Home
Login.
Artikelilmiahs
30468
Update
WIHDATUL ISTIQOMAH
NIM
Judul Artikel
UJI EFEKTIVITAS METABOLIT SEKUNDER JAMUR ENTOMOPATOGEN ISOLAT PAPRINGAN KABUPATEN BANYUMAS TERHADAP ULAT GRAYAK (Spodoptera litura) DI LABORATORIUM
Abstrak (Bhs. Indonesia)
ABSTRAK Ulat grayak (Spodoptera litura) merupakan salah satu hama penting dalam budidaya tanaman. Salah satu alternatif untuk mengendalikan S. litura adalah dengan memanfaatkan metabolit sekunder jamur entomopatogen. Metabolit sekunder yang dihasilkan oleh jamur entomopatogen meliputi hormon, enzim, toksin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jamur entomopatogen isolat Papringan terhadap mortalitas, aspek biologi S. litura serta mengetahui konsentrasi metabolit sekunder jamur entomopatogen yang efektif untuk mengendalikan S. litura. Penelitian dilakukan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman dari bulan November 2019 hingga Februari 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan yang meliputi P0 (kontrol/aquadest), P1 (metabolit sekunder 10%), P2 (metabolit sekunder 20%), P3 (metabolit sekunder 30%) dan P4 (insektisida kimia). Variabel yang diamati adalah mortalitas, aktivitas makan, lama pertumbuhan larva dan pupa, jumlah pupa terbentuk, bobot dan panjang pupa, jumlah imago terbentuk, fekunditas dan fertilitas imago, dan konsentrasi efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metabolit sekunder konsentrasi 30 persen menyebabkan mortalitas larva S. litura sebesar 38 persen dan menurunkan aktivitas makan sebesar 3,03 persen serta pembentukan imago sebesar 25 persen. Perlakuan metabolit sekunder konsentrasi 20 persen menghambat pembentukan pupa sebesar 5,5 persen dan menurunkan fertilitas sebesar 92,37 persen. Metabolit sekunder jamur entomopatogen isolat Papringan dinilai belum efektif mengendalikan larva S. litura karena nilai efikasi kurang dari 80 persen Kata kunci : Jamur entomopatogen, Metabolit sekunder, Spodoptera litura,
Abtrak (Bhs. Inggris)
ABSTRACT Armyworm (Spodoptera litura) is one of the important pests in crop cultivation. One of the alternatives to control S. litura is to take advantage of the entomopathogenic fungal secondary metabolites. This study aims to determine the effect of the entomopathogenic fungus isolate Papringan on mortality, biological aspects of S. litura and to determine the effective secondary metabolite concentration of entomopathogenic fungi to control S. litura. This research was conducted at the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University starting from November 2019 to February 2020. The method used in this study was an experimental method with a Randomized Block Design Non Factorial with 5 treatments and 5 replication. The treatment is P0 (control / aquadest), P1 (secondary metabolites 10%), P2 (secondary metabolites 20%), P3 (secondary metabolites 30%) and P4 (chemical insecticides). Variables observed were mortality, feeding activity, duration growth of larvae and pupae, percentase of pupae formed, weight and length of pupae, percentase of adult formed, fecundity and fertility of adult, and effective concentration. The results showed that secondary metabolites with a concentration of 30 percent caused mortality of S. litura larvae by 38 percent and decreased feeding activity by 3.03 percent and the formation of imago by 25 percent. Treatment of secondary metabolites with a concentration of 20 percent inhibited pupa formation by 5.5 percent and reduced fertility by 92.37 percent. Secondary metabolite entomopathogenic fungi Pasir Kulon isolate have not been effective for controlling S. litura larvae because the efficacy value is less than 80 percent. Keyword: Entomopatogenic fungi Secondary metabolism, Spodoptera litura,
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save