| NIM | F1B017035 |
| Namamhs | TIARA PRIMA FEBRIANI |
| Judul Artikel | DAMPAK OPERASIONALISASI TRANSPORTASI PUBLIK TERHADAP AKSESIBILITAS PENGGUNA JASA TRANSPORTASI DAN KESEJAHTERAAN PENGUSAHA TRANSPORTASI SWASTA DI PURWOKERTO |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Operasionalisasi transportasi publik seperti BRT Trans Jateng di Purwokerto merupakan salah satu bentuk pelayanan yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat. Namun, operasionalisasi BRT Trans Jateng tidak hanya akan memberikan dampak yang diharapkan (intended) saja kepada masyarakat, tetapi juga memberikan dampak yang tidak diharapkan (unintended)kepada golongan masyarakat lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh operasionalisasi transportasi public terhadap aksesibilitas pengguna jasa transportasi sebagai dampak yang diharapkan, dan perubahan pada kesejahteraan pengusaha transportasi swasta sebagai dampak yang tidak diharapkan. Pada penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode kuantitatif asosiatif dan deskriptif dengan Operasionalisasi Transportasi Publik sebagai variabel independen (X1), Aksesibilitas Pengguna Jasa Transportasi sebagai variabel dependen (Y1), dan Kesejahteraan Pengusaha Transportasi Swasta sebagai variabel dependen (Y2). Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling, dan lokasi penelitian berada di dalam BRT Trans Jateng, rute yang dilalui BRT Trans Jateng, kantor atau rumah pengusaha transportasi swasta, dan terminal Bulupitu Purwokerto. Teknik analisa yang digunakan adalah teknik korelasi Kendall’s Tau dan regresi ordinal. Sampel yang diambil berjumlah 160, 100 sampel diambil dari pengguna jasa transportasi BRT Trans Jateng dan 60 sampel dari Pengusaha Transportasi swasta. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa operasionalisasi transportasi publik berupa BRT Trans Jateng memberikan dampak yang positif dan signifikan terhadap aksesibilitas pengguna jasa transportasi dan kesejahteraan pengusaha transportasi swasta. Hasil analisis data menggunakan korelasi Kendall’s Tau-b menunjukan nilai signifikansi sebesar 0,000 dan koefisien korelasi sebesar 0,521 yang berarti terdapat hubungan yang positif dan signifikanantara operasionalisasi transportasi publik dan aksesibilitas pengguna jasa transportasi. Pada uji regresi ordinal, nilai signifikansinyaadalahsebesar 0,000 yang berarti bahwa operasionalisasi transportasi publik BRT Trans Jateng mempengaruhi aksesibilitas pengguna jasa transportasi. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kesejahteraan pengusaha transportasi swasta mengalami perubahan setelah Trans Jateng beroperasi. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Public transportation operationalization, such as the BRT Trans Jateng in Purwokerto, is one of many services provided by the government for the public. However, the operationalization of BRT Trans Jateng will not only provide intended consequences for the public, but also unintended consequences to other groups in society. This study aims to research the intended and unintended consequences of BRT Trans Jateng operationalization in Purwokerto. The writer uses a quantitative associative and descriptive research method, and obtains data through surveys. In this study, the writer wants to know the effect of operationalization as the independent variable (X) towards the accesibility of public transportation users (Y1) and the welfare of private transportation businesses (Y2) as dependent variables. Sampling technique used for this study is accidental sampling, and the location are on the BRT Trans Jateng, BRT Trans Jateng route, the workplace of private transportation businesses, and Bulupitu bus station. To study the significance level of the effect, the analysis technique used is Kendall’s Tau correlation technique and ordinal regression. The sample size used is 160 comprising of 100 users of BRT Trans Jateng and 60 samples from private Transportation Businesses.The results of this study show that public transport operationalization, in this case of BRT Trans Jateng, provides a positive and significant consequence towards accessibility of public transportation users and private transportation businesses. The data analysis results using Kendall’s Tau-b correlation show a significance level of 0,000 and correlation coefficient of 0,521 which means that there is apositive and significant connection between public transportation operationalization and accesibility of public transportation users. In the ordinal regression test, the significance level is 0,000 which means that BRT Trans Jateng public transportation operationalization affects the accesibility of public transportation users. This study also shows that the welfare of private transportation businesses experienced a change after Trans Jateng began operating. |
| Kata kunci | operasionalisasi, aksesibilitas, kesejahteraan, BRT Trans Jateng |
| Pembimbing 1 | Drs. Andi Antono, M.Si. |
| Pembimbing 2 | Dr. Dwiyanto Indiahono, S.Sos., M.Si. |
| Pembimbing 3 | Dr. Slamet Rosyadi, M.Si |
| Tahun | 2021 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | 2021-06-18 13:44:56.743678 |
|---|