| NIM | J1C017012 |
| Namamhs | KHAIFA RAUDZOTUL ULA SYAHIDA |
| Judul Artikel | Representasi Kebiasaan Membaca Masyarakat Jepang pada Film Mimi o Sumaseba (Semiotika John Fiske) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini menggunakan objek kajian berupa film animasi yang berjudul “Mimi o Sumaseba” (1995). Film ini mengurai representasi kebiasaan membaca masyarakat Jepang dalam narasi filmnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori semiotika The Codes of Television dari John Fiske yang terbagi ke dalam tiga tahapan analisis yaitu level realitas, representasi, dan ideologi. Kebiasaan membaca teridentifikasi melalui kode-kode yang muncul pada ketiga level tersebut yang berasal dari tokoh maupun objek yang menjadi representamen indikasi kebiasaan, yang diukur berdasarkan lingkungan, fasilitas membaca, frekuensi membaca, durasi membaca, tujuan membaca dan kebutuhan akan bacaan. Hasil penelitian pada level realitas, kebiasaan membaca masyarakat Jepang disematkan pada tokoh utama dan figuran yang menunjukan indikasi kebiasaan membaca, terlihat dari aspek penampilan, dialog, gerakan dan ekspresi. Sementara pada level representasi, kode-kode teknis pada film yang menggambarkan kategori kebiasaan membaca disematkan pada tokoh utama dan figuran seperti pada perilaku membaca koran, manga, buku dan sebagainya yang tercermin melalui aspek latar, properti, serta musik dan suara. Pada level ideologi, yang dapat disimpulkan penggambaran kebiasaan membaca pada tokoh-tokoh menunjukkan ideologi maskulinitas dan individualisme. Film “Mimi o Sumaseba” menjadi media komunikasi yang efektif untuk menyebarkan ide gagasan terkait literasi dan juga menjadi media budaya yang menggambarkan kehidupan masyarakat Jepang kepada khalayak. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research used an animation film as the study object entitled “Mimi o Sumaseba” (1995). This film depicts Japanese people reading habits in the film’s narrative. This research was analyzed using the theory of The Codes of Television by John Fiske. There were three stages of analysis, namely, reality level, representation level, and ideology level. These habits are identified through the codes that appear at the three levels originating from the characters and objects that represent the indications of habits, which were measured based on the environment, reading facilities, reading frequencies, reading durations, reading purposes, and the need for reading. The research result of the reality level is Japanese people’s reading habits were embedded in the main character and extras who show reading habits that are visible from appearance, dialogue, gesture, and expression. Representation level, the technical codes that describe the class of reading habits that are embedded in the main character and extras such as reading newspapers, manga, books, and so on, are reflected through the background, property, sound, and music aspect. The ideology level, which can be deduced from the depiction of reading habits on characters, shows the ideology of masculinity and individualism. “Mimi o Sumaseba” film became an effective medium for spreading the idea of literacy and become a cultural medium that portrayed the life of Japanese society to the audience. |
| Kata kunci | Representasi, dokusha, dokusho-ka, hon no mushi, Fiske, kode televisi |
| Pembimbing 1 | Dr. Yusida Lusiana, S.S., M.Si, M.Pd |
| Pembimbing 2 | Muammar Kadafi, S.S., M.A |
| Pembimbing 3 | Diana Puspitasari, S.S., M.A |
| Tahun | 2021 |
| Jumlah Halaman | 14 |
| Tgl. Entri | 2021-08-13 14:58:09.500844 |
|---|