Artikel Ilmiah : F1F016044 a.n. DESY INTAN NURVITRA

Kembali Update Delete

NIMF1F016044
NamamhsDESY INTAN NURVITRA
Judul ArtikelKEPATUHAN JEPANG TERHADAP KODE ETIK GLOBAL UNTUK PARIWISATA UNITED NATIONS WORLD TOURISM ORGANIZATION (UNWTO) TAHUN 2014-2019
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pariwisata sebagai industri yang berkembang memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi suatu negara. Namun, selain memberikan dampak positif, pariwisata juga seringkali memberikan dampak negatif bagi lingkungan dan sosial. Maka dari itu, untuk menciptakan pariwisata yang bertanggung jawab, United Nations World Tourism Organization (UNWTO) membuat prinsip dan aturan kepariwisataan yang terangkum dalam Kode Etik Global untuk Pariwisata. Kode etik ini terdiri dari 10 pasal yang menjadi pokok pembahasan yang mencakup bidang ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan. Dalam penelitian yang berjudul “Kepatuhan Jepang terhadap Kode Etik Global untuk Pariwisata United Nations World Tourism Organization (UNWTO) Tahun 2014-2019”, penulis ingin menjelaskan bagaimana Jepang sebagai salah satu anggota afiliasi UNWTO mematuhi kode etik tersebut dalam kegiatan pariwisatanya. Indikator yang digunakan untuk mengukur kepatuhan adalah output, outcome, dan impact yang dikemukakan oleh Ronald B. Mitchell. Penelitian ini berfokus pada bagaimana penerapan Kode Etik Global untuk Pariwisata dalam kegiatan pariwisata di Jepang, perubahan perilaku apa yang ditimbulkan, dan bagaimana dampak terhadap kegiatan pariwisata.
Abtrak (Bhs. Inggris)Tourism as a developing industry has an important role in the economic development of the country. However, apart from having a positive impact, tourism also often caused negative impacts on environment and social. Therefore, to create responsible tourism, the United Nations World Tourism Organization (UNWTO) has made tourism principles and rules summarized in the Global Code of Ethics for Tourism. This code of ethics consists of 10 articles which are the subject of discussion covering the economic, social, cultural and environmental fields. In the research entitled "Kepatuhan Jepang terhadap Kode Etik Global untuk Pariwisata United Nations World Tourism Organization (UNWTO) Tahun 2014-2019", The author wants to explain how Japan as an affiliate member of the UNWTO complies with this code of ethics in its tourism activities. The indicators used to measure compliance are output, outcome, and impact that suggested by Ronald B. Mitchell. This research focuses on how the implementation of the Global Code of Ethics for Tourism in tourism activities in Japan, what changes in behavior are caused, and how it impacts tourism activities.
Kata kunciPariwisata, Kode Etik Global untuk Pariwisata, UNWTO, Jepang, Kepatuhan
Pembimbing 1Tundjung Linggarwati, S.IP., M.Si
Pembimbing 2Arif Darmawan, S.IP., M.A.
Pembimbing 3Dr. Agus Haryanto, S.IP., M.Si
Tahun2021
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2021-02-17 15:35:09.190125
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.