Home
Login.
Artikelilmiahs
31294
Update
NASRODIN
NIM
Judul Artikel
MODEL PEMBUKAAN STOMATA BAYAM HIJAU (Amaranthus Hybridus) PADA PLANT FACTORY
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tanaman bayam hijau (amaranthus hybridus ) menjadi salah satu komoditas sayuran yang banyak diminati masyarakat indonesia karena kandungna gizinya. Peningkatan jumlah penduduk telah menyababkan peningkatan kebutuhan bahan pangan, namun luas lahan dan iklim menjadi salah satu kendala yang perlu diperhatikan. Plant-factory merupakan alat yang dirancang untuk mengatasi masalah lahan sempit dan juga dapat mengontrol parameter iklim mikro. Tujuan dari penelitian ini adalah 1. Membuat model pembukaan stomata dengan parameter suhu, kelembaban dan radiasi pada tanaman bayam hijau dalam plant factory dengan multi linier regresi 2. Mengetahui variabel yang mempengaruhi akurasi model bukaan stomata. Penelitian dilakukan di laboratorium Teknik Pengembangan dan Pengendalian Bio-Lingkungan (TPPBL) Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian dilaksanakan pada semester gasal dan semester genap. Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih bayam hijau , pupuk ab mix, rockwool, dan air. Sedangkan alat yang digunakan berupa alat tulis, microsoft excel, lux meter, termometer infrared, styrofoam, termometer digital, net pot, rockwool, nampan, lampu growlight led merah dan lampu growlight led biru masing-masing 48 watt, preparat, mikroskop, kamera, dan 2 plant factory, mesin pendingin dengan kapasitas 0,2 pk. Variabel pengukuran yang diambil yaitu suhu atas dan bawah daun, suhu lingkungan dan kelembaban, intensitas atas dan bawah daun dan lebar bukan stomata. Hubungan variabel tersebut kemuadian dianalisis menggunakan metode analisis regresi berganda (multi-linear regression). Hasil menunjukkan bahwa nilai R2 pada percobaan 1 (running 1) meningkat dengan penambahan variabel RH. Peningkatan tersebut dari 0.52 menjadi 0.82. Pada percobaan 2, peningatan terjadi dari 0.37 menjadi 0.55. Model tersebut menunjukan kelembaban merupakan variabel yang cukup berpengaruh pada bukaan stomata dikarenakan memiliki nilai koefisien yang paling besar. Model dengan penambahan variabel kelembaban memiliki nilai R2 yang lebih baik daripada yang tidak menambahkan variabel kelembaban.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Green spinach (amaranthus hybridus) is one of the most popular vegetable commodities in Indonesia because of its nutritional content. The increase in population has caused an increase in the need for food, however, land area and changing climate are among the obstacles that need attention. By using a tool called a plant factory which is designed to solve the problem of narrow land and can also control microclimate parameters. The objectives of this study were 1. To make a model for the opening of the stomata with parameters of temperature, humidity and radiation in green spinach in the plant factory by using multi-linear regression 2. To know the variables that affect the accuracy of the stomatal opening model The research was conducted at the Laboratory of Bio-Environmental Control and Development Engineering (TPPBL), Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The research was conducted in odd semester and even semester. The tools and materials used in this study were green spinach seeds, ab mix fertilizer, rockwool, and water. While the tools used are in the form of stationery, microsoft excel, lux meter, infrared thermometer, styrofoam, digital thermometer, net pot, rockwool, tray, red led growlight lamp and blue led growlight lamp each 48 watts, preparations, microscope, camera, and 2 factory factories, cooling machines with a capacity of 0.2 pk. Measurement variables taken were upper and lower leaf temperature, ambient temperature and humidity, upper and lower leaf intensity and non-stomata width. The relationship between these variables was then analyzed using multiple regression analysis methods. The results obtained indicate that the R2 value in experiment 1 (running 1) increases with the addition of the RH variable. The increase was from 0.52 to 0.82. In experiment 2, the increase occurred from 0.37 to 0.55. This model shows that humidity is a variable that has a significant influence on the stomatal opening because it has the greatest coefficient value. Models with the addition of the humidity variable have a better R2 value than those without adding the humidity variable.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save