Home
Login.
Artikelilmiahs
32542
Update
ANANG KURNIAWAN
NIM
Judul Artikel
Identification of the CTXM gene in ESBL-producing Klebsiella pneumoniae in UTI patients at A Private Hospital in Banyumas Region in Central Java, Indonesia - A Cross Sectional Study
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Gen CTXM telah dilaporkan terkait dengan faktor virulensi dan kode untuk resistensi antibiotik pada Klebsiella pneumoniae yang memproduksi ESBL. Gen ini dapat menghidrolisis antibiotik beta-laktam, termasuk sefotaksim, dan saat ini ada 128 jenis CTX-M yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gen CTXM pada Klebsiella pneumoniae pada individu dengan infeksi saluran kemih di Rumah Sakit Privat di wilayah Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia. Ini adalah studi cross-sectional. Subyek penelitian terdiri dari 40 pasien yang terdaftar dengan infeksi saluran kemih di sebuah rumah sakit swasta di Wilayah Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia. DNA diekstraksi dari isolat yang ditumbuhkan dalam CHROMagarâ„¢ ESBL yang diambil dari sampel urin kateter kemudian diamplifikasi menggunakan teknik molekuler langsung polymerase chain reaction terhadap gen CTXM. Sebanyak 4 dari 40 sampel urin dikonfirmasi positif untuk Klebsiella pneumoniae penghasil ESBL (10%). Setelah itu, semua galur (100%) positif untuk gen CTXM menggunakan metode PCR. Temuan ini menunjukkan bahwa gen CTXM ditemukan pada Klebsiella pneumonia penghasil ESBL pada individu dengan infeksi saluran kemih di Rumah Sakit Privat di wilayah Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The CTXM gene has been reported to be associated with virulence factors and codes for antibiotic resistance in ESBL-producing Klebsiella pneumoniae. This gene can hydrolyze beta-lactam antibiotics, including cefotaxime, and there are presently 128 different types of CTX-M. This study aimed to find the CTXM gene in Klebsiella pneumoniae in individuals with urinary tract infections in a Privat Hospital in Banyumas region, Central Java, Indonesia. This is a cross-sectional study. The study subjects consisted of 40 patients who were enrolled with urinary tract infections in a private hospital in Banyumas Region, Central Java, Indonesia. DNA was extracted from isolates grown in CHROMagarâ„¢ ESBL taken from catheter urine samples and then amplified by using direct molecular technique polymerase chain reaction against the CTXM gene. A total of 4 out of 40 urine samples were confirmed positive for ESBL-producing Klebsiella pneumoniae (10%). Following that, all strains (100%) were positive for the CTXM gene using the PCR method. These findings suggest that the CTXM gene found in ESBL-producing Klebsiella pneumonia in individuals with urinary tract infections in a Privat Hospital in Banyumas region, Central Java, Indonesia.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save