Home
Login.
Artikelilmiahs
31309
Update
MUTHIA DARA ALIFVIRA
NIM
Judul Artikel
ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT YANG DIMANFAATKAN OLEH MASYARAKAT DESA ADAT KALISALAK KECAMATAN KEBASEN KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Desa Adat Kalisalak merupakan desa di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas di Jawa Tengah. Masyarakat Desa Adat Kalisalak masih menggunakan tumbuhan yang tumbuh di sekitar pemukiman untuk keberlangsungan hidupnya dan salah satunya dimanfaatkan sebagai obat. Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat masih banyak dilakukan oleh masyarakat di suatu daerah, hal ini dirasakan lebih praktis kerena tersedia di lingkungan masyarakat setempat. Pengenalan terhadap berbagai spesies tumbuhan yang digunakan sebagai obat adalah hal yang dapat dilakukan sebelum kita melakukan penyebarluasan pemanfaatan terhadap tumbuhan obat tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman tumbuhan yang digunakan sebagai obat dan pemanfaatannya oleh masyarakat Desa Adat Kalisalak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik random sampling. Pengambilan data diperoleh melalui wawancara dengan teknik wawancara semi struktural dengan menggunakan panduan kuisoner. Penentuan responden adalah perwakilan yang diambil dari 5 dusun yaitu Depok, Karang Sari, Pandak Reja, Grumbul Semingkir dan Karang Banar yang masing masing dusun diambil 10 responden meliputi penjual jamu, dukun bayi, kader PKK, tokoh masyarakat yaitu perangkat desa serta tokoh adat, dan masyarakat setempat. Variabel dari penelitian ini adalah keanekaragaman tumbuhan obat dan cara pemanfaatannya, sedangan parameter yang diamati karakter morfologi tiap spesises, bagian tumbuhan yang digunakan, cara pengolahannya dan manfaat dari tumbuhan obat yang diketahui masyarakat Desa Adat Kalisalak. Data hasil pengamatan dianalisis secara deskriptif komparatif. Hasil penelitian ini didapat bahwa keanekaragaman tumbuhan berkhasiat obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Adat Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas ialah sebanyak 38 spesies dan 20 familia. Masyarakat Desa Adat Kalisalak menggunakan tumbuhan sebagai obat dengan memanfaatkan bagian akar, batang, daun, buah, biji, bunga, kulit batang, umbi, rimpang, dan getah. Pemanfaatan tumbuhan berkhasiat obat dilakukan dengan berbagai cara baik secara langsung maupun tidak langsung. Pemanfaatan secara langsung yaitu, dicampurkan dengan air mandi, dioleskan, ditempel, dan diteteskan, sedangkan pemanfaatan secara tidak langsung yaitu meminum air hasil rebusan tumbuhan yang berkhasiat obat, meminum air hasil perasan, dan langsung digunakan, dan ditumbuk.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Kalisalak Traditional Village is a village in Kebasen Subdistrict of Banyumas Regency in Central Java. Kalisalak traditional villagers still using a plant that grows around the settlement for their survival and some of the plants are used as medicine. The villagers still often use plants as medicine, because it felt more practical since the plant is available in the area. Introduction to various plant species used as medicine is the thing that can be done before we do the dissemination of utilization of medicinal plants. The purpose of this research is to find out the diversity of plants used as medicine and its utilization by the community of Kalisalak Traditional Village. The method used in this research was the survey method with a random sampling technique. Data retrieval was obtained through interviews with semi-structural interview techniques using questionnaire guidelines. The determination of respondents was determined from representatives from 5 hamlets namely Depok, Karang Sari, Pandak Reja, Grumbol Semikin, and Karang Banar, each of which was taken by 10 responden including herbal medicine sellers, baby shamans, PKK cadres, community leaders, village apparatus and indigenous leaders, and local communities. The variables of this research are the diversity of medicinal plants and its utilization, while the parameter observed by the morphology every species, the parts of plant used, the processed, and the benefits of medicinal plants known by Kalisalak traditional villagers. The observation data were analyzed with descriptive comparatively. The results of this study found that the diversity of medicinal plants utilized by the community of Kalisalak traditional village, Kebasen Subdistrict of Banyumas Regency there are 38 species that belong to 20 familiaes. Kalisalak traditional villagers use plants as medicine by utilizing the roots, stems, leaves, flowers, seeds, fruit, rhizomes, tubers, root bark, and sap. The ways of processing vary including boiling, pounding, cutting, washing, brewing, shredding and cooking. Utilization of medicinal plants is in various ways either directly or indirectly. Direct utilization is mixed with the bath water, applied, affixed, and dripped, while indirect utilization is to drink water from the decoction of plants efficacious medicines, drinking water from the squeeze, and directly used, and pounded.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save