Artikelilmiahs

Menampilkan 34.081-34.100 dari 49.951 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3408137962A1D018004PENGARUH PEMANGKASAN DAN PEMBERIAN PEMBENAH TANAH TERHADAP
PERTUMBUHAN TANAMAN JERUK SIAM (Citrus nobilis L.)
Jeruk merupakan salah satu tanaman hortikultura komoditas buah yang disukai oleh
masyarakat. Jeruk siam adalah salah satu jenis varietas jeruk yang produksinya tinggi dan tersebar luas di Indonesia. Hasil produksi jeruk dapat ditentukan dari proses budidaya yang tepat. Kondisi lahan dan teknik budidaya yang tidak optimal seperti lahan kering masam dan pemeliharaan yang sederhana dapat menurunkan hasil dan pertumbuhan. Teknik budidaya yang dapat meningkatkan hasil dan pertumbuhan tanaman jeruk diantaranya adalah pemeliharaan tanaman dengan pemangkasan dan pemberian pembenah tanah kompos dan dolomit. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh pemangkasan terhadap pertumbuhan tanaman jeruk siam, mengetahui pengaruh pembenah tanah terhadap pertumbuhan tanaman jeruk siam, dan mengetahui interaksi antara pemangkasan dan pembenah tanah terhadap pertumbuhan tanaman jeruk siam. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Februari 2022 sampai Mei 2022 di kebun jeruk Karanggude, Karanglewas, Banyumas. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) menggunakan 2 faktor, yaitu pemangkasan dan pembenah tanah kompos dan dolomit. Variabel penelitian yang diamati yaitu panjang tunas, jumlah tunas, kehijauan daun, penambahan diameter
batang, penambahan tinggi tanaman, dan luas daun. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), apabila terdapat perbedaan nyata antar perlakuan yang diujikan, maka dilanjutkan uji DMRT taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemangkasan berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah tunas, panjang tunas, penambahan tinggi tanaman, dan luas daun. Proporsi pembenah tanah dengan jumlah kompos 20 kg/tanaman dan dolomit 1,7 kg/tanaman mampu meningkatkan pertumbuhan jumlah tunas, penambahan diameter batang, dan penambahan tinggi tanaman. Interaksi antara pemangkasan dan pembenah tanah kompos dan dolomit memberikan interaksi terbaik dalam meningkatkan variabel jumlah tunas baru tanaman jeruk siam.
Citrus is one of the fruit plant commodity horticultural crops favoured by the community. Siamese is one type of orange variety whose production is high and spread is very wide in Indonesia. The yield of orange production can be determined by the proper cultivation process. Land conditions and non-optimal cultivation techniques such as sour dry land and simple maintenance can reduce the yield and growth of citrus plants. Cultivation techniques that can increase the yield and growth of citrus plants include plant maintenance by pruning branches and fertilizing compost and dolomite soil. The research was carried out from February 2022 to Mei 2022, at the Karanggude citrus plantation, Karanglewas, Banyumas. The design used in this
study was a randomized block design (RBD) using 2 factors. The first factor is pruning, and the second factor is application of soil conditioner (compost and dolomite). The research variables observed were the number of shoots, length of shoots, greenness of shoot leaves, height of plant, stem diameter, and leaf area. The data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) and if there was a significant difference between the treatments being tested, then continued with Duncan's Multiple Range Test at an error level of 5%. The results of this study are: pruning had a significant effect on the variables of number of new shoots, length of new shoot, height of plant, and leaf area of Siamese orange, but had no significant effect on greenness of shoot leaves and stem diameter. The proportion of soil conditioner with the amount of compost 20 kg/plant and dolomite 1.7 kg/plant able to increase number of new shoots, stem diameter, and height of plant. The combination between pruning and fertilizing compost and dolomite results in the best interaction in increasing the variable number of shoots of Siamese citrus.
3408237086A1C017011Analisis Motivasi Masyarakat Membuang Sampah Pada Saluran Irigasi Tirtanegara Di Desa Kadipaten Dengan Menggunakan Metode Structural Equation ModelingPenumpukan sampah pada saluran irigasi seringkali dijumpai diberbagai daerah-daerah atau kota di Indonesia. Desa Kadipaten merupakan Desa yang berada didaerah perkotaan dimana memiliki banyak penduduk dan dekat dengan pusat perbelanjaan tradisonal. Kurangnya penanganan dan kesadaran dari masyarakat terhadap motivasi dalam membuang sampah akan menimbulkan penumpukan sampah yang semakin parah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi masyarakat dalam membuang sampah pada saluran irigasi di Desa Kadipaten.
Penelitian ini menggunakan analisis Structural Equation Modelling (SEM). Pengambilan data dilakukan di Desa Kadipaten, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka dengan menggunakan purposive sampling berjumlah 120 responden. Metode pengumpulan data menggunakan penyebaran kuesioner dan wawancara secara terstruktur, dilakukan secara online dan offline dengan syarat pengisian kuesioner yaitu responden berumur lebih dari 17 tahun dan dan bertempat tinggal di sekitaran saluran irigasi Tirtanegara. Penelitian ini menggunakan tiga variabel yang diujikan yaitu Pengetahuan Masyarakat (X1), Fasilitas dan Lingkungan (X2), dan motivasi masyarakat (Y). LISREL 8.8. Pengolahan data menggunakan LISREL 8.8.
Berdasarkan hasil yang diperoleh didapatkan bahwa pengetahuan masyarakat (X1) dan fasilitas dan lingkungan (X2) berpengaruh postif dan signifikan terhadap faktor motivasi masyarakat membuang sampah pada saluran irigasi. Hasil dari analisis SEM pada variabel pengetahuan terhadap masyarakat (X1) nilai t-value adalah 4.52, variabel fasilitas dan lingkungan (X2) nilai t-value adalah 4.10. Maka dapat disimpulkan variabel yang paling berpengaruh terhadap motivasi masyarakat membuang sampah dipengaruhi oleh pengetahuan masyarakat.
Garbage accumulation in irrigation canals is often found in various regions or cities in Indonesia. Kadipaten village is a village located in an urban dense area and close to a traditional shopping center. The lack of handling and awareness of the public motivation in disposing of waste will cause the accumulation of waste to get worse. This study aims to determine the factors that influence people's motivation in disposing of waste in irrigation canals in the Kadipaten Village.
This study uses Structural Equation Modeling or (SEM) analysis. Data collection was carried out in the Kadipaten Village, Kadipaten District, Majalengka Regency using purposive sampling totaling 120 respondents. Methods of data collection using questionnaires and structured interviews. It conducted online and offline with the requirements of filling out the questionnaire with respondents are more than 17 years old who live in the around the Tirtanegara irrigation canal. This study uses three variables tested, namely Community Knowledge (X1), Facilities and Environment (X2), and community motivation (Y). LISREL 8.8. Data processing using LISREL 8.8.
Based on the results obtained, it was found that public knowledge (X1) and facilities and the environment (X2) have a positive and significant effect on the motivational factors for disposing of waste in irrigation canals. The results of the SEM analysis on the knowledge of the community variable (X1) the t-value is 4.52, the facility and environment variable (X2) the t-value is 4.10. So it can be concluded that the most influential variable on people's motivation to dispose of waste is influenced by public knowledge.
3408338104K1C018018Analisis Struktur Fasa Membran Padat Kitosan/ZnO/LiOH Terdispersi Nanopartikel Silika Abu Sekam Padi Menggunakan Metode Solution CastingBaterai merupakan teknologi yang dapat menyimpan energi listrik. Baterai sekunder banyak digunakan karena dapat diisi ulang (discharging). Salah satu komponen penyusunnya adalah elektrolit yang berperan sebagai media transfer ion dalam baterai. Modifikasi elektrolit dilakukan dengan perubahan bentuk menjadi padat dengan penambahan silika abu sekam padi pada polimer kitosan/ZnO/LiOH menggunakan metode solution casting. Variasi konsentrasi penambahan silika abu sekam padi yang digunakan adalah 0% dan 80% b/b. Karakterisasi yang digunakan adalah X-Ray Diffraction (XRD) digunakan untuk menentukan perubahan fasa, dan derajat kristalinitas. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan membran polimer berfasa amorf. Derajat kristalinitas yang dihasilkan pada sampel kitosan/ZnO/LiOH (S0) dan kitosan/ZnO/LiOH terdispersi nanopartikel silika abu sekam padi 80% (S1) sebesar 17,01% dan 13,05 %.Battery is a technology that can store electrical energy. Secondary batteries are widely used because they can be recharged (discharging). One of its constituent components is an electrolyte which acts as an ion transfer medium in the battery. Electrolyte modification is done by changing the shape to solid with the addition of silica rice husk ash to the chitosan/ZnO/LiOH polymer using the solution casting. Variations in the concentration of the addition of rice husk ash silica used were 0% and 80% w/w. The characterization used is X-Ray Diffraction (XRD) which is used to determine the phase change, and degree of crystallinity. The results of XRD characterization showed that the polymer membrane was in an amorphous phase. The degree of crystallinity produced in the samples of chitosan/ZnO/LiOH (S0)and chitosan/ZnO/LiOH dispersed 80% rice husk ash silica nanoparticles (S1) were 17.01% and 13.05%, respectively.
3408437088F1C018056Strategi Pengelolaan Akun Instagram @belanja.cipta.nusantara dalam Mendukung Kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia #AromaMalukuDalam rangka mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia #AromaMaluku, penggunaan media sosial instagram @belanja.cipta.nusantara dipergunakan dengan maksud sebagai media penyampaian informasi mengenai kampanye tersebut. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pengelolaan akun instagram @belanja.cipta.nusantara dalam mendukung kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia #AromaMaluku bagi publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan model The Circular Model of SOME dari Regina Luttrell. Berdasarkan penelitian, pada tahap share, tim pengelola instagram @belanja.cipta.nusantara melakukan strategi dengan memilih media yang digunakan untuk kampanye sesuai target audiens, berusaha berkoneksi dengan audiens melalui konten interaksi, dan membangun kepercayaan audiens melalui penyebaran informasi yang valid. Pada tahap optimize, strategi yang dilakukan dengan mendengarkan dan mempelajari apa yang diperbincangkan audiens misalnya melalui terbuka atas kritik dan memanfaatkan fitur instagram serta berupaya terlibat percakapan dengan audiens melalui narasi call to action (CTA) dan instagram live. Pada tahap manage, tim pengelola melalukan evaluasi akun  menggunakan fitur insight, berupaya memberi respon cepat dan berinteraksi dengan audiens melalui konten interaksi dan instagram live. Pada tahap engage, tim pengelola melibatkan influencer dalam beberapa kegiatan, menentukan audiens berdasarkan tujuan kampanye, dan berupaya meraih audiens melalui konten interaktif. Untuk aspek yang paling maksimal dalam pelaksanaannya adalah aspek share dan engage. In order to support the Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia #AromaMaluku campaign, the use of social media Instagram @belanja.cipta.nusantara is used with the intention of being a medium for conveying information about the campaign. This study aims to find out how the strategy for managing the @belanja.cipta.nusantara Instagram account is to support the Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia #AromaMaluku campaign for the public. This study uses descriptive qualitative methods and the model The Circular Model of SOME from Regina Luttrell. Based on the research, at the share stage, the Instagram @belanja.cipta.nusantara management team carried out a strategy by choosing the media used for the campaign according to the target audience, trying to connect with the audience through interactive content, and building audience trust through the dissemination of valid information. At the optimize stage, the strategy is done by listening to and studying what the audience is talking about, for example by being open to criticism and utilizing Instagram features, and trying to engage in conversation with the audience through a call to action (CTA) narratives and Instagram live. At the manage stage, the management team evaluates the account using the insight, seeks to provide a quick response, and interacts with the audience through interactive content and Instagram live. In the engage, the management team engages influencers in several activities, determines the audience based on campaign objectives, and seeks to reach the audience through interactive content. The most optimal aspect of its implementation is the share stage and engage stage. 
3408537089L1A018004Identifikai Sampah Laut di Pesisir Teluk Penyu, Cilacap, Jawa TengahTingginya aktivitas manusia yang ada di kawasan Pesisir Teluk Penyu menyebabkan jumlah sampah semakin meningkat. Sampah laut merupakan sampah yang dibuang atau ditinggalkan secara sengaja atau tidak sengaja ke dalam lingkungan laut yang kemudian berakhir di lingkungan pesisir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis ukuran dan kepadatan sampah di Pesisir Teluk Penyu, Cilacap, Jawa Tengah. Pengambilan sampah dilakukan di bulan September 2021 dan pengukuran parameter oseanografi berupa arus dilakukan secara sekunder. Pengambilan sampah dilakukan pada transek sepanjang 100 m mengikuti garis pantai di 8 titik pengambilan. Data sampah dipisahkan berdasarkan jenis ukuran dan kepadatan berat dan disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis sampah yang ditemukan adalah plastik, busa plastik, kain, kaca & keramik, kertas & kardus, karet, kayu, dan bahan lainnya dengan jumlah sampah macro-debris lebih banyak dibandingkan sampah meso-debris dan jenis sampah plastik yang lebih mendominasi dibandingkan jenis sampah lainnya. Kepadatan item sampah 65,52/m2 dan kepadatan berat smpah sebesar 183,98 gr/m2.The high human activity in the coastal area of Teluk Penyu causes the amount of waste to increase. Marine debris is waste that is disposed of or left intentionally or unintentionally into the marine environment which then ends up in the coastal environment. The purpose of this study was to determine the type of size and density of waste in the coastal area of Teluk Penyu, Cilacap, Central Java. Garbage collection was carried out in September 2021 and measurements of oceanographic parameters in the form of currents were carried out on a secondary basis. Garbage collection was carried out on a 100 m transect following the coastline at 8 collection points. Waste data is separated by type of size and density and presented descriptively. The results showed that the types of waste found were plastic, plastic foam, cloth, glass & ceramics, paper & cardboard, rubber, wood, and other materials with a higher amount of macro-debris waste than meso-debris waste and more types of plastic waste. dominate compared to other types of waste. The density of waste items is 65,52 items/m2, and the density of solid waste is 183,98 gr/m2.
3408637963K1A018033ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA BIOAKTIF FRAKSI
n-HEKSANA RIMPANG TEMU TIS (Curcuma purpurascens Bl.)
SERTA UJI TOKSISITAS TERHADAP Artemia salina Leach
Tanaman temu tis (Curcuma purpurascens Bl.) adalah anggota dari keluarga Zingiberaceae yang diketahui memiliki aktivitas biologi. Senyawa bioaktif yang terkandung dalam fraksi n-heksana rimpang temu tis dan toksisitasnya masih belum banyak diteliti. Tujuan penelitian yaitu mengisolasi senyawa bioaktif yang terkandung dalam fraksi n-heksana rimpang temu tis dan melakuan uji toksisitas senyawa hasil isolasi dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Penelitian ini meliputi beberapa tahap diantaranya ekstraksi sampel dengan cara maserasi menggunakan pelarut aseton, partisi cair-cair dengan n-heksana dan metanol, dilanjutkan dengan fraksinasi serta pemurnian senyawa dari fraksi n-heksana menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT), Kromatografi Cair Vakum (KCV) dan kromatografi sentrifugal (kromatotron). Senyawa hasil isolasi selanjutnya diidentifikasi menggunakan Gas Chromatography Mass Spectrometry (GCMS) dan diuji toksisitas pada Artemia salina Leach dengan metode BSLT. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu identifikasi senyawa dengan GCMS menunjukkan senyawa utama yang diduga merupakan senyawa ar-turmeron ((6S)-2-metil-6-(4-metilfenil)-2-hepten-4-one) yang termasuk golongan seskuiterpen dengan rumus molekul C15H20O dengan berat molekul 216 dan titik didih 210°C. Hasil uji toksisitas dengan BSLT menunjukkan bahwa ekstrak aseton, n-heksana, fraksi Fg3, dan isolat Fgk2 bersifat toksik sedang terhadap A. salina L. dengan nilai LC50 berturut-turut yaitu 242,606 µg/mL; 147,945 µg/mL; 141,779 µg/mL, dan 129,346 µg/mL.Temu tis (Curcuma purpurascens Bl.) is a member of Zingiberaceae family which is known to have biological activity. Bioactive compounds contained in the n-hexane fraction of temu tis rhizome and their toxicity have not been studied much. Purpose of the study was to isolate the bioactive compounds contained in the n-hexane fraction of temu tis rhizome and to perform a toxicity test for the isolated compounds using Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method. This research includes several stages including sample extraction by maceration using acetone solvent, liquid-liquid partitioning with n-hexane and methanol, followed by fractionation and purification of compounds from the n-hexane fraction using Thin Layer Chromatography (TLC), Vacuum Liquid Chromatography (VLC) and chromatography centrifuge (chromatotron). The isolated compounds were then identified using Gas Chromatography Mass Spectrometry (GCMS) and tested for toxicity on A. salina Leach using the BSLT method. The results obtained, namely the identification of compounds with GCMS showed the main compound suspected to be ar-turmerone ((6S)-2-methyl-6-(4-methylphenyl)-2-hepten-4-one) which belongs to sesquiterpene group with the formula C15H20O molecule with a molecular weight of 216 and a boiling point of 210°C. The results of toxicity test using BSLT showed that the acetone extract, n-hexane, Fg3 fraction, and Fgk2 isolate were moderately toxic to A. salina L. with LC50 values of 242.606 g/mL, respectively; 147.945 g/mL; 141.779 g/mL, and 129.346 g/mL.
3408738107I1A018050FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRAKTIK PENGELOLAAN SAMPAH DI KELURAHAN BANDENGAN KECAMATAN KENDAL KABUPATEN KENDALPengelolaan sampah berkaitan erat dengan praktik masyarakat yang menghasilkan sampah itu sendiri. Pengelolaan sampah yang tidak baik menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan yang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya yaitu pengetahuan, sikap, sarana prasarana, peran petugas kebersihan dan peran tokoh masyarakat. Namun masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bagaimana melakukan pengelolaan sampah yang baik, salah satunya yaitu di Kelurahan Bandengan Kecamatan Kendal Kabupaten Kendal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi praktik pengelolaan sampah di Kelurahan Bandengan Kecamatan Kendal Kabupaten KendalWaste management is closely related to community practices that generate waste. Improper waste management causes environmental pollution, which can be influenced by a variety of factors such as knowledge, attitudes, infrastructure, the role of janitors, and the role of community leaders. However, there are still many people who do not know how to properly manage waste, one of whom lives in Bandengan Village, Kendal District, Kendal Regency. The goal of this research was to identify the factors that influence waste management practices in Bandengan Village, Kendal District, Kendal Regency.
3408838109F1C018026KOMUNIKASI PEMASARAN ECOETHNO LEADCAMPSITE BANDUNG DALAM PROGRAM MAGANG MAHASISWA KAMPUS MERDEKAEcoethno Leadcampsite merupakan tempat pariwisata berbasis camping ground yang mengusung konsep private campsite, leadership, environment, awareness, dan culture yang terletak di Pangalengan, Kab. Bandung. Adanya pandemi Covid-19 menyebabkan menurunnya sektor pariwisata, namun Ecoethno merupakan salah satu tempat wisata yang dapat bertahan dan berkembang dengan mengembangkan komunikasi pemasaran serta menjadi salah satu mitra dalam program Kampus Merdeka. Pemilihan judul ini memiliki tujuan untuk mengetahui komunikasi pemasaran dalam program magang mahasiswa Kampus Merdeka di Ecoethno Leadcampsite. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan paradigma konstruktivisme, dengan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teori Integrated Marketing Communication untuk mengkaji sesuai data yang didapatkan di lapangan. Teknik pemilihan informan yang digunakan adalah purposive sampling, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Proses wawancara dilakukan dengan 10 (sepuluh) informan yang merupakan mahasiswa magang Kampus Merdeka di Ecoethno. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pemasaran terpadu yang digunakan Ecoethno terdiri dari promosi penjualan, humas, dan pemasaran langsung, dengan penggunaan berbagai media berupa Word of Mouth, media sosial dan media cetak. Sedangkan iklan dan penjualan pribadi tidak digunakan di Ecoethno karena dirasa belum efektif diterapkan, yang mana Ecoethno Leadcampsite masih berfokus kepada pengembangan pariwisata, baik dari fasilitas, SDM, akomodasi, paket wisata, serta produk wisata. Ecoethno Leadcampsite is a camping ground-based tourism place that carries the concept of private campsite, leadership, environment, awareness, and culture located in Pangalengan, Bandung Regency. The Covid-19 pandemic has caused a decline in the tourism sector, but Ecoethno is one of the tourist attractions that can survive and develop by developing marketing communications and becoming one of the partners in the Kampus Merdeka program. The selection of this title aims to to find out marketing communication in the Kampus Merdeka student internship program at Ecoethno Leadcampsite. In this study, the researcher used the constructivism paradigm, with a descriptive qualitative research method with the theory of Integrated Marketing Communication to examine according to the data obtained in the field. The informant selection technique used is purposive sampling, with data collection techniques in the form of participant observation, semi-structured interviews, and documentation. The interview process was conducted with 10 (ten) informants who were interns at the Kampus Merdeka at Ecoethno. The results showed that the integrated marketing communications used by Ecoethno consisted of sales promotion, public relations, and direct marketing, with the use of various media in the form of Word of Mouth, social media, and print media. Meanwhile, personal advertising and sales are not used at Ecoethno because they are not yet effectively implemented, where Ecoethno Leadcampsite still focuses on developing tourism, both from facilities, human resources, accommodation, tour packages, and tourist products.
3408937090L1A018030PERTUMBUHAN JUVENIL KERANG HIJAU (Perna viridis)
BERDASARKAN KARAKTERISTIK FISIKA DAN KIMIA
PERAIRAN DI PESISIR GRINTING KECAMATAN
BULAKAMBA KABUPATEN BREBES
Kerang hijau (Perna viridis) merupakan salah satu komoditas hasil sumberdaya
laut yang bernilai ekonomi tinggi. Pertumbuhan juvenil kerang hijau didukung
oleh kondisi lingkungan perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui pertumbuhan juvenil kerang hijau, mengetahui karakteristik fisika
dan kimia perairan, dan mengetahui hubungan pertumbuhan juvenil kerang
hijau dengan karakteristik fisika dan kimia perairan di Pesisir Grinting.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan
teknik Purposive Random Sampling. Penelitian pertumbuhan juvenil kerang
hijau memiliki empat perlakuan yakni tali kelapa kepadatan 80 (A), tali kelapa
alami tanpa perlakuan kepadatan (B), tali cakil kepadatan 80 (C), dan tali cakil
alami tanpa perlakuan kepadatan (D). Hasil dari penelitian ini adalah
pertumbuhan juvenil kerang hijau (total growth, SGR, dan survival) terbaik
terdapat pada tali alami tanpa perlakuan kepadatan. Karakteristik fisika dan
kimia perairan yang sesuai standar baku mutu meliputi suhu, kecepatan arus,
konduktivitas, DO, pH, dan BOD sedangkan TDS, TSS, salinitas, COD, nitrat,
fosfat, dan amonia tidak sesuai standar baku mutu. Karakteristik fisika dan
kimia perairan Pesisir Grinting dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan
juvenil kerang hijau.
Green mussel (Perna viridis) is one of the marine resource commodities with
high economic value. The growth of juvenile green mussels is supported by
water conditions. The purpose of this study was to understand the growth of
juvenile green mussels, to understand the physical and chemical characteristics
of the water, and to understand the growth of juvenile green mussels with the
physical and chemical characteristics of the water at the Grinting Coast. The
method used in this study was survey method with purposive random
sampling technique. There were four treatments, namely 80 density coconut
rope (A), natural coconut rope without density treatment (B), 80 density cakil
rope (C), and natural cakil rope without density treatment (D). The results of
this research were the best of the growth of juvenile green mussel (total growth,
SGR, and survival) was found in natural rope without density treatment. The
physical and chemical characteristics of the water in accordance quality
standards included temperature, flow rate, conductivity, DO, pH, and BOD but
TDS, TSS, salinity, COD, nitrate, phosphate, and ammonia is not in accordance
quality standards. The physical and chemical characteristics of the water at the
Grinting Coast can affect the growth of juvenile green mussels.
3409037091C1C015079ANALISIS DIMENSI FRAUD DIAMOND TERHADAP KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN
(Studi Pada Perusahaan Sektor Property, Real Estate dan Building Construction yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel dengan menggunakan konsep Fraud Diamond yaitu variabel target keuangan, tekanan eksternal, kondisi industri, ketidakefektifan pengawasan, rasionalisasi, pergantian auditor dan pergantian direksi. Penelitian ini menggunakan sampel 105 Perusahaan property, real estate dan building contruction yang terdaftar di Bursa Efek Indoesia pada tahun 2017-2019 yang telah diseleksi melalui metode purposive sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa laporan tahunan perusahaan. Alat uji data menggunakan software SPSS 25 meliputi analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji koefisien determinasi, uji signifikan simultan, dan uji t. Hasil penelitian ini membuktikan variabel target keuangan, tekanan eksternal, ketidakefektifan pengaasan, rasionalisasi, pergantian auditor dan pergantian direksi tidak beroengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Variabel kondisi industri berpengaruh terhadap terjadinya kecurangan laporan keuangan.This study aims to determine the effect of the variables using the Fraud Diamond concept, the variables are financial target, external pressures, nature of industry, ineffective monitoring, rationalization, change in auditor and change in director. This study uses a sample of 105 property, real estate and building construction companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2017-2019 which have been selected through the purposive sampling method. The data used in this study is secondary data in the form of the company's annual report. Data test tools using SPSS 25 software include descriptive statistical analysis, classical assumption test, coefficient of determination test, simultaneous significant test, and t test. The results of this study prove that the financial target variables, external pressure, ineffective monitoring, rationalization, change in auditor and change in director do not affect financial statement fraud. Nature of industry variable affects the occurrence of financial statement fraud.
3409136710F1A018024PAKAIAN TRADISIONAL RAMAH TUNANETRA (PADIRATU) SEBAGAI BENTUK KEPEDULIAN SOSIAL TERHADAP PENYANDANG TUNANETRAPenampilan seseorang merupakan identitas diri. Goffman menyebutkan bahwa penampilan merupakan bagian dari personal front. Salah satu unsur utama penampilan seseorang adalah busana. Sayangnya, industri busana belum banyak mengakomodasi kelompok difabel yang memiliki kebutuhan khusus. Busana adaptif, yakni busana yang didesain khusus untuk kelompok difabel, merupakan salah satu upaya mendukung mereka agar dapat berbusana sesuai kebutuhan. Bertolak dari kondisi tersebut, kami Tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) memiliki ide menciptakan pakaian yang ramah terhadap kelompok difabel, khususnya para penyandang tunanetra. Ide tersebut adalah mengembangkan usaha pakaian tradisional ramah tunanetra (Padiratu) yang bertujuan membantu para penyandang tunanetra agar lebih percaya diri melalui busana yang mereka kenakan, sekaligus untuk menampik anggapan bahwa para tunanetra tidak butuh penampilan. Tim PKM-K memilih batik -khususnya batik Banyumas- sebagai bahan dasar busana dipadu dengan kain beludru untuk memberikan aksen modern. Dalam kondisi pandemik Covid-19 ini produk Padiratu bukan berupa pakaian jadi melainkan hanya gambaran produk dalam bentuk animasi. Promosi dan pemasaran produk Padiratu melalui media sosial dengan marketplace domestik Shopee dan marketplace mancanegara Alibaba. Oleh karena itu, promosi menggunakan dwibahasa, yakni bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Hasil pelaksanaan PKM-K Padiratu dalam bentuk video animasi. Rancangan pengembangan usaha Padiratu ini tidak hanya berorientasi profit, melainkan juga berorientasi sosial. Hadirnya Padiratu diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelompok disabilitas, khususnya para penyandang tunanetra.Appearance is a people identity. Goffman said that appearance is part of the personal front. One of the main elements of a person's appearance is clothing. Unfortunately, the fashion industry has not accommodated many people with disabilities who have special needs. Adaptive clothing, namely clothing designed specifically for disabled groups, is one effort to support them so that they can dress according to their needs. Starting from these conditions, our Entrepreneurship Student Creativity Program Team (PKM-K) has the idea of creating clothes that are friendly to disabled groups, especially blind people. The idea is to develop a blind-friendly traditional clothing business (Padiratu) which aims to help blind people to be more confident through the clothes they wear, as well as to refute the notion that blind people don't need to appear. The PKM-K team chose batik—especially Banyumas batik—as the basic material for clothing, combined with velvet fabric to give a modern accent. In this condition of the COVID-19 pandemic, Padiratu's products are not in the form of ready-made clothes but only product descriptions in the form of animation. Promotion and marketing of Padiratu products through social media with Shopee's domestic marketplace and Alibaba's foreign marketplace. Therefore, the promotion uses bilingualism, namely Indonesian and English. The results of the PKM-K Padiratu implementation are in the form of animated videos. The Padiratu business development plan is not only profit-oriented but also social-oriented. The presence of Padiratu is expected to increase public awareness of disability groups, especially blind people.
3409237092G1A018096Pengaruh Teknik Sentrifugasi pada Pembuatan Platelet-Rich Plasma (PRP) terhadap Kadar Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF)Platelet-Rich Plasma (PRP) adalah produk yang berasal dari darah utuh dan mengandung trombosit dengan konsentrasi tinggi di atas normal. PRP memiliki sifat regeneratif yang dihasilkan oleh konsentrasi besar platelet dan faktor pertumbuhan, salah satunya adalah Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF). VEGF berperan dalam proses angiogenesis, sehingga penggunaan terapi PRP banyak digunakan di berbagai bidang kedokteran sejak 30 tahun lalu. Namun, hingga saat ini belum ada kesepakatan mengenai prosedur standar pembuatan PRP. Setiap peneliti memiliki teknik sentrifugasinya masing-masing dalam membuat PRP, baik itu dari sisi kecepatan, durasi, maupun jumlah sentrifugasi.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh dari teknik sentrifugasi pada pembuatan PRP terhadap kadar VEGF. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimental dengan rancangan penelitian true experimental post-test only. Sampel berupa darah vena mediana cubiti diambil dari 7 orang subjek yang diambil menggunakan metode consecutive sampling. Sampel tersebut masing-masing dibuat menjadi PRP dengan empat perlakuan yang berbeda-beda berdasarkan jumlah sentrifugasi, kecepatan sentrifugasi, dan durasi sentrifugasi. Hasil dari penelitian ini rata-rata kadar VEGF yang didapatkan dari setiap perlakuan adalah perlakuan I 17,25 pg/mL, pada perlakuan II 18,78 pg/mL, pada perlakuan III 24,73 pg/mL, dan pada perlakuan IV 35,90 pg/mL. Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan hasil p<0,05 (p=0,001) yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada kadar VEGF yang dihasilkan melalui teknik yang berbeda-beda. Uji Mann-Whitney menunjukkan hasil p<0,05 pada kelompok perlakuan I&III, I&IV, II&III, dan II&IV. Terdapat pengaruh teknik sentrifugasi pada pembuatan PRP terhadap kadar VEGF yang dihasilkan. Platelet-Rich Plasma (PRP) is a whole blood product that contain high concentration of platelet above normal. PRP has regenerative properties conferred by the large concentration of platelets and growth factors it contains, one of them is Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF). VEGF plays a role in the process of angiogenesis, so PRP therapies have been used in various field of medical science since 30 years ago. But there is still no standard procedure on preparing PRP. Every researcher have their centrifugation technique, according to the number of spin, centrifugation speed, and centrifugation duration. This research is aim to know is there any effect from the centrifugation technique in PRP preparation on VEGF concentration. This is an experimental quantitative research with true experimental post test only design. Samples in the form of vena mediana cubiti blood taken from seven person which takes with consecutive sampling method. Each samples made into PRP by four different treatment according to number of spin, centrifugation speed, and sentrifugation duration. The average of VEGF concentration from the treatment I is 17.25 pg/mL, treatment II is 18.78 pg/mL, treatment III is 24.73 pg/mL , and treatment IV is 35.90 pg/mL. The result of data analysis using Kruskal-Wallis test indicates value of p<0.05 (p=0.001) which means there is significant differences found on every technique in yielding the concentration of VEGF. The result of Mann-Whitney test indicates value of p<0.05 in treatment group I&III, I&IV, II&III, and II&IV. There is an effect from the centrifugation technique in PRP preparation on VEGF concentration.
3409337093J1B016042Pelanggaran Prinsip Kerja Sama dan Implikatur Percakapan dalam Tayangan 86 di NET TV (Kajian Pragmatik)Penelitian berjudul “Pelanggaran Prinsip Kerja Sama dan Implikatur Percakapan dalam Tayangan 86” ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelanggaran prinsip kerja sama dan implikatur percakapan dalam tayangan 86. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan data berupa tuturan yang melanggar prinsip kerja sama dan implikatur percakapan dari tayangan 86, khususnya pada kegiatan penertiban lalu lintas yang tayang pada bulan November 2021. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah metode simak yang diwujudkan dengan teknik dasar dan teknik lanjutan. Teknik dasar yang digunakan adalah teknik sadap. Teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik simak bebas libat cakap diikuti dengan teknik catat. Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode padan pragmatis dan metode padan referensial dengan teknik dasar yang digunakan adalah teknik Pilah Unsur Penentu (PUP) dilanjutkan dengan teknik Hubung Banding Membedakan (HBB) untuk membandingkan tuturan yang sesuai dengan kaidah prinsip kerja sama dengan tuturan yang melanggar prinsip kerja sama.
Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, ditemukan sekurang-kurangnya 6 pelanggaran maksim kuantitas, 4 pelanggaran maksim kualitas, 13 pelanggaran maksim relevansi, 4 pelanggaran pada maksin cara dan 3 pelanggaran maksim ganda, yaitu 1) pelanggaran maksim relevansi dan maksim kualitas, 2) pelanggaran maksim kualitas dan maksim kuantitas, 3) pelanggaran maksim kuantitas dan maksim kualitas. Selain itu. Ditemukan pula implikatur percakapan dalam tuturan tayangan 86, yaitu implikatur memberikan informasi, membela diri, menyatakan kebohongan, menutupi kesalahan, mengalihkan pembicaraan, menolak memberikan jawaban, rasa tidak terima atau protes, menjelaskan, menyangkal, menyembunyikan maksud lain, dan meyakinkan.
Kata kunci: prinsip kerja sama, implikatur percakapan, tayangan 86
This research entitled “Violation of the Cooperative Principles and Conversational Implicature in 86 Show” has the aim to describe the violation of the cooperative principles and conversational implicature in 86 show. The form of this research is descriptive qualitative with data in the form of speech that violates the cooperative principle and conversational implicature from 86 show, especially on traffic control activities in the November 2021. The data collection method in this study is the observation method which is realized with basic and advanced techniques. The basic technique used is tapping technique. The advanced technique used is the free-of-conversation listening technique followed by the note-taking technique. Data analysis in this study used the pragmatic identify method and the referential identify method with the basic technique used being the Determining Element Sorting Technique followed by the Differentiating Appeals Technique to compare speech that conforms to the principles of cooperation with speech that violates the principle of cooperation.
Based on the results of the data analysis, it was found that at least 6 violations of the maxim of quantity, 4 violations of the maxim of quality, 13 violations of the maxim of relevance, 4 violations of the maxim of manner and 3 violations of multiple maxims, namely 1) violation of the maxim of relevance and maxim of quality, 2) violation of the maxim of quality and quantity maxims, 3) violation of the maxim of quantity and maxim of quality. In addition, conversational implicatures were also found in the speech of 86 show, namely the implicature of giving information, defending themself, stating lies, covering up mistakes, diverting the conversation, refusing to give answers, disapproval or protest, explaining, deny, hidden meaning, convince.
Keyword: cooperative principle, conversational implicature, 86 show
3409437094C1B017003ANALISIS PENGARUH MARKETING 4.0 TERHADAP MINAT BELI ULANG SMARTPHONE PADA GENERASI-ZPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh evolusi dari Marketing 4.0 dan secara empiris menguji dampaknya terhadap minat beli ulang. Marketing 4.0, yang merupakan pengembangan dari model sebelumnya yaitu Marketing 3.0 bertujuan untuk memasukan pengaruh interaksi merek di era digital. Studi ini memberikan uji empiris model yang lebih baru dengan menganalisis keempat elemennya dengan minat beli ulang. menggunakan analisis regresi dengan 107 responden generasi-z yang merupakan konsumen smartphone dan diambil menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini mengevaluasi peran komponen Marketing 4.0 dalam memaksimalkan minat beli ulang khususnya pada produk smartphone. Temuan menunjukan bahwa identitas merek dan interaksi merek merupakan faktor signifikan dalam menentukan minat beli ulang. Selanjutnya tanpa diduga, tidak ada hubungan yang signifikan antara citra merek dan itegritas merek terhadap minat beli ulang. Mempertimbangkan responden dari penelitia ini (Gen-Z), hal ini dapat memberikan wawasan penting mengenai industri internasional yang sedang berkembang dan target pasar utama di masa depan. Lebih lanjut, penelitian ini menunjukan bahwa, pendekatang Marketing 4.0 yang berfokus pada identitas merek dan interaksi merek dapat mempengaruhi minat beli ulang serta lebih lanjut dapat meningkatkan minat beli ulang pada pelanggan.This study aims to determine and analyze the influene of the evolution of Marketing 4.0 and empirically on repuchase interest. Marketing 4.0, an upgrade to the previous model, aims to include the influence of brand interaction in the digital age. This study provides an empirical test of this newer model by analyzing all four its components with repurchase intention. Using regression analysis to analyze 107 respondens smartphone consumers and taken using purposive sampling method, this study evaluates the role of the components of Marketing 4.0 in maximizing repurchase intentions. Findings indicate that brand identity and brand interaction are significant factors in determining repurchase intention. Unexpectedly, there was not significant relationship between brand image and brand integrity on repurchase intention. Considering the study’s participants (Gen-Z), this study provides important insights into burgoening international industries and their prime future target market. Furthermore, this study indicates that, a Marketing 4.0 approach that focuses on brand identity and brand interaction may influence repurchase intention and subsequenty increase customers repurchase intentions.
3409537075K1A018047Penurunan Nilai TSS, COD, dan BOD Limbah Cair Rumah Pemotongan Ayam Menggunakan Koagulan TawasPengolahan limbah cair rumah pemotongan ayam perlu dilakukan sebelum limbah dibuang ke perairan supaya tidak membahayakan lingkungan yang berdampak terhadap penduduk sekitar. Telah dilakukan penelitian mengenai penurunan nilai TSS, COD, dan BOD limbah cair rumah pemotongan ayam menggunakan koagulan tawas dengan variasi dosis koagulan, kecepatan pengadukan, dan waktu pengadukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis koagulan, kecepatan pengadukan, dan waktu pengadukan terbaik untuk penurunan nilai TSS, COD, dan BOD limbah cair rumah pemotong ayam. Hasil penelitian menunjukkan persentase penurunan nilai TSS, COD, dan BOD pada dosis koagulan 5 gram, kecepatan pengadukan 130 rpm, dan waktu pengadukan 3 menit berturut-turut adalah 76,16; 87,75; dan 76,64%.The treatment of wastewater at the Chicken Slaughterhouse needs to be carried out before the waste is discharged into the waters so as not to harm the environment and affect the surrounding population. The research had been carried out on decreasing the value of TSS, COD, and BOD of chicken slaughterhouse wastewater using alum coagulant with variations in coagulant dose, stirring speed, and stirring time. This research aims to determine the dose of coagulant, agitation speed, and the best stirring time to decrease the value of TSS, COD, and BOD of chicken slaughterhouse wastewater. The results showed that the optimum decreasing in TSS, COD, and BOD values occurred at a coagulant dose of 5 grams, agitation speed of 130 rpm, and a stirring time of 3 minutes with the percentage of decreasing respectively being 76.16; 87.75; and 76.64%.
3409637095G1B018047PENGARUH PEMBERIAN INFORMASI DENTAL DENGAN MEDIA FLIPCHART TERHADAP TINGKAT KECEMASAN DENTAL ANAK SEBELUM PENCABUTAN GIGI DI KLINIK DOKTER GIGI PURWOKERTOKecemasan dental pada anak adalah respon yang terjadi ketika anak merasa sesuatu yang tidak nyaman akan datang dan menganggapnya seperti ancaman. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi kecemasan dental adalah dengan melakukan pendekatan seperti pendekatan tell show do dan memberikan informasi melalui media, salah satunya flipchart. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian informasi dental dengan media flipchart terhadap tingkat kecemasan dental anak sebelum pencabutan gigi di klinik dokter gigi di Purwokerto. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan pendekatan cross-sectional study. Teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sampel adalah 50 responden yang merupakan pasien anak yang akan dilakukan Tindakan pencabutan gigi di beberapa Klinik Gigi yang berada di Purwokerto. Instrumen penelitian adalah kuesioner Facial Image Scale (FIS) dan media flipchart. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat non-parametrik dengan Mann-Whitney, Kruskal-Wallis, dan Wilcoxon Signed Rank. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh antara pemberian informasi melalui flipchart terhadap tingkat kecemasan dental sebelum tindakan pencabutan gigi pada sampel penelitian dengan p = 0,000 (p<0,05). Simpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh antara pemberian informasi melalui flipchart terhadap tingkat kecemasan dental sebelum pencabutan gigi pada anak-anak di berbagai klinik gigi di Purwokerto.Dental anxiety in children is a response that occurs when a child feels something uncomfortable is coming and perceives it as a threat. One of the efforts that can be done to reduce dental anxiety is to take approaches such as the tell show do and provide information through the media, one of which is flipcharts. The purpose of this study was to determine the effect of providing dental information with flipchart on the level of dental anxiety in children before tooth extraction at the dentist's clinic in Purwokerto. This research method is an experimental study with a cross-sectional study approach. Sampling technique was accidental sampling with inclusion and exclusion criteria. The number of samples is 50 respondents who are pediatric patients who will have their teeth extracted at several dental clinics in Purwokerto. The research instrument was a Facial Image Scale (FIS) questionnaire and flipchart media. Data analysis was performed by univariate and non-parametric bivariate with Mann-Whitney, Kruskal-Wallis, and Wilcoxon Signed Rank. The results showed that there was an influence between providing information through flipcharts on the level of dental anxiety before the tooth extraction procedure in the research sample with p = 0.000 (p <0.05). The conclusion of this study is that there is an influence between providing information through flipcharts on the level of dental anxiety before tooth extraction in children at various dental clinics in Purwokerto.
3409737096C1G018014FACTORS AFFECTING THE REVENUE OF FRIED CHICKEN BUSINESS IN NORTH PURWOKERTO DISTRICTTujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh dari : (1) lama usaha; (2) jam kerja; (3) lokasi usaha; dan (4) franchise terhadap pendapatan pedagang ayam goreng di Kecamatan Purwokerto Utara. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 31 orang pedagang ayam goreng, dimana data diperoleh menggunakan metode sensus dan skala likert pada variabel lokasi usaha untuk mengukur persepsi pedagang terkait lokasi yang strategis. Teknik analisa data menggunakan data kuantitatif dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) lama usaha berpengaruh signifikan dan positif terhadap pendapatan pedagang ayam goreng di Kecamatan Purokwerto Utara; (2) jam kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pedagang ayam goreng di Kecamatan Purwokerto Utara; (3) lokasi usaha berpengaruh signifikan dan positif terhadap pendapatan pedagang ayam goreng di Kecamatan Purwokerto Utara; (4) franchise berpengaruh signifikan dan positif terhadap pendapatan pedagang ayam goreng di Kecamatan Purwokerto Utara.The purpose of this study is to explain the influence of: (1) firm age (2) working hours; (3) business location; and (4) franchise on the revenue of fried chicken business in North Purwokerto District. The population in this study was 31 fried chicken business, where data were obtained using the census method and likert scale on business location variables to measure traders' perceptions of strategic locations. Data analysis techniques use quantitative data and multiple regression analysis. The results showed that: (1) firm age had a significant and positive effect on the revenue of fried chicken business in North Purokwerto District; (2) working hours do not have a significant effect on the revenue of fried chicken traders in North Purwokerto District; (3) the business location has a significant and positive effect on the revenue of fried chicken business in North Purwokerto District; (4) the franchise has a significant and positive effect on the revenue of fried chicken business in North Purwokerto District.
3409837097F1D015053STRATEGI PEMASARAN POLITIK LASMI INDARYANI DALAMPEMILIHAN UMUM CALON ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA (DPR RI) PADA DAERAH PEMILIHAN JAWA TENGAH VII DI TAHUN 2019Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, memahami, dan menjelaskan strategi pemasaran politik Lasmi Indaryani dalam pemilihan umum calon anggota DPR RI di Dapil Jawa Tengah VII pada tahun 2019. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan faktor pendukung dan penghambat penghambat strategi pemasaran politik Lasmi Indaryani. Dengan dilandasi oleh perspektif strukturalis dan paradigma konstruktivisme, penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Kemudian data tersebut dianalisa melalui model analisis data interaktif, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa strategi pemasaran politik yang digunakan oleh Lasmi Indaryani adalah melalui proses positioning sebagai anak Bupati Banjarnegara yang merakyat dan perwakilan perempuan yang memperjuangkan masyarakat. Lasmi Indaryani membentuk personal branding melalui strategi pemasaran politik dengan cara blusukan langsung menemui masyarakat dan menggunakan media, baik offline maupun online. Selain itu, faktor yang yang mendukung keberhasilan strategi pemasaran politik Lasmi Indaryani adalah statusnya sebagai anak Bupati Banjarnegara, aktif di kegiatan sosial, dan membongkar kasus mafia sepak bola. Sedangkan, faktor yang menghambat keberhasilan strategi pemasaran politik yang dilakukan Lasmi Indaryani adalah latar belakangnya sebagai pengusaha dan pendatang baru di Dapil Jawa Tengah VII yang disebut dapil neraka.
This study aims to find out, understand, and explain Lasmi Indaryani's political marketing strategy in the general election of candidates for members of the DPR RI in the Central Java VII electoral district in 2019. In addition, this study also aims to identify and explain the supporting and inhibiting factors that hinder political marketing strategies. Lasmi Indrayani. Based on the structuralist perspective and constructivism paradigm, this research uses qualitative research methods with a phenomenological approach. The data in this study were collected by means of observation, in-depth interviews, and document studies. Then the data is analyzed through an interactive data analysis model, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions.
The results of this study reveal that the political marketing strategy used by Lasmi Indaryani is through the process of positioning as the son of the Banjarnegara Regent who is populist and women's representatives who fight for society. Through segmentation and determined targets, Lasmi Indaryani formed personal branding through political marketing strategies by directly meeting the public and using media, both offline and online. In addition, factors that support the success of Lasmi Indaryani's marketing strategy are her status as the son of the Regent of Banjarnegara, active in social activities, and uncovering cases of the soccer mafia. Meanwhile, the factor that hinders the success of Lasmi Indaryani's political marketing strategy is her background as a businessman and newcomer to the VII Central Java electoral district, which is called the hell electoral district.
3409937100J1A018052The Symbol of Power Depicted on Raya and The Last Dragon (2021): A Semiotic AnalysisPenelitian ini bertujuan untuk mencari tahu makna kekuatan di dalam ketiga simbol terpilih yang terdapat pada film berjudul Raya and The Last Dragon (2021). Data dari penelitian ini merupakan ketiga simbol pilihan seperti naga, permata, dan karakter utama yaitu Raya, yang ketiganya memiliki makna sesungguhnya berupa kekuatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teori semiotika dari Roland Barthes diaplikasikan untuk menjawab rumusan masalah dan menganalisis makna kekuatan dari ketiga objek tersebut. Penelitian ini menggunakan karya film sebagai objek, sehingga teori film dari Blain Brown (2012) juga digunakan. Analisis penelitian ini menggunakan teori Signifikasi Order dari Barthes untuk mencari tahu makna secara umum dan khusus dari setiap simbol. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat sebuah makna sesungguhnya yang melekat pada ketika objek, yaitu makna kekuatan. Kemudian, makna kekuatan dari ketiga objek tersebut dielaborasikan kembali berdasarkan eksistensi dan fungsinya di dalam film. Simbol Naga pada film ditemukan sebagai makna kekuatan perlindungan terhadap manusia. Simbol Permata mengindikasikan sebagai makna kekuatan kepercayaan. Terakhir, karakter Raya, menandakan sebagai makna kekuatan persatuan. Ketiga makna kekuatan dari masing-masing objek kemudian menghasilkan dan mencapai pada kesejahteraan, yang ditunjukkan pada Kumandra. Kumandra merupakan sebuah tanah pusat dari gabungan 5 kerajaan yang terpisah, seperti Taring, Hati, Tulang, Cakar, dan Ekor. Makna kekuatan dari ketiga objek bertujuan untuk mencapai sebuah kesejahteraan yang mana dapat menyatukan kembali kelima tanah yang terpisah dan memusnahkan the Drunn, sebuah wabah kejahatan.This study aims to find out the meaning of power in the three selected symbols in the film entitled Raya and The Last Dragon (2021). The data from this study are the three selected symbols such as the dragon, the gem, and the character of Raya, each of which has a true meaning in the form of power. This study used a descriptive qualitative method. To answer research questions and analyze the meaning of the power from the three objects, the semiotic theory of Roland Barthes is applied. As this study uses film as an object, so the film theory of Blain Brown (2012) is also used. The analysis of this research uses the theory of Signification Order from Barthes to find out the general and specific meaning of each symbol. According to the results of the study, there is a literal meaning attached to the object, namely the meaning of power. Then, the meaning of power by the three objects is elaborated further based on their existence and function in the movie. The Dragon symbol in the movie is found to mean the power of protection toward humans. The Gem symbol indicates the power of belief. Lastly, the character of Raya, signifies the meaning of the power of unity. The three meanings of the power of each object achieve prosperity, which is shown in Kumandra. Kumandra is the central land of the union of 5 separate kingdoms, namely Fang, Heart, Spine, Talon, and Tail. The meaning of the power by the three objects aims to achieve a prosperity which can reunite the five separated lands and destroy the Drunn, an evil plague.
3410037099E1A018333PERLINDUNGAN HUKUM MEREK TERKENAL SUPER MARIO BROS TERHADAP PERSAMAAN MEREK OLEH PT CARDOLESTARI
BERDASARKAN UNDANG UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG MEREK DAN INDIKASI GEOGRAFIS
(Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 650K/Pdt.Sus-HKI/2021 )
Merek merupakan Hak Kekayaan Intelektual yang diatur di dalam Undang
– Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis. Negara
Indonesia menganut sistem pendaftaran merek konstitutif yang artinya pendaftar
pertama yang mengajukan permohonan pendaftaran merek berhak mendapatkan
perlindungan hak atas merek nya, akan tetapi perlindungan hukum terhadap merek
terdaftar tidak menjadi jaminan karena masih banyak perusahaan yang beriktikad
tidak baik mendaftarkan merek nya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui
perlindungan hukum terhadap merek terkenal Super Mario Bros dalam Putusan
Mahkamah Agung Nomor 650K/Pdt.Sus-HKI/2021 dan untuk mengetahui akibat
hukum pembatalan merek Super Mario Bros atas nama PT Cardolestari ditinjau
dari Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi
Geografis.
Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan
spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data
sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer,sekunder,dan tersier yang
dikumpulkan melalui studi kepustakaan. Data tersebut kemudian diolah serta
dianalisis menggunakan metode normatif kualitatif dan disajikan dalam bentuk
teks naratif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan
bahwa dikabulkannya gugatan pembatalan merek Super Mario Bros atas nama
tergugat sudah tepat dan sesuai dengan ketentuan yang diatur pada Pasal 21 ayat
(1) huruf a,b dan ayat (3) Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang
Merek dan Indikasi Geografis. Putusan Mahkamah Agung Nomor 650K/Pdt.SusHKI/2021 telah memberikan perlindungan hukum kepada merek terkenal Super
Mario Bros milik Nintendo Co.ltd selaku penggugat. Akibat hukum dari
pembatalan merek Super Mario Bros atas nama tergugat adalah merek tersebut di
coret dari Daftar Umum Merek Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.
Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Merek Terkenal, Persamaan Merek
Trademark is an Intellectual Property Rights regulated in Law Number 20
of 2016 concerning Trademarks and Geographical Indications. Indonesia adopts
constitutive trademark registration system, it means the first registrant who
submits an application for trademark registration is entitled to protect of
trademark rights. However, legal protection for registered trademarks is not
guarantee seeing that many companies with bad intentions register their
trademarks. The purpose of this study is to find out how the legal protection for
well known mark Super Mario Bros in the decision of supreme court number
650K/Pdt.Sus-HKI/2021 and also to find out the legal consequences of
cancellation Super Mario Bros on behalf of the defendant based on Law Number
20 of 2016 concerning Marks and Geographical Indications.
This research uses normative juridical approach with research
specifications using descriptive-analytica. The data sources used secondary data
consisting of primary,secondary,and tertiary, the materials collected through
library research. After that the data is processed and analyzed using qualitative
normative methods and presented in the form of narrative text.
Based on the result and discussion it can be concluded that the granting of
the lawsuit for the cancellation the Super Mario Bros on behalf of the defendant is
appropriate and in accordance with the provisions stipulated in article 21
paragraph (1) letters a,b,and paragraph (3) Law Number 20 of 2016 concerning
Marks and Geographical Indications. The decision from Supreme Court Number
650K/Pdt.Sus-HKI/2021 has been provided legal protection for the well known
mark Super Mario Bros owned by Nintendo Co.ltd as the plaintiff. The legal
consequences of cancellation Super Mario Bros on behalf of the defendant is
deleted from the General Register of Marks of the Directorate General of
Intellectual Property and there is no longer any legal protection.
Keywords: Legal Protection, Well Known Mark, Mark Equation