Artikelilmiahs

Menampilkan 32.401-32.420 dari 50.016 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3240135677J0B019036PENERJEMAHAN BUKU PANDUAN PERJALANAN WISATA DARI
BAHASA INDONESIA KE DALAM BAHASA MANDARIN
MENGGUNAKAN METODE KOMUNIKATIF DI
CV SAHABAT NUSANTARA SEJAHTERA
Laporan praktik kerja ini berjudul “Penerjemahan Buku Panduan Perjalanan Wisata dari Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Mandarin Menggunakan Metode Komunikatif di CV Sahabat Sejahtera Nusantara”. Kegiatan praktik kerja dilaksanakan pada tanggal 1 November 2021 sampai 1 Februari 2022. Tujuan praktik kerja ini adalah menerjemahkan buku panduan perjalanan wisata berbahasa Mandarin yang informatif sebagai cara untuk meningkatkan pelayanan kepada wisatawan Tiongkok di CV Sahabat Nusantara Sejahtera. Metode pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah metode observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan jelajah internet. Penulis dalam menerjemahkan menggunakan metode komunikatif sebagai metode penerjemahan, teknik reduksi dan strategi penghapusan. Ada tiga tahap dalam proses penerjemahan yaitu analisis atau pemahaman, transfer, dan restrukturisasi. Hasil dari praktik kerja ini adalah buku panduan perjalanan wisata berbahasa Mandarin yang informatif bagi wisatawan Tiongkok. Hasil terjemahan tersebut diberikan kepada CV Sahabat Nusantara Sejahtera agar dapat digunakan untuk meningkatkan pelayanan kepada wisatawan Tiongkok. Manfaat menerjemahkan buku panduan perjalanan wisata ini adalah membantu CV Sahabat Nusantara Sejahtera meningkatkan pelayanan kepada wisatawan Tiongkok, dan memudahkan wisatawan Tiongkok dalam memahami isi buku panduan perjalanan wisata.这份“Penerjemahan Buku Panduan Perjalanan Wisata dari Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Mandarin Menggunakan Metode Komunikatif di CV Sahabat Nusantara Sejahtera”。实习时间是从 2021年 11月1日到 2022年 2月1日。实习的目的是在 CV Sahabat Nusantara Sejahtera 做一本丰富的中文旅行指南作为改善 CV Sahabat Nusantara Sejahtera 对中国游客服务的一种办法。作者使用四个收集方法是观察方法,访谈方法,文献记录方法和浏览互联网方法。在这翻译过程中,作者使用交际翻译方法作为本文件的翻译方法,缩减翻译技巧和删汰策略。实习活动中有三个阶段就是分析或理解阶段,转移阶段,和重组阶段。实习的结果是为中国游客做了一本中文的旅游指南。这本中文的旅游指南给予 CV Sahabat Nusantara Sejahtera,让他们提高对中国游客的服务。实习的好处是帮助 CV Sahabat Nusantara Sejahtera 提高对中国游客的服务,能让中国游客更容易理解旅游指南的内容。
3240235679B1A018100Prevalensi dan Keragaman Cacing Parasit Usus Pada Ayam Kampung (Gallus gallus) di Desa Serang, PurbalinggaPotensi ayam kampung sebagai bahan konsumsi menjadikan banyak warga yang memelihara baik untuk konsumsi pribadi maupun dijual. Ayam kampung (Gallus gallus) dapat dipelihara dengan sistem perawatan yang sederhana, sehingga memungkinkan ayam kampung mudah terserang gangguan kesehatan. Gangguan kesehatan yang biasa menyerang ayam kampung adalah helminthiasis. Desa Serang Purbalingga memiliki kelembapan yang tinggi dan temperatur udara yang cukup rendah sehingga kondisi lingkungan tersebut dapat mendukung kehidupan cacing parasit. Faktor temperatur dan kelembapan yang sesuai dengan siklus hidup cacing pada saat ditanah serta manajemen pemeliharaan yang kurang baik dapat mendukung terjadinya infeksi cacing pada ayam kampung karena mendapatkan makan dari mengais makanan ditanah. Keragaman cacing parasit usus pada ayam kampung sering didominasi cacing parasit usus dari kelas Nematoda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi ayam kampung yang terinfeksi cacing parasit usus dan keragaman cacing parasit usus pada ayam kampung di Desa Serang, Pubalingga. Hasil penelitian didapatkan prevalensi ayam kampung yang terinfeksi cacing parasit usus sebanyak 44,2% atau sebanyak 22 sampel dari 53 sampel. Jenis cacing parasit usus yang menyerang ayam kampung terdiri dari empat spesies, yaitu Trichuris trichiura, Ascaridia galli, Raillietina , dan Heterakis gallinarum.The potential of free-range chicken as a consumption material makes many residents maintain both for personal consumption and for sale. Free-range chickens (Gallus gallus) can be kept with a simple care system, thus enabling free-range chickens to be susceptible to health problems. The health problem that usually attacks native chickens is helminthiasis. Serang Purbalingga village has high humidity and low air temperature so that these environmental conditions can support the life of parasitic worms. Temperature and humidity factors that are in accordance with the life cycle of worms on the ground and poor maintenance management can support the occurrence of worm infections in native chickens because they get food from scavenging food on the ground. The diversity of intestinal parasitic worms in native chickens is often dominated by intestinal parasitic worms from the Nematoda class. This study aimed to determine the prevalence of native chickens infected with intestinal parasitic worms and the diversity of intestinal parasitic worms in native chickens in Serang Village, Pubalingga. The results showed that the prevalence of native chickens infected with intestinal parasitic worms was 44.2% or as many as 22 samples from 53 samples. There are four types of intestinal parasitic worms that attack native chickens, namely Trichuris trichiura, Ascaridia galli, Raillietina , and Heterakis gallinarum.
3240338210E1A018231IMPLEMENTASI PROGRAM REHABILITASI RUMAH TIDAK LAYAK HUNI DALAM RANGKA PEMENUHAN KEBUTUHAN RUMAH LAYAK HUNI DAN SEHAT BAGI KELUARGA MISKIN
(Studi di Desa Pandansari Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga)
Pemerintah Kabupaten Purbalingga membuat program bantuan sosial Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai upaya percepatan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Purbalingga. Desa Pandansari merupakan salah satu desa penerima bantuan sosial ini dengan tingkat kemiskinan sedang dengan jumlah RTLH sebanyak 708 rumah. Desa dengan tingkat kemiskinan sedang mendapat bantuan sosial Rehabilitasi RTLH sebanyak 4 RTLH. Dengan banyaknya jumlah RTLH dan sedikitnya kuota penerima, maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui implementasi dan dampak dari Program Rehabilitasi RTLH dalam rangka pemenuhan kebutuhan rumah layak huni dan sehat bagi keluarga miskin di Desa Pandansari, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga. Metode penelitian dengan pendekatan yang digunakan adalah Yuridis-Empiris, spesifikasi penelitian deskriptif, jenis dan sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, studi kepustakaan, dan studi dokumenter, yang disajikan dalam bentuk teks naratif dan matriks kualitatif dengan metode analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan program Rehabilitasi RTLH belum sepenuhnya terimplementasikan dengan baik. Hal tersebut ditunjukkan dengan sosialisasi dan pendataan RTLH diimplementasikan dengan baik sesuai dengan peraturan, pelaksanaan program Rehabilitasi RTLH diimplementasikan dengan baik, pengalokasian dana program Rehabilitasi RTLH belum sesuai dengan peraturan, adanya manfaat dan kendala yang dirasakan masyarakat dalam pelaksanaan program Rehabilitasi RTLH. Dalam Pelaksanaannya terdapat dampak positif dan dampak negatif program Rehabilitasi RTLH. Dampak positif antara lain meningkatnya kualitas rumah keluarga miskin yang tidak layak huni, tumbuhnya rasa kepedulian dan gotong-royong dalam masyarakat, meningkatkan motivasi masyarakat untuk meningkatkan kualitas rumah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memberikan hunian yang layak. Dampak negatifnya antara lain timbulnya rasa iri dalam masyarakat, timbul rasa ketergantungan masyarakat terhadap bantuan Rehabilitasi RTLH, terbebaninya penerima manfaat karena menanggung kekurangan-kekurangan kebutuhan pembangunan akibat dana yang terbatas.The Government of Purbalingga Regency created a social assistance program for the Rehabilitation of Uninhabitable Houses as an effort to accelerate poverty reduction in Purbalingga Regency. Pandansari Village is one of this social assistance with a moderate poverty level with 708 uninhabitable houses. Villages with moderate poverty levels receive social assistance Rehabilitation of 4 houses unfit for habitation. With the large number of uninhabitable houses and the small quota of beneficiaries, it is necessary to conduct research to determine the implementation and impact of the Rehabilitation Program for uninhabitable houses in order to meet the needs of livable and healthy housing for poor families in Pandansari Village, Kejobong District, Purbalingga Regency. The research method with the approach used is Juridical-Empirical, descriptive research specifications, types and sources of data used are primary data and secondary data, data collection methods are carried out through interviews, literature studies, and documentary studies, which are presented in the form of narrative and matrix texts qualitative with qualitative analysis methods. The results of the research show that the rehabilitation program for uninhabitable houses has not been fully implemented properly. This is shown by the socialization and data collection of uninhabitable houses implemented properly in accordance with regulations, the implementation of the Rehabilitation program for uninhabitable houses is well implemented, the allocation of funds for the Rehabilitation program for uninhabitable houses is not in accordance with regulations, there are benefits and constraints felt by the community in implementation of the rehabilitation program for uninhabitable houses. In its implementation, there are positive and negative impacts of the rehabilitation program for uninhabitable houses. Positive impacts include increasing the quality of houses for poor families that are uninhabitable, growing a sense of concern and mutual cooperation in the community, increasing people's motivation to improve the quality of their homes, and increasing people's welfare by providing decent housing. The negative impacts include the emergence of envy in the community, the emergence of a sense of community dependence on assistance.
3240435680E1A017111IMPLEMENTASI HUKUM TELEMEDICINE DALAM PELAYANAN KESEHATAN (STUDI DI RUMAH SAKIT YARSI JAKARTA)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi hukum telemedicine dalam pelayanan kesehatan dan faktor-faktor yang cenderung memengaruhi implementasi hukum telemedicine dalam pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Yarsi Jakarta. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini mengambil lokasi di Rumah Sakit Yarsi Jakarta dengan informan 3 (tiga) yaitu dokter, perawat, dan operator IT dengan metode purposive sampling atau criterian based selection dan snowball sampling. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan wawancara, studi kepustakaan, dan studi dokumenter. Pengolahan data dilakukan dengan cara reduksi data, display data, dan kategorisasi data dan kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif dan matriks data kualitatif. Metode analisis data secara kualitatif dengan menggunakan model analisis isi (content analysis) dan analisis perbandingan (coparative analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan telemedicine dalam pelayanan kesehatan di Rumah sakit Yarsi Jakarta belum sepenuhnya terimplementasi dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan 4 (empat) parameter meliputi efektifya pelayanan teleradiologi, belum efektifnya teleelektrokardiologi, belum efektifnya teleultrasonografi, dan efektifnya telekonsultasi klinis. Adapun faktor yang memengaruhi implementasi hukum telemedicine dalam pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Yarsi Jakarta yaitu dikategorikan sebagai faktor sosial dan faktor personal. Pada faktor sosial yang termasuk yaitu faktor hukum, faktor penegak hukum, faktor sarana dan fasilitas dan pada faktor personal yang termasuk yaitu faktor masyarakat dan faktor budaya. Faktor-faktor tersebut di atas memiliki kecenderungan yang dapat menghambat dan mendukung implementasi hukum telemedicine dalam pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Yarsi Jakarta.The research aims to determine the implementation of telemedicine law in health services and factors that tend to influence the implementation of telemedicine law in healt services at Yarsi Hospital Jakarta. This research uses qualitative research with an empirical juridical approach and descriptive research specifications. This study took place at Yarsi Hospital Jakarta with informants 3 (three) namely doctors, nurses, and IT operators with purposive sampling methods or criterian based selection and snowball sampling. The data used icludes primary data and secondary data. Data collection is carried out interviews, literature, and scientific book. Data processing is carried out by means of data reduction, data display, and data categorization and then presented in the form or narrative text and qualitative data matrix. Qualitative data analysis methods using analysis models content analysis and coparative analysis. The Results showed that telemedicine services in health services at Yarsi Hospital Jakarta had not been fully implemented properly. This is evidenced by 4 (four) parameters including the effectiveness of teleradiology services, the ineffectiveness of teleelectrocardiology, the ineffectiveness of teleultrasonografi, and the effectiveness of clinical teleconsultation. As for the factors affecting the implementation of telemedicine law in health services at Yarsi Hospital Jakarta, which are categorized as social and personal factors. In social factors include legal factors, law enforcement factors, advisory and facility factors and in personal factors including sosial and cultural factors. These factors above tend to slow down and support the implementation of telemedicine law in health care at Yarsi Jakarta Hospital.
3240535650A1D018085Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Pelarut Fosfat Asal Sawah Salin di Pantai Utara PemalangPadi adalah tanaman pangan yang menjadi pemegang peranan penting dalam bidang ekonomi sebagai penghasil beras terutama di Indonesia. Produksi padi dipengaruhi oleh ketersediaan lahan. Semakin berkembangnya waktu, ketersediaan lahan pertanian semakin terbatas. Salah satu alternatif untuk menangani persoalan ketersediaan lahan yang terbatas tersebut adalah pemanfaatan lahan salin. Tanah salin merupakan tanah yang memiliki kadar garam, DHL dan pH tinggi. Pengambilan sampel tanah pada penelitian ini di lahan salin di daerah pesisir pantai utara Pemalang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat Bakteri Pelarut Fosfat (BPF) dari lahan salin yang memiliki kemampuan dalam melarutkan fosfat dan menghasilkan Indole Acetic Acid (IAA). Percobaan ini terdiri dari 2 tahap yaitu pengambilan sampel dan isolasi BPF. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling pada bagian rizosfer padi. Isolasi bakteri terdiri dari beberapa kegiatan uji antara lain, 1) uji kemampuan kelarutan fosfat, 2) karakterisasi bakteri meliputi karakter morfologi (bentuk, ukuran, warna, tepi, permukaan, bentuk dan pewarnaan gram), biokimia (katalase dan oksidase) dan fisiologi yaitu suhu (37°C dan 50°C) dan pH (4, 7, dan 9), 3) uji kemampuan dalam menghasilkan IAA dengan metode kolorimetri, dan 4) uji hipersensitif. Pengujian kemampuan kelarutan fosfat (P) secara kualitatif dilakukan dengan bakteri ditumbuhkan pada media pikovskaya padat selama 10 hari. Uji kuantitatif dilakukan dengan metode kolorimetri yaitu bakteri ditumbuhkan pada media cair pikovskaya selama 15 hari kemudian P terlarut diukur dengan alat Spektrofotometer Genesys 20. Hasil isolasi tanah sawah salin menghasilkan 18 isolat Bakteri Pelarut Fosfat (BPF) memiliki karakteristik morfologi yang berbeda-beda. Pengukuran pelarutan P tertinggi pada media pikovskaya padat yaitu isolat E9 sebesar 3,50 mm dan media pikovskaya cair yaitu isolat E3 sebesar 5,98 ppm. BPF yang mampu menghasilkan IAA sebanyak 8 isolat, dengan konsentrasi tertinggi yaitu isolat KF sebesar 6 ppm. Rice is a food crop that plays an important role in the economy as a producer of rice, especially in Indonesia. Rice production is influenced by land availability. As time progresses, the availability of agricultural land is increasingly limited. One alternative to deal with the problem of limited land availability is the use of saline land. Saline soils are soils that have high salinity, DHL and pH. Soil sampling in this study was on saline land in the northern coastal area of Pemalang. This study aims to isolate and characterize phosphate solubilizing bacteria to determine their ability to dissolve P and produce IAA. This experiment consisted of 2 stages, namely sampling and isolation of Phosphate Solubilizing Bacteria (BPF). Sampling was done by random sampling technique on the rice rhizosphere. Bacterial isolation consisted of several test activities, including 1) phosphate solubility test, 2) bacterial characterization including morphological characters (shape, size, color, edge, surface, shape and gram stain), biochemistry (catalase and oxidase) and physiology, namely temperature (37°C and 50°C) and pH (4, 7, and 9), 3) test the ability to produce IAA by colorimetric method, and 4) hypersensitivity test. Qualitative testing of the solubility of phosphate (P) was carried out with bacteria grown on solid pikovskaya media for 10 days. The quantitative test was carried out using the colorimetric method, in which the bacteria were grown on pikovskaya liquid media for 15 days and then dissolved P was measured using a Genesys 20 Spectrophotometer. The results of the isolation of saline paddy soil produced 18 isolates of Phosphate Solubilizing Bacteria (BPF) with different morphological characteristics. The highest measurement of P dissolution was in solid pikovskaya media, namely isolate E9 at 3,50 mm and in liquid pikovskaya media, namely isolate E3 at 5,98 ppm. BPF which was able to produce IAA as many as 8 isolates, with the highest concentration of KF isolates at 6 ppm.
3240635681H1C016009GEOLOGI DAN ANALISIS KARAKTERISTIK AIR TANAH PADA AKUIFER BEBAS CEKUNGAN AIR TANAH JAKARTA BAGIAN UTARA PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTADaerah penelitian terletak pada Cekungan Airtanah Jakarta bagian utara yang termasuk kedalam Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang merupakan dataran aluvial dengan wilayah pertumbuhan penduduk dan industri yang sangat pesat. Aktivitas tersebut mengakibatkan pemanfaatan air bersih akan meningkat. Dampak yang ditimbulkan dari pemanfaatan air tanah secara berlebihan adalah adanya pencemaran airtanah berupa intrusi air asin yang dijumpai di daerah yang berbatasan dengan pantai ke dalam airtanah dangkal. Terdapat 4 Satuan yang berada pada geologi daerah penelitian dari tua ke muda yaitu, Formasi Tuff Banten (QTvb), Kipas Alluvium (Qav), Endapan Pematang Pantai (Qbr), dan Alluvium (Qa). Karakteristik airtanah pada daerah penelitian di analisis menggunakan data parameter fisik dan kimia airtanah. Secara umum pola aliran airtanah pada daerah penelitian berarah selatan – utara mengikuti kemiringan lereng. Dari hasil analisis fisik pada daerah penelitian didapatkan nilai Daya Hantar listrik bernilai 196,3 – 5640 µS/cm , untuk total dissolved solid (TDS) bernilai 131 – 3760 mg/L , dan untuk nilai pH bernilai 6,5 – 8,5. Selanjutnya hasil dari analisis kimia laboratorium yang dianalisis dengan menggunakan diagram stiff dan diagram piper, fasies airtanah pada daerah penelitian terdiri dari tigas fasies airtanah, yaitu fasies Ca-HCO3 , Na-HCO3, dan Na-Cl. Tingkat keasinan airtanah berdasarkan perhitungan menurut Revelle (Klasifikasi Simpson (1946)) terbagi menjadi air tawar hingga air tawar terkontaminasi tinggi. Penelitian ini menunjukkan adanya persebaran air asin yang terdapat di wilayah lebih dekat dengan garis pantai.The research area is located at the northern part of the Jakarta Groundwater Basin in the Special Capital Region Jakarta which is an alluvial plain with a very rapid population and industrial growth area. These activities result in increased use of clean water. The impact of excessive use of groundwater is groundwater pollution in the form of saltwater intrusion found in areas bordering the coast into shallow groundwater. Geological research areas such as Banten Tuff Formation (QTvb), Alluvial Fan (Qav), Beach Ridge Deposits (Qbr), and Alluvial (Qa). Groundwater characteristics in the research area were analyzed using data on physical and chemical parameters of groundwater. In general, in the study area groundwater flow direction is south to north following the slope. The results of physical analysis, by electrical conductivity value is 196.3 – 5640 S/cm , total dissolved solid (TDS) is 131 – 3760 mg/L, and pH value is 6.5 – 8.5. From the results of laboratory chemicals analysis were analyzed using the hydrochemical method of stiff diagrams and piper diagrams, facies of groundwater in the study area consists of three facies of groundwater, is Ca-HCO3 facies , Na-HCO3 facies, and Na-Cl facies. The level of salinity of groundwater based on calculations according to Revelle (Simpson Classification (1946)) is divided into fresh water to highly contaminated water. The results showed the distribution of salt water found in the area closer the shoreline.
3240735683J0B018017Penerjemahan Buku Panduan Operasional Mesin Hongyuan FK6HY-1 Dari Bahasa Mandarin Ke Bahasa Indonesia Di PT Longdi Sejahtera Indonesia BandungLaporan praktik kerja ini berjudul “Penerjemahan Buku Panduan Operasional Mesin Hongyuan FK6HY-1 Dari Bahasa Mandarin Ke Bahasa Indonesia Di PT Longdi Sejahtera Indonesia Bandung” yang dilaksanakan pada tanggal 8 Desember 2020 sampai 8 Maret 2021. Praktik kerja ini bertujuan untuk menerjemahkan buku panduan operasional mesin Hongyuan FK6HY-1 dari bahasa Mandarin ke dalam bahasa Indonesia. Penulis menggunakan empat metode dalam mengumpulkan data, yaitu metode observasi, wawancara mendalam, studi kepustakaan, dan jelajah internet. Dalam kegiatan penerjemahan buku panduan operasional ini, penulis menggunakan metode penerjemahan komunikatif. Simpulan dari kegiatan praktik kerja ini penulis telah menerjemahkan buku panduan operasional mesin Hongyuan FK6HY-1 dari bahasa Mandarin ke bahasa Indonesia sebagai upaya meningkatkan kualitas kerja teknisi dan operator asal Indonesia di PT Longdi Sejahtera Indonesia.This work practice report is entitled "Translation of the Hongyuan FK6HY-1 Machine Operation Manual from Chinese to Indonesian at PT Longdi Sejahtera Indonesia Bandung" which was held from 8 December 2020 to 8 March 2021. This work practice aims to translate the machine operational manual Hongyuan FK6HY-1 from Chinese to Indonesian. The author uses four methods in collecting data, namely the method of observation, in-depth interviews, literature study, and browsing the internet. In translating this operational manual, the author uses the communicative translation method. The conclusion from this work practice activity the author has translated the Hongyuan FK6HY-1 machine operational manual from Mandarin into Indonesian as an effort to improve the quality of work for technicians and operators from Indonesia at PT Longdi Sejahtera Indonesia.
3240835684F1A017048RESPONS MASYARAKAT DESA DAWUHAN KULON TERHADAP WACANA PEMEKARAN WILAYAH KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini menjelaskan respons masyarakat Desa Dawuhan Kulon terhadap wacana pemekaran Wilayah Kabupaten Banyumas dilihat dari 3 kelas masyarakat yaitu kelas atas, menengah dan bawah. Hasil menunjukkan bahwa adanya respons positif dari masyarakat kelas atas Desa Dawuhan Kulon. Hasil tersebut menunjukkan bahwa masyarakat kelas atas tidak terpengaruh dengan adanya faktor ekonomi, luas wilayah maupun jumlah penduduk. Posisi strata sosial yang kuat membuat mereka tidak terpengaruh dengan ketiga hal tersebut. Untuk kelas menengah, hasil dari analisis data menunjukkan adanya respons yang negatif dimana mayoritas responsden menjawab kurang setuju dengan adanya wacana pemekaran wilayah Kabupaten Banyumas. Hasil tersebut menandakan adanya perubahan sifat dari masyarakat kelas menengah yang biasanya “adem ayem” dan tidak terlalu menuntut sesuatu, menjadi lebih kritis dan aktif dalam menyampaikan keresahan atau pendapatnya khususnya mengenai wacana pemekaran wilayah Kabupaten Banyumas Seperti halnya masyarakat kelas menengah, masyarakat kelas bawah menunujukkan respos negatif. Posisi strata sosial yang lemah membuat masyarakat kelas bawah menjadi yang paling terdampak dengan adanya penurunan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banyumas, oleh karena itu mereka merasa tidak perlu dilakukan pemekaran wilayah. Perbaikan ekonomi justru perlu dilakukan untuk mendorong perekonomian Kabupaten Banyumas menjadi lebih baik.
This study explains the response of the people of Dawuhan Kulon Village to the discourse of the expansion of the Banyumas Regency Region seen from 3 classes of society, namely the upper, middle and lower classes. The results show that there is a positive response from the upper class community in Dawuhan Kulon Village. These results indicate that the upper class society is not affected by economic factors, area and population. Their strong social strata position makes them unaffected by these three things. For the middle class, the results of the data analysis showed a negative response where the majority of respondents answered that they did not agree with the discourse on the expansion of the Banyumas Regency area. These results indicate a change in the nature of the middle class society, which is usually "cool" and not too demanding, to be more critical and active in conveying their concerns or opinions, especially regarding the discourse on the expansion of the Banyumas Regency. negative. The weak social strata position makes the lower class people the most affected by the decline in economic growth in Banyumas Regency, therefore they feel that there is no need for regional expansion. Economic improvement actually needs to be done to encourage the economy of Banyumas Regency to be better.

3240937826A1A115049ANALISIS KINERJA SALURAN PEMASARAN KOMODITAS CABAI RAWIT MERAH DI KECAMATAN GRABAG
KABUPATEN PURWOREJO
Kecamatan Grabag merupakan sentra penghasil cabai rawit merah di Kabupaten Purworejo. Sebagai daerah penghasil cabai rawit merah fluktuasi harga sering terjadi di tingkat konsumen akhir dan pada kondisi tertentu harga di tingkat petani sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis pola saluran pemasaran cabai rawit merah di Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo (2) mengetahui besarnya farmer share cabai rawit merah pada masing-masing saluran pemasaran di Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo (3) mengetahui besarnya margin pemasaran cabai rawit merah pada masing-masing saluran pemasaran di Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo (4) mengetahui besarnya rasio keuntungan terhadap biaya pemasaran cabai rawit merah pada masing-masing saluran di Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo.
Metode penelitian ini menggunakan metode survey. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai April 2022. Obyek pada penelitian ini adalah pola saluran pemasaran dan kinerja saluran pemasaran. Pengambilan sampel menggunakan metode snowball dan diperoleh jumlah sampel sebanyak 30 orang petani, 6 pedagang tengkulak, 5 pedagang besar dan 9 pedagang eceran. Hasil pengumpulan data ditabulasi dan dianalisis menggunakan pendekatan farmer share, margin pemasaran dan rasio keuntungan terhadap biaya pemasaran cabai rawit merah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 saluran pemasaran yang dilalui pemasaran cabai rawit merah di Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo, yaitu saluran pemasaran 1 : Petani → Pedagang tengkulak → pedagang besar luar daerah → Pedagang pengecer- Konsumen, Saluran pemasaran 2 : Petani → Konsumen, Saluran pemasaran 3 : Petani → Pedagang tengkulak → Pedagang eceran → konsumen, Saluran pemasaran 4 : Petani → Pedagang pengecer → konsumen. Kinerja saluran pemasaran cabai rawit merah di Kecamatan Grabag ditinjau dari farmer share pada saluran pertama sebesar 76,80 persen, saluran kedua sebesar 100 persen, saluran ketiga sebesar 80,24 persen dan saluran keempat 88,8 persen. Total margin pemasaran cabai rawit merah di Kecamatan Grabag pada saluran pemasaran pertama sebesar Rp6.361,00 per kilogram, saluran pemasaran kedua 0, saluran pemasaran ketiga sebesar Rp5.649,00 per kilogram dan saluran pemasaran keempat sebesar Rp3.000,00 per kilogram. Rasio keuntungan terhadap biaya pemasaran cabai rawit merah di Kecamatan Grabag pada saluran pertama sebesar 1,55, saluran pemasaran kedua 0, saluran pemasaran ketiga sebesar 2,99 dan saluran keempat sebesar 2,42.
Grabag District was the center of red chili production in Purworejo Regency. As an area with red chili production, price fluctuations occur at the final consumer level and under certain conditions the price was very low at the farmer level. The objectives of this study were (1) to analyze the pattern of marketing channels for red chili peppers in Grabag Subdistrict, Purworejo Regency (2) to determine the amount of red chili pepper in each marketing channel in Grabag Subdistrict, Purworejo Regency (3) to determine the marketing margin of each red chili pepper. marketing channels in Grabag Subdistrict, Purworejo Regency (4) to determinate the amount of profit to cost ratio of marketing red chili peppers for each channel in Grabag Subdistrict, Purworejo Regency.
This research method has used the survey method and has been implementation on March until April, 2022. The object of this research was the pattern of marketing channels and the performance of marketing channels. Sampling using the snowball method and obtained a total sample of 30 farmers, 6 middlemen, 5 wholesalers and 9 retail traders. The results of data collection were tabulated and analyzed using a farmer approach, marketing margins, and the ratio of profit to marketing costs of red chili.
The results of research show that there were 4 marketing channels through which red chilies are marketed in Grabag Subdistrict, Purworejo Regency, namely marketing channel 1: farmers → middlemen traders → wholesalers outside the area → retailers → consumers, marketing channel 2: farmers → consumers, marketing channel 3: farmers → middlemen → retailers → consumers, marketing channel 4: farmers → retailers → consumers. The performance of the red chili marketing channel in Grabag District in terms of farmer share in the first channel was 76.80 percent, the second channel was 100 percent, the third channel was 80.24 percent and the fourth channel was 88.8 percent. The total marketing margin of red cayenne pepper in Grabag District in the first marketing channel was Rp6,361,00 per kilogram, the second marketing channel was 0, the third marketing channel was Rp5,649,00 per kilogram and the fourth marketing channel was Rp3,000,00 per kilogram. The profit-to-cost ratio of marketing red chili in Grabag District in the first channel was 1.55, the second marketing channel was 0, the third marketing channel was 2.99 and the fourth channel was 2.42
3241035689H1C017014GEOLOGI DAN IDENTIFIKASI AKUIFER DANGKAL MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK DI DAERAH KARANGKLESEM DAN SEKITARNYA, KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAHAbstrak— Studi geologi dan analisis akuifer dangkal di daerah Karangklesem dan sekitarnya, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah yang merupakan daerah dengan mayoritas bentuk lahan berupa dataran aluvial yang dikontrol oleh variasi geologi sekitarnya. Berdasarkan karakteristik kondisi geologi dan geomorfologi pada daerah tersebut, maka memungkinkan adanya variasi karakteristik akuifer pada daerah terebut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui akuifer dangkal berdasarkan nilai tahanan jenis batuan dan jenis akuifer. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu pemetaan geologi, geolistrik dengan menggunakan konfigurasi schlamberger sebanyak 16 titik dan melakukan pemetaan 15 sumur gali pada daerah penelitian. Hasil dari Studi geologi dan analisis akuifer dangkal atas morfologi punggungan Homoklin Kedungwuluh, Punggungan Homoklin Karangklesem, Dataran Aliran Lahar Tanjung dan Dataran Aluvial Karangrau, tatanan stratigrafi tersusun atas Satuan Batupasir, Breksi Laharik dan Endapan Aluvial yang dikontrol oleh struktur geologi berupa sesar mendatar kiri. Keadaan muka air tanah pada daerah penelitian yaitu memiliki kedalaman 1,02 – 6,63 m dan ketinggian muka air tanah 57,1 – 92,9 m. Interpretasi didapatkan bahwa nilai tahanan jenis batuan daerah penelitian yaitu soil 2,10 - 261,5 Ω.m, batulempung tufan 0,8 – 17,28 Ω.m, batupasir 17,29 – 37,79 Ω.m, batuan beku 37,8 – 83,19 Ω.m, breksi laharik 101, 37 – 121, 45 Ω.m dan breksi piroklastik 123,47 – 161,71 Ω.m. keberadaan lapisan akuifer dangkal terdeteksi pada kedalaman untuk log 27 (3,94 m – 11,02 m dan 17,34 m – 24,30 m), log 28 ( 3,58 m - 5,51 m), log 29 (37,78 m – 51,06), log 30 (3,05 m- 8,95 m dan 31,25m – 42,34 m), log 31 (4,96 – 7,73) dan (18,05 m – 41,03m), log 32 (8,72 m- 12,1 m dan 19,51 m – 42,88 m), log 33 (2,43 m – 4,66 m), log 34 (5,16 – 9,49 m), log 35 ( 4,19 m- 8, 65 m), log 36 ( 4,68 m – 9,12 m), log 37 (5,11 m – 7,73 m dan 28,61 m – 41,23 m), log 38(1,3 m- 2,3 m), log 39 (21, 84m – 38,58 m), log 40 (21, 84 m – 38,58 m), sedangkan untuk log 41 dan 42 tidak terdapat lapisan yang mengindikasikan sebagai akuifer dangkal. Jenis akuifer yang terdapat pada daerah penelitian didominasi oleh jenis akuifer bebas dan akuifer tertekan.Geological study and shallow aquifer analysis in Karangklesem and its surrounding, South
Purwokerto sub-district, Banyumas Regency, Central Java that are the majority of the
landform which is geological variations controlled by alluvial plain. Based on the
characteristics of the geological and geomorphological conditions in the area, it is possible
to have variations in the characteristics of the aquifer in the area. This study aims to
determine shallow aquifers based on the value of rock type resistance and aquifer type. The
method used in this research is geological mapping, geoelectric using the Schlambergeras
many as 16 tracks and mapping 15 dug wells in the research area. The results of geological
studies and shallow aquifer analysis on the morphology of the Kedungwuluh Homocline
ridge, Karangklesem Homocline Ridge, Tanjung Lava Flow Plain and Karangrau Alluvial
Plain, the stratigraphic arrangement is composed of Sandstone Units, Laharic Breccias and
Alluvial Deposits controlled by geological structures in the form of a left horizontal fault.
The condition of the groundwater level in the research area has a depth of 1.02 – 6.63 m
and a ground water level of 57.1 – 92.9 m. The interpretation found that the resistivity values
of rock in the study area were soil 2.10 - 261.5 ohm.m, claystone 0.8 - 17.28 ohm.m,
sandstone 17.29 - 37.79 ohm.m, igneous rock 37, 8 – 83.19 ohm.m, lahar breccia 101, 37 –
121, 45 ohm.m and pyroclastic breccia 123.47 – 161.71 ohm.m. The presence of shallow
aquifer layers was detected at depths for log 27 (3.94 m – 11.02 m and 17.34 m – 24.30 m),
log 28 (3.58 m – 5.51 m), log 29 (37 .78 m – 51.06), log 30 (3.05 m – 8.95 m and 31.25 m –
42.34 m), log 31 (4.96 – 7.73) and (18.05 m – 41.03 m), log 32 (8.72 m – 12.1 m and 19.51
m – 42.88 m), log 33 (2.43 m – 4.66 m), log 34 (5.16 – 9.49 m), log 35 (4.19 m – 8.65 m),
log 36 (4.68 m – 9.12 m), log 37 (5.11 m – 7.73 m and 28.61 m – 41.23 m), log 38(1.3 m –
2.3 m), log 39 (21. 84m – 38.58 m), log 40 (21.84 m – 38.58 m), while for logs 41 and 42
there are no layers that indicate a shallow aquifer. The types of aquifers in the study area
are dominated by unconfined aquifer and confined aquifers.
3241138396K1C017061Pemodelan LINAC Fungsi Ganda dan Uji Efektivitas Filter dalam Menurunkan Sinar-X Energi TinggiLINAC memerlukan penurunan energi foton dari orde MeV menjadi keV untuk kebutuhan diagnosis. Penelitian yang berjudul “Pemodelan LINAC Fungsi Ganda dan Uji Efektivitas Filter dalam Menurunkan Sinar-X Energi Tinggi” dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji efektivitas filter dalam menurunkan energi tinggi sinar-X pada LINAC sehingga dapat digunakan untuk radioterapi dan diagnostik energi rendah. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Monte Carlo pada pemrograman PHITS. Perlakuan yang digunakan pada penelitian ini meliputi tegangan pada LINAC yang digunakan sebesar 6 MV, material yang digunakan sebagai filter adalah kombinasi aluminium (Al) dan baja, aluminium (Al) dan tembaga (Cu), serta aluminium (Al) dan timbal (Pb) dengan ketebalan masing-masing 1 cm, kemudian hasil uji terbaik divariasikan ketebalannya menjadi 1 dan 4 cm serta 1 dan 7 cm, dan medan radiasi yang digunakan 10×10 cm dan SSD 100 cm. Hasil pengujian dari simulasi Monte Carlo didapatkan karakterisasi radiasi pesawat LINAC 6 MV berupa spektrum sinar-X karakteristik dan spektrum sinar-X bremsstrahlung serta penggunaan filter yang digunakan untuk penurunan energi tinggi sinar-X dalam orde MeV ke keV. Penggunaan filter kombinasi Al dan Pb dengan ketebalan masing-masing 1 cm merupakan bahan filter terbaik dalam menurunkan energi foton menjadi 400 keV sampai 4 MeV dan mempertahankan intensitas sinar-X sebesar 5×10^11 (1/cm2/s), namun belum mampu menurunkan energi MeV ke keV, sehingga belum memenuhi syarat sebagai sumber sinar-X diagnostik. LINAC needs the energy drops from MeV to keV for diagnostic needs. This study titled “Modelling LINAC Double Function and Effectiveness Filter Testing in order to Drop High Energy of X-ray” aims to study the effectiveness filter in order to drop x-ray’s high energy of LINAC so it can be used as radiotherapy and low energy diagnostic. This study uses Monte Carlo method in PHITS program. The treatments that used in this study are voltage that used in LINAC is 6 MV, materials which used for filter are aluminium (Al) and steel, aluminium (Al) and copper (Cu), also aluminium (Al) and lead (Pb) with each thickness for each material is 1 cm, then the best result variated their thickness to 1 and 4 cm also 1 and 7 cm, the radiation medan is 10×10 cm, and SSD is 100 cm. The result of the Monte Carlo simulation gets radiation characteristic of LINAC 6 MV such as x-ray characteristic spectrum and x-ray bremsstrahlung spectrum also the filter which used for dropping x-ray high energy in MeV to keV. Aluminium (Al) and lead (Pb) filter, which each material thickness is 1 cm, is the best material of filter for dropping high energy to 400 keV until 4 MeV and maintaining the x-ray intensity 5 × 1011 (1/cm2/s), yet can not drop the MeV energy to keV, so it’s still not fulfilled the condition of source diagnostic x-ray yet.
3241235686A1F018046PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK KULIT JERUK MANDARIN TERHADAP AROMA DAN RASA SELAI SAYUR Selai merupakan salah satu produk olahan pangan yang banyak digemari oleh masyarakat dan memiliki bentuk semi padat. Selai sayur merupakan inovasi produk baru yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Pembuatan selai sayur dengan kombinasi beberapa jenis sayur dapat membuat flavor pada selai tidak disukai, sehingga dibutuhkan upaya untuk memperbaiki flavor. Kulit jeruk mandarin mengandung senyawa bioaktif yaitu minyak atsiri dengan senyawa limonene yang memiliki aroma khas jeruk dan berpotensi digunakan sebagai perisa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kombinasi penambahan ekstrak kulit jeruk mandarin tanpa enkapsulasi dan terenkapsulasi serta variasi konsentrasi yang ditambahkan terhadap aroma dan rasa selai. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Faktor pertama adalah perlakuan ekstrak kulit jeruk mandarin: tanpa enkapsulasi (E1) dan terenkapsulasi (E2). Faktor kedua adalah konsentrasi yang ditambahkan: 0,5% (K1); 1% (K2); 1,5% (K3); 2% (K4); dan 2,5% (K5). Nilai tertinggi yang diberikan oleh panelis berada pada perlakuan E2K4 (penambahan ekstrak kulit jeruk mandarin terenkapsulasi pada konsentrasi 2%), nilai pada parameter aroma 3,8 (sedikit khas sayur) dan rasa 3,46 (manis khas selai).Jam is one of the food products favored by many people and has a semi-solid form. Vegetables jam is a new product innovation that has the potential to be developed. Making vegetable jam with several types of vegetables can make the flavor of the jam undesirable, so efforts are needed to improve the flavor. Mandarin orange peel contains bioactive compounds, namely essential oils with limonene compounds which have a distinctive citrus aroma and have the potential to be used as flavors. This study aimed to determine the effect of the combination by adding mandarin orange peel extract without encapsulation and with encapsulation with variations of concentration added to the aroma and taste of the jam. The method used was a factorial completely randomized design (CRD). The first factor was the treatment of mandarin orange peel extract treatment: without encapsulation (E1) and encapsulation (E2). The second factor is variation of concentration: 0.5% (K1); 1% (K2); 1.5% (K3); 2% (K4); and 2.5% (K5). The highest score given by panelists was in the E2K4 (the addition of encapsulated mandarin orange peel extract at 2% of concentration), the aroma was 3.8 (slightly typical of vegetables) and the taste was 3.46 (sweet typical of jam).
3241335687H1C016049GEOLOGI DAN ANALISIS DEFORMASI PERMUKAAN YANG BERASOSIASI DENGAN GEMPA BUMI MENGGUNAKAN METODE DIFFERENTIAL INTERFEROMETRIC SYNTHETIC APERTURE RADAR DI DAERAH KABUPATEN CILACAP, JAWA TENGAHPerkembangan teknologi telah memunculkan beragam cara untuk melakukan pemantauan dan pemetaan terhadap aktifitas pergerakan bumi. Aktifitas pergerakan bumi erat kaitannya dengan fenomena deformasi. Salah satu teknologi yang dikembangkan untuk pemantauan deformasi ialah menggunakan teknologi Differential Interferometry Synthetic Aperture Radar (DInSAR). DInSAR adalah teknologi penginderaan jauh yang menggunakan citra hasil dari satelit radar untuk pengamatan deformasi permukaan dengan akurasi yang tinggi pada orde sentimeter. Pada metode ini digunakan beberapa pasang interferogram untuk mendeteksi perubahan permukaan topografi dengan ketelitian yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi di daerah penelitian, memperoleh nilai deformasi permukaan pasca terjadinya gempa yang melanda kawasan Kabupaten Cilacap pada 25 Oktober 2020, dan menganalisis karakteristik deformasi yang terjadi pada gempa tersebut. Secara stratigrafi daerah penelitian dari tua ke muda terdiri dari Formasi Gabon, Formasi Jampang, Anggota Tuf Formasi Gabon, Formasi Nusakambangan, Formasi Rambatan, Formasi Pamutuan, Formasi Kalipucang, Formasi Halang, Formasi Kumbang, Anggota Breksi Formasi Kumbang, Retas Lempeng dan Retas, Anggota Batupasir Formasi Halang, Formasi Halang, Formasi Tapak, Batuan Beku Tak Teruraikan, Batuan Gunung Api Slamet Tak Terurai, Kipas Aluvium, dan Aluvium. Penggunaan data SAR berupa citra satelit Sentinel-1A dari sumber Earth Data NASA/ESA yang diolah dengan Software SNAP, ArcGIS 10.6.1 dan lainnya, menghasilkan deformasi yang terjadi pasca gempa di Kabupaten Cilacap seperti kenaikan muka tanah (uplift) dan penurunan muka tanah (subsidence) di wilayah Kabupaten Cilacap bagian Utara dengan nilai deformasi berkisar -0,1 cm hingga 1,1 cm, pada wilayah Kabupaten Cilacap bagian Barat berkisar -0,1 cm hingga 0,7 cm, sedangkan pada wilayah Kecamatan Kewunganten, Kecamatan Jeruklegi, Kecamatan Cilacap Tengah, Utara, dan Selatan sebesar -0,1 cm hingga 0,7 cm, pada wilayah Kabupaten Cilacap bagian Timur sebesar -1 cm hingga -1,4 cm, dan pada wilayah Kabupaten Cilacap bagian Selatan memiliki nilai -0,12 cm hingga 1,3 cm terhadap Line of Sight (LOS).

Technological development has led to many ways for monitoring and mapping of earth movement activities. This activities usually related to the deformation phenomenon. One of the technologies developed for deformation monitoring is using Differential Synthetic Aperture Radar Interferometry (DInSAR) technology. DInSAR is a remote sensing technology that uses imagery results of radar satellites for surface deformation observing with high accuracy on centimeter terms. In this method some pairs of interferograms are used to detect topographic surface changes with high accuracy. The purpose of this study was to obtain geological conditions in research areas, to obtain the post-earthquake surface deformation value that occurred at Cilacap Regency on the October 25th 2020, and to analyze the deformation characteristics that occurred during the earthquake. Stratigraphically, the research area consisted by descending from the oldest : Gabon Formation, Jampang Formation, Tuf Member of Gabon Formation, Nusakambangan Formation, Rambatan Formation, Pamutuan Formation, Kalipucang Formation, Halang Formation, Kumbang Formation, Breccia Members of Kumbang Formation, Sills and Dikes, Sandstone Member Halang Formation, Halang Formation, Tapak Formation, Undfifferentiated Igneous Rocks, Undfifferentiated Volcanics of Slamet Mountain, Alluvial Fans, and Alluvial Deposits. SAR data uses in the form of Sentinel-1A satellite imagery from NASA/ESA sources processed with SNAP Software, ArcGIS 10.6.1 etc., produced the post-earthquake deformation in Cilacap Regency such as land increases (uplift) and decreases (subsidence) in the north region of Cilacap Regency with deformation values ranging from -0,1 cm to 1,1 cm, in the west region of cilacap regency ranging from -0,1 cm up to 0,7 cm, meanwhile in the Kewunganten Subdistrict, Jeruklegi Subdistrict, Central, North, and Southern Cilacap Subdistricts amounting to -0,1 cm to 0,7 cm, in the east region of Cilacap regency amounting to -1 cm to -1,4 cm, and in the south region of Cilacap regency has a value from -0,12 cm to 1,3 cm from Line of Sight (LOS).
3241435690H1C016018ANALISIS DAYA DUKUNG TANAH PADA PERENCANAAN EMBUNG CIBUNTU KUNINGAN JAWA BARAT Peradaban manusia hingga saat ini telah berkembang sangat pesat, begitu pula dengan peningkatan kebutuhan manusia itu sendiri terutama kebutuhan air sehingga diperlukan pembangunan sarana dan prasarana keairan yang memadai. Sebagai perwujudannya maka banyak dilakukan proyek-proyek pembangunan bangunan sipil di segala bidang. Pada pembangunan bangunan air seperti bendung diperlukan perencanaan dan perhitungan yang cermat, agar fungsi dari bangunan air yang akan dibangun bisa berjalan sebagaimana fungsinya, serta dapat memiliki ketahanan yang baik dalam menampung air. Pada penelitian ini akan membahas analisis stabilitas badan bendungan secara statis dengan perhitungan manual pada embung Cibuntu, Kabupaten Kuningan. Hal tersebut menuntut penulis mengkaji keadaan geologi dan sifat tanah dasar di sekitar pembangunan Embung sebagai tempat penampungan air dengan volume relatif besar dipertimbangkan sebagai solusi yang paling tepat bagi permasalahan kesulitan air di Desa Cibuntu dan sekitarnya.
Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan analisis dari sifat keteknikan tanah yang meliputi korelasi antara tahanan kerucut (qc) dan permeabilitas (k) kemudian untuk mendapatkan nilai daya dukung tanahnya menggunakan metode Schmertmann (1978). Adapun hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa pada daerah tersebut litologi yang mendominasi adalah breksi vulkanik dan lava andesit. Proses pengendapan berlangsung berkisar dari kala Plistosen Awal menuju Holosen dan diikuti proses-proses geologi hingga saat ini yang membentuk morfologi seperti sekarang yang berupa satuan Punggungan Lava, dan satuan Punggungan Piroklastik. Analisis menggunakan teori Schmertmann (1978) didapatkan nilai dukung aman pada Daya Dukung Tanah ( Pondasi Telapak Memanjang CPT 01 : 684,77 kN/m2, CPT 02: 1144,19 kN/m2, CPT 03: 522,35 kN/m2) dan Daya Dukung Tanah Pondasi Telapak Bujur Sangkar CPT 01 : 1185,02 kN/m2, CPT 02: 1980,17 kN/m2, CPT 03: 903,93 kN/m2. Dari nilai daya dukung aman tersebut dikorelasikan dengan kondisi aman terhadap pembuatan embung Daerah Cibuntu dan sekitarnya
Human civilization to date has developed very rapidly, as well as the increase in human needs, especially the need for water so that adequate water facilities and infrastructure are needed. As a manifestation of this, many civil building construction projects have been carried out in all fields. In the construction of water structures such as weirs, careful planning and calculations are needed, so that the functions of the water structures to be built can run as they function, and can have good resistance in storing water. In this study, we will discuss the analysis of the stability of the dam body statically with manual calculations on the Cibuntu reservoir, Kuningan Regency. This requires the author to examine the geological conditions and the nature of the subgrade around the construction of the Embung as a water reservoir with a relatively large volume to be considered as the most appropriate solution for the problem of water shortages in Cibuntu Village and its surroundings.

The method used is to analyze the engineering properties of the soil which includes the correlation between cone resistance (qc) and permeability (k) and then to obtain the value of the bearing capacity of the soil using the Schmertmann method (1978). The results of this study showed that the dominant lithology in the area was volcanic breccia and andesite lava. The depositional process took place ranging from the Early Pleistocene to the Holocene and was followed by geological processes up to the present time which formed the present morphology in the form of a Lava Ridge unit and a Pyroclastic Ridge unit. Analysis using the theory of Schmertmann (1978) obtained a safe bearing value on the bearing capacity of the soil (Longfoot Foot Foundation CPT 01: 684.77 kN/m2, CPT 02: 1144.19 kN/m2, CPT 03: 522.35 kN/m2) , and Bearing Capacity of Square Foot Foundation Soil CPT 01 : 1185,02 kN/m2, CPT 02: 1980,17 kN/m2, CPT 03: 903.93
kN/m2. From the value of the safe carrying capacity, it is correlated with safe conditions for the construction of the Cibuntu area and surrounding reservoirs.
3241535691L1B017052PERFORMA PERTUMBUHAN DAN SINTASAN
BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) STRAIN NIRWANA
DENGAN PEMBERIAN PAKAN BERBEDA

Ikan Nila Nirwana (Oreochromis niloticus) saat ini merupakan komoditas unggulan air tawar yang cukup digemari dan memiliki nilai ekonomi yang relatif tinggi di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan cacing sutra, maggot, dan cacing darah (Chironomus sp.), terhadap pertumbuhan benih ikan Nila Nirwana. Metode penelitian yang digunakan yaitu, Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 pengulangan dengan pemberian pakan yang berbeda setiap perlakuan. Perlakuan kontrol berupa pakan komersil berbentuk tepung (P0) menunjukan nilai pertumbuhan panjang mutlak 4.70±1.01 cm, sintasan benih 100%, dan laju pertumbuhan spesifik 6.96±0.23%.; tubifex (P1) menunjukan nilai pertumbuhan panjang mutlak 4.12±0.20 cm, sintasan benih 100%, dan laju pertumbuhan spesifik 16.99±0.01%; maggot (P2) menunjukan nilai pertumbuhan panjang mutlak 3.33±0.19 cm, sintasan benih 96.67±5.77%, dan laju pertumbuhan spesifik 15.75±0.93%; cacing darah (P3) menunjukan nilai pertumbuhan panjang mutlak 3.94±0.30 cm, sintasan benih 96.67±5.77%, dan laju pertumbuhan spesifik 16.66±0.42%. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pakan komersil dalam bentuk tepung menjadi perlakuan dengan hasil terbaik.


Tilapia fish strain Nirwana (Oreochromis niloticus) is currently a leading freshwater commodity which is quite popular and has a relatively high economic value in Indonesia. The purpose of this study was to determine the effect of feeding with silk worms, maggots, and blood worms (Chironomus sp.), on the growth of Tilapia fish strain Nirwana seeds. The research method used was Completely Randomized Design (CRD) consisted of 4 treatments and 3 replications i.e different feeding for each treatment. The treatment of commercial feed in the form of fish meal (P0) showed an absolute length growth value of 4.70±1.01 cm, 100% seed survival, and a specific growth rate of 6.96±0.23%; tubifex (P1) showed an absolute length growth value of 4.12±0.20 cm, 100% seed survival, and a specific growth rate of 16.99±0.01%; maggot (P2) showed an absolute length growth value of 3.33±0.19 cm, seed survival 96.67±5.77%, and a specific growth rate of 15.75±0.93%; Bloodworm (P3) showed an absolute length growth value of 3.94±0.30 cm, seed survival 96.67±5.77%, and a specific growth rate of 16.66±0.42%. The results showed that the provision of commercial feed in the form of fish meal was the treatment with the best results.

3241635692D1A018123Pendugaan Bobot Badan melalui Ukuran Tubuh pada Kambing Kejobong Betina Dewasa di Kelompok Tani Ternak Ngudi Dadi Kabupaten PurbalinggaPenelitian ini bertujuan untuk membandingkan ukuran tubuh dan bobot badan kambing Kejobong betina dewasa di Kelompok Tani Ternak Ngudi Dadi dengan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 301/Kpts/SR.120/5/2017 tentang Penetapan Rumpun Kambing Kejobong dan mendapatkan rumus pendugaan bobot badan berdasarkan ukuran tubuh kambing Kejobong betina dewasa. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 1 Februari – 1 Maret 2022, bertempat di kelompok Tani Ternak Ngudi Dadi yang merupakan daerah sentra pengembangan ternak kambing Kejobong di Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga. Materi penelitian adalah 97 ekor kambing Kejobong betina berumur >12 bulan. Metode penelitian adalah survei dan pengamatan langsung dengan teknik pengambilan data purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif, analisis regresi linier, analisis korelasi, determinasi, uji keakuratan dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kambing Kejobong betina dewasa memiliki rataan panjang badan 52,05 ± 7,11 cm, lingkar dada 73,43 ± 6 cm, tinggi pundak 68,32 ± 4,86 cm dan bobot badan 31,31 ± 7,45 kg. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,909 dan koefisien deteminasi sebesar 82,6%. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = -57,378 + 0,238(X1) + 0,746(X2) + 0,314(X3) dengan Y: bobot badan, X1: panjang badan, X2: lingkar dada, X3: tinggi pundak. Panjang badan memberikan sumbangan 19%, lingkar dada 64% dan tinggi pundak 17% dalam persamaan regresi. Uji keakuratan menunjukkan bahwa rumus yang diperoleh memiliki ketelitian rata-rata 92,46%. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa ukuran tubuh dan bobot badan kambing Kejobong betina dewasa di Kelompok Tani Ternak Ngudi Dadi lebih rendah dari standar ukuran tubuh dan bobot badan kambing Kejobong betina dewasa yang telah ditetapkan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 301/Kpts/SR.120/5/2017 tentang Penetapan Rumpun Kambing Kejobong. Untuk kepentingan efesiensi waktu maka pendugaan bobot badan hanya disarankan menggunakan lingkar dada saja karena mempunyai sumbangan relatif yang paling besar (64%).This study aims to compare the body size and body weight of adult female Kejobong goats in the Ngudi Dadi Livestock Farmer Group with the Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 301/Kpts/SR.120/5/2017 tentang Penetapan Rumpun Kambing Kejobong and obtaining a body weight guessing formula based on the body measurements of an adult female Kejobong goat. The research was conducted on February 1 - March 1, 2022, located in the Ngudi Dadi Livestock Farmer Group which is the center area for the development of Kejobong goats in Kejobong District, Purbalingga Regency. The research material used was 97 female Kejobong goats aged >12 months. The research method used is a survey with data retrieval techniques using purposive sampling. The data obtained is analyzed using descriptive analysis, linear regression analysis, correlation analysis, determination, accuracy test and t test. The results showed that the adult female Kejobong goat had an average body length of 52.05 ± 7.11 cm, a chest circumference of 73.43 ± 6 cm, a shoulder height of 68.32 ± 4.86 cm and a body weight of 31.31 ± 7.45 kg. The correlation coefficient is 0.909 and the coefficient of determination is 82.6%. The regression equation obtained is Y = -57,378 + 0.238(X1) + 0.746(X2) + 0.314(X3) with Y: body weight, X1: body length, X2: chest circumference, X3: shoulder height. Body length contributed 19%, chest circumference 64% and shoulder height 17% in the regression equation. The accuracy test showed that the obtained formula had an average accuracy of 92.46%. Based on research, it can be concluded that the body size and body weight of adult female Kejobong goats in the Ngudi Dadi Livestock Farmer Group is lower than the standard body size and body weight of adult female Kejobong goats that have been established by the Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 301/Kpts/SR.120/5/2017 tentang Penetapan Rumpun Kambing Kejobong. For the benefit of time efficiency, the presumption of body weight is only recommended using chest circumference only because it has the largest relative contribution (64%).
3241735693D1A018065KARAKTERISASI WARNA BULU, UMUR DAN JENIS KELAMIN KAMBING KEJOBONG SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN TERNAK INDIGENUS PADA SENTRA PENGEMBANGAN KAMBING KEJOBONG DI KECAMATAN KEJOBONG KABUPATEN PURBALINGGAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik warna bulu, umur dan jenis kelamin kambing Kejobong di Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga. Materi penelitian yang digunakan adalah 168 ekor kambing Kejobong. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengambilan data secara purposive sampling (sengaja). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif yaitu dengan mengelompokkan setiap variabel meliputi warna bulu, umur dan jenis kelamin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna bulu kambing Kejobong yang paling banyak ditemukan di Kelompok Ternah Tani Ngudi Dadi adalah dominan warna hitam (64%) dan proporsi warna pada masing-masing bagian tubuh yaitu kepala (80%), leher (79%), punggung (72%), pinggul (52%), ekor (65%), bulu rewos (63%) dan kaki (61%). Umur kambing Kejobong yang dipelihara paling banyak yaitu ternak dewasa (49%) atau secara khusus adalah ternak betina dewasa (42,26%) serta jenis kelamin kambing Kejobong yang paling banyak adalah betina (82%). Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa Kelompok Tani Ternak Ngudi Dadi masih mempertahankan kambing Kejobong sebagai ternak indigenus dilihat dari warna bulu yaitu warna hitam yang masih sesuai dengan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 301/kpts/SR120/5/2017, serta tujuan usaha pemeliharaan yang dilihat dari umur dan jenis kelamin.This study aims to determine the characteristics of the coat color, age and sex of Kejobong goats in Kejobong District, Purbalingga Regency. The research material used was 168 Kejobong goats. The research method used is a survey method with purposive sampling data collection technique (deliberately). The data obtained were analyzed descriptively qualitatively by grouping each variable including coat color, age and sex. The results showed that the coat color of the Kejobong goat that was most commonly found in the Ngudi Dadi Farmer Group was dominant black (64%) and also the proportion color on each body part, namely the head (80%), neck (79%), back (72%), hips (52%), tail (65%), hairy fur (63%) and legs (61%). The age of the Kejobong goats that are kept the most are adult cattle (49%) or specifically adult female cattle (42.26%) and the sex of the Kejobong goats are mostly female (82%). Based on these results, it shows that the Ngudi Dadi Livestock Farmers Group still maintains Kejobong goats as indigenous livestock seen from the color of the fur that is still in accordance with Degree of the Minister Agriculture of the Republic of Indonesia Number 301/kpts/SR120/5/207, as well as the purpose of the maintenance business in terms of age and sex.
3241835694H1A017062ANALISIS PENGARUH LENSA KONVERGEN DAN DIVERGEN TERHADAP KELUARAN DAYA SEL SURYA POLLYCRYSTALLINE 20 WPEnergi merupakan kebutuhan setiap manusia untuk keperluan sehari-hari seperti industri, komersial, rumah tangga, pertanian, dan transportasi.Energi surya merupakan energi yang cocok untuk dijadikan solusi pada permasalahan tersebut di Indonesia, mengingat Indonesia merupakan negara yang terletak di daerah khatulistiwa. Sehingga pemanfaatan energi surya sebagai pembangkit listrik sangat potensial. Untuk meningkatkan efisiensi penyerapan cahaya matahari, maka diperlukan modifikasi modul sel surya agar cahaya yang masuk semikonduktor bisa merata, digunakan lensa konvergen dan divergen untuk memaksimalkan hal tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat optimasi daya keluaran jika sel surya pollycrystalline 20 WP dimodifikasi dengan lensa konvergen dan divergen. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, hasil keluaran sel surya modifikasi tersebut akan dibandingkan dengan kondisi ideal yang dirancang menggunakan PSIM. Terbukti lensa konvergen dengan diameter 5 cm jarak fokus +100mm mampu meningkatkan optimasi daya keluaran. Kenaikan daya terbesar pada jarak fokus 10 cm yaitu 9,43 % atau 1,18 W beserta efisiensi sebesar 10,06% atau 1,6 W dan terkecil pada jarak fokus 15 cm yaitu 0 % beserta efisiensi sebesar 9,2 % atau 1,35 W. Sedangkan untuk lensa divergen dengan diameter 5 cm jarak fokus -100mm tidak terdapat optimasi daya dan cenderung membuat daya keluaran sel surya lebih kecil. Untuk data hardware dan software terdapat kesalahan pengukuran atau error percentage sebesar 6,31 % atau 0,92 W dengan daya keluaran software sebesar 15,5 W. Energy is the need of every human being, this is evidenced by the human need for energy for daily needs such as industry, commercial, household, agriculture, and also transportation. Solar energy is a suitable energy to be used as a solution to these problems and developed in Indonesia, considering that Indonesia is a country located in the equator. So that the use of solar energy as a power plant is very potential. To increase the efficiency of absorption of sunlight, it is necessary to modify the solar cell module so that the light entering the semiconductor can be evenly distributed, so convergent and divergent lenses are used to maximize this. The purpose of this study is to find out whether there is an optimization of output power if the 20 WP polycrystalline solar cell is modified by adding converging and diverging lenses. The research method uses quantitative methods, the output of the modified solar cells will be compared with the ideal conditions designed using PSIM. It is proven that a converging lens with a diameter of 5 cm and a focal length of +100mm can improve output power optimization. The largest increase in power at a focus distance of 10 cm is 9.43% or 1.18 W along with an efficiency of 10.06% or 1.6 W and the smallest at a focus distance of 15 cm is 0% with an efficiency of 9.2% or 1, 35 W. As for the diverging lens with a diameter of 5 cm, focal distance -100mm, there is no power optimization and tends to make the solar cell output power smaller. For hardware and software data, there is a measurement error or error percentage of 6.31% or 0.92 W with a software output power of 15.5 W.
3241935666C1L017012PENGARUH POTENSI DIRI, TEMAN SEBAYA DAN KONDISI EKONOMI ORANG TUA TERHADAP MINAT MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE PERGURUAN TINGGI SISWA KELAS XI IPS SMA N 5 PURWOKERTO TAHUN PELAJARAN 2021/2022Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh potensi diri, teman sebaya dan kondisi ekonomi orang tua terhadap minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi siswa kelas XI IPS SMA N 5 Purwokerto tahun pelajaran 2021/2022.
Penelitian ini merupakan penelitian ex-post facto dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 107 siswa kelas XI IPS SMA N 5 Purwokerto tahun ajaran 2021/2022. Metode pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji T.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Variabel potensi diri berpengaruh positif terhadap minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi (2) Variabel teman sebaya berpengaruh positif terhadap minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi (3) Variabel kondisi ekonomi orang tua berpengaruh positif terhadap minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
The purpose of this research is to determine the level of positive influence between self-potential, friends, and economic status of parents on interest in continuing education to university, Students of XI Social Science at SMA N 5 Purwokerto in the 2021/2022 academic year.
This was an ex-post facto study using the quantitative approach. Populations that used in this research is 107 students of XI Social Science at SMA N 5 Purwokerto. The data were collected by a questionnaire and documentation. The data analysis technique is T test.
The result of this experiment showthat: (1) The self-potential has a positive effect of the interest to continue their studies to university; (2) The friends has a positive effect of the interest to continue their studies to university; (3) Economic status of parents has a positive effect of the interest to continue their studies to university.
3242035696J1C016019ASPEK GASTRONOMI DALAM MANGA OISHINBO A LA CARTE VOLUME 13
Penelitian ini mengkaji mengenai aspek gastronomi yang terdapat dalam manga Oishinbo A La Carte Volume 13. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan aspek gastronomi yang terdapat dalam manga Oishinbo A La Carte volume 13 dan mendeskripsikan mengenai aspek-aspek gastronomi yang terdapat dalam manga Oishinbo A La Carte volume 13 tersebut. Penelitian ini menggunakan teori gastronomi yang dikemukakan oleh Caillein Gillespie. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah teknik simak catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif analisis. Hasil dari penelitian ini ditemukan 21 data diantaranya 2 data mengenai aspek gastronomi seni memasak, 4 data mengenai aspek gastronomi makanan, 3 data mengenai aspek gastronomi budaya, 8 data yang mengandung dua aspek, yaitu aspek gastronomi seni memasak dan aspek makanan, 2 data mengenai aspek gastronomi makanan dan budaya, 2 data yang mencakup tiga aspek yaitu aspek gastronomi seni memasak, aspek makanan dan aspek budaya. Kesimpulan yang didapat adalah Melalui manga Oishinbo à la Carte volume 13 dapat ditemukan berbagai macam cara masyarakat Jepang dalam mengolah gohan.This research examines about the gastronomy aspects in the manga oishinbo a la carte volume 13. The purposes of this research are to find aspects of gastronomy in the manga oishinbo a la carte volume 13 and to describe the aspects of gastronomy in the manga oishinbo a la carte volume 13. This research use gastronomy theory by Caillein Gillespie. The type of this research is qualitative descriptive. The data collection method is teknik simak catat. The data analysis method is descriptive analysis. Result of this research is discovered about 21 data about aspects of gastronomy which is 2 data of gastronomy aspects of cooking art, 4 data of gastronomy aspects of food, 3 data of gastronomy aspects of culture, 8 data which is contains of two aspects, gastronomy aspects of cooking art and gastronomy aspects of food, 2 data of gastronomy aspects of food and gastronomy aspects of culture and 2 data which is contains three aspects, gastronomy aspects of cooking art, gastronomy aspects of food and gastronomy aspects of culture. The conclusion of this research is in the manga oishinbo a la carte volume 13, there is variety of Japanese method to prepare gohan.