Artikel Ilmiah : F1A016053 a.n. HENDRIK FIRMANSYAH
| NIM | F1A016053 |
|---|---|
| Namamhs | HENDRIK FIRMANSYAH |
| Judul Artikel | PEMAKNAAN TENTANG ROKOK PADA MAHASISWA ILMU KESEHATAN UNSOED |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Dewasa ini merokok menjadi kebiasaan yang tidak dapat ditinggalkan bahkan menjadi suatu kebutuhan bagi sebagian besar orang di Indonesia. Perilaku merokok pada umumnya adalah memasukan bahan yang berasal dari tembakau yang dihisap sebagai tindakan untuk memperoleh kenikmatan. Saat ini, Indonesia masih menjadi negara ketiga dengan jumlah perokok aktif terbanyak di dunia (61,4 juta perokok), setelah China dan India. Merokok sudah melanda berbagai kalangan masyarakat di Indonesia, dari anak-anak, remaja, sampai orang tua. Studi yang dilakukan Sekolah Kajian Stratejik dan Global Pusat Kajian Jaminan Nasional Universitas Indonesia menyebut sebanyak 36,3% remaja di atas 15 tahun menjadi perokok aktif. Penelitian ini dilakukan pada kalangan mahasiswa yang mengenyam bidang pendidikan ilmu kesehatan. Terdapat pandangan dalam masyarakat bahwa mahasiswa yang mempelajari ilmu kesehatan memiliki kepribadian serta perilaku kesehatan yang lebih baik salah satunya yaitu tidak merokok. Namun pada kenyataannya perilaku merokok tetap dilakukan oleh sebagian mahasiswa ilmu kesehatan. Untuk itu penelitian ini dilakukan bermaksud mengetahui pemaknaan tentang rokok pada mahasiswa ilmu kesehatan. Penelitian dilakukan pada mahasiswa Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan (Fikes) Unsoed dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling dam teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa mahasiswa Fikes Unsoed berbeda-beda dalam memaknai rokok. Faktor yang mempengaruhi perilaku merokok tersebut berdasarkan pengalaman yang dimaknai informan. Keinginan untuk mengonsumsi rokok muncul atas dasar dorongan dalam diri untuk mengetahui dan merasakannya. Oleh karena itu perilaku merokok yang dialami individu tersebut dimaknainya masing-masing individu dengan penuh arti. Pengetahuan informasi mengenai rokok dari kandungan akan bahaya rokok hingga pencegahannya diperoleh setiap mahasiswa Fikes Unsoed. Namun dalam hal ini, peneliti menyimpulkan bahwa informasi yang diperoleh dari pembelajaran khususnya di lingkungan Fikes Unsoed mengenai bahaya rokok serta pencegahan merokok belum sepenuhnya dapat membantu individu terutama mahasiswa yang berkeinginan untuk berhenti merokok dan menerapkan perilaku untuk tidak merokok dalam keseharian. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Nowadays smoking has become a habit that cannot be abandoned and even becomes a necessity for most people in Indonesia. Smoking behavior in general is to include materials derived from smoked tobacco as an act of pleasure. Currently, Indonesia is still the third country with the highest number of active smokers in the world (61.4 million smokers), after China and India. Smoking has hit various circles of society in Indonesia, from children, adolescents, to the elderly. Studies conducted by the School for Strategic and Global Studies, the Center for National Guarantee Studies The University of Indonesia said that as many as 36.3% of adolescents were over 15 years of age become an active smoker. This research was conducted among students who studied health science education. There is a view in society that students studying health science have better health personalities and behaviors, one of which is not smoking. However, in fact smoking behavior is still practiced by some health science students. For this reason, this research was conducted to determine the meaning of smoking in health science students. The research was conducted on students of the Faculty of Health Sciences (Fikes) Unsoed using descriptive qualitative research methods. The technique of determining the informants used purposive sampling and the data collection technique used was interviews. The results showed that students of the Unsoed Faculty of Medicine differed in their interpretation of cigarettes. The factors that influence smoking behavior are based on the experience interpreted by the informants. The desire to consume cigarettes arises from an inner urge to know and feel it. Therefore, the smoking behavior experienced by these individuals is interpreted by each individual with full meaning. Knowledge of information about smoking, from the content of the dangers of smoking to its prevention, was obtained by every student of the Unsoed Faculty of Medicine. However, in this case, the researcher concluded that the information obtained from learning, especially in the Fikes Unsoed environment regarding the dangers of smoking and smoking prevention, has not been able to fully help individuals, especially students who wish to quit smoking and apply non-smoking behavior in their daily lives. |
| Kata kunci | merokok, pengalaman, makna rokok. |
| Pembimbing 1 | Dra. Sotyania Wardhianna, M.Kes |
| Pembimbing 2 | Dr. Rawuh Edy Priyono, M.Si. |
| Pembimbing 3 | Drs. Hendri Restuadhi, M.Si.,MA(SOC) |
| Tahun | 2021 |
| Jumlah Halaman | 16 |
| Tgl. Entri | 2021-02-17 17:12:31.495761 |