Artikel Ilmiah : E1A017026 a.n. QURROTA A'YUNI

Kembali Update Delete

NIME1A017026
NamamhsQURROTA A'YUNI
Judul ArtikelKEKUATAN ALAT BUKTI VISUM ET REPERTUM DAN AUTOPSI DALAM PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 116/Pid.B/2019/PN.Bms)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pembuktian merupakan salah satu titik sentral dalam proses persidangan pidana, hal ini dikarenakan pembuktian bertujuan untuk mencari kebenaran materiil. Proses pembuktian menentukan bagaimana hakim akan menjatuhkan putusan pidana dan sebagai dasar untuk menentukan salah atau tidaknya terdakwa yang didasarkan pada keyakinannya serta alat bukti yang sudah ditentukan dalam undang-undang. Tujuan penelitian dimaksudkan untuk mengetahui kekuatan alat bukti Visum et Repertum dan Autopsi dalam pembuktian perkara pidana serta bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhi hukuman mati terhadap terdakwa. Metode penelitian yang digunakan pada penulisan ini adalah yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui kepustakaan dan diuraikan secara sistematis. Berdasarkan hasil penelitian pada Putusan Perkara Nomor 116/ Pid.B/2019/PN.Bms bahwa kekuatan pembuktian visum et repertum dan autopsi dalam tindak pidana pembunuhan berencana adalah memiliki nilai kekuatan pembuktian karena telah memenuhi syarat formil yakni diminta oleh penyidik Polres Banyumas dan syarat materiil yaitu dibuat dan ditandatangani oleh seorang ahli dr. HM. Zaenuri Syamsu H., Sp.KF, MSi.Med serta didukung dengan alat bukti lain yang memiliki kesesuaian sehingga menumbuhkan keyakinan hakim. Visum et repertum dan autopsi tidak mengkikat hakim karena kekuatan pembuktiannya bersifat bebas, sama seperti alat bukti yang lainnya. Namun alat bukti ini dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan hukum hakim karena hasil Visum et Repertum dan autopsi membuktikan bahwa potongan mayat yang diduga korban adalah benar Komsatun Wachidah.
Abtrak (Bhs. Inggris)Evidentiary is one of the central points in the criminal proceedings, this is because the evidence aims to seek material truth. The evidentiary process determines how the judge will hand down a criminal verdict and as the basis for determining whether or not the accused is based on his conviction as well as the evidence that has been determined in the law. The purpose of the study was to find out the power of evidence tools visum et repertum and autopsy in the evidentiary of criminal cases and how the judge's legal considerations in sentencing the death penalty against the accused. The research method used in this writing is normative juridical, with descriptive research specifications. This study uses secondary data obtained through literature and systematically deciphered. Based on the results of the study on the Verdict Of Case No. 116/Pid.B/2019/PN.Bms that the power of evidence tools visum et repertum and autopsy in the crime of premeditated murder is to have the value of evidentiary power because it has qualified formil that is requested by Banyumas Police investigators and material requirements that are made and signed by an expert dr. HM. Zaenuri Syamsu H., Sp.KF, MSi.Med and supported by other evidence that has conformity so as to foster the confidence of judges. Visum et repertum and autopsy do not attract judges because the evidentiary power is free, just like other evidence. However, this evidence can be used as a material for the judge's legal consideration because the results of Visum et Repertum and autopsy prove that the alleged victim's body piece is true Komsatun Wachidah.
Kata kunciPembuktian, Visum et Repertum, Autopsi, Tindak Pidana Pembunuhan Berencana.
Pembimbing 1Drs. Antonius Sidik Maryono, S.H., M.S.
Pembimbing 2Handri Wirastuti Sawitri, S.H., M.H.
Pembimbing 3Prof. Dr. Hibnu Nugroho, S.H., M.Hum.
Tahun2021
Jumlah Halaman29
Tgl. Entri2021-06-20 15:27:52.348856
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.