Home
Login.
Artikelilmiahs
34242
Update
SRI MULYANI
NIM
Judul Artikel
PENILAIAN KINERJA DAN KESIAPAN MODERNISASI IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI KEWENANGAN KABUPATEN: Studi Kasus DI Kediri, Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Modernisasi irigasi di Indonesia sebagaimana didefinisikan dalam Pedoman Umum Modernisasi Irigasi (Kementrian PU, 2011) adalah upaya mewujudkan sistem pengelolaan irigasi partisipatif yang berorientasi pada pemenuhan tingkat layanan irigasi secara efektif, efisien dan berkelanjutan dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan air, melalui peningkatan keandalan penyediaan air, prasarana, pengelolaan irigasi, institusi pengelola,dan sumber daya manusia. Kinerja irigasi menjadi suatu indikasi dalam rangka menggambarkan pengelolaan sistem irigasi tujuannya yaitu optimasi penggunaan air agar dapat digunakan secara lebih efektif. Penelitian dilaksanakan di Daerah Irigasi Kediri Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kinerja irigasi dan tingkat kesiapan modernisasi DI Kediri, Kabupaten Banyumas. IKSI DI Kediri memperoleh nilai yang berasal dari prasarana fisik (39,60%), produktivitas tanaman (13,89), sarana penunjang (7,69%), organisasi personalia (12,80%), Dokumentasi (4%) dan P3A (6,73%). Nilai IKMI diperoleh dari ketersediaan air ( 17%), sarana irigasi (14%), sistem pengelolaan (5%), institusi pengelola (9%), dan SDM (9%). Sistem pengelolaan, institusi pengelola dan SDM mendapat predikat kurang sehingga perlu diperbaiki kembali. Nilai IKSI pada DI Kediri lebih besar dibandingkan nilai IKMI. Nilai IKSI yaitu 84,71% sedangkan nilai IKMI 53%.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Modernization of irrigation in Indonesia as defined in General Guidelines for Irrigation Modernization (Kementrian PU, 2011) is an effort to realize a participatory irrigation management system that oriented to the effective fulfillment of the level of irrigation services, efficient and sustainable to support food security and water, through improving the reliability of water supply, infrastructure, irrigation management, management institutions, and human resources. Irrigation performance becomes an indication to describe the management of the irrigation system, the goal is to optimize water use so that it can be used more effectively. The research was conducted in the Kediri Irrigation Area, Banyumas Regency. The purpose of this study was to determine the irrigation performance and the level of readiness for modernization in Kediri, Banyumas Regency. IKSI DI Kediri obtained scores from physical infrastructure (39.60%), plant productivity (13.89), supporting facilities (7.69%), personnel organization (12.80%), Documentation (4%), and P3A (6.73%). The IKMI value is obtained from the availability of water (17%), irrigation facilities (14%), management systems (5%), management institutions (9%), and human resources (9%). The management system, management institutions, and human resources are considered lacking so they need to be improved again. The IKSI value in DI Kediri is greater than the IKMI value. The IKSI value is 84.71% while the IKMI value is 53%.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save