Home
Login.
Artikelilmiahs
31316
Update
NOFRIAN AZIES
NIM
Judul Artikel
Peran Broker Pada Pemilihan Presiden Tahun 2019 Di Desa Mlayang Kabupaten Brebes
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pola patronase dan pertukaran klientelistik merupakan suatu metode dalam mencari suara massa pada pemilihan umum. Metode ini biasa digunakan paling sering dijumpai dengan menggunakan jasa broker sebagai perantara antara pihak patron yang merupakan kader dari partai Gerindra dan masyarakat Desa Mlayang. Pola patronase yang menggunakan jasa broker dijadikan model dalam memperoleh suara massa di Desa Mlayang, hal ini digunakan untuk menjangkau massa yang tidak dapat dijangkau langsung oleh kandidat yang terlibat langsung dalam pemilihan, sehingga partai menggunakan jasa broker untuk memperoleh suara di level grass root. Penggunaan jasa broker juga tidak lepas dari adanya transaksi politik yang terjadi langsung sebagai biaya operasional broker dalam kampanye dan pendekatan yang dilakukan oleh broker untuk mengumpulkan dukungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh broker dalam Pemilihan Presiden tahun 2019 di Desa Mlayang memberikan hasil yang dapat memenangkan pasangan calon Prabowo-Sandiaga Uno dengan adanya keuntungan materil yang diterima broker dan melihat aktor-aktor lokal yang memiliki pengaruh yang kuat untuk pemenangan suara pasangan calon nomor urut 02 tersebut hanya unggul dengan seilisih 90 suara. Hal ini terjadi pada masyarakat yang secara kultur masih homogen yang berlatar belakang nadhliyin yang mana pada pilpres 2019 yang lalu, NU memberikan dukungan pada pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Namun, adanya broker dapat membalikkan keadaan tersebut.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Patronage patterns and clientelistic exchanges are a method of seeking mass votes in general elections. This method is most commonly used by using brokerage services as an intermediary between the patron who is a cadre from the Gerindra party and the people of Mlayang Village. Patronage patterns that use brokerage services are used as a model in gaining mass votes in Mlayang Village, this is used to reach masses who cannot be directly reached by candidates who are directly involved in the election, so that parties use brokerage services to get votes at the grass root level. The use of brokerage services is also inseparable from the existence of political transactions that occur directly as broker's operational costs in the campaign and the approach taken by brokers to gather support. This study uses a qualitative research method with a case study approach. The results of this study indicate that the influence of brokers in the 2019 Presidential Election in Mlayang Village provides results that can win the Prabowo-Sandiaga Uno candidate pair with the material benefits received by brokers and seeing local actors who have a strong influence on winning the pair's votes. Candidate number 02 only won separated with 90 votes. This happens to people who are culturally still homogeneous with a nadhliyin background, which in the last 2019 presidential election, NU supported the pair number 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin. However, having a broker can reverse this situation.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save