Artikel Ilmiah : E1A018246 a.n. NAUFAL DHAMAR BANGUN PURNOMO

Kembali Update Delete

NIME1A018246
NamamhsNAUFAL DHAMAR BANGUN PURNOMO
Judul ArtikelIMPLEMENTASI HUKUM PENANGGULANGAN MASALAH GIZI
BAGI ANAK BERISIKO STUNTING DALAM PELAYANAN
KESEHATAN
(STUDI DI KECAMATAN SUMBANG)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat
kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan tinggi badan
pada anak berada di bawah standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Anak
yang mengalami stunting akan sensitif terhadap penyakit dan dapat mempengaruhi
tingkat kecerdasan anak, serta dapat Berisiko mengidap penyakit degeneratif.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi hukum penanggulangan
masalah gizi bagi anak Berisiko stunting dalam pelayanan kesehatan di Kecamatan
Sumbang dan faktor-faktor yang memengaruhi implementasi hukum
penanggulangan masalah gizi bagi anak Berisiko stunting dalam pelayanan
kesehatan di Kecamatan Sumbang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif,
dengan metode pendekatan yuridis empiris dan spesifikasi penelitian deskriptif.
Jenis data yang digunakan data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan
data dengan observasi, wawancara, dokumenter dan studi kepustakaan. Metode
pengolahan data dengan reduksi data, display data dan kategorisasi data. Penyajian
data dalam bentuk teks naratif dan matriks data kualitatif dengan metode analisis
isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi hukum penanggulangan
masalah gizi bagi anak Berisiko stunting dalam pelayanan kesehatan di Kecamatan
Sumbang belum terlaksana dengan efektif. Hal tersebut terbukti dengan 5 paramter
yaitu : efektifnya penyediaan data keluarga Berisiko stunting yang sudah tersedia
pada portal PK21; belum efektifnya kegiatan pendampingan keluarga Berisiko
stunting; belum efektifnya pendampingan pasangan calon pengantin/pasangan usia
subur (PUS); belum efektifnya kegiatan surveilans keluarga Berisiko stunting dan
belum efektifnya kegiatan audit kasus stunting. Adapun faktor-faktor yang
cenderung memengaruhi implementasi hukum penanggulangan masalah gizi bagi
anak Berisiko stunting dalam pelayanan kesehatan di Kecamatan Sumbang adalah
faktor hukum; faktor penegak hukum; faktor sarana; faktor masyarakat; dan faktor
budaya. Faktor-faktor tersebut di atas memiliki kecerendungan yang dapat
menghambat dan mendukung implementasi hukum penanggulangan masalah gizi
bagi anak Berisiko stunting dalam pelayanan kesehatan di Kecamatan Sumbang.
Abtrak (Bhs. Inggris)Stunting is a growth and development disorder in children due to chronic
malnutrition and repeated infections, which is characterized by height in children
below the standard set by the government. Children who experience stunting will
be sensitive to disease and can affect the level of intelligence of children, and can
be at risk for degenerative diseases. This study aims to analyze the implementation
of the law to tackle nutrition problems for stunted children in health services in the
Sub-District of Sumbang and the factors that influence the implementation of the
law to address the problem of nutrition for stunted children in health services in the
Sub-District of Sumbang. This research is a qualitative research, with an empirical
juridical approach and descriptive research specifications. The type of data used is
primary data and secondary data. Methods of data collection by observation,
interviews, documentaries and literature study. Data processing method with data
reduction, data display and data categorization. Presentation of data in the form of
narrative text and qualitative data matrix with content analysis method. The results
of the study indicate that the implementation of the law on nutrition problems for
children at risk of hampering health services in the Subdistrict of Donor has not
been implemented effectively. This is evidenced by 5 parameters, namely: the
effectiveness of providing family data at risk of stunting available on the PK21
portal, ineffective family assistance activities that endanger stunting, ineffective
mentoring of prospective bride and groom couples/suburban age couples,
ineffective surveillance activities for families at risk of stunting and ineffective case
audit activities stunting. As for the factors that tend to influence the implementation
of the law on nutrition problems for children at risk of stunting in health services
in the Sub-district of Donor are legal factors; law enforcement factors; facility
factor; community factors; and cultural factors. The factors mentioned above have
a tendency that can hinder and support the implementation of policies to overcome
nutrition problems for children at risk of stunting in health services in the
Subdistrict of Sumbang.
Kata kunciImplementasi Hukum, Penanggulangan Stunting, Pelayanan Kesehatan
Pembimbing 1Dr. Tedi Sudrajat, S.H., M.H
Pembimbing 2Nurani Ajeng Tri Utami, S.H., M.H
Pembimbing 3Alef Musyahadah Rahmah, S.H., M.H
Tahun2022
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2022-08-04 10:28:47.888185
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.