Home
Login.
Artikelilmiahs
36638
Update
NAUFAL DHAMAR BANGUN PURNOMO
NIM
Judul Artikel
IMPLEMENTASI HUKUM PENANGGULANGAN MASALAH GIZI BAGI ANAK BERISIKO STUNTING DALAM PELAYANAN KESEHATAN (STUDI DI KECAMATAN SUMBANG)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan tinggi badan pada anak berada di bawah standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Anak yang mengalami stunting akan sensitif terhadap penyakit dan dapat mempengaruhi tingkat kecerdasan anak, serta dapat Berisiko mengidap penyakit degeneratif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi hukum penanggulangan masalah gizi bagi anak Berisiko stunting dalam pelayanan kesehatan di Kecamatan Sumbang dan faktor-faktor yang memengaruhi implementasi hukum penanggulangan masalah gizi bagi anak Berisiko stunting dalam pelayanan kesehatan di Kecamatan Sumbang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan metode pendekatan yuridis empiris dan spesifikasi penelitian deskriptif. Jenis data yang digunakan data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dokumenter dan studi kepustakaan. Metode pengolahan data dengan reduksi data, display data dan kategorisasi data. Penyajian data dalam bentuk teks naratif dan matriks data kualitatif dengan metode analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi hukum penanggulangan masalah gizi bagi anak Berisiko stunting dalam pelayanan kesehatan di Kecamatan Sumbang belum terlaksana dengan efektif. Hal tersebut terbukti dengan 5 paramter yaitu : efektifnya penyediaan data keluarga Berisiko stunting yang sudah tersedia pada portal PK21; belum efektifnya kegiatan pendampingan keluarga Berisiko stunting; belum efektifnya pendampingan pasangan calon pengantin/pasangan usia subur (PUS); belum efektifnya kegiatan surveilans keluarga Berisiko stunting dan belum efektifnya kegiatan audit kasus stunting. Adapun faktor-faktor yang cenderung memengaruhi implementasi hukum penanggulangan masalah gizi bagi anak Berisiko stunting dalam pelayanan kesehatan di Kecamatan Sumbang adalah faktor hukum; faktor penegak hukum; faktor sarana; faktor masyarakat; dan faktor budaya. Faktor-faktor tersebut di atas memiliki kecerendungan yang dapat menghambat dan mendukung implementasi hukum penanggulangan masalah gizi bagi anak Berisiko stunting dalam pelayanan kesehatan di Kecamatan Sumbang.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Stunting is a growth and development disorder in children due to chronic malnutrition and repeated infections, which is characterized by height in children below the standard set by the government. Children who experience stunting will be sensitive to disease and can affect the level of intelligence of children, and can be at risk for degenerative diseases. This study aims to analyze the implementation of the law to tackle nutrition problems for stunted children in health services in the Sub-District of Sumbang and the factors that influence the implementation of the law to address the problem of nutrition for stunted children in health services in the Sub-District of Sumbang. This research is a qualitative research, with an empirical juridical approach and descriptive research specifications. The type of data used is primary data and secondary data. Methods of data collection by observation, interviews, documentaries and literature study. Data processing method with data reduction, data display and data categorization. Presentation of data in the form of narrative text and qualitative data matrix with content analysis method. The results of the study indicate that the implementation of the law on nutrition problems for children at risk of hampering health services in the Subdistrict of Donor has not been implemented effectively. This is evidenced by 5 parameters, namely: the effectiveness of providing family data at risk of stunting available on the PK21 portal, ineffective family assistance activities that endanger stunting, ineffective mentoring of prospective bride and groom couples/suburban age couples, ineffective surveillance activities for families at risk of stunting and ineffective case audit activities stunting. As for the factors that tend to influence the implementation of the law on nutrition problems for children at risk of stunting in health services in the Sub-district of Donor are legal factors; law enforcement factors; facility factor; community factors; and cultural factors. The factors mentioned above have a tendency that can hinder and support the implementation of policies to overcome nutrition problems for children at risk of stunting in health services in the Subdistrict of Sumbang.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save