Artikel Ilmiah : B1A017110 a.n. DIAN SULISTYANINGRUM

Kembali Update Delete

NIMB1A017110
NamamhsDIAN SULISTYANINGRUM
Judul ArtikelEFEKTIVITAS JUMLAH LARVA LALAT TENTARA HITAM (Hermetia illucens L.) YANG BERBEDA SEBAGAI BIODEGRADATOR LIMBAH USAHA KULINER LAMONGAN DI PURWOKERTO
Abstrak (Bhs. Indonesia)Limbah usaha kuliner Lamongan menyisakan tulang, jeroan, dan sayuran yang dapat menjadi masalah lingkungan yang serius jika tidak ditangani dengan baik dan benar. Larva Black Soldier Fly (Hermetia illucens L.) mampu mengurangi limbah organik dan berperan sebagai agen biokonversi secara alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kecepatan biodegradasi limbah usaha kuliner lamongan menggunakan larva BSF dan pertumbuhan larva BSF. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap non factorial. Parameter yang diukur yaitu lebar kapsul kepala, bobot tubuh larva, konsumsi substrat, Waste Reduction Index (WRI) dan Waste Reduction Rate (WRR). Data dianalisis menggunakan ANOVA pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil peneltian menunjukkan tahap perkembangan larva BSF mnjadi prepupa pada hari ke-17 dan 18. Biomassa larva BSF berkisar antara 0.0737-0,0903 g/larva, nilai konsumsi substrat berkisar antara 53,873-62,203%, nilai WRI berkisar antara 2,835-3,274%, nilai WRR tertinggi 0,1293 g/larva/hari. Larva BSF dapat mereduksi limbah usaha kuliner Lamongan dengan kecepatan kecepatan 0,0746-0,129 g/larva/hari. Pertumbuhan larva BSF yang paling optimal pada perlakuan 50 larva BSF/container box sebesar 0,0903 g/larva dengan lama waktu 19 hari.
Abtrak (Bhs. Inggris)Lamongan culinary business waste leaves bones, offal, and vegetables which can become a serious environmental problem if not handled properly and properly. Black Soldier Fly (Hermetia illucens L.) larvae are able to reduce organic waste and act as natural bioconversion agents. The purpose of this study was to determine the rate of biodegradation of Lamongan culinary business waste using BSF larvae and the growth of BSF larvae. This study used a non-factorial completely randomized design method. Parameters measured were head capsule width, larva body weight, substrate consumption, Waste Reduction Index (WRI) and Waste Reduction Rate (WRR). Data were analyzed using ANOVA at the 95% confidence level. The results showed the developmental stage of BSF larvae into prepupae on days 17 and 18. Biomass of BSF larvae ranged from 0.0737-0.0903 g/larva, substrate consumption values ranged from 53.873-62.203%, WRI values ranged from 2.835-3.274%, the highest WRR value was 0.1293 g/larvae/day. BSF larvae can reduce Lamongan culinary business waste at a speed of 0.0746-0.129 g/larvae/day. The most optimal growth of BSF larvae in the treatment of 50 BSF larvae/container box was 0.0903 g/larvae for 19 days.
Kata kunciBiodegradasi, biokonversi, larva BSF, limbah, pertumbuhan.
Pembimbing 1Dr. Trisnowati Budi Ambarningrum, M. Si.
Pembimbing 2Atang, S. Si., M. Si.
Pembimbing 3
Tahun2021
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2021-07-23 15:09:34.627229
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.