Artikel Ilmiah : A1C017009 a.n. NAUFAL FIKRI REVORA

Kembali Update Delete

NIMA1C017009
NamamhsNAUFAL FIKRI REVORA
Judul ArtikelUJI PERFORMANSI IMPLEMEN PENCABUT BATANG JAGUNG
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penanaman jagung di lahan meninggalkan limbah yang salah satunya adalah
limbah batang jagung. Pada saat ini proses pencabutan batang jagung masih
bersifat konvensional yang mana pada prosesnya dilapangan masih membutuhkan
waktu yang lama, membutuhkan tenaga yang besar, dan biaya yang dikeluarkan
untuk upah tenaga kerja sangat mahal. Teknologi pencabut batang jagung
sekarang masih menggunakan alat Tradisional seperti sabit dan parang, dengan
cara memotong satu persatu batang jagung tersebut dan masih meninggalkan
limbah karena tanaman jagung tidak tercabut dari akarya sehingga masih harus
dilanjutkan menggunakan cangkul untuk mencabut sampai ke akarnya. Karenanya
diperlukan suatu alat mekanis yang dapat mencabut batang jagung dengan aman,
mudah, cepat, dan mudah untuk dioperasikan oleh para petani. Penelitian ini
dilakukan dengan maksud dan tujuan menguji performansi implement pencabut
batang jagung. Implemen pencabut yang digunakan pada penelitian ini adalah tipe
pencabut alur ganda yang merupakan hasil desain Bimantara et al (2020).
Penelitian dilaksanakan pada lahan jagung yang berada di karangwangkal,
Purwokerto Utara. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan survey terlebih
dahulu pada lahan jagung dengan mengamati karkteristik tanaman jagung dan
juga kondisi yang ada pada lahan, setelah itu dilakukan perancangan dan
pembuatan prototipe implemen pencabut batang jagung tipe alur ganda dibuat di
bengkel Karya Mulya yang bertempat di Karanglewas, Purwokerto barat. Proses
uji performansi implemen pencabut batang jagung dilakukan dengan mengukukur
kapasitas lapang efektif, kapasitas lapang teoritis, efisiensi kerja, slip roda, kinerja
implemen dan mengambil data sifat fisik tanah yang ada di lahan jagung.
Proses pencabutan batang jagung menggunakan implemen pada luas lahan
satu hektar memperoleh waktu kerja yang lebih efisien dibandingkan pencabutan
menggunakan teknologi konvensional yang memakan waktu 25 hari kerja atau
setara 200 jam, dimana pada kedalaman pencabutan 5 cm sebesar 47,16 jam,
kedalaman 10 cm sebesar 64,93 jam, dan kedalaman 15 cm sebesar 90 jam.
x
Kinerja implemen pencabut batang jagung dilahan menghasilkan
persentase jumlah batang jagung tidak tercabut terbesar pada kedalaman
pencabutan 15 cm sebesar 60,6 % dari 145 buah batang jagung pada luas lahan
0,00367 ha. Persentase jumlah batang jagung yang rusak akibat pencabutan
terbesar pada kedalaman 10 cm sebesar 43% dari 139 buah batang jagung pada
luas lahan 0,00375 ha, dan persentase batang jagung yang tercabut terbesar
didapatkan pada kedalaman pencabutan 5 cm yaitu sebesar 20,6 % dari 145 buah
batang jagung pada luas lahan 0,00366 ha.
Abtrak (Bhs. Inggris)Planting corn on land leaves waste, one of which is corn stalk waste. At this
time the corn stalk removal process is still conventional which in the field process
still takes a long time, requires a lot of energy, and the costs incurred for labor
are very expensive. The technology of removing corn stalks is still using
traditional tools such as sickles and machetes, by cutting the corn stalks one by
one and still leaving waste because the corn plant is not pulled out of the root so
you still have to continue using a hoe to pull out the roots. Therefore we need a
mechanical device that can remove corn stalks safely, easily, quickly, and easily
to be operated by farmers. This research was conducted with the intent and
purpose of testing the performance of the corn stalk remover implement. The
pulling implement used in this study is a double groove puller type which is the
result of the design of Bimantara et al (2020).
The research was carried out on a corn field located in Karangwangkal,
North Purwokerto. This research was carried out by conducting a survey first on
the corn field by observing the characteristics of the corn plant and also the
conditions that existed on the land, after that the design and manufacture of a
prototype of the double groove type corn stalk puller was made at the Karya
Mulya workshop located in Karanglewas, West Purwokerto. . The process of
testing the performance of the implementation of the corn stalk remover was
carried out by measuring the effective field capacity, theoretical field capacity,
work efficiency, wheel slip, implementation performance and taking data on the
physical properties of the soil in the corn field.
The process of removing corn stalks using an implement on an area of one
hectare obtains a more efficient working time than the extraction using
conventional technology which takes 25 working days or the equivalent of 200
hours, where at a depth of 5 cm retraction is 47.16 hours, a depth of 10 cm is 64.
.93 hours, and a depth of 15 cm is 90 hours.
xii
The performance of the implementation of corn stalk removal in the field
resulted in the largest percentage of unpulled corn stalks at a extraction depth of
15 cm by 60.6% from 145 corn stalks on a land area of 0.00367 ha. The highest
percentage of maize stalks damaged by retraction was at a depth of 10 cm by 43%
of 139 maize stalks on a land area of 0.00375 ha, and the largest percentage of
maize stalks that were uprooted was found at a depth of 5 cm retraction, which
was 20.6% from 145 corn stalks on a land area of 0.00366 ha.
Kata kunciJagung, Implemen Pencabut Jagung, Alat Pertanian.
Pembimbing 1Arief Sudarmaji,S.T.,M.T., Ph.D.
Pembimbing 2Susanto Budi Sulistyo, S.TP., M.Si., Ph.D.
Pembimbing 3
Tahun2021
Jumlah Halaman59
Tgl. Entri2021-11-19 15:31:33.185918
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.