Home
Login.
Artikelilmiahs
37076
Update
SHELLA SARASWATI
NIM
Judul Artikel
Pengendalian Penyakit Hawar Pelepah Padi dengan Bakteri Endofit secara Tunggal dan Konsorsium serta Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan Tanaman
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penggunaan bakteri endofit sebagai agens hayati dapat digunakan dalam mengendalikan Rhizoctonia solani penyebab penyakit hawar pelepah padi. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menguji bakteri endofit secara tunggal maupun konsorsium untuk mengendalian penyakit hawar pelepah padi, 2) Menilai efektivitas pengendalian penyakit hawar pelepah padi dengan bakteri endofit secara tunggal dan konsorsium, serta 3) Mengetahui pengaruh aplikasi bakteri endofit terhadap pertumbuhan tanaman padi baik secara tunggal maupun konsorsium. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dan di Rumah Kasa di Desa Tambaksari Kidul, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Penelitian berlangsung dari bulan Oktober 2021 hingga bulan April 2022. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan tujuh perlakuan (P0-P6) dan diulang sebanyak 4 kali. Berdasarkan hasil penelitian, semua isolat bakteri endofit baik tunggal (A5, A6, KR4, KR7, dan SB3) serta konsorsium bakteri memiliki potensi keefektivan dalam mengendalikan penyakit hawar pelepah padi. Isolat A6 memiliki efektivitas lebih tinggi dilihat dari nilai intensitas penyakit yang paling rendah yaitu sebesar 11,97% karena diketahui bahwa isolat A6 menghasilkan enzim kitinase lebih besar dibandingkan dengan isolat lainnya. Kemampuan bakteri endofit juga memberikan respon positif terhadap pertumbuhan tanaman padi. Pertumbuhan tinggi tanaman terbaik terdapat pada perlakuan isolat KR4 dengan ketinggian tanaman mencapai 108,96 cm karena bakteri endofit yang digunakan dalam penelitian ini mampu menghasilkan IAA.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The use of endophytic bacteria as biological agents can be used to control R. solani. This study aims to: 1) Test endophytic bacteria singly or in a consortium to control rice midrib blight, 2) Assess the effectiveness of controlling rice sheath blight with endophytic bacteria singly and in a consortium, and 3) Determine the effect of endophytic bacterial application on rice plant growth. either singly or in a consortium. This research was conducted at the Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University and at the Kasa House in Tambaksari Kidul Village, Kembaran District, Banyumas Regency, Central Java. The study took place from October 2021 to April 2022. The experimental design used in this study was a randomized block design (RAK) with seven treatments (P0-P6) and was repeated 4 times. Based on the results of the study, all isolates of endophytic bacteria, both single (A5, A6, KR4, KR7, and SB3) and a consortium of bacteria had potential effectiveness in controlling rice sheath blight. A6 isolate had the highest effectiveness seen from the lowest disease intensity value, which was 11.97% because it was known that A6 isolate produced greater chitinase enzyme than other isolates. The ability of endophytic bacteria also gives a positive response to the growth of rice plants. The best plant height growth was found in the treatment of KR4 isolates with a plant height reaching 108,96 cm because the endophytic bacteria used in this study were able to produce IAA.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save