Artikelilmiahs
Menampilkan 27.301-27.320 dari 50.190 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 27301 | 30656 | C1L016011 | PENGARUH PENDIDIKAN KARAKTER, BUDAYA SEKOLAH, DAN KETERAMPILAN MENGAJAR GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI MAN 2 BANYUMAS | Pendidikan mempunyai tujuan tidak hanya membentuk siswa tersebut memiliki akal pikiran yang pandai namun membentuk akhlak serta kepribadian yang baik, oleh karena itu pemerintah dalam upaya ketercapaian untuk keberhasilan di pendidikan juga terfokus pada pendidikan karakter siswa. pendidikan karakter telah menyatu dan membaur dalam mata pelajaran, pengembangan diri serta budaya sekolah. Pendidikan karakter dan budaya sekolah ialah faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Selain 2 faktor tersebut keterampilan mengajar guru yang sangat diperlukan untuk memudahkan pada pembelajaran. Seorang”guru yang mengajar dengan keterampilan mengajar yang baik tentunya”akan menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, aktif, efektif, dan efesien, sehingga dampaknya siswa akan mendapatkan prestasi belajar yang baik pula. Tujuan dari penlitian ini yaitu menganalisis pengaruh pendidikan karakter terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi di MAN 2 Banyumas, menganalisis pengaruh budaya sekolah terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi di MAN 2 Banyumas, dan menganalisis pengaruh keterampilan mengajar guru terhadap prestasi belajar siswa kelas pada mata pelajaran ekonomi di MAN 2 Banyumas. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian kuantitatif yang mengguankan metode survei. Populasi pada penelitian ini yaitu kelas X, XI, IPA, dan IPS di MAN 2 Banyumas. Teknik pengambilan sampel ini menggunakan proportional random sampling. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis regresi linier berganda, uji F dan uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan : (1) Pendidikan karakter berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa, (2) Budaya sekolah karakter berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa, (3) Keterampilan mengajar guru karakter berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa. | Education has the goal of not only forming these students to have clever minds but also to form good morals and personalities, therefore the government in its efforts to achieve success in education also focuses on character education for students. character education has integrated and blended into subjects, self-development and school culture. Character education and school culture are factors that can affect student achievement. In addition to these 2 factors, teacher teaching skills are needed to facilitate learning. A teacher who teaches with good teaching skills, of course will create learning that is fun, active, effective, and efficient, so that the impact on students will also get good learning achievement. The purpose of this research is to analyze the effect of character education on student achievement in economic subjects in MAN 2 Banyumas, to analyze the influence of school culture on student achievement in economic subjects in MAN 2 Banyumas, and to analyze the effect of teacher teaching skills on student achievement in class. on economic subjects at MAN 2 Banyumas. This research is categorized as a quantitative study that uses a survey method. The population in this study were class X, XI, Science, and Social Sciences at MAN 2 Banyumas. This sampling technique uses proportional random sampling. The analysis technique used is multiple linear regression analysis, F test and t test. The results of this study indicate: (1) Character education has a positive and significant effect on student achievement, (2) Character school culture has a positive and significant effect on student achievement, (3) The teaching skills of character teachers have a positive and significant effect on student achievement. | |
| 27302 | 30657 | C1L016001 | PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING BERBASIS GOOGLE CLASSROOM TERHADAP MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI KELAS XI IPS SMA N 2 PURWOKERTO | Waktu kegiatan belajar mengajar yang terbatas membatasi peserta didik dalam penguasaan materi pembelajaran, oleh sebab itu dibutuhkan suatu model pembelajaran yang yang tidak dibatasi oleh jam pelajaran di sekolah.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) pengaruh penerapan model blended learning berbasis google classroom terhadap motivasi belajar (2) pengaruh penerapan model blended learning berbasis google classroom terhadap prestasi belajar (3) perbedaan motivasi belajar antara peserta didik yang menggunakan model pembelajaran blended learning berbasis google classroom dengan peserta didik yang menggunakan model pembelajaran konvensional (4) perbedaan prestasi belajar antara peserta didik yang menggunakan model pembelajaran blended learning berbasis google classroom dengan peserta didik yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI di SMA N 2 Purwokerto. Teknik pengambilan sampel ini menggunakan purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana, dan uji independent t. Hasil penelitian menunjukkan : (1) terdapat pengaruh positif penerapan model pembelajaran blended learning berbasis google classroom terhadap motivasi belajar, (2) terdapat pengaruh positif penerapan model pembelajaran blended learning berbasis google classroom terhadap prestasi belajar, (3) terdapat perbedaan motivasi belajar antara peserta didik yang menggunakan model pembelajaran blended learning berbasis google classroom dengan peserta didik yang menggunakan model pembelajaran konvensional, (4) terdapat perbedaan prestasi belajar antara peserta didik yang menggunakan model pembelajaran blended learning berbasis google classroom dengan peserta didik yang menggunakan model pembelajaran konvensional. | The limited time for teaching and learning activities limits students in mastery of learning material, therefore a learning model is needed that is not limited by school hours. This study aims to analyze (1) the effect of applying the google classroom-based blended learning model on learning motivation (2) the effect of applying the google classroom-based blended learning model on learning achievement (3) differences in learning motivation between students using the google-based blended learning model. Classroom with students using conventional learning models (4) differences in learning achievement between students using blended learning models based on google classroom and students using conventional learning models. This research is a quasi-experimental research. The population in this study were students of class XI at SMA N 2 Purwokerto. This sampling technique used purposive sampling. The data analysis technique used is simple linear regression analysis and independent t test. The results showed: (1) there was a positive effect of the application of the google classroom-based blended learning model on learning motivation, (2) there was a positive effect of the application of the google classroom-based blended learning model on learning achievement, (3) there was a difference in learning motivation between students using the google classroom-based blended learning model with students using the conventional learning model, (4) there are differences in learning achievement between students using the google classroom-based blended learning model and students using conventional learning models. | |
| 27303 | 30658 | I1B016002 | Gambaran Ideal Diri Remaja Panti Asuhan Di Purwokerto | Latar Belakang : Remaja yang tinggal di panti asuhan berisiko mengalami masalah yang diduga dapat memberikan kontribusi bagi terbentuknya ideal diri sehingga dalam berperilaku tidak sesuai standar pribadinya. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplor gambaran ideal diri yang meliputi ideal self dan real self remaja panti asuhan di Purwokerto. Metodologi: Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif deskriptif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan sampel sebanyak 105 remaja. Analisis data secara uni variat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 13 tahun (28,6%), berjenis kelamin perempuan (61%), masuk ke panti diantar oleh keluarga (96,2%) dan remaja berstatus duafa (44,8%). Ideal self remaja panti asuhan memiliki nilai skor terbesar 48,3 aspek “memiliki keinginan dan harapan yang akan diwujudkan” nilai skor terkecil 19,1 aspek “memiliki sikap optimisme mencapai tujuan”. Sedangkan real self remaja panti memiliki nilai skor terbesar 26,7 aspek “dukungan dari pengasuh panti” nilai skor terkecil 21,5 aspek “sikap putus asa”. Kesimpulan : Remaja panti asuhan di Purwokerto mayoritas berada pada kategori ideal self. Kata Kunci : ideal self, real self, remaja panti asuhan. | Background : Adolescents who live in orphanages are at risk of experiencing problems which are thought to contribute to the formation of self ideals so that they behave not according to their personal standards. Purpose : This study aims to explore the self ideals of an orphanage adolescents in Purwokerto. Methodology: This research uses descriptive quantitative research with cross sectional design. Sampling using total sampling technique with a sample of 105 adolescents. Data analysis was univariate and presented in the form of a frequency distribution. Results : The results showed that the majority of respondents were 13 years old (28.6%), female (61%), adolescents with families (96.2%) and adolescents with status duafa (44.8%). The ideal self of orphanage adolescents has the greatest score of 48,3 aspects of “having the desires and hopes that will be realized” the smallest score of 19,1 aspects of “having and attitude of optimism to achieve goals”. The real self of orphanage adolescents had the highest score of 26,7 aspect of “support from the orphanage caregiver” the smallest score was 21,5 for the aspect of “hopelessness”. Conclusion : Orphanage adolescents in Purwokerto are in the category of ideal self. Keywords : adolescents orphanage, ideal self, real self. | |
| 27304 | 30659 | K1A016030 | Penggunaan Substrat Berbasis - Kitin dan Mikroorganisme Rhizosfer sebagai Peningkat Pertumbuhan Tanaman dan Pengendali Hayati | Penggunaan agen hayati sebagai pupuk dan biokontrol memberikan pengaruh yang besar bagi keberlangsungan lingkungan. Penggunaan kedua aplikasi ini dilakukan secara terpisah sehingga perlu adanya pengembangan aplikasi guna memperoleh suatu formulasi untuk tanaman dengan efek ganda, yaitu sebagai Plant Growth Promoter (PGP) dan biokontrol yang ramah lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi efek sinergi penggunaan mikroorganisme rhizosfer (pupuk hayati) dan substrat berbasis kitin sebagai peningkat pertumbuhan tanaman dan pengendali fitopatogen asal tanah. Penelitian dilakukan dengan memformulasikan pupuk hayati yang terdiri dari B. circulans dan T. harzianum yang masing-masing ditumbuhkan dalam substrat berbasis kitin yang terdiri dari kitin koloid, kitosan koloid dan oligokitosan koloid. Fitopatogen yang digunakan adalah Fussarium spp dengan tanaman uji cabai rawit varietas bara. Parameter uji pada penelitian terdiri dari akumulasi NH4+, pelarutan fosfat, dan aktivitas kitinase spesifik dari mikroorganisme yang ditumbuhkan dalam substrat berbasis-kitin koloid. Evaluasi efek sinergi antara pupuk hayati dan substrat berbasis kitin menunjukkan bahwa substrat oligokitosan memiliki efek positif terhadap pertumbuhan tanaman dan resistensi terhadap patogen Fussarium spp. Status nutrisi tanaman dievaluasi sebagai akumulasi NH4+, dan Fosfat terlarut, sedangkan efek pengendalian patogen dievaluasi sebagai aktivitas kitinase spesifik. Status nutrisi tertinggi oleh B. circulans dan T. harzianum berturut-turut meningkat 90 kali dan 2,8 kali lebih tinggi untuk akumulasi NH4+, serta 1,9 kali dan 2,4 kali lebih tinggi untuk pelarutan fosfat dibandingkan aplikasi tanpa substrat oligokitosan. Aktivitas kitinase oleh B. circulans dalam substrat oligokitosan meningkat 7,4 kali sedangkan T. harzianum sebesar 5,9 kali lebih tinggi dibandingkan tanpa substrat oligokitosan. Data menunjukkan bahwa efek sinergi penggunaan biokontrol oligokitosan dan pupuk hayati jelas memiliki efek sinergi yang positif | The use of biological agents as fertilizers and biocontrol has a significant impact on environmental sustainability. The use of these two applications was carried out separately so that there is a need for application development to obtain a formulation for plants with multiple effects, namely as a Plant Growth Promoter (PGP) and environmentally friendly biocontrol. This research was conducted to evaluate the synergy effect of using rhizosphere microorganisms (biological fertilizers) and chitin-based substrates as a plant growth promoter and soil-derived phytopathogen control. The research was carried out by formulating biological fertilizers consisting of B. circulans and T. harzianum, each grown in a chitin-based substrate consisting of colloidal chitin, colloidal chitosan, and colloidal oligochitosan. The phytopathogen used was Fussarium spp. with the test plant of Bara’s variety of cayenne pepper. The test parameters in this research was accumulated NH4+, dissolved phosphate, and specific chitinase activity from rhizosphere microorganisms grown in colloidal chitin based - substrates. Evaluation of the synergy effect between biological fertilizers and chitin-based substrates shows that oligochitosan substrate has a positive effect on plant growth and resistance to pathogens Fussarium spp. The plants' nutritional status was evaluated as accumulated NH4+ and dissolved Phosphate, while pathogen control was evaluated as specific chitinase activity. The highest nutritional status by B. circulans and T. harzianum increased 90 and 2.8 times higher for NH4+ accumulation and 1.9 and 2.4 times higher for Phosphate dissolution compared to without oligochitosan substrate applications. The chitinase activity by B. circulans in the oligochitosan substrate increased 7.4 times, while T. harzianum was 5.9 times higher than without the oligochitosan substrate application. Data showed a synergistic effect using oligochitosan. In this case, the synergistic effect between biofertilizer and oligochitosan is clearly positive. | |
| 27305 | 30662 | E1A113064 | PENJATUHAN PIDANA TERHADAP ANAK YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA PENCABULAN (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Negeri Kuningan Nomor 01/Pid.Sus.Anak/2016/PN.Kng) | Fenomena saat ini, tindak pidana kejahatan bukan lagi dilakukan oleh orang dewasa saja, tetapi juga anak-anak. Adanya dampak negatif dari kemajuan yang pesat dalam bidang teknologi dan informasi, perubahan gaya hidup orang tua dan cara mendidik sangat berpengaruh terhadap perilaku anak. Hakim memiliki peran penting dalam menyelesaikan serta memutuskan perkara pada persidangan, mengingat dalam konstitusi Indonesia, anak memiliki peran strategis yang secara tegas dinyatakan bahwa Negara menjamin hak setiap atas anak. Dalam perkara nomor 01/Pid.Sus.Anak/2016/PN.Kng telah terjadinya tindak pidana yang dilakukan oleh anak, dengan memenuhi semua unsur seperti kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak. Berdasarkan hasil penelitian mengenai penjatuhan pidana terhadap anak yang melakukan tindak pidana pencabulan pada Undang- Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dapat disimpulkan bahwa Hakim dalam pertimbangan hukumnya berpedoman pada pasal 81 Ayat (2) Undang – Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak telah memberikan amar putusan yang sesuai dengan unsur – unsure yang ada. Penelitian ini merupakan penelitian hukum kualitatif dengan metode penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif analitis. Data yang digunakan adalah bahan hukum primer, sekunder yang dikumpulkan dengan teknik atau metode studi kepustakaan. Seluruh data yang sudah diperoleh dan dikumpulkan selanjutnya akan ditelaah dan dianalisis secara kualitatif. | The current phenomenon is that criminal acts are no longer committed by adults, but also children. The negative impact of rapid advances in technology and information, changes of parent’s lifestyle and ways of educating greatly affect children's behavior. Judges have an important role in resolving and deciding cases at trial, considering that in the Indonesian constitution, children have a strategic role which explicitly states that the State guarantees the rights of every child. In case number 01 / Pid.Sus.Anak / 2016 / PN.Kng, there has been a criminal act committed by a child, by fulfilling all elements such as violence or threats of violence, coercing, tricking, a series of lies, or cajoling children. Based on the results of research on the imposition of crimes against children who commit the crime of sexual immorality in Law Number 35 of 2014 concerning Child Protection, it can be concluded that the Judge in his legal considerations is guided by Article 81 Paragraph (2) of Law Number 35 Year 2014 concerning Child Protection has given a verdict in accordance with the existing elements. This research is a qualitative legal research with normative legal research methods that are descriptive analytical in nature. The data used from primary and secondary legal materials which are collected by using literature study methods or techniques. All data that has been obtained and collected will then be qualitatively reviewed and analyzed. | |
| 27306 | 30663 | E1A014108 | EKSEPSI KOMPETENSI RELATIF YANG DIKABULKAN DALAM SENGKETA PERJANJIAN KREDIT | Eksepsi Kompetensi Relatif Yang Dikabulkan Dalam Sengketa Perjanjian Kredit (Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Nomor 8/Pdt.g/2018/Pn.Bms) Oleh: AZIZ NUR ARIFIN E1A014108 ABSTRAK Pengajuan gugatan harus memperhatikan dimana kompetensi relatif perkara itu diajukan agar sesuai dengan hukum yang berlaku. Kompetensi relatif diartikan kewenangan pengadilan untuk menangani/mengadili suatu sengketa/perkara didasarkan pada tempat/lokasi/domisili para pihak yang bersengketa atau didasarkan pada dimana objek yang disengketakan berada, Jika pengajuan gugatan tidak didasarkan pada hal tersebut akibatnya gugatan tidak dapat diterima(Niet Onvankelijke Verklaard). Seperti dalam gugatan perkara sengketa perjanjian kredit Register Putusan Nomor 8/Pdt.G/2018/PN.Bms yang tidak dapat diterima dengan dictum yang mengabulkan eksepsi tergugat. Permasalahan dalam penelitian ini adalah mengenai pertimbangan hukum Hakim dalam mengabulkan eksepsi kewenangan relatif dalam Sengketa Perjanjian Kredit putusan Nomor: 18/Pdt.G/2018/PN.BMS. dan akibat hukumnya dikabulkannya eksepsi pada putusan Nomor: 18/Pdt.G/2018/PN.BMS. Dalam penelitian ini digunakan metode pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis. Metode pengumpulan data dilakukan dengan pengumpulan data sekunder yaitu diperoleh dengan cara inventarisasi peraturan perUndang-Undangan, buku, teks, jurnal, artikel, hasil penelitian sebelumnya, dan putusan hakim. Jenis dan data yang digunakan dalam menganalisis dan mengumpulkan data dilakukan dengan normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai pertimbangan hukum Hakim dalam mengabulkan eksepsi mengenai kewenangan relatif dan akibat hukumnya terhadap gugatan tidak dapat diterima dalam Putusan Pengadilan Negeri Banyumas Nomor: 18/Pdt.G/2018/PN.Bms. Menurut peneliti dapat disimpulkan Dengan pertimbanganya hakim yaitu menggunakan Pasal 118 ayat (2) dan ayat (3) HIR dan diperjelas lagi dengan Pasal 118 ayat (4) HIR tentang pemilihan domisili dalam kesepakatan salah satu klausula akta perjanjian kredit, oleh karena itu hakim mengabulkan eksepsi kompetensi relatif tergugat dan menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima sudah benar. Akibat hukumnya gugatanya kembali ke pengadilan dengan jalan memperbaiki gugatanya dan mengajukan gugatanya ke pengadilan yang berwenang yakni Pengadilan Purwokerto. Kata Kunci : Gugatan, Eksepsi Kompetensi Relatif, Niet Onvankelijke Verklaard | ABSTRACT Exception of Relative Competence Granted in Credit Agreement Disputes (Case Study of District Court Decision Number 8 / Pdt.g / 2018 / Pn.Bms) Submitting a lawsuit must pay attention to where the relative competence of the case is submitted so that it is in accordance with the applicable law. Relative competence means the authority of the court to handle / adjudicate a dispute / case based on the place / location / domicile of the disputing parties or based on where the disputed object is located, if the filing of a lawsuit is not based on this, the result is that the lawsuit cannot be accepted (Niet Onvankelijke Verklaard). As in the lawsuit for the dispute over the Decision Register credit agreement Number 8 / Pdt.G / 2018 / PN.Bms which cannot be accepted by a dictum that grants the defendant's exception. The problem in this research is regarding the Judge's legal considerations in granting exceptions regarding the relative authority exception in credit agreement disputes and the legal consequences of granting exceptions in decision Number: 18 / Pdt.G / 2018 / PN.BMS. This research uses a normative juridical approach. The research specification used is descriptive analysis. The data collection method is done by collecting secondary data, which is obtained by means of an inventory of the Laws and Regulations, books, texts, journals, articles, previous research results, and judges' decisions. Types and data used in analyzing and collecting data were carried out in a qualitative normative manner. Based on the results of research and discussion regarding the Judge's legal considerations in granting exceptions regarding the relative authority and legal consequences of the lawsuit, it cannot be accepted in the Banyumas District Court Decision Number: 18 / Pdt.G / 2018 / PN.Bms. According to researchers it can be concluded with the judge's consideration is to use Article 118 paragraph (2) and paragraph (3) HIR and further clarified by Article 118 paragraph (4) HIR regarding the selection of domicile in agreement on one of the clauses of the credit agreement deed, therefore the judge accepts exception of the defendant's relative competence and states that the plaintiff's claim cannot received is correct. As a result of the law, the lawsuit returned to court by way corrected the lawsuit and submitted the lawsuit to the competent court namely the Purwokerto Court. Keywords: Lawsuit, Exception of Relative Competence, Niet Onvankelijke | |
| 27307 | 30664 | I1E016034 | Hubungan Antara Panjang Tungkai, Power Tungkai, dan Koordinasi Terhadap Kecepatan Lari 60 Meter pada Siswa SD Negeri Ledug | Latar Belakang : Untuk meningkatkan prestasi pada lari dipengaruhi oleh bebreapa faktor seperti panjang tungkai, power tungkai, koordinasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara panjang tungkai, power tungkai, dan koordinasi terhadap lari 60 meter pada siswa SD Negeri Ledug. Metodologi : Penelitian ini merupakan jenis penelitian korelasional untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitan panjang tungkai menggunakan pita ukur, power tungkai menggunakan standing board jump, koordinasi menggunakan lempar bola ke dinding. Uji statistik menggunakan shapiro wilk, uji linearitas, pearson product moment, dan korelasi ganda. Hasil Penelitian : (1) Terdapat hubungan antara panjang tungkai terhadap lari 60 meter dengan p value 0,000 (p <0,05). (2) Terdapat hubungan antara power otot tungkai terhadap lari 60 meter dengan p value 0,008 (p <0,05 . (3) Terdapat hubungan antara kordinasi terhadap lari 60 meter dengan p value 0,000 (p <0,05). (4) Hasil analisis data panjang tungkai, power tungkai, dan koordinasi menghasilkan nilai signifikasi < 0,05 dan hasil analisis regresi didapatkan bahwa yang paling berhubungan dengan kecepatan lari 60 meter yaitu pada variabel power otot tungkai (p value 0,000). | Background : Improving performance in running is influenced by several factors such as leg length, leg power, coordination. The purpose of this study was to determine the relationship between leg length, leg power, and coordination of 60 meter running in Ledug State Elementary School students. Method : This research was a type of correlational research to determine the relationship between the independent variable and the dependent variable. Sampling with purposive sampling technique. The research instrument for leg length used a measuring tape, leg power using a standing board jump, coordination using throwing a ball against the wall. Statistical test used Shapiro Wilk, linearity test, Pearson product moment, and multiple correlation. Result : (1) There was a relationship between leg length and running 60 meters with a p value of 0.000 (p <0.05). (2) There was a relationship between leg muscle power to running 60 meters with a p value of 0.008 (p <0.05. (3) There was a relationship between the coordination of running 60 meters with a p value of 0.000 (p <0.05). (4) The results of data analysis showed of leg length, leg power, and coordination resulted in a significance value <0.05 and the results of regression analysis showed that the most associated with running speed of 60 meters was the leg muscle power variable (p value 0.000). Keyword : Leg length, leg power, coordination. | |
| 27308 | 30674 | K1A016052 | PEMBUATAN SPRAY GEL EKSTRAK DAUN MANGGA BACANG (Mangifera foetida L.) UNTUK MENGATASI BAU KAKI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus aureus | Salah satu senyawa aktif dari tanaman yang berpotensi sebagai antibakteri adalah ekstrak daun mangga bacang (Mangifera foetida L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antibakteri ekstrak daun mangga bacang terhadap S. aureus, penentuan nilai konsentrasi hambat tumbuh minimum (KHTM), dan memformulasikan ekstrak metanol dan fraksi etil asetat daun mangga bacang dalam sediaan spray gel untuk mengatasi bau kaki. Sediaan spray gel dilakukan karakterisasi selama 16 hari yang meliputi homogenitas, pH, viskositas, dan pola penyemprotan. Nilai KHTM ekstrak metanol daun mangga bacang terhadap S. aureus yaitu 0,5 ppm dengan zona hambat sebesar 0,90 mm. Sediaan spray gel dibuat dengan penambahan ekstrak metanol dan fraksi etil asetat sebesar 0,5, 1, dan 5 ppm. Karakteristik sediaan spray gel setelah dilakukan penyimpanan selama 16 hari yaitu bersifat homogen, pH berkisar 5,50 - 6,00, nilai viskositas berkisar 750-1300 cPs. Hasil pola penyemprotan pada jarak 3 dan 5 cm adalah bulat dan menggumpal, sedangkan pada jarak 10 cm menghasilkan pola yang bulat dan menyebar dengan bobot sebesar 0,09-0,12 gram. Aktivitas antibakteri sediaan spray gel ekstrak metanol dan fraksi etil asetat dengan konsentrasi 0,5; 1; dan 5 ppm pada hari ke-1 secara berturut-turut adalah 1,42; 1,22; 1,62 mm dan 1,77; 2,07; 2,28 mm, sedangkan pada hari ke-16 secara berturut-turut adalah 1,22; 1,62; 1,91 mm dan 1,34; 1,74; 1,89 mm. Uji organoleptik memperoleh nilai terbesar pada parameter bentuk spray gel dengan nilai 4,0 dan 4,1. | Bachang mango leaves extract (Mangifera foetida L.) is a potential extract for antibacterial agent. This research aims to examined the potential of bachang mango leaf extract as an antibacterial agent againts S. aureus, determine the minimum inhibitory concentration, formulate bachang mango leaf extract of spray gel to reduce food odor. Spray gel characterized for 16 days includes homogenity, pH, viscosity, and spraying pattern. The minimum inhibitory concentration for the methanol bachang manggo leaves extract is known at 0.5 ppm with the zone diameter of 0.90 mm. The spray gel were developed with methanol extract and ethyl acetat fraction of 0.5; 1; and 5 ppm. The characteristic of spray gel after keeping for 16 days were homogeneous, 5.50 – 6.00 pH range, and 750 – 1300 cPs viscosity range. The result of spraying pattern test at a distance of 3 and 5 cm were round and lumpy pattern, while at a distance of 10 cm it produced a round and diffuse pattern with a weight of 0.09 – 0.12 gram. Antibacterial activity of spray gel with methanol extract and ethyl acetat fraction 0.5; 1; and 5 ppm on day 1 were 1.42; 2.07; 2.73 and 1.77; 2.07; 2.08. while antibacterial activity on day 16 were 1.22; 1.62; 1.91 mm, and 1.34; 1.74; 1.89 mm. The organoleptic test obtained the greatest value on spray gel form parameter with a value of 4.0 and 4.1. | |
| 27309 | 30665 | K1C016044 | Simulasi Kuantum Proses Dekarboksilasi Pada Permukaan PtRuMo(111) Berbasis Density Functional Theory | Simulasi kuantum proses dekarboksilasi pada permukaan PtRuMo(111) berbasis Density Functional Theory (DFT) telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemungkinan besar energi aktivasi pada proses pemecahan COOH menjadi CO2 dan H diatas permukaan PtRuMo(111). Hal yang dilakukan dalam penelitian ini adalah mensimulasikan situs-situs adsorpsi dan koadsorpsi untuk mendapatkan keadaan awal dan akhir dari proses pemecahan COOH menjadi CO2 dan H menggunakan DFT. Selain itu, dilakukan juga simulasi untuk mendapatkan keadaan transisi untuk memperoleh besar energi aktivasi dari proses dekarboksilasi ini. Berdasarkan analisis tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kemungkinan proses pemecahan COOH menjadi CO2 dan H diatas permukaan PtRuMo(111) dapat terjadi dengan besar energi 0.09 eV yang dihasilkan dari perhitungan NEB. | A quantum simulation of decarboxylation process on the surface of PtRuMo(111) based on Density Functional Theory (DFT) has been carried out. This research aims to find out the most likely activation energy in the process of separation COOH to CO2 and H on the surface of PtRuMo(111). The thing to do this research is to simulate the adsorption and co-adsorption sites to get the initial and final state of the process of separation COOH to CO2 and H using DFT. In addition, simulations are also carried out to obtain the transition state to obtain the activation energy of this decarboxylation process. Based on this analysis, it can be concluded that the possibility of the process of separation COOH to CO2 and H on the surface PtRuMo(111) can occur with an energy of 0.09 eV resulting from the NEB calculation. | |
| 27310 | 30666 | F1C016082 | Konstruksi Identitas Penikmat Kopi di Tengah Maraknya Coffee Shop di Purwokerto | Beberapa tahun terakhir kopi sedang marak-maraknya di Indonesia. Tak terkecuali di Purwokerto. Meskipun Purwokerto bukan kota besar, tetapi banyak coffee shop baru yang berdiri di Purwokerto sejak adanya fenomena ini. Pada saat ini coffee shop tidak hanya menjadi suatu komoditas yang dikonsumsi masyarakat di saat kantuk. Namun coffee shop sudah menjelma menjadi gaya hidup yang mana simbol-simbol didalamnya digunakan oleh masyarakat untuk membentuk identitas diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami sebuah realitas sosial dari pengalaman subjek yang melakukannya. Dalam hal ini adalah seseorang yang sering datang ke coffee shop yang mana melakukan suatu tindakan secara berulang sehingga secara tidak sadar menciptakan sebuah identitas mengenai dirinya. Penelitian yang berjudul “Konstruksi Identitas Penikmat Kopi di Tengah Maraknya Coffee Shop di Purwokerto” menggunakan teori interaksi simbolik George Herbert Mead dan Blummer, teori identitas dari Michael Hecht, dan teori masyarakat konsumerisme dari Jean Baudrillard. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pemilihan informan pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Sedangkan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang didapatkan dari media sosial informan. Validasi data penelitian ini menggunakan triangulasi metode yang mana membandingkan data dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pembentukan identitas seseorang yang terjadi karena fenomena maraknya coffee shop di Purwokerto dapat dilihat dari tiga hal, yaitu pertama motivasi datang ke coffee shop yang meliputi ngopi atau minum kopi, diskusi, sensasi dan fotografi, kedua tahapan dalam menikmati kopi, dan kepuasan yang didapatkan ketika sedang berada di coffee shop dan menikmati kopi. | In the last few years, coffee has been booming in Indonesia. No exception in Purwokerto. Although Purwokerto is not a big city, many new coffee shops have been established in Purwokerto since this phenomenon. At this time the coffee shop is not only a commodity that is consumed by people during sleepiness. However, the coffee shop has transformed into a lifestyle where the symbols in it are used by the community to form self-identity. The purpose of this research is to know and understand a social reality from the experience of the subject who does it. In this case, it is someone who often comes to the coffee shop which acts repeatedly so that it unconsciously creates an identity about itself. The research entitled "Construction Identity of Coffee Lovers’ in the Middle of the Rise of Coffee shops in Purwokerto" uses the symbolic interaction theory of George Herbert Mead and Blummer, the theory of identity from Michael Hecht, and the theory of consumerism society from Jean Baudrillard. This study uses a qualitative method with a phenomenological approach. The technique of selecting informants in this study using purposive sampling. Meanwhile, data collection through in-depth interviews, observation, and documentation obtained from informants' social media. The data validation of this study used triangulation methods which compared data from interviews, observations, and documentation. The results of this study indicate that the formation of a person's identity that occurs due to the phenomenon of the rise of coffee shops in Purwokerto can be seen from three things, namely the first motivation to come to the coffee shop which includes coffee or drinking coffee, discussion, sensation and photography, the second stage of enjoying coffee, and the satisfaction that people get in a coffee shop and enjoying coffee. | |
| 27311 | 30668 | F1C016034 | Strategi Humas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam Sosialisasi Portal Rumah Belajar | Biro Kerjasama dan Hubungan Masyarakat sebagai garda terdepan humas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia bertugas untuk memperkenalkan dan menginformasikan suatu kebijakan atau produk dari kementerian kepada masyarakat yang salah satunya yaitu Portal Rumah Belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi Humas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam Sosialisasi Portal Rumah Belajar dan untuk mengetahui hambatan dalam proses sosialisasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dalam pengumpulan datanya penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling untuk memilih informannya. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa strategi yang digunakan oleh humas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dalam menyosialisasikan Rumah Belajar, antara lain: 1) Membentuk Duta Rumah Belajar sebagai agen sosialisasi terdepan di masyarakat, 2) Publikasi melalui berbagai macam media massa. Ada dalam bentuk media cetak, elektronik, dan internet, 3) dan menggunakan Strategi Up to Down atau membuat kebijakan kepada pemerintahan daerah ataupun satuan pendidikan dibawahnya. Selain itu penelitian ini juga menemukan beberapa hambatan yang mengganggu proses sosialisasi, yaitu: 1) Terkendala anggaran untuk sosialisasi terutama publikasi di televisi karena biayanya yang sangat tinggi, 2) Banyaknya aplikasi belajar online yang lebih dikenal masyarakat, 3) Kurangnya jumlah dan kompetensi SDM yang menangani sosialisasi Rumah Belajar ke masyarakat, 4) dan belum maksimalnya koordinasi jaringan atau koneksi antara pemerintah pusat dengan pemerintah provinsi atau daerah. | The Bureau of Cooperation and Public Relations as the forefront of public relations of the Ministry of Education and Culture of Indonesia serves to introduce and inform the public about a policy or product from the ministry, one of which is the Rumah Belajar. The purpose of this research is to find the public relations strategy of the Ministry of Education and Culture of Indonesia in socializing Rumah Belajar and to find out the obstacle in the socialization process. This research is using descriptive-qualitative methode. In collecting the data, this study uses purposive sampling technique to select the informants. The results of this study can be concluded that the strategies used by the public relations of the Ministry of Education and Culture of Indonesia in socializing Rumah Belajar is: 1) Forming Duta Rumah Belajar as the leading socialization agent in society, 2) Publication through kinds of mass media as print, electronic, and internet, 3) and use the Up to Down Strategy or by making policies to local governments or education units under it. In addition, this research also finds several obstacles that interfere with the socialization process, like: 1) Constrained budget for socialization, especially publication on television because of the very high costs, 2) the number of online learning applications that are better known to the public, 3) The lack of number and competence of human resources who handle the socialization of Rumah Belajar to the community, 4) and the coordination or connections between the central government and province or local governments has’t been maximal. | |
| 27312 | 30667 | E1A116038 | BANTUAN HUKUM TERHADAP PELAKU PENOLAKAN PEMULASARAN JENAZAH KORBAN COVID-19 PADA PROSES PENYIDIKAN ( STUDI DI KEPOLISIAN RESOR BANYUMAS ) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pendampingan bantuan hukum terhadap pelaku penolakan jenazah Covid 19 pada proses penyidikan di Polresta Banyumas sudah sesuai dengan asas-asas yang berlaku. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan apa yang dihadapi advokat pada saat melakukan pendampingan bantuan hukum terhadap pelaku penolakan pemulasaran jenazah Covid 19 di Polresta Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis sosiologis. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah spesifikasi penelitian deskriptif, mengungkapkan peraturan perundang- undangan yang berkaitan dengan teori- teori hukum sebagai objek penelitian. Demikian juga hukum dalam pelaksanaannya di dalam masyarakat yang berkenaan dengan objek penelitian. . Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan primer. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa Wujud Pendampingan Hukum Terhadap Pelaku Penolakan Jenazah Covid 19 Pada Proses Penyidikan Di Polres Banyumas, pada kasus ini tersangka sudah menunjuk sendiri penasihat hukum yang akan mendampingi pada saat persidangan, Dalam memberikan bantuan hukum pada proses penyidikan, penyidik memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma untuk siapapun termasuk tersangka Penolakan Pemulasaran Jenazah Covid 19 dan tersangka lainnya.. Selanjutnya, Hambatan yang dihadapi advokat saat memberikan bantuan hukum untuk Pelaku Penolakan Pemulasaran Jenazah Covid 19 adalah pada saat penyidik akan menawarkan penasihat hukum, tersangka sudah menunjuk sendiri advokat atau penasihat hukumnya., namun penyidik tetap memberikan pandangan tetang hukum terhadap tersangka tentang yang akan disangkakan terhadap dirinya yang wajib didampingi oleh advokat. | This study aims to find out the form of legal assistance assistance to the perpetrators of the rejection of Covid 19 bodies in the investiganton proces in Banyumas Police Starion is in accordance with the applicable principles. In addition, this study aims to find out what obstacles advocates face when conducting legal aid assistance assistance to perpetrators of the rejection of the repatriation of Cowd 19 bodies of Banyumas Police Station. The method used in this research is a sociological radical method. The specifications of the research used are descriptive research specifications, revealing legislation related to theories of law as the object of research. Likewise the law in its implementation in society relating to the object of research. The types of data used in this study are secondary and primary data. Based on the results of the above research and discussion, it can be concluded that the Form of legal Assistance Against Perpetrators of Covid 19 Body Rejection in the Investigation Process ar Banyumas Police Station, in this case the suspect has appointed his own legal counsel who will accompany him at the time of the trial. In providing legal assistance to the investigation process, investigators provide free legal assistance to anyone including suspects of Covid 19 Body Reparation And other suspects. Furthermore, the obstacles faced by advocates when providing legal assistance for perpetrators of the refusal of covid 19 bodies are at the time when the investigator will offer legal counsel, tersagka has appointed his own advocale or legal advisor., but the investigator still gives a legal view of the suspect about the article that will be suspected against him who must be accompanied by an advocate or legal adsor. | |
| 27313 | 30669 | F1C016063 | Pemanfaatan Cyber Goverment Public Relations Berbasis Aplikasi Online “Sapawarga” Di Desa Leuwinutug Kabupaten Bogor | Aplikasi “Sapawarga” merupakan salah satu bentuk pemanfaatan literasi digital yang mencakup aspirasi & keluhan, layanan publik, komunikasi, promosi dan niaga, produktivitas, dan monev (monitoring & evaluasi). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan aplikasi Sapawarga di Desa Leuwinutug Kabupaten Bogor dan menganalisis proses komunikasi ketua masyarakat dengan Pemerintah Provinsi tentang Penerapan Sapawarga Di Desa Leuwinutug. Hasil penelitian ini menemukan bahwa aplikasi online “Sapawarga” bermanfaat bagi Ketua RW untuk dapat menyampaikan aspirasi & aduan, pelayanan publik, komunikasi, produktivitas, dan monev (monitoring & evaluasi) bagi pemerintah provinsi Jawa Barat dan menjadi perwakilan masyarakat di Desa Leuwinutug untuk berkomunikasi kepada pemerintah provinsi Jawa Barat dan mendapatkan informasi yang valid untuk disebarkan kepada masyarakat. | Application “Sapawarga” is a form of digital literacy utilization that includes aspirations & complaints, public services, communication, promotion and commerce, productivity and monitoring evaluation. The purpose of this research is to find out the utilization of “Sapawarga” application in Leuwinutug Village, Bogor Regency and analyze communication process of the chairman of the community with the provincial government on the application “Sapawarga” In Leuwinutug Village. The results of this study found that the online application "Sapawarga" is useful for the Head of RW to be able to aspirations & complaints, public services, communication, promotion and commerce, productivity and monitoring evaluation for West Java provincial government and become a community representative in Leuwinutug Village to communicate with the West Java provincial government and get valid information to be disseminated to the community. | |
| 27314 | 30670 | I1C016022 | FORMULASI SEDIAAN NANOEMULSI EKSTRAK ETANOL DAUN NAGASARI (Mesua ferrea L.) DENGAN FASE MINYAK VIRGIN COCONUT OIL (VCO) | Penelitian ini brtujian untuk mengetahui pengaruh konsentrasi fase minyak Virgin Coconut Oil (VCO) terhadap sediaan nanoemulsi ekstrak etanol daun daun nagasari (Mesua ferrea L.). Pembuatan nanoemulsi dilakukan dengan menggunakan metode emulsifikasi dengan magnetic stirrer dan sonikator. Paramerer sifat fisik dan stabilitas yang diamati yaitu organoleptis, tipe emulsi, pH, viskositas, persen transmitan, ukuran partikel, dan zeta potensial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa VCO berpengaruh terhadap ukuran partikel sediaan nanoemulsi. Semakin tinggi konsentrasi VCO maka akan semakin tinggi pula ukuran partikel sediaan nanoemulsi. Berdasarkan hasil parameter sifat fisik dan stabilitas lainnya tidak ada pengaruh yang signifikan. | This study aims to determine the effect of the concentration of virgin coconut oil (VCO) oil phase on the nanoemulsion preparation of the ethanol extract of Nagasari leaves (Mesua ferrea L.). The nanoemulsion was prepared using emulsification method with magnetic stirrer and sonicator. The parameters of physical properties and stability observed were organoleptic, emulsion type, pH, viscosity, percent transmittance, particle size, and zeta potential. The results of this study indicate that VCO affects the particle size of the nanoemulsion preparation. The higher the VCO concentration, the higher the particle size of the nanoemulsion preparation. Based on the results of the parameters of physical properties and other stability, there is no significant effect. | |
| 27315 | 30671 | K1A016011 | MODIFIKASI ELEKTRODA MENGGUNAKAN ALGINAT DAN NANOPARTIKEL Fe3O4 UNTUK BIOSENSOR GLUKOSA | Salah satu cara untuk mengetahui kadar glukosa dalam darah adalah dengan menggunakan biosensor. Biosensor glukosa banyak dikembangkan dengan berbagai metode. Salah satunya adalah dengan metode elektrokimia. Metode elektokimia yang digunakan adalah voltametri siklik. Penelitian ini bertujuan untuk modifikasi elektroda pendeteksi elektrokimia dengan penambahan alginat dan nanopartikel Fe3O4 untuk meningkatkan kinerja biosensor glukosa secara elektrokimia. Alginat digunakan sebagai matriks amobilisasi untuk enzim GOD dan akan diamobilisasi pada elektroda. Modifikasi dilakukan menggunakan nanopartikel Fe3O4 yang dapat meningkatkan konduktifitas dari elektroda. Elektroda modifikasi Alginat - Fe3O4 menghasilkan arus lebih tinggi dibandingkan elektroda dengan hanya alginat sehingga kinerja biosensor meningkat. Kondisi optimal yang diperoleh dari pendeteksi elektrokimia dengan komposit Alginat- Fe3O4 yaitu penambahan Fe3O4 sebesar 0,1 gram/mL alginat; scan rate yang diberikan sebesar 0,1 mV/detik; pH larutan buffer sebesar pH 7; konsentrasi buffer sebesar 0,1 mM; dan suhu sebesar 40°C. Batas analit terkecil yang dapat dideteksi oleh elektroda modifikasi sebesar 2,81 mM dan konsentrasi analit terkecil yang memenuhi kriteria akurasi dan presisi adalah sebesar 9,51 mM. | One way to determined the level of glucose in the blood is by using a biosensors. Glucose biosensors are developed by various methods. One of them is the electrochemical method. The electrochemical method used is cyclic voltammetry. The study aims to modify electrochemical detection electrode with the addition of Alginate and Fe3O4 nanoparticles to improve the performance of glucose biosensors with electochemical. Alginate is used as an immobilized matrix for GOD enzymes and will be immobilized to the electrode. Modifications were made using Fe3O4 nanoparticles which can increase the conductivity of the electrode. Alginate - Fe3O4 modified electrodes produce higher currents than electrodes with alginate gels only so that the biosensor performance increases. The optimal condition obtained from the electrochemical detector with Alginate-Fe3O4 composites was added Fe3O4 by 0.1 grams/mL alginate; with the scan rate 0.1 mV/second; the buffer solution of pH 7; buffer concentration of 0.1 mM; and a temperature of 40°C. The smallest analyze limit that can be detected by the modified electrodes is 2.81 mM and the smallest analyze concentration that meets the criteria for accurancy and precision is 9.51 mM. | |
| 27316 | 30672 | E1A115133 | PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA SUAP YANG DILAKUKAN OLEH ADVOKAT (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 1319 K/Pid.Sus/2016) | PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA SUAP YANG DILAKUKAN OLEH ADVOKAT (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 1319 K/Pid.Sus/2016) Oleh: Arifah Nur’aina E1A115133 ABSTRAK Salah satu tindak pidana korupsi di Indonesia adalah tindak pidana suap. Suap yaitu tindak pidana dengan cara memberi sesuatu yang bertujuan untuk mempengaruhi kebijakan seseorang agar mau berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu sesuai dengan permintaan yang memberi suap. Penelitian ini bersumber pada Putusan Mahkamah Agung Nomor 1319 K/Pid.Sus/2016 mengenai perkara pidana tindak pidana suap yang dilakukan oleh seorang Advokat senior yaitu Otto Cornelius Kaligis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan unsur-unsur tindak pidana suap yang dilakukan Advokat dan menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam penjatuhan sanksi pidana pada Advokat pelaku tindak pidana suap pada putusan Mahkamah Agung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan penelitian preskriptif. Sumber data berupa data sekunder. Metode pengolahan data menggunakan reduksi data, display data, dan kategorisasi data. Metode pengumpulan data berupa studi kepustakaan (library research). Metode penyajian data menggunakan teks naratif. Metode analisis data menggunakan metode kualitatif. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa perbuatan terdakwa telah memenuhi unsur-unsur tindak pidana suap yakni pasal 6 Ayat (1) huruf a UU no. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUH jo. Pasal 64 Ayat (1) KUHP. Pertimbangan hukum hakim dalam penjatuhan sanksi pidana kepada Advokat pelaku tindak pidana suap pada putusan Mahkamah Agung Nomor 1319 K/PID.SUS/2016 berorientasi pada penerapan Pasal 197 Ayat (1) huruf (f) KUHAP sehingga permohonan kasasi dari Penuntut Umum patut untuk dikabulkan dengan pidana penjara diperberat dari 7 (tujuh) tahun menjadi 10 (sepuluh) tahun. Kata kunci: Advokat, tindak pidana suap, sanksi pidana advokat | LAW ENFORCEMENT AGAINST THE CRIMINAL ACTS OF BIBRATION CONDUCTED BY ADVOCATES (Study of the Supreme Court Decision Number 1319 K/Pid.Sus/2016) By: Arifah Nur’aina E1A115133 ABSTRACT One of the criminal acts of corruption in Indonesia is bribery. Bribery is a criminal act by giving something that aims to influence a person's policy to do something or not to do something in accordance with the request that gives a bribe. This research is based on the Supreme Court Decision Number 1319K/Pid.Sus/2016 regarding the criminal case of bribery committed by a senior advocate, namely Otto Cornelius Kaligis. The purpose of this study is to analyze the application of the elements of bribery committed by advocates and to analyze judges legal considerations in imposing criminal sanctions on lawyers who commit bribery in the Supreme Court decisions. This research uses normative juridical research methods with prescriptive research. The data source is secondary data. Data processing methods use data reduction, data display, and data categorization. The data collection method is in the form of library research. The method of presenting data uses narrative text. Methods of data analysis using qualitative methods. Based on the results of the analysis, it shows that the defendant's actions have fulfilled the elements of the criminal act of bribery, namely Article 6 Paragraph (1) letter a of Law no. 31 of 1999 concerning Eradication of Corruption Crime as amended by Law no. 20 of 2001 concerning Amendments to Law no. 31 of 1999 concerning Eradication of Corruption Jo. Article 55 Paragraph (1) 1st of the KUHAP jo. Article 64 Paragraph (1) of the Criminal Code. Judges legal considerations in imposing criminal sanctions on lawyers for criminal acts of bribery in the Supreme Court decision No. 1319 K/PID.SUS/2016 oriented towards the application of Article 197 Paragraph (1) letter (f) of the Criminal Procedure Code so that the appeal from the Public Prosecutor deserves to be granted with imprisonment heavier from 7 (seven) years to 10 (ten) years. Keywords: Advocate, Bribery, Lawyer Criminal Sanctions | |
| 27317 | 30673 | C3A019004 | VISUAL ANALYSIS OF DATA SALES USING THE KNIME PLATFORM TEMPLATE - A STUDY AT PT. SOHO GLOBAL HEALTH ALLIANCE DIVISION CIREBON | Data Era Industri 4.0 sangat penting dan merupakan titik awal bagi manajer untuk mengambil keputusan pada langkah selanjutnya. Data penjualan secara umum telah disajikan dan diolah dengan menggunakan Ms. Excel. Hal tersebut mempunyai keterbatasan dalam melakukan visualisasi, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjembatani keterbatasan penulis dengan melakukan studi visual analisis data penjualan dengan menggunakan template KINIME Platform open source. Hasil penelitian menunjukkan bahwa visualisasi data menggunakan KNIME dapat dilakukan dengan mudah dan cepat (drag and drop node) dengan menggunakan template yang telah disediakan. Keunggulan empiris dari penelitian ini adalah memudahkan manajer target dalam mengelola data, dan big data digunakan sebagai dasar bagi perusahaan untuk merencanakan segala sesuatunya. Secara teoritis menambahkan pengetahuan tentang big data ke teori pemasaran. Penelitian masa depan dalam database dapat digunakan untuk istilah pembelajaran mesin dan kecerdasan buatan untuk pemasaran. | Industry 4.0 Era data is very important and is the starting point for managers to make decisions on the next step. Sales data generally have been presented and processed using Ms. Excel. This has limitations in visualizing, the purpose of this study is to bridge the limitations of the author by conducting a visual study of sales data analysis using the open-source KINIME Platform template. The results show that using KNIME Data visualization can be done easily and quickly (drag and drop node) using the template provided. The empirical advantage of this study is that it makes it easier for target managers to manage data, and big data is used as a basis for companies to plan everything. Theoretically adding knowledge about big data to marketing theory. Future research in The database can be used for terms of machine learning and artificial intelligence for marketing. | |
| 27318 | 30222 | F2B016009 | THE LEADERSHIP STYLE OF KIAI IN PONDOK PESANTREN | Siti Bariyah. 2016. Gaya Kepemimpinan Kiai di Pondok plPesantren Al Ihya Ulumaddin kesugihan Kabupaten Cilacap. Pondok pesantren merupakan sebuah lembaga pendidikan yang mengajarkan Ilmu Agama Islam. Pada umumnya pondok pesantren dipimpin oleh seorang kiai dan dibantu oleh ustad, guru dan pengurus pondok. Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang berbasiskan masyarakat, pesantren telah mengakar dan tumbuh dari masyarakat, kemudian dikembangkan oleh masyarakat. untuk itu intensitas interaksi sosial yang terjadi antara pondok pesantren terhadap masyarakat pesantren tentunya merupakan suatu yang menunjukan bahwa gaya kepemimpinan yang dijalankan oleh pengasuh merupakan sesuatu hal yang bisa diterima dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Masing-masing pemimpin memiliki gaya tersendiri dalam melakukan kepemimpinan. Gaya kepemimpinannya inilah yang akan membedakan dirinya dengan orang lain. Gaya atau style hidup ini nantinya akan mewarnai perilaku dan pola kepemimpinannya. Terdapat beberapa gaya kepemimpinan didalam pondok pesantren diantaranya ada kkepemimpinan kharismatik, kepemimpinan otokratik dan kepemimpinan demokratis dimana semua gaya kepemimpinan ini tentunya akan berpengaruh terhadap interaksi sosial masyarakat pesantren. Rumusan masalah yang diteliti adalah mengenai bagaimana gaya kepemimpinan kiai di PPAI KESUGIHAN KABUPATEN CILACAP, Bagaimana gaya kepemimpinan kia dalam berinteraksi terhadap masyarakat pesantren di PPAI Kesugihan Cilacap. | Abstract | |
| 27319 | 30676 | I1C016045 | Gambaran Tingkat Pengetahuan Dasar dan Pencegahan Covid-19 pada Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto | Coronavirus disease 2019 (Covid-19) merupakan penyakit yang disebabkan oleh coronavirus baru yang dideklarasikan sebagai pandemi oleh WHO pada 11 Maret 2020. Pengetahuan yang baik mengenai Covid-19 dikaitkan dengan sikap optimis dan praktik yang tepat sehingga mendukung langkah pengendalian dan pencegahan. Mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat kalangan terpelajar diharapkan memiliki pengetahuan yang baik sehingga dapat berperan menjadi agen perubahan dengan menyebarkan self-awareness terkait Covid-19 kepada sekitar. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dasar mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman terhadap Covid-19 serta korelasi antara karakteristik mahasiswa dengan skor pengetahuannya. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan metode cross-sectional yang dilakukan pada mahasiswa S1 Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED). Kuesioner pengetahuan diadaptasi dari kuesioner Survey data of COVID-19-related Knowledge, Attitude, and Practices among Indonesian Undergraduate Students oleh Saefi et.al (2020). Sebanyak 399 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dipilih berdasarkan quota sampling. Data dianalisis secara deskriptif dan diuji korelasi menggunakan uji Spearman. Sembilan puluh empat koma tujuh persen mahasiswa memiliki pengetahuan dasar dengan kategori baik terhadap Covid-19. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat korelasi yang signifikan antara karakteristik responden meliputi jenis kelamin mahasiswa (p= 0,517), tingkatan studi mahasiswa (p= 0,498), dan asal fakultas mahasiswa (p= 0,075) dengan skor pengetahuannya. Diharapkan dengan hasil tingkat pengetahuan dasar yang baik ini, mahasiswa memiliki sikap dan perilaku yang tepat terhadap Covid-19 dan dapat berperan membantu otoritas kesehatan masyarakat untuk menyebarluaskan informasi yang benar mengenai Covid-19 serta mengkampanyekan langkah-langkah pencegahannya. | Coronavirus disease 2019 (Covid-19) is a disease caused by a new coronavirus that is rapidly spreading throughout the world. It was declared a pandemic by WHO on March 11, 2020. Good knowledge of Covid-19 disease is associated with an optimistic attitude and appropriate practices to support control and prevention measures. Univeristy students as a part of the educated community are expected to have good knowledge so that can play a role as an agent of change by spreading self-awareness regarding Covid-19 to their community. This study aimed to describe the level of basic knowledge of students of Jenderal Soedirman University towards Covid-19 and the correlation between student characteristics and their knowledge score. This study was an observational study with cross-sectional method conducted on undergraduate students of Jenderal Soedirman University (UNSOED). The knowledge questionnaire was adapted from the questionnaire Survey data of COVID-19-related Knowledge, Attitude, and Practices among Indonesian Undergraduate Students by Saefi et.al (2020). A total of 399 respondents who met the inclusion and exclusion criteria were selected based on quota sampling. Data were analyzed descriptively and tested for correlation using Spearman test. Ninety-four point seven percent of Jenderal Soedirman University students have good basic knowledge of Covid-19. The results of the bivariate analysis showed that there was no significant correlation between the characteristics of the respondents including gender (p = 0.517), study level (p = 0.498), and faculty origin students (p = 0.075) with scores of basic knowledge and Covid-19 prevention. Based on the results, it is hoped that students will have the right attitude and behavior towards Covid-19. In addition, students can play a role in helping public health authorities disseminate correct information about Covid-19 and campaign for preventive measures. | |
| 27320 | 30675 | F2B018005 | MODEL PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK UNTUK USAHA PEMBUATAN PAVING BLOCK DI “UD. WONG CILIK” DESA JETIS, KECAMATAN KEMANGKON, KABUPATEN PURBALINGGA | Pengelolaan sampah plastik di “UD. Wong Cilik” ini sangat menarik, selain dapat mengatasi permasalahan sampah plastik, pengelolaan sampah ini juga dapat mengubah sampah plastik menjadi sesuatu usaha yang lebih bermanfaat dan bernilai. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian serta wawancara mendalam, observasi yaitu observasi non partisipatif, dan dokumentasi. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Jetis, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga. Teknik pengambilan informan dengan purposive sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis interaktif model Milles dan Habberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pengelolaan sampah plastik untuk usaha pembuatan paving block di “UD. Wong Cilik” menggunakan model sistem. Pengelolaan sampah yang baik untuk usaha pembuatan paving block dibutuhkan bahan sampah plastik anorganik yang kering . Partisipasi warga pemasok masih rendah dalam usaha pembuatan paving block, dilihat dari 20 RT hanya RT 10, 11, 12 dan yang paling aktif RT 9. Partisipasi dari pekerja cukup aktif dan para pekerja memiliki pekerjaan tambahan sebagai penambang pasir dan suplai sampah. Usaha pembuatan paving block di “UD. Wong Cilik” ini mendapatkan bantuan dari pihak warga, Pemerintah Desa dan Pemerintah Kabupaten yaitu Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Koperasi dan UKM (Usaha Kecil dan Menengah). Jaringan sosial pada usaha pembuatan paving block di “UD. Wong Cilik” cukup baik. Jaringan sosial ini dibantu oleh Dinas UKM (Usaha Kecil dan Menengah) selain pemasaran di Kabupaten Purbalingga, Pemasaran “UD. Wong Cilik” juga telah sampai keluar Pulau Jawa. Implikasi pada penelitian ini bahwa masih dibutuhkan bantuan sosialisasi dan sarana prasana dari pihak Pemerintah Desa dan Pemerintah Kabupaten yaitu Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Koperasi dan UKM (Usaha Kecil dan Menengah), agar usaha pembuatan paving block di “UD. Wong Cilik” dapat lebih berkembang. | Plastic waste management at “UD. Wong Cilik "is very interesting, apart from being able to solve the problem of plastic waste, this waste management can also turn plastic waste into something more useful and valuable. This study used descriptive qualitative method. Research data as well as in-depth interviews, observation, namely non-participatory observation, and documentation. The research location was conducted in Jetis Village, Kemangkon District, Purbalingga Regency. The technique of taking informants was purposive sampling. The data analysis technique in this study used an interactive analysis model of Milles and Habberman. The results of this study indicate that the plastic waste management model for the business of making paving blocks at "UD. Little Wong "uses a system model. Good waste management for the business of making paving blocks requires dry inorganic plastic waste material. The participation of supplier residents is still low in the business of making paving blocks, seen from 20 RTs, only RT 10, 11, 12 and the most active are RT 9. Participation from workers is quite active and workers have additional jobs as sand miners and waste supply. The business of making paving blocks at "UD. Wong Cilik "is getting assistance from the residents, the Village Government and the District Government, namely the Environment Agency and the Office of Cooperatives and UKM (Small and Medium Enterprises). Social network for paving block making business at “UD. Little Wong ”is quite good. This social network is assisted by the Office of UKM (Small and Medium Enterprises) apart from marketing in Purbalingga Regency, Marketing "UD. Little Wong "has also left Java Island. The implication of this research is that still Socialization assistance and infrastructure are needed from the Village Government and District Government, namely the Environmental Service and the Office of Cooperatives and SMEs (Small and Medium Enterprises), so that the business of making paving blocks at "UD. Little Wong "can be more developed. |