Artikelilmiahs
Menampilkan 28.021-28.040 dari 50.174 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 28021 | 31375 | A1D016212 | PENGARUH PEMBERIAN BEBERAPA KOMPOSISI LARUTAN PULSING DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP KESEGARAN BUNGA MAWAR POTONG (Rosa hybrida L.) | Mawar merupakan salah satu komoditas tanaman hias yang diminati oleh masyarakat, sehingga tuntutan kualitasnya sangat tinggi. Salah satu penanganan pasca panen yang dapat dilakukan untuk memperpanjang masa kesegaran bunga adalah perendaman bunga menggunakan larutan pulsing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh 1) komposisi larutan pulsing terhadap masa kesegaran bunga mawar potong, 2) lama perendaman larutan pulsing terhadap masa kesegaran bunga mawar potong, 3) kombinasi antara komposisi larutan pulsing dan lama perendaman terhadap masa kesegaran bunga mawar potong. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman pada Agustus sampai September 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu variasi larutan pulsing dengan 4 komposisi, yaitu air (kontrol), 20 g gula pasir+3 ml jeruk nipis+50 ml air rebusan daun sirih+air, 40 g gula pasir+6 ml jeruk nipis+100 ml air rebusan daun sirih+air dan 60 g gula pasir+9 ml jeruk nipis+150 ml air rebusan daun sirih+air. Faktor kedua yaitu lama perendaman yang terdiri dari 3 taraf (2 jam, 4 jam dan 6 jam). Data dianalisis menggunakan uji F 5% kemudian dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan lama perendaman komposisi larutan pulsing selama 6 jam berpengaruh terhadap penambahan umur kesegaran bunga selama 2,16 hari. Kombinasi komposisi larutan pulsing kontrol (air) dengan lama perendaman 4 jam berpengaruh terhadap penambahan umur kesegaran bunga selama 2,47 hari. Kombinasi komposisi larutan pulsing 40 g gula pasir+6 ml jeruk nipis+100 ml air rebusan daun sirih+air dengan lama perendaman 4 jam memberikan warna bunga terbaik dengan skor 1,83. | Rose is an ornamental plant commodity that demand by the public, so the demand for its quality is very high. One post-harvest treatment can be done to increase the flower’s freshness by soaking the flowers using pulsing solution. Pulsing solution serves as a source of energy for cut flowers to maintain quality of flower's freshness. This study aims to knowing the effect of 1) pulsing compositions, 2) soaking time, and 3) combination between the pulsing compositions and soaking time on the roses flower’s freshness. The research was conducted at Laboratory of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University on August to September 2020. This research used a factorial randomized block design with 2 factors with 3 replicates. First factor was the pulsing compositions (water, 20 g sugar+3 ml lime+50 ml boiled betel leaf +water, 40 g sugar+6 ml lime+100 ml boiled betel leaf+water, and 60 g of sugar+9 ml of lime+150 ml of boiled betel leaf+water). Second factor was the soaking time (2 hours, 4 hours and 6 hours). The results showed that 6 hours of soaking increase the period of freshness for 2,16 days. Combination of the pulsing compositions (water) with 4 hours of soaking increase the period of freshness for 2,47 days. The combination of the pulsing solution of 40 g sugar+6 ml of lime+100 ml of boiled betel leaf+water with 4 hours of soaking effect on colour flower with 1,83 score. | |
| 28022 | 31379 | A1D116033 | Efektivitas Cocopeat Dan Serbuk Gergaji Untuk Pengganti Media Tanam Rockwool Pada Tanaman Oregano (Origanum vulgare) Secara Hidroponik Dengan Sistem Sumbu Menggunakan Larutan AB Mix Dan Pupuk Organik Cair | Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui apakah cocopeat dan serbuk gergaji dapat digunakan sebagai pengganti rockwool untuk digunakan sebagai media tanam tanaman oregano yang dibudidayakan dengan hidroponik sistem sumbu, 2) Mengetahui apakah POC dapat menggantikan AB Mix sebagai larutan nutrisi hidroponik sistem sumbu untuk tanaman oregano, 3) Adakah interaksi antara jenis media tanam dengan jenis larutan nutrisi pada pertumbuhan dan hasil tanaman oregano saat dibudidayakan secara hidroponik sistem sumbu. Penelitian ini dilakukan dari Bulan Oktober hingga Desember 2020 di Rumah Kaca Fakulltas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah jenis media tanam yaitu rockwool, cocopeat, dan serbuk gergaji. Faktor kedua adalah jenis larutan nutrisi yaitu AB Mix, POC urin sapi yang telah difermentasi, dan AB Mix 50% + POC urin sapi. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tajuk segar, bobot tajuk kering, bobot akar segar dan bobot akar kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun tanaman oregano yang tumbuh pada media tanam cocopeat (43,74 helai) lebih banyak daripada daun tanaman oregano yang tumbuh pada media tanam serbuk gergaji (37,89 helai) dan rockwool (34,33 helai); Bobot tanjuk segar tanaman oregano yang tumbuh pada media tanam cocopeat (57,6 g) lebih berat daripada bobot tanjuk segar tanaman oregano yang tumbuh pada media tanam serbuk gergaji (47,04 g) dan rockwool (38,64 g). Tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tajuk segar, bobot akar segar dan bobot akar kering tanaman yang diberi larutan AB Mix lebih tinggi daripada tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tajuk segar, bobot akar segar dan bobot akar kering tanaman yang diberi larutan nutrisi POC urin sapi atau campuran nutrisi AB Mix 50%+ POC urin sapi 50%. Dapat disimpulkan cocopeat dan serbuk gergaji dapat digunakan sebagai pengganti media tanam rockwool pada budidaya tanaman oregano dengan hidroponik sistem sumbu. POC yang dibuat dari urin kelinci yang sudah difermentasi tidak dapat menggantikan AB Mix sebagai sumber nutrisi tanaman oregano dengan sistem hidroponik sistem sumbu. | This research extract aims to 1) alert whether cocopeat and sawdust can be used as rock wool to be used as a growing medium for oregano plants cultivated with the hydroponic axis system, 2) Determine whether LOF can replace AB Mix as a hydroponic nutrient solution for the axis system hydroponics for oregano plants, 3) Is there an interaction between the type of planting medium and the type of nutrient solution on the growth and yield of oregano plants when cultivated hydroponically by the axis system. This research was conducted from October to December 2020 at the Screenhouse of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The experimental design used was a completely randomized block design (CRBD) with two factors. The first factor the type of growing media, namely rockwool, cocopeat, and sawdust. The second factor the type of nutrient solution, namely AB Mix, fermented cow urine LOF, and AB Mix 50% + cow urine LOF. The variables observed were plant height, number of leaves, fresh crown weight, dry crown weight, fresh root weight and dry root weight. Results showed that number of leaves of oregano plants grown on cocopeat (43.74 leaves) were the highest; the number of leaves of oregano plants grown on sawdust (37.89 leafs) was not significantly different from that of oregano plants grown on rockwool (34.33 leafs). Crown fresh weight of oregano plants grown media cocopeat (57.6 g) was the highest, crown fresh weight of oregano plants grown sawdust (47.04 g) was higher than that of oregano plants grown on rockwool (38.64 g). Plant height, number of leaves, fresh crown weight, fresh root weight and dry root weight of oregano plants supplied with AB Mix were the highest. It can be concluded that cocopeat and sawdust can be used as a substitute for rockwool for growing media for cultivation of oregano plants in the hydroponic wick system; the nutrient solution made from fermented urine of cows or nutrient solution made from a mixture of 50% of fermented urine of cows and 50% of AB Mix can not replaced the AB Mix solution. | |
| 28023 | 31380 | J1D016037 | KONFLIK SOSIAL DALAM NOVEL SI ANAK BADAI KARYA TERE LIYE (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA) SEBAGAI PEMBELAJARAN MENGULAS KARYA SASTRA DI SMA | Konflik sosial memegang peranan penting dalam sebuah novel karena isinya sangat dekat dengan kenyataan dalam masyarakat. Konflik sosial ini bisa terjadi antar individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok yang disebabkan adanya kepentingan atau pendapat yang berbeda. Penelitian ini menganalisis bentuk dan faktor penyebab konflik sosial dalam novel agar pembaca bisa mengaitkan dengan kehidupan masyarakat saat ini. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk konflik sosial yang ada dalam novel Si Anak Badai karya Tere Liye. (2) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis faktor yang mempengaruhi konflik sosial dalam novel Si Anak Badai karya Tere Liye. (3) Untuk mendeskripsikan relevansi hasil penelitian pada pembelajaran mengulas karya sastra di SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Fokus penelitian ini adalah konflik sosial dalam novel Si Anak Badai karya Tere Liye kajian sosiologi sastra. Teknik pengumpulan data dalam penellitian ini menggunakan teknik baca dan teknik catat sebagai lanjutannya. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis isi. Teknik penyajian hasil analisis data dilakukan dengan menyajikan hasil analisis data secara informal. Hasil penelitian ini sebagai berikut (1) Analisis konflik sosial dalam novel Si Anak Badai karya Tere Liye, terdapat tiga bentuk konflik sosial yang terdapat dalam penelitian tersebut yaitu konflik atau pertentangan pribadi, konflik atau pertentangan antar kelas-kelas sosial, dan konflik atau pertentangan politik. (2) Analisis faktor penyebab konflik sosial dalam novel Si Anak Badai karya Tere Liye, terdapat empat faktor penyebab konfik sosial yang terdapat dalam penelitian yaitu perbedaan pendirian dan keyakinan individu, perbedaan kebudayaan, perbedaan keyakinan, dan perubahan sosial yang terlalu cepat dalam masyarakat. (3) Relevansi hasil penelitian terhadap pembelajaran menyusun ulasan karya sastra di SMA yaitu pada KD 4.20 menyusun ulasan terhadap pesan dari kumpulan puisi atau novel yang dikaitkan dengan situasi kekinian. Penelitian ini diharapkan mampu dijadikan sebagai sarana pembentuk karakter siswa dengan memahami berbagai permasalahan yang terjadi di lingkungan sekitarnya. | Social conflict holding important role in a novel because the content is very close to reality in society. The social conflict can be happened between individuals, individuals and group, or between two groups due to different interest and opinion. This research analyzed the factor as well as form which causing the social conflict in the novel, so that the readers can relate it with their current society life. The purpose of this research is (1) To describe and analyze the form of social conflict in Tere Liye’s Si Anak Badai novel. (2) To describe and analyze the factor that influence social conflict in Tere Liye’s Si Anak Badai novel. (3) To describe the relevance of research result to learning to compile literature review in senior high school. The method of this research is descriptive qualitative method with the sociology literature approach. The focus of this research is social conflict in Tere Liye’s Si Anak Badai novel, the study of literature sociology. The data collection technique in this research use reading technique and note taking technique as a continuation. The data analysis technique in research using content analysis technique. The technique of presenting the data result is carried out by presenting the data result analysis informally. The result of this research as follow (1) Analysis of social conflict in Tere Liye’s Si Anak Badai novel, there are three forms of social conflict contained in the research, namely conflict or personal conflict, conflict or contradiction between social classes, and conflic or political conflict. (2) Analysis of the causes of social conflict in Tere Liye’s Si Anak Badai novel, there are four factor that cause social conflict in the study, namely differences in opinion and personal belief, culture differences, differences in beliefs, and sosial changes that are too rapid in society. (3) The relevance of the research result to learning to compile literature review in senior high school, namely KD 4.20 compiling a review of messages from a collection of poems or novels related to the current situation. This research is expected to able to serve as medium for shaping student character by understanding the various problems that occurin the surrounding encironment. | |
| 28024 | 31381 | J1C016037 | Variasi Konsep Ganbaru dan Akiramenai pada Film Kamen Rider Heisei Generation Forever Karya Kyohei Yamaguchi | Penelitian ini berjudul Variasi Konsep Ganbaru dan Akiramenai pada Film Kamen Rider Heisei Generation Forever Karya Kyohei Yamaguchi. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan tentang konsep ganbaru dan akiramenai yang terkandung dalam film tersebut. Data penelitian dianalisis menggunakan konsep ganbaru menurut Kenbo (1989), dan akiramenai menurut De Mente (2004). Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data adalah teknik simak-catat. Analisis dilakukan terhadap seluruh tokoh film berjumlah sepuluh data berupa adegan disertai dialog, terdiri atas lima data yang mengandung konsep ganbaru dan lima data yang mengandung konsep akiramenai. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan tiga konsep ganbaru yaitu semangat berjuang/bekerja keras sebanyak 1 (satu) data, keteguhan hati 3 (tiga) data, dan melakukan yang terbaik (konsisten) 1 (satu) data. Dua konsep akiramenai yaitu pantang menyerah sebanyak 2 (dua) data dan rela berkorban 3 (tiga) data. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ganbaru merupakan semangat yang muncul pada awal atau permulaan ketika akan melakukan sesuatu, sedangkan akiramenai merupakan semangat yang muncul ketika melakukan sesuatu tetapi menemukan rintangan dalam prosesnya | The tittle of this research is Ganbaru and Akiramenai Concept Variations in the Film Kamen Rider Heisei Generation Forever by Kyohei Yamaguchi. The research objective is to describe the ganbaru and akiramenai concepts contained in the film. The research data were analyzed using the new concept according to Kenbo (1989), and akiramenai according to De Mente (2004). The method used is a qualitative descriptive method and the data collection technique is a note-taking technique. The analysis was carried out on all ten film characters, totaling ten data in the form of scenes accompanied by dialogue, consisting of five data containing the ganbaru concept and five data containing the akiramenai concept. Based on the results of the study, it was found three new concepts, namely fighting spirit / working hard as much as 1 (one) data, persistence of 3 (three) data, and doing the best (consistently) 1 (one) data. Two concepts of akiramenai, namely never giving up as much as 2 (two) data and being willing to sacrifice 3 (three) data. The conclusion of this study is that ganbaru is the spirit that appears at the beginning or the beginning when doing something, while akiramenai is the spirit that appears when doing something but finds obstacles in the process. | |
| 28025 | 31382 | J1D015020 | Nilai Pendidikan Karakter Pada Film Jenderal Soedirman Karya Viva Westi dan Deddy Safiudin serta Relevansinya dalam Pembelajaran Drama Siswa SMP Kelas VIII | Pendidikan nasional menitikberatkan tujuan pendidikan adalah untuk membentuk karakter bangsa. Film merupakan salah satu media yang mengandung pesan nilai-nilai pendidikan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dan metode pembentukan nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam film Jenderal Soedirman. Penelitian ini juga memaparkan relevansi hasil penelitian untuk digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran drama Bahasa dan Sastra Indonesia kelas VIII SMP. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan menggunakan metode analisis dokumen dengan teknik baca, simak, dan catat (BSC) untuk pengumpulan data dan analisis isi untuk menganalisis data. Pengelompokan nilai pendidikan karakter mengacu pada Kementerian Pendidikan Nasional tahun 2011. Sedangkan teori metode pembentukan nilai karakter mengacu pada Hidayatullah 2010. Berdasarkan penelitian, ditemukan 10 nilai pendidikan karakter dan 5 metode pembentukan nilai karakter. Nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam film Jenderal Soedirman yaitu; kerja keras (2), kreatif (2), mandiri (1), demokratis (3), rasa ingin tahu (1), semangat kebangsaan dan nasionalisme (5), cinta tanah air (2), bersahabat atau komunikatif (3), peduli sosial (4), dan tanggung jawab (3). Metode pembentukan nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam film Jenderal Soedirman yaitu; keteladanan dan penghargaan, peningkatan motivasi, penegakan aturan, kepemimpinan, dan pemberian kepercayaan dan pendampingan. Jumlah data yang masuk adalah 26 nilai pendidikan karakter. Penelitian ini relevan dengan pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia jenjang SMP kelas VIII Kurikulum 2013 KD 4.15 Menginterpretasi drama (tradisional dan modern) yang disajikan dalam bentuk pentas atau naskah. | National education emphasizes the purpose of education is to shape the character of the nation. Film is a medium that contains messages of character education values. This study aims to describe the values of character education and methods of forming character education values contained in the film Jenderal Soedirman. This study also describes the relevance of research results for use as drama teaching materials in Indonesian Language and Literature in class VIII SMP. This research is a qualitative research using document analysis method with reading, listening, and note-taking (BSC) technique for data collection and content analysis for analyzing data. The grouping of character education values refers to the Ministry of National Education in 2011. While the theory of character value formation methods refers to Hidayatullah 2010. Based on the research, it was found 10 character education values and 5 character value formation methods. The character education values contained in the film Jenderal Soedirman are; hard work (2), creative (2), independent (1), democratic (3), curiosity (1), the spirit of nationalism and nationalism (5), love of the country (2), friendly or communicative (3), social care (4), and responsibility (3). The method of shaping the character education value contained in the film Jenderal Soedirman, namely; exemplary and rewarding, increasing motivation, enforcing rules, leadership, and giving trust and mentoring. The amount of data entered was 26 character education values. This research is relevant to learning Indonesian Language and Literature at the level of SMP class VIII 2013 KD 4.15 Curriculum Interpreting drama (traditional and modern) which is presented in the form of a stage or script. | |
| 28026 | 31383 | B1B016009 | DIVERSITY OF ANURAN IN BANTARBOLANG NATURE RESERVE, PEMALANG, CENTRAL JAVA | Anura adalah salah satu ordo kelas Amphibia yang meliputi katak dan kodok. Secara umum, Anura memiliki kulit permeabel dan hidup dalam kondisi kelembaban tinggi, air netral, dan suhu lingkungan yang stabil antara 20°C - 30°C. Dengan demikian, karena sifat fisiologis, morfologis, dan anatomisnya menjadikan mereka sangat sensitif dan rentan terhadap perubahan lingkungan. Perubahan lingkungan akan mempengaruhi keragaman dan pesebaran Anura. Anura juga dikenal memiliki keanekaragaman jenis yang relatif banyak. Meski demikian, Anura merupakan yang paling beragam dan melimpah di daerah tropis, seperti di Indonesia. Meskipun banyak penelitian tentang keragaman jenis Anura di Indonesia, namun data keanekaragaman Anuran di Jawa belum terdata secara lengkap dan menyeluruh. Tidak ada catatan keanekaragaman Anuran di Cagar Alam Bantarbolang, Pemalang, Jawa Tengah. Pemantauan keragaman Anuran akan memberikan wawasan tentang kondisi ekosistem yang ada dan kesehatannya. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui keanekaragaman Anuran di Cagar Alam Bantarbolang; (2) menganalisis hubungan keragaman anuran dengan kondisi lingkungan di Cagar Alam Bantarbolang. Studi dilakukan dengan metode survei dengan teknik Visual Encounter Survey (VES) di sepanjang aliran sungai di dalam cagar alam selama musim kemarau. Ada tiga jalur observasi di sepanjang aliran sungai. Anuran ditangkap, diidentifikasi, dan didokumentasikan dari track I pukul 19.00 hingga akhir track III pukul 09.00. Data kondisi lingkungan, termasuk suhu udara, kelembaban udara, dan pH air dicatat. Pengambilan sampel diulang tiga kali antara 26 Agustus dan 24 September 2019. Variabel yang diamati adalah keanekaragaman Anuran dan kondisi lingkungan. Parameter penelitian ini adalah jumlah spesies Anuran, nilai individu spesies, nilai suhu udara, nilai kelembaban udara, dan nilai pH air. Keanekaragaman spesies ditentukan dengan menganalisis data menggunakan indeks Shannon-Wiener (H'). Korelasi antara keragaman Anura dan kondisi lingkungan dilakukan dengan analisis Korelasi Rank Spearman menggunakan SPSS versi 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman anuran di Cagar Alam Bantarbolang termasuk dalam kategori rendah (H '= 1.43). Ditemukan lima spesies Anura dari empat famili yaitu Fejervarya limnocharis, Occidozyga lima (Dicroglossidae), Microhyla achatina (Microhylidae), Bijurana nicobariensis (Ranidae) dan Polypedates leucomystax (Rhacophoridae). Suhu udara pada malam hari berkisar antara 23°C - 25°C, kelembaban relatif antara 86% - 88%, dan pH air di sungai adalah 5. Ada korelasi positif sedang antara suhu dan keragaman Anura akan tetapi datanya tidak signifikan pada taraf 95% (rs = 0,527, p = 0,145). Terdapat korelasi negatif sedang antara kelembaban dengan keanekaragaman anura namun data tidak signifikan pada taraf 95% (rs = -0.580, p = 0.102). Tidak ada korelasi antara pH dan keanekaragaman Anura di Cagar Alam Bantarbolang. | Anura is one of the orders of class Amphibia that includes frogs and toads. Generally, Anura has moist permeable skin and lives in conditions with high humidity, neutral water, and a stable environmental temperature of 20°C - 30°C. Thus, because of its physiological, morphological, and anatomical characteristics made them highly sensitive and susceptible to environmental changes. The changes in the environment will affect the diversity and distribution of Anura. Anura is also known to have a relatively large number of species diversity. Nevertheless, Anura is the most diverse and abundant in tropical areas, like in Indonesia. Despite many studies about Anura species diversity in Indonesia, the data of Anuran diversity in Java has not been recorded entirely and thoroughly. There is no record of Anuran diversity in Bantarbolang Nature Reserve, Pemalang, Central Java. Monitoring Anuran diversity would provide an insight into the prevailing conditions of an ecosystem and its health. Hence, the purposes of this study are (1) to determine the diversity of the Anuran in the Bantarbolang Nature Reserve; (2) to analyze the correlation between Anuran diversity and environmental conditions in the Bantarbolang Nature Reserve. Studies was conducted using a survey method with the technique of Visual Encounter Survey (VES) along the streams inside the nature reserve during the dry season. There are three observation tracks along the stream. Anuran was captured, identified, and documented from track I at 07:00 PM to the end of track III at 09:00 PM. Data environmental conditions, including air temperature, air humidity, and water pH were noted. Sampling was repeated three times between 26th August and 24th September 2019. The variable observed were the diversity of Anuran and environmental conditions. This study parameters are the total number of Anuran species, individual species, value of air temperature, value of air humidity, and value of pH water. The species diversity was determined by analyzing data using the Shannon-Wiener index (H'). The correlation between Anuran diversity and environmental conditions was performed by Spearman's Rank Correlation analyses using the Statistical Package for the Social Sciences software version 25.0. This study showed that the Anuran diversity in Bantarbolang nature reserve was categorized low (H' = 1.43). Five species of Anura from four families were found, namely Fejervarya limnocharis, Occidozyga lima (Dicroglossidae), Microhyla achatina (Microhylidae), Bijurana nicobariensis (Ranidae) and Polypedates leucomystax (Rhacophoridae). The air temperature at night ranged from 23°C - 25°C, the relative humidity between 86% - 88%, and the water pH at the stream was 5. There was moderate, positive correlation between temperature and diversity of Anura however the data was not significant on the level of 95% (rs = 0.527, p = 0.145). There was moderate, negative correlation between humidity and Anura diversity however the data was not significant on the level of 95% (rs = -0.580, p = 0.102). There was no correlation between pH and Anura diversity in Bantarbolang nature reserve. | |
| 28027 | 31384 | G1A017110 | KORELASI DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP TINGKAT DEPRESI PADA PENDERITA STROKE DI RSUD BANYUMAS | Prevalensi stroke di Indonesia masih terbilang cukup tinggi, yakni terdapat 10,9 penderita stroke per 1.000 penduduk pada tahun 2018, sedangkan di Jawa Tengah terdapat 3.09% dari kasus baru penyakit tidak menular adalah kasus stroke. Stroke dapat menimbulkan berbagai komplikasi salah satunya depresi. Tingkat dukungan keluarga diduga merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara tingkat dukungan keluarga dengan tingkat depresi pada pasien stroke di RSUD Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional yang melibatkan 82 orang pasien stroke. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Pada penelitian ini didapatkan bahwa karakteristik responden mayoritas berjenis kelamin laki-laki, berusia 61-70 tahun, berpendidikan SD, bekerja sebagai buruh, telah mengalami stroke selama 1-5 tahun, tidak memiliki penyakit penyerta lainnya, dukungan keluarga yang termasuk baik, dan tidak mengalami depresi. Terdapat korelasi antara dukungan keluarga dengan tingkat depresi (p = 0,008; p < 0,05). Koefisien korelasi (r) menunjukkan angka 0,029. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat korelasi antara tingkat dukungan keluarga dengan tingkat depresi pada pasien stroke di RSUD Banyumas. | The prevalence of stroke in Indonesia is still quite high, it is estimated that there are 10.9 stroke sufferers per 1,000 population in 2018, in Central Java there are 3.09% new cases of non-communicable disease is stroke. Stroke can cause many complications, one of them is depression. Levels of family support is suspected being one of the factors that can influence depression levels. This research aims to determine the correlation between the level of family support and the level of depression in stroke patients at RSUD Banyumas. This was observational analysis study with cross sectional design involving 82 stroke patients. Data analysis used the Spearman correlation test. Results show that majority of patients are male, aged 61-70 years, primary school education, worked as a laborer, had a stroke for 1-5 years, had no other comorbidities, received good family support, and did not experience depression. There is a correlation between family support and depression level (p = 0.008; p <0.05). The correlation coefficient (r) shows the number 0.029. The conclusion is there is a correlation between the level of family support and the level of depression in stroke patients at RSUD Banyumas. | |
| 28028 | 31385 | B1J014022 | Struktur Populasi dan Laju Eksploitasi Ikan Nila Gift (Oreochromis niloticus) di Waduk Panglima Besar Soedirman, Banjarnegara | Ikan nila gift (Oreochromis niloticus) adalah spesies dari Cichlidae yang dikembangkan oleh International Center for Living Aquatic Resources Management (ICLARM) di Filipina melalui Genetic Improvement of Farmed Tilapia Project (GIFT). Dan ditebar oleh Dinas Perikanan ke Waduk Panglima Besar Soedirman, dengan tujuan menyediakan tambahan penghasilan bagi masyarakat di sekitar waduk. Usaha perikanan ini akan berkelanjutan apabila dilakukan pengendalian populasi O niloticus, sehingga tujuan penelitian ini untuk mengetahui struktur populasi meliputi kelimpahan, sebaran bobot dan panjang, laju pertumbuhan, laju mortalitas dan laju eksploitasi O niloticus di bagian inlet, tengah, dan outlet Waduk Panglima Besar Soedirman, Banjarnegara. Penelitian ini menggunakan metode survey. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive random sampling dengan membagi waduk menjadi tiga bagian (inlet, tengah, dan outlet). Kelimpahan O niloticus dianalisis menggunanakan ANOVA, sebaran bobot dan panjang dianalisis secara deskriptif, laju pertumbuhan, laju mortalitas dan laju eksploitasi O niloticus dianalisis menggunakan program FISAT II. Hasil kelimpahan O niloticus di bagian inlet (45), tengah (40), outlet (28) relatif sama didukung oleh hasil ANOVA (Fhit= 0,378< Ftabel= 3,41 dengan P= 0,69). Kelimpahan O niloticus terbanyak (45 individu), individu terpanjang (30,9 cm) dengan bobot terberat (586 g) diperoleh pada bagian inlet waduk. Kelimpahan O niloticus terkecil (28 individu) dan individu terpendek (5,6 cm) dibagian outlet dengan bobot terkecil (6,7 g) diperoleh di bagian inlet waduk. Ikan dengan laju pertumbuhan tertinggi (K= 1,8) diperoleh pada bagian outlet dan yang terendah (K= 1,2) pada bagian tengah waduk. Ikan dengan laju mortalitas (M) alami dan penangkapan (F) tertinggi tercatat pada bagian outlet yaitu (1,86) dan (1,39). Ikan dengan laju mortalitas (M) dan penangkapan (F) terendah di bagian tengah waduk yaitu (1,39) dan (0,17). Laju eksploitasi (E) O niloticus di ketiga bagian inlet, tengah dan outlet sebesar, 0,25 0,12, dan 0,43 berurutan, sehingga penangkapan O niloticus lebih disarankan dilakukan di bagian tengah waduk dengan hanya menangkap ikan berukuran panjang >14,2 cm dan bobot >15,75 g. | Gift tilapia (Oreochromis niloticus) is a species of cichlid fish developed by the International Center for Living Aquatic Resources Management (ICLARM) in the Philippines through the Genetic Improvement of Farmed Tilapia Project (GIFT) and cultivated the Fisheries Service in the Panglima Besar Soedirman Reservoir for providing additional income for the people. Concerning the sustainable fishery, it needs control the population of O niloticus. Therefore the purpose of this study was to determine the population structure including abundance, weight and length distribution, growth rate, mortality rate and exploitation rate of O niloticus in the inlet, center, and outlet sections of the Panglima Besar Soedirman Reservoir, Banjarnegara. This study used a survey method. Sampling was done by using purposive random sampling technique by dividing the reservoir into three parts (inlet, middle, and outlet). The abundance of O niloticus was analyzed using ANOVA, the distribution of weight and length was analyzed descriptively, while the growth, mortality and exploitation rates of O niloticus were analyzed using the FISAT II program.The abundance of O niloticus in the inlet, middle and outlet were 45, 40, 28 individuals relatively and there were no significantly defferent (F = 0.378 P = 0.69). The Inlet part of reservoir provided the biggest individual was 30.9 cm in lenght and 586 g in weight. However, the smallest individual was 5.6 cm in lengh and 6.7 g was colleted from the inlet. The highest growth rate of Oreochromis niloticus (K = 1.8) in the outlet and the lowest (K = 1.2) in the middle of the reservoir. The highest natural mortality and capture rates of O niloticus (M=1.86) and (F=1.39) were recorded in the outlet. The lowest natural mortality and capture rates were M=1.39 and F= 0.17 in the middle of the reservoir. The exploitation rate of Oreochromis niloticus in the inlet, middle and the outlet were E= 0.25, 0.12 0.43 respectively.. Therefore, catch effort of O niloticus is promoted more in middle of the reservoir and fish size was > 14.2 cm and > 15.75 g. | |
| 28029 | 31386 | D1E013184 | TINGKAT MODAL SOSIAL PETERNAK SAPI PERAH DI KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian dilakukan untuk mengetahui tingkat modal sosial dan karakteristik peternak sapi perah, serta mengetahui hubungan karakteristik peternak sapi perah dengan modal sosial di Kabupaten Banyumas. Responden dalam penelitian ini adalah peternak sapi perah di Kabupaten Banyumas yang tergabung dalam kelompok dalam naungan Koperasi PESAT. Responden sebanyak 45 diperoleh menggunakan rumus slovin dan responden selanjutnya di pilih menggunakan metode proportional random sampling. Data yang terkumpul di analisis dengan statistik deskriptif dan analisis rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, tingkat kepercayaan peternak sapi perah sebagian besar (51,11%) dalam kategori tinggi (>30). Tingkat norma peternak sapi perah sebagian besar (53,33%) dalam kategori sedang (10-15). Tingkat hubungan sosial peternak sapi perah sebagian besar (51,11%) dalam kategori sedang (10-15). Tingkat kerjasama peternak sapi perah sebagian besar (51,11%) dalam kategori tinggi (>15). Umur peternak dalam kategori produktif (82,22%), pendidikan peternak dalam kategori Sekolah Dasar (60,00%), lama beternak dalam kategori tinggi >10 tahun (51,11%). Terdapat hubungan yang signifikan antara umur, pendidikan dan lama beternak dengan modal sosial | The study was conducted to determine the level of social capital and characteristics of dairy farmers, and to determine the relationship between the characteristics of dairy farmers and social capital in Banyumas Regency. Respondents in this study were dairy farmers in Banyumas Regency who are members of a group under the auspices of the Koperasi PESAT. As much 45 respondents were obtained using the Slovin formula and then respondents were selected using the proportional random sampling method. The collected data were an descriptive statistics and rank spearman analysis. The results showed that the trust level of most dairy farmers (51.11%) was in the high category (> 30). The norm level of most dairy farmers (53.33%) in the medium category (10-15). The level of social relations of most dairy farmers (51.11%) is in the medium category (10-15). The level of teamwork most of the dairy farmers (51.11%) is in the high category (> 15). Age of farmers in the productive category (82.22%), education of farmers in the category of Elementary School (60.00%), experience of farmers in the high category> 10 years (51.11%). There is a significant relationship between age, education and experience of farming with social capital | |
| 28030 | 31387 | A1D016106 | PENGARUH KONSENTRASI DAN FREKUENSI PENYEMPROTAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT AREN (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr. | Produktivitas tanaman aren salah satunya ditentukan oleh penggunaan bibit yang berkualitas. Minat masyarakat untuk budidaya aren terlalu rendah karena bibit aren memiliki pertumbuhan yang sangat lambat sehingga kualitas aren yang dihasilkan rendah. S0alah satu cara dalam meningkatkan pertumbuhan bibit aren, dilakukan penggunaan pupuk organik cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh berbagai konsentrasi pupuk organik cair terhadap pertumbuhan bibit aren (2) Frekuensi penyemprotan pupuk organik cair terhadap pertumbuhan bibit aren (3) Interaksi pengaruh konsentrasi pupuk organik cair dan frekuensi penyemprotan terhadap pertumbuhan bibit aren. Penelitian dilakukan di Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah dengan ketinggian ± 450 m pada tanggal 18 Maret sampai 18 Juni 2020. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu konsentrasi pupuk organik cair yang terdiri dari 3 taraf yaitu 1 cc/l, 2 cc/l dan 3 cc/l. Faktor kedua yaitu frekuensi penyemprotan terdiri dari 3 taraf yaitu, 1 minggu sekali, 2 minggu sekali dan 3 minggu sekali. Variabel pengamatan terdiri dari tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, bobot tajuk segar, bobot tajuk kering, kehijauan daun,volume akar, panjang, bobot akar segar dan bobot akar kering. Data penelitian diuji dengan uji F (ANOVA) pada taraf kesalahan 5% apabila hasil menunjukan adanya pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan Duncant’s Multiple Range Test (DMRT) untuk membandingkan pengaruh antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Konsentrasi pupuk organik cair Nasa yang terdiri dari 1 cc/l, 2 cc/l dan 3 cc/l menghasilkan pertumbuhan bibit yang relatif sama pada semua variabel pengamatan. Hal ini terjadi karena tanaman aren adalah tanaman tahunan yang memerlukan waktu yang lama untuk pertumbuhannya. (2) Frekuensi penyemprotan pupuk organik cair hanya berpengaruh pada variabel kehijauan daun tanaman aren. Pengaruh pupuk oranik cair 2 minggu sekali memberikan warna paling hijau dengan nilai sebesar 27,14 unit. (3) Interaksi konsentrasi pupuk organik cair dan frekuensi penyemprotan hanya berpengaruh terhadap variabel tinggi tanaman aren. Pertumbuhan tinggi tanaman aren paling cepat pada konsentrasi 2 cc/l yang disemprot 2 minggu sekali yaitu sebesar 72 cm. | One of the productivity of sugar palm plants is determined by the use of quality seeds. Public interest in cultivating sugar palm is too low because palm seeds have a very slow growth so that the quality of the resulting palm is low. In order to increase the growth of sugar palm seeds, fertilizers are used, one of which is liquid organic fertilizer. This study aims to determine: (1) The effect of various concentrations of liquid organic fertilizer on the growth of sugar palm seedlings (2) The frequency of spraying liquid organic fertilizers on the growth of sugar palm seeds (3) The effect of liquid organic fertilizer concentration and spraying frequency on the growth of sugar palm seeds. The research was conducted in Sunyalangu Village, Karanglewas District, Banyumas Regency, Central Java with an altitude of ± 450 m from 18 March to 18 July 2020. The experimental design used in the study was a randomized block design (RAK) consisting of two factors. The first factor is the concentration of liquid organic fertilizer which consists of 3 levels 1 cc/l, 2 cc/l dan 3 cc/l, namely. The second factor is the frequency of spraying consisting of 3 levels, namely, once a week, 2 weeks and 3 weeks. The observation variables consisted of the number of leaves, plant height, fresh plant weight, dry plant weight, fresh shoot weight, dry shoot weight, leaf greenness, root volume, length, fresh root weight and dry root weight. The research data was tested with the F test (ANOVA) at an error level of 5%. If the results show a significant effect, then proceed with Duncant's Multiple Range Test (DMRT) to compare the effects between treatments. The results showed that: (1) The concentration of liquid organic fertilizer Nasa consisting of 1 cc / l, 2 cc / l and 3 cc / l resulted in relatively the same seed growth in all observed variables. This happens because sugar palm is an annual plant that takes a long time to observe its growth. (2) The frequency of spraying liquid organic fertilizer only affects the greenness variable of the palm seed leaves. The effect of liquid organic fertilizer every 2 weeks gives the greenest color with a value of 27.14 units. (3) The interaction of the concentration of liquid organic fertilizer and the frequency of spraying only affects the variable height of the palm seeds. The fastest growth of sugar palm seedlings at a concentration of 2 cc / l sprayed twice a week is 72 cm | |
| 28031 | 31388 | G1A017074 | Pengaruh Program Intervensi Model High Intensity Interval Training terhadap Kadar Interleukin-6 pada Wanita dengan Obesitas | PENGARUH PROGRAM INTERVENSI MODEL HIGH INTENSITY INTERVAL TRAINING TERHADAP KADAR INTERLEUKIN-6 PADA WANITA DENGAN OBESITAS Oktavia Nur Rohmawati1*, Susiana Candrawati1, Yudhi Wibowo1 1Fakultas Kedokteran Jenderal Soedirman, Universitas Jenderal Soedirman *Corresponding author: oktavia.rohmawati@mhs.unsoed.ac.id ABSTRAK Pendahuluan: Obesitas menyebabkan terjadinya berbagai perubahan parameter fisiologis tubuh, salah satunya mediator inflamasi Interleukin-6 (IL-6). IL-6 adalah jalur patogenesis obesitas menjadi penyakit lain, seperti sindroma metabolik. Latihan fisik yang dinilai efektif pada seseorang dengan obesitas adalah High Intersity Interval Training (HIIT), akan tetapi pengaruhnya terhadap kadar IL-6 masih belum jelas. Tujuan: mengetahui pengaruh program intervensi model HIIT pada wanita dengan obesitas terhadap kadar IL-6. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Quasi Experimental Pre and Post Design Without Control Group. Subjek sebanyak 16 orang. Pemeriksaan IL-6 dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Pemeriksaan IL-6 menggunakan kit Elisa dengan metode Sandwitch. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil menunjukkan kadar IL-6 sebelum intervensi sebesar 7,517 ± 8,770 pg/ml dan setelah intervensi sebesar 2,901 ± 1,043 pg/ml. HIIT dapat menurunkan kadar IL-6 sebesar 4,669 pg/ml (68%) yang dinyatakan signifikan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test (p=0,002). Kesimpulan: Terdapat pengaruh program intervensi model HIIT pada wanita dengan obesitas terhadap kadar IL-6, yaitu menurunkan kadar IL-6. | THE IMPACT OF HIGH INTENSITY INTERVAL TRAINING PROGRAM INTERVENTION ON INTERLEUKIN-6 LEVELS IN OBESE WOMEN Oktavia Nur Rohmawati1*, Susiana Candrawati1, Yudhi Wibowo1 1Medical Faculty, Jenderal Soedirman University *Corresponding author: oktavia.rohmawati@mhs.unsoed.ac.id ABSTRACT Introduction: Obesity causes various changes in physiological parameters of the body, one of which is the inflammatory mediator Interleukin-6 (IL-6). IL-6 is a pathogenesis pathway of obesity to other diseases, such as metabolic syndrome Physical excercise that is considered effective in obese individuals is High Intersity Interval Training (HIIT), but the effect of HIIT on IL-6 levels is unclear. Objective: to determine the impact of HIIT program intervention in obese women on IL-6 levels. Methods: this study used a Quasi Experimental Pre and Post Design Without Control Group design. Subjects were 16 people. IL-6 was examined before and after intervention. IL-6 examination used ELISA kit with Sandwitch method. Data were analyzed by univariate and bivariate test. Bivariate analysis was using Wilcoxon Signed Rank Test. Results: the results indicate that IL-6 levels before intervention was 7,517 ± 8,770 pg/ml and after intervention was 2,901 ± 1,043 pg/ml. HIIT can reduced IL-6 by 4,669 pg/ml (68%), which was significant using Wilcoxon Signed Rank Test (p=0,002). Conclusion: there was impact of HIIT program intervention in obese women on IL-6 levels by reduce IL-6 levels. | |
| 28032 | 31576 | C1A015063 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP MOBIL BEKAS DI KOTA SEMARANG | Kebutuhan akan sarana transportasi pada saat ini sangat penting bagi masyarakat. Hampir semua anggota masyarakat membutuhkan transportasi untuk menunjang mobilitas dan produktivitas. Dalam menentukan atau memilih barang dan jasa, konsumen memiliki pilihannya masing-masing, karena konsumen memiliki preferensi terhadap suatu produk, termasuk salah satunya adalah perilaku konsumen dalam memiih antara mobil baru atau mobil bekas. Kota Semarang merupakan ibukota Jawa Tengah dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi. Kepadatan penduduk di Kota Semarang ini menyebabkan tingginya permintaan mobil di Kota Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh tingkat pendapatan, jumlah anggota rumah tangga, umur, dan jenis pekerjaan terhadap preferensi mobil bekas di Kota Semarang. Ukuran sampel yang digunakan adalah 100 orang konsumen mobil di kota semarang. Alat analisis yang digunakan adalah regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan dan jumlah anggota keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap preferensi pembelian mobil bekas. Sedangkan variabel umur dan jenis pekerjaan tidak berpengaruh terhadap preferensi pembelian mobil bekas. Implikasi dari penelitian ini bahwa para pengusaha mobil bekas harus memprioritaskan variabel pendapatan dan jumlah anggota keluarga sebagai pertimbangan dalam menjual mobil bekas ke calon pembeli agar penjualannya menjadi meningkat. Sedangkan umur dan jenis pekerjaan tidak perlu menjadi bagian utama dalam pertimbangan penjualan mobil bekas. | The need for transportation at this time is very important for the community. Almost all members of society need transportation to support mobility and productivity. In determining or choosing goods and services, consumers have their own choice, because consumers have a preference for a product, including consumer behavior in choosing between a new car or a used car. Semarang City is the capital city of Central Java with a high population density. The population density in the city of Semarang causes the high demand for cars. The purpose of this study was to analyze the effect of income level, number of household members, age, and type of work on used car preference in Semarang City. The sample size is 100 car consumers in the city of Semarang. The analysis tool used is logistic regression. The results of this study indicate that income and number of household members have a positive and significant effect on consumer preferences for used cars. Meanwhile, age and type of work did not affect the consumer preference for buying used cars. The implication of this research is that used car entrepreneurs must prioritize income and the number of household members as a consideration in selling used cars to prospective buyers so that their sales will increase. Meanwhile, age and type of work do not need to be a major part of considering used car sales. | |
| 28033 | 31808 | E1A017384 | PERMOHONAN TALAK KARENA MENINGGALKAN KEWAJIBAN (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Pemalang Nomor: 2112/Pdt.G/2018/PA.PML) | Menurut Pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menyebutkan bahwa “Perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”, namun kenyataannya tujuan perkawinan terkadang tidak tercapai sehingga suatu perkawinan akan berujung pada perceraian. Permasalahan dalam penelitian ini adalah mengenai pertimbangan hukum Hakim dalam memutus permohonan talak karena meninggalkan kewajiban dalam Putusan Pengadilan Agama Pemalang Nomor: 2112/Pdt.G/2018/PA.PML. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normaif, spesifikasi penelitian preskriptif analisis, teknik pengumpulan data studi kepustakaan dengan inventarisasi, data yang terkumpul kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif dan analisis normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai permohonan talak karena meninggalkan kewajiban pada Putusan Pengadilan Agama Pemalang Nomor: 2112/Pdt.G/2018/PA.PML menunjukan bahwa pertimbangan hukum Hakim hanya mendasarkan pada Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo. Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam. Menurut peneliti pertimbangan hukum Hakim dalam memutus perkara cerai talak sebaiknya dilengkapi dengan Pasal 33 dan Pasal 6 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974. | According to Article 1 the law Number 1 of 1974 about the marriages, it was stated that "Marriage is a bond born inner between a man and a woman as husband and wife with the aim of forming families (household) who happy lasting based on the only One God", but in reality sometimes the purpose of a marriage is not sufficient so a marriage will lead to divorce. The problem in this research is regarding the judges' legal considerations in deciding the request for divorce for not fulfilling the obligation in the Pemalang Religious Court Decision Number: 2112/Pdt.G /2018/PA.PML. Methods used in this research is normative juridical, specification prescriptive research analysis, the study data collection techniques literature available with inventory, the data collected then presented in the form of narrative text and qualitative normative analysis. Based on the results of research and discussion regarding request for divorce for not fulfilling the obligation in the Pemalang Religious Court Decision Number: 2112/Pdt.G /2018/PA.PML shows that the Judge's legal considerations are only based on Article 39 paragraph (2) of Law Number 1 of 1974 and Article 19 letter (f) Government Regulation Number 9 of 1975 jo. Article 116 letter (f) Compilation of Islamic Law. According to researchers, judges' legal considerations in deciding cases must be complemented by Article 33 and Article 6 paragraph (1) of Law Number 1 of 1974. | |
| 28034 | 31892 | H1D016016 | RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RISIKO DALAM PENERAPAN ISO 31000 TAHUN 2018 DI LINGKUNGAN PT XYZ | Dalam usaha untuk mencapai sasaran-sasaran, perusahaan dihadapkan dengan kondisi yang tidak pasti. Dampak dari ketidak pastian terhadap sasaran disebut risiko. Pada suatu kondisi tertentu risiko dijadikan acuan untuk mengidentifikasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi pada perusahaan, risiko tersebut bisa memberikan dampak positif ataupun negatif terhadap pencapaian sasaran perusahaan. Karena itu kondisi risiko harus dikelola dengan baik agar sasaran-sasaran perusahaan yang sudah ditetapkan dapat dicapai dengan hasil yang diharapkan. Sistem Informasi Manajemen Risiko yang diberi nama Risk Online System merupakan suatu sistem yang membantu dalam proses pengelolaan risiko di PT XYZ sesuai dengan proses bisnis dan pedoman ISO 31000 tahun 2018. Tujuan dari sistem ini adalah untuk memudahkan Manajemen Risiko dalam melakukan monitoring terhadap risiko-risiko yang mungkin akan terjadi pada kegiatan tertentu serta untuk meminimalisir risiko itu terjadi. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan Focus Group Discussion (FGD) dengan perwakilan tim dari PT XYZ. Metode yang digunakan dalam pengembangan sistem ini yaitu Agile Development dengan model Extreme Programming. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah Ruby dengan Framework Ruby on Rails yang diintegrasikan dengan DBMS PostgreSQL untuk pengolahan basis data. | In an effort to achieve goals, the company is faced with uncertain conditions. The impact of uncertainty on objectives is called risk. In certain conditions, risk is used as a reference to identify the possibilities that occur in the company, this risk can have a positive or negative impact on the achievement of company goals. Therefore, the risk condition must be managed properly so that the company goals that have been set can be achieved with the expected results. The Risk Management Information System, which is called the Risk Online System, is a system that assists in the risk management process at PT XYZ in accordance with the business process and ISO 31000 guidelines for 2018. The purpose of this system is to facilitate Risk Management in monitoring the risks involved. may occur in certain activities and to minimize the risk of it happening. Data collection was carried out by conducting Focus Group Discussions (FGD) with team representatives from PT XYZ. The method used in the development of this system is Agile Development with the Extreme Programming model. The programming language used is Ruby with the Ruby on Rails Framework which is integrated with the PostgreSQL DBMS for database processing. | |
| 28035 | 31146 | J1C015027 | KARAKTERISASI TOKOH CHOBI DAN MIYU DALAM NOVEL KANOJO TO KANOJO NO NEKO KARYA MAKOTO SHINKAI | Penelitian ini berjudul “Karakterisasi Tokoh Miyu dan Chobi dalam Novel Kanojo to Kanojo no Neko karya Makoto Shinkai”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakterisasi kedua tokoh utama dan kecenderungan neurotik tokoh. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori psikoanalisis Karen Horney. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak catat. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (a) secara umum teknik penokohan menggunakan teknik dramatik. Tokoh Miyu memiliki karakterisasi yang dinamis dengan sifat yaitu cukup pendiam, baik hati, tidak mementingkan diri sendiri, mudah kesepian, dan mudah cemas. Sedangkan tokoh Chobi memiliki karakterisasi yang statis dengan sifat yang teguh dan delusional. (b) Tokoh Miyu memiliki kecenderungan neurotik untuk mendekati dan menjauhi orang lain. Kecenderungan mendekati orang lain karena didorong oleh kebutuhan neurotik berupa kasih sayang dan pengakuan, serta partner yang kuat. Kecenderungan neurotik untuk menjauhi orang lain didorong oleh kebutuhan neurotik akan ruang hidup yang sempit. Tokoh Chobi memiliki kecenderungan neurotik untuk mendekati orang lain yang didorong oleh kebutuhan akan kasih sayang dan pengakuan, serta kebutuhan partner yang kuat. | This research is entitled "Characterization of Miyu and Chobi Characters in the Novel Kanojo to Kanojo no Neko by Makoto Shinkai". The purpose of this study was to describe the characterization of the two main characters and the character's neurotic tendencies. This study uses a psychoanalytic theory approach by Karen Horney. This research is a qualitative descriptive study. Data collection was done by using note-taking method. The results of this study are as follows: (a) In general, the characterization technique that being used is dramatical techniques. The Miyu’s character has a dynamic characterization with the traits of being a bit quiet, kind, unselfish, lonely easily, and easily anxious. Meanwhile, the Chobi’s character has a static characterization with a determined and delusional character. (b) Miyu’s characters have a neurotic tendency to approach and distance herselves from other people. The tendency to approach other people is driven by a neurotic need in the form of affection and recognition, as well as a strong partner. Her neurotic tendency to steer away from others is driven by the neurotic need for a narrow living space. Chobi characters have a neurotic tendency to approach others that is driven by a need for affection and recognition, as well as a need for a strong partner. | |
| 28036 | 31390 | J1C016003 | Kepercayaan Dan Praktik Shinto Dalam Anime Noragami | Penelitian ini berjudul Kepercayaan Dan Praktik Shinto Dalam Anime Noragami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk kepercayaan yang dilanjutkan dengan praktik ajaran Shinto di dalam anime Noragami. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak catat. Data yang digunakan berupa dialog dan screenshoot adegan. Teknik analisis data dilakukan dengan menganalisi dialog dalam anime Noragami terkait kepercayaan dan praktik keagamaan berdasarkan konsep religi Koentjaraningrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 28 data yang 19 diantaranya terkait bentuk kepercayaan dan 9 lainnya tentang praktik ajaran Shinto. Tiga bentuk kepercayaan yang muncul meliputi kepercayaan terhadap Kami (dewa), roh orang mati, dan makhluk gaib berupa ayakshi. Sedangkan praktik ajaran Shinto yang ditemukan berupa penyucian, persembahan, dan doa. Dapat disimpulkan bahwa konsep kepercayaan dalam ajaran Shinto di anime Noragami berupa pemahaman akan konsep jiwa atau roh serta kekuatan supernatural. Sedangkan untuk praktik ajarannya berkonsep pada kesucian atau ketidaksucian serta memohon kepada dewa. | The aim of this research is to describe beliefs and Shinto practices in the anime Noragami. The method used in this research is descriptive qualitative, the data collection technique used was a note taking technique. The data used are dialogues and screenshots. The data analysis technique was carried out by analyzing the dialogue in the anime noragami related to beliefs and religious practices based on the concept of religion by Koentjaraningrat. The analysed show that there are 28 data, consisting of 19 related to beliefs and 9 about Shinto rites practice. Found three concepts of beliefs from the anime includes beliefs in the existence of god, belief in the spirit of the dead, and belief in the evil spirit (ghost or monster). While Shinto rites were found, three practices include purification, offerings to gods and praying. The conclusions of this study about Japanese people’s beliefs contained in the anime Noragami in the form of supernatural and soul (spirit) concept. For Shinto practices focus on purity, impurity and ask God. | |
| 28037 | 31391 | J1A016021 | THE ANALYSIS OF INTERRUPTION IN SAME SEX AND DIFFERENT SEX CONVERSATIONS IN ELLEN DEGENERES SHOW | ABSTRAK Alviyani, Siti Ovi, 2021. The Analysis of Interruption in Same Sex and Different Sex Conversations in Ellen DeGenerees Show. Skripsi. Program Studi Sastra Inggris. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto. Pembimbing 1: Dr. Chusni Hadiati, S.S., M.Hum., pembimbing 2: Gigih Ariastuti P, S.S., M.Hum., penguji: Indriyati Hadiningrum, S.S., M.pd. Kata kunci: Sosiolinguistik, interupsi, fitur linguistik, sesama jenis, lawan jenis. Talk show Ellen DeGeneres. Penelitian ini berjudul The Analysis of Interruption in Same Sex and Different Sex Conversations in Ellen DeGenerees Show. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tujuan interupsi dengan menggunakan teori Murata (1994) dan Zhao & Gantz (2003) dan menganalisis fitur linguistik yang digunakan dalam interupsi pada lawan jenis dan sesama jenis dengan menggunakan teori Lakoff (1975). Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiolinguistik dan metode kualitatif untuk menganalisis data. Data penelitian ini diambil dari 8 video dari Youtube TheEllenShow yang berisi interupsi dan fitur linguistik pada percakapan sesama jenis dan lawan jenis berdasarkan tema tentang film. Disamping itu, teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 52 data tujuan interupsi dan fitur linguistik di dalam percakapan sesama jenis dan lawan jenis. Berdasarkan tujuan interupsi dalam percakapan lawan jenis, ditemukan bahwa peserta cenderung menggunakan interupsi disruptive dibandingkan interupsi cooperative. Ini bisa dilihat dengan tujuan pergantian giliran bicara (floor taking) yang ditemukan sebanyak 8 data. Sebaliknya, pada percakapan sesama jenis, peserta lebih cenderung menggunakan interupsi cooperative dibandingkan interupsi disruptive karena peserta menggunakan hampir semua sub-kategori interupsi cooperative dan cenderung menggunakan jenis interupsi yang masing-masing menunjukkan kesepakatan dan persetujuan sebanyak 5 data. Berdasarkan fitur linguistik dalam percakapan sesama jenis, ditemukan 3 kategori fitur linguistik. Lexical hedge merupakan fitur linguistik yang paling sering digunakan sebanyak 4 data. Sedangkan berdasarkan fitur linguistik dalam percakapan lawan jenis, ditemukan 2 sub-kategori yaitu teasing dan report talk. Teasing merupakan fitur linguistik yang paling sering digunakan sebanyak 8 data. Dari hasil penelitan, dapat disimpulkan bahwa dalam percakapan lawan jenis dan sesama jenis, peserta mempunyai cara yang berbeda dalam menggunakan interupsi dan fitur linguistik melalui ucapan mereka untuk mencapai tujuannya dalam percakapan. Di dalam percakapan lawan jenis, laki-laki sering menggunakan disruptive untuk menunjukan kekuatan mereka dengan cara mendominasi percakapan yang dibuktikan dengan penggunaan fitur linguistik yaitu teasing and report talk untuk menginterupsi. Sedangkan di percakapan sesama jenis, perempuan lebih kooperatif karena mereka mempunyai tujuan untuk menciptakan perckapan yang nyaman dan menunjukan apresiasi terhadap lawan bicara dengan menggunakan fitur linguistic yaitu, lexical hedges, intensifiers and empty stress untuk menginterupsi. | ABSTRACT Alviyani, Siti Ovi. 2021. The Analysis of Interruption in Same Sex and Different Sex Conversations in Ellen DeGenerees Show. Thesis. English Literature Study Program. English Department. Faculty of Humanities. Jenderal Soedirman University. Purwokerto. Supervisor 1: Dr Chusni Hadiati, S.S., M.Hum., Supervisor 2: Gigih Ariastuti P, S.S., M.Hum., External Examiner: Indriyati Hadiningrum,S.S., M.Pd. Keywords: Sociolinguistic, interruptions, linguistic features, same sex and different sex, Ellen DeGenerees Show. This research entitled “The Analysis of Interruption in Same Sex and Different Sex Conversations in Ellen Degeneres Show”. It aims to find out the purposes of interruption by using Murata (1994) and Zhao & Gantz (2003) theories and to analyze the linguistic features employed in interruptions in same sex and different sex conversation by utilizing Tannen (1990) and Lakoff (1975) theories. This research uses a sociolinguistic approach and qualitative method in analyzing the data. Additionally, the data of this research are taken from eight videos of TheEllenShow Youtube channel containing interruptions and linguistic features in same sex and different sex conversations based on a movie theme. Besides, the research uses the purposive sampling technique. Based on the result of this research, 52 data of purposes of interruption and linguistic features in same sex and different sex conversations are found. According to the purposes of interruption in different sex conversation, the participants are more likely to use disruptive interruption than cooperative interruption. This can be seen from floor taking by 8 data. On the contrary, in same sex conversations, the participants are more likely to use cooperative interruption than disruptive interruption because they almost use all sub-categories in cooperative interruption and are likely to use types of interruptions showing understanding and agreement by 5 data, respectively. In addition, in same sex conversation, 3 types of linguistic features are found in the interruptions. A lexical hedge is the most frequently used linguistic feature by 4 data. Whereas, in different sex conversations, the participants use two types of linguistic features, namely teasing and report talk. Teasing is the most frequently used linguistic feature by 8 data. Based on the result, it can be concluded that in same sex and different sex conversations, the participants have different ways of employing interruptions and linguistic features through their utterances for achieving their purposes in conversations. In different sex conversations, the men are more likely to use disruptive interruption because they interrupt women in order to show their power to dominate the conversation. It can be seen when they dominate the conversations through the use of linguistic features by showing teasing and report talk to interrupt. While in same sex conversations, the women are more cooperative in order to create comfortable atmosphere and to make intimate conversations. In addition, they also show their appreciation to the interlocutor by showing lexical hedges, intensifiers and empty stress to interrupt. | |
| 28038 | 31488 | A1L113004 | KERAGAMAN MORFOLOGI TANAMAN STROBERI ASAL PRATIN DAN ADAPTASINYA DI DATARAN MEDIUM | Penelitian bertujuan untuk mengetahui keragaman morfologi klon stroberi yang berasal dari Pratin, Purbalingga, mengetahui adaptabilitas di dataran medium, dan menyeleksi klon tanaman stroberi yang cocok dikembangkan di dataran medium. Penelitian ini dilakukan di Desa Gandatapa dengan ketinggian 600 mdpl. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah polibag, tanah, tanaman stroberi 5 klon. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah penggaris satuan cm, alat tulis, label, plastik. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental. Percobaan yang dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal (klon) dan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian diuji dengan analisis variansi (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Klon yang digunakan sebanyak 5 klon. Pengamatan meliputi data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif berupa tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah sulur, kandungan klorofil yang diukur dengan SPAD. Sedangkan data kualitatif terdiri atas cara tumbuh tanaman, leaf blistering, permukaan daun, bentuk dasar bawah daun, dan arah rambut cabang. Hasil menunjukkan bahwa morfologi klon stroberi yang berasal dari Pratin, Purbalingga berbeda - beda, klon stroberi yang berasal dari Pratin, Purbalingga memiliki adaptabilitas di dataran medium ditinjau dari data kuantitatif dan kualitatifnya, dan klon tanaman stroberi yang cocok dikembangkan di dataran medium lebih cenderung pada klon 4 dilihat dari pertumbuhan yang lebih baik dan ketahanan terhadap penyakit. | This study aims to determine the morphology of strawberry clones originating from Pratin, Purbalingga, to determine adaptability in the medium plains, and to select strawberry clones suitable for development in the medium plains. This research was conducted in the village of Gandatapa with an altitude of 600 masl. The materials used in this study were polybags, soil, 5 clones of strawberry plants. The tools used in this study were a cm unit ruler, stationery, labels, plastic. The research method used was experimental. The experiment in this study was a single factor (clone) randomized block design (RBD) and was repeated three times. The results were tested with analysis of variance (ANOVA) and continued with the Honestly Significant Difference (BNJ) test. The clones used were 5 clones. Observations include quantitative and qualitative data. Quantitative data in the form of plant height, number of leaves, number of tendrils, chlorophyll content were measured by SPAD. Meanwhile, the qualitative data consisted of how the plants grew, leaf blistering, leaf surface, the basic shape of the bottom of the leaves, and the direction of the branch hair. The results showed that the morphology of the strawberry clones from Pratin, Purbalingga were different, the strawberry clones from Pratin, Purbalingga had adaptability in the medium plains in terms of their quantitative and qualitative data, and the strawberry clones that were suitable to be developed in the medium plains were more likely to be clones. 4 views of better growth and disease resistance. | |
| 28039 | 31392 | G1A016049 | Faktor Risiko Pterygium pada Kelompok Tani di Desa Petir Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas | Pterygium adalah pertumbuhan jaringan fibrovaskuler pada konjungtiva bulbi yang bersifat multifaktorial. Petani merupakan profesi yang rentan mengalami pterygium karena banyak melakukan aktivitas di luar ruangan dan terpapar faktor risiko yang menyebabkan pterygium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi dan faktor risiko pterygium pada kelompok tani di Desa Petir Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional study. Sampel penelitian ini adalah 69 petani di Desa Petir Kecamatan Kalibagor Banyumas yang dipilih dengan metode consecutive sampling. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuisioner. Analisis data menggunakan Rasio Prevalensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi pterygium pada kelompok tani di Desa Petir Kecamatan Kalibagor Banyumas adalah 15,9%. Hasil analisis rasio prevalensi menunjukkan nilai rasio prevalensi dari faktor keturunan (RP = 1,200 dan CI = 1,077 – 1,337), usia (RP = 1,196 dan CI = 1,076 – 1,330), jenis kelamin (RP = 0,865 dan CI = 0,722 – 1,037), lama masa kerja (RP = 1,212 CI = 1,081 – 1,357), durasi kerja (RP = 0,884 dan CI = 0,665 – 1,175), penggunaan alat pelindung diri (RP = 1,016 dan CI = 0,814 – 1,268). Penelitian ini menunjukkan bahwa keturunan, usia, dan lama masa kerja merupakan faktor risiko pterygium pada kelompok tani di Desa Petir Kecamatan Kalibagor Banyumas. Jenis kelamin, durasi kerja, dan penggunaan alat pelindung diri bukan merupakan faktor risiko pterygium pada kelompok tani di Desa Petir Kecamatan Kalibagor Banyumas. | Pterygium is a multifactorial fibrovascular growth of the bulbi conjunctiva. Farmers are a profession that is prone to pterygium because they do a lot of outdoor activities and are exposed to the risk factors that cause pterygium. This study aims to determine the prevalence and risk factors for pterygium in farmer groups in Petir Village, Kalibagor District, Banyumas Regency. This research is an analytic observational study using a cross-sectional study approach. The sample of this research was 69 farmers in Petir Village, Kalibagor District, Banyumas who were selected by consecutive sampling method. Data collection by interview using a questionnaire. Data analysis using prevalence ratio. The results of this study indicate that the prevalence of pterygium in farmer groups in Petir Village, Kalibagor Banyumas District is 15.9%. The results of the prevalence ratio analysis showed the prevalence ratio values of heredity (RP = 1,200 and CI = 1,077 - 1,337), age (RP = 1,196 and CI = 1,076 - 1,330), sex (RP = 0.865 and CI = 0.722 - 1.037), length of working period (RP = 1,212 CI = 1,081 - 1,357), duration of work (RP = 0.884 and CI = 0.665 - 1.175), use of personal protective equipment (RP = 1.016 and CI = 0.814 - 1.268). This study show that heredity, age, and length of work were risk factors for pterygium in farmer groups in Petir Village, Kalibagor District, Banyumas. Gender, work duration, and use of personal protective equipment are not risk factors for farmer groups in Petir Village, Kalibagor District, Banyumas. | |
| 28040 | 31310 | A1C113004 | KELAYAKAN FINANSIAL USAHA TEPUNG TAPIOKA PADA UD. SARI ABADI DESA GUMELAR KECAMATAN GUMELAR KABUPATEN BANYUMAS | Analisis kelayakan usaha tepung tapioka adalah studi yang digunakan untuk mengetahui layak atau tidaknya usaha tepung tapioka yang dijalankan. Analisis kelayakan suatu usaha dapat dilihat dari perbandingan antara penerimaan dan biaya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui besarnya biaya produksi dan penerimaan yang diperoleh, mengetahui kelayakan usaha, dan mengetahui jangka waktu pengembalian investasi pada usaha tepung tapioka UD.Sari Abadi Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah studi kasus. Penelitian dilakukan pada di UD. Sari Abadi Desa Gumelar Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas, sejak 30 September 2020 sampai 16 Oktober 2020 menggunakan data sekunder dari tahun 2015 sampai 2019. Analisis yang digunakan adalah analisis biaya, penerimaan, keuntungan, R/C Ratio, dan Payback Period. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada periode 2015 sampai 2019, biaya yang dikeluarkan oleh UD. Sari Abadi dari usaha tepung tapioka sebesar Rp6.849.687.791,00, penerimaan yang diperoleh dari sebesar Rp7.163.281.246,00. dan keuntungan yang diperoleh sebesar Rp313.593.455. R/C Ratio yang diperoleh dari usaha tepung tapioka UD.Sari Abadi sebesar 1,05. Payback Period yang diperoleh 4 tahun 5 bulan. | Business feasibility Analysis of tapioka flour business is a study used to determine whether or not a tapioka flour business is feasible or not. Analysis of the feasibility of a business can be seen from the comparison between revenue and costs. This research was conducted with the purpose of knowing the amount of production costs and revenues obtained, knowing the feasibility of the business, and knowing the period of return on investment in the UD.Sari Abadi tapioka flour business. The method used in this research is a case study. The research was conducted at UD. Sari Abadi Gumelar Village, Gumelar Subdistrict, Banyumas Regency, from 30 September 2020 to 16 October 2020 using secondary data from 2015 to 2019. The analysis used is an analysis of costs, revenues, profits, R / C Ratio, and Payback Period. The results of the analysis show that in the 2015 to 2019 period, the costs incurred by UD Sari Abadi from the tapioka flour business amounted to Rp6,849,687,791.00, the revenue obtained was Rp7,163,281,246.00. and the profit obtained was Rp313,593,455. The R/C ratio obtained from the UD. Sari Abadi tapioka flour business was 1.05. Payback Period earned 4 years 5 months |