Artikelilmiahs
Menampilkan 28.961-28.980 dari 50.106 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 28961 | 32300 | E1A017137 | PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PENGUNGSI DI INDONESIA BERDASARKAN HUKUM INTERNASIONAL (Studi tentang Peran Indonesia dalam Menangani Pengungsi Vietnam di Galang Refugee Camp, Pulau Galang, Provinsi Riau pada 1979-1996) | Pada 1975 sampai dengan 1996, Indonesia pernah menerima sebanyak 121.708 orang pengungsi Vietnam, mereka merupakan korban dari Perang Indocina II. Pengungsi Vietnam tersebut ditempatkan dalam satu pulau, yaitu Pulau Galang yang berada di wilayah Kepulauan Riau. Indonesia belum menjadi negara yang meratifikasi Konvensi 1951 dan Protokol 1967 tentang Status Pengungsi, sehingga kewenangan mengenai status pengungsi di Indonesia diserahkan kepada United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan perlindungan hukum bagi pengungsi berdasarkan hukum internasional dan mengetahui peran Indonesia dalam menangani pengungsi Vietnam di Pulau Galang, Provinsi Riau. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis dengan metode pendekatan perundang-undangan dan pendekatan historis. Data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Metode pengumpulan data yakni berdasarkan studi kepustakaan yang disajikan dalam bentuk uraian deskriptif dengan metode analisis normatif kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa pengaturan perlindungan hukum bagi pengungsi berdasarkan hukum internasional terdapat dalam Konvensi 1951 dan Protokol 1967 tentang Status Pengungsi, Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) 1948, Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik 1966, Resolusi Majelis Umum Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) 428 (V) mengenai Statuta UNHCR 1950, dan beberapa ketentuan internasional regional. Peran Indonesia dalam menangani pengungsi Vietnam adalah dengan menempatkan mereka di Pulau Galang dengan sebutan Galang Refugee Camp. Peran tersebut didasarkan pada rasa kemanusiaan dan prinsip non-refoulement yang telah menjadi jus cogens. Selain itu karena Indonesia juga terikat dengan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) 1948, Deklarasi PBB tentang Suaka Teritorial 1967, dan Resolusi Majelis Umum PBB 428 (V) mengenai Statuta UNHCR 1950. | From 1975 until 1996, Indonesia had received 121.708 Vietnamese refugees, they were victims of the Indocina War II. Vietnamese refugees were placed in one island, namely Galang Island, which is in the region of Riau Province. Indonesia has not yet become a party of Convention 1951 and Protocol 1967 relating to the Status of Refugee, so that the authority of refugee status determination in Indonesia are submitted to United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR). The purpose of this research is to find out the regulation of legal protection for refugees according to international law and to find out the role of Indonesian government in dealing with Vietnamese refugees in Galang Island, Riau Province. The research method which is used legal or juridical research with statute approach and historical approach. The data which is used is secondary data consisting of primary, secondary, and tertiary legal materials. The data collection method is based on a literature study which is presented in the form of descriptive text with qualitative normative analysis method. The result of this research showing that the legal protection of refugees according to international law are regulated at Convention 1951 and Protocol 1967 relating to the Status of Refugee, Universal Declaration of Human Rights (UDHR) 1948, International Covenant on Civil and Political Rights 1966, United Nations General Assembly Resolution 428 (V) on the 1950 UNHCR Statute, and other international regional instruments. Indonesia’s role in dealing with Vietnamese refugees is to place them in Galang Island as the Galang Refugee Camp. This role is based on a sense of humanity and the principle of non-refoulement which has become jus cogens. In addition, Indonesia is also bound by the Universal Declaration of Human Rights (UDHR) 1948, the United Nations Declaration on Territorial Asylum 1967, and United Nations General Assembly Resolution 428 (V) on the 1950 UNHCR Statute. | |
| 28962 | 32302 | D1A015056 | KOMBINASI EKSTRAK HERBAL TERHADAP ERITROSIT DAN HEMOGLOBIN DARAH KELINCI YANG TERINFEKSI KOKSIDIOSIS | Penelitian berjudul Kombinasi Ekstrak Herbal Terhadap Eritrosit Dan Hemoglobin Darah Kelinci Yang Terinfeksi Koksidiosis. Penelitian telah dilaksanakan pada 11 Maret 2019 sampai 1 April 2019 di Eksperimental Farm Fakultas Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Laboratorium Kesehatan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, dan Laboratorium Kesehatan Hewan Tipe B Banyumas. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan dosis optimal pemberian kombinasi ekstrak herbal yang mempunyai komposisi ekstrak bawang putih, ekstrak batang pisang dan ekstrak biji pepaya terhadap kadar eritrosit dan hemoglobin darah kelinci yang terinfeksi koksidiosis. Penelitian ini terdiri atas 36 ekor kelinci jantan jenis peranakan rex berumur 3-4 bulan (lepas sapih) dengan bobot 700 gram yang terinfeksi koksidiosis. Alat yang digunakan penelitian yaitu : 1) kandang kelinci, 2) tempat pakan dan minum kelinci, 3) spuit injeksi, 4) glass obyek, 5) becker glass, 6) mikroskop, 7) autoclave, 8) cawan porselin, 9) timbangan, 10) oven dan alat lainnya. Bahan yangg digunakan pada penelitian yaitu : 1) kombinasi ekstrak herbal dengan komposisi ekstrak bawang putih (40 mg), batang pisang (40 mg) dan biji pepaya (20 mg), 2) pakan dan minum kelinci, 3) antiseptik dan obat-obatan lainnya. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan ulangan sebanyak 6 kali. Pemberian kombinasi ekstrak herbal yang terdiri dari kombinasi ekstrak bawang putih 40 mg, batang pisang sebanyak 40 mg dan biji pepaya sebanyak 20 mg. P1:dosis 0 mg; P2: dosis 20 mg; P3: dosis 40 mg; P4: dosis 60 mg; P5: dosis 80 mg; P6: dosis 100 mg. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian kombinasi ekstrak biji pepaya, batang pisang dan bawang putih tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap eritrosit dan hemoglobin. Rataan kadar eritrosit dosis (0 mg) 4.63±0.41×106/µl; dosis (20 mg) 4.73±0.41×106/µl; dosis (40 mg) 3.86±0.69×106/µl; dosis (60 mg) 3.99±0.75×106/µl; dosis (80 mg) 8.64±0.83 g/dl dan dosis (100 mg) 7.78±0.930 g/dl. Rataan kadar hemoglobin dosis (0 mg) 8.66±2.50¬¬0¬ g/dl; dosis (20 mg) 8.94±0.800 g/dl; dosis (40 mg) 7.32±2.270 g/dl; dosis (60 mg) 7.80±1.68 g/dl; dosis (80 mg) 4.42±0.49×106/µl dan dosis (100 mg) 4.07±0.81×106/µl. Kesimpulan penelitian ini pemberian kombinasi ekstrak herbal dengan komposisi ekstrak bawang putih, ekstrak batang pisang dan ekstrak biji pepaya pada kelinci yang terinfeksi koksidiosis tidak berpengaruh terhadap kadar eritrosit dan hemoglobin. | The research entitled Combination of Herbal Extracts Against Erythrocytes and Hemoglobin Blood of Rabbits Infected with Coccidiosis. The research was conducted on March 11, 2019 to April 1, 2019 at the Eksperimental Farm, Faculty of Animal Husbandry, General Soedirman Purwokerto University, Animal Health Laboratory of the Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University Purwokerto, and the Banyumas Type B Animal Health Laboratory. This study aims to determine the effect and optimal dose of a combination of herbal extracts that have a composition of garlic extract, banana stalks extract and papaya seed extract on the blood erythrocyte and hemoglobin levels of rabbits infected with coccidiosis. This study consisted of 36 male rabbits of the rex breed, 3-4 months old (weaning off) with a weight of 700 grams infected with coccidiosis. The tools used in this research were: 1) rabbit cage, 2) rabbit food and drink place, 3) injection syringe, 4) glass object, 5) Becker glass, 6) microscope, 7) autoclave, 8) porcelain cup, 9) scales , 10) ovens and other tools. The materials used in the study were: 1) a combination of herbal extracts with a composition of garlic extract (40 mg), banana stalks (40 mg) and papaya seeds (20 mg), 2) feed and drink rabbits, 3) antiseptics and drugs other. The research design used was a completely randomized design (CRD) with 6 treatments and 6 replications. Giving a combination of herbal extracts consisting of a combination of 40 mg of garlic extract, 40 mg of banana stalks and 20 mg of papaya seeds. P1: dose 0mg; P2: dose 20 mg; P3: dose 40 mg; P4: dose 60mg P5: dose 80 mg P6: dose 100 mg. The results showed that the combination of papaya seed extract, banana stem and garlic did not significantly (P> 0.05) affect erythrocytes and hemoglobin. Mean erythrocyte levels (0 mg) 4.63±0.41×106 /µl; dose (20 mg) 4.73±0.41× 106/µl; dose (40 mg) 3.86±0.69 × 106 / µl; dose (60 mg) 3.99 ± 0.75 × 106 / µl; dose (80 mg) 8.64±0.83 g/dl and dose (100 mg) 7.78 ± 0.930 g/dl. Mean hemoglobin concentration (0 mg) 8.66±2.50 g/dl; dose (20 mg) 8.94 ± 0.80 g/dl; dose (40 mg) 7.32±2.27 g/dl; dose (60 mg) 7.80± 1.68 g/dl; dose (80 mg) 4.42±0.49×106 /µl and dose (100 mg) 4.07±0.81×106/µl. Garlic, banana stem extract and papaya seed extract in rabbits infected with coccidiosis had no effect on erythrocyte and hemoglobin levels. | |
| 28963 | 32301 | H1B016054 | DETEKSI KEKERINGAN DI JAWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE STANDARDIZED PRECIPITATION AND EVAPOTRANSPIRATION INDEX (SPEI) | Kondisi iklim yang tidak menentu dan terus berubah dari waktu ke waktu mengakibatkan terjadinya gangguan musim di Indonesia seperti kemarau yang berkepanjangan. Kemarau panjang sering terjadi di sebagian besar wilayah di Indonesia sehingga berdampak besar bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis kekeringan untuk mendeteksi potensi atau ancaman kekeringan. Dalam penelitian ini, akan dilakukan analisis kekeringan dengan menggunakan metode Standardized Precipitation and Evapotranspiration Index (SPEI), untuk mengetahui tingkat spasial dan temporal risiko kekeringan di Jawa selama 39 tahun, dari tahun 1980 hingga 2018. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang meliputi data curah hujan yang diperoleh dari satelit Global Daily Precipitation (CPC-Global) dan data evaporasi yang diperoleh dari satelit GLEAM v3.3a. Selain menggunakan SPEI, penelitian ini juga menggunakan Standardized Precipitation Index (SPI) sebagai pembanding untuk membandingkan indeks kekeringan mana yang lebih baik dan lebih andal dalam mendeteksi kekeringan. Pemilihan distribusi sangat penting untuk dilakukan agar nilai SPI dan SPEI tidak memiliki bias yang tinggi. Dari hasil pengujian, distribusi yang paling sesuai untuk SPI adalah distribusi gamma sedangkan distribusi Generalized Extreme Value (GEV) untuk SPEI. Variasi temporal nilai SPI dan SPEI akan dibahas dengan mempertimbangkan skala waktu yang berbeda (bulanan ke tahunan). Korelasi Pearson antara kedua indeks kekeringan dihitung untuk melihat seberapa mirip kedua indeks tersebut. Selain itu, uji Kolmogorov-Smirnov digunakan untuk uji kesamaan dua jenis distribusi tersebut. Hasil yang diperoleh dari analisis ini menunjukkan bahwa koefisien korelasi antara model SPI dan SPEI secara bulanan relatif tinggi dan secara konsisten meningkat seiring dengan peningkatan skala temporal, namun cenderung menurun pada musim kemarau. Akan tetapi, SPI mendeteksi tingkat kekeringan yang lebih parah dengan perkiraan yang terlalu tinggi dibandingkan dengan SPEI. Estimasi kekeringan dengan luasan spasial yang lebih besar juga dihasilkan oleh SPI yang diikuti oleh SPEI dibandingkan dengan kejadian kekeringan faktual. Akibatnya, dalam memperkirakan kejadian kekeringan dengan pendekatan SPI akan lebih konservatif sedangkan SPEI bersifat moderat. | The climatic conditions are erratic and keep changing over time, resulting in disrupted seasons in Indonesia such as prolonged drought. The prolonged drought often occurs in most areas in Indonesia so that it has a profound impact on human life. Therefore it is necessary to do a drought analysis to detect the potential or threat of drought. In this study, drought analysis will be carried out using the Standardized Precipitation and Evapotranspiration Index (SPEI) method, to determine the spatial and temporal level of drought risk in Java for 39 years, from 1980 to 2018. The data used in this study are secondary data which includes rainfall data obtained from the Global Daily Precipitation (CPC-Global) satellite and evaporation data obtained from the GLEAM satellite v3.3a. Apart from using the SPEI, this study also used the Standardized Precipitation Index (SPI) as a comparison to compare which drought index is better and more reliable in detecting drought. Selection of distribution is very important so that the SPI and SPEI values do not have a high bias. From the fitting test results, the most suitable distribution for SPI is the Gamma Distribution while the Generalized Extreme Value (GEV) Distribution for SPEI. Temporal variations of SPI and SPEI values will be discussed by considering different time scales (monthly to yearly). Pearson correlations between both drought indices were calculated to see how similar both indices were. Also, the Kolmogorov-Smirnov tests were used for the similarity test of two kinds of distributions. The results obtained from this analysis showed that the coefficient correlation between the SPI and SPEI models were relatively high on a monthly scale and consistently increased along with the increase of temporal scales, but had a decreasing trend during the dry season. However, the SPI detected drought severity with an excessively high estimate in comparison with the SPEI. Greater spatial extents of drought estimation were also generated by SPI followed by SPEI in comparison to factual drought occurrences. As consequences, in estimating drought events using the SPI approach will be more conservative while the SPEI is moderate. | |
| 28964 | 32299 | F1D017006 | PENGARUH TERPAAN BERITA POLITIK DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM TERHADAP TINGKAT PARTISIPASI POLITIK PEMILIH PEMULA DI KELURAHAN MUSTIKAJAYA, KOTA BEKASI DALAM PEMILIHAN PRESIDEN TAHUN 2019 | Artikel penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh dan seberapa besar pengaruh terpaan berita politik di media sosial instagram terhadap tingkat partisipasi politik pemilih pemula di Kelurahan Mustikajaya, Kota Bekasi dalam Pemilihan Presiden tahun 2019. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif, dengan menggunakan perspektif behavioralisme serta paradigma positivism. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa hipotesis kerja atau H1 diterima. Artinya, ada pengaruh antara terpaan berita politik di media sosial instagram terhadap tingkat partisipasi politik pemilih pemula. Hal tersebut dilandasi dari hasil uji regresi linear sederhananya yang nilai t hitung sebesar (7,273) > t tabel (1,660) serta R squarenya juga menunjukkan angka 0,351 yang artinya pengaruh terpaan berita politik di media sosial instagram terhadap partisipasi politik pemilih pemula adalah 35,1% sedangkan sisanya sebesar 64,9% partisipasi politik dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu telah terbukti bahwa hipotesis kerja atau H1 diterima atas dasar hasil uji regresi linear sederhananya dan R square. Maka dari itu, artinya ada pengaruh terpaan berita politik di media sosial instagram terhadap partisipasi politik pemilih pemula di Kelurahan Mustikajaya dalam Pilpres 2019 di Kota Bekasi. Sedangkan, implikasinya adalah kecenderungan, pengaruh antara variabel terpaan berita politik terhadap variabel partisipasi politik adalah positif. Maka, tingkat partisipasi politik pemilih pemula di Kelurahan Mustikajaya akan meningkat seiring dengan meningkatnya terpaan berita politik di media sosial instagram yang diterima oleh pemilih pemula. | This research article aims to find out whether there is an influence and how much influence political news on social media instagram to the level of political participation of novice voters in Mustikajaya Village, Bekasi City in the 2019 Presidential Election. The method used is quantitative method, using behavioralism perspective and positivism paradigm. The results of this study revealed that the working hypothesis or H1 is accepted. That is, there is an influence between the exposure of political news on social media instagram to the political participation rate of novice voters. This is based on the results of a simple linear regression test whose calculated t value of (7,273) > t table (1,660) and R squarenya also showed a figure of 0.351 which means the influence of political news on social media instagram on the political participation of novice voters is 35.1% while the remaining 64.9% political participation is influenced by other variables not studied in this study. The conclusion of this study is that it has been proven that the working hypothesis or H1 is accepted on the basis of the results of simple linear regression test and R square. Therefore, it means that there is an influence on political news on social media instagram to the political participation of novice voters in Mustikajaya Village in the 2019 Presidential Election in Bekasi City. Meanwhile, the implication is that the tendency, the influence between the variables of political news exposure to the variables of political participation is positive. Thus, the political participation rate of novice voters in Mustikajaya Village will increase along with the increasing exposure of political news on social media instagram received by novice voters. | |
| 28965 | 32303 | C1A017100 | PERAN BUDIDAYA LALAT TENTARA HITAM / BLACK SOLDIER FLY DALAM RANGKA PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT DI DESA SOKAWERA KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS | Salah satu usaha budidaya berbasis sumber daya lokal yang cocok diterapkan di daerah pedesaan adalah budidaya Lalat Tentara Hitam/Black Soldier Fly atau biasa disebut dengan lalat BSF. Dusun Larangan, Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah merupakan desa yang mulai mengembangkan usaha budidaya Lalat Black Soldier Fly karena di desa ini memiliki sumber daya alam yang potensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran budidaya Lalat Tentara Hitam/Black Soldier Fly dalam rangka peningkatan pendapatan masyarakat di Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendapatan masyarakat, pendapatan budidaya Lalat Tentara Hitam/Black Soldier Fly dan modal kerja. Metode analisis yang digunakan uji normalitas, uji wilcoxon, uji anacova dan analisis R/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan: (1) ada perbedaan pendapatan masyarakat sebelum dan sesudah melakukan budidaya Lalat Black Soldier Fly dari hasil analisis uji Wilcoxon (P=0,000 < 0,05), (2) ada pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan budidaya terhadap pendapatan keluarga masyarakat (P=0,032 < 0,05) sedangkan modal kerja tidak berpengaruh terhadap pendapata keluarga (P=0,148 > 0,05), (3) budidaya Lalat Black Soldier Fly di Dusun Larangan, Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas sudah mencapai tingkat efisiensi lebih dari 1 dengan hasil 1,14, (4) sebagian besar masyarakat mendapatkan kontribusi sebesar ≥ 50 persen yaitu sebanyak 26 responden. | One of the local resource-based cultivation efforts that is suitable to be applied in rural areas is the cultivation of the Black Soldier Fly or commonly referred to as the BSF fly. Larangan Hamlet, Sokawera Village, Cilongok District, Banyumas, Central Java is a village that has started to develop the Black Soldier Fly cultivation business because this village has the potential for natural resources. This study aims to see the role of Black Soldier Fly cultivation in the context of increasing community income in Sokawera Village, Cilongok District, Banyumas, Central Java. The variables used in this study were public income, Black Soldier Fly cultivation income and working capital. The analytical method used is the normality test, Wilcoxon test, anacova test and R / C ratio analysis. The results showed: (1) there are differences in people's income before and after cultivating Black Soldier Fly flies from the results of the Wilcoxon test analysis (P=0,000 < 0,05), (2) there is a significant effect on cultivation income on the family income of the community (P=0,032 < 0,05) while working capital has no effect on family income (P=0,148 > 0,05), (3) the cultivation of Black Soldier Fly flies in Larangan Hamlet, Sokawera Village, Cilongok District, Banyumas Regency has reached an efficiency level of more than 1 with a result of 1.14, (4) most of the people get a contribution of ≥ 50 percent, as many as 26 respondents. | |
| 28966 | 32304 | B1A017061 | KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN DAN MAKANAN MONYET EKOR PANJANG (Macaca fascicularis) DI PERBUKITAN KEBASEN KABUPATEN BANYUMAS | Keanekaragaman tumbuhan merupakan tumbuh-tumbuhan yang terdiri atas beberapa spesies tumbuhan yang hidup bersama-sama pada suatu tempat. Keberadaan tumbuhan berfungsi sebagai tempat bernaung saat hujan, tempat berlindung dari pemangsa, dan sebagai sumber makanan bagi primata. Monyet ekor panjang ditemukan di perbukitan Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas yang merupakan habitat alami dan menjadi sumber makanan. Keberadaan tumbuhan sebagai pakan monyet ekor panjang yang belum diketahui spesiesnya perlu diteliti lebih lanjut untuk menambah informasi tentang spesies tumbuhan yang dimakan monyet ekor panjang. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dengan teknik sampling secara transek. Hasil penelitian diketahui bahwa spesies tumbuhan yang tumbuh di Perbukitan Kebasen sebanyak 52 spesies tumbuhan dari 37 familia dengan total individu sebanyak 310 individu. Indeks Keanekaragaman (H’) tumbuhan yang diperoleh pada tingkat pohon sebesar 2,52 atau keanekaragaman spesies sedang, tingkat pancang sebesar 1,79 atau keanekaragaman spesies sedang, dan tingkat semai sebesar 2,66 atau keanekaragaman spesies sedang. Tumbuhan yang dimanfaatkan monyet ekor panjang sebagai makanan di Perbukitan Kebasen sebanyak 15 spesies dari 12 familia. Tumbuhan tersebut meliputi sirsak (Annona muricata), pulai (Alstonia scholaris), pinang (Areca catechu), berenuk (Crescentia cujete), ketapang (Terminalia catappa), keruing (Dipterocarpus verrucosus), ajan kelicung (Dyospyros macrophylla), angsana (Pterocarpus indicus), saga (Adenanthera pavonina), melinjo (Gnetum gnemon), waru (Hibiscus tiliaceus), ilat-ilatan (Ficus callosa), beringin (Ficus benjamina), keming (Ficus microcarpa), dan kelat jambu (Syzygium grande). Bagian-bagian yang dimakan meliputi daun, daun muda, dan buah. | Plant diversity is plants that consist of several species of plants that live together in one place. The existence of plants serves as a shelter when it rains, a shelter from predators, and a source of food for primates. Long-tailed macaques are found in the hills of Kebasen District, Banyumas Regency, which are natural habitats and a source of food. The existence of plants as food for long-tailed monkeys whose species are not yet known needs further research to add information about the plant species eaten by long-tailed macaques. This research was conducted using a survey method with a transect sampling technique. The results showed that there were 52 species of plant species that grew in the Kebasen hills from 37 families with a total of 310 individuals. the diversity index (H ') of tree level plants is 2.52 or moderate species diversity, saplings are 1.79 or moderate species diversity and seedlings are 2.66 or moderate species diversity. The plants used by the long-tailed macaques as food in the Kebasen hills were 15 species from 12 families. These plants include soursop (Annona muricata), pulai (Alstonia scholaris), areca nut (Areca catechu), berenuk (Crescentia cujete), ketapang (Terminalia catappa), keruing (Dipterocarpus verrucosus), ajan kelicung (Dyospyros macrophylla), angsana (Pterocarpus indicus), saga (Adenanthera pavonina), melinjo (Gnetum gnemon), waru (Hibiscus tiliaceus), ilat-ilatan (Ficus callosa), banyan (Ficus benjamina), keming (Ficus microcarpa), and kelat jambu (Syzygium grande). The parts eaten include leaves, young leaves, and fruit. | |
| 28967 | 32305 | D1A017183 | Pengaruh Level Aktivator yang Dibuat dengan Media Buah Maja (Aegle marmelos) Terhadap Rasio C/N dan Kinetika pH Pupuk Organik Padat Sapi Potong | Latar belakang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasio C/N dan kinetika pH pupuk organik padat (POP) berbahan baku feses sapi potong dengan penggunaan buah maja dengan level berbeda pada aktivator dan mencari level penggunaan terbaik. Materi dan metode. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah 9000 kg feses sapi potong dalam bentuk basah. Metode penelitian experimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan berjumlah tiga level yang berbeda dan total gundukan sebanyak 18. Setiap perlakuan menggunakan buah maja (Aegle marmelos) sebanyak A0 (kontrol) 0 g/L/500 kg feses (0%), A1 30 g/L/500 kg feses (0,03%), A2 60 g/L/500 kg feses (0,06%). Variabel yang diamati adalah rasio C/N dan kinetika pH. Hasil. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan buah maja (Aegle marmelos) pada aktivator dengan level yang terbaik tidak berpengaruh nyata (F hitung<F 0,05) terhadap rasio C/N pupuk organik padat (POP) berbahan baku feses sapi potong. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan buah maja (Aegle marmelos) pada aktivator dengan level yang terbaik berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kinetika pH pada perbedaan waktu pengukuran. Simpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa aktivator buah maja (Aegle marmelos) tidak berpengaruh nyata terhadap rasio C/N pupuk organik padat (POP) berbahan baku feses sapi potong, namun berpengaruh nyata terhadap kinetika pH pada perbedaan waktu pengukuran. Penggunaan buah maja (Aegle marmelos) dengan level 0,06% pada aktivator merupakan level penggunaan yang terbaik pada pupuk organik padat (POP) berbahan baku feses sapi potong terhadap kinetika pH. | Background. The research aims to determine C/N ratio and pH kinetics of solid organic fertilizer beef cattle feces with the utilization of maja fruit (Aegle marmelos) with any different level in activator and cast about the best level of maja fruit (Aegle marmelos) utilization. Materials and methods. The materials of this research were collected 9000 kg of fresh beef cattle feces. This experimental research using Completely Randomed Design (CRD). The treatment amounted three kind of different level and the total of mound is 18 that consist three kind of different level. Each treatment given with utilization of maja fruit (Aegle marmelos) specifically A0 (control) 0 g/L/500 kg feces (0%), A1 30 g/L/500 kg feces (0,03%), A2 60 g/L/500 kg feces (0,06%). The variables observed were C/N ratio and pH kinetics. Results. The result of the analysis of variance showed that the utilization of maja fruit (Aegle marmelos) in activator with the best level had no significant impact (F <F 0,05) on solid organic fertilizer beef cattle feces C/N ratio. The result of the analysis of variance showed that the utilization of maja fruit (Aegle marmelos) in activator with the best level had significant impact (P<0,05) on solid organic fertilizer beef cattle feces pH kinetics at different measuring time. Conclusion. According to the result of this research, can be concluded that the utilization of maja fruit (Aegle marmelos) in activator with the best level had no significant impact on solid organic fertilizer beef cattle feces C/N ratio, had significant impact on pH kinetics at different measuring time. The best utilization of maja fruit (Aegle marmelos) in activator were at 0,06% level on pH kinetics. | |
| 28968 | 32309 | F1B016020 | Manajemen Website Desa Di Desa Karanganyar Kecamatan Karanganyar Kabupaten Purbalingga | Perkembangan dan aplikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi membawa pelaksanaan pemerintah pada era baru yaitu e- Government. Pelayanan publik yang prima dan berkualitas memerlukan jalinan antara pemerintah sebagai penyedia layanan dengan masyarakat sebagai penerima layanan. Untuk itu, perlu adanya keterbukaan informasi antara pemerintah dan masyarakat. Hal ini menjadi alasan bahwa penerapan teknologi informasi berbasis internet dalam penyelenggaraan pelayanan publik merupakan sebuah keharusan bagi seluruh instansi pemerintah guna mewujudkan Good Governance. Salah satu media penyediaan informasi yang dapat diakses dengan mudah saat ini adalah situs web (website). Situs web atau website memuat informasi, komunikasi, dan transaksi antara masyarakat dan pemerintah yang dapat dilakukan via internet. Adanya program website desa bertujuan untuk membantu pemerintah desa dan pemberdayaan masyarakat di desa dalam penggunaaan teknologi berbasis internet.Kabupaten Purbalingga merupakan salah satu kabupaten yang menjadi pilot project dalam sistem informasi desa dan memiliki empat desa yang menjadi pilot project. Desa Karanganyar merupakan salah satu Desa yang sudah menerapkan website desa sejak tahun 2017. Desa Karanganyar memperoleh penghargaan pada tahun 2018 dalam ajang Indonesian Website Awards, hal tersebut dikarenakan Desa Karanganyar dalam manajemen website desa sudah baik. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan best practice manajemen website desa di Desa Karanganyar Kecamatan Karanganyar Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Metode analisis yang digunakan yaitu Model Interaktif Analisis Data. Sasaran penelitian yaitu Kepala Bidang dan Staf pada Bidang Informatika Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Purbalingga serta tim pengelola website desa di Desa Karanganyar. Hasil penelitian mengenai pengelolaan website desa yang ada di Desa Karanganyar adalah sudah terlaksana dengan baik hal tersebut dapat dilihat dari penerapan fungsi- fungsi manajemen dalam pengelolaannya.Perkembangan dan aplikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi membawa pelaksanaan pemerintah pada era baru yaitu e- Government. Pelayanan publik yang prima dan berkualitas memerlukan jalinan antara pemerintah sebagai penyedia layanan dengan masyarakat sebagai penerima layanan. Untuk itu, perlu adanya keterbukaan informasi antara pemerintah dan masyarakat. Hal ini menjadi alasan bahwa penerapan teknologi informasi berbasis internet dalam penyelenggaraan pelayanan publik merupakan sebuah keharusan bagi seluruh instansi pemerintah guna mewujudkan Good Governance. Salah satu media penyediaan informasi yang dapat diakses dengan mudah saat ini adalah situs web (website). Situs web atau website memuat informasi, komunikasi, dan transaksi antara masyarakat dan pemerintah yang dapat dilakukan via internet. Adanya program website desa bertujuan untuk membantu pemerintah desa dan pemberdayaan masyarakat di desa dalam penggunaaan teknologi berbasis internet.Kabupaten Purbalingga merupakan salah satu kabupaten yang menjadi pilot project dalam sistem informasi desa dan memiliki empat desa yang menjadi pilot project. Desa Karanganyar merupakan salah satu Desa yang sudah menerapkan website desa sejak tahun 2017. Desa Karanganyar memperoleh penghargaan pada tahun 2018 dalam ajang Indonesian Website Awards, hal tersebut dikarenakan Desa Karanganyar dalam manajemen website desa sudah baik. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan best practice manajemen website desa di Desa Karanganyar Kecamatan Karanganyar Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Metode analisis yang digunakan yaitu Model Interaktif Analisis Data. Sasaran penelitian yaitu Kepala Bidang dan Staf pada Bidang Informatika Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Purbalingga serta tim pengelola website desa di Desa Karanganyar. Hasil penelitian mengenai pengelolaan website desa yang ada di Desa Karanganyar adalah sudah terlaksana dengan baik hal tersebut dapat dilihat dari penerapan fungsi- fungsi manajemen dalam pengelolaannya. | The development and application of Information and Communication Technology has brought the implementation of government to a new era, namely e-Government. Prime and quality public services require a relationship between the government as a service provider and the community as service recipients. For this reason, there is a need for information disclosure between the government and the public. This is the reason that the application of internet-based information technology in the delivery of public services is a must for all government agencies to realize Good Governance. One of the media for providing information that can be accessed easily today is a website (website). The website or website contains information, communication, and transactions between the public and the government which can be done via the internet. The village website program aims to help village government and community empowerment in the village in the use of internet-based technology. Purbalingga Regency is one of the districts that has become a pilot project in the village information system and has four villages that are pilot projects. Karanganyar Village is one of the villages that has implemented a village website since 2017. Karanganyar Village received an award in 2018 at the Indonesian Website Awards, this is because Karanganyar Village in village website management is good. The purpose of this study is to describe the best practices of village website management in Karanganyar Village, Karanganyar District, Purbalingga Regency. This research uses descriptive qualitative method. The analytical method used is the Interactive Data Analysis Model. The research targets were the Head of Division and Staff in the Informatics Division of the Communication and Informatics Office of Purbalingga Regency and the village website management team in Karanganyar Village. The results of research regarding the management of village websites in Karanganyar Village are that it has been carried out well. This can be seen from the application of management functions in its management | |
| 28969 | 32310 | A1A017016 | PENGARUH DIGITAL MARKETING DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK UMKM OLAHAN BUAH MANGGA DI KABUPATEN INDRAMAYU | Era pandemik Covid-19 yang membatasi kegiatan pada suatu daerah dan interaksi antar invidu membuat banyak pelaku usaha lebih gencar memasarkan dan mempromosikan produknya secara online melalui media digital. Tingginya persaingan pada pasar online mengharuskan para pelaku usaha meningkatkan pelayanan dan mempertahankan kualitas terbaik pada produknya yang memberikan ciri khas produk sebagai nilai tambah. Kemudahan belanja online dan perbedaan kualitas produk nantinya dapat mempengaruhi keputusan konsumen untuk melakukan pembelian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh digital marketing dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian, (2) pengaruh digital marketing terhadap keputusan pembelian, (3) pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian. Penelitian dilaksanakan pada 3 UMKM olahan buah mangga di Kabupaten Indramayu yang menggunakan media digital sebagai media pemasarannya, yaitu UMKM Padhaku Indramayu, Mango.moms, dan Sanz Snack. Penelitian dilaksanakan selama 1 bulan pada Maret 2021. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi kasus pada konsumen UMKM olahan buah mangga di Kabupaten Indramayu dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan penyebaran kusioner secara online kepada 90 responden. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan kriteria sebagai berikut: 1) konsumen UMKM Padhaku Indramayu, Mango.Moms, dan Sanz Snack, 2) konsumen yang pernah melakukan pembelian produk UMKM secara online melalui e-commerce maupun media sosial, 3) konsumen yang berumur 16 tahun ke atas. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda yang diolah menggunakan program SPSS 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa (1) digital marketing dan kualitas produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian, (2) digital marketing berpengaruh terhadap keputusan pembelian, (3) kualitas produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian. | Era of pandemic Covid-19, which limits activities in an area and interactions between individuals, has made many business actors more aggressively market and promote their products through digital media. The high competition in the online market requires business actors to maintain the best quality of their products and provide product characteristics that added value. The ease of online shopping and differences in product quality can influence consumer decisions to make purchases. This study aims to determine (1) the effect of digital marketing and product quality on purchasing decisions, (2) the effect of digital marketing on purchasing decisions, (3) the effect of product quality on purchasing decisions. The research was conducted at 3 MSMEs processed mango fruit in Indramayu Regency which used digital media as a marketing medium, which are UMKM Padhaku Indramayu, Mango.moms, and Sanz Snack. The research was conducted for 1 month on March 2021. The research method used was a case study on mango processed MSME consumers in Indramayu Regency with interview techniques and online data distribution to 90 respondents. The sampling method used purposive sampling, with the following criteria: 1) UMKM consumers Padhaku Indramayu, Mango.Moms, and Sanz Snack, 2) consumers who have purchased MSME products online through e-commerce and social media, 3) consumers who aged 16 years and over. The data analysis technique in this study is multiple linear regression analysis processed using the SPSS 21 program. The results of this research show that (1) digital marketing and product quality affects purchasing decisions, (2) digital marketing affects purchasing decisions, (3) product quality affects purchasing decisions. | |
| 28970 | 32306 | H1A017006 | ANALISIS KEANDALAN SISTEM DISTRIBUSI 20 kV di PT. PLN (PERSERO) UP3 SERPONG MENGGUNAKAN METODE RELIABILITY INDEX ASSESSMENT (RIA) | Keandalan merupakan peluang dari suatu peralatan atau sistem untuk beroperasi seperti yang direncanakan. Tingkat keandalan suatu sistem distribusi dapat dihitung dengan menggunakan metode Reliability Index Assessment (RIA) dan disimulasikan menggunakan ETAP. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat keandalan sistem distribusi pada Penyulang Bilik dan menganalisis metode apa saja yang dapat diterapkan oleh PT. PLN (Persero) untuk dapat meningkatkan keandalan Penyulang Bilik. Perhitungan menggunakan metode RIA diawali dengan menentukan besarnya laju kegagalan dan lama durasi pemadaman Penyulang Bilik, lalu menghitung SAIFI dan SAIDI nya. Lalu dilakukan simulasi ETAP berdasarkan data lapangan yang ada. Setelah itu, ditambahkan Recloser untuk meningkatkan keandalan nya. Hasil analisis menggunakan metode RIA, didapatkan nilai SAIFI sebesar 1,2035 fault/costumer/year dan SAIDI sebesar 8,1745 hour/costumer/year. Sedangkan dengan simulasi ETAP, didapatkan nilai SAIFI sebesar 1,2564 fault/costumer/year dan SAIDI sebesar 8,8163 hour/costumer/year. Setelah ditambahkan Recloser, nilai indeks SAIFI menurun sebesar 0,2282 fault/costumer/year menjadi 1,0282 fault/costumer/year dan SAIDI menurun sebesar 0,7565 hour/costumer/year menjadi 8,0598 hour/costumer/year. Sehingga dapat disimpulkan, penambahan Recloser dapat meningkatkan kendalan suatu sistem distribusi. | Reliability is the opportunity for an equipment or system to operate as planned. The level of reliability of a distribution system can be calculated using the Reliability Index Assessment (RIA) method and simulated using ETAP. The purpose of this study was to determine the reliability level of the distribution system at the Penyulang Bilik and to analyze what methods that can be applied by PT. PLN (Persero) to increase its reliability. The calculation using the RIA method begins by determining the rate of failure and the duration of the Penyulang Bilik outage, then calculating the SAIFI and SAIDI. Then an ETAP simulation was carried out based on existing field data. After that, the Recloser was added to increase its reliability. The results of the analysis using the RIA method, obtained a SAIFI value of 1.2035 fault / customer / year and SAIDI value of 8.1745 hour / customer / year. Meanwhile, with the ETAP simulation, the SAIFI value is 1.2564 fault / customer / year and SAIDI value of 8,8163 hour / customer / year. Then, a simulation of adding a Recloser to the Penyulang Bilik was simulated to increase its reliability. After adding Recloser, the SAIFI index value decreased by 0.2282 fault / customer / year to 1.0282 fault / customer / year and SAIDI decreased by 0,7565 hour / customer / year to 8,0598 hour / customer / year. So it can be concluded, that addition of Recloser can increase the reliability of a distribution system. | |
| 28971 | 32307 | H1A017066 | ANALISIS KEANDALAN SISTEM DISTRIBUSI PT.PLN PERSERO UP3 SERPONG MENGGUNAKAN METODE SECTION TECHNIQUE | Sistem distribusi tenaga listrik merupakan suatu sistem dari tenaga listrik yang berfungsi untuk menyalurkan tenaga listrik dari sumber pembangkit menuju ke konsumen. Keandalan sistem distribusi berbanding terbalik dengan tingkat pemutusan beban sistem. Semakin tinggi frekuensi pemutusan beban pada sistem akan berpengaruh pada penurunan keandalan sistem distribusi.Tingkat keandalan sistem distribusi dapat dihitung dengan menggunakan Metode Secction Technique dan disimulasikan dengan menggunakan ETAP. Beberapa indeks yang digunakan untuk menentukan tingkat keandalan sistem distribusi itu baik atau tidaknya yaitu SAIFI (System Average Interruption Frequency Index) dan SAIDI (System Average Interruption Duration Index). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi dari keandalan sistem distribusi PT.PLN UP3 Serpong.. Hasil dari perhitungan menggunakan metode Section Technique didapatkan nilai SAIFI sebesar 5,6255221 f/customer.yr dan SAIDI sebesar 14594693 hr/customer.yr. Sedangkan untuk hasil simulasi ETAP didapatkan nilai SAIFI 5,5162 f/customer.yr dan SAIDI sebesar 15,4420 hr/customer.yr. Setelah ditambahkan recloser yang pertama, nilai SAIFInya menjadi 4,0192 f/customer.yr dan SAIDI 13,2313 hr/customer.yr. Selanjutnya setelah penambahan recloser yang kedua, nilai SAIFI sebesar 3,6268 f/customer.yr dan SAIDI 12,2894 hr/customer.yr. Dari hasil ini, dapat disimpulkan bahwa penambahan recloser dapat meningkatkan keandalan suatu sistem distribusi. | The electric power distribution system is a system of electric power that functions to distribute electricity from power sources to consumers. The reliability of the distribution system is inversely related to the level of system load cut-off. The higher the load termination frequency in the system will have an effect on decreasing the reliability of the distribution system. The level of distribution system reliability can be calculated using the Section Technique Method and simulated using the ETAP. Some of the indices used to determine the level of reliability of the distribution system are good or bad, namely SAIFI (System Average Interruption Frequency Index) and SAIDI (System Average Interruption Duration Index)..The results of the calculation using the Section Technique method obtained a SAIFI value of 5.6255221 f / customer.yr and SAIDI of 14594693 hr / customer.yr. Meanwhile, the ETAP simulation results obtained SAIFI values of 5.5162 f / customer.yr and SAIDI of 15.4420 hr / customer.yr. After adding the first recloser, the SAIFI value is 4.0192 f /customer.yr and SAIDI 13.2313 hr / customer.yr. Furthermore, after adding the second recloser, the SAIFI value was 3.6268 f / customer.yr and SAIDI 12.2894 hr / customer.yr. From these results, it can be concluded that the addition of reclosers can increase the reliability of a distribution system | |
| 28972 | 32308 | H1A017035 | DETEKSI LUAS RETAKAN PADA BETON MENGGUNAKAN SEGMENTASI CITRA DIGITAL DENGAN METODE SAUVOLA THRESHOLDING | Pemantauan keretakan beton merupakan cara untuk rehabilitasi beton untuk mempertahankan ketahanan dan keselamatannya. Beton perlu diidentifikasi dan dilacak kerusakannya yaitu seperti keretakannya untuk dijadikan acuan yang sangat penting untuk memprediksi kondisi sekarang dan kedepannya. Keretakan beton sangat sering ditemukan di keadaan sekitar. Untuk melakukan pelacakan keretakan pada beton bisa menggunakan suatu alat yaitu Linear Variable Displacement Transformer (LVDTs). Alat ini biasa digunakan untuk memonitor lebar dari keretakan. Cara menggunakan alat ini adalah dengan cara mendekatkan sensor alat ke retakan pada beton. Namun pengguanaan alat LVDTs masih kurang efektif, dikarenakan mobilitas yang rendah.Oleh karena itu, diperlukan suatu alat yang dapat mengukur keretakan pada beton dengan mobilitas yang tinggi. Kamera memiliki mobilitas tinggi dan dapat dipadukan dengan alat lain, contohnya dengan UAVs (Unmanned Aerial Vehicles). UAV dapat menjangkau area yang membutuhkan mobilitas khusus untuk mendapatkan citra dari keretakan beton. Citra yang di ambil akan diolah dengan berbagai teknik pengolahahan citra. Metode yang diusulkan oleh peneliti adalah dengan menggunakan preprocessing citra dengan tuned tri-threshold fuzzy intensification operators, lalu mengunakan metode Sauvola thresholding sebagai processing utama, dan terakhir menggunakan postprocessing citra yaitu Deghost dan Gaussian filter. Hasil dari proses pengolahan citra tersebut adalah luas area pixel keretakan pada beton dan prosentase keretakan beton dengan dari keselurahan citra itu sendiri. Dengan adanya metode pengolahan citra ini diharapkan menjadi parameter analisis untuk pertimbangan kelayakan dari beton yang akan digunakan. | Crack monitoring of concrete is a way of rehabilitating concrete to maintain its durability and safety. The damage of concrete needs to be identified and tracked, such as cracks, to be used as a very important reference for predicting current and future conditions. Cracked concrete is very often found in ambient conditions. To track cracks in concrete, you can use a tool, namely Linear Variable Displacement Transformers (LVDTs). This tool is commonly used to monitor the width of the cracks. How to use this tool is by bringing the tool sensor closer to the crack in the concrete. However, the use of the LVDTs tool is still ineffective, due to its low mobility. Therefore, a tool that can measure cracks in concrete with high mobility is needed. The camera has high mobility and can be combined with other tools, for example with UAVs (Unmanned Aerial Vehicles). UAVs can cover areas that require special mobility to obtain images of concrete cracks. The captured image will be processed with various image processing techniques. The method proposed by the researcher is to use image preprocessing with tuned tri-threshold fuzzy intensification operators, then use the Sauvola thresholding method as the main processing, and finally use image post-processing, namely Deghost and Gaussian filters. The results of the image processing are the pixel area cracked in the concrete and the percentage of cracked concrete from the whole image itself. With this image processing method, it is hoped that it will become an analysis parameter to consider the feasibility of the concrete to be used. | |
| 28973 | 32312 | D1A017006 | Konsentrasi dan Mortalitas Spermatozoa Kambing Peranakan Etawah (PE) Hasil Seks Separasi Menggunakan Albumen Putih Telur dengan Gradien yang Berbeda | Penelitian bertujuan untuk mengetahui konsentrasi dan mortalitas spermatozoa kambing Peranakan Etawah hasil seks separasi dengan albumen putih telur sebagai media pemisah. Materi yang digunakan adalah semen beku dari Balai Inseminasi Buatan (BIB) Ungaran dengan kosentrasi spermatozoa 50 x 106 dan volume 0,25 ml/mini straw sebanyak 56 buah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode experimental dengan perlakuan perbedaan konsentrasi gradient putih telur, yaitu P1= 10:30%; dan P2= 20:40%, dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 14 kali, sedangkan data dianalisis menggunakan unpaired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan konsentrasi spermatozoa (35,21 x 106) dari fraksi atas gradien 10:30% nyata (P<0,05) lebih tinggi daripada gradien 20:40% (29,96 x 106). Demikian pula rataan konsentrasi spermatozoa dari fraksi bawah gradien 10:30% (62,62 x 106) nyata (P<0,05) lebih tinggi daripada gradien 20:40% (56,66 x 106). Rataan mortalitas spermatozoa fraksi atas gradien 10:30% (50,07%) tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan rataan gradien 20:40% (50,00%) Namun rataan mortalitas spermatozoa fraksi bawah gradien 10:30% memiliki rataan 50,89% nyata (P<0,05) lebih tinggi daripada gradien 20:40% (44,75%). Disimpulkan bahwa spermatozoa fraksi bawah gradien 20:40% memiliki hasil yang lebih baik dibandingkan spermatozoa fraksi bawah gradien 10:30%. | The aim of this study was to determine the concentration and mortality of spermatozoa of Etawah Crossbreed goats resulting from sex separation with egg white albumen as a separating medium. The material used was frozen semen from the Ungaran Artificial Insemination Center with a sperm concentration of 50 x 106 and a volume of 0.25 ml/mini straw of 56 pieces. The research method used is an experimental method with a concentration gradient treatment of egg white, namely P1 = 10:30%; and P2 = 20:40%, and each treatment was repeated 14 times, while the data were analyzed using unpaired t-test. The results showed that the average concentration of spermatozoa (35.21 x 106) from the upper fraction of the 10:30% gradient was significantly (P<0.05) higher than the 20:40% gradient (29.96 x 106). Similarly, the mean concentration of spermatozoa from the fraction under the 10:30% gradient (62.62 x 106) was significantly (P<0.05) higher than the 20:40% gradient (56.66 x 106). The mean mortality of spermatozoa in the upper fraction of the gradient 10:30% (50.07%) was not significantly different (P>0.05) with the mean of the gradient of 20:40% (50.00%). has an average of 50.89% significantly (P<0.05) higher than the gradient of 20:40% (44.75%). It was concluded that the spermatozoa fraction under a 20:40% gradient had better results than the spermatozoa from the fraction under a 10:30% gradient. | |
| 28974 | 32313 | C1C014055 | PENGARUH PENGETAHUAN WAJIB PAJAK, FAKTOR EKONOMI, KEWAJIBAN MORAL DAN PELAYANAN FISKUS TERHADAP PENUNGGAKAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR | Penelitian ini merupakan penelitian survei pada penunggakan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor yang diteliti berada di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini mengambil judul: “Pengaruh Pengetahuan Wajib Pajak, Faktor Ekonomi, Kewajiban Moral, dan Kualitas Pelayanan Fiskus Teradap Penunggakan Pajak Kendaraan Bermotor”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari pengetahuan wajib pajak, factor ekonomi, kewajiban moral, dan pelayanan fiskus terhadap penunggakan pajak kendaraan bermotor. Populasi dalam penelitian ini adalah wajib pajak kendaraan bermotor yang tercatat memiliki tunggakan pada periode 2019-2020. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 100 responden. Non-probability sampling digunakan dalam penentuan responden. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) menunjukkan bahwa pengetahuan wajib pajak secara signifikan berpengaruh terhadap penunggakan pajak kendaraan bermotor, faktor ekonomi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penunggakan pajak kendaraan bermotor, kewajiban moral secara seignifikan berpengaruh terhadap penunggakan pajak kendaraan bermotor, pelayanan fiskus secara signifikan berpengaruh terhadap penunggakan pajak kendaraan bermotor. | This research is a survey research on motor vehicle tax arrears. The motor vehicles studied are located in Banyumas Regency. This study takes the title: "The Influence of Taxpayer Knowledge, Economic Factors, Moral Obligations, and Quality of Fiscal Services on Motor Vehicle Tax Arrears". The purpose of this study was to determine the effect of taxpayer knowledge, economic factors, moral obligations, and tax service services on motor vehicle tax arrears. The population in this study were motor vehicle taxpayers who were recorded to have arrears in the 2019-2020 period. The number of respondents taken in this study were 100 respondents. Non-probability sampling is used in determining respondents. Based on the results of research and data analysis using SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) shows that taxpayer knowledge significantly affects motor vehicle tax arrears, economic factors do not significantly affect motor vehicle tax arrears, moral obligations significantly affect motor vehicle tax arrears, tax service services significantly affect motor vehicle tax arrears. | |
| 28975 | 32358 | D1A017136 | HUBUNGAN ANTARA PANJANG BADAN, LINGKAR DADA, TINGGI PUNGGUNG DAN PANJANG PAHA DENGAN BOBOT BADAN DOMBA GARUT DEWASA JANTAN | Abstrak. Latar belakang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran linier tubuh (panjang badan, lingkar dada, tinggi punggung dan panjang paha) dan bobot badan domba Garut dewasa jantan serta mempelajari keeratan hubungan antara ukuran linier tubuh (panjang badan, lingkar dada, tinggi punggung dan panjang paha) dengan bobot badan domba Garut dewasa jantan. Metodologi. Materi penelitian yang digunakan adalah 50 ekor domba Garut dewasa jantan. Metode penelitian adalah survei dan penetapan sampel menggunakan purposive sampling yaitu menentukan sampel domba Garut dewasa jantan umur 1-2 tahun sebanyak 50 ekor. Peubah yang diamati meliputi panjang badan (X1), lingkar dada (X2), tinggi punggung (X3) panjang paha (X4) dan bobot badan domba Garut dewasa jantan. Data terkoleksi dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi berganda. Hasil. Rataan bobot badan domba Garut jantan 26,81 ± 3,25 kg, panjang badan 52,27 ± 3,82 cm, lingkar dada 68,34 ± 3,18 cm, tinggi punggung 62,49 ± 3,22 cm, panjang paha 30,92 ± 1,97 cm. Hasil analisis regresi berganda diperoleh persamaan Y = 38,69 + 0,998 X1 + 0,080 X2 0,091 X3 0,038 X4 berhubungan tidak nyata dengan bobot badan (P>0,05), sedangkan secara terpisah lingkar dada mengikuti persamaan 37,91 + 0,95 X berhubungan nyata dengan bobot badan (P<0,05). Kesimpulan. Rataan bobot badan, panjang badan, lingkar dada, tinggi punggung dan panjang paha masih di bawah standar. Ukuran linier tubuh secara bersama-sama tidak berhubungan nyata (P>0,05) dengan bobot badan, sedangkan secara parsial lingkar dada memiliki hubungan nyata (P<0,05) dengan bobot badan, sehingga lingkar dada dapat digunakan untuk menduga bobot badan domba Garut jantan. Kata kunci : domba Garut, dewasa jantan, bobot badan, panjang badan, lingkar dada, tinggi punggung, panjang paha. | Abstract. Background. This research has The purpose of this study was to determine the linear size of the body (body length, chest circumference, shoulder height and leg length) and body weight of buck Garut and to study the close relationship between body linear measurements (body length, chest circumference, shoulder height and leg length) and body weight buck Garut. Methodology. The research material used was 50 buck Garut. The research method was a survey and sample determination using purposive sampling, which was to determine a sample of 50 buck Garut aged 1-2 years. The observed variables included body length (X1), chest circumference (X2), shoulder height (X3) leg length (X4) and body weight of buck Garut. The collected data were analyzed using descriptive analysis and multiple regression analysis. Results. Mean body weight of male Garut sheep 26.81 ± 3.25 kg, body length 52.27 ± 3.82 cm, chest circumference 68.34 ± 3.18 cm, shoulder height 62.49 ± 3.22 cm, leg length 30.92 ± 1.97 cm. The results of multiple regression analysis showed that the equation Y = 38.69 + 0.998 X1 + 0.080 X2 0.091 X3 0.038 X4 was not significantly related to body weight (P> 0.05), while separately the chest circumference followed the equation Y = 37, 91 + 0.95 X was significantly related to body weight (P<0.05). Conclusion. The average body weight, body length, chest circumference, shoulder height and leg length were still below the standard. The linear size of the body together was not significantly related (P>0.05) with body weight, while partially chest circumference had a significant relationship (P<0.05) with body weight, so that the chest circumference can be used to estimate the body weight of buck Garut. Keywords : buck Garut, body weight, body length, chest circumference, shoulder height, leg length. | |
| 28976 | 32405 | J1B017037 | MENYUSURI PERJUANGAN PEREMPUAN DALAM PUISI-PUISI BERTEMA PEREMPUAN PADA BUKU KUMPULAN PUISI JANGAN MATI SEBELUM BERGUNA KARYA FITRI NGANTHI WANI | Skripsi ini berjudul “Menyusuri Perjuangan Perempuan dalam Puisi-Puisi Bertema Perempuan pada Buku Kumpulan Puisi Jangan Mati Sebelum Berguna Karya Fitri Nganthi Wani”. Rumusan masalah yang terdapat pada skripsi ini adalah (1) Bagaimanakah pembacaan heuristik dalam puisi-puisi karya Fitri Nganthi Wani dalam antologi puisi Jangan Mati Sebelum Berguna berdasarkan teori semiotika Riffaterre? (2) Bagaimanakah pembacaan hermeneutik untuk mengungkap makna perjuangan perempuan dalam antologi puisi Jangan Mati Sebelum Berguna berdasarkan teori semiotika Riffaterre?. Tujuan penelitian ini adalah memaknai puisi-puisi tersebut menggunakan semiotika Riffaterre untuk mengungkap perjuangan perempuan di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Teknik penelitian ini ada tiga yaitu (1) Menganalisis pemaknaan puisi bertema perempuan dalam antalogi Jangan Mati Sebelum Berguna (2) Menganalisis puisi bertema perempuan dalam antologi Jangan Mati Sebelum Berguna dengan pendekatan semiotika Rifatterre. (3) Menyimpulkan hasil analisis. Skripsi ini menggunakan tahap pembacaan heuristik dan hermeneutik. Hasil penelitian dalam skripsi ini dengan pembacaan heuristik atau pembacaan semiotik pertama, yaitu ditemukan makna pernikahan, mimpi perempuan, perempuan dalam kehidupan, dan kesetaraan. Pembacaan tingkat kedua, yaitu pembacaan hermeneutik ditemukan perjuangan perempuan untuk menjadi diri sendiri, melawan budaya patriarki dalam pernikahan, stigma virginitas dan perawan tua, the second other, memerdekakan diri, anggapan mothering, standar dan mitos kecantikan, serta kesetaraan dengan laki-laki. | This thesis is entitled “Menyusuri Perjuangan Perempuan dalam Puisi-Puisi Bertema Perempuan pada Buku Kumpulan Puisi Jangan Mati Sebelum Berguna Karya Fitri Nganthi Wani ". The problems formulation that contained in this thesis are (1) How is the heuristic reading in Fitri Nganthi Wani's poems in the anthology book Jangan Mati Sebelum Berguna using the teory of Riffaterre's semiotic? (2) How is the hermeneutic reading to reveal the meaning of women's struggle in the poetry anthology book Jangan Mati Sebelum Berguna using the teory of Riffaterre's semiotic?. The purpose of this research is to interpret these poetries using the theory Riffaterre's semiotics to reveal women's struggles in this book. This study include in the research descriptive research method. This research technique consists of three stages, namely (1) analyzing the meaning of poetry with the theme of women in the collection of poetry on Jangan Mati Sebelum Berguna. (2)Analyze poetry with the theme of women in the book of the collection of poetry Jangan Mati Sebelum Berguna using Rifatterre's semiotic approach. (3) Conclude the results of the analysis.This thesis uses heuristic and hermeneutic reading stages. The results of this research using heuristic reading or the first semiotic reading, are found the meaning of marriage, women's dreams, women in life, and equality. The second level of reading, namely the reading of hermeneutics, found the struggle of women to be themselves, against patriarchal culture in marriage, the stigma or virginity and spinster, the second other, liberating themselves, assumptions of mothering, standards and beauty myths, and equality with men. | |
| 28977 | 32315 | E1A017378 | EFEKTIVITAS PENAHANAN TERHADAP ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM OLEH PENYIDIK POLRI (Studi kasus di Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas) | Penelitian yang berjudul “EFEKTIVITAS PENAHANAN TERHADAP ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM DALAM PENAHANAN OLEH PENYIDIK POLRI” ( Studi kasus di Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas) ini bertujuan untuk mengetahui secara jelas mengenai dasar aturan yuridis dalam penahanan terhadap anak yang berkonflik dengan hukum di Polresta Banyumas, bagaimana realita pelaksanaan penahanan yang dilakukan penyidik khususnya terhadap anak di wilayah hukum Polresta Banyumas dan juga bertujuan untuk mengetahui efektifitas dalam pelaksanaan penahanan terhadap anak yang berkonflik dengan hukum di Polresta Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif, Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu menggunakan keterangan atau data yang telah terkumpul kemudian memadukan antara penelitian kepustakaan dan penelitian di lapangan. Hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa pelaksanaan penahanan terhadap anak yang berkonflik dengan hukum di Polresta Banyumas dengan melihat aspek perlindungan dan aspek perbaikan terhadap anak ketika dilakukan penahanan di Polresta Banyumas dapat dikatakan cukup efektif dengan terpenuhinya beberapa hak-hak yang didapat anak ketika dalam penahanan di Polresta Banyumas. | The research entitled "THE EFFECTIVENESS OF DETENTION OF CHILDREN CONTACTING THE LAW IN DETENTION BY POLRI INVESTIGATORS" (A case study at the Police Resor Kota (Polresta) Banyumas) aims to explain the basis of juridical rules in detention of children in conflict with the law at the Polresta Banyumas, the reality of detention carried out by investigators, especially against children in the Polresta Banyumas jurisdiction and also aims to see the effectiveness of detaining children in conflict with the law at the Polresta Banyumas. This research is descriptive, the data analysis in this study uses qualitative methods using information or data that has been collected and then combines library research and field research. The results of this study can be drawn from that the implementation of detention of children in conflict with the law at the Polresta Banyuimas with aspects of protection and aspects of improvement for children when detained at the Polresta Banyumas can be said to be quite effective with the fulfillment of several rights that children get while in detention at the Polresta Banyumas. | |
| 28978 | 32316 | L1C017002 | PERUBAHAN GARIS PANTAI BERDASARKAN KERAPATAN MANGROVE MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL 2A DI PESISIR INDRAMAYU | Ekosistem mangrove merupakan ekosistem pesisir yang dipengaruhi oleh daratan dan lautan. Ekosistem mangrove memiliki fungsi untuk menjaga kestabilan garis pantai, karena perubahan ekosistem mangrove akibat alih fungsi lahan, dan penurunan kerapatan tutupan dapat berdampak pada perubahan garis pantai. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi luasan dan kerapatan mangrove, perubahan garis pantai, serta hubungan kerapatan mangrove dan perubahan garis pantai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dengan pengolahan data sekunder berupa citra satelit sentinel 2A. Hasil penelitian menunjukan bahwa Wilayah Pesisir Indramayu pada tahun 2016 memiliki luas hutan mangrove sebesar 493,56 Ha dengan tingkat kerapatan kategori jarang memiliki luas 1,83 Ha, kategori sedang memiliki luas 38,93 Ha, dan kategori lebat memiliki luas 452,8 Ha. Sedangkan tahun 2020, Wilayah Pesisir Indramayu memiliki luas hutan mangrove sebesar 397,29 Ha dengan tingkat kerapatan kategori jarang memiliki 17,71 Ha, kategori sedang memiliki luas 238,04 Ha, dan kategori lebat memiliki luas 141,54 Ha. Kemudian hasil perubahan garis pantai tahun 2016-2020 di Pesisir Indramayu mengalami abrasi sebesar 102,50 Ha dan akresi sebesar 94,54 Ha. Selanjutnya 43,87-55,31% menunjukan hubungan kerapatan mangrove dan perubahan garis pantai yang terjadi di Wilayah Pesisir Indramayu | The mangrove ecosystem is a coastal ecosystem which is influenced by terestrial and oceans. mangrove ecosystem has fuction to perserve the stavlbility of coastline, because the change of the mangrove ecosystem cause conversion and degradation of mangrove density and covering give impact for shoreline condition. This reserach aimed to determine the condition of the potency and density of mangroves, changes in shoreline, and the relationship between mangrove density and shoreline changes. The method of this research used the observation method with secondary data processing using sentinel 2A satellite images. The results showed that the Indramayu Coastal Area in 2016 had 493.56 hectares mangrove area with rare density was 1.83 hectares, the medium density was 38.93 hectares, and the high denaity was of 452.8 hectares. Meanwhile, in 2020, the Indramayu had 397.29 hectares of mangrove forest with rare d3nsity was 17.71 hectares, the medium denaity was 238.04 hectares, and the high denaity was 141.54 hectares. Then the results shoreline change in Indramayu among 2016-2020 had an abrasion with 102.50 hectares and an accretion with 94.54 hectares. Furthermore, the relationship between mangrove density and shoreline changes between 43,87 -55,31 % | |
| 28979 | 32317 | H1B016002 | DETEKSI KEKERINGAN DI JAWA MENGGUNAKAN INDEKS NORMALIZED DIFFERENCE VEGETATION | Kekeringan merupakan peristiwa meteorologi yang bersumber dari kurangnya curah hujan dalam kurun waktu yang lama, yang mempengaruhi pertanian di berbagai daerah terutama di daerah kering dan semi kering. Menurut BNBP, musim kemarau tahun 2019 di Indonesia termasuk musim kemarau dengan durasi yang lama dan kemarau dibandingkan dengan musim kemarau pada tahun 2018 dan musim kemarau normal (acuan klimatologi 1981-2010). Pada penelitian ini akan dilakukan analisis kekeringan dengan menggunakan metode Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) yang bertujuan untuk mengetahui sebaran spasial tingkat risiko kekeringan di Pulau Jawa dan mitigasi bencana kekeringan. Dalam penelitian ini, data yang digunakan adalah data sekunder yang meliputi data tutupan vegetasi berupa data Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) yang diperoleh dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) dan data historis bencana kekeringan yang diperoleh dari Data Informasi Bencana Indonesia ( DIBI). Data MODIS digunakan untuk analisis kekeringan yang menghasilkan nilai NDVI berdasarkan hasil skoring dari -1 sampai 1 yang terbagi dalam lima kelas yaitu lahan tidak bervegetasi, hijau sangat rendah, hijau rendah, hijau sedang, dan kehijauan tinggi. Data historis kekeringan digunakan dalam proses validasi, validasi dilakukan untuk melihat keakuratan penelitian dengan metode yang digunakan dengan data kekeringan aktual. | Drought is a meteorological event that comes from a lack of rainfall in a long period of time, which affects agriculture in various regions and especially in arid and semi-arid areas. According to BNBP, the dry season in 2019 in Indonesia includes a dry season with a long and dry duration compared to the dry season in 2018 and the normal dry season (climatological reference 1981-2010).In this study, drought analysis will be carried out using the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) method, which aims to determine the spatial distribution of drought risk levels in Java and mitigation for drought disasters. In this study, the data used is secondary data which includes vegetation cover data in the form of Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) data obtained from the National Aeronautics and Space Administration (NASA) and drought disaster historical data obtained from Indonesian Disaster Information Data (DIBI).MODIS data is used for drought analysis resulting in NDVI values based on scoring results from -1 to 1 which are divided into five classes, namely non-vegetated land, very low green, low green, medium green, and high greenish. Historical data of drought are used in the validation process, validation is carried out to see the accuracy of the research with the method used with actual drought data. | |
| 28980 | 32318 | H1B016040 | ANALISIS SOIL MOISTURE INDEX (SMI) UNTUK DETEKSI BENCANA KEKERINGAN DI PULAU JAWA | Kekeringan merupakan salah satu bencana alam yang termasuk dalam bencana hidrometeorologi dan didefinisikan sebagai kurangnya jumlah curah hujan bulanan dibandingkan dengan rata-rata bulanannya. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) musim kemarau tahun 2019 lebih kering dan lebih panjang dari musim kemarau tahun 2018 dan acuan normal klimatologis selama 1981-2010. Kemarau panjang dan kering tersebut dipengaruhi oleh suhu muka air di Samudera Hindia yang lebih rendah atau lebih dingin dari kondisi normal sehingga berpengaruh terhadap proses penguapan dan pembentukan awan-awan hujan. Sedangkan musim kemarau tahun 2020 cenderung lebih basah (di atas normal) dibandingkan rata-rata iklim pada tahun 1981-2010 karena lebih banyak hujan daripada kemarau biasanya. Pada penelitian ini analisis kekeringan akan dilakukan dengan metode SMI (Soil Moisture Index) atau indeks kelembaban tanah, yang bertujuan untuk mengetahui sebaran spasial tingkat risiko bencana kekeringan di Pulau Jawa serta upaya mitigasi untuk bencana tersebut. Data yang digunakan dalam penelelitian ini merupakan data sekunder yang meliputi data kelembaban tanah yang diperoleh dari data berbasis pengamatan satelit yang dimodelkan oleh GLEAM (Global Land Evaporation Amsterdam Model) dan data historis bencana kekeringan yang diperoleh dari Data Infomasi Bencana Indonesia (DIBI) yang direkam oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Data GLEAM digunakan untuk analisis kekeringan sehingga menghasilkan nilai SMI berdasarkan skala dari -2,0 sampai dengan 2,0 yang dibagi menjadi tujuh kelas, yaitu kondisi kekeringan ekstrem kering, sangat kering, kering sedang, hampir normal, basah sedang, sangat basah, dan ekstrem basah. Data historis bencana kekeringan digunakan sebagai validasi dengan data kelembaban tanah (SMI) sehingga diperoleh korelasi di antara keduanya untuk melihat akurasi penelitian dengan metode yang digunakan. | Drought is a natural disaster that is included in the hydrometeorological disaster and is defined as the lack of the amount of monthly rainfall compared to the monthly average. According to the Meteorology, Climatology and Geophysics Agency (BMKG) the dry season in 2019 was drier and longer than the dry season in 2018 and the climatological normal reference for 1981-2010. The long and dry drought is influenced by the temperature of the water surface in the Indian Ocean which is lower or colder than normal conditions so that it affects the evaporation process and the formation of rain clouds. Meanwhile, the dry season in 2020 tends to be wetter (above normal) than the average climate in 1981-2010 because it rains more than the usual dry season. In this study, drought analysis will be carried out using the SMI (Soil Moisture Index) method or soil moisture index, which aims to determine the spatial distribution of drought risk levels in Java as well as mitigation efforts for this disaster. The data used in this study is secondary data which includes soil moisture data obtained from satellite observation-based data modeled by GLEAM (Global Land Evaporation Amsterdam Model) and drought disaster historical data obtained from Indonesian Disaster Information Data (DIBI) recorded by National Disaster Management Agency (BNPB). GLEAM data is used for drought analysis to produce an SMI value based on a scale from -2,0 to 2,0 which is divided into seven classes, namely extreme dry, severe dry, moderate dry, near normal, moderate wet, severe wet, and extreme wet. Drought disaster historical data is used as validation with soil moisture data (SMI) in order to obtain a correlation between the two to see the accuracy of the research with the method used. |