Artikel Ilmiah : F1D017024 a.n. MUHAMMAD RONALD TATO PUTRANTO

Kembali Update Delete

NIMF1D017024
NamamhsMUHAMMAD RONALD TATO PUTRANTO
Judul ArtikelPENOLAKAN ETNIS MELAYU TERHADAP RENCANA RATIFIKASI
INTERNATIONAL CONVENTION ON THE ELIMINATION OF ALL
FORMS OF RACIAL DISCRIMINATION (ICERD)
DAN KEJATUHAN KOALISI PAKATAN
HARAPAN DI MALAYSIA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana bagaimana penolakan etnis Melayu terhadap rencana ratifikasi ICERD di Malaysia dan pengaruhnya bagi kejatuhan koalisi Pakatan Harapan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan paradigma non-positivisme dengan bingkai penelitian perspektif strukturalisme. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rencana ratifikasi ICERD oleh Mahathir Mohamad di Malaysia telah memancing reaksi yang negatif bagi masyarakat Malaysia, dalam hal ini yang paling menentang adalah orang-orang Melayu. Meskipun rencana ratifikasi ICERD telah dibatalkan oleh Mahathir, orang-orang Melayu dari berbagai macam lapisan dan berbagai daerah memutuskan unttuk turun ke jalanan Kuala Lumpur untuk menyuarakan aspirasi mereka terkait dengan penolakan rencana ratifikasi ICERD di Malaysia. Aksi turun ke jalan tersebut kemudian dikenal dengan aksi unjuk rasa 812. Alasan yang mendasari orang-orang Melayu menolak rencana ratifikasi ICERD adalah mereka khawatir keistimewaan mereka di Malaysia akan hilang apabila ICERD benar-benar terwujud di Malaysia. Selain itu, aksi penolakan rencana ratifikasi ICERD oleh orang-orang Melayu juga dipicu oleh trauma sejarah yang belum hilang di benak orang-orang Melayu. Trauma sejarah yang dimaksud disini adalah ketakutan bahwa peristiwa kerusuhan rasial tahun 1969 terulang lagi dimana orang – orang Melayu tidak mau keistimewaan dan harga diri mereka diinjak -injak oleh orang-orang non-Melayu. Gelombang protes atau penolakan terhadap rencana ratifikasi ICERD oleh orang Melayu di Malaysia pada akhirnya ikut andil dalam goyahnya kekuasaan koalisi Pakatan Harapan di Malaysia hingga berujung pada kejatuhan koalisi Pakatan Harapan.
Kata Kunci: ICERD, Koalisi, Melayu, dan Pakatan Harapan
Abtrak (Bhs. Inggris)This research article aims to analyze how the Malay ethnic rejection of the ICERD ratification plan in Malaysia and its impact on the downfall of the Pakatan Harapan coalition. This study uses a qualitative method and a non-positivism paradigm approach with a structuralism perspective research frame. The results of this study indicate that Mahathir Mohamad's planned ratification of ICERD in Malaysia has provoked a negative reaction for the Malaysian people, in this case the Malays are the most opposed. Even though Mahathir had canceled the proposed ICERD ratification, Malays from all walks of life and from various regions decided to take to the streets of Kuala Lumpur to voice their aspirations regarding the rejection of the ICERD ratification plan in Malaysia. The demonstrations that took to the streets became known as the 812 demonstrations. The underlying reason for the Malays rejecting the ICERD ratification plan was that they were worried that their privileges in Malaysia would be lost if ICERD actually materialized in Malaysia. In addition, the action of rejecting the ICERD ratification plan by the Malays was also triggered by the historical trauma that has not disappeared in the minds of the Malay people. The historical trauma referred to here is the fear that the 1969 racial riots would happen again where the Malays did not want their privileges and dignity to be trampled on by non-Malays. The wave of protest or rejection of the planned ratification of ICERD by Malays in Malaysia ultimately contributed to the shaky power of the Pakatan Harapan coalition in Malaysia which led to the downfall of the Pakatan Harapan coalition.
Keywords: ICERD, Coalition, Malay, and Pakatan Harapan
Kata kunci ICERD, Koalisi, Melayu, dan Pakatan Harapan
Pembimbing 1Luthfi Makhasin
Pembimbing 2Bambang Suswanto
Pembimbing 3Titis Perdani
Tahun2022
Jumlah Halaman25
Tgl. Entri2022-02-14 17:41:53.523168
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.