Artikel Ilmiah : H1C018029 a.n. ANNISA HELLY SURANDA

Kembali Update Delete

NIMH1C018029
NamamhsANNISA HELLY SURANDA
Judul ArtikelGeologi Dan Analisis Kerentanan Gerakan Tanah Menggunakan Metode Spatial Multi-
Criteria Evaluation (Smce) Daerah Gumingsir Dan Sekitarnya, Pagentan, Banjarnegara
Abstrak (Bhs. Indonesia)Gumingsir dan sekitarnya merupakan salah satu daerah dengan potensi bencana tanah longsor
yang tinggi di Kabupaten Banjarnegara. Bentuk geografi Banjarnegara yang terdiri dari tiga
pembagian, yaitu zona utara yang termasuk kawasan dengan relief yang curam dan
bergelombang, bagian tengah terdiri dari zona Depresi Serayu, dan di bagian selatan terdapat
Pegunungan Serayu dengan kenampakan relief yang curam. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui kondisi geologi daerah penelitian, mengaplikasikan metode Spatial Multi-Criteria
Evaluation (SMCE) dalam memetakan kerentanan gerakan tanah, dan mengidentifikasi faktor
yang memengaruhi kerentanan tanah di daerah penelitian. Berdasarkan hasil analisis studio dan
labolatorium yang telah dilakukan, diketahui bahwa satuan geomorfologi yang berkembang di
daerah penelitian, yaitu, Satuan Perbukitan Intrusi Gumingsir, Satuan Zona Sesar Gumingsir, dan
Satuan Punggungan Aliran Lahar Gumingsir. Kemudian satuan geologi yang terdapat di daerah
penelitian terdiri dari Satuan Intrusi Diorit (MA), Satuan Intrusi Diorit (PA), Satuan Breksi Laharik,
dan Satuan Perselingan Batulempung-Batupasir. Identifikasi zona kerentanan tanah di daerah
penelitian dilakukan dengan 8 indikator parameter pendukung berupa data kemiringan lereng,
elevasi, tutup lahan, litologi, massa batuan, buffer jalan, buffer sungai, dan aspect. Selanjutnya
diperoleh peta kerentanan dengan 4 zona kerentanan dengan tingkat rendah, sedang, tinggi, dan
sangat tinggi. Sehingga diperoleh korelasi kesebandingan antara kondisi geologi dan faktor
kerentanan longsor yang memengaruhi daerah penelitian.
Abtrak (Bhs. Inggris)Gumingsir and its surroundings are one of the areas with a high potential for landslide disasters
in Banjarengara Regency. The geographical form of Banjarnegara consists of three divisions,
namely the northern zone which includes an area with a steep and undulating relief, the central
part consists of the Serayu Depression zone, and in the southern part there is the Serayu
Mountains with the appearance of a steep relief. This study aims to determine the geological
conditions of the research area, apply the Spatial Multi-Criteria Evaluation (SMCE) method in
mapping soil movement vulnerability, and identify factors that affect soil vulnerability in the study
area. Based on the results of studio and laboratory analysis that has been carried out, it is known
that the geomorphological units that developed in the study area, namely, the Gumingsir Intrusion
Hills Unit, the Gumingsir Fault Zone Unit, and the Gumingsir Lava Flow Ridge Unit. Then the
geological units contained in the study area consisted of the Diorite Intrusion Unit (MA), the Diorite
Intrusion Unit (PA), the Laharik Brexit Unit, and the Sandstone-Sandstone Interspersion Unit.
Identification of soil vulnerability zones in the study area was carried out with 8 indicators of
supporting parameters in the form of data on slope, elevation, land cover, lithology, rock mass,
road buffer, river buffer, and aspect. Furthermore, a vulnerability map was obtained with 4
vulnerability zones with low, medium, high, and very high levels. So that a comparative correlation was obtained between geological conditions and landslide vulnerability factors that affect the
research area.
Kata kunciSMCE, kerentanan tanah, spasial, zona kerentanan, Gumingsir
Pembimbing 1Dr. Ir. Indra Permanajati, S.T., M.T.
Pembimbing 2Ir. Januar Aziz Zaenurrohman, S.T., M.Eng., IPP
Pembimbing 3
Tahun2022
Jumlah Halaman7
Tgl. Entri2022-11-10 14:09:29.237267
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.