Artikelilmiahs

Menampilkan 28.981-29.000 dari 50.106 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2898132319F1B017035DAMPAK OPERASIONALISASI TRANSPORTASI PUBLIK TERHADAP AKSESIBILITAS PENGGUNA JASA TRANSPORTASI DAN KESEJAHTERAAN PENGUSAHA TRANSPORTASI SWASTA DI PURWOKERTOOperasionalisasi transportasi publik seperti BRT Trans Jateng di Purwokerto merupakan salah satu bentuk pelayanan yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat. Namun, operasionalisasi BRT Trans Jateng tidak hanya akan memberikan dampak yang diharapkan (intended) saja kepada masyarakat, tetapi juga memberikan dampak yang tidak diharapkan (unintended)kepada golongan masyarakat lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh operasionalisasi transportasi public terhadap aksesibilitas pengguna jasa transportasi sebagai dampak yang diharapkan, dan perubahan pada kesejahteraan pengusaha transportasi swasta sebagai dampak yang tidak diharapkan. Pada penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode kuantitatif asosiatif dan deskriptif dengan Operasionalisasi Transportasi Publik sebagai variabel independen (X1), Aksesibilitas Pengguna Jasa Transportasi sebagai variabel dependen (Y1), dan Kesejahteraan Pengusaha Transportasi Swasta sebagai variabel dependen (Y2). Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling, dan lokasi penelitian berada di dalam BRT Trans Jateng, rute yang dilalui BRT Trans Jateng, kantor atau rumah pengusaha transportasi swasta, dan terminal Bulupitu Purwokerto. Teknik analisa yang digunakan adalah teknik korelasi Kendall’s Tau dan regresi ordinal. Sampel yang diambil berjumlah 160, 100 sampel diambil dari pengguna jasa transportasi BRT Trans Jateng dan 60 sampel dari Pengusaha Transportasi swasta. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa operasionalisasi transportasi publik berupa BRT Trans Jateng memberikan dampak yang positif dan signifikan terhadap aksesibilitas pengguna jasa transportasi dan kesejahteraan pengusaha transportasi swasta. Hasil analisis data menggunakan korelasi Kendall’s Tau-b menunjukan nilai signifikansi sebesar 0,000 dan koefisien korelasi sebesar 0,521 yang berarti terdapat hubungan yang positif dan signifikanantara operasionalisasi transportasi publik dan aksesibilitas pengguna jasa transportasi. Pada uji regresi ordinal, nilai signifikansinyaadalahsebesar 0,000 yang berarti bahwa operasionalisasi transportasi publik BRT Trans Jateng mempengaruhi aksesibilitas pengguna jasa transportasi. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kesejahteraan pengusaha transportasi swasta mengalami perubahan setelah Trans Jateng beroperasi.Public transportation operationalization, such as the BRT Trans Jateng in Purwokerto, is one of many services provided by the government for the public. However, the operationalization of BRT Trans Jateng will not only provide intended consequences for the public, but also unintended consequences to other groups in society. This study aims to research the intended and unintended consequences of BRT Trans Jateng operationalization in Purwokerto. The writer uses a quantitative associative and descriptive research method, and obtains data through surveys. In this study, the writer wants to know the effect of operationalization as the independent variable (X) towards the accesibility of public transportation users (Y1) and the welfare of private transportation businesses (Y2) as dependent variables. Sampling technique used for this study is accidental sampling, and the location are on the BRT Trans Jateng, BRT Trans Jateng route, the workplace of private transportation businesses, and Bulupitu bus station. To study the significance level of the effect, the analysis technique used is Kendall’s Tau correlation technique and ordinal regression. The sample size used is 160 comprising of 100 users of BRT Trans Jateng and 60 samples from private Transportation Businesses.The results of this study show that public transport operationalization, in this case of BRT Trans Jateng, provides a positive and significant consequence towards accessibility of public transportation users and private transportation businesses. The data analysis results using Kendall’s Tau-b correlation show a significance level of 0,000 and correlation coefficient of 0,521 which means that there is apositive and significant connection between public transportation operationalization and accesibility of public transportation users. In the ordinal regression test, the significance level is 0,000 which means that BRT Trans Jateng public transportation operationalization affects the accesibility of public transportation users. This study also shows that the welfare of private transportation businesses experienced a change after Trans Jateng began operating.
2898232321C1L017031PERBANDINGAN GAYA BELAJAR VAK, MOTIVASI, KEAKTIFAN, DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SEBELUM DAN SESUDAH PEMBELAJARAN DARING DI SMK NEGERI 1 DUKUHTURIPandemi Covid-19 berdampak terhadap bidang pendidikan di Indonesia. Seluruh elemen pendidikan harus menyesuaikan diri agar proses pembelajaran dapat terus berlangsung sehingga proses pembelajaran yang awalnya dilakukan secara langsung/tatap muka diubah seluruhnya menjadi pembelajaran daring. Pembelajaran daring tersebut berdampak terhadap beberapa hal dari diri siswa seperti gaya belajar, motivasi belajar, keaktifan belajar dan kemandirian belajar di dalam kelas. Penelitian ini merupakan penelitian komperatif dengan pendekatan kuantitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan gaya belajar VAK, motivasi belajar, keaktifan belajar da kemandirian belajar sebelum dan sesudah pembelajaran daring dari siswa kelas XI AKL SMK Negeri 1 Dukuhturi. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XI AKL SMK Negeri 1 Dukuhturi yang berjumlah 143 siswa dengan jumlah sampel 107 siswa. Analisis data dalam penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu analisis deskriptif dan inferensial. Analisis inferensial menggunakan uji one way ANOVA untuk variabel 1 dan uji t dua sampel berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan signifikan gaya belajar VAK sebelum dan sesudah pembelajaran daring, (2) Terdapat perbedaan signifikan motivasi belajar sebelum dan sesudah pembelajaran daring, (3) Terdapat perbedaan signifikan keaktifan belajar sebelum dan sesudah pembelajaran daring, (4) Terdapat perbedaan signifikan kemandirian belajar sebelum dan sesudah pembelajaran daring.The Covid-19 pandemic has had an impact on the education sector in Indonesia. All elements of education must adapt so that the learning process can continue so that the learning process that was initially carried out in person / face to face is changed entirely into online learning. The online learning has an impact on several things from students such as learning styles, learning motivation, learning activity and learning independence in the classroom. This research is a comparative research with a quantitative approach. The purpose of this study was to determine the differences in VAK learning styles, learning motivation, learning activity and independent learning before and after online learning from class XI AKL students at SMK Negeri 1 Dukuhturi. The population in this study were students of class XI AKL SMK Negeri 1 Dukuhturi, totaling 143 students with a total sample of 107 students. Data analysis in this study is divided into two, namely descriptive and inferential analysis. Inferential analysis used one-way ANOVA test for variable 1 and paired two-sample t-test. The results showed that: (1) There were significant differences in VAK learning styles before and after online learning, (2) There were significant differences in learning motivation before and after online learning, (3) There were significant differences in learning activity before and after online learning, (4 ) There is a significant difference in learning independence before and after online learning.
2898332454E1A017040DISSENTING OPINION TERHADAP PENERAPAN JUAL BELI NARKOTIKA PADA PUTUSAN NOMOR: 484/PID.SUS/2020/PN PDGPenelitian ini bersumber pada Putusan Pengadilan Negeri Padang Nomor: 484/Pid.Sus//2020/Pn Pdg yang di mana terdapat dissenting opinion yang diajukan oleh Ketua Majelis Hakim (hakim minoritas) mengenai terpenuhi atau tidaknya unsur “membeli dan menerima” yang diatur dalam Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika (UU No.35 Tahun 2009) tentang Narkotika dan menganalisis pembuktian serta bagaimana dissenting opinion yang diajukan oleh hakim minoritas. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif. Data penelitian ini bersumber dari data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, dan literatur berupa buku-buku dan jurnal yang relevan. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan. Metode analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, menunjukan bahwa dalam pembuktian perkara ini telah memenuhi syarat minimal pembuktian sebagaimana yang diatur dalam Pasal 183 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana yaitu minimal dua alat bukti dan hakim memperoleh keyaninan. Dissenting opinion yang diajukan oleh hakim minoritas yang menyatakan bahwa Terdakwa seharusnya didakwa melanggar Pasal 114 Ayat (1) UU No.35 Tahun 2009 ini lebih tepat dibandingkan putusan yang dijatuhkan oleh mayoritas hakim yang menyatakan bahwa Terdakwa melanggar Pasal 112 Ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009.This research is refers to the District Court Decision Number: 484/Pid.Sus//2020/Pn Pdg which will describe the dissenting opinion of the judge between the Chair of the Panel of Judges (minority judges) with Judges I and Judges II (majority judges) regarding the fulfillment or not the element of buying and receiving is regulated in Article 114 Paragraph (1) of Law Number 35 of 2009 (Law No. 35 of 2009) concerning Narcotics and analyzing the evidence as well as how the dissenting opinion submitted by minority judges is the a quo Court Decision.The approach method used for this research is a normative juridical approach. The data of this study were gathered from secondary data in the form of legislation, court decisions, and literature in the form of relevant books and journals.The method of data collection is done by literature study.The analytical method used in this research is qualitative analysis. Based on the results of research and data analysis, it can be concluded that in proving this decision, the minimum requirements of proof as stipulated in Article 183 of Law Number 8 of 1981 concerning the Criminal Procedure Code are met, namely at least two pieces of evidence and the judge obtains conviction.The dissenting opinion submitted by a minority judge stating that the Defendant should have been charged with violating Article 114 Paragraph (1) of Law No. 35 of 2009 is more appropriate than the decision handed down by the majority of judges which stated that the Defendant violated Article 112 Paragraph (1) of Law no. 35 of 2009.
2898432542G2A019012Identification of the CTXM gene in ESBL-producing Klebsiella pneumoniae in UTI patients at A Private Hospital in Banyumas Region in Central Java, Indonesia - A Cross Sectional StudyGen CTXM telah dilaporkan terkait dengan faktor virulensi dan kode untuk resistensi antibiotik pada Klebsiella pneumoniae yang memproduksi ESBL. Gen ini dapat menghidrolisis antibiotik beta-laktam, termasuk sefotaksim, dan saat ini ada 128 jenis CTX-M yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gen CTXM pada Klebsiella pneumoniae pada individu dengan infeksi saluran kemih di Rumah Sakit Privat di wilayah Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia. Ini adalah studi cross-sectional. Subyek penelitian terdiri dari 40 pasien yang terdaftar dengan infeksi saluran kemih di sebuah rumah sakit swasta di Wilayah Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia. DNA diekstraksi dari isolat yang ditumbuhkan dalam CHROMagar™ ESBL yang diambil dari sampel urin kateter kemudian diamplifikasi menggunakan teknik molekuler langsung polymerase chain reaction terhadap gen CTXM. Sebanyak 4 dari 40 sampel urin dikonfirmasi positif untuk Klebsiella pneumoniae penghasil ESBL (10%). Setelah itu, semua galur (100%) positif untuk gen CTXM menggunakan metode PCR. Temuan ini menunjukkan bahwa gen CTXM ditemukan pada Klebsiella pneumonia penghasil ESBL pada individu dengan infeksi saluran kemih di Rumah Sakit Privat di wilayah Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia.The CTXM gene has been reported to be associated with virulence factors and codes for antibiotic resistance in ESBL-producing Klebsiella pneumoniae. This gene can hydrolyze beta-lactam antibiotics, including cefotaxime, and there are presently 128 different types of CTX-M. This study aimed to find the CTXM gene in Klebsiella pneumoniae in individuals with urinary tract infections in a Privat Hospital in Banyumas region, Central Java, Indonesia. This is a cross-sectional study. The study subjects consisted of 40 patients who were enrolled with urinary tract infections in a private hospital in Banyumas Region, Central Java, Indonesia. DNA was extracted from isolates grown in CHROMagar™ ESBL taken from catheter urine samples and then amplified by using direct molecular technique polymerase chain reaction against the CTXM gene. A total of 4 out of 40 urine samples were confirmed positive for ESBL-producing Klebsiella pneumoniae (10%). Following that, all strains (100%) were positive for the CTXM gene using the PCR method. These findings suggest that the CTXM gene found in ESBL-producing Klebsiella pneumonia in individuals with urinary tract infections in a Privat Hospital in Banyumas region, Central Java, Indonesia.
2898532587B1A017110EFEKTIVITAS JUMLAH LARVA LALAT TENTARA HITAM (Hermetia illucens L.) YANG BERBEDA SEBAGAI BIODEGRADATOR LIMBAH USAHA KULINER LAMONGAN DI PURWOKERTOLimbah usaha kuliner Lamongan menyisakan tulang, jeroan, dan sayuran yang dapat menjadi masalah lingkungan yang serius jika tidak ditangani dengan baik dan benar. Larva Black Soldier Fly (Hermetia illucens L.) mampu mengurangi limbah organik dan berperan sebagai agen biokonversi secara alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kecepatan biodegradasi limbah usaha kuliner lamongan menggunakan larva BSF dan pertumbuhan larva BSF. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap non factorial. Parameter yang diukur yaitu lebar kapsul kepala, bobot tubuh larva, konsumsi substrat, Waste Reduction Index (WRI) dan Waste Reduction Rate (WRR). Data dianalisis menggunakan ANOVA pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil peneltian menunjukkan tahap perkembangan larva BSF mnjadi prepupa pada hari ke-17 dan 18. Biomassa larva BSF berkisar antara 0.0737-0,0903 g/larva, nilai konsumsi substrat berkisar antara 53,873-62,203%, nilai WRI berkisar antara 2,835-3,274%, nilai WRR tertinggi 0,1293 g/larva/hari. Larva BSF dapat mereduksi limbah usaha kuliner Lamongan dengan kecepatan kecepatan 0,0746-0,129 g/larva/hari. Pertumbuhan larva BSF yang paling optimal pada perlakuan 50 larva BSF/container box sebesar 0,0903 g/larva dengan lama waktu 19 hari.Lamongan culinary business waste leaves bones, offal, and vegetables which can become a serious environmental problem if not handled properly and properly. Black Soldier Fly (Hermetia illucens L.) larvae are able to reduce organic waste and act as natural bioconversion agents. The purpose of this study was to determine the rate of biodegradation of Lamongan culinary business waste using BSF larvae and the growth of BSF larvae. This study used a non-factorial completely randomized design method. Parameters measured were head capsule width, larva body weight, substrate consumption, Waste Reduction Index (WRI) and Waste Reduction Rate (WRR). Data were analyzed using ANOVA at the 95% confidence level. The results showed the developmental stage of BSF larvae into prepupae on days 17 and 18. Biomass of BSF larvae ranged from 0.0737-0.0903 g/larva, substrate consumption values ranged from 53.873-62.203%, WRI values ranged from 2.835-3.274%, the highest WRR value was 0.1293 g/larvae/day. BSF larvae can reduce Lamongan culinary business waste at a speed of 0.0746-0.129 g/larvae/day. The most optimal growth of BSF larvae in the treatment of 50 BSF larvae/container box was 0.0903 g/larvae for 19 days.
2898631854C1A016084ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN
PEDAGANG PASAR PANICAN KECAMATAN KEMANGKON
KABUPATEN PURBALINGGA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan pedagang pasar Panican, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan model analisis regresi linear berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pedagang Pasar Panican yaitu sebanyak 260 pedagang dengan sampel penelitian sebanyak 73 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Propotionate Stratified Random Sampling. Data dalam penelitian ini didapatkan melalui wawancara dan kuesioner.
Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel bebas yaitu modal (X1), lama usaha (X2), jam kerja (X3) tingkat pendidikan (X4), lokasi (X5) dan jenis dagang (X6) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pedagang pasar Panican. Selanjutnya secara parsial atau individu, variabel yang signifikan mempengaruhi pendapatan pedagang pasar Panican antara lain modal (X1) dan jam kerja (X2). Oleh karena itu, diharapkan para pedagang mampu untuk menambah modal usaha mereka seperti melakukan pinjaman ke lembaga keuangan serta menambah jam kerjanya supaya pendapatan mereka dapat meningkat.
The aim of this research is to acknowledge the factors that affect the sellers’ income in Pacitan market, Kemangkon Municipality, Purbalingga Regency. The research approach was quantitative approach by using multiple linear regression analysis method. The research population was all sellers of Panican market with 260 sellers and 73 respondents of research samples. The method of sampling was Propotionate Stratified Random Sampling technique. The research data were gained through interview and questionnaire.
The data analysis used was multiple linear regression analysis which aimed to find out the effects of capital, the length of the business, working hours, education level, location and kinds of goods on the sellers’ income in Panican market, Kemangkon Municipality, Purbalingga Regency. The dependent variables were the sellers’ income (Y), while the independent variables were capital (X1), the length of the business (X2), working hours (X3), education level (X4), location (X5), and the kinds of goods (X6) which influenced significantly on the sellers’ income. Then, partially or individually, the significant variables affecting their income are business capital (X1), and working hours (X2). Therefore, it is expected that the sellers are willing to increase their capital by taking a bank loan and working longer at the market in order to increase their income.
2898732322D1A017083STUDI KOMPARATIF PRODUKTIVITAS USAHA TERNAK DOMBA
DITINJAU DARI TUJUAN PEMELIHARAAN DI KECAMATAN SUMEDANG UTARA
Studi Komparatif Produktivitas Usaha Ternak Domba Ditinjau dari Tujuan Pemeliharaan di Kecamatan Sumedang Utara. Tujuan dari penelitian tersebut yaitu 1) Mengetahui produktivitas usaha ternak domba di Kecamatan Sumedang Utara dan 2) Menganalisis perbedaan produktivitas usaha ternak domba antara usaha domba sebagai usaha utama dengan usaha sampingan di Kecamatan Sumedang Utara. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode survey terhadap peternak domba di Kecamatan Sumedang Utara. Metode penetapan sampel wilayah dilakukan dengan metode purpose sampling yaitu memilih 2 desa yang memiliki populasi ternak domba cukup banyak. Metode stratified sampling digunakan untuk menentukan 80 responden, 40 peternak domba sebagai usaha utama dan 40 peternak domba sebagai usaha sampingan. Data yang diamati yakni variabel tujuan pemeliharaan (sebagai usaha utama atau usaha sampingan) dan variabel produktivitas usaha ternak. Data dianalisis menggunakan analisis uji t dengan bantuan program microsoft excel. Hasil penelitian menunjukkan, rata-rata produktivitas usaha ternak domba sebagai usaha utama sebesar Rp. 34.659,07,-/HKP, sedangkan rata-rata produktivitas usaha ternak domba sebagai usaha sampingan sebesar Rp. 28.485,66,-/HKP. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara produktivitas usaha ternak domba sebagai usaha utama dengan sebagai usaha sampingan.Comparative Study of Sheep Livestock Business Productivity in terms of Breeding Purpose in North Sumedang District. The purpose of this research were 1) Knowing the productivity of the sheep business in Sumedang Utara District and 2) Analyzing the differences in the productivity of the sheep business between the sheep business as the main business and as the side business in North Sumedang District. This research used purposive sampling method, by selecting 2 villages that had a lot of sheep in Sumedang Utara District. The stratified sampling method was used to determine 80 respondents, 40 sheep breeders as the main business and 40 sheep breeders as a side business. The data observed were the breeding purpose variables (as a main business or a side business) and the livestock business productivity variables. Data were analyzed using t test analysis with the help of Microsoft Excel. Research showed, the average productivity of sheep farming as the main business is Rp. 34,659.07,- /HKP, while the average productivity of sheep farming as a side business is Rp. 28,485.66,-/HKP. The analysis results that there is no difference between the productivity of the sheep livestock business as the main business and as the side business.
2898832620C1B017119FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BELI ULANG VIRTUAL ITEM PADA ONLINE MOBILE GAMEPenelitian ini merupakan penelitian berjenis asosiatif kausal yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh antara integrated value (functional quality, playfulness, aesthetics, social self-image expression, social relationship support, monetary value), character identification, dan kepuasan game terhadap minat beli ulang virtual item pada online mobile game bergenre Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) dan Battle Royale di Indonesia pada saat pandemi Covid-19. Populasi dalam penelitian ini yaitu konsumen yang pernah melakukan pembelian virtual item pada online mobile games di Indonesia saat pandemi Covid-19. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 177 responden dengan purposive sampling sebagai teknik pengambilan sampelnya.
Berdasarkan analisis data dan hasil penelitian dengan menggunakan SEM (Structural Equation Modeling) menunjukkan bahwa: (1) Functional quality berpengaruh positif terhadap integrated value, (2) Playfulness berpengaruh positif terhadap integrated value, (3) Aesthetics tidak berpengaruh terhadap integrated value, (4) Social self-image expression tidak berpengaruh terhadap integrated value, (5) Social relationship support berpengaruh positif terhadap integrated value, (6) Monetary value tidak berpengaruh terhadap integrated value, (7) Integrated value berpengaruh positif terhadap minat beli ulang, (8) Character identification tidak berpengaruh terhadap minat beli ulang, (9) Kepuasan game tidak berpengaruh terhadap minat beli ulang.
This research is a causal associative research which aims to analyze the effect of integrated value (functional quality, playfulness, aesthetics, social self-image expression, social relationship support, monetary value), character identification and game satisfaction against of repurchase intention virtual item in the Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) and Battle Royale genre in Indonesia during Covid-19 pandemic. In our study, we focused on population which is a consumer who have purchased virtual items on mobile games in Indonesia during Covid-19 pandemic. The number of respondents taken in this study were 177 respondents with purposive sampling as the sampling technique.
Based on data analysis and research results using SEM (Structural Equation Modeling) shows that: (1) Functional quality has a positive effect on the integrated value, (2) Playfulness has a positive effect on the integrated value, (3) Aesthetics does not affect the integrated value, (4) Social self-image expression does not affect the integrated value, (5) Social relationship support has a positive effect on the integrated value, (6) Monetary value does not affect the integrated value, (7) Integrated value have a positive effect on repurchase intention, (8) Character identification has no effect on repurchase intention, (9) Game satisfaction has no effect on repurchase intention.
2898932660J1C017042PENGGUNAAN SONKEIGO DAN KENJOUGO DALAM
AL-QUR'AN TERJEMAHAN BAHASA JEPANG SURAT MARYAM
Bahasa Jepang memiliki ragam bahasa hormat yang dipergunakan dalam etika pergaulan masyarakat Jepang. Ragam bahasa hormat tersebut dikenal dengan istilah keigo. Keigo merupakan tingkatan tutur yang berfungsi mengungkapkan rasa penghormatan kepada mitra tutur. Ungkapan untuk menyatakan penghormatan bukan hanya digunakan kepada sesama manusia, tetapi juga kepada Allah sebagai Sang Pencipta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis sonkeigo dan kenjougo dalam Al-Qur'an terjemahan bahasa Jepang serta mendeskripsikan proses pembentukan dan makna gramatikalnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menerapkan metode deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik catat. Sumber data dalam penelitian ini berupa Al-Qur'an terjemahan bahasa Jepang surat Maryam ayat 4 sampai 32. Di dalam sumber data ditemukan 14 data yang terbagi atas 9 data sonkeigo dan 5 data kenjougo. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan proses pembentukan kata sonkeigo dengan menggunakan pola verba bentuk khusus sebanyak 2 data, pola ~reru~rareru sebanyak 4 data, pola o~ni naru sebanyak 1 data, dan o~kudasai sebanyak 2 data. Proses pembentukan kata kenjougo dengan gabungan verba bentuk khusus dan pola o~suru sebanyak 1 data, pola verba bentuk khusus sebanyak 3 data dan pola o~suru sebanyak 1 data. Tingkat tutur sonkeigo digunakan dalam konteks mengenai perbuatan Allah, firman Allah kepada Zakaria, Maryam, dan Isa. Tingkat tutur kenjougo digunakan dalam konteks mengenai doa Zakaria kepada Allah dan firman Allah kepada Maryam yang disampaikan melalui Jibril.The Japanese language has a variety of respectful languages that are used in Japanese social ethics. This variety of respectful language is known as keigo. Keigo is a speech level that functions to express respect for the speech partner. The expression to express respect is not only used to fellow human beings, but also Allah as the Creator. The purpose of this research was to determine the types of sonkeigo and kenjougo in the Japanese translation of the Qur'an, to describe the word-formation process and the grammatical meaning. This research is qualitative research by applying a qualitative descriptive method. The method of collecting data using a listening method with the writing technique. The data source in this research is the Japanese translation of the Qur'an surah Maryam chapter 4 to 32. In the data source, 14 data were found which is divided into 9 sonkeigo data and 5 kenjougo data. Based on the results of data analysis, it was found that the sonkeigo word-formation process used a special form of verb patterns with 2 data, the ~reru~rareru pattern with 4 data, the o~ni naru pattern with 1 data, and the o~kudasai pattern with 2 data. The kenjougo word-formation process used combination of special form verbs and o~suru pattern with 1 data, a special form of verb patterns with 3 data and an o~suru pattern with 1 data. The sonkeigo speech level is used in the context of Allah's actions, Allah's decree to Zakaria, Maryam, and Isa. The kenjougo speech level is used in the context of Zakaria's pray to Allah and Allah's decree to Maryam which was conveyed through Jibril.
2899032893F1F017068Peran AIESEC in UNSOED dalam Mencapai Sustainable Cities and Communities Melalui Proyek GETUK (Get to Know) Purwokerto Tahun 2017-2019Dalam mewujudkan keadaan dunia yang lebih baik PBB mencanangkan program yang Bernama Sustainable Development Goals atau SDGs untuk melanjutkan program sebelumnya yaitu Millenium Development Goals atau MDGs. Banyak pihak yang membantu PBB untuk mewujudkan hal ini dalam segala bidang dan bentuk dukungannya salah satunya adalah Non-Governmental Organization seperti AIESEC. AIESEC in UNSOED sebagai salah satu NGO yang berdiri di Purwokerto memiliki tujuan untuk mencapai SDGs sama seperti AIESEC di kota bahkan negara lain. AIESEC in UNSOED menyusun proyek sosial yaitu GETUK (Get to Know) Purwokerto bertujuan untuk mencapai SDGs nomor 11 Sustainable Cities and Communities. Melalui penerapan pemahaman budaya dan konsep ecotourism, organisasi ini memiliki peran untuk memberikan jalan untuk Purwokerto menerapkan salah satu poin SDGs.In realizing a better world condition, the United Nations launched a program called Sustainable Development Goals or SDGs to continue the previous program, namely the Millennium Development Goals or MDGs. Many parties are helping the United Nations to make this happen in all fields and forms of support, one of which is Non-Governmental Organizations such as AIESEC. AIESEC in UNSOED as an NGO that was established in Purwokerto has the same goal of achieving the SDGs as AIESEC in other cities and even countries. AIESEC in UNSOED developed a social project, namely GETUK (Get to Know) Purwokerto aimed at achieving SDGs number 11 Sustainable Cities and Communities. Through the application of cultural understanding and the concept of ecotourism, this organization has a role to provide a way for Purwokerto to implement one of the SDGs points.
2899132323E1A017026KEKUATAN ALAT BUKTI VISUM ET REPERTUM DAN AUTOPSI DALAM PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 116/Pid.B/2019/PN.Bms)Pembuktian merupakan salah satu titik sentral dalam proses persidangan pidana, hal ini dikarenakan pembuktian bertujuan untuk mencari kebenaran materiil. Proses pembuktian menentukan bagaimana hakim akan menjatuhkan putusan pidana dan sebagai dasar untuk menentukan salah atau tidaknya terdakwa yang didasarkan pada keyakinannya serta alat bukti yang sudah ditentukan dalam undang-undang. Tujuan penelitian dimaksudkan untuk mengetahui kekuatan alat bukti Visum et Repertum dan Autopsi dalam pembuktian perkara pidana serta bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhi hukuman mati terhadap terdakwa. Metode penelitian yang digunakan pada penulisan ini adalah yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui kepustakaan dan diuraikan secara sistematis. Berdasarkan hasil penelitian pada Putusan Perkara Nomor 116/ Pid.B/2019/PN.Bms bahwa kekuatan pembuktian visum et repertum dan autopsi dalam tindak pidana pembunuhan berencana adalah memiliki nilai kekuatan pembuktian karena telah memenuhi syarat formil yakni diminta oleh penyidik Polres Banyumas dan syarat materiil yaitu dibuat dan ditandatangani oleh seorang ahli dr. HM. Zaenuri Syamsu H., Sp.KF, MSi.Med serta didukung dengan alat bukti lain yang memiliki kesesuaian sehingga menumbuhkan keyakinan hakim. Visum et repertum dan autopsi tidak mengkikat hakim karena kekuatan pembuktiannya bersifat bebas, sama seperti alat bukti yang lainnya. Namun alat bukti ini dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan hukum hakim karena hasil Visum et Repertum dan autopsi membuktikan bahwa potongan mayat yang diduga korban adalah benar Komsatun Wachidah.Evidentiary is one of the central points in the criminal proceedings, this is because the evidence aims to seek material truth. The evidentiary process determines how the judge will hand down a criminal verdict and as the basis for determining whether or not the accused is based on his conviction as well as the evidence that has been determined in the law. The purpose of the study was to find out the power of evidence tools visum et repertum and autopsy in the evidentiary of criminal cases and how the judge's legal considerations in sentencing the death penalty against the accused. The research method used in this writing is normative juridical, with descriptive research specifications. This study uses secondary data obtained through literature and systematically deciphered. Based on the results of the study on the Verdict Of Case No. 116/Pid.B/2019/PN.Bms that the power of evidence tools visum et repertum and autopsy in the crime of premeditated murder is to have the value of evidentiary power because it has qualified formil that is requested by Banyumas Police investigators and material requirements that are made and signed by an expert dr. HM. Zaenuri Syamsu H., Sp.KF, MSi.Med and supported by other evidence that has conformity so as to foster the confidence of judges. Visum et repertum and autopsy do not attract judges because the evidentiary power is free, just like other evidence. However, this evidence can be used as a material for the judge's legal consideration because the results of Visum et Repertum and autopsy prove that the alleged victim's body piece is true Komsatun Wachidah.
2899232325K1B016020SPEKTRUM GRAF PRISMA DAN ANTIPRISMAGraf dapat direpresentasikan ke dalam bentuk matriks, salah satunya adalah matriks ketetanggaan. Ketika suatu graf dapat dinyatakan dalam bentuk matriks, maka dapat didekati secara aljabar linier untuk mencari nilai eigen dan spektrum. Spektrum graf G adalah susunan nilai eigen berbeda dari matriks ketetanggaan graf G beserta multiplisitasnya. Graf yang matriks ketetanggaannya berupa matriks sirkulan disebut graf sirkulan. Graf prisma P_(2,s) untuk s_ganjil dan graf antiprisma A_s merupakan contoh dari graf sirkulan. Artikel ini membahas tentang spektrum graf prisma P_(2,s) dan graf antiprisma A_s menggunakan teknik sirkulan.The graph can be represented into a matrix form, for example is adjacency matrix. When a graph can be expressed in the matrix form, it can be approached in a linear algebra to find the eigenvalues and spectrum. The spectrum of graph G is the set of numbers which are distinct eigenvalues of adjacency matrix, together with their multiplicities. Graph that the adjacency matrix is circulant matrix called circulant graph. Prism graph P_(2,s) for s_odd and antiprism graph A_s are examples of circulant graphs. This article discusses about graph spectrum of prism P_(2,s) and antiprism A_s using circulant technique.
2899332326L1C017047Profil Kandungan Lipid, Protein, dan Karbohidrat pada Mikroalga Chlorella vulgaris Hasil MutagenesisPenelitian mengenai profil kandungan metabolit primer yang terdiri dari lipid, protein dan karbohidrat yang terkandung dalam mikroalga Chlorella vulgaris mutan 4 dan mutan 5 yang mendapat perlakuan rekayasa genetik dengan radiasi sinar ultra violet. Kandungan metabolit primer dalam mikroalga dapat diekstrak untuk pemanfaatan kajian bioteknologi. Mikroalga Chlorella vulgaris memiliki kandungan metabolit primer dan pertumbuhan sel yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini mengetahui pertumbuhan mikroalga Chlorella vulgaris mutan 4 dan mutan 5, kandungan metabolit primer dan hubungan antara kepadatan sel dengan kandungan metabolit primer yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan melakukan kultivasi mikroalga Chlorella vulgaris mutan 4 dan mutan 5 (selama 14 hari) dan pengamatan pertumbuhan sel menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 750 nm. Analisis kandungan metabolit primer dilakukan secara deskriptif komparatif dan analisis statistik dengan korelasi Pearson. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa Chlorella vulgaris mutan 4 memiliki pertumbuhan yang lebih stabil dibandingkan mutan 5. Kandungan metabolit primer mikroalga mutan 4 terdiri atas, lipid (74,79%), protein (4.471,4 ppm/L) dan karbohidrat (33.698 ppm/L) dan pada mutan 5, lipid (83,51%), protein (6.209,5 ppm/L), dan karbohidrat (28.496 ppm/L). Hubungan antara kepadatan sel mikroalga dengan kandungan metabolit primer yang dihasilkan adalah korelasi kuat. Mutan 4 berkorelasi dengan karbohidrat dan mutan 5 berkorelasi kuat dengan protein.This study is about the profile of primary metabolite content consisting of lipid, protein, and carbohydrates in the Chlorella vulgaris mutant 4 and mutant 5 that received genetical manipulation treatment with ultraviolet radiation. The content of primary metabolites in microalgae can be extracted for biotechnology applications. Each microalgae species contains different primary metabolites and has different cell growth. The study aims to know about the growth of mutant 4 and mutant 5 Chlorella vulgaris microalgae, primary metabolite content, and the relation between cell density with the primary metabolite content produced. The method used was the experiment method with the cultivation of mutant 4 and mutant 5 Chlorella vulgaris microalgae (for 14 days) and The cell growth observation using a spectrophotometer UV-Vis on 750 nm wavelength. The analysis of primary metabolite content was done in the comparative descriptive and the relation of cell density with primary metabolite used Pearson correlation. The result which obtained present that mutant 4 Chlorella vulgaris has more stable growth than mutant 5. The primary metabolite content of mutant 4, lipid (74,79%), protein (4.471,4 ppm/L), and carbohydrates (33.698 ppm/L). The primary metabolite of mutant 5 microalgae, lipid (83,51%), protein (6.209,5 ppm/L), and carbohydrates (28.496 ppm/L). The relationship between the cell density of microalgae with the primary metabolite content that have been produced are a strong correlation. Mutant 4 has a correlation with carbohydrates and mutant 5 has a strong correlation with protein.
2899432327D1A017095Penggunaan Asam Laktat Sebagai Acidifier dalam Pakan yang Mengandung Probiotik dan Pengaruhnya Terhadap Bobot dan Panjang Usus Halus Ayam Sentul BetinaSkripsi berjudul “Penggunaan Asam Laktat Sebagai Acidifier dalam Pakan yang Mengandung Probiotik dan Pengaruhnya Terhadap Bobot dan Panjang Usus Halus Ayam Sentul Betina”. Penelitian bertujuan mengkaji penggunaan asam laktat sebagai acidifier dalam pakan probiotik dan pengaruhnya terhadap bobot dan panjang usus halus ayam Sentul betina. Penelitian mengunakan materi yaitu ayam Sentul betina umur 24 minggu sebanyak 60 ekor dalam kandang berjumlah 60 unit, probiotik BAL, Bahan Acidifier (asam laktat) berupa larutan biang (5 ml asam laktat dan 200 ml aquadest) dan pakan disusun sendiri dengan kandungan energi 2853,60 kkal dan protein kasar 18,39%. Perlakuan yang digunakan adalah R0: pakan probiotik tanpa penambahan asam laktat; R1: pakan probiotik dengan penambahan asam laktat 0,5%; R2: pakan probiotik dengan penambahan asam laktat 1,0%; R3: pakan probiotik dengan penambahan asam laktat 1,5%. Rancangan percobaan yang dilakukan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 percobaan dan 5 ulangan dengan uji lanjut uji Orthogonal Polinomial. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot dan panjang usus halus ayam Sentul betina. Data rataan bobot relatif duodenum pada perlakuan R0, R1, R2 dan R3 berturut-turut yaitu 1,16%; 1,03%; 1,09% dan 1,22%, rataan bobot relatif jejenum berturut-turut yaitu 0,42%; 0,45%; 0,38% dan 0,45%, serta rataan bobot relatif ileum berturut-turut yaitu 0,46%; 0,39%; 0,37% dan 0,29%. Data rataan panjang relatif duodenum berturut-turut yaitu 6,01%; 5,09%; 5,42% dan 5,95%, rataan panjang relatif jejenum berturut-turut yaitu 1,93%; 1,79%; 1,75% dan 2,45%, serta rataan panjang relatif ileum berturut-turut yaitu 1,95%; 1,94%; 1,68% dan 1,59%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan penggunaan asam laktat sebagai acidifier dalam pakan probiotik pada ayam Sentul betina belum mampu meningkatkan bobot dan panjang usus halus ayam Sentul betina.Thesis entitled “Use of Lactic Acid as an Acidifier in Feed Containing Probiotics on Weight and Length of The Small Intestine of The Female Sentul Chickens”. This research’s aim was to examine the use of lactic acid as an acidifier in probiotic feeds on the weight and length of the small intestine of female Sentul chickens. The research material used 60 female Sentul chickens aged 24 weeks in 60 cages for each unit, Lactic Acid Bacteria Probiotics, Acidifier (lactic acid) in the form of starter solution (5 ml of lactic acid and 200 ml of aquadest), and self-rationed feed with an energy content of 2853.60 kcal and crude protein 18.39%. The treatments used were R0: probiotic feed without the addition of lactic acid; R1: probiotic feed with the addition of 0.5% lactic acid; R2: probiotic feed with the addition of lactic acid 1.0%; R3: probiotic feed with the addition of 1.5% lactic acid. The experimental design was a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replications with further Orthogonal Polynomial test. The results showed that the treatments had no significant effect (P>0.05) on the weight and length of the intestines of female Sentul chickens. The average data of duodenum relative weights in treatment R0, R1, R2 and R3 were 1.16%; 1.03%; 1.09% and 1.22%, respectively, the average relative weights of the jejunum were 0.42%; 0.45%; 0.38% and 0.45%, respectively, and the average relative weights of ileum were 0.46%; 0.39%; 0.37% and 0.29% respectively. The average data for the relative lengths of the duodenum was 6.01%; 5.09%; 5.42% and 5.95%, respectively, the average relative lengths of the jejunum were 1.93%; 1.79%; 1.75% and 2.45%, respectively, and the average relative lengths of the ileum were 1.95%; 1.94%; 1.68% and 1.59%, respectively. The conclusion of this research showed that the use of lactic acid as acidification in probiotic feed-in female Sentul chickens did not increase the weight and length of the small intestines of female Sentul chickens.
2899532329H1B016034PENGARUH KANDUNGAN FA (FLY ASH) TERHADAP SIFAT-SIFAT PASTA GEOPOLIMER

Fly ash merupakan bahan sampingan dari hasil pembakaran Batu Bara oleh PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap). Kandungan Silika dan alumina yang ada pada fly ash memungkinkan terjadinya ikatan kimia yang kuat jika fly ash dicampurkan dengan alkali aktivator berupa sodium silikat dan sodium hidroksida yang disebut dengan geopolimer. Ikatan ini diharapkan cukup kuat atau bahkan lebih kuat dari ikatan yang dimiliki oleh semen dan diharapkan dapat menjadi alternatif pengganti untuk semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasta geopolimer yang akhirnya akan dibandingkan dengan pasta semen. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah variasi rasio Abu/FA (0.00, 0.05, 0.10, 0.15 ). Kemudian rasio SS/SH (1.0, 1.5, 2.0, 2.5), rasio Al/Bi (0.40), dan rasio Aw/Bi (0.00 dan 0.15). Abu sekam padi ditambahkan untuk menghemat penggunaan fly ash dan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap sifat-sifat dari pasta geopolimer yaitu kuat tekan, density, waktu ikat, absorpsi, dan workability. Sebagai pembanding yaitu pasta semen dengan variabel bebas rasio Abu/Semen (0.00, 0.05, 0.10, 0.15). Kemudian rasio W/Bi (0.40). Dari penelitian yang telah dilakukan, didapatkan kekuatan tekan tertinggi pasta geopolimer dimiliki oleh campuran dengan rasio Abu/FA (0.00), SS/SH (1.5), Al/Bi (0.4), dan Aw/Bi (0.00) yaitu sebesar 33.64 Mpa. Kemudian kuat tekan tertinggi pasta semen dimiliki oleh campuran dengan rasio Abu/Semen (0.05), W/Bi (0.40) yaitu sebesar 31.20 Mpa. Penambahan rasio Abu/FA akan memperkecil nilai density, waktu ikat, tingkat absorpsi dan meningkatkan nilai slump dari pasta geopolimer. Pada penambahan rasio SS/SH akan memperkecil waktu ikat, absorpsi, dan nilai slump pasta geopolimer. Untuk pasta semen penambahan rasio Abu/semen akan memperkecil nilai density, waktu ikat, absorpsi dan meningkatkan nilai slump.Fly ash is a byproduct of coal-burning by SPP (Steam Power Plant). The silica and alumina content in fly ash allows a strong chemical bond if fly ash is mixed with an alkaline activator in the form of sodium silicate and sodium hydroxide which is called a geopolymer. This bond is expected to be strong enough or even stronger than the bonds possessed by cement and is expected to be an alternative substitute for cement. This study aims to determine the characteristics of the geopolymer paste which will ultimately be compared with cement paste. The independent variable in this study was the variation of the RHA/FA ratio (0.00, 0.05, 0.10, 0.15). Then the SS/SH ratio (1.0, 1.5, 2.0, 2.5), Al/Bi ratio (0.40), and Aw/Bi ratio (0.00 and 0.15). Rice husk ash is added to save fly ash usage and to know its effect on the properties of the geopolymer paste. As a comparison, cement paste with the independent variable RHA/Cement ratio (0.00, 0.05, 0.10, 0.15). Then W/Bi ratio (0.40). From the research that has been carried out, the highest compressive strength of geopolymer paste is owned by a mixture with the ratio of RHA/FA (0.00), SS/SH (1.5), Al/Bi (0.4), and Aw/Bi (0.00) which is 33.64 Mpa. Then the highest compressive strength of cement paste is owned by a mixture with a ratio of RHA/Cement (0.05), W/Bi (0.40), which is 31.20 Mpa. The addition of RHA/FA ratio will reduce the density value, binding time, absorption rate and increase the slump value of the geopolymer paste. The addition of SS/SH ratio will reduce the binding time, absorption, and slump value of the geopolymer paste. For cement paste, the addition of RHA / cement ratio will reduce the density value, binding time, absorption and increase the slump value.
2899632311H1B017030Analisis Kinerja Simpang Bersinyal Akibat Penerapan Sistem Satu Arah di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Purwokerto, BanyumasPenerapan sistem satu arah di ruas Jalan Jenderal Gatot Subroto menyebabkan terjadi perubahan pergerakan lalu lintas sehingga perlu dilakukan evaluasi kinerja simpang bersinyal. Analisis dilakukan pada Simpang Kebon Dalem dan Jalan Masjid. Dengan menggunakan Metode Webster 1966, didapatkan nilai tundaan hasil analisis sebelum penerapan SSA untuk Simpang Kebon Dalem 49,234 detik/smp dan untuk Simpang Jalan Masjid sebesar 33,439 detik/smp. Untuk analisis sesudah SSA didapatkan nilai tundaan Simpang Kebon Dalem sebesar 20,500 detik/smp untuk skenario 1, skenario 2 sebesar 20,420 detik/smp, dan skenario 3 sebesar 21,491 detik/smp. Untuk Simpang Jalan Masjid didapatkan nilai sebesar 22,232 detik/smp untuk skenario 1 dan 2, dan skenario 3 sebesar 22,967 detik/smp. Dengan menggunakan Metode PKJI 2014, analisis sebelum penerapan SSA didapatkan nilai tundaan sebesar 582,638 detik/skr untuk Simpang Kebon Dalem, dan Simpang Jalan Masjid sebesar 826,080 detik/skr. Untuk analisis sesudah penerapan SSA, Simpang Kebon Dalem memiliki nilai tundaan sebesar 26,191 detik/skr untuk skenario 1, skenario 2 sebesar 25,943 detik/skr, dan skenario 3 sebesar 29,191 detik/skr. Untuk Simpang Jalan Masjid, skenario 1 dan 2 menghasilkan nilai tundaan sebesar 39,414 detik/skr dan skenario 3 sebesar 49,111 detik/skr.The application of a one-way system on Jenderal Gatot Subroto Road causes changes in traffic movement so it is necessary to evaluate the performance of signalized intersections. The analysis was carried out at the Kebon Dalem Intersection and Jalan Masjid Intersection. By using the 1966 Webster Method, the delay value of the analysis results before the application of one-way system for the Kebon Dalem Intersection is 49,234 seconds/pcu and for the Masjid Road Intersection of 33,439 seconds/pcu. For analysis after SSA, the delay value of Kebon Dalem Intersection is 20,500 seconds/pcu for scenario 1, scenario 2 is 20,420 seconds/pcu, and scenario 3 is 21.491 seconds/pcu. For the Masjid Intersection, the value is 22.232 seconds/pcu for scenarios 1 and 2, and for scenario 3 it is 22.967 seconds/pcu. By using the 2014 PKJI method, the analysis prior to the application of one-way system obtained a delay value of 582,638 seconds/pcu for the Kebon Dalem Intersection, and the Masjid Road Intersection of 826.080 seconds/pcu. For analysis after the application of one-way system, the Kebon Dalem Intersection has a delay value of 26.191 seconds/pcu for scenario 1, scenario 2 of 25.943 seconds/pcu, and scenario 3 of 29.191 seconds/pcu. For Masjid Intersection, scenarios 1 and 2 produce a delay value of 39.414 seconds/pcu and scenario 3 of 49.111 seconds/pcu.
2899732331K1A017005Ekstraksi Enzim Urease dari Biji Kecipir dan Amobilisasinya Menggunakan Matriks AlginatUrease telah banyak dimanfaatkan dalam bidang kesehatan dan industri. Urease biasanya digunakan dalam bentuk enzim bebas sehingga kemampuan penggunaannya menjadi terbatas. Efisiensi enzim urease dapat ditingkatkan dengan amobilisasi enzim menggunakan matriks alginat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara ekstraksi urease, hasil karakteristik ekstrak kasar dan amobil urease, serta kondisi optimum amobilisasi urease dari biji kecipir pada matriks alginat. Enzim urease yang digunakan pada penelitian ini diekstraksi dari biji kecipir. Biji kecipir digerminasi dan diekstraksi, selanjutnya ekstrak kasar yang diperoleh ditentukan aktivitasnya menggunakan reagen Nessler dan diukur dengan spektrofotometer. Optimasi pembuatan beads amobil dilakukan dengan variasi konsentrasi natrium alginat dan waktu pembentukan beads. Karakterisasi urease bebas dan amobil dilakukan dengan variasi konsentrasi substrat urea, pH, suhu, penambahan EDTA dan logam, serta stabilitas penyimpanan dan penggunaan berulang bagi enzim amobil. Enzim urease menghasilkan aktivitas optimum pada waktu perkecambahan 8 hari. Amobilisasi urease menunjukkan kondisi optimum pada konsentrasi natrium alginat 5% (w/v) dan waktu pembentukan beads 60 menit. Hasil karakterisasi urease bebas memiliki kondisi optimum pada substrat urea 0,2 M, pH 7, dan suhu 35oC. Urease amobil memiliki kondisi optimum pada substrat urea 0,2 M, pH 7, dan suhu 40ºC. EDTA, ion logam dalam CuCl2.2H2O, ZnCl2, Pb(CH3COO)2.3H2O, 3CdSO4.8H2O, dan AgNO3 merupakan inhibitor bagi enzim urease bebas dan amobil. Aktivitas enzim urease bebas dan amobil stabil sampai hari ke-8 dengan aktivitas relatif bersisa 53% pada urease bebas dan 50% pada urease amobil. Urease amobil memiliki stabilitas penggunaan hingga 5 kali dengan aktivitas relatif sebesar 48%.Urease has been widely used in the health and industrial world. Urease is usually used in the form of free enzyme so that its ability to use is limited. The urease enzyme efficiency can be improved by immobilization using an alginate matrix. This research purpose was to study how to extract urease, characteristic results of crude extract and immobilized urease, and the optimum conditions for urease immobilization from winged bean seeds in the alginate matrix. The urease enzyme used in this research was extracted from the seeds of winged beans. Winged bean seeds were germinated and extracted, the activity of the crude extract was determined using Nessler's reagent and measured by a spectrophotometer. Optimization of making immobilized beads was performed including the sodium alginate concentration and time of beads formation. Characterizations of free and immobilized urease were determined the variations of urea substrate concentration, pH, temperature, addition of EDTA and metals, also the storage stability and repeated use of immobilized enzymes. Urease enzyme with optimum activity shown by the seeds with germination time of 8 days. Urease immobilization showed the optimum condition at 5% (w/v) sodium alginate concentration, and beads formation time of 60 minutes. The results of characterization of the free urease enzyme showed optimum conditions of 0.2 M urea substrate concentration, pH of 7, and temperature of 35oC. The immobilized urease showed optimum conditions of 0.2 M urea substrate concentration, pH of 7, and temperature of 40oC. EDTA, metal ions in CuCl2.2H2O, ZnCl2, Pb(CH3COO)2.3H2O, 3CdSO4.8H2O, and AgNO3 is an inhibitor of the free and immobilized urease. The activity of free and immobilized urease was stable until day 8 with a relative activity of 53% in free urease and 50% in immobilized urease. Immobilized urease has a repeated use stability of 5 times with a relative activity of 48%.
2899832332E1A017147PENGATURAN PERPINDAHAN LIMBAH PLASTIK LINTAS BATAS NEGARA MENURUT KONVENSI BASEL 1989
(Studi Tentang Kasus Penyelundupan Limbah Plastik Lintas Batas Negara di Indonesia).
Perpindahan limbah plastik lintas batas telah menjadi permasalahan lingkungan hidup internasional yang mendorong dibentuknya perubahan Konvensi Basel 1989 melalui Plastic Waste Amandment 2019. Penyelundupan limbah plastik lintas batas terjadi di beberapa negara termasuk di Indonesia sehingga memerlukan kebijakan penanganan secara khusus terkait larangan impor limbah plastik.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui regulasi perpindahan lintas batas limbah plastik dalam Konvensi Basel 1989 dan mengetahui kebijakan Indonesia dalam menangani kasus penyelundupan limbah plastik di Indonesia. Adapun tipe penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan analitis, dan pendekatan kasus serta menggunakan spesifikasi deskriptif analitis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi perpindahan plastik diatur dalam Plastic Waste Amandment 2019. Negara peserta Konvensi dapat melakukan perpindahan limbah plastik lintas batas selama jenis limbah plastik terdapat dalam lampiran II, VII, dan IX Konvensi Basel 1989 dengan memperhatikan Prior Informed Consent Procedure atau mekanisme PIC. Penyelundupan limbah plastik lintas batas melanggar Pasal 69 ayat (1) huruf d Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup sebagaimana telah diubah menjadi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Kebijakan pemerintah Indonesia dalam menangani penyelundupan limbah plastik di Indonesia adalah dengan melakukan ekspor ulang kontainer-kontainer yang terkontaminasi limbah B3 ke negara asalnya dan mencabut Permendag No. 31 Tahun 2016 dengan Permendag No. 84 Tahun 2020 karena terdapat celah yang dapat disalahgunakan oleh eksportir untuk menyelundupkan limbah plastik pada Permendag No. 31 Tahun 2016.
Transboundary movement of plastic waste has become an international environmental problem that urge the changes to the Basel Convention 1989 through the Plastic Waste Amendment 2019. Plastic waste smuggling case occurs in some countries including Indonesia that require special policy related to plastic waste.
This research was conducted to know the regulation of plastic waste transboundary movements in the Basel Convention 1989 and to know Indonesia's policies in handling transboundary plastic waste smuggling cases in Indonesia. The research type that used in this research is a normative juridical method with a statutory approach, analytical approach, and case approach and uses descriptive analytical specifications.
The research showed that the plastic waste transboundary movement is regulated in Plastic Waste Amendment 2019. Countries that participating in Basel Convention can do the plastic waste transboundary movement across the countries as long as the types of plastic waste are contained in Annex II, VII, and IX of the 1989 Basel Convention by taking into account of the Prior Informed Consent Procedure or PIC mechanism. Transboundary plastic wastes smuggling violates Article 69 paragraph (1) point d of the Environmental Protection and Management Law Number 32 of 2009 as amended to the Work Creation Law Number 11 of 2020. The smuggling of plastic waste in Indonesia has prompted the government to re-export containers which contaminated with hazardous waste to their country of origin and revoke the Minister of Trade Regulation Number 31 of 2016 with the Minister of Trade Regulation Number 84 of 2020, this is happened because there is a loophole that exporters can misuse to smuggle plastic waste in Minister of Trade Regulation Number 31 of 2016.
2899932333D1A017232Motilitas dan Viabilitas Spermatozoa Kambing Peranakan Etawah Hasil Seks Separasi Menggunakan Albumen Putih Telur dengan Gradien yang BerbedaPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan albumen putih telur sebagai media pemisah spermatozoa kambing peranakan etawah dengan gradien yang berbeda terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu straw yang berisi semen kambing peranakan etawah sebanyak 28 straw. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan perlakuan konsentrasi gradien albumen putih telur, yaitu P1 = 10:30% dan P2 = 20:40% dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 14 kali, sedangkan data dianalisis menggunakan unpaired t-test. Hasil uji t student menunjukkan bahwa motilitas spermatozoa X dan Y hasil seks tidak berbeda nyata (P>0,05). Rataan motilitas spermatozoa X pada P1 dan P2 berturut-turut yaitu 36,76 dan 35,85% dan motilitas spermatozoa Y yaitu 41,67 dan 42,17%. Viabilitas spermatozoa X hasil seks separasi menggunakan gradien albumen putih telur 10:30% tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan gradien 20:40% yaitu masing-masing 49,92 dan 49,14%, sedangkan spermatozoa Y hasil sex separasi pada gradien 20:40% nyata lebih tinggi daripada gradient 10:30% yaitu masing-masing 55,25 dan 50,00%. Disimpulkan bahwa motilitas dan viabilitas spermatozoa X hasil seks separasi menggunakan gradien albumen putih telur 10:30% dan 20:40% memiliki kualitas yang relatif rendah, yaitu kurang dari 50%. Adapun motilitas spermatozoa Y relatif sama pada gradien 10:30% dengan 20:40%, namun berbeda dengan viabilitas spermatozoa Y pada gradien 20:40% nyata lebih tinggi daripada gradien 10:30%.This study aimed to examine the use of egg white albumen as a medium for separating spermatozoa from Etawah crossbreeds with different gradients on the motility and viability of spermatozoa. The material used in this study was straw containing 28 straws of Etawah crossbreed goat semen. The study used an experimental method with the treatment of egg white albumen concentration gradient, namely P1 = 10:30% and P2 = 20:40% and each treatment was repeated 14 times, while the data were analyzed using unpaired t-test. The results of the student t test showed that the motility of spermatozoa X and Y from sex was not significantly different (P>0.05). The average motility of the X spermatozoa at P1 and P2 were 36,76 and 35,85% respectively, and the motility of the Y spermatozoa were 41,67 and 42,17% respectively. The viability of spermatozoa X resulting from sex separation using an egg white albumen gradient of 10:30% was not significantly different (P>0.05) with a gradient of 20:40% were 49,92 and 49,14% respectively, while the Y spermatozoa resulted from sex separation gradient of 20:40% significantly higher than the gradient of 10:30%, namely 55,25 and 50,00% respectively. It conclusion, that the motility and viability of spermatozoa X resulting from sex separation using an egg white albumen gradient of 10:30% and 20:40% had relatively low quality, which was less than 50%. The motility of Y spermatozoa was relatively the same at a gradient of 10:30% and 20:40%, but the viability of Y spermatozoa at a gradient of 20:40% was significantly higher than 10:30% gradient.
2900032334C1L017028EVALUASI PENGGUNAAN VIDEO CONFERENCE PADA MATA KULIAH APLIKASI KOMPUTER DI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANPenelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan model CIPP yang bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan media pembelajaran video conference pada mata kuliah Aplikasi Komputer di FEB Universitas Jenderal Soedirman. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh mahasiswa S1 yang mengambil mata kuliah Aplikasi Komputer pada semester ganjil tahun ajaran 2020/2021 sebanyak 61 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling dimana seluruh populasi dijadikan sampel dikarenakan populasi yang berjumlah kurang dari 100. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan analisis statistik deskriptif kuantitatif menunjukkan bahwa: (1) Kualitas konteks (context) dalam penelitian ini yaitu kualitas media pembelajaran video conference berada pada kategori baik, (2) Kualitas masukan (input) peserta didik dalam mengakses media pembelajaran video conference berada pada kategori baik, (3) Kualitas proses (process) pembelajaran Aplikasi Komputer dengan menggunakan video conference berada pada kategori baik, (4) Kualitas produk (product) dalam penelitian ini dilihat dari hasil output prestasi belajar mahasiswa dalam mata kuliah Aplikasi Komputer berada pada kategori sangat baik.


This research is an evaluation study using the CIPP model which aims to evaluate the use of video conference learning media in the Computer Applications course at the Faculty of Economics and Business, Jenderal Sudirman University. The population in this study were all undergraduate students who took Computer Application courses in the odd semester of the 2020/2021 academic year as many as 61 people. The sampling technique in this study uses a total sampling technique where the entire population is sampled because the population is less than 100. Based on the results of research and data analysis using quantitative descriptive statistical analysis shows that: (1) the quality of the context in this study is the quality of the video conference learning media is in the good category, (2) the quality of the input of students in accessing the video conference learning media is in the good category, (3) the quality of the computer application learning process using video conferencing is in the good category, (4) the quality of the product (product) in this study seen from the output of student achievement in the Computer Applications course is in the very good category.