Home
Login.
Artikelilmiahs
34191
Update
TASYA NURUL ANGGRAENI
NIM
Judul Artikel
Kerjasama Cina Dengan Indonesia Melalui Belt and Road Initiative Dalam Pembangunan Infrastruktur di Indonesia Tahun 2018-2020
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian yang berjudul “Kerjasama Cina dan Indonesia Melalui Belt and Road Initiative Dalam Pembangunan Infrastruktur di Indonesia Tahun 2018-2020” merupakan penelitian yang berfokus pada kerjasama antara Cina dengan Indonesia melalui kebijakan yang dibuat oleh Presiden Xi Jinping, yaitu Belt and Road Initiative terutama pada tahun 2018-2020. Pada tahun 2013, Presiden Cina Xi Jinping telah mengeluarkan sebuah kebijakan ekonomi dengan tujuan untuk membangun sebuah jalur perdagangan atau membangun infrastruktur yang dapat mendukung kelancaran dan kemajuan perdagangan internasional melalui jalur darat maupun laut yang dikenal dengan One Belt One Road (OBOR). One Belt One Road memiliki dua komponen yaitu the Silk Road Economic Belt sebagai jalur darat dan the 21st Century Maritime Silk Road sebagai jalur laut. Akan tetapi, pada tahun 2016 Presiden Xi Jinping mengubah nama yang tadinya One Belt One Road menjadi Belt and Road Initiative, akan tetapi perubahan nama tersebut tidak merubah tujuan awal dibuatnya kebijakan ekonomi One Belt One Road. Fokus utama Belt and Road Initiative adalah investasi infrastruktur, material konstruksi, kereta api, jalan raya, mobil, real estate, jaringan listrik, besi, dan baja. Indonesia pada tahun 2016 sepakat untuk melakukan kerjasama dengan Cina melalui Belt and Road Initiative dalam bentuk pendanaan dan transfer tenaga kerja dari Cina dalam pembangunan sejumlah infrastruktur guna peningkatan ekonomi politik Indonesia. Berdasarkan analisis penelitian yang dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif menggunakan konsep kerjasama internasional dapat dilihat bahwa negara Cina maupun Indonesia memiliki kepentingan yang kuat dalam kebijakan Belt and Road Initiative, terutama dalam kepentingan ekonomi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The research entitled "Cooperation between China and Indonesia through Belt and Road Initiative in Infrastructure Development in Indonesia in 2018-2020" is a study that focuses on cooperation between China and Indonesia through the policies made by President Xi Jinping, namely the Belt and Road Initiative, especially the Belt and Road Initiative. in 2018-2020. In 2013, Chinese President Xi Jinping issued an economic policy with the aim of building trade routes or building infrastructure that can support the smooth and progress of international trade through land and sea routes known as One Belt One Road (OBOR). One Belt One Road has two components, namely the Silk Road Economic Belt as a land route and the 21st Century Maritime Silk Road as a sea route. However, in 2016 President Xi Jinping changed the name from One Belt One Road to Belt and Road Initiative, but the name change did not change the original goal of the One Belt One Road economic policy. The Belt and Road Initiative's main focus is investment in infrastructure, construction materials, rail, roads, automobiles, real estate, power grids, iron and steel. Indonesia in 2016 agreed to cooperate with China through the Belt and Road Initiative in the form of funding and labor transfers from China in the construction of a number of infrastructures to improve Indonesia's political economy. Based on the analysis of research conducted with qualitative descriptive methods using the concept of international cooperation, it is seen that both China and Indonesia have strong interests in the Belt and Road Initiative policy, especially in economic interests.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save