Home
Login.
Artikelilmiahs
31747
Update
AULIA KHIRQAH
NIM
Judul Artikel
Infestasi Cacing Gastrointestinal Pada Kambing (Capra sp.) Yang Dipelihara Secara Intensif Dan Tradisional Di Desa Klareyan Kecamatan Petarukan, Pemalang
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis cacing, prevalensi dan intensitas telur cacing gastrointestinal pada kambing yang dipelihara secara intensif dan tradisional serta mengetahui perbandingan prevalensi dan intensitas cacing gastrointestinal berdasarkan jenis kelamin dan usia kambing. Penelitian ini dilakukan pada peternakan kambing intensif dan tradisional di Desa Klareyan, kecamatan Petarukan, Pemalang dengan metode survey purposive random sampling pada bulan November 2020. Jenis cacing gastrointestinal yang ditemukan pada kambing yang dipelihara secara intensif yaitu Strongyloides sp., Haemonchus sp., Oesophagostomum sp., Trichostrongylus sp., dan Ascaris sp., sedangkan jenis cacing yang ditemukan pada kambing yang dipelihara secara tradisional yaitu Strongyloides sp., Haemonchus sp., Oesophagostomum sp., Trichostrongylus sp., Ascaris sp., Moniezia expansa, Moniezia benedeni, Fasciola sp., dan Schistosoma sp. Intensitas telur cacing gastrointestinal pada kambing yang dipelihara secara intensif yaitu 1184,44±1743,283 lebih tinggi dibandingkan dengan intensitas telur cacing pada kambing yang dipelihara secara tradisional yaitu 1109,50±1573,737 (P>0,05). Prevalensi infestasi cacing gastrointestinal pada kambing yang dipelihara intensif yaitu 90%, lebih rendah dibandingkan dengan prevalesi telur cacing pada kambing yang dipelihara secara tradisional dengan prevalensi 100% (Sign. 0,147). Prevalensi dan intensitas cacing gastrointestinal pada kambing jantan lebih kecil dibandingkan pada kambing betina (Sign. 0,189; P>0,05). Selain itu prevalensi dan intensitas telur cacing gastrointestinal pada kambing anakan lebih besar dibandingkan pada kambing medium dan dewasa (Sign.0,241; F<0,05).
Abtrak (Bhs. Inggris)
The main purpose of this study are to compare gastrointestinal worm species founds in goats, to compare prevalence and intensity in goats under intensive and traditional rearing system and to compare sex-wise and age related prevalence and intensity of gastrointestinal worms in goat. This research was conducted in intensive and traditional goat farms in Desa Klareyan, Kecamatan Petarukan, Pemalang using survey method with purposive random sampling technique in November 2020. Gastrointestinal worms species found in goat feces under intensive rearing system are Strongyloides sp., Haemonchus sp., Oesophagostomum sp., Trichostrongylus sp., and Ascaris sp. while species founded in goats under traditional rearing system are Strongyloides sp., Haemonchus sp., Oesophagostomum sp., Trichostrongylus sp., Ascaris sp., Moniezia expansa, Moniezia benedeni, Fasciola sp., And Schistosoma sp. The intensity of gastrointestinal worm eggs in goat under intensive rearing system was 1184.44±1743,28, its higher than the intensity in goats under traditional rearing system which has 1109.50±1573.73 (P> 0.05). The prevalence of gastrointestinal worm infestations in goats under intensive rearing system is 90%, lower than the goats under traditional rearing system which has 100% prevalence (Sign. 0.147). Gastrointestinal worms prevalence and intensity in male goats is lower than female goats (Sign. 0,189; P>0,05), while Gastrointestinal worms prevalence and intensity in lamb goat is higher than young goat and adult goat (Sign.0,241; F<0,05).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save