Home
Login.
Artikelilmiahs
34929
Update
PRISCHILIA PUJIWATI
NIM
Judul Artikel
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA SOKARAJA KULON (STUDI KASUS PROGRAM KAMPUNG KB, BUMDES, DAN KAMPUNG BATIK)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Implementasi dana desa diwujudkan untuk meningkatkan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat di Desa Sokaraja Kulon pada tahun 2018. Total anggaran desa yang dialokasikan di Desa Sokaraja Kulon pada tahun 2018 ialah sebesar Rp. 2.156.365.510.- yang mana sesuai dengan Pasal 1 Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa pada tahun 2018. Dari total pendapatan tersebut, alokasi dana sebesar Rp. 846.571.145 untuk dilaksanakannya program dalam bidang pembangunan desa dan alokasi dana sebesar Rp. 407.900.000 yang mana dialokasikan untuk pemberdayaan masyarakat. Pemerintah Kabupaten mengalokasikan dana perimbangan yang telah diterima oleh Kabupaten dan kemudian diteruskan kepada perangkat desa dengan memperhatikan prinsip keadilan dan menjamin pemerataan distribusi. Selain itu, dalam bidang pembangunan desa adanya pembinaan masyarakat difungsikan sebagai bentuk dari pemberdayaan masyarakat yang memiliki tujuan yaitu untuik mensejahterakan kehidupan desa. Desa sokaraja kulon memiliki masalah menumpuknya sampah, sehingga membuat desa tersebut menjadi darurat akan permasalahan mengenai sampah. Atas permasalahan tersebut Bumdes Sokaraja Kulon akan mendirikan tempat pengelolaan sampah. Yang nanti pada tempat tersebut akan mengelola berbagai macam sampah menjadi pupuk dan barang yang memiliki nilai jual. Desa Sokaraja juga membangun desanya dalam hal kesehatan dan kepadatan penduduk melalui kampung KB. Kampung Kb ini merupakan jawaban atas permasalahan kepadatan penduduk pada pemukiman kumuh. Selain pengelolaan sampah dan kampung KB, BUMDes Sokaraja Kulon juga memfasilitasi ambulance untuk masyarakat disekitar Sokaraja Kulon yang diberi nama ‘Sulon Sehat’ dengan kepanjangan Sokaraja Kulon Sehat.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The implementation of village funds was realized to improve village development and community empowerment in Sokaraja Kulon Village in 2018. The total village budget allocated in Sokaraja Kulon in 2018 were Rp. 2,156,365,510.- which is in accordance with Article 1 of the Village Revenue and Expenditure Budget in 2018. From the total income, the allocation of funds is Rp. 846,571,145 for the implementation of programs in the field of village development and the allocation of funds amounting to Rp. 407.9 million of which is allocated for community empowerment. The Regency Government allocates the balancing funds that have been received by the Regency and then forwarded to the village apparatus by taking into account the principles of justice and ensuring equitable distribution. In addition, in the field of village development, community development is functioned as a form of community empowerment which has the goal of prospering village life. Sokaraja Kulon village has a problem with piling up garbage, thus making the village an emergency regarding waste problems. For this problem, Bumdes Sokaraja Kulon will establish a waste management site. Which later in the place will manage various kinds of waste into fertilizer and goods that have a selling value. Sokaraja village is also developing its village in terms of health and population density through the KB village. Kampung Kb is the answer to the problem of population density in slum settlements. In addition to waste management and the KB village, BUMDes Sokaraja Kulon also facilitates an ambulance for the community around Sokaraja Kulon which is named 'Sulon Sehat' which stands for Sokaraja Kulon Sehat.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save