| NIM | B1A017088 |
| Namamhs | FEBRIANI IZMI |
| Judul Artikel | DEKOLORISASI LIMBAH PEWARNA NAFTOL MENGGUNAKAN JAMUR Trametes hirsuta EDN082 TERIMOBILISASI LIGHTWEIGHT EXPANDED CLAY AGGREGATE (LECA) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Limbah pewarna batik memiliki struktur yang sulit untuk diuraikan. Hal tersebut mengakibatkan meningkatnya angka pencemaran lingkungan. Aplikasi jamur pada limbah dapat dilakukan dengan mengimobilisasi jamur pada medium. Salah satu medium yang dapat digunakan adalah Light Expanded Clay Aggregate (LECA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan mekanisme dari imobilisasi sel jamur pelapuk putih T. hirsuta EDN082 terhadap dekolorisasi limbah pewarna naftol. Tujuan lain penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dekolorisasi limbah pewarna tekstil menggunakan sel jamur pelapuk putih T. hirsuta EDN082 yang terimobilisasi pada LECA terhadap toksisitas limbah. Penelitian dilakukan menggunakan metode ekperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Faktor yang mempengaruhi penelitian ini berupa variasi perlakuan dan variasi dosis. Variasi perlakuan dilakukan untuk mengetahui pengaruh imobilisasi jamur pada persentase dekolorisasi. Variasi dosis jamur dilakukan untuk menentukan dosis jamur terimobilisasi pada LECA yang akan ditambahkan ke dalam limbah pewarna. Data hasil yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan imobilisasi jamur pada LECA mampu mendekolorisasi limbah pewarna naftol dan menurunkan toksisitas limbah pewarna naftol. Nilai persentase dekolorisasi yang didapat pada perlakuan dengan dosis jamur terimobilisasi pada LECA sebanyak 4 g yaitu limbah pewarna naftol ungu sebesar 43,3% pada panjang gelombang 524 nm dan 40,3% pada panjang gelombang 560 nm. Limbah pewarna naftol campuran memperoleh persentase dekolorisasi sebesar 49,9% pada panjang gelombang 442 nm, 55,3% pada panjang gelombang 470 nm, dan 89,9% pada panjang gelombang 532 nm. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Batik dye waste is known to have a complex structure to decompose. These results can cause an increase in the number of environmental pollution. The application of fungi to the waste can be made by immobilizing the fungi in the medium. The medium that can be used is Light Expanded Clay Aggregate (LECA). The study aimed to determine the effect and mechanism of immobilization of white rot fungi T. hirsuta EDN082 on the decolorization of naphthol dye wastewater and determine the effect of decolorization treatment of textile dye waste using T. hirsuta EDN082 white-rot fungal cells immobilized in LECA on wastewater toxicity. This research was conducted using an experimental Factorial Complete Randomized Design. Factors that influence this research are in the form of variations in treatment and dose variations. Variations in treatment were carried out to determine the effect of fungal immobilization on decolorization percentage. Fungal dosage variations were carried out to determine the dose of immobilized mushrooms in LECA to be added to the dye waste. The data obtained were then analyzed using ANOVA, and it was continued with the Tukey test. The results showed that the fungal immobilization treatment in LECA could decolorize naphthol dye wastewater and reduce the toxicity of naphthol dye wastewater. The percentage of decolorization obtained in the treatment with a dose of immobilized fungal in LECA was 4 g. The percentage decolorization of purple naphthol dye waste was 43.3% at 524 nm and 40.3% at 560 nm. The mixed naphthol dye waste obtained a decolorization percentage of 49.9% at 442 nm, 55.3% at 470 nm, and 89.9% at 532 nm. |
| Kata kunci | Dekolorisasi, Jamur Pelapuk Putih, Light Expanded Clay Aggregate. |
| Pembimbing 1 | Dr. Ratna Stia Dewi, M. Sc. |
| Pembimbing 2 | Oktan Dwi Nurhayat M. Si. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2022 |
| Jumlah Halaman | 12 |
| Tgl. Entri | 2022-05-19 15:46:25.683103 |
|---|