| NIM | F1F015016 |
| Namamhs | AMAR ABDURRAHMAN |
| Judul Artikel | Analisis Perbandingan Kebijakan Pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono Dengan Joko Widodo Dalam Sengketa Laut China Selatan |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian berjudul “Analisis Perbandingan Kebijakan Pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono Dengan Joko Widodo Dalam Sengketa Laut China Selatan” merupakan penelitian yang berfokus pada kebijakan-kebijakan luar negeri yang diambil selama era pemerintahan kedua pemimpin tersebut serta mencari tahu faktor-faktor apa saja yang kemudian menjadi pendukung serta penghambat pengambilan kebijakan dalam menghadapi sengketa di Kawasan Laut China Selatan. Perbedaan karakteristik antara SBY dengan Jokowi telah menghasilkan strategi politik luar negeri yang berbeda bagi Indonesia, sehingga kebijakan luar negeri yang diambil dalam menghadapi sengketa yang terjadi di kawasan LCS juga mengalami perubahan. Indonesia dibawah SBY dengan mengedepankan visi “thousand friends zero enemy”, kebijakan luar negeri yang diambil dalam menghadapi sengketa di kawasan LCS cenderung lebih mengutamakan strategi soft diplomacy agar bisa menghindari adanya konflik dengan negara lain. Sementara itu, pada masa pemerintahan Jokowi strategi yang diambil Indonesia dalam menanggapi isu mengenai sengketa LCS terutama di sekitar perairan Natuna Utara sedikit lebih asertif jika dibandingkan dengan pada masa SBY, hal ini dilakukan sebagai upaya pemerintah dalam mewujudkan visi menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The research entitled "Comparative Analysis of the Susilo Bambang Yudhoyono and Joko Widodo’s Policies in the South China Sea Dispute" is a study that focuses on foreign policies taken during the reigns of two leaders and finds out the factors which became the supporters and the obstacles to policy making in dealing with disputes in the South China Sea. The difference in characteristics between SBY and Jokowi has resulted a different style of foreign policy of Indonesia, so that the foreign policy taken in dealing with disputes that occur in the SCS region issue has also changed. Indonesia in SBY era by prioritizing the vision of "thousand friends zero enemy", so that the foreign policy which taken in dealing with dispute the SCS region issue prioritizes soft diplomacy method in order to avoid conflicts with other countries. Meanwhile, during the Jokowi era the style of Indonesia's strategy taken by responding to the issue of the South China Sea dispute, especially around the North Natuna waters, the policies taken during the Jokowi period are slightly more assertive compared to the SBY era, this was done to realize one of the government visions to make Indonesia the maritime axis of the world. |
| Kata kunci | Sengketa Laut China Selatan, Kebijakan Luar Negeri, Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo, Soft Diplomacy, Kepulauan Natuna |
| Pembimbing 1 | Dr. Agus Haryanto, M.Si |
| Pembimbing 2 | Arief Bakhtiar Darmawan, MA |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2022 |
| Jumlah Halaman | 50 |
| Tgl. Entri | 2022-08-04 14:54:51.023396 |
|---|