Artikelilmiahs

Menampilkan 27.201-27.220 dari 50.201 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2720130555F1A013093Barbershop Sebagai Gaya Hidup (Studi Tentang Perilaku Mahasiswa UNSOED Mencukur Rambut di Barbershop)Gaya rambut menjadi salah satu elemen penting untuk menunjang penampilan. Belakangan ini ada beberapa gaya rambut yang sedang nge-tren di kalangan anak muda khususnya pria yaitu Pompadour, Man Bun, Top Knot, Fade, dan Undercut. Hal inilah yang memicu para pengusaha di Purwokerto untuk berlomba-lomba mmebangun bisnis barbershop, dikarenakan banyaknya anak muda khususnya mahasiswa di Purwokerto. Untuk saat ini sudah tercatat ada 19 barbershop yang tersebar di Purwokerto. Penelitian ini memiliki rumusan masalah bagaimana mahasiswa Unsoed memaknai gaya rambut dan barbershop yang sudah mereka pilih, serta bagaimana perilaku mahasiswa Unsoed dalam mencukur rambutnya di barbershop. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada makna yang tersirat dibalik maraknya barbershop di kalangan mahasiswa Unsoed, dan ada atau tidakkah perubahan perilaku dari munculnya barbershop di Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Adapun data yang digunakan merupakan hasil wawancara mendalam dari subjek penelitian yang sudah ditentukan menggunakan teknik purposive sampling yaitu mahasiswa Unsoed. Landasan teori yang digunakan adalah habitus oleh Pierre Bourdieau. Berdasakan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa mahasiswa memaknai gaya rambut sebagai identitas, karena memiliki potongan gaya rambut terbaru dapat menaikkan kelas sosial seseorang, dan hal tersebut hanya bisa didapatkan di barbershop. Pemilihan barbershop juga berpengaruh pada mahasiswa agar bisa merasa memiliki penampilan yang modern. Mahasiswa akan memilih barbershop dengan kualitas kapster yang bagus dan design interior yang kekinian. Keputusan untuk memilih gaya rambut dan barbershop tertentu rupanya dipengaruhi juga oleh media sosial, seperti instagram atau youtube. Informasi yang diunggah memudahkan mahasiswa untuk mengetahui gaya rambut seperti apa yang sedang populer.Hair style is one of the important element to support appereance. Recently, The Pompadour, Man Bun, Top Knot, Face, and Undercut are popular hairstyles among young people, especially men. This is what triggers entrepeneurs in Purwokerto to start barbershop businesses, because there are many young people, especially student in Purwokerto. Until now there are 19 barbershops in Purwokerto. This research has formulated the problem of how Unsoed students interpret their hairstyle and their choice of barbershop, and how the behavior of Unsoed students in shaving their hair in a barbershop. The purpose of this study was to see whether there was an implied meaning behind the rise of barbershop among Unsoed students, and whether or not there was a change in behaviour from emergence of barbershop in Purwokerto. This research uses descriptive qualitative methods. The data used are the result of in-depth interview from research subjects who have been determined using purposive sampling technique, namely Unsoed students. The theoritica; basis used is habitus by Pierre Bourdieau. Based on the data analysis, it was concluded that Unsoed student interpret hairstyles as identity, because having the latest hairstylr can increase one’s social class, and this can only be found in barbershop. The choice of a barbershop also influences Unsoed students to feel that they have a modern appearance. Unsoed students will choose a barbershop with a good quality hairdresser and attractive interior design. The decision to choose a certain hairstyle and barbershop is also influenced by social media, such as Instagram or Youtube. The information uploaded makes it easy for students to find out what hairstyles are currently popular.
2720230556I1C016086PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL DALAM EKSTRAK METANOL DAUN NAGASARI (Mesua ferrea L.) DAN FRAKSI-FRAKSINYALatar Belakang:
Nagasari merupakan tumbuhan yang multiguna. Penggunaan tanaman nagasari secara empiris digunakan oleh masyarakat sebagai alternatif pengobatan sakit kulit untuk mengobati gigitan ular dan sengatan kalajengking dengan menggunakan bagian tumbuhan khususnya pada bagian daun. Secara ilmiah daun nagasari mengandung senyawa seperti Saponin, tanin, fenolat, terpenoid, dan flavonoid. Daun merupakan salah satu komponen yang terdapat pada tanaman nagasari (Mesua ferrea L.) yang memiliki kandungan flavonoid didalamnya. Flavonoid merupakan senyawaan fenol yang dimiliki oleh sebagian besar tumbuhan hijau dan biasanya terkonsentrasi pada biji, buah, kulit buah, kulit kayu, daun, dan bunga. Sebagian besar tumbuhan obat mengandung flavonoid.
Hasil: : Kadar flavonoid total ekstrak metanol, fraksi etil asetat dan fraksi metanol daun nagasari tua memiliki kadar flavonoid total secara berurutan sebesar 309,05 ± 5,68 mgQE/g, 272,21 ± 17,565 mgQE/g, 110,04 ± 15,918 mgQE/g dan kadar flavonoid total ekstrak metanol, fraksi etil asetat dan fraksi metanol daun nagasari muda memiliki kadar flavonoid total secara berurutan sebesar 320,07 ± 4,068 mgQE/g, 278,25 ± 1,541 mgQE/g, 169,73 ± 51,763 mgQE/g.
Kesimpulan: Kandungan flavonoid dari ekstrak metanol, fraksi etil asetat, dan fraksi metanol nagasari lebih banyak jika dibandingkan dengan ekstrak metanol, fraksi etil asetat, dan fraksi metanol daun muda nagasari
Background: Nagasari is a multipurpose plant. The use of the nagasari plant is empirically used by the community as an alternative treatment for skin diseases to treat snake bites and scorpion stings by using plant parts, especially on the leaves. Scientifically, Nagasari leaves contain compounds such as saponins, tannins, phenolics, terpenoids, and flavonoids. Leaves are one of the components found in the Nagasari plant (Mesua ferrea L.) which contains flavonoids in it. Flavonoids are phenolic compounds that are owned by most green plants and are usually concentrated in seeds, fruits, fruit skins, bark, leaves, and flowers. Most of the medicinal plants contain flavonoids.
Results: Total flavonoid levels of methanol extract, ethyl acetate fraction and methanol fraction of old nagasari leaves had total flavonoid levels of 309.05 ± 5.68 mgQE / g, 272.21 ± 17.565 mgQE / g, 110.04 ± 15.918 mgQE / g, respectively. and the total flavonoid levels of methanol extract, ethyl acetate fraction and methanol fraction of young nagasari leaves had total flavonoid levels of 320.07 ± 4.068 mgQE / g, 278.25 ± 1.541 mgQE / g, 169.73 ± 51.763 mgQE / g.
Conclusion: The flavonoid content of methanol extract, ethyl acetate fraction, and methanol fraction of Nagasari was higher when compared to methanol extract, ethyl acetate fraction, and methanol fraction of young nagasari leaves.
2720330561F1B015033MANAJEMEN BADAN USAHA MILIK DESA DALAM PENGEMBANGAN AGROWISATA LEMBAH ASRI DI DESA SERANG KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGADesa Serang dengan BUMDesnya yaitu Serang Makmur Sejahtera merupakan salah satu dari dua BUMDes yang termasuk dalam klasifikasi BUMDes yang maju. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana Manajemen BUMDes Dalam Mengembangkan Agrowisata Lembah Asri dengan menggunakan aspek POSDCORB. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis interaktif. Manajemen BUMDes Desa Serang untuk mengembangkan Agrowisata Lembah Asri dapat dilihat dari beberapa aspek manajemen. Pada aspek perencanaan mereka telah mempuanyai sasaran dan program kerja yang jelas. Pada pengorganisasian, setiap pegawai sudah melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Pada aspek pengadaan tenaga kerja, Agrowisata Lembah Asri melakukannya dengan cara interview dan menempatkan calon pekerja sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya. Pada aspek pengarahan, arahan atau perintah yang dilakukan oleh para pegawai yang memiliki jabatan strategis di organisasi tersebut dan disampaikan secara lisan dikala rapat rutin dilaksanakan. Untuk mengenai pengkoordinasian, koordinasi dilakukan melalui media rapat rutin yang diadakan untuk membahas bagaimana perkembangan saat ini dan apa yang akan dilaksanakan kedepannya. Pelaporan yang dilaksanakan untuk kurun waktu sebulan sekali, disampaikan secara lisan. Sedangkan untuk laporan tahunannya dibuat secara tertulis. Pada aspek penganggaran, anggaran dana yang didapatkan bersumber dari investasi masyarakat, pendapatan wisata itu sendiri, dan dari dana desa serta tambahan dana lainnya..Serang Village and its Village-Owned Enterprise, Serang Makmur Sejahtera, are one of the two Village-Owned Enterprises included in the advanced Village- Owned Enterprises classification. The purpose of this research is to learn how Management of Village-Owned Enterprise in Developing Lembah Asri Agro Tourism in Serang Village, Karangreja District, Purbalingga Regency based on POSDCORB The research uses qualitative method. The selection of informants uses purposive sampling technique. Data collection used in this study uses interviews, collection, and documentation. Data analysis method used in this research is interactive analysis method. The management of Serang Village-Owned Enterprise to develop Lembah Asri Agro Tourism can be seen from several aspects of management. In the planning aspect, they have clear targets and work programs. In organizing, every employee has carried out work in accordance with their duties and responsibilities. In the aspect of labor procurement, interviews were conducted by Lembah Asri Agro Tourism and placed prospective workers in accordance with their competencies. In the aspect of briefing, direction or order made by employees who have strategic positions in the organization and delivered verbally during routine meetings. For coordination, it’s conducted through regular meetings to discuss how the current development is and what will be done in the future. Reporting is done once a month and submitted verbally, while for annual reports in writing. In the budgeting aspect, the budget funds obtained are sourced from community investment, tourism revenue, and village funds as well as other additional funds.
2720430271F1D016017PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN FORMAL TERHADAP PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT DI KABUPATEN BOGOR PADA PEMILIHAN PRESIDEN TAHUN 2019Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan formal terhadap partisipasi politik masyarakat di Kabupaten Bogor. Metode yang digunakan merupakan metode kuantitatif, dengan bingkai prespektif behavioralisme dan paradigma positiviisme. Hasil dari penelitian mengungkapkan bahwa hipotesis kerja atau H1 diterima, artinya ada pengaruh tingkat pendidikan formal terhadap partisipasi politik. Hal tersebut dilandasari dari uji regresi linear sederhana yang menunjukkan hasil t hitung lebih besar dari t tabel 6,865 > 1,660 dan taraf signifikansi 0,00 < 0,05 yang berarti tingkat pendidikan formal berpengaruh pada partisipiasi politik. Pada nilai R Square menunjukkan angka 0,325 artinya besaran pengaruh yang diberikan tingkat pendidikan formal terhadap partisipasi politik sebesa 32,5% sedangkan sisanya 67,5% partisipasi politik dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam peneltiian ini.
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu telah terbukti bahwa hipotesis kerja atau H1 diterima atas dasar uji regresi linear sederhana dan R Square. Artinya ada pengaruh tingkat pendidikan formal terhadap partisipasi politik masyarakat di Kabupaten Bogor pada Pemilihan Presiden tahun 2019. Pada impliasi dengan adanya pengaruh tingkat pendidikan formal, maka telah memberikan sinyal baik kepada beberapa pihak baik kepada pemerintah maupun kepada penyelenggara pemilu guna terus memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan.
This research article aims to determine the effect of the level of formal education on public political participation in Bogor Regency. The method used is a quantitative method, with a behavioralism perspective frame and a positivist paradigm. The results of the study reveal that the working hypothesis or H1 is accepted, meaning that there is an effect of the level of formal education on political participation. This is based on the simple linear regression test which shows the result of t count is greater than t table 6,865> 1,660 and a significance level of 0,00 <0,05, which means that the level of formal education has an effect on political participation. The value of R Square shows the number 0,325, which means that the amount of influence given by the level of formal education on political participation is 32,5%, while the remaining 67,5% of political participation is influenced by other variables not examined in this study.
The conclusion of this study is that it has been proven that the working hypothesis or H1 is accepted on the basis of a simple linear regression test and R Square. This means that there is an effect of the level of formal education on public political participation in Bogor Regency in the 2019 Presidential Election. then it has given a good signal to several parties, both to the government and election organizers, to continue to improve educational facilities and infrastructure.
2720530557F1B015070Pengaruh Kompensasi Kerja, Lingkungan Kerja dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Guru Honorer SMA dan SMK Negeri Di Kecamatan Purwokerto TimurTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara kompensasi kerja,
lingkungan kerja, dan budaya organisasi terhadap kinerja guru honorer SMA dan SMK Negeri di
Kecamatan Purwokerto Timur. Metode penelitian yang digunakan penelitian ini yakni kuantitatif
dengan studi survai Hasil penelitian menunjukkan beberapa poin kesimpulan. Pertama, variabel
kompensasi kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru honorer SMA
dan guru SMK di Kecamatan Purwokerto Timur. Kedua, variabel lingkungan kerja memiliki
pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru honorer SMA dan SMK di Kecamatan
Purwokerto Timur. Ketiga, variabel budaya organisasi memiliki pengaruh positif dan signifikan
terhadap kinerja guru honorer SMA dan SMK di Kecamatan Purwokerto Timur. Keempat,variabel
kompensasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi memiliki pengaruh positif dan
signifikan terhadap kinerja guru honorer.
The purpose of this study was to determine the effect of work compensation, work
environment, and organizational culture on the performance of honorary teachers of SMA and
SMK Negeri in East Purwokerto District. The research method used in this research is
quantitative with survey studies. The results of the study show several points of conclusion. First,
the job compensation variable has a positive and significant effect on the performance of
honorary high school teachers and vocational school teachers in East Purwokerto District.
Second, the work environment variable has a positive and significant effect on the performance
of honorary high school and vocational high school teachers in East Purwokerto District. Third,
the organizational culture variable has a positive and significant effect on the performance of
honorary high school and vocational high school teachers in East Purwokerto District. Fourth,
the variable work compensation, work environment, and organizational culture has a positive
and significant effect on the performance of honorary teachers.
2720630558F2B016008GERAKAN SOSIAL MASYARAKAT
(Studi Tentang Perlawanan Masyarakat terhadap Rencana Pembangunan Pabrik Semen Gombong di Desa Sikayu, Kecamatan Buayan,
Kabupaten Kebumen)
ABSTRACT


Penelitian ini berisi mengenai gerakan sosial masyarakat Desa Sikayu dan sekitarnya dalam upaya melakukan penolakan terhadap pembangunan PT Semen Gombong selatan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui latar belakang terjadinya gerakan sosial menolak pendirian Pabrik Semen Gombong, siapa saja aktor-aktor yang terlibat dalam gerakan sosial menolak pendirian Pabrik Semen Gombong, dan bagaimana bentuk gerakan sosial menolak pendirian Pabrik Semen Gombong. Proses perlawanan yang ada tersebut kemudian dibingkai dengan teori repertoire dan teori gerakan sosial baru. Hasil temuan penelitian ini menunjukan adanya organisasi sosial sebagai wadah untuk masyarakat dalam melakukan gerakan perlawanan tersebut yaitu adanya Komunitas Masyarakat Kawasan Kars (KMKK) dan Persatuan Rakyat Penyelamat Kars Gombong Selatan (PERPAG) menjadi organisasi sosial yang berdiri sebagai simbol penolakan masyarakat Desa Sikayu dan Seiktarnya terhadap pendirian pabrik semen yang akan dilakukan. Organisasi sosial tersebut didirikan oleh masyarakat atas dasar kegelisahan serta isu yang beredar di mayarakat mengenai dampak buruk yang ditimbulkan oleh pembangunan PT Semen Gombong. Berbagai usaha sudah dilakukan oleh KMKK dan PERPAG untuk menggagalkan pembangunan PT Semen Gombong diantaranya dengan melakukan berbagai macam bentuk aksi seperti aksi demonstrasi, memasang spanduk tentang penolakan terhadap pembangunan pabrik semen, audiensi dengan pemerintah serta membuat petisi tentang penolakan tersebut. Adapun beberapa resolusi yang telah ditawarkan baik dari pemerintah maupun dari pihak PT Semen Gombong itu sendiri kepada masyarakat Desa Sikayu dan seiktarnya tetapi warga kurang merespon baik hal tersebut, masyarakat hanya ingin dibatalkanya upaya pendirian pabrik semen Gombong tersebut. dengan adanya perbedaan pendapat ini membuat permasalahan mengenai rencana pembangunan PT Semen Gombong belum mencapai titik terang hingga saat ini.


Kata Kunci : Gerakan sosial, bentuk aski penolakan pembangunan PT Semen Gombong, KMKK dan PERPAG.
ABSTRACT
This research discusses about the social community movement at Desa Sikayu and its surrounding in terms of doing resistance towards the plan construction of PT Semen Gombong. The goal of this research is to study the background of the movement against PT Semen Gombong, actors who involved in social movement and the form of social movement ignoring the establishment of PT Semen Gombong. The process of resisting then framed by repertoire theory and new social movement theory. The result of this study shows that there are social organizations: Kars Zone Community (KMKK) and Peolple’s Union of South Kars Gombong Rescuers (PERPAG) made as a forum for the community to carry out resistance towards this issue. These social organizations were established by the community based on people’s anxiety and issues about bad effects caused by the establishment of PT Semen Gombong. Various attempts have been made by KMKK and PERPAG to foil the construction of PT Semen Gombong such as demonstrating, putting up banners about refusing its construction, discussing with the government, and making petitions about this issue. The government and PT Semen Gombong have made an offer to Sikayu’s people and its surrounding but there is no good response from them. The people just want its cancelled. The existence of different opinion makes the problem has not reached the light.

Keywords : social movements, form of resisting the construction of PT Semen Gombong, KMKK and PERPAG.
2720730559F1B114034IMPLEMENTASI PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 2 TAHUN 2016 TENTANG KARTU INDENTITAS ANAK OLEH DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN BANYUMAS
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak merupakan suatu kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah dengan menerbitkan kartu identitas yang diakui secara resmi oleh Negara untuk anak yang berusia di bawah 17 tahun sebagai upaya perlindungan hak atas anak untuk mendapatkan identitas berupa Nomor Induk Kependudukan disingkat NIK.
Dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui bagaimana implementasi yang dilaksanakan dan sejauh mana upaya yang telah dijalankan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kabupaten Banyumas dengan menggunakan teori Ripley and Franklin.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis implementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif. Pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Random Sampling dan Accidental Sampling. Fokus penelitian ini menggunakan 2 aspek kajian yaitu Compliance dan Whats Happening yang meliputi sumberdaya dan komunikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan aspek Complieance Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas sudah melaksanakan program sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 tahun 2016 akan tetapi masih belum optimal karena data mencatat baru 46.2% anak yang memiliki Kartu Identitas Anak. Dalam aspek Whats Happening dapat disimpulkan bahwa Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas belum optimal dalam melaksanakan implementasi dikarenakan masih belum ada petugas khusus untuk melaksanakan program tersebut dan hanya dibantu dengan operator system Kartu Identitas Anak yang bertugas mengumpulkan data. Adanya pandemic covid-19 maka sosialisasi Dinas dialihkan untuk mendaftar secara online dengan melakukan sosialisasi dalam bentuk memasang spanduk himbauan, akan tetapi tidak semua masyarakat dapat memahami dan mendaftar secara online.
The study in this research is the implementation of Minister of Home Affairs Regulation Number 2 of 2016 concerning Child Identity Cards by the Department of Population and Civil Registration of Banyumas district. Child Identity Card is a policy issued by the Government. The existence of an identity card that is officially recognized by the State for children under 17 years of age is an effort to protect the child's right to obtain an identity other than a birth certificate. In this study, the researcher wanted to know how the implementation of the Child Identity Card program was carried out and the extent of the efforts that have been carried out by the Department of Population and Civil Registration of Banyumas district.
This study adopts the concept of implementing the Ripley and Franklin theory which explains that the success rate of policy implementation can be measured by looking at the level of compliance (Complieance) and other factors what happens when implementing (Whats Happening) in this study the Compliance aspect is applied, namely compliance in implementing the provisions stipulated in the Permendagri and the suitability of achieving the goals set out in the Permendagri. And other factors that occur during the implementation of Whats Happening, namely resources and communication during program implementation.
This research was conducted using descriptive qualitative methods. The location in this study was carried out at the Department of Population and Civil Registration. Selection of informants using purposive sampling technique. The focus of this research uses 2 aspects of the study, namely Compliance and Whats Happening which includes the sub-aspects of resources and communication. And data collection techniques through interviews, observation and documentation. The data analysis technique used is the Miles, Huberman and Saldana technique.
Referring to the results of the research analysis, it can be concluded that based on the Compliance aspect, the Child Identity Card Program has been implemented by the Banyumas Regency Population and Civil Registration Office since the beginning of the regulation, namely in 2016. And based on the Whats Happening aspect, in implementing the Child Identity Card program from In terms of resources, including human, financial, facilities and infrastructure are sufficient. In terms of communication, the communication between members of the Population and Civil Registration Office of Banyumas Regency has been good and the form of socialization efforts has been made to the community, even though it has not been regularly and reached by various communities, but will continue to be maximized so that all people can understand the Children's Identity Card.

Keywords: Implementation, Ministerial Regulation, Child Identity Card
2720830560F2B016007STUDI KONTRIBUSI OWNER BIRO PERJALANAN WISATA DALAM ORGANISASI PAGUYUBAN BIRO PERJALANAN EKS-KARASIDENAN BANYUMASPermasalahan owner biro perjalanan wisata perempuan dalam PEBEMAS berpusat pada kontribusi, kendala dan upaya yang mereka hadapi saat berorganisasi serta relasi gender para owner dengan pelaku wisata yang menjadi mitra selama ini. Seluruh upaya telah dilakukan guna menjaga keharmonisan dan keberlangsungan organisasi tersebut. Namun, persaingan dilapangan pada akhirnya yang sedikit menggeser visi misi organisasi PEBEMAS selama ini. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kontribusi owner biro perjalanan perempuan dalam organisasi Paguyuban Biro Perjalanan Eks-Karasidenan Banyumas.
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan pendeketan deskriptif. Sasaran penelitian adalah owner/pemilik biro perjalanan wisata perempuan dalam organisasi PEBEMAS. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, validasi data, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan analisis interaktif dari Huberman dengan teknik triangulasi. Teknik pemilihan informan adalah purposive sampling dengan tujuan telah menentukan kandidat informan utama dan pendukung.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa kesejahteraan owner baik perempuan dan laki-laki tidak memiliki perbedaan terlalu signifikan, dikarenakan pasar bebas serta banyak pendapat menilai perempuan justru lebih variatif dalam prihal memasarkan perusahaan travelnya, yang menjadi patokan adalah jumlah omset bukan dari banyak jumlah pemberangkatan dalam setahun. Akses dan kesadaran kritis owner perempuan dengan laki-laki dinilai setara, bahkan pendekatan perempuan dan dibantu oleh pekerjaan suaminya akses mereka lebih banyak. Sedangkan, partisipasi perempuan dalam organisasi tetap hanya pada posisi strategis. Namun untuk kontrol, perempuan dan laki-laki sama rata. Segala hambatan dan kesenjangan gender seperti kerjasama yang belum maksimal, kompetisi tidak sehat dan pengambilan keputusan internal. Dapat diupayakan dengan perempuan menjadi fasilitator, implementator dan motivator bagi para pelaku wisata sebagai bentuk kontribusi.
Kata kunci : kontribusi, owner biro wisata, PEBEMAS

The problem of the female tour and travel agent owner in PEBEMAS is centered on the contributions, constraints and efforts they face when organizing and the gender relations of the owners and the tourism actors who have become partners so far. All efforts have been made to maintain harmony and sustainability of the organization. However, competition in the field ultimately shifted the vision and mission of the PEBEMAS organization so far. Therefore, the purpose of this study is to describe the contribution of the female travel agency owner in the Organization of Travel Agent Eks-Karasidenan Banyumas.
The research method used in this study is qualitative with descriptive approach. The research objective is the owner of a women's travel agency in the PEBEMAS organization. Data collection methods are interviews, observation and documentation. The data analysis method uses interactive analysis by Huberman and data validation with triangulation techniques. The informant selection technique is purposive sampling with the aim of determining the main and supporting candidate informants.
Based on the results of the study showed that the welfare of the owner both women and men did not have too significant differences, because the free market and many opinions considered women to be even more varied in terms of marketing their travel companies, the benchmark was the amount of turnover rather than the number of departures in a year. Access and critical awareness of female owners with men is considered equal, even the approach of women and assisted by the work of their husbands has more access. Meanwhile, women's participation in the organization remains only in strategic positions. But for control, women and men are equally equal. All gender barriers and gaps such as inadequate cooperation, unfair competition and internal decision making. Efforts can be made with women to become facilitators, implementers and motivators for tourism actors as a form of contribution.

Keywords: contribution, travel agency owner
2720930502J1D016012KESANTUNAN TUTURAN DALAM INTERAKSI JUAL BELI DI PASAR TRADISIONAL KECAMATAN KARANGPUCUNG KABUPATEN CILACAP SEBAGAI BAHAN PEGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN TEKS NEGOSIASI KELAS XLatar belakang penelitian ini yaitu kesantunan tuturan dalam interaksi jual beli di Pasar Tradisional Karangpucung. Variasi bahasa yang muncul akibat latar belakang masyarakat yang berbeda menyebabkan kesalahpahaman dalam menangkap maksud tuturan antar pengunjung pasar. Tuturan yang dianggap santun oleh pembeli terkadang dianggap tidak santun oleh penjual begitu pula sebaliknya sehingga dapat mempengaruhi keharmonisan dalam interaksi jual beli oleh karena itu, penelitian kesantunan tuturan dalam interaksi jual beli di Pasar Tradisional Kecamatan Karangpucung menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kesantunan tuturan dalam interaksi jual beli di Pasar Tradisional Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap terkait prinsip kesantunan tuturan, bentuk tingkat kesantunan tuturan berdasarkan skala kesantunan tuturan, dan relevansinya sebagai bahan pengembangan materi pembelajaran teks negosiasi. Bentuk penelitian ini adalah desktiptif kualitatif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik lanjutan simak libat cakap, teknik simak bebas libat cakap, dan teknik catat. Metode dan teknik yang digunakan dalam analisis data adalah metode padan dan teknik dasar pilah unsur penentu dengan teknik lanjutan hubung banding menyamakan dan membedakan. Hasil penelitian ini menemukan 62 data kesantunan tuturan, terdiri dari prinsip kesantunan tuturan dan bentuk tingkat kesantunan tuturan. Prinsip kesantunan yang ditemukan yaitu maksim kebijaksanaan sebanyak 4, maksim permufakatan sebanyak 19, maksim kesimpatisan sebanyak 5, maksim kedermawanan sebanyak 6, dan maksim kesederhanaan sebanyak 1. Selain itu, ditemukan bentuk tingkat kesantunan tuturan dengan rincian sebagai berikut: skala ketidaklangsungan sebanyak 10 terdiri dari 1 tuturan santun dan 9 tuturan tidak santun, skala pilihan sebanyak 3 dan semuanya termasuk tuturan santun, skala kerugian dan keuntungan sebanyak 13 dan semuanya termasuk tuturan santun, dan skala keotoritasan sebanyak 1 termasuk tuturan santun. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran materi teks negosiasi guna menambah pengetahuan siswa sehingga lebih mudah dalam mempertimbangkan tuturan yang tepat untuk digunakan dalam kegiatan komunikasi khususnya dalam bernegosiasi. Selain itu, mempermudah siswa dalam menganalisis struktur (orientasi, pengajuan, penawaran, persetujuan, dan penutup) dan kaidah kebahasaan teks negosiasi.


The background of this research is the politeness of speech in buying and selling interaction in Karangpucung Traditional Market. Language variations that arise due to different community backgrounds cause misunderstandings in capturing the meaning of speech among market visitors. Speech that is considered polite by the buyer is sometimes considered impolite by the seller and vice versa so that it can affect harmony in buying and selling interactions. The politeness of speech in buying and selling interaction in Karangpucung Traditional Market is interesting to research. This research aims to describe the politeness of speech in the interaction of buying and selling in the traditional markets of Karangpucung District, Cilacap Regency related to the principles of courtesy, the form of the level of speech politeness based on the politeness of speech scale, and its relevance as a material for developing negotiation text learning materials. The form of this research is descriptive qualitative. The data collection method in this research used the observation method with advanced techniques of listening proficiently, the listening technique without proficient involvement, and the note-taking technique. The methods and techniques used in data analysis are the equivalent method and the basic technique of sorting the determining elements with advanced techniques of comparative equalization and differentiation. The results of this research found 62 data politeness of speech, consisting of the principle of politeness in speech and the form of the level of politeness in speech. The principles of politeness found were 4 wisdom maxims, 19 agreement maxims, 5 sympathetic maxims, 6 generosity maxims, and 1. simplicity maxims. In addition, we found the form of speech politeness levels with the following details: 10 indirectness scale consisting of 1 polite speech and 9 disrespectful speeches, 3 optionality scales and all of them include polite speeches, 13 cost benefit scales and all include polite speech, and 1 authority scale including polite speech. The results of this research can be used as learning materials for negotiating text materials in order to increase students' knowledge so that it is easier to consider appropriate speech to be used in communication activities, especially in negotiation. In addition, it makes it easier for students to analyze the structure (orientation, submission, bid, agreement, and cover) and the language rules of the negotiating text.

Keywords: Pragmatics, politeness in speech, principles and scales of politeness
2721030562C1L016033PENGARUH FASILITAS BELAJAR DAN LINGKUNGAN MASYARAKAT TERHADAP HASIL BELAJAR DENGAN MINAT BELAJAR SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA SISWA KELAS X IPS MA EL-BAYAN MAJENANGPenelitian ini merupakan penelitian survey dengan pendekatan deskriptif kuantitatif pada kelas X IPS MA EL-Bayan Majenang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Pengaruh fasilitas belajar terhadap hasil belajar siswa kelas X IPS MA El-Bayan Majenang; (2) Pengaruh lingkungan masyarakat terhadap hasil belajar siswa kelas X IPS MA El-Bayan Majenang; (3) Pengaruh fasilitas belajar terhadap minat belajar siswa kelas X IPS MA El-Bayan Majenang; (4) Pengaruh lingkungan masyarakat terhadap minat belajar siswa kelas X IPS MA El-Bayan Majenang; (5) Pengaruh minnat belajar terhadap hasil belajar siswa kelas X IPS MA El-Bayan Majenang; (6) Pengaruh fasilitas belajar terhadap hasil belajar siswa yang dimediasi oleh minat belajar siswa kelas X IPS MA El-Bayan Majenang; (7) Pengaruh lingkungan masyarakat terhadap hasil belajar siswa yang dimediasi oleh minat belajar siswa kelas X IPS MA El-Bayan Majenang.
Populasi pada penelitian ini adalah peserta didik kelas X IPS MA El Bayan Majenang. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik simple random sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 97 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Kausal Step dan Uji Sobel.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: (1) Fasilitas belajar berpengaruh positif terhadap hasil belajar Siswa kelas X IPS MA El-Bayan; (2) Lingkungan masyarakat berpengaruh positif terhadap hasil belajar Siswa kelas X IPS MA El-Bayan Majenang; (3) Minat belajar berpengaruh positif terhadap hasil belajar Siswa kelas X IPS MA El-Bayan Majenang; (4) Fasilitas belajar berpengaruh positif terhadap minat belajar Siswa kelas X IPS MA El-Bayan Majenang; (5) Lingkungan masyarakat berpengaruh positif terhadap minat belajar Siswa kelas X IPS MA El-Bayan Majenang; (6) Minat belajar memediasi pengaruh fasilitas belajar terhadap hasil belajar siswa kelas X IPS MA El-Bayan Majenang; (7) Minat belajar memediasi pengaruh lingkungan masyarakat terhadap hasil belajar siswa kelas X IPS MA El-Bayan Majenang.
This research is a survey research with the quantitative descriptive approach in class X IPS MA El-Bayan Majenang. This research aims to analyze: (1) The effect of learning facilities on the learning outcomes of grade X IPS MA El-Bayan Majenang; (2) The environmental influence of the community on the learning outcomes of grade X students of IPS MA El-Bayan Majenang; (3) The effect of learning facilities on the learning interests of grade X IPS MA El-Bayan Majenang; (4) The effect of the community environment on the learning interests of grade X students of IPS MA El-Bayan Majenang; (5) The effect of interest learning on the learning outcomes of grade X IPS MA El-Bayan Majenang; (6) The effect of learning facilities on student learning outcomes mediated by the learning interests of grade X IPS MA El-Bayan Majenang; (7) The effect of the community environment on student learning outcomes mediated by the part of learning students grade X IPS MA El-Bayan Majenang.
The population in this study was students of class X IPS MA El Bayan Majenang. Research sampling using simple random sampling technique so that 97 samples are obtained. The research methods used are Multiple Linear Regression Analysis, F Test, T-Test, Determination Coefficient, Causal Step Test and Sobel Test.
Based on the results of research and data analysis shows that: (1) Learning facilities have a positive effect on the learning outcomes of grade X students of IPS MA El-Bayan; (2) The community environment has a positive impact on the learning outcomes of grade X IPS MA El-Bayan Majenang; (3) The interest in learning has a positive effect on the learning outcomes of grade X IPS MA El-Bayan Majenang; (4) Learning facilities have a positive impact on the learning interests of grade X students of IPS MA El-Bayan Majenang; (5) The community environment has a positive effect on the learning interests of grade X IPS MA El-Bayan Majenang; (6) The interest in learning mediates the influence of learning facilities on the learning outcomes of grade X IPS MA El-Bayan Majenang; (7) Interest in learning to mediate the effect of the community on the learning outcomes of grade X IPS MA El-Bayan Majenang.
2721130563I1D016039EFEKTIVITAS INTERVENSI PENDIDIKAN GIZI MELALUI WHATSAPP MESSENGER TERHADAP PERSEPSI BODY IMAGE DAN PREFERENSI MAKANAN PADA REMAJA
DI SMA PLUS YPHB KOTA BOGOR
Latar Belakang: Saat memasuki masa pubertas, remaja menjadi sangat khawatir atas pertambahan berat badan mereka. Beberapa remaja yang memiliki berat badan ideal bahkan masih merasa gemuk dan khawatir dengan perubahan berat badan dan penampilan tubuhnya. Kondisi ini akan berpengaruh pada persepsi body image dan preferensi makanan yang dipilih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh intervensi gizi melalui Whatsapp Messenger terhadap persepsi body image dan preferensi makanan pada remaja.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan quasi experimental dengan one group pretest posttest. Sampel sebanyak 45 remaja dari SMA Plus YPHB Kota Bogor diambil dengan teknik purposive sampling. Persepsi body image diukur dengan menggunakan kuesioner BSQ-16, dan preferensi makanan diukur dengan menggunakan FFQ melalui WhatsApp Messenger. Analisis statistik menggunakan uji Kolmogorov Smirnov dan uji Wilcoxon.
Hasil Penelitian: Terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pendidikan gizi untuk persepsi body image dengan nilai p=0,00. Terdapat perbedaan rata-rata konsumsi perhari sebelum dan setelah intervensi gizi yaitu: 1) nasi 3 kali perhari. 2) Ayam sebesar 0,696 menjadi 0,743. 3) Tahu sebesar 0,08 menjadi 0,084. 4) Wortel sebesar 0,067 menjadi 0,083. 5) Jeruk manis sebesar 0,028 menjadi 0,031. 6) Coklat dan kentang goreng sebesar 0,029 menjadi 0,031.
Kesimpulan: Ada perbedaan persepsi body image sebelum dan sesudah intervensi gizi melalui Whatsapp Messenger terhadap persepsi body image dan preferensi makanan pada remaja di SMA Plus YPHB Kota Bogor. Terdapat kenaikan rata-rata konsumsi perhari pada remaja di SMA Plus YPHB Kota Bogor.
Background: As they enter puberty, teenagers become very worried about their weight gain. Some teenagers who have an ideal weight even still feel fat and worried about changes in their weight and body appearance. This condition will affect the perception of the body image and the preferences of the selected food. The purpose of this study was to find out the effect of nutritional education interventions through Whatsapp Messenger on body image perception and food preferences in adolescents.
Methods: This study used quasi experimental with one group pretest posttest. A total of 45 teenagers from SMA Plus YPHB Bogor city were taken with purposive sampling techniques. Body image perception was measured using the BSQ 16 questionnaire, and food preferences were measured using FFQ through WhatsApp Messenger. Data were analyzed using Kolmogorov Smirnov test and Wilcoxon test.
Results: There is a significant difference between before and after nutrition education for body image perception with a value of p= 0.00. There is a difference in average consumption for a day before and after nutritional interventions that is: 1) rice 3 times for a day. 2) Chicken by 0.696 to 0.743. 3) Tofu by 0.08 to 0.084. 4) Wotel's 0.067 to 0.083. 5) Sweet orange by 0.028 to 0.031. 6) Chocolate and fries by 0.029 to 0.031.
Conclusion: There are differences in body image perception before and after nutritional intervention through the Whatsapp Messenger to body image perception in teenagers at SMA Plus YPHB Bogor City. There was an increase in average daily consumption in teenagers at SMA Plus YPHB Bogor City.
2721230565I1C015005EVALUASI EFEK SAMPING EKSTRAPIRAMIDAL PADA
PENGGUNAAN OBAT ANTIPSIKOTIK ATIPIKAL
DIBANDINGKAN TIPIKAL PADA PENGOBATAN SKIZOFRENIA
: LITERATURE REVIEW
Terapi antipsikotik pada pasien skizofrenia terdiri dari golongan antipsikotik tipkal dan
atipikal. Penggunaan antipsikotik menyebabkan efek samping ekstrapiramidal
(parkinson, akathisia, tardive dyskinesia dan dystonia). Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui perbandingan resiko efek samping ekstrapiramidal pada penggunaan
antipsikotik atipikal dibandingkan tipikal pada pengobatan skizofrenia. Penelitian ini
dilakukan dengan metode Literature review. Pencarian literatur menggunakan dua search
engine Pubmed dan Cochrane dengan kata kunci “schizophrenia and antipsychotic
typical or atypical and extrapyramidal”. Literatur yang digunakan adalah RCT
(Randomized Controlled Trial) dan uji klinik fase IV dengan filter humans, English dan
free full text dan dipublikasikan tahun 2010-2020. Proses pencarian artikel dilakukan
tanggal 1-15 Juli 2020. Dari total pencarian 40 artikel yang didapat, hanya 4 artikel yang
memenuhi kriteria inklusi. Dua artikel uji klinik fase IV menunjukkan kejadian efek
samping ekstrapiramidal lebih banyak muncul pada penggunaan antipsikotik tipikal
dibandingkan atipikal, dua artikel RCT lainnya menunjukkan tidak ada perbedaan yang
signifikan. Perlu dilakukan lebih banyak penelitian RCT terkait obat antipsikotik
terhadap kejadian efek samping ekstrapiramidal, sehingga bisa memberikan gambaran
yang lebih baik untuk studi review selanjutnya.
Antipsychotic therapy in schizophrenia patients consists of typical and
atypical antipsychotic groups. The use of the antipsychotics causes extrapyramidal side
effects (parkinsonism, akathisia, tardive dyskinesia, dystonia). This study aimed to
compare the risk of extrapyramidal side effects on the use of atypical compared to typical
antipsychotics in the schizophrenia treatment. This study was conducted using the
Literature review method. The literature exploration used two search engines, namely
Pubmed and Cochrane with keywords “schizophrenia and antipsychotic typical or
atypical and extrapyramidal”. The literature used the RCT (Randomized Controlled
Trial) and phase IV clinical trials with filters such as humans, English, free full text, and
published in the year of 2010-2020. The articles exploration carried out from July the 1
st
-
15th 2020. From a total search of 40 articles, there were only 4 articles that met the
inclusion criteria. Two articles from phase IV clinical trials showed that cases of
extrapyramidal side effects occurred more frequently with the use of typical than atypical
antipsychotics, the other two RCT articles showed no significant difference. There needs
to be more RCT studies related to antipsychotic drugs on the case of extrapyramidal side
effects, so that they can provide a better picture for future review studies.
2721330564I1C015010AKTIVITAS ANTIFUNGAL ISOLAT BAKTERI ASAM LAKTAT ASAL SUSU KAMBING PERANAKAN ETAWA TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicansLatar Belakang : Kandidiasis merupakan salah satu infeksi jamur yang banyak terjadi di daerah beriklim tropis seperti Indonesia. Prevalensi kejadian kandidiasis diperkirakan sekitar 20-25% populasi di Indonesia. Terapi terhadap kandidiasis masih mengalami permasalahan, C. albicans menjadi resisten terhadap antifungi sistemik yang sering digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antifungal isolat L. casei dan L. plantarum asal susu kambing peranakan etawa terhadap pertumbuhan fungi C. albicans penyebab penyakit kandidiasis.
Metodologi : Penelitian ini merupakan penelitian experimental acak lengkap, yang meliputi uji aktivitas agen antifungal BAL terhadap C. albicans menggunakan metode difusi disk. Disk yang berisi agen antifungi dengan pengenceran K0 (10-1), K1 (10-2), K2 (10-3), kontrol negatif berupa Aquadest steril, dan kontrol positif ketoconazole 1mg/50mL dianalisis dengan SPSS menggunakan uji statistik two way ANOVA.
Hasil Penelitian : Bakteri Asam Laktat asal susu kambing memilki aktivitas antifungi. Aktivitas antifungi BAL (L. casei) dari yang tertinggi hingga terendah terhadap C. albicans adalah K1 (12,3 mm), K2 (12.1 mm) dan K0 (11.6 mm). Aktivitas antifungi BAL (L. plantarum) dari yang tertinggi hingga terendah terhadap C. albicans adalah K2 (10,46 mm), K0 (10,2 mm) dan K1 (9,63 mm).
Kesimpulan: Bakteri Asam Laktat asal susu kambing memilki aktivitas antifungi. Daya hambat yang dihasilkan oleh L. casei lebih besar dibandingkan daya hambat L. plantarum yaitu pada pengenceran K1 12,3 mm dan K2 12,1 mm.
Background : Candidiasis is a fungal infection that mostly occurs in tropical climates such as Indonesia. The prevalence of candidiasis is estimated to be around 20-25% of the population in Indonesia. Treatment of candidiasis is still problematic, C. albicans has become resistant to the frequently used systemic antifungals. This study aims to determine the antifungal activity of L. casei and L. plantarum isolates from etawa crossbred goat's milk against the growth of C. albicans which causes candidiasis.
Methods : This research is a completely randomized experimental study, which includes the activity test of the LAB antifungal agent against C. albicans using the disk diffusion method. Discs containing antifungal agents with concentrations of K0 (10-1), K1 (10-2), K2 (10-3), negative control in the form of sterile Aquadest, and positive control for ketoconazole 1mg /50mL were analyzed by SPSS using two way ANOVA statistical test.
Results : Lactic acid bacteria from goat's milk have anti-fungal activity. The antifungal activity of LAB (L. casei) from the highest to the lowest against C. albicans was K1 (12.3 mm), K2 (12.1 mm) and K0 (11.6 mm). The antifungal activity of LAB (L. plantarum) from the highest to the lowest against C. albicans was K2 (10.46 mm), K0 (10.2 mm) and K1 (9.63 mm).
Conclusion : Lactic Acid Bacteria from goat's milk have anti-fungal activity. The inhibitory power produced by L. casei was greater than that of L. plantarum at the dilution of K1 12.3 mm and K2 12.1 mm.
2721430567I1C015025EVALUASI KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI KLINIK UTAMA PALANG MERAH INDONESIA PURWOKERTOEVALUASI KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI KLINIK UTAMA PALANG MERAH INDONESIA PURWOKERTO

Rezky Oktovision Larinaung, Hening Pratiwi, Nia Kurnia Sholihat

Latar Belakang: Kepuasan pasien menjadi tolak ukur untuk mengetahui kualitas pelayanan yang diberikan oleh Apoteker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian oleh apoteker serta mengetahui apakah terdapat hubungan antara karakteristik pasien dengan kepuasan pasien terhadap pelayanan apoteker di Klinik Utama PMI Purwokerto.

Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel accidental sampling kepada 110 pasien yang telah mendapatkan pelayanan apoteker sesuai dengan kriteria inklusi. Pengukuran kepuasan menggunakan kuesioner PSPSQ (Patient Satisfaction with Pharmacist Service). Data kepuasan pasien dianalisis secara deskriptif dengan menilai skor dan tingkat kepuasan. Data karakteristik berupa jenis kelamin dan pekerjaan dianalisis menggunakan uji t-independent, karakteristik usia dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney, dan karakteristik tingkat pendidikan menggunakan uji Kruskal-Wallis.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pasien masuk dalam kategori kurang puas dengan skor rata-rata 2,93. Hasil uji analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kepuasan pasien dengan karakteristik jenis kelamin dan status pekerjaaan (p>0,05), sedangkan terdapat hubungan antara kepuasan pasien dengan karakteristik usia dan tingkat pendidikan pasien (p<0,05) di Klinik Utama PMI Purwokerto.
EVALUATION OF PATIENT SATISFACTION TOWARDS PHARMACY SERVICES IN THE MAIN CLINIC OF INDONESIAN RED CROSS PURWOKERTO
Rezky Oktovision Larinaung, Hening Pratiwi, Nia Kurnia Sholihat

Background: Patient satisfaction is a benchmark to determine the quality of services provided by pharmacists. This study aims to determine the level of patient satisfaction with pharmacy services by pharmacists and to determine whether there is a relationship between patient characteristics and patient satisfaction with pharmacist services at main clinic of Indonesian Red Cross Purwokerto.
Methods: This research was an observational study with a cross sectional approach. The sampling technique was accidental sampling to 110 patients who had received pharmacist service according to the inclusion criteria. Satisfaction measurement uses the PSPSQ (Patient Satisfaction with Pharmacist Service) questionnaire. Patient satisfaction data were analyzed descriptively by assessing the score and level of satisfaction. Characteristic data in the form of gender and occupation were analyzed using independent t-test, age characteristics were analyzed using the Mann-Whitney test, and characteristics of the level of education using the Kruskal-Wallis test.
Results: The results showed that patient satisfaction was in the less satisfied category with an average score of 2.93. The results of the analysis test showed that there was no relationship between patient satisfaction with gender characteristics and job status (p> 0.05), while there was a relationship between patient satisfaction with age characteristics and patient education level (p <0.05) at main clinic Indonesian Red Cross Purwokerto.
2721530566B1A015029KERAGAMAN TUMBUHAN OBAT DESA GALUH KECAMATAN BOJONGSARI KABUPATEN PURBALINGGA JAWA TENGAHPenelitian dilakukan di Desa Galuh Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga dengan menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara acak terpilih(purpossive random sampling). Pengambilan data diperoleh dari wawancara dengan teknik wawancara semi struktural menggunakan panduan berupa kuesioner. Parameter yang diteliti meliputi spesies tanaman obat,nama lokal,nama ilmiah,dan bagian tanaman yang dimanfaatkan.Hasil data dianalisis secara deskriptif menggunakan tabulasi data seperti bagian tumbuhan yang dimanfaatkan,manfaat,dancara pemanfaatannya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 40 spesies dari 30 familia tumbuhan yang digunakan sebagai bahan obat.Masyarakat Desa Galuh Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga memanfaatkan bagian tumbuhan sebagai bahan obat berupa daun, buah, rimpang, umbi, bunga, biji, seluruh bagian tanaman,getah,batang, dan akar. Cara pengolahan dan pemanfaatannya bervariasi.Khasiat tumbuhan obat adalah untuk mengobati penyakit bagian dalam tubuh dan mengobati bagian luar tubuh.There search was conducted in Galuh Village, Bojongsari District, Purbalingga Regency using a survey method with a purposive random sampling technique. Collecting data obtained from interviews with semi-structural interview techniques using a questionnaire as a guide. The parameters studied included species of medicinal plants,local names, scientific names,and parts of plants used.The results of the data were analyzed descriptively using data tabulations such as the parts of the plants that were used,their benefits,and how they were used.The results showed that there were 40 species from 30 plant families used as medicinal ingredients.The people of GaluhVillage,Bojongsari Subdistrict, Purbalingga Regency use plant parts as medicinal ingredients in the form of leaves,fruit,rhizomes,tubers,flowers, seeds,all parts of the plant,sap,stems,and roots.The processing and utilization methods vary.Theefficacyof medicinal plants is to treat diseases inside the body and treat the outside of the body.
2721630568B1A016063Penggunaan Rhizobakteria Isolat Pasir Besi sebagai Bioremidiator Logam Pb pada Limbah Cair BatikLimbah cair batik merupakan buangan yang bersifat toksik bagi makhluk hidup yang terpapar karena mengandung logam berat yang berbahaya seperti logam Pb. Logam Pb pada limbah cair batik dapat didegradasi melalui proses bioremediasi yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan Rhizobakteria. Dalam penelitian ini, telah dilakukan bioremediasi logam Pb pada limbah cair batik menggunakan Rhizobakteria isolat pasir besi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui toleransi isolat Rhizobakteria terhadap Pb secara in vitro, mengetahui kemampuan isolat Rhizobakteria dalam menurunkan konsentrasi Pb pada limbah cair batik, dan mengetahui pH yang paling optimum dalam menurunkan konsentrasi Pb pada limbah cair batik. Metodologi penelitian meliputi screening isolat pasir besi terhadap toleransi logam Pb secara in vitro dan aplikasi bioremediasi limbah cair batik menggunakan 3 Rhizobakteria terpilih dari hasil screening dengan 3 variasi pH (pH 5; 5,5; dan 6). Setiap perlakuan penelitian dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 6 isolat Rhizobakteria mampu toleran terhadap Pb secara in vitro dengan konsentrasi sebesar 110 mg/L, isolat Rhizobakteria yang terpilih mampu menurunkan Pb pada limbah cair batik sebesar 42%-80% dengan tingkat keasaman (pH) limbah yang paling optimum untuk degradasi Pb oleh Rhizobakteria yakni pH 6. Penggunaan Rhizobakteria sebagai bioremidiator logam Pb dapat diaplikasikan pada proses pengolahan limbah cair batik.Batik wastewater is a toxic waste for exposed living things because it contains dangerous heavy metals such as Pb metal. Pb metal in batik wastewater can be degraded through the process of bioremediation that can be conducted by using Rhizobakteria. In this research, Pb bioremediation was carried out in batik wastewater using iron sand isolates Rhizobacteria. The purpose of this research is to know tolerance isolates Rhizobakteria against Pb in vitro, to know the ability to isolate Rhizobakteria in reducing the concentration of Pb on batik wastewater, and to know the optimum pH in reducing the Pb concentration in batik wastewater.The research methodology included screening iron sand isolates against Pb metal tolerance in vitro and application of batik wastewater bioremediation using 3 selected Rhizobacteria from the screening results with 3 pH variations (pH 5; 5.5; and 6). Each research treatment was repeated 3 times. The result of the research indicated that as many as 6 isolates Rhizobakteria capable of being tolerant of Pb concentration of in vitro 110 mg/L, the selected Rhizobacteria isolates were able to reduce Pb in batik wastewater by 42% - 80% with wastewater optimum pH for Pb degradation by Rhizobacteria is pH 6. The use of Rhizobakteria as bioremidiator Pb metal can be applied in processing batik wastewater.
2721730569B1A016062BIOREMEDIASI LOGAM Zn LIMBAH CAIR BATIK MENGGUNAKAN RHIZOBAKTERIA ASAL PASIR BESILimbah cair industri batik mengandung logam seng (Zn). Keracunan Zn akan menyebabkan mual, muntah dan diare. Konsentrasi logam Zn dalam limbah cair batik dapat diturunkan secara biologis melalui proses bioremediasi. Tujuan penelitian adalah menyeleksi isolat rhizobakteria yang toleran terhadap logam Zn secara in vitro dan mengetahui kemampuan isolat rhizobakteria dan pH terbaik dalam menurunkan konsentrasi logam Zn limbah cair batik. Metodologi penelitian meliputi seleksi rhizobakteria yang toleran terhadap logam Zn dilakukan dengan mengukur viabilitas bakteri dalam media mengandung logam Zn. Rhizobakteria yang toleran terhadap logam Zn diujikan pada proses bioremediasi logam Zn limbah cair batik menggunakan 3 perlakuan pH (pH 5; 5,5 dan 6). Kemampuan isolat rhizobakteria dalam menurunkan logam Zn dilakukan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan split plot design. Perlakuan yang dicobakan yaitu isolat rhizobakteria sebagai main plot dan perlakuan pH sebagai sub plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan konsentrasi logam Zn limbah cair batik paling tinggi pada perlakuan pH 5,5 dengan penurunan konsentrasi logam Zn sebesar 43,20% dari 0,279 ppm menjadi 0,159 ppm. Proses bioremediasi menggunakan rizobakteri dapat diaplikasikan pada proses pengolahan limbah cair batik.The batik industry wastewater contains zinc (Zn). Zn poisoning will cause nausea, vomiting, and diarrhea. The concentration of Zn metal in batik liquid waste can be lowered biologically through a bioremediation process. This research aimed to select rhizobacteria isolates that were tolerant of Zn metal in vitro and to determine the ability of rhizobacteria isolates and the best pH in reducing the Zn concentration of batik wastewater. The research methodology included the selection of rhizobacteria that were tolerant of Zn metal by measuring the viability of bacteria in media containing Zn metal. Rhizobacteria that are tolerant of Zn were tested in the Zn bioremediation process of batik wastewater using 3 pH treatments (pH 5, 5, 5, and 6). The ability of rhizobacteria isolates to reduce Zn metal was carried out experimentally with a completely randomized design (RAL) using a split-plot design. The treatments tested were rhizobacteria isolates as the main plot and pH treatment as a subplot. The results showed that the decrease in the Zn concentration of batik wastewater was highest in the pH 5.5 treatment with a decrease in the Zn metal concentration of 43.20% from 0.279 ppm to 0.159 ppm. The bioremediation process using rhizobacteria can be applied to the batik wastewater treatment process.
2721830570I1B016047Gambaran Pola Makan Remaja Sebelum Dan Selama Pandemi Covid-19Latar Belakang : Pola makan yang diterapkan oleh remaja dapat mempengaruhi keadaan gizi remaja untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan dan gizi. Pandemi Covid-19 mengakibatkan adanya perubahan pada kehidupan remaja termasuk pola makannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola makan remaja sebelum dan selama pandemi Covid-19.
Metodologi : Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi siswa SMP sebanyak 954 siswa, setelah dihitung dengan rumus didapatkan hasil sampel sebanyak 99 responden dengan ketentuan memenuhi kriteria inklusi. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat.
Hasil : Pola makan remaja sebelum pandemi Covid-19 sebagian besar menunjukkan pola makan yang baik. Beberapa pola makan yang buruk, seperti jenis makanan favorit remaja yaitu camilan dan fast food dari luar, serta frekuensi konsumsi buah sebanyak 5-6 kali / minggu berubah menjadi pola makan yang baik selama pandemi Covid-19. Hampir seluruh pola makan remaja selama pandemi merupakan pola makan yang baik.
Kesimpulan : remaja cenderung memperbaiki pola makan selama pandemi Covid-19 dibanding sebelum terjadi pandemi Covid-19
Kata kunci : Pandemi Covid-19; pola makan; remaja
Background: Diet applied by adolescents can affect the nutritional status of adolescents to prevent health and nutritional problems. The Covid-19 pandemic that occurred resulted in changes to the lives of adolescents, including their diet. This study aims to describe the dietary patterns of adolescents before and during the Covid-19 pandemic.
Method: This study used a quantitative descriptive method with cross sectional design. The study population of junior high school students was 954 students. After calculated and screened with the inclusion criteria the results obtained 99 respondents. The study sampling technique used purposive sampling. Data analysis used univariate analysis and the result analyzed with univariate analysis.
Results: Diet of adolescents before the Covid-19 pandemic mostly indicates a good diet. Some bad diets such as adolescents’ favorite foods are snacks and fast food from outside, and consumptionof fruit 5-6 times/week turned into a good diet during the Covid-19 pandemic. Almost the entire dies of adolescents during the pandemic was a good diet.
Conclusion: Adolescent tend to improve their diet during the Covid-19 pandemic compared to before the Covid-19 pandemic.
Keyword: Diet, adolescent, Covid-19 pandemic
2721930573G1F013006Analisis Kepuasan Masyarakat terhadap Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Parigi Kabupaten PangandaranLatar Belakang: Kualitas pelayanan kefarmasian di Puskesmas dapat dievaluasi dengan mengukur kepuasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kefarmasian serta mengetahui apakah karakteristik masyarakat mempengaruhi kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Parigi.

Metodologi: Penelitian ini merupakan studi observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel accidental sampling kepada 110 responden yang telah mendapatkan pelayanan kefarmasian sesuai dengan kriteria inklusi. Instrumen dalam penelitian berupa Patient Satisfaction with Pharmacist Service Questionnaire. Data karakteristik masyarakat dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney pada karakteristik jenis kelamin dan status pekerjaan, sedangkan uji Kruskal-Wallis pada karakteristik usia dan tingkat pendidikan. Data kepuasan responden dianalisis secara deskriptif dengan menilai skor dan tingkat kepuasan.

Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pasien berada pada tingkat puas dengan rata-rata 3,05. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada semua karakteristik masyarakat yaitu jenis kelamin, usia, dan status pekerjaan terhadap kepuasan pasien (p>0,05).

Kesimpulan: Masyarakat merasa puas dengan pelayanan kefarmasian yang telah diberikan di Puskesmas Parigi dan tidak ada perbedaan kepuasan pasien pada karakteristik jenis kelamin, usia, dan status pekerjaan
Background: The quality of pharmaceutical services at public health center can be evaluated by measuring public satisfaction. This study aimed to determine the level of public satisfaction in the pharmacist service and to know whether the characteristics of public affect public satisfaction in pharmacist services at public health center of Parigi.

Methods: This research was an observational study with cross sectional approach. The sampling technique was accidental sampling to 110 respondents who had received the pharmacist service according to the inclusion criteria. Instrument used in the study was Patient Satisfaction with Pharmacist Service Questionnaire. The public characteristics data were analyzed using Mann-Whitney test on sex characteristics and occupation, and Kruskal-Wallis test on age characteristics and educational degree. The satisfaction data were analyzed descriptively by assesing score and satisfaction level.

Results: The results showed that public satisfaction was at satisfied level and average score was 3.05. The result of the analysis showed that there was no significant difference in the all characteristics of sex, age, education and occupation to public satisfaction (p<0,05).

Conclusion: Public were satisfied with the services provided at the public health center of Parigi and there was no difference in public satisfaction on sex, age, education and occupation.
2722030574I1B016060AnalisisANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR : LITERATUR REVIEW
(Analysis Of Factors Affecting Asphyxia In Newborns: Literature Review)

Pertus Nukaipra1, Lutfatul Latifah2, Eni Rahmawati3
1,2,3 Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
Jl. DR. Soeparno Karangwangkal, Purwokerto Utara; Telp. (0281) 642838
Email: pertusnukaipra45@gmail.com
ABSTRAK
Latar Belakang: Asfiksia neonatorum merupakan kegagalan napas secara spontan dan tidak teratur pada saat lahir atau beberapa saat setelah bayi lahir yang ditandai dengan hipoksemia dan asidosis, dengan gejala bayi tidak segera menangis sesudah lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi asfiksia pada bayi BBL.
Metodologi: Jenis penelitian literatur review yang dicari dari database Google Scholar didapatkan sebanyak 10 jurnal yang diterbitkan antara tahun 2018-2020, dengan kata kunci pencarian asfiksia terhadap bayi baru lahir (BBL). Kriteria inklusi dalam pencarian adalah jurnal nasional yang membahas topik analisis faktor-faktor yang memengaruhi asfiksia pada bayi baru lahir, tahun terbit jurnal dalam rentang waktu 2018-2020, dan jurnal dalam bentuk full text (dapat diakses secara penuh). Kriteria eksklusi dalam pencarian adalah jurnal nasional yang membahas topik asfiksia sekunder, tahun terbit jurnal dibawah tahun 2018, dan jurnal tidak dalam bentuk full text (tidak dapat diakses penuh).
Hasil: Dari penelitian-penelitian yang sudah dilakukan, menunjukkan bahwa hipertensi, ketuban pecah dini (KPD), paritas, anemia, partus lama, persalinan induksi, berat bayi lahir rendah (BBLR), lilitan tali pusat, prematuritas dan plasenta previa berhubungan dengan asfiksia pada bayi baru lahir.
Kesimpulan: Faktor-faktor yang memengaruhi kejadian asfiksia pada BBL adalah hipertensi, ketuban pecah dini (KPD), paritas, anemia, partus lama, persalinan induksi, berat bayi lahir rendah (BBLR), lilitan tali pusat, prematuritas dan plasenta previa dan usia ibu
Kata Kunci: Asfiksia, bayi baru lahir, faktor maternal, gagal nafas
ABSTRACT
Background: Asphyxia neonatorum is a spontaneous and irregular respiratory failure at birth or some time after birth which is characterized by hypoxemia and acidosis, symptoms that the baby does not cry immediately after birth. This study aims to determine the factors that influence asphyxia in LBW babies.
Methodology: The type of review literature research that was searched for from the Google Scholar database was found as many as ten journals published between 2018-2020, with the keyword search for asphyxia in newborns (BBL). The inclusion criteria in the search are national journals that discuss the topic of analyzing factors that affect asphyxia in newborns, the year the journal was published in the 2018-2020 timeframe, and a journal in full text (fully accessible). The exclusion criteria in the search were national journals that discussed secondary asphyxia topics, journal publication years below 2018, and journals not in full text (not fully accessible).
Results: From the studies that have been done, it shows that asphyxia in newborns is associated with hypertension, premature rupture of membranes (PROM), parity, anemia, prolonged labor, induced labor, low birth weight (LBW), umbilical cord winding, prematurity and placenta previa and mother's age
Conclusion: Factors that influence the incidence of asphyxia in LBW are hypertension, premature rupture of membranes (PROM), parity, anemia, prolonged labor, induced labor, low birth weight (LBW), umbilical cord twists, prematurity placenta previa and mother’s age.

Keywords: Asphyxia, newborn, maternal factors, respiratory failure