then tested using black box testing based on equivalence partitions. From the results of testing the information system, each function in this information system has been successful and runs according to the expected function.. | |
| 34075 | 37083 | C1B017121 | ANALISIS PENGARUH STORE ATMOSPHERE TERHADAP IMPULSE BUYING DENGAN POSITIVE EMOTION SEBAGAI VARIABEL INTERVENING | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengalisa pengaruh bundling product dan store atmhosphere terhadap impulse buying dengan positive emotion sebagai variabel intervening pada perusahaan emina. Populasi pada penelitian ini adalah konsumen emina di wilayah Jakarta yang berusia 15-24 tahun. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan kuisioner. Data sampel diperoleh sebanyak 110 responden. Hasil penelitian ini menunjunjukan bahwa: (1) store atmosphere berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulse buying, (2) positive emotion berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulse buying, (3) bahwa positive emotion tidak memediasi pengaruh bundling product terhadap impulse buying, (4) emotion memediasi pengaruh store atmosphere terhadap impulse buying. Implikasi pada penelitian ini bahwa Emina selaku perusahaan dapat mengutamakan melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas store athmosphere mereka dalam segi ruangan, tema, warna, music dan lain lain agar dapat menarik para konsumen dan membuat konsumen merasa nyaman berada di dalam store Emina. Melalui cara penataan ruangan yang dapat menarik para calon konsumen dan musik yang sesuai untuk membangun suasana nyaman | This study aims to determine and analyze the effect of product bundling and store atmosphere on impulse buying with positive emotion as an intervening variable in Emina's company. The population in this study are Emina consumers in the Jakarta area aged 15-24 years. Research data obtained by using a questionnaire. Sample data obtained as many as 110 respondents. The results of this study indicate that: (1) store atmosphere has a positive and significant effect on impulse buying, (2) positive emotion has a positive and significant effect on impulse buying, (3) that positive emotion does not mediate the effect of product bundling on impulse buying, (4) emotion mediates the influence of store atmosphere on impulse buying. The implication of this research is that Emina as a company can prioritize making improvements and improving the quality of their store atmosphere in terms of room, theme, color, music and others in order to attract consumers and make consumers feel comfortable in Emina's store. Through a room arrangement that can attract potential customers and appropriate music to build a comfortable atmosphere | |
| 34076 | 37116 | J1D018034 | Analisis Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel Semua Indah pada Waktunya Karya Eko Hartono | Pergolakan batin tokoh utama yang digambarkan dalam novel Semua Indah pada Waktunya karya Eko Hartono terjadi karena tokoh utama ingin menjadi orang kaya dan terkenal, tetapi ia tidak memiliki bekal keterampilan yang memadai dan berasal dari keluarga yang tak mampu. Tujuan dalam penelitian menjelaskan (1) Kepribadian tokoh utama dalam novel Semua Indah pada Waktunya karya Eko Hartono. (2) Mekanisme pertahanan ego tokoh utama dalam novel Semua Indah pada Waktunya karya Eko Hartono. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan penjabaran data melalui deskripsi. Subjek penelitian menggunakan novel berjudul Semua Indah pada Waktunya karya Eko Hartono. Penelitian ini difokuskan pada kajian psikologi sastra yang menganalisis kepribadian tokoh utama dalam novel Semua Indah pada Waktunya yang dikaji dengan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Metode pengumpulan data menggunakan teknik studi pustaka dan baca catat dengan analisis data berdasarkan metode Miles dan Huberman. Hasil penelitian mengenai kepribadian tokoh utama berupa struktur kepribadian menunjukkan bahwa terdapat (1) Struktur kepribadian tokoh utama berupa id pada tokoh utama sebanyak 10 data. Struktur kepribadian tokoh utama berupa ego sebanyak 25 data. Struktur kepribadian tokoh utama berupa superego sebanyak 5 data. (2) Mekanisme pertahanan ego yang dibentuk oleh tokoh utama berupa proyeksi, rasionalisasi, represi, dan sublimasi. Simpulan penelitian (1) Struktur kepribadian yang mendominasi tokoh utama adalah ego. (2) Tokoh utama banyak membentuk mekanisme pertahanan represi yaitu melakukan penekanan menuju alam bawah sadar terhadap pikiran yang mengganggu dirinya. | The inner upheaval of the main character depicted in the novel Semua Indah pada Waktunya by Eko Hartono occurs because the main character wants to become a rich and famous, but he does not have adequate skills and comes from an incapacitated family. The purpose of the study explains (1) The personality of the main character in the novel Semua Indah pada Waktunya by Eko Hartono. (2) The ego defense mechanism of the main character in the novel Semua Indah pada Waktunya by Eko Hartono. This research includes qualitative research with the elaboration of data through description. The research subjects used a novel entitled Semua Indah pada Waktunya by Eko Hartono. This research is focused on the study of literary psychology that analyzes the personality of the main character in the novel Semua Indah pada Waktunya which is studied with the psychoanalytic theory of Sigmund Freud. The data collection method uses the technique of literature study and reading records with data analysis based on Miles and Huberman methods. The results of research on the personality of the main character in the form of a personality structure show that there is (1) The personality structure of the main character in the form of an id on the main character as many as 10 data. The personality structure of the main character is in the form of an ego of 25 data. The personality structure of the main character is in the form of a superego of 5 data. (2) Ego defense mechanisms formed by the main character in the form of projection, rationalization, repression, and sublimation. Conclusion of the study (1) The personality structure that dominates the main character is the ego. (2) The main character forms a lot of repression defense mechanisms, namely emphasizing the subconscious against thoughts that interfere with him. | |
| 34077 | 37080 | F1C016040 | Strategi Komunikasi Pemasaran Vapestore Di Purwokerto Dalam Masa Pandemi Covid-19 | Penelitian ini membahas tentang strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh vapestore di Purwokerto. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan menganalisis strategi komunikasi pemasaran di masa pandemi COVID-19 yang dilakukan oleh vapestore di Purwokerto untuk tetap bisa mempertahankan bisnisnya. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan paradigma deskriptif dan ditelaah menggunakan Teori Integrated Marketing Communication. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi, dan observasi. Pemilihan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Proses pengembangan validitas data yang dilakukan menggunakan Triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dianalisis dari sisi periklanan, pemasaran interaktif, promosi penjualan, dan penjualan personal, maka ditemukan beberapa fakta yakni bahwa vapestore di Purwokerto menggunakan banyak cara untuk tetap bisa memasarkan produk baik itu barang ataupun jasa di masa pandemi COVID-19. Beberapa cara lama masih bisa dilakukan meskipun banyaknya aturan baru dan regulasi dari pemerintah terkait kegiatan bersosial. Namun, justru dengan adanya hal-hal baru maka muncul strategi baru juga untuk bisa bertahan. | This study discusses the marketing communication strategy carried out by vapestores in Purwokerto. The purpose of this study is to find out and analyze marketing communication strategies during the COVID-19 pandemic carried out by vapestores in Purwokerto in order to maintain their business. The method used is descriptive qualitative method with descriptive paradigm and analyzed using Integrated Marketing Communication Theory. Data collection techniques used are interviews, documentation, and observation. The selection of informants in this study was carried out using purposive sampling technique. The process of developing data validity using triangulation techniques and sources. The results showed that after being analyzed in terms of advertising, interactive marketing, sales promotion, and personal selling, several facts were found, namely that vapestores in Purwokerto use many ways to continue to be able to market products, both goods and services during the COVID-19 pandemic. Some of the old ways can still be done despite the many new rules and regulations from the government related to social activities. However, it is precisely with the new things that new strategies also emerge to survive. | |
| 34078 | 37081 | J0A019039 | Editing English Written Legal Document Memorandum of Understanding and Memorandum of Agreement in Faculty of Humanities Jenderal Soedirman University | Laporan Praktik Kerja ini ditulis berdasarkan Praktik Kerja yang dilakukan di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman pada bulan Maret 2021 – Agustus 2021. Fakultas Ilmu Budaya merupakan salah satu dari dua belas fakultas yang berada dibawah naungan Universitas Jenderal Soedirman. Penulis menggunakan beberapa metode dalam praktik kerja ini yaitu Observasi, Wawancara, Dokumentasi, dan Pembelajaran Mandiri. Tujuan dilaksanakannya Praktik kerja ini adalah untuk mengetahui dokumen kerjasama yang sudah dibuat oleh Fakultas Ilmu Budaya, membuat dokumen perjanjian legal dengan Bahasa Inggris, mengetahui kendala yang dihadapi serta mengetahui solusi yang tepat untuk mengatasi kendala. Dalam melaksanakan Praktik Kerja, penulis mengetahui tugas dari sub bidang Kerjasama Fakultas Ilmu Budaya yaitu melakukan dan membantu proses kerjasama dalam negeri maupun luar negeri yang berkaitan dengan kebutuhan instansi. Dalam pengimplementasian penulis bertugas untuk mengedit beberapa dokumen kerjasama dalam maupun luar negeri. Sebagai mahasiswa magang penulis juga m mengelola dan membantu beberapa tugas lainya selama program berlangsung. Penulis mengalami beberapa kendala dalam melakukan Praktik Kerja ini, seperti ketidaksesuaian antara Rencana dengan Implementasi, keterbatasan kosa kata dan tata bahasa, serta minimnya kerjasama luar negeri. Namun kendala tersebut dapat diatasi dengan melakukan konsultasi dengan staff terkait, Dosen Pembimbing dan menggunakan bantuan kamus cetak, online serta mencari Referensi di Internet. | This Job Training Report was written based on the Job Training carried out at Faculty of Humanities Jenderal Soedirman University on March 2021 – August 2021. which was a part of 12 faculty in Jenderal Soedirman University. This Job Training has been used several methods, namely Observation, Interview, Documentation, and Hands of Practice. The purpose of implementing this Job Training was to find out the legal document that have been carried out by Faculty of Humanities, editing a legal document MOU and MOU in English, know the obstacles faced and found the right solution to overcome the obstacles. In carrying out the Job Training, the writer knew the task of partnership section, namely to initiated and made domestically and abroad are needed, for the implementation the writer has a job to editing a few domestic and abroad partnership. As an internship the writer also handled and helped another duties during program launched. The obstacles was found by the writer in carrying out this Job Training, such as the discrepancy between Planning and Implementation, limited vocabulary and grammar, and the lack of abroad partnership due to pandemic covid-19. However, these obstacles could be overcome by consulting with the Supervisor and used the help of printed, online dictionaries and looked for references on the Internet. | |
| 34079 | 37085 | E1A017163 | IMPLEMENTASI PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA PEREMPUAN MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2020 TENTANG CIPTA KERJA (Studi Kasus pada PT Transmigram Muda Store Notre Socielle Tasikmalaya) | Masalah ketenagakerjaan sampai saat ini masih menjadi sorotan. Kurangnya jaminan keselamatan, kesehatan, dan hak-hak bagi tenaga kerja wanita merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya berbagai permasalahan dalam bidang ketenagakerjaan. Tenaga kerja sebagai pekerja di perusahaan masih saja mendapat perlakuan yang diskriminatif dari pengusaha, hal ini yang menimbulkan hak-hak yang seharusnya diterima oleh tenaga kerja wanita seperti perlindungan terhadap keselamatan, kesehatan dan hak-hak tenaga kerja wanita tidak diberikan sepenuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa terkait implementasi dan hambatannya terkait perlindungan hukum terhadap pekerja perempuan menurut Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja di PT Transmigram Muda Store Notre Socielle Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif dan hasil penelitian dianalisis secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap Pekerja Perempuan menurut Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja di PT Transmigram Muda Store Notre Socielle Tasikmalaya belum terimplementasi dengan baik hal ini dapat terlihat belum terpenuhinya hak mendapatkan transportasi bagi pekerja perempuan yang bekerja dari pukul 23.00 sampai 07.00, hak cuti saat haid, dan hak memperoleh waktu unutk menyusui, hal ini dikarenakan terkait hak-hak tersebut masih belum dicantumkan dalam perjanjian kerja. Adapun yang menjadi kendala dalam perlindungan hukum pekerja perempuan tersebut yaitu: kendala internal, berupa perusahaan merupakan perusahaan rintitsan (start-up) dan kurangnya kesadaran pengusaha mengenai perlindungan hak pekerja/buruh perempuan; dan kendala eksternal, berupa Undang-Undang Cipta Kerja tidak mengubah substansi pengaturan mengenai hak pekerja perempuan dan masih lemahnya pengawasan pemerintah terhadap perusahaan yang melanggar ketentuan mengenai hak bagi pekerja perempuan. | Employment issues are still in the spotlight. The lack of guarantees for safety, health, and rights for female workers is one of the factors causing various problems in the employment sector. Workers as workers in companies still receive discriminatory treatment from employers, this causes the rights that should be received by female workers such as protection for safety, health and the rights of female workers are not fully granted. This study aims to analyze the implementation and obstacles related to legal protection for women workers according to Law Number 11 of 2020 concerning Job Creation at PT Transmigram Muda Store Notre Socielle Tasikmalaya. This study uses a normative juridical approach with descriptive research specifications and the research results are analyzed systematically. The results showed that the legal protection for female workers according to Law Number 11 of 2020 concerning Job Creation at PT Transmigram Muda Store Notre Socielle Tasikmalaya had not been implemented properly. , the right to leave during menstruation, and the right to get time to breastfeed, this is because related rights have not yet been included in the work agreement. As for the obstacles in the legal protection of women workers, namely: internal constraints, in the form of companies being start-up companies and the lack of awareness of entrepreneurs regarding the protection of the rights of women workers/laborers; and external constraints, in the form of the Employment Creation Act that does not change the substance of the regulation regarding the rights of women workers and the government's still weak supervision of companies that violate the provisions regarding the rights of women workers. | |
| 34080 | 37087 | J0A019036 | Producing Promotional Videos with English Subtitles for CV Sahabat Nusantara Sejahtera Purwokerto | Laporan Praktik Kerja ini disusun berdasarkan hasil melaksanakan praktik kerja di CV Sahabat Nusantara Sejahtera Purwokerto. Tujuan dari praktik kerja tersebut adalah untuk menjelaskan pelaksanaan praktik kerja, untuk menghasilkan video promosi dengan subtitle bahasa Inggris untuk CV Sahabat Nusantara Sejahtera Purwokerto, untuk menjelaskan kendala dan solusi dalam memproduksi video promosi. Produk dari laporan praktik kerja ini adalah video promosi yang digunakan untuk mempromosikan tempat wisata di kabupaten Banyumas. Ada dua video promosi yang diproduksi dari hasil praktik kerja ini. Promosi tersebut tentang Baturraden dan Hutan Pinus Limpakuwus. Dalam pelaksanaan praktik kerja, pemilik agensi memberikan tugas untuk membuat beberapa video promosi dengan subtitle bahasa Inggris dan pengisi suara dalam bahasa Indonesia. Setiap mahasiswa yang melaksanakan praktik kerja di CV Sahabat Nusantara Sejahtera Purwokerto diberikan obyek wisata yang berbeda-beda untuk membuat video promosi. Hal ini dikarenakan CV Sahabat Nusantara Sejahtera Purwokerto tidak mempunyai video promosi yang menggunakan subtitle bahasa Inggris dan pengisi suara dalam bahasa Indonesia. Video promosi ini membantu masyarakat atau penonton dengan mudah menemukan informasi tentang tempat wisata. Hal ini karena subtitle ditulis seefektif mungkin untuk memperkuat pemahaman bahasa asing. Selain itu, video promosi ini bertujuan untuk menghidupkan kembali bisnis CV Sahabat Nusantara Sejahtera Purwokerto di sektor pariwisata. Ada beberapa langkah dalam memproduksi video. Langkah-langkah tersebut adalah praproduksi, produksi, dan pascaproduksi. Pada tahap-tahap memproduksi video promosi, ada beberapa kendala yaitu mengedit video, menerjemahkan video skrip, dan beberapa kendala teknis dan terbatasnya perangkat. Kendala tersebut dapat diatasi dengan menjadwalkan perencanaan jadwal pelaksanaan, mencari tahu informasi di internet, mengkonsultasikan hasil terjemahan kepada dosen pembimbing dan proofreader, serta menyiapkan perangkat dan peralatan. | This Job Training Report is arranged based on the result of doing job training in CV Sahabat Nusantara Sejahtera Purwokerto. The purposes of the job training are to explain job training implementation, to produce promotional videos with English subtitles for CV Sahabat Nusantara Sejahtera Purwokerto, and to explain obstacles and solutions in producing promotional videos. The product of this job training report is a promotional video used to promote tourist attractions in Banyumas regency. Two promotional videos were produced in this job training. The promotions are about Baturraden and Limpakuwus Pine Forest. In doing job training implementation the head of the agency gave the task to make some promotional videos with English subtitles and voiceover in Indonesian. Every student whose doing job training in CV Sahabat Nusantara Sejahtera has been given a different tourist attractions to make promotional videos. It was because CV Sahabat Nusantara Sejahtera does not have promotional videos with English subtitles and voiceover. These promotional videos help people or viewers easily find information about tourist attractions. This is because subtitles are written as effectively as possible to strengthen the understanding of foreign languages. In addition, these promotional videos aim to revive the business of CV Sahabat Nusantara Sejahtera Purwokerto in the tourism sector. There are several steps in producing promotional videos. They are preproduction, production, and postproduction. In the process of producing promotional videos, there are several obstacles, namely editing, translating scripted videos, and some technical constraints and limited devices. Those obstacles can be overcome by scheduling planning implementation schedules, finding out information on the internet, consulting translation results to supervisors and proofreaders, and preparing devices and equipment. |