Artikelilmiahs
Menampilkan 27.241-27.260 dari 50.190 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 27241 | 30593 | H1E016020 | ANALISIS USER ATTITUDE DALAM BELANJA ONLINE MELALUI MOBILE COMMERCE DAN SOSIAL COMMERCE | Belanja online merupakan hal yang sangat familiar dilakukan pembeli saat ini. Belanja online dapat dilakukan baik melalui perangkat seluler maupun aplikasi media sosial. Toko online sebagai penjual pada ke dua platform tersebut harus memantau faktor-faktor yang mempengaruhi calon pelanggan selama proses pembelian. Dalam proses ini, user attitude akan menentukan apakah transaksi antara pembeli dan penjual dapat dilakukan atau tidak. Dengan demikian, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor paling diperhatikan pembeli saat menentukan keputusan pembeliannya. Ada 20 faktor yang diteliti dalam penelitian ini, dan metode statistika deskriptif digunakan untuk menganalisis data. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan pada bulan Januari-Maret 2020 dengan jumlah sampel sebanyak 200 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa m-commerce yang paling sering digunakan oleh responden adalah Shopee (dengan skor tertinggi 138), sedangkan untuk s-commerce yang paling sering digunakan adalah Instagram (dengan skor 143). Selain itu, untuk faktor spesifikasi produk (dengan skor tertinggi 947) merupakan faktor utama dalam belanja online yang paling diperhatikan pembeli. | Online shopping is something that’s very familiar the buyers do today. Online shopping can be done either through mobile devices or social media application. The online shops as the seller on both platform should monitor the factors that affect potential customers during the buying process. In this process, user attitude would determine whether the transaction between the buyer and seller could be done or not. Thus, this research was conducted to identify the most notice factors the buyers pay attention to when determining their purchasing decisions. There were 20 factors studied in this research and descriptive statistical method was used to analyze the data. Data was collected through a questionnaire distributed in January-March 2020 with a total sample of 200 respondents. The results showed that Shopee was the most frequently used m-commerce by respondents (with the highest score is 138), meanwhile for s-commerce, it was Instagram (with the highest score is 143). And the last, the product specification factor (with the highest score is 947) was the most important factor in online shopping that the buyers most noticed. | |
| 27242 | 30594 | C1C016048 | KEMAMPUAN PERSEPSI RISIKO DALAM MEMODERASI PENGARUH PELATIHAN PASAR MODAL DAN LITERASI TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP MINAT INVESTASI MAHASISWA | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pelatihan pasar modal dan literasi teknologi informasi pada minat mahasiswa untuk menginvestasikan uangnya di pasar modal, dimana variabel persepsi risiko sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan metode survei. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Data dianalisis dengan menggunakan analisis regresi berganda dan analisis regresi moderat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan pasar modal dan literasi teknologi informasi memiliki prngaruh positif pada minat mahasiswa untuk berinvestasi di pasar modal. Selain itu, pada pengujian persepsi risiko sebagai variabel moderasi mendapatkan hasil bahwa persepsi risiko bukan merupakan variabel moderasi dari hubungan antara pelatihan pasar modal dengan minat investasi mahasiswa. Namun, persepsi risiko merupakan variabel moderasi yang memperlemah hubungan antara literasi teknologi informasi dengan minat investasi mahasiswa. | The purpose of this research is to analysis the influence of capital market training and information technology literacy on the student's interest to invest money in the capital market, where the risk perception variable as a moderation variable.This research use survey method. The participants are student of Economics and Business Faculty in Universitas Jenderal Soedirman and Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Data was analysed with multiple regression and moderat regression. The results showed that capital market training and information technology literacy had a positive effect on the student's interest to invest in capital markets. Additionally, the risk perception test as a moderation variable results in that risk perception is not a moderation variable from the relationship between capital market training and the student's investment interest. However, risk perception is a moderation variable that weakens the relationship between information technology literacy and the student's investment interest. | |
| 27243 | 30227 | C1A016037 | Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemiskinan Di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2017-2019 | Penelitian ini merupakan penelitian analisis tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kemiskinan dengan judul “Analisi Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemiskinan Di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2017-2019”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Jumlah Penduduk, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Perkapita , dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap tingkat kemiskinan dan untuk mengetahui variabel mana yang paling mempengaruhi kemiskinan di 33 kabupaten/kota Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2017-2019. Pada penelitian ini menggunakan data sekunder dengan alat analisis regresi data panel. alasan karena data yang digunakan pada penelitian ini merupakan kombinasi dari times series dan cross section yaitu kombinasi dari data 3 tahun yakni tahun 2017-2019 serta 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Pada penelitian ini menggunakan metode fixed effect. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel jumlah penduduk memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan di Sumatera Utara. Sedangkan IPM dan PDRB Perkapita memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan di Sumatera Utara.Diharapkan pemerintah lebih memfokuskan pada pemberian berbagai pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan pengembangan keterampilan, khususnya di sektor pertanian dan industri dengan tetap memperhatikan prospek pasar atas output yang dihasilkan. Pengadaan lapangan pekerjaan baru menjadi satu kebutuhan yang sangat penting mengingat jumlah penduduk tidak sebanding dengan ketersediaan lapangan pekerjaan, serta perbaikan dalam sektor kesehatan dan pendidikan. | This research is an analytical study on the factors that influence poverty with the title "Analysis of Factors Affecting Poverty in North Sumatra Province in 2017-2019". The purpose of this study is to analyze the effect of Total Population, Gross Regional Domestic Product (GRDP) Per capita, and Human Development Index (HDI) on poverty levels and to see which variables most influence poverty in 33 districts / cities of North Sumatra Province in 2017- 2019. In this study using secondary data with panel data regression analysis tools. The reason is that the data used in this study is a combination of times series and cross section, namely a combination of 3-year data, namely 2017-2019 and 33 regencies / cities in North Sumatra. In this study using the fixed effect method. The results showed that the population variable had a positive and insignificant effect on poverty in North Sumatra. Meanwhile, HDI and GRDP Per capita have a negative and significant impact on poverty in North Sumatra. It is hoped that the government will focus more on providing various trainings to increase knowledge and skills development, especially in the agricultural and industrial sectors while still paying attention to market prospects for the output produced. The provision of new jobs is a very important need considering that the population is not proportional to employment, as well as improvements in the health and education sectors. | |
| 27244 | 30595 | E1A013095 | CERAI GUGAT (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Serui Nomor 05/Pdt.G/2019/PA.Sri) | Manusia adalah makhluk yang tidak dapat hidup dengan sendiri. Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Dalam kehidupannya manusia memiliki keinginan untuk bersosialisasi dengan sesamanya. Hal ini merupakan salah satu kodrat manusia yang selalu ingin berhubungan dengan manusia lain. Hubungan antar manusia tersebut biasa juga dilakukan dengan melakukan suatu perkawinan. Dalam suatu perkawinan diperlukan adanya cinta lahir batin antara pasangan suami isteri.. Pemberian nafkah merupakan kewajiban yang dimiliki oleh seorang suami yang dalam hal ini sebagai kepala keluarga dalam ajaran agama islam. Kewajiban tersebut tentunya tidak boleh dilalaikan ataupun dilupakan mengingat adanya kebutuhan yang harus terpenuhi di dalam keluarga yang di pimpin oleh seorang suami. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan hukum hakim memutuskan perkara cerai gugat di pengadilan serui? Metodologi penelitian adalah metode pendekatan yuridis normatif, metode deskriptif analisis, sumber data sekunder, metode pengumpulan data menggunakan data kepustakaan, metode analisis data, normatif kualitatif, normatif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hakim dalam memutuskan perkara pengadilan agama serui mendasarkan pada pasal 39 ayat 2 Undang-Undang No 1 Tahun 1974 dan pasal 19 (f) peraturan pemerintah No 9 Tahun 1975 jo pasal 116 (f) Kompilasi Hukum Islam. Menurut peneliti pertimbangan hukum Hakim dapat dilengkapi dengan pasal-pasal yang terkait dengan kasus perkaranya dalam hal yang terkait kewajiban suami istri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Putusan Pengadila Agama Serui dengan Nomor Perkara 05/Pdt.G/2019/PA.Sri. Hal ini dapat dilihat dari Putusan tersebut yang mengabulkan Gugatan Cerai yang diajukan oleh pihak penggugat terhadap pihak tergugat karena nafkah wajib tidak terpenuhi. | Humans are creatures that cannot live alone. Humans are created as social beings who need each other. In his life, humans have the desire to socialize with others. This is one of human nature who always wants to be in touch with other humans . Relations between humans are also usually carried out by entering into a marriage. In a marriage it is necessary to have inner and outer love between husband and wife. Providing a living is an obligation that is owned by a husband who in this case is the head of the family in the teachings of Islam. Of course, this obligation should not be neglected or forgotten, given the need that must be fulfilled in a family led by a husband. The formulation of the problem in this research is how is the legal consideration of the judge in deciding the sue divorce case in the Serui Court? The research methodology is a normative juridical approach, descriptive analysis method, secondary data sources, data collection methods using library data, data analysis methods, qualitative normative, quantitative normative. The results of this study indicate that judges in deciding cases of serui religious courts are based on article 39 paragraph 2 of Law No. 1 of 1974 and article 19 (f) of government regulation No. 9 of 1975 in conjunction with article 116 (f) Compilation of Islamic Law. According to researchers, judges' legal considerations can be complemented with articles related to the case in matters related to the obligations of husband and wife. The results showed that the Serui Religious Court Decision with Case Number 05 / Pdt.G / 2019 / PA.Sri. This can be seen from the decision which granted the divorce suit filed by the plaintiff against the defendant because the mandatory income was not fulfilled. | |
| 27245 | 30582 | E1A013280 | GUGAT CERAI KARENA PERSELISIHAN DAN PERTENGKARAN (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Medan Nomor 752/Pdt.G/2015/PA.Mdn) | Perkawinan seorang laki-laki dengan seorang perempuan guna menghalalkan hubungan kelamin antara kedua belah pihak dengan didasari oleh sukarela dan keadilan keduanya serta untuk mewujudkan suatu kebahagiaan hidup keluarga. Perceraian yang terjadi karena keputusan Pengadilan Agama dapat terjadi karena talak atau gugat cerai serta telah cukup adanya alasan yang ditentukan oleh undang-undang setelah tidak berhasil didamaikan antara suami dan isteri tersebut dan menjadimajelis hakim menjatuhkan talak ba’in sugro kepada Tergugat. Peneliti tertarik untuk melakukan penelitian guna penyusunan tugas akhir penulisan hukum dengan judul “Gugat Cerai Karena Perselisihan dan Pertengkaran (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Medan Nomor 752/Pdt.G/2015/PA.Mdn) Penelitian ini bertujuan mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan gugat cerai karena perselisihan dan pertengkaran pada Putusan Pengadilan Agama Medan Nomor 752/Pdt.G/2015/PA.Mdn. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan hukum secara yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan adalah data sekunder berupa Putusan Pengadilan Agama Medan Nomor 752/Pdt.G/2015/PA.Mdn, undang-undang serta buku-buku. Data yang diperoleh disajikan secara sistematis dan terperinci, dan analisis data dilakukan secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan dasar pertimbangan Hakim Pengadilan Agama Medan dengan Perkara Nomor 752/Pdt.G/2015/PA.Mdn berdasarkan Penjelasan Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, Pasal 19 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 huruf (f) serta selanjutnya hakim juga menjatuhkan talak satu ba'in sughra. Tambahan Peneliti menurut peneliti pertimbangan Hakim dapat dilengkapi dengan nilai nilai yang hidup dalam masyarakat | Marriage of a man with a woman in order to legalize sexual relations between the two parties based on voluntary and fairness of both of them and to create a happy family life. Divorce that occurs due to a decision of the Religious Court can occur due to divorce or sue for divorce and there are sufficient reasons determined by law after the failure to reconcile the husband and wife and becoming a panel of judges handed down talak ba'in Sugro to the Defendant. Researchers are interested in conducting research for the preparation of a legal writing final project entitled "Claim for Divorce Due to Disputes and Quarrels (Juridical Review of the Medan Religious Court Decision Number 752 / Pdt.G / 2015 / PA.Mdn) This study aims to determine the legal considerations of judges in granting divorce due to disputes and arguments in the Medan Religious Court Decision Number 752 / Pdt.G / 2015 / PA.Mdn. This study uses a normative juridical legal approach, with prescriptive research specifications. In this study, the data source used was secondary data in the form of the Medan Religious Court Decision Number 752 / Pdt.G / 2015 / PA.Mdn, laws and books. The data obtained were presented systematically and in detail, and data analysis was carried out in a normative qualitative manner. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the basis for the consideration of the Judge of the Medan Religious Court with Case Number 752 / Pdt.G / 2015 / PA.Mdn based on the Elucidation of Article 39 paragraph (2) of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage, Article 19 of Government Regulation Number 9 of 1975 letter (f) and subsequently the judge also handed down the divorce of one ba'in sughra. Additional Researchers, according to the researcher, the Judge's consideration can be supplemented with values that live in society | |
| 27246 | 30597 | K1C016053 | RANCANG BANGUN SISTEM PENGUKUR KEMIRINGAN LAHAN BERBASIS SENSOR GY-521 GYRO- ACCELEROMETER MPU-6050 | Sistem pengukur kemiringan lahan dibuat menggunakan sensor Gyro-Accelerometer MPU-5060. Sensor ini memiliki 3 sumbu, x, y, dan z. Pada penelitian kali ini memanfaatkan perbandingan tegangan yang dihasilkan oleh perubahan nilai kapasitansi kapasitor pada sumbu y dan z. Perbandingan tegangan digunakan agar sistem dapat digunakan dengan akurat pada tempat yang memiliki nilai gravitasi yang berbeda. Pengujian karakteristik statik alat dilakukan dalam skala laboratorium dan juga lapangan. Dari hasil uji yang dilakukan, didapatkan hasil akurasi yang cukup tinggi yaitu 96,12 % untuk uji dalam lab dan 90,77 % untuk pengujian lapangan. Nilai error sistem cukup kecil yaitu 3,88 % untuk skala lab dan 9,23 % untuk pengujian lapangan dan untuk nilai presisi 98,92 % untuk pengujian lab dan 98,24 % untuk pengujian lapangan | The land slope measuring system is made using the MPU-5060 Gyro-Accelerometer sensor. This sensor has 3 axes, x, y, and z. In this research, the use of the voltage comparison generated by the change in capacitance value of the capacitor on the y and z axes. The stress ratio is used so that the system can be used accurately at places that have different gravity values. Testing of the static characteristics of the tool is carried out on a laboratory and field scale. From the results of the tests carried out, it was found that the accuracy was quite high, namely 96.12% for in-lab tests and 90.77% for field testing. The system error value is quite small, namely 3.88% for lab scale and 9.23 % for field testing and for a precision value of 98.92 % for lab testing and 98.24 % for field testing. | |
| 27247 | 30598 | E1A116009 | STATUS HUKUM PESAWAT UDARA KOMERSIAL (SIPIL) YANG DIGUNAKAN UNTUK PENERBANGAN KENEGARAAN DITINJAU DARI HUKUM UDARA INTERNASIONAL DAN NASIONAL INDONESIA | Penerbangan kenegaraan atau dalam hal ini penerbangan kepresidenan dilakukan oleh presiden sebagai bentuk eksistensi dalam pergaulan internasional untuk menunjang kepentingan negara. Dalam penerbangannya, presiden menggunakan pesawat kepresidenan, namun tidak semua negara memiliki pesawat kepresidenan. Terdapat beberapa negara termasuk Indonesia sebelum masa Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo yang menyewa pesawat sipil untuk melakukan penerbangan kenegaraannya. Pasal 3 (b) Konvensi Chicago 1944 tentang Penerbangan Sipil Internasional menyebutkan bahwa pesawat udara negara adalah pesawat yang digunakan untuk keperluan militer, bea cukai, dan kepolisian. Konvensi ini sayangnya tidak mengatur secara jelas mengenai status pesawat udara sipil yang digunakan untuk penerbangan kenegaraan atau sebagai pesawat kepresidenan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ketentuan pembedaan status pesawat dalam hukum udara internasional dan nasional Indonesia serta mengetahui status hukum pesawat komersial yang digunakan sebagai pesawat kepresidenan di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum atau yuridis dengan metode pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Metode pengumpulan data berdasarkan studi kepustakaan yang disajikan dalam bentuk teks naratif dengan metode analisis normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa walaupun Konvensi Chicago 1944 tidak menjelaskan secara rinci pembedaan antara pesawat udara negara dan pesawat udara sipil, namun pembedaan tersebut dapat dilihat dalam UU No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Status hukum pesawat udara sipil yang digunakan untuk kepentingan penerbangan kenegaraan, secara mutatis mutandis dianggap sebagai pesawat udara negara, sebab kegiatannya bukan bersifat komersial atau berhubungan dengan niaga, melainkan bersifat khusus dalam pemenuhan kepentingan kenegaraan. | State flights or in this case presidential flights are carried out by the president as a form of existence in international relations to support the interests of the state. In his flight, the president uses presidential aircraft, but not all countries have presidential aircraft. There are several countries, including Indonesia before the time of President Soesilo Bambang Yudhoyono and President Joko Widodo, which rented civilian aircraft to carry out their state flights. Article 3 (b) of the 1944 Chicago Convention on International Civil Aviation states that state aircraft are aircraft used for military, customs, and police purposes. Unfortunately, this convention does not clearly regulate the status of civil aircraft used for state flights or as presidential aircraft. The aim of this research is to know the provisions for differentiating aircraft status in Indonesian international and national air law and to determine the legal status of commercial aircraft used as presidential aircraft in Indonesia. The research method used is legal or juridical research with a normative juridical approach. The data used is secondary data consisting of primary, secondary and tertiary legal materials. The data collection method is based on literature study which is presented in the form of narrative text with qualitative normative analysis method. The results show that although the 1944 Chicago Convention does not explain in detail the distinction between state aircraft and civil aircraft, this distinction can be seen in Law of Republic Indonesia no. 1 of 2009 concerning Aviation. The legal status of civil aircraft used for the benefit of state aviation is mutatis mutandis considered a state aircraft, because its activities are not commercial or related to commerce, but are of a special nature in fulfilling the interests of the state. | |
| 27248 | 30601 | C1I016006 | THE EFFECT OF CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DISCLOSURE AND GOOD CORPORATE GOVERNANCE ON FIRM VALUE WITH PROFITABILITY AS INTERVENING VARIABLE | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengungkapan CSR dan GCG terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai variable intervening. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder. Objek pada penelitian ini adalah perusahaan textile dan garmen yang tercatat dalam BEI dari tahun 2015-2019. Data di analisis menggunakan uji regresi. Variabel independen pada penelitian ini adalah CSRD dan GCG. Variabel dependen adalah nilai perusahaan. Variabel intervening adalah profitabilitas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa CSRD berpengaruh positif terhadap profitabilitas, GCG berpengaruh positif terhadap profitabilitas, CSRD berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan melalui profitabilitas, GCG berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan melalui profitabilitas, dan profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. | This study aims to determine the effect of CSR and GCG disclosure on firm value with profitability as an intervening variable. This research is a quantitative study using secondary data. The object of this research is the textile and garment companies listed on the IDX from 2015-2019. Data were analyzed using regression test. The independent variables in this study are CSRD and GCG. The dependent variable is firm value. The intervening variable is profitability. The results of this study indicate that CSRD has a positive effect on profitability, GCG has a positive effect on profitability, CSRD has a positive effect on firm value through profitability, GCG has a positive effect on firm value through profitability, and profitability has a positive effect on firm value. | |
| 27249 | 30599 | E1A013299 | PELANGGARAN SIGHAT TAKLIK TALAK SEBAGAI ALASAN PERCERAIAN (TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN PENGADILAN AGAMA NOMOR: 535/Pdt.G/2018/PA.Bjr) | Taklik talak menurut pengertian hukum di Indonesia adalah semacam ikrar. Ikrar tersebut menunjukkan bahwa suami menggantungkan adanya talak terhadap istrinya, maka apabila dikemudian hari salah satu atau semua yang telah diikrarkan terjadi maka istri dapat mengadukannya ke Pengadilan Agama, dan apabila alasannya terbukti maka Hakim akan memutuskan perkawinannya. Dengan kata lain taklik talak akan memberikan akibat hukum. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan hukum Hakim dalam memutus perkara perceraian karena suami melanggar taklik talak dalam Putusan Pengadilan Agama Banjar Nomor 535/Pdt.G/2018/PA.Bjr. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitian bersifat preskriptif analitis, metode pengumpulan data melalui studi pustaka dengan inventarisasi, metode analisis data kualitatif normatif. Menurut peneliti, Pertimbangan Hukum yang dipakai Hakim Pengadilan Agama Banjar pada Putusan Nomor 535/Pdt.G/2018/PA.Bjr telah berdasar pada ketentuan Pasal 116 huruf (g) Kompilasi Hukum Islam. Tetapi sebaiknya Hakim juga menambahkan Pasal 19 huruf (b) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo Pasal 116 (b) dan Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam, serta Pasal 34 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974. Kata Kunci : Taklik Talak, Perceraian, Perkawinan | Taklik talak according to the legal sense in Indonesia is a kind of pledge. This pledge shows that the husband is dependent on the existence of divorce on his wife, so if in the future one or all of the things that have been pledged occur then the wife can complain to the Religious Court and if the reason is proven, the Judge’s will decide the marriage. In other words, taklik talak will have legal consequences. The problem is in research is how the Judge’s Legal considerations in granting divorce due to husband violating the conditions of divorcement in the decision of Banjar Religious Court Number: 535/Pdt.G/2018/PA.Bjr. the research method used in this research is a normative juridical approach, research spesification is analytical prescriptive, data collection method is by library research with inventory, data analysis method is qualitative normative According to researchers the legal considerations used by the Banjar Religious Court Judges in Decision Number 535/Pdt./2018/PA.Bjr were based on the provisions of Article 116 letter (g) of the Compilation of Islamic Law. But the Judge should also add Article 19 letter (b) Government Regulation Number 9 of 1975 concerning the Implementation of Law Number 1 Year 1974 in conjunction with Article 116 (b) Compilation of Islamic Law, and Article 34 of Law Number 1 Year 1974. Keyword: Taklik Separations, Divorcement, Marriage | |
| 27250 | 30602 | G1B016033 | PENGARUH PEMBERIAN TOPIKAL MADU HUTAN PAMEUNGPEUK LEBAH Apis dorsata TERHADAP KADAR bFGF PADA MODEL LUKA PASCA PALATOPLASTI IN VIVO | Pembedahan palatoplasti merupakan prosedur untuk memperbaiki celah langit-langit. Proses penyembuhan luka pasca palatoplasti akan mengalami fase proliferasi yang melibatkan proses angiogenesis. Proses angiogenesis dipengaruhi oleh faktor angiogenik, salah satunya basic Fibroblast Growth Factor (bFGF) yang dihasilkan oleh makrofag dan sel endotel untuk meningkatkan proliferasi sel fibroblas dan sel endotel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian topikal madu Hutan Pameungpeuk terhadap peningkatan kadar bFGF pada model luka pasca palatoplasti tikus galur Sprague dawley. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan rancangan penelitian posttest-only control group design. Sampel penelitian menggunakan model luka palatoplasti pada tikus galur Sprague dawley menggunakan punch biopsy dengan lebar 3mm. Madu Hutan Pameungpeuk diaplikasikan secara topikal sebagai kelompok perlakuan, Aloclair gel sebagai kontrol positif dan untuk kontrol negatif menggunakan akuades selama 4 hari. Kadar bFGF jaringan mukosa palatum pasca perlakuan diuji menggunakan sandwich ELISA. Hasil pengujian pada pemberian madu Hutan Pameungpeuk memiliki kadar bFGF lebih tinggi (15,13 ng/L) dibandingkan kontrol positif (11,66 ng/L) dan kontrol negatif (7,73 ng/L). Uji statistik menggunakan Kruskal-Wallis menunjukkan hasil sangat signifikan (p<0,001) dan hasil Post-hoc Mann-Whitney didapatkan perbedaan yang sangat bermakna antar kelompok (p<0,001). Simpulan dari penelitian menunjukkan bahwa pemberian secara topikal madu Hutan Pameungpeuk dapat meningkatkan kadar bFGF pada model luka pasca palatoplasti tikus galur Sprague dawley. | Palatoplasty surgery is a procedure to repair the cleft palate. The post-palatoplasty wound healing process will undergo proliferation phase which involves the angiogenesis process. The angiogenesis process is influenced by angiogenic factors, one of them is the basic Fibroblast Growth Factor (bFGF) which is produced by macrophages and endothelial cells to increase the proliferation of fibroblast and endothelial cells. This research aims to determine the effect of topical application of Pameungpeuk Forest honey on increasing levels of bFGF in post-palatoplasty wound models of Sprague dawley strain rats. This research was a laboratory experimental study with a posttest-only control group design. The research sample used a palatoplasty wound model in Sprague Dawley strain rats using punch biopsy with a width of 3mm. Pameungpeuk Forest Honey was applied topically as a treatment group, Aloclair gel as a positive control and for negative control used distilled water for 4 days. Post-treatment levels of bFGF in the palate mucosa were tested using sandwich ELISA. The test results on the provision of Pameungpeuk Forest honey had significantly higher bFGF levels (15.13 ng/L) than the positive control (11.66 ng/L) and the negative control (7.73 ng/L). The statistical test using Kruskal-Wallis showed very significant results (p<0,001) and the Mann-Whitney Post-hoc results showed a very significant difference between groups (p<0,001). The conclusions of this research indicate that topical application of Pameungpeuk Forest honey can increase bFGF levels in the post-palatoplasty wound model of Sprague dawley strain rats. | |
| 27251 | 30603 | C1C016044 | Pengaruh Dewan Pengawas Syariah, Dewan Komisaris dan Profitabilitas Terhadap Pengungkapan Islamic Social Reporting (ISR) Di Bank Umum Syariah. | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dewan pengawas syariah, dewan komisaris dan profitabilitas terhadap pengungkapan Islamic Social Reporting (ISR) di bank umum syariah. Jenis penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bank umum syariah yang terdaftar di website resmi Otoritas Jasa Keuangan tahun 2014-2019 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 36 bank. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa yang berupa laporan tahunan dengan spesifikasi laporan keuangan dan laporan tanggung jawab sosial. Analisis data yang digunakan adalah statistic deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi data panel, uji goodness of fit dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) dewan pengawas syariah berpengaruh positif terhadap pengungkapan ISR, (2) dewan komisaris tidak berpengaruh terhadap pengungkapan ISR, dan (3) profitabilitas tidak berpengaruh terhadap pengungkapan ISR di bank umum syariah. | This study aims to determine the effect of board’s sharia supervisory board, board of commissioners and profitability towards Islamic Social Reporting (ISR) disclosure in islamic commercial bank. This type of research is a research wih a quantitative approach. The population in this study were all Islamic commercial bank listed on official website of the Otoritas Jasa Keuangan in 2014-2019 with a sampling technique using purposive sampling and obtained a sample of 36 banks. The data used are secondary data in the form of annual report with specification financial statement report and corporate social reporting report. Analysis of the data used is descriptive statictic, the classic assumption test, data panel regression analysis, the goodness of fit and hypothesis test. The result of this study indicate that (1) Sharia Supervisory Board has positive effect to ISR disclosure, (2) the board of commissioners have no effect to ISR disclosure, and (3) profitability have no effect to ISR disclosure in islamic commercial bank. | |
| 27252 | 30604 | C1B016038 | ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN SEBELUM DAN SESUDAH MERGER DAN AKUISISI (Studi kasus pada Perusahaan Go Public Non Bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia) | Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh aktivitas merger dan akuisisi terhadap kinerja keuangan perusahaan go-public non Bank pada tahun 2015-2016 dengan periode perbandingan tiga tahun sebelum dan tiga tahun sesudah. Populasi penelitian meliputi seluruh perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang melakukan aktivitas merger dan akuisisi periode 2015-2016. Sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling dan diperoleh dua puluh perusahaan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif komparatif. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi uji normalitas, paired sample t-test, wilcoxon’s signed ranks test. Uji normalitas dilakukan untuk melihat apakah data berdistribusi normal atau tidak. Apabila data berdistribusi normal, digunakan paired sample t-test namun jika data tidak berdistribusi normal, digunakan wilcoxon's signed ranks test. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wilcoxon's signed ranks test karena data yang diperoleh berdistribusi tidak normal. Hasil pengujian wilcoxon's signed ranks test yang ditinjau dari beberapa rasio keuangan yaitu current ratio (CR), debt to equty ratio (DER), total asset turnover (TATO), net profit margin (NPM), return on equity (ROE), dan return on asset (ROA) pada tiga tahun sebelum dan sesudah merger dan akuisisi diperoleh hasil bahwa nilai total asset turnover (TATO) dan return on asset (ROA) saja yang menunjukan perubahan yang signifikan pada tiga tahun sebelum dan sesudah merger dan akuisisi. Sedangkan untuk rasio lainnya tidak menunjukan perbedaan yang signifikan. Hasil penelitian ini menggambarkan aktivitas merger dan akuisisi tidak selalu memberikan dampak yang positif bagi perusahaan secara finansial. | This research was conducted to see the effect of merger and acquisition activities on the financial performance of public non-bank companies in 2015-2016 with a comparison period of three years before and three years afterwards. The study population includes all public companies listed on the Indonesia Stock Exchange that carry out merger and acquisition activities for the 2015-2016 period. The sample is determined by technique purposive sampling and acquired twenty companies. This research is a type of comparative quantitative research. The data analysis method used in this study included normality test, paired sample t-test, Wilcoxon's signed ranks test. The normality test is carried out to see whether the data is normally distributed or not. If the data is normally distributed, a paired sample t-test is used, but if the data is not normally distributed, Wilcoxon's signed ranks test is used. The data analysis method used in this study was Wilcoxon's signed ranks test because the data obtained were not normally distributed. Wilcoxon's signed ranks test results in terms of several financial ratios that is current ratio (CR), debt to equty ratio (DER), total asset turnover (TATO), net profit margin (NPM), return on equity (ROE), dan return on asset (ROA) in the three years before and after mergers and acquisitions, it was found that the total asset turnover (TATO) and return on assets (ROA) only showed significant changes in the three years before and after mergers and acquisitions. Meanwhile, other ratios do not show a significant difference. | |
| 27253 | 30605 | G1B016014 | PENGARUH PEMBERIAN MADU HUTAN PAMEUNGPEUK LEBAH Apis dorsata TERHADAP KADAR PDGF (PLATELET DERIVED GROWTH FACTOR) PADA MODEL LUKA PASCA PALATOPLASTI PALATUM TIKUS Sprague dawley | Latar Belakang. Celah bibir dan/ atau langit-langit merupakan kelainan yang palingsering terjadi pada daerah orofasial. Terapi definitif celah bibir dan/atau langit-langit berupa palatoplasti. Prosedur palatoplasti akan meninggalkan area tulang terbuka pada palatum. Adanya luka yang terbuka pada palatum sangat rentan terhadap infeksi dan menimbulkan rasa tidak nyaman sehingga proses penyembuhan luka sangat penting. Salah satu growth factor yang berperan penting pada semua fase penyembuhan luka adalah PDGF. Madu Hutan Pameungpeuk lebah Apis dorsata adalah bahan alam yang diduga dapat membantu proses penyembuhan luka karena mengandung flavonoid yang mempunyai pengaruh terhadap kadar PDGF. Tujuan. Mengetahui pengaruh pemberian madu Hutan Pameungpeuk lebah Apis dorsata terhadap kadar PDGF pada luka punch biopsy model pasca palatoplasti palatum tikus Sprague dawley. Metode. Sampel yang digunakan sebanyak 30 ekor tikus yang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok perlakuan (madu), kelompok kontrol positif (aloclair plus gel®), dan kelompok kontrol negatif (aquades). Perlukaan dibuat menggunakan alat punch biopsy 3,0 mm pada palatum tikus dengan meninggalkan tulang terbuka sebagai model palatoplasti. Kemudian pada hari ke-4 setelah perlukaan, dilakukan pengukuran kadar PDGF dari jaringan sekitar perlukaan menggunakan ELISA, selanjutnya hasil dianalisis secara statistik dengan Uji Oneway ANOVA dilanjutkan uji Post-Hoc LSD.Hasil dan Kesimpulan. Hasil Uji ELISA menunjukkan bahwa kelompok perlakuan memiliki kadar PDGF yang lebih tinggi (12,96 ng/ml) dibandingkan kelompok kontrol positif (11,58 ng/ml) maupun negatif (4,89 ng/ml). Analisis One Way ANOVA dan uji Post-Hoc LSD menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan dengan kontrol (p≤0,01). Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian madu Hutan Pameungpeuk terhadap kadar PDGF pada proses penyembuhan luka punch biopsy sebagai model pasca palatoplasti. | Background. Cleft lip and / or palate is an abnormality that most often occurs in the orofacial area. The definitive therapy for cleft lip and / or palate is palatoplasty. The palatoplasty procedure will leave an open bony area on the palate. The existence of an open wound on the palate is very susceptible to infection and makes uncomfortable feeling to patients so the wound healing process is very important. One of the growth factors that play important role in all phases of wound healing is PDGF. Honey bee Apis dorsata Pameungpeuk Forest is a natural material that may help the wound healing process because it contains flavonoid compounds which have an effect on PDGF levels. Purpose. To determine the effect of giving honey bee Apis dorsata Pameungpeuk Forest on PDGF levels in a wound of punch biopsy as the model after palatoplasty of Sprague dawley palate. Methods. 30 rats Sprague dawley were divided into 3 groups, treatment group (honey), positive control group (aloclair plus gel®), and negative control group (aquades). The wound was made using a tool punch biopsy 3.0 mm on the palate of the rats leaving the bone exposed as a palatoplasty model. Then on the 4th day after the injury, PDGF levels were measured from the tissue around the wound using ELISA, then the results were analyzed statistically with One way ANOVA test and Post-Hoc LSD test. Results and Conclusions. The ELISA test results showed that the treatment group had higher levels (12.96 ng / ml) than the positive (11.58 ng / ml) either negative (4.89 ng / ml) control groups. Analysis One Way ANOVA and Post-Hoc LSD test showed significant differences between the treatment and control groups (p≤0.01). The conclusion of this study that there was an effect of giving Pameungpeuk Forest honey on PDGF levels in the wound punch biopsy as the model after palatoplasty of Sprague dawley palate. | |
| 27254 | 30606 | F1B015085 | KUALITAS PELAYANAN PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) DI KABUPATEN PURBALINGGA MENURUT STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) | Tujuan penelitian ini yakni mendeskripsikan mendeskripsikan kualitas pelayanan pendidikan Kabupaten Purbalingga dilihat dari dimensi pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Secara umum, penerapan standar pelayanan minimal pendidikan dapat terpenuhi oleh satuan pendidikan menengah pertama (SMP) di wilayah perkotaan seperti SMP 1 Negeri dan SMP 2 Negeri Purbalingga dan SMP di wilayah pedesaan seperti SMP 1 Negeri dan SMP 2 Negeri Karangjambu. Akan tetapi, ada dua indikator yang belum bisa dipenuhi SMP di wilayah pedesaan yakni terkait dengan ketersediaan fasilitas, alat peraga, laboratorium, dan dari sisi kinerja guru terkait jam kerja guru di pedesaan yang masih kurang. Perbedaan ini disebabkan karena masalah anggaran pengadaan fasilitas tiap-tiap sekolah yang berbeda dan pembangunan antara perkotaan dengan pedesaan yang tidak merata, kemiskinan, masalah ketenagakerjaan, dan sebagainya. Kata kunci: Kualitas pelayanan, pendidikan, SPM | The purpose of this study is to describe the quality of education services in Purbalingga Regency as seen from the dimensions of meeting the Minimum Service Standards (SPM) of Education. Based on the results of the study, it shows that in general, the implementation of minimum education service standards can be met by junior secondary education units (SMP) in urban areas such as SMP 1 Negeri and SMP 2 Negeri Purbalingga and SMP in rural areas such as SMP 1 Negeri and SMP 2 Negeri Karangjambu. However, there are two indicators that junior high schools in rural areas have not been able to fulfill, namely those related to the availability of facilities, teaching aids, laboratories, and in terms of teacher performance related to teacher working hours in rural areas which are still lacking. This difference is due to the different budget problems for the provision of facilities for each school and the uneven development between urban and rural areas, poverty, labor problems, and so on. Keywords: Education, service quality, SPM | |
| 27255 | 30608 | G1A016104 | PROFIL KADAR HEMOGLOBIN (Hb) PADA ANAK DENGAN INFANTILE ANOREXIA USIA 12 – 36 BULAN DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO | Latar Belakang: Kekurangan hemoglobin mempengaruhi konsumsi makanan. Anak dengan kadar hemoglobin rendah cenderung memiliki kadar leptin 3,2 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan subjek dengan kadar hemoglobin normal. Kadar hemoglobin yang kurang membuat anak menjadi lemah, letih lesu dan berkurang nafsu makan. Penurunan nafsu makan juga terjadi salah satunya karena terganggunya pengaturan energi di hipotalamus akibat dari berkurangnya suplai oksigen di otak. Kurangnya suplai oksigen tersebut dapat menyebabkan terganggunya regulasi sistem neuropeptida sentral dan hormon yang mengatur homeostasis energi. Tujuan: Mengetahui profil kadar hemoglobin pada anak dengan infantile anorexia usia 12-36 bulan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo pada periode Agustus 2019 – Januari 2020. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian statistik deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini adalah 21 pasien infantile anorexia di RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo yang diambil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data untuk variabel terikat infantile anorexia menggunakan diagnosis dokter spesialis anak dan kuesioner, sedangkan data untuk variabel bebas kadar hemoglobin diperoleh dari rekam medis. Hasil: Hasil analisis univariat antara kadar hemoglobin pada anak dengan infantile anorexia secara statistik deskriptif menggambarkan distribusi normal dengan rerata kadar Hb yaitu 11,01 gr/dL. Kesimpulan: Rata-rata kadar hemoglobin pada anak dengan infantile anorexia usia 12-36 bulan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo masih dalam batas normal berdasarkan cut off point WHO. | Background: Lack of hemoglobin levels affect appetite. Children with low hemoglobin levels tend to have 3,2 times higher leptin levels than those of subject with normal hemoglobin levels. Lack of hemoglobin levels causes weakness, weariness, and decreased appetite on children. Decreased appetite also occurs due to disruption of energy controls in the hypothalamus due to reduced oxygen supply in the brain. Lack of oxygen supply causes the central neuropeptide system regulation and hormones that control energy homeostasis disturbed. Goal: This research was conducted to find out the hemoglobin levels on 12-36 ages months children with infantile anorexia in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo in August 2019 – January 2020 periode. Method: This was descriptive statistics research with a cross sectional method. The subjects of this research were 21 infantile anorexia patients in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo who was taken with total sampling technique. Infantile anorexia dependent variable data was collected from pediatrician diagnosed and quisioner, while hemoglobin levels independent variable was collected from medical records. Result: The results of univariate analysis between hemoglobin levels on infantile anorexia children which descriptive statistics described normal distribution with Hb levels average 11,01 gr/dL Consclusions: Hemoglobin levels average on 12-36 ages months children with infantile anorexia in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo still within the normal boundaries based on WHO cut off point. | |
| 27256 | 30588 | E1A013088 | CERAI GUGAT KARENA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Malang Nomor 1172/Pdt.G/2017/PA.Mlg) | Salah satu alasan perceraian adalah perselisihan dan pertengkaran dimana biasanya perselisihan dan pertengkaran diakibatkan adanya Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Kekerasan Dalam Rumah Tangga ada 4 macam yaitu kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual dan penelantaran ekonomi, dalam hal ini terjadi Kekerasan Dalam Rumah Tangga khususnya kekerasan seksual, sehingga memicu salah satu pihak yaitu isteri memutuskan untuk mengajukan perceraian ke Pengadilan Agama. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu pertimbangan hukum Hakim dalam memutus perkara cerai gugat karena Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang terjadi di Pengadilan Agama Malang pada putusan nomor 1172/Pdt.G/2017/PA.Mlg. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan hukum ini adalah yuridis normatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertimbangan hukum yang dipakai hakim Pengadilan Agama Malang pada putusan nomor 1172/Pdt.G/2017/PA.Mlg hanya mengacu pada ketentuan alasan perceraian Pasal 70 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama Jo Pasal 19 huruf (f) dan Pasal 22 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 serta Pasal 116 huruf (d) dan huruf (f) KHI. Menurut Peneliti pertimbangan Hakim dalam memberikan pertimbangan dapat dilengkapi Pasal 39 ayat(2) huruf d Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Jo Pasal 19 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Jo Pasal 116 (f) Kompilasi Hukum Islam dan Pasal 8 huruf b Undang-Undang Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. | One of the reasons for divorce is quarrels and quarrels where usually quarrels and fights are caused by domestic violence. There are 4 types of Domestic Violence, namely physical violence, psychological violence, sexual violence and economic neglect, in this case Domestic Violence, especially sexual violence, triggers one party, namely the wife to decide to file for divorce at the Religious Court. The problem in this research is the judges' legal considerations in deciding cases for divorce due to Domestic Violence that occurred at the Malang Religious Court in decision number 1172 / Pdt.G / 2017 / PA.Mlg. The research method used in writing this law is normative juridical. The results showed that the legal considerations used by the Malang Religious Court judges in the decision number 1172 / Pdt.G / 2017 / PA.Mlg only referred to the provisions of the reasons for divorce Article 70 of Law Number 7 of 1989 concerning the Religious Courts Jo Article 19 letter (f ) and Article 22 paragraph (2) of Government Regulation Number 9 of 1975 and Article 116 letters (d) and letters (f) KHI. According to the researcher, the Judge's consideration in giving considerations can be completed with Article 39 paragraph (2) letter d of Law Number 1 of 1974 Jo Article 19 of Government Regulation Number 9 of 1975 Jo Article 116 (f) Compilation of Islamic Law and Article 8 letter b of the Law Number 23 of 2004 concerning Elimination of Domestic Violence. | |
| 27257 | 30610 | A1A016039 | ANALISIS POLA KEMITRAAN PERUM BULOG SUB DIVISI IV BANYUMAS DENGAN MITRA DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENDAPATAN MITRA | BULOG adalah perusahaan umum milik negara yang bergerak di bidang logistik pangan. BULOG memiliki peran dalam usaha pengendalian harga pangan melalui persediaan yang cukup, akses dan harga beras terjangkau oleh masyarakat dan melakukan stabilisasi harga. Kegiatan yang dilakukan oleh BULOG salah satunya adalah melakukan penyerapan beras dengan bermitra dengan MKP (Mitra Kerja Pengadaan). MKP adalah perusahaan yang berbadan hukum, badan usaha atau usaha perseorangan dan Kelompok Tani atau Gabungan Kelompok Tani (Poktan/Gapoktan) yang memenuhi persyaratan untuk melakukan kerja sama pengadaan gabah/beras dan pangan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pola kemitraan yang dilaksanakan oleh mitra dengan Perum BULOG Sub Divisi Regional IV Banyumas; 2) Mengetahui pendapatan mitra setelah melakukan kemitraan dengan Perum BULOG Sub Divisi Regional IV Banyumas pada Perum BULOG Sub Divre IV Banyumas. Penelitian dilakukan di Perum BULOG Sub Divre IV Banyumas dan lokasi MKP pada bulan Februari sampai dengan Maret 2020. Pengambilan responden dilakukan dengan metode sensus menggunakan kuisioner. Responden penelitian adalah pemilik badan usaha yang menjadi MKP Perum BULOG Sub Divre IV Banyumas sebanyak 41 mitra. Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Jalur (Path Analysis), dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Pola kemitraan sub kontrak yang diterapkan oleh Perum BULOG Sub Divre IV Banyumas kepada MKP menguntungkan karena MKP selalu dibayar dengan Harga Pokok Pemerintah (HPP) yang tidak terpengaruh dengan perubahan harga di pasar; 2) Pengaruh biaya produksi, pengalaman tenaga kerja, pendidikan tenaga kerja, usia tenaga kerja, ketersediaan produk, ketepatan produk, frekuensi waktu, dan jumlah produksi memberikan pengaruh terhadap pendapatan MKP; 3) Jumlah produksi MKP memberikan pengaruh langsung yang signifikan terhadap pendapatan MKP. | BULOG is a state-owned public company engaged in the field food logistics. BULOG has a role in controlling food prices through adequate supplies, access and affordable rice prices by the community and price stabilization. One of the activities carried out by BULOG is to absorb rice by partnering with MKP (Procurement Partners). MKP is a legal entity, business entity or individual business and Farmer Group or Farmers Group Association (Poktan / Gapoktan) that meets the requirements to carry out cooperation in the procurement of grain / rice and other food. This study aims to: 1) Determine the pattern of partnerships carried out by partners with Perum BULOG Regional Sub Division IV Banyumas; 2) Knowing the income of partners after partnering with the Banyumas Regional IV Public Corporation BULOG at the Banyumas Regional Division IV BULOG. The study was conducted at the Perum BULOG Sub Divre IV Banyumas and MKP’s location in February to March 2020. Respondents were taken using the census method using a questionnaire. The research respondents are business entity owners who become MKP Perum BULOG Sub Divre IV Banyumas as many as 41 partners. The analytical method used is Path Analysis, and descriptive analysis. Results research shows: 1) 1) The subcontract partnership pattern adopted by the Perum BULOG Banyumas Sub Divre IV to MKP is profitable because MKP is always paid at a Government Base Price (HPP) that is not in accordance with the price changes in the market; 2) Effect of production costs, labor experience, workforce education, labor age, product contribution, product accuracy, time frequency, and amount of production that contribute to MKP income; 3) The amount of MKP production has a significant direct effect on MKP revenue. | |
| 27258 | 30617 | G1G014024 | PERBEDAAN DAYA ANTIBAKTERI ANTARA SILER SALURAN AKAR BERBAHAN DASAR MINERAL TRIOXIDE AGGREGATE, BIOCERAMIC, DAN SENG OKSIDA EUGENOL TERHADAP Enterococcus faecalis | ABSTRAK Latar Belakang. Daya antibakteri siler saluran akar berperan untuk menghilangkan mikroorganisme pada perawatan saluran akar dan meningkatkan keberhasilan perawatan. Enterococcus faecalis merupakan bakteri yang terdapat pada saluran akar dan memiliki sifat resisten terhadap antibakteri, serta menjadi penyebab kegagalan perawatan saluran akar. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan daya antibakteri antara siler saluran akar berbahan dasar mineral trioxide aggregate, bioceramic, dan seng oksida eugenol terhadap E. faecalis. Metode. Penelitian ini menggunakan teknik difusi agar Mueller-Hinton yang telah diinokulasi bakteri E. faecalis (0,5 standar McFarland). Pada media agar dibuat 3 buah sumuran A-B-C berdiameter 6 mm dan kedalaman 4 mm membentuk segitiga sama sisi. Sumuran A diisi siler mineral trioxide aggregate, sumuran B diisi siler bioceramic, dan sumuran C diisi siler seng oksida eugenol, masing-masing sebanyak 0,1 ml segera setelah bahan dimanipulasi. Pengamatan daya antibakteri berupa diameter zona bening disekeliling sumuran berisi bahan siler setelah media agar diinkubasi pada suhu 37 oC selama 24 jam. Uji statistik menggunakan One-Way ANOVA dan Post-Hoc LSD. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan rerata diameter zona hambat antar kelompok siler dengan diameter terbesar pada siler seng oksida eugenol. Uji One-Way ANOVA dan Post-Hoc LSD menunjukan terdapat perbedaan signifikan daya antibakteri antar siler berbahan dasar mineral trioxide aggregate, bioceramic, dan seng oksida eugenol terhadap bakteri E. faecalis (sig=0,000, p<0,05). Uji LSD (p<0,05). Kesimpulan. Simpulan penelitian ini adalah siler berbahan dasar seng oksida eugenol memiliki daya antibakteri lebih baik dibandingkan bioceramic dan mineral trioxide aggregate terhadap bakteri E. faecalis. | ABSTRACT Background. Antibacterial activity of root canal sealer material helps to eliminate microoganisms during root canal treatment thus increasing the success of treatment. Bacteria E. faecalis is the most often found microoganism in root canal treatment failure and known to has antibacterial resistance. Purpose. This study aimed to determine the difference between antibacterial activity of mineral trioxide aggregate, bioceramic, and zinc oxide eugenol against E. faecalis. Methods. The study used the Mueller-Hinton agar diffusion test which was inoculated with culture of E. faecalis (0,5 McFarland standard). Three wells A-B-C were made on agar medium plate with a diameter of 6 mm and a depth of 4 mm form equalateral triangle. Wells A filled with mineral trioxide aggregate, wells B filled with bioceramic, and wells C filled with zinc oxide eugenol, approximately 0,1 ml. Immediately after manipulation using plastic instrument. Antibacterial activity was observed by measurement of clear zone area formed around wells after incubation at 37 oC for 24 hours. Statistic analysis using One-Way ANOVA and Post-Hoc LSD. Results. The data showed difference means of clear zone diameter among three groups, which the biggest clear zoom diameter was the zinc oxide eugenol group. Statistic analysis using One-Way ANOVA and Post-Hoc Least Significance Different test indicated significant differences between each groups against E. faecalis (sig=0,000, p<0,05). Conclusion. The conclusion of the study was sealer based of zinc oxide eugenol has an antibacterial activity better than bioceramic and mineral trioxide aggregate against E. faecalis. | |
| 27259 | 30612 | E1A116048 | TINJAUAN YURIDIS PENYALAHGUNAAN KEKEBALAN DIPLOMATIK BERDASARKAN HUKUM INTERNASIONAL (Studi Tentang Kasus Penyelundupan Emas oleh Diplomat Korea Utara di Bangladesh Tahun 2015) | Seorang wakil diplomatik memiliki kekebalan dan keistimewaan dalam menjalankan tugas-tugas dari negara yang diwakilinya secara efisien. Fungsi diberikannya kekebalan dan keistimewaan disebutkan dalam Pembukaan Konvensi Wina 1961 tentang Hubungan Diplomatik, namun pada praktiknya tidak jarang kekebalan diplomatik tersebut disalahgunakan oleh seorang wakil diplomatik. Salah satu contoh penyalahgunaan kekebalan diplomatik terjadi pada tahun 2015 yang melibatkan Sekretaris Pertama Kedutaan Besar Korea Utara bernama Son Young Nam yang terbukti menyelundupkan emas seberat 27 kilogram dari Korea Utara ke Bangladesh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan hukum internasional tentang kekebalan diplomatik serta mengetahui tanggung jawab negara berkaitan dengan terjadinya penyalahgunaan kekebalan yang dilakukan oleh Son Young Nam di Bangladesh tahun 2015. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif yang menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan analitis. Semua data dalam penelitian ini berasal dari data sekunder yang disusun secara naratif dan dianalisis melalui metode normatif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan hukum internasional tentang kekebalan diplomatik termuat dalam Konvensi Wina 1961 tentang Hubungan Diplomatik. Bentuk-bentuk kekebalan yang dimaksud, antara lain kekebalan mengenai diri pribadi pada Pasal 29, kekebalan keluarga dari seorang wakil diplomatik pada Pasal 37 ayat (1), kekebalan yurisdiksi pada Pasal 31 ayat (1), kekebalan dari kewajiban menjadi saksi pada Pasal 31 ayat (2), kekebalan kantor perwakilan asing dan tempat kediaman seorang wakil diplomatik pada Pasal 22 dan 30 ayat (1), kekebalan korespondensi pada Pasal 27 ayat (2), serta kekebalan diplomatik di negara ketiga pada Pasal 40. Korea Utara sebagai negara pengirim harus bertanggung jawab atas tindakan Son Young Nam yang telah menyalahgunakan kekebalan diplomatik. Bangladesh hanya mendapat kerugian imateriil karena Pasal 28 Konvensi Wina 1961 mengatur tentang keistimewaan pejabat diplomatik yang bebas dari semua iuran dan pajak. Bentuk tanggung jawab yang dilakukan oleh Korea Utara adalah dengan pemuasan berupa permintaan maaf. Tanggung jawab negara tersebut dapat merujuk pada ILC’s Articles on Responsibility of States for Internationally Wrongful Acts tahun 2001. | A diplomatic agent has the immunities and privileges in carrying out efficiently the duties of State he has been represented. The function of granting immunities and privileges is mentioned in the Preamble of Vienna Convention on Diplomatic Relations and Optional Protocols 1961, however in practice it is not infrequently the diplomatic immunity violated by a diplomatic agent. For example the violation of immunity occurred in 2015 involving the First Secretary’s Embassy of North Korea named Son Young Nam was found guilty of smuggling 27 kilograms of gold from North Korea to Bangladesh. This research aims to find out the international law arrangement regarding the diplomatic immunity as well as to find out the responsibility of the State in relation to the diplomatic immunity violated by Son Young Nam in Bangladesh in 2015. This research is a juridical normative study using a statute approach and analytical approach. All data in this study came from secondary data arranged in a narrative and analyzed through normative-qualitative method. The results of the research show that the international law arrangement regarding the diplomatic immunity is contained in Vienna Convention on Diplomatic Relations and Optional Protocols 1961. The forms of immunity in question include personal immunity in Article 29, immunity of a diplomatic agent’s family in Article 37 paragraph (1), immunity from jurisdiction in Article 31 paragraph (1), immunity from being a witness in Article 31 paragraph (2), immunity of foreign representative’s office and the residence of a diplomatic agent in Article 22 and 30 paragraph (1), immunity of correspondence in Article 27 paragraph (2), and diplomatic immunity in a third State in Article 40. North Korea, as a sending State, should be responsible for Son Young Nam’s action that has violated diplomatic immunity. Bangladesh only gained immaterial loss because of Article 28 of Vienna Convention on Diplomatic Relations 1961 regulates the privilege of diplomatic agent which is free from all dues and taxes. The form of responsibility carried out by North Korea is to provide satisfaction in the form of an apology. The responsibility of State can refer to the ILC’s Articles on Responsibility of States for Internationally Wrongful Acts in 2001. | |
| 27260 | 30613 | K1A016012 | SINTESIS DAN UJI AKTIVITAS KOMPOSIT TiO2/POLIANILIN TERHADAP PENURUNAN KADAR AMONIA DAN NITRIT PADA LIMBAH CAIR TAHU | Degradasi amonia dan nitrit telah dilakukan dengan menggunakan fotokatalis TiO2/Polianilin yang disintesis menggunakan metode impregnasi langsung. Garam emeraldine dari Polianilin yang dihasilkan berwarna hijau dan komposit TiO2/Polianilin yang dihasilkan berwarna abu-abu. Fotokatalis dikarakterisasi menggunakan SEM (ScanningElectron Microscopy), EDX (Energy Dispersive XRay Spectroscopy), dan XRD (X-Ray Difraction). Penambahan 1%, 5% dan 10% (b/b) polianilin diketahui dapat meningkatkan aktivitas fotokatalitik TiO2. Fotokatalis TiO2/Polianilin 10% terbukti memberikan penurunan degradasi amonia dan nitrit tertinggi yaitu sebesar 37,71% dan 60,67%. Degradasi amonia dan nitrit meningkat menjadi 59,02% dan 72,25% pada suasana asam yaitu pada pH 3 dengan waktu optimum 240 menit dibawah sinar UV. Laju kinetika diperoleh mengikuti orde satu dengan konstanta laju fotodegradasi amonia dan nitrit sebesar 0,003717 menit-1 dan 0,005342 menit-1. Uji penggunaan kembali (reusable) dilakukan sebanyak 4 kali dengan menghasilkan persen degradasi amonia dan nitrit terakhir sebesar 10,90% dan 15,01%, hal ini dapat dikatakan bahwa TiO2/Polianilin memiliki sifat reusable yang kurang baik. | Degradation of ammonia and nitrite have been carried out using photocatalyst TiO2/Polyaniline synthesized using a direct impregnation method. The resulting emeraldine salt from Polyanilin is green and the resulting TiO2/Polyaniline composite is gray. the photocatalyst is characterized using SEM (Scanning Electron Microscopy), EDX (Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy), and XRD (X-Ray Diffraction). The addition of 1%, 5%, and 10% (w/w) polyaniline is known to increase the photocatalytic activity of TiO2. Photocatalyst TiO2/Polyaniline 10% was shown to provide the highest decrease in ammonia and nitrite degradation of 37.71% and 60.67%. Degradation of ammonia and nitrites increased to 59.02% and 72.25% in the acidic atmosphere at pH 3 with an optimum time of 240 minutes under UV light. The kinetic rate is obtained following order one with ammonia and nitrite photodegradation rate constants of 0.003717 minutes-1 and 0.005342 minutes-1. Reusable tests were conducted 4 times resulting in the last percent degradation of ammonia and nitrites of 10.90% and 15.01%, it can be said that TiO2/Polyaniline has poor reusable properties. |