Home
Login.
Artikelilmiahs
34930
Update
ATHALLA SYAMBETHA
NIM
Judul Artikel
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REGENERASI TENAGA KERJA PERTANIAN DI DESA KAPANDAYAN KECAMATAN CIAWIGEBANG KABUPATEN KUNINGAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
ABSTRAK Regenerasi pertanian merupakan suatu proses meneruskan kegiatan usaha pertanian dari petani tua ke petani muda. Krisis regenerasi pertanian menjadi suatu masalah di berbagai negara. Hal tersebut didukung dengan menurunnya jumlah produksi padi maupun produktivitas pertanian. Apabila hal tersebut dibiarkan maka akan terjadi krisis pangan di negara. Indonesia khususnya Desa Kapandayan, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu daerah yang terdampak masalah regenerasi pertanian. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif serta memiliki tujuan untuk menganalisis regenerasi pertanian untuk melanjutkan usaha pertanian milik keluarga di Desa Kapandayan, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi regenerasi dan melihat variabel manakah yang paling berpengaruh dalam regenerasi pertanian di Desa Kapandayan. Variabel yang digunakan yaitu pendidikan, jenis kelamin, luas lahan, dan pendapatan dari sektor lain. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis regresi berganda dengan data primer yang dikumpulkan melalui wawancara langsung dan kuesioner kertas. Berdasarkan analisis yang sudah dilakukan menggunakan aplikasi SPSS 25 memperoleh hasil: (1) pendidikan, jenis kelamin, luas lahan, dan pendapatan dari sektor lain tidak berpengaruh signifikan dan positif terhadap regenerasi pertanian, (2) tidak ada variabel yang paling berpengaruh atau dominan di Desa Kapandayan, Kecamatan Ciawigebnag, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Implikasi dari kesimpulan diatas ialah para responden yang tidak ingin melanjutkan usaha pertanian diharapkan dapat tertarik dengan adanya kerja sama antara pemerintah, investor dan masyarakat. Pemerintah lebih menekankan tentang potensi dan ancaman di sektor pertanian kepada generasi muda melalui sosialisasi maupun kebijakan dalam mengembangkan potensi sumber daya manusia dan alat teknologi pertanian.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Agricultural regeneration is a process of continuing agricultural business activities from old farmers to young farmers. The crisis of agricultural regeneration has become a problem in many countries. This is supported by the decline in the amount of rice production and agricultural productivity. If this is allowed to be eaten, there will be a food crisis in the country. Indonesia, especially Kapandayan Village, Ciawigebang District, Kuningan Regency, West Java Province is one of the areas affected by the problem of agricultural regeneration. This study uses quantitative and qualitative methods and aims to analyze agricultural regeneration to continue a family-owned farming business in Kapandayan Village, Ciawigebang District, Kuningan Regency, West Java Province. Analyze the factors that affect regeneration and see which variabels have the most influence on agricultural regeneration in Kapandayan Village. The variabels used are education, gender, land area, and income from other sectors. The analytical method used is multiple regression analysis with primary data collected through direct interviews and paper questionnaires. Based on the analysis that has been carried out using the SPSS 25 application, the results obtained are: (1) education, gender, land area, and income from other sectors have no significant and positive effect on agricultural regeneration, (2) there is no dominant or most influential variabel in the village. Kapandayan, Ciawigebnag District, Kuningan Regency, West Java Province. The implication of the conclusion above is that respondents who do not want to continue their agricultural business are expected to be interested in the cooperation between the government, investors and the community. The government emphasizes more on the potential and threats in the agricultural sector to the younger generation through socialization and policies in developing the potential of human resources and agricultural technology tools.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save