Artikelilmiahs

Menampilkan 25.001-25.020 dari 50.309 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2500127966F1B014038“KINERJA BADAN PUSAT SARANA SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (BPSSPAM) DALAM MENGEMBANGKAN PENYEDIAAN AIR MINUM DI DESA SAMBENGKULON KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS”Kinerja organisasi merupakan sebuah alat ukur untuk menilai dan mengevaluasi berhasil atau tidak tujuan organisasi. Termasuk salah satu Badan atau lembaga air minum berbasis masyarakat di Sambengkulon Kec.Kembaran adalah (Badan Pusat Sarana Sistem Penyediaan Air Minum) BPSSPAM. Hal ini disebabkan oleh Peningkatan citra dan kinerja suatu lembaga desa maka desa memiliki pandangan yang profesionalisme guna tercapainya organisasi yang baik, perlunya suatu pekerja yang dapat melakukan tugas dengan kualitas, kuantitas, ketetapan waktu, efektivitas, dan kemandirian. Semua itu akan bertujuan untuk organisasi sumber daya manusia yang berkualitas dan daya saing yang tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan responden dilakukan dengan menggunakan teknik proporsionate random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kinerja Organisasi (Badan Pusat Sarana Sistem Penyediaan Air Minum) BPSSPAM di Desa Sambengkulon Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas cukup efektif dengan rata-rata produktifitas 3,85, Kualitas layanan dengan rata-rata 3,85, Responsifitas 3,76, responsibilitas 3,78, dan akuntabilitas 3,63. Tujuan Program kinerja organisasi dengan rata-rata 3,83.
Kata Kunci : Kinerja, Penyediaan Air Minum, Desa
Organizational performance is a measuring tool for assessing and evaluating the success or failure of organizational goals. Included as one of the community-based drinking water bodies or institutions in Sambengkulon Kec. Kembaran is the BPSSPAM (Central Water Supply System Facilities Facility). This is caused by the improvement of the image and performance of a village institution so that the village has a professionalism in order to achieve a good organization, the need for a worker who can perform tasks with quality, quantity, timeliness, effectiveness, and independence. All of that will aim at the organization of quality human resources and high competitiveness. The research method used is descriptive quantitative approach. The technique of taking respondents is done by using proportional random sampling technique. The results showed that the Organizational Performance (Central Agency for Drinking Water Supply System Facilities) BPSSPAM in Sambengkulon Village, Kembaran District, Banyumas District was quite effective with an average productivity of 3.85, Quality of service with an average of 3.85, Responsibility 3.76, Responsibility 3.78, and accountability 3.63. Program Objectives organizational performance with an average of 3.83.
Keywords: Performance, Water Supply, Village
2500227939H1B015022PERKUATAN TANAH LEMPUNG MENGGUNAKAN ANYAMAN BAN KARET BEKAS DI ANTARA FONDASI ATAS DAN DI BAWAH LAPISAN PERMUKAAN DENGAN BEBAN STATISPeningkatan infrastruktur jalan dapat berdampak pada peningkatan ekonomi di suatu wilayah, pada tahun 2017 untuk peningkatan aksesibilitas jalan suatu wilayah dengan panjang jalan 519.287,39 dan luas wilayah 1.913.578,68 km² dengan rasio 0,27 (BIS, 2017). Maka pembangunan infrastruktur jalan penting bagi masyarakat untuk mendukung akses mobilisasi dan roda perekonomian.Pembangunan jalan sebagai prasarana moda transportasi darat sedang diperluas jaringannya oleh pemerintah, perencanaan dan perbaikan jalan terus di lakukan guna untuk meningkatkan mobilisai dan juga harus memperhatikan kondisi struktur tanah agar komponen lapisan perkerasan bisa maksimal, Penelitian ini diawali dengan studi literatur mengenai tanah lempung, limbah ban karet bekas, geogrid, struktur jalan dengan perkerasan lentur, dan pembebanan statis,
Pemasangan dengan anyaman ban karet bekas menghasilkan nilai beban 385.83 kg lebih tinggi dibandingkan tanpa anyaman ban karet bekas dengan nilai 289.978 kg, nilai penurunan dari rata-rata pengujian beban statis yang berbeda tetapi beban yang tinggi kapasitasnya diperoleh nilai penurunan 42 mm, lebih rendah di bandingkan pada penurunan 18.5 mm dengan beban yang rendah 289.978 kg. selisih q ultimate antara dengan dan tanpa perkuatan 131.964 kg atau 0.40% lebih besar ketika menggunakan perkuatan.
Dengan metode Mazurkiewicz Beban ultimit benda uji dengan perkuatan di peroleh nilai 390.54 kg dan tanpa perkuatan 288.53 kg, maka 35.36 % lebih besar di bandingkan dengan menggunakan perkuatan.
Improved road infrastructure can have an impact on economic increase in a region, in 2017 for improved accessibility of roads of a region with a road length of 519,287.39 and an area of 1,913,578.68 km² with a ratio of 0.27 (BIS, 2017). Thus, road infrastructure development is important for the community to support mobilisation access and economic wheels.
Road construction as a land transportation mode infrastructure is being expanded by the government, planning and road repairs continue to be done in order to improve the Mobilisai and also have to pay attention to soil structure conditions for the components The seam layer can be maximal, the research begins with the study of literature on clay soil, waste of used rubber tires, geogrid, road structure with bending, and a static differentiation,
Installation with woven rubber tires used to produce a load value of 385.83 kg higher than without the woven of used rubber tires with a value of 289,978 kg, the value of decline from the average static load testing is different but the high load The capacity obtained decreased value of 42 mm, lower in comparison at a decrease of 18.5 mm with a low load of 289,978 kg. The difference of the ultimate Q between with and without being 131,964 kg or 0.40% greater when using the compotion.
Whit the Mazuerkimiecz method, the ultimate load of test object with the reinforcement is 390.54 kg and without the rainforcement 288.53 kg, then 35.36% is greater than the reinforcement.
2500328817F1D015033KONFLIK POLITIK ANTARA MASYARAKAT DAN PERUM
PERHUTANI DALAM SENGKETA HAK GUNA LAHAN HUTAN PINUS
TAHUN 2017 DI DESA JAMBU, KECAMATAN WANAREJA,
KABUPATEN CILACAP
Penelitian ini berjudul “Konflik Politik Antara Masyarakat dan Perum Perhutani dalam Sengketa Hak Guna Lahan Hutan Pinus Tahun 2017 di Desa Jambu, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap”. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konflik dan mendeskripsikan jenis konflik pada Konflik Politik antara Masyarakat dan Perum Perhutani dalam Sengketa Hak Guna lahan Tahun 2017 yang terjadi di Desa Jambu, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap .Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui data primer yang di dapat dari wawancara mendalam dengan narasumber dan data sekunder yang diperoleh dari buku-buku, jurnal, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode analisis interaktif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Konflik yang terjadi memiliki tiga sumber konflik, yaitu: tukar guling, administrasi ganda, dan penebangan pohon seacara liar. Sedangkan Issue yang dikembangkan adalah issue mempertahankan tanah warisan, dan mempertahankan hutan negara. Aktor yang terlibat dalam konflik yaitu Masyarakat, Perum Perhutani, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Cilacap, Pemda Cilacap, Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Cilacap, Lembaga Swadaya Masyrakat, dan Pemerintah Desa Jambu. Terdapat tiga Attitudes (sikap) dari masing-masing aktor yang terlibat, yaitu Penolakan Reklaiming, Dukungan Reklaiming dan Status Quo. Tindakan yang dilakukan adalah secara koersif dan Non Koersif. Upaya yang dilakukan dalam mencapai konsensus yaitu dengan mediasi, dan legal dan Jalur Politik. Dampak dari adanya konflik yaitu dampak secara ekonomi dan dampak secara sosial. Tahapan dari konflik yang terjadi yaitu Pra Konflik, Konfrontasi, Krisis dan Akibat. Konflik yang terjadi dapat diindentifikasikan kedalam konflik Kepentingan dan Konflik Struktural.This study is entitled "Political Conflict Between Society and Perhutani Public Corporation in the 2017 Pine Forest Land Use Dispute in Jambu Village, Wanareja District, Cilacap Regency". The purpose of this study is to describe the conflict and describe the type of conflict in Political Conflict between the Community and Perhutani Public Corporation in the Disputed Rights of Pine Forest Land in 2017 that occurred in Jambu Village, Wanareja District, Cilacap Regency. The method used in this study is a qualitative method using the qualitative method case study approach. Research data obtained through primary data obtained from in-depth interviews with informants and secondary data obtained from books, journals, and documentation. Data analysis techniques using interactive analysis methods. The results of this study indicate that the conflict has three sources of conflict, namely: rolling swaps, dual administration, and illegal logging of trees. While the Issue that was developed was the issue of preserving inherited land, and preserving state forests. Actors involved in the conflict are the Community, Perhutani Public Corporation, Cilacap Regency Regional Representative Council, Cilacap Regional Government, Cilacap Regency National Land Agency, Community Non-Governmental Organization, and Jambu Village Government. There are three Attitudes (attitudes) from each of the actors involved, namely Rejection of Reclaiming, Reclaiming Support and Status Quo. The action taken is coercive and non-coercive. Efforts made in reaching consensus are through mediation, legal and political channels. The impact of conflict is economic impact and social impact. Stages of the conflict that occurred are Pre-Conflict, Confrontation, Crisis and Effect. Conflicts that occur can be identified as conflicts of interest and structural conflict.
2500427967H1B016056PENGARUH PENAMBAHAN VARIASI CALCIUM STEARATE TERHADAP SUSUT BETON DAN KUAT TEKAN MORTARBeton memiliki banyak kelebihan yaitu mampu menahan gaya tekan dengan baik, tahan terhadap korosi, tahan terhadap pembusukan oleh kondisi lingkungan, tahanahan terhadap temperatur yang tinggi, dan biaya pemeliharaan yang relatif kecil. Salah satu sifat beton adalah susut. Susut beton adalah perubahan volume beton saat mengalami proses pengerasan karena adanya proses penguapan air bebas pada muka beton, oleh karena itu hal ini perlu diperhatikan karena akibat dari penyusutan dapat menurunkan kualitas beton serta dapat menimbulkan keretakan pada beton, Calcium stearate yang digunakan pada beton bertujuan untuk mencegah masuknya air dan bahan kimia ke dalam beton. Reaksi antara calcium stearate dan semen menghasilkan suatu senyawa yang secara fisik menyerupai lilin. Efek pelapisan ini menyebabkan beton bersifat hydrophobic atau tidak menyerap air sehingga beton sulit ditembus oleh air atau bahan kimia. Penelitian ini bermaksud mengetahui pengaruh penambahan Calcium Stearate sebesar 0%, 0.1%, 0.2%, dan 0.3% berat semen terhadap terhadap nilai susut beton yang terjadi pada arah horizontal, dan terhadap kuat tekan mortar padaha hari ke -28. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan calcium stearate menurunkan susut rata-rata sebesar 21% setiap penambahan 0.1% kadar calcium stearate dari berat semen. Penambahan calcium stearate pada campuran mortar juga menurunkan kuat tekan mortar rata-rata 16% setiap penambahan 0,1% kadar calcium stearate setiap berat semen.Concrete has many advantages that are able to withstand the compressive force well, resistant to corrosion, resistant to decay by environmental conditions, resistance to high temperatures, and relatively low maintenance costs. One of the properties of concrete is shrinkage. Concrete shrinkage is the change in the volume of concrete when experiencing a hardening process due to the process of evaporation of free water on the concrete face, therefore this needs to be considered because the result of shrinkage can reduce the quality of concrete and can cause cracks in concrete, Calcium stearate used in concrete aims to prevent the entry of water and chemicals into the concrete. The reaction between calcium stearate and cement produces a compound that is physically waxy. This coating effect causes concrete to be hydrophobic or does not absorb water so that it is difficult for concrete to be penetrated by water or chemicals. This study intends to determine the effect of adding Calcium Stearate by 0%, 0.1%, 0.2%, and 0.3% by weight of cement on the value of concrete shrinkage that occurs in the horizontal direction, and on the compressive strength of mortar in the 28th day. The results showed that the addition of calcium stearate reduced shrinkage by an average of 21% for each addition of 0.1% calcium stearate levels by weight of cement. The addition of calcium stearate to the mortar mixture also reduced the compressive strength of the mortar by an average of 16% for each addition of 0.1% of calcium stearate levels for each cement weight.
2500527968H1B015018PENGARUH PERKUATAN ANYAMAN BAN BEKAS DI ANTARA TANAH DASAR LEMPUNG DAN FONDASI PADA PERKERASAN JALAN DENGAN PEMBEBANAN STATISPembangunan jalan sebagai prasarana moda transportasi darat saat ini sedang dikembangkan dan diperluas jaringannya oleh pemerintah. Jalan dapat menghubungkan daerah satu dengan daerah baik itu untuk tujuan bisnis, sosial, budaya dan lainnya. Pada tahun 2017 jumlah panjang jalan menurut perkerasannya telah mencapai 539.353 Km (BPS, 2017). Kerusakan jalan sering ditemukan pada tanah dasar yang berjenis lempung yang merupakan salah satu jenis tanah yang mempunyai daya dukung yang paling rendah. Untuk mengurangi kelemahan dari karakteristik tanah lempung tersebut maka perlu adanya perkuatan. Perkuatan yang digunakan yaitu dengan memasang perkuatan geogrid. Namun pengaplikasian perkuatan dengan menggunakan geogrid mempunyai biaya yang relatif tinggi. Salah satu alternatif pengganti geogrid sebagai perkuatan yaitu anyaman karet dari ban bekas.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemasangan geogrid anyaman ban bekas sebagai alternatif perkuatan pengganti geogrid konvensional. Anyaman tersebut diletakan di antara tanah dasar lempung dengan fondasi. Benda uji diletakan dalam kotak kayu ukuran 80 cm x 80 cm x 50 cm. Tebal benda uji sebesar 46 cm terdiri dari 40 cm tanah lempung, 4 cm agregat dan 2 cm campuran aspal. Pengujian dilakukan sebanyak 6 titik dalam satu benda uji. Pengujian yang dilakukan yaitu pengujian karakteristik tanah dan pengujian pembebanan pelat. Dari pengujian tersebut dapat diketahui pengaruh penggunaan perkuatan anyaman karet yang diletakan di atas tanah dasar terhadap daya dukung tanah.
Dari hasil pengujian pembebanan pelat terhadap benda uji yang diperkuat menghasilkan nilai beban ultimit tanah sebesar 348.84 kg atau 14.36 % lebih besar daripada yang tidak diperkuat dilihat dari nilai beban utimit tanpa perkuatan sebesar 305.03 kg. Nilai kekakuan naik 18.75 % setelah diperkuat oleh anyaman karet ban bekas. Berdasarkan hasil penelitian di atas, perkuatan anyaman karet ban bekas memberikan pengaruh yang cukup baik terhadap daya dukung tanah.
Road construction as a land transportation mode infrastructure is currently being developed and expanded by the Government network. The road can connect one area to another area as well as for business, social, cultural and other purposes. In 2017 the total length of the road according to its pavement had reached 539,353 Km (BPS, 2017). Road damage is often found on the clay subgrade that is one type of soil that has the lowest bearing capacity. To reduce the weakness of the soil characteristics of the clay, there needs to be a magnification. Retrofitting used by installing Geogrid. However,application of retrofitting using Geogrid has a relatively high cost. One of the alternatives of Geogrid as a renf is woven rubber from used tires.
This research was conducted to determine the influence of installation of Geogrid woven tires used as an alternative to the conventional geogrid replacement. The woven is placed between subbase with subgrade. The test object is placed in a wooden box size 80 cm x 80 cm x 50 cm. Thickness of test material of 46 cm consists of 40 cm clay, 4 cm aggregate and 2 cm asphalt mixture. Testing performed 6 points in a test sample. Testing conducted the soil characteristics testing and plate loading testing. From the test, it can be known to influence the use of woven tire which is placed on the subgrade to support the soil.
From the test result the plate loading of the reinforced test objects resulted in the load value ofultimate soil amounting to 348.84 kg or 14.36% greater than that which is not strengthened seen from the value of ultimate load without the resistance of 305.03 kg. Stiffness value rises 18.75% after reinforced by a used woven rubber tire. Based on the results of the above studies, the adhesion of woven rubber tire used to give a good influence on the soil support.
2500627969H1B015020PENGARUH PERKUATAN TANAH MENGGUNAKAN ANYAMAN BAN BEKAS DI ATAS LAPISAN TANAH DASAR DAN DI ATAS LAPISAN FONDASI DENGAN PEMBEBANAN STATISPerkembangan jalan sangat berpengaruh terhadap kemajuan dan perkembangan teknologi karena jalan sebagai sarana transportasi yang utama yang dipakai oleh manusia. Tetapi pada saat ini banyak sekali jalan di Indonesia yang mengalami kerusakan sehingga memperlambat akses untuk mencapai suatu tujuan sera mengurangi nilai tingkat pelayanan jalan. Dalam perencanaan jalan, tanah dasar merupakan bagian dari struktur jalan yang sangat penting, karena tanah dasar akan menahan beban yang ada di atasnya. Selanjutnya bagian penyusun jalan ada lapisan fondasi dan lapisan permukaan. Salah satu cara untuk meminimalisir kerusakan jalan yaitu dengan geogrid, karena geogrid mempunyai harga yang cukup mahal maka penelitian ini akan mengganti geogrid dengan anyaman karet ban bekas, karena karet ban merupakan sampah limbah yang bisa dimanfaatkan dan mempunyai sifat yang sama dengan geogrid yaitu nilai kuat tarik yang tinggi.
Untuk mengetahui nilai penurunannya serta tingkat kekuatan beban maka perlu dilakukan pengujian statis. Anyaman karet ban bekas diletakan di atas lapisan tanah dasar dan di atas lapisan fondasi. Pengujian beban statis dikotakan kayu berdimensi 80cm x 80cm x 50cm di uji dengan pembebanan pelat lingkaran berdiameter 15cm. Pengujian pepmbebnan statis dilakukan setelah mengetahui pengujian karakteristik dari tanah. Berdasarkan hasil pengujian pemebebanan statis didapat nilai perbandingan antara yang menggunakan perkuatan dan yang tidak menggunakan perkuatan, nilai beban yang tidak menggunakan perkuatan sebesar 312.49 kg, sedangakan yang menggunakan perkuatan sebesar 465.54 kg.

The development of roads is very influential in the advancement and development of technology because of roads as the main means of transportation used by humans. But at this time there are many roads in Indonesia that have suffered damage so that slowing access to achieve a goal sera reduce the value of road service. In road planning, the ground soil is part of a very important road structure, as the ground soil will withstand the burden that exists on it. Next the Road builder section is the foundation layer and surface layer. One way to minimize road damage is with Geogrid, because Geogrid has a fairly expensive price then this research will replace geogrid with rubber webbing used tires, because rubber tyres are waste garbage that can be utilized and has the same properties as Geogrid is the strong value of high tensile.
To determine the value of its decline and the level of load strength, static testing is required. Woven rubber tyre used is placed above the ground layer and above the foundation layer. The static load test was copulsed with a dimension of 80cm x 80cm x 50cm in a test with a circular plate loading of 15cm in diameter. Static load testing is performed after knowing the characteristic testing of the soil. Based on the results of the static loading test obtained the ratio of comparison between the use of the strengthen and that does not use the classification, the value of the load that does not use the reforming of 312.49 kg, but using a magnification of 465.54 kg.
2500727970F1B014031PENGARUH RESPONSIVITAS DAN AKUNTABILITAS APARATUR PEMERINTAH DESA TERHADAP KEBERHASILAN IMPLEMENTASI PROGRAM BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DI DESA SUSUKAN KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMASPermasalahan utama adalah Desa Susukan merupakan desa yang pertama dan telah berhasil menyusun Perdes tentang pendirian BUMDes di Kecamatan Sumbang bahkan merupakan salah satu BUMDes dari empat BUMDes yang terkategori berkembang di Kabupaten Banyumas atau satu-satunya BUMDes yang berkembang di Kecamatan Sumbang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara Responsivitas dan Akuntabilitas Aparatur Pemerintah Desa terhadap Keberhasilan Implementasi Program BUMDes Desa Susukan Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif asosiatif dengan menggunakan pendekatan metode survey, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan menggunakan perhitungan statistik Korelasi Kendall Tau-c, Korelasi Konkordasi Kendall W dan Regresi Ordinal, dengan sasaran penelitian masyarakat di lingkungan Desa Susukan Kabupaten Banyumas sebanyak 98 orang. Berdasarkan hasil analisis secara kuantitatif dalam penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Responsivitas terhadap Keberhasilan Implementasi sebesar 0,395 atau 39,5 persen dan 60,5 persen dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti (2) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Akuntabilitas terhadap Keberhasilan Implementasi sebesar 0,298 atau 29,8 persen dan 70,2 persen dipengaruhi oleh variabel yang tidak diteliti (3) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Responsivitas dan Akuntabilitas terhadap Keberhasilan Implementasi sebesar 0,558 atau 55,8 persen dan 44,2 persen dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Oleh karena itu keseluruhan hipotesis penelitian dapat diterima.The main problem is that Susukan Village is the first village and has succeeded in compiling a Perdes (village rules) about establishment of BUMDes in Sumbang District, even become one of the four BUMDes that are categorized as developing in Banyumas Regency or the only one of BUMDes that develop in Sumbang District. The purpose of this study was to determine whether there is an influence between Responsiveness and Accountability of the Village Government Apparatus to the Successful Implementation of the BUMDes Program in Susukan Village, Sumbang District, Banyumas Regency. This research used associative quantitative research methods using a survey method approach, with data collection techniques through questionnaires and documentation. Data analysis used the statistical calculation of Kendall Tau-c Correlation, Kendall W Concordance Correlation and Ordinal Regression, with the target of the research is the community in the Susukan Village environment of Banyumas Regency as many as 98 people.Based on quantitative analysis results in this study it can be concluded as follows: (1) There is a positive and significant effect between Responsiveness to Successful Implementation of 0.395 or 39.5 percent and 60.5 percent is influenced by other variables not examined (2) There is a positive and significant effect between Accountability on the Success of Implementation of 0.298 or 29.8 percent and 70.2 percent influenced by other variables not examined (3) There is a positive and significant effect between Responsiveness and Accountability on the Success of Implementation of 0.558 or 55.8 percent and 44.2 percent are influenced by other variables not examined. Therefore the entire research hypothesis can be accepted.
2500828559E1A016129UPAYA PENINJAUAN KEMBALI PERKARA KEPAILITAN TENTANG PEMBATALAN HOMOLOGASI
(Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 1/Pdt.Sus.Pembatalan Perdamaian/2018/PN Niaga Sby Jo Putusan Nomor 43 PK/Pdt.Sus-Pailit/2019)
Pasal 293 Undang-Undang Kepailitan dan PKPU mengatur upaya hukum yang terbuka atas putusan PKPU hanya berlaku terhadap putusan pengakhiran PKPU. Putusan No.1/Pdt.Sus.PembatalanPerdamaian/2018/PN.Niaga.Sby diajukan oleh Para mantan karyawan terhadap debitur yang berbentuk BUMN. Permohonan tersebut dikabulkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Niaga Surabaya. Atas putusan pembatalan homologasi tersebut, debitur mengajukan upaya hukum peninjauan kembali ke Mahkamah Agung, namun Mahkamah Agung dalam putusannya menyatakan bahwa permohonan upaya hukum tersebut tidak dapat diterima. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya hukum peninjauan kembali yang diajukan sesuai dengan Undang-Undang Kepailitan dan PKPU dan untuk mengetahui ratio decidendi Majelis Hakim Pengadilan Niaga Surabaya dalam penerapan legal standing pemohon dalam permohonan pembatalan homologasi. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif. Berdasarkan data hasil peneltian, diperoleh hasil bahwa upaya hukum peninjauan kembali yang diajukan tidak sesuai dengan Undang-Undang Kepailitan dan PKPU, karena terhadap putusan pengadilan mengenai PKPU tidak terbuka upaya hukum apapun, kecuali ditentukan lain dalam Undang-Undang ini. Namun, perkecualian tersebut tidak termasuk putusan pembatalan homologasi. Majelis Hakim peninjauan kembali sudah tepat dalam penerapan hukum karena mendasarkan pada ketentuan Pasal 293 jo Pasal 290 Undang-Undang Kepailitan dan PKPU yang mengatur bahwa tidak terbuka upaya hukum apapun terhadap putusan PKPU. Ratio decidendi Majelis Hakim Pengadilan Niaga Surabaya sudah tepat, pemohon memiliki kapasitas dan legal standing mengajukan permohonan karena debitur merupakan BUMN yang berbentuk Persero. Oleh karena itu, hendaknya advokat selaku kuasa hukum lebih memperhatikan dan memahami ketentuan dalam Undang-Undang Kepailitan dan PKPU, agar tidak terjadi kekeliruan dalam pengajuan permohonan.Article 293 of the Bankruptcy and PKPU Law regulating open remedies for PKPU decisions only applies to PKPU termination decisions. Decision Number 1/Pdt.Sus. Pembatalan Perdamaian /2018/PN.Niaga.Sby submitted by former employees of debtors in the form of BUMN. The petition was granted by the Surabaya Commercial Court Judge Panel. Based on the decision to cancel the homologation, the debtor submits a legal review to the Supreme Court, but the Supreme Court in its decision stated that the request for legal remedy was not acceptable. The purpose of this study was to determine the legal remedies submitted in accordance with the Bankruptcy and PKPU Law and to determine the ratio of decidendi of the Surabaya Commercial Court Judges in applying the legal standing of the applicant in the request to cancel the homologation. The method used is normative juridical. Based on data from the research results, it was found that the legal remedies submitted were not in accordance with the Bankruptcy and PKPU Law, because the court's decision regarding PKPU was not open to any legal remedies, unless otherwise stipulated in this Law. However, those exceptions do not include homologation cancellation decisions. The Panel of Judges for review was appropriate in applying the law because it was based on the provisions of Article 293 in conjunction with Article 290 of the Bankruptcy and PKPU Law which stipulates that no legal remedies are open to PKPU decisions. The decidendi ratio of the Surabaya Commercial Court Judge Panel is correct, the applicant has the capacity and legal standing to submit an application because the debtor is a BUMN in the form of a Persero. Therefore, advocates as attorneys should pay more attention to and understand the provisions in the Bankruptcy Law and PKPU, so there is no error in the submission of an application.
2500928982E1A016095FENOMENA ANAK JALANAN DI KABUPATEN CIREBON DALAM PERSPEKTIF KRIMINOLOGIS SERTA PENANGGULANGANNYA OLEH DINAS SOSIAL KABUPATEN CIREBON
(Studi di Dinas Sosial Kabupaten Cirebon)
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena anak jalanan di Kabupaten Cirebon dan mengetahui penanggulangan anak jalanan oleh Dinas Sosial Kabupaten Cirebon.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris dan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Penelitian ini mengambil lokasi di Dinas Sosial Kabupaten Cirebon. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data primer dengan wawancara dan observasi tak berperan, sedangkan data sekunder dengan studi pustaka. Metode pengolahan data dengan reduksi data, display data, dan kategorisasi data. Penyajian data dalam bentuk uraian teks secara naratif. Metode analisis data analisis kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fenomena anak jalanan di Kabupaten Cirebon yang terus meningkat jumlahnya yang disebabkan karena desakan perekonomian keluarga, dukungan keluarga dan rendahnya Pendidikan. Selain itu, belum adanya payung kebijakan mengenai anak yang turun ke jalan baik kebijakan dari kepolisian, Pemda, maupun Departemen Sosial yang berimplikasi juga pada belum optimalnya social control di dalam masyarakat, dan belum berperannya lembaga-lembaga organisasi sosial.. Dalam mengatasi masalah anak jalanan, Pemerintah Kabupaten Cirebon (Dinas Sosial) melakukan tiga kebijakan yaitu preventif, represif dan kuratif atau pemberdayaan

Kata Kunci : Anak Jalanan, Penanggulangan, Kriminologis.
ABSTRACT
This study aims are to determine the phenomenon of street children in Kabupaten Cirebon and determine the prevention of street children by the Dinas Sosial Kabupaten Cirebon..
This study uses qualitative research methods with a sociological juridical approach and analytical descriptive research specifications. This study places in the Dinas Sosial Kabupaten Cirebon. The data used include primary data and secondary data. Primary data collected by interview and observation methods, while secondary data collected by literature study. All Datas was processing with data reduction, data display, and data categorization. Presentation of data in the form of narrative text descriptions, which analysis method by qualitative analysis.
The results showed that the phenomenon of street children in Kabupaten Cirebon was continues increasing number and caused by pressure from the family economy, family support and low education. In overcoming the problem of street children, the Kabupaten Cirebon (Dinas Sosial) carries out three policies namely preventive, repressive and curative or empowering.

Keywords : street children, preventions, criminology
2501027947G1B015024PENGARUH PAPARAN RADIASI SINAR GAMMA COBALT-60
TERHADAP KEKUATAN IMPAK PADA PERMUKAAN BASIS
GIGI TIRUAN RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS
Metode sterilisasi konvensional digunakan saat ini pada basis gigi tiruan apabila dilakukan dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan perubahan sifat mekanis dan fisik, salah satunya yaitu kekuatan impak. Metode sterilisasi alternatif pada basis gigi tiruan untuk menutupi kekurangan sterilisasi konvensional saat ini banyak dikembangkan, salah satunya dengan radiasi sinar gamma cobalt-60. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh paparan radiasi sinar gamma cobalt-60 terhadap kekuatan impak pada permukaan basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris. Penelitian ini menggunakan sampel 32 plat resin akrilik polimerisasi panas yang dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok resin akrilik polimerisasi panas yang diberi paparan radiasi sinar gamma cobalt-60 dosis 25 kGy, 30 kGy, 35 kGy, dan kelompok resin akrilik polimerisasi panas yang tidak diberi paparan radiasi sinar gamma cobalt-60. Pengujian kekuatan impak dilakukan menggunakan Charpy Impact Tester. Hasil uji statistik One Way ANOVA menunjukkan perbedaan yang signifikan pada keempat kelompok dengan nilai p<0,05. Nilai kekuatan impak tertinggi pada kelompok P3 yaitu 0,08300±0,00342 J/mm² dan nilai kekuatan impak terendah pada kelompok K yaitu 0,03913±0,01106 J/mm². Hasil uji karakteristik morfologi menggunakan Scanning Electron Microscope pada permukaan sampel plat resin akrilik menunjukkan gambaran porus, aglomerasi, dan permukaan yang halus tanpa porus. Simpulan pada penelitian ini adalah terdapat pengaruh paparan radiasi sinar gamma cobalt-60 kekuatan impak (impact strength) pada permukaan basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas.The conventional sterilization method currently used in dentures if done for a long period of time will cause changes in mechanical and physical properties, one of which is the impact strength. Alternative methods of sterilization on dentures to overcome the disadvantages of conventional sterilization are currently being developed, one of them with cobalt-60 gamma-ray radiation. The purpose of this study was to determine the effect of cobalt-60 gamma-ray radiation exposure on the impact strength of heat cured acrylic resin denture based. This type of research is an experimental laboratory. This study used a sample of 32 plates of heat cured acrylic resin which was divided into 4 groups, the group of heat cured acrylic resin which was given classification of gamma-ray cobalt-60 radiation with a dose of 25 kGy, 30 kGy, 35 kGy, and heat cured acrylic resin without the exposure of gamma cobalt-60 radiation. Impact strength testing is performed using a Charpy Impact Tester. One Way ANOVA statistical test results showed a significant difference in the four groups with p<0.05. The highest impact strength value in group P3 is 0.08300 ± 0.00342 J / mm² and the lowest impact strength value in group K is 0.03913 ± 0.01106 J / mm². Morphological characteristics test results using Scanning Electron Microscope on the surface of the acrylic resin sample showed a picture of porous, agglomeration, and a smooth surface without porosity. This study concludes that there is an influence of exposure to gamma-ray cobalt-60 impact strength on the surface of the denture base acrylic resin heat polymerization.
2501127972C1J013050THE AFFECT OF THE NUMBER OF COOPERATIVES, NUMBER OF MEMBERS, BUSINESS VOLUME, EQUETY AND EXTERNAL CAPITAL ON THE COOPERATIVE PROFIT IN BARLINGMASCAKEBPenelitian ini meneliti tentang pengaruh jumlah koperasi, jumlah anggota, volume usaha, modal sendiri dan modal luar terhadap sisa hasil usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel julah koperasi, jumlah anggota, volume usaha, modal sendiri dan modal luar secara parsial maupun simultan. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan deskripsi statistik menunjukan bahwa secara simultan variabel jumlah koperasi, jumlah anggota, volume usaha, modal sendiri dan modal luar berpengaruh signifikan terhadap sisa hasil usaha.
Implikasi yang dapat diambil dari kesimpulan diatas yaitu upaya untuk meningkatkan Sisa Hasil Usaha (SHU) secara terus-menerus, pihak pengelola koperasi di wilayah Barlingmascakeb perlu memperhatikan berbagai kebijakan yang terkait dengan jumlah koperasi, jumlah anggota koperasi, volume usaha, modal sendiri dan modal luar koperasi. Cara yang dapat dilakukan diantaranya adalah dengan menumbuh kembangkan gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi kepada seluruh lapisan masyarakat, mengajak masyarakat untuk menjadi anggota koperasi serta melakukan pengelolaan usaha koperasi secara efektif, efisien dan berdasarkan pada nilai-nilai profesionalisme demi terus meningkatkan pendapatan dan Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi.
Kata Kunci: Jumlah koperasi, Jumlah anggota, Volume usaha, Modal sendiri, Modal luar, SHU, Statistik non parametrik
This study examines the affect of the number of cooperatives, number of members, business volume, equity and external capital. This study aims to determine the effect of the number of cooperatives, number of members, business volume, equity and external capital variables on partial or simultaneous to cooperative profit. Based on the data analysis using statistics non parametric shows the number of cooperatives, number of members, business volume, equity and external capital have a significant effect on the cooperative profit.
The implication that can be given from the conclusion is, In an effort to improve Cooperative Profit (SHU) continuously, the manager of the cooperative in the region Barlingmascakeb needs to consider a variety of policies related to the number of cooperatives, the number of members of the cooperative, the business volume, equity and exsternal capital cooperatives. The way to do them is to cultivate people's economic movement based on the principle of kinship and economic democracy to the whole society, invite people to become members of the cooperative and the cooperative efforts to manage effectively, efficient and based on professionalism values ​​in order to continue to increase the income and cooperative profit.
Keyword: The number of cooperatives, Number of members, Business volume, Equity, External capital, Cooperative profit, Statistics non parametric
2501227973C2C018009Implementation Of High Performance Organization (HPO) By The Government Of Banjarnegara Regency Abstrak. Baiknya kinerja karyawan tentu tidak terlepas dari stimulus yang diberikan organisasi, baik itu motivasi kerja yang terus menerus diimbangi dengan kesejahteraan yang memadai. Permasalahan yang sampai saat ini belum tertangani secara tuntas adalah masih rendahnya kualitas sumber daya manusia yang ditandai dengan kinerja pegawai yang kurang masksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ability utilization terhadap job performance, pengaruh job motivation terhadap job performance, mengetahui affective commitment memoderasi pengaruh ability utilization terhadap job performance serta untuk mengetahui affective commitment memoderasi pengaruh job motivation terhadap job performance. Pada penelitian ini yang menjadi variabel bebas (independent variable) yaitu variabel Ability Utilization (X1) dan job motivation (X2) sementara yang menjadi variabel terikat (dependent variable) atau variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas yaitu Job Performance (Y) dan variabel moderasi Affective commitment (z). Penelitian dilakukan di Kabupaten Banjarnegara. Metode penelitian ini adalah metode survey explanatory. Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh job motivation terhadap job performance, dibuktikan dari Perbandingan antara keduanya menghasilkan: thitung > ttabel (5.801> 1,960). Nilai signifikansi t untuk variabel job motivation adalah 0.036 dan nilai tersebut lebih kecil daripada probabilitas 0.05 (0,000 < 0,05). Dalam pengujian ini menunjukkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Affective commitment memoderasi Pengaruh ability utilization terhadap job performance, dibutikan dari nilai pengaruh langsung dari ability utilization terhadap job performance (a) = 0,115 atau 11.5 % lebih besar dari nilai pengaruh tidak langsung dari ability utilization terhadap job performance moderasi Affective commitment (bxc) = 0,0291 atau 2.91 %. Affective commitment memoderasi Pengaruh job motivation terhadap job performance, dibuktikan dari nilai pengaruh langsung dari ability utilization terhadap job performance (a) = 0,323 atau 32.3 % lebih besar dari nilai pengaruh tidak langsung dari job motivation terhadap job performance moderasi Affective commitment (bxc) = 0,0048 atau 0.48 %.Abstract. Employee performance can be stimulated by the organization through work motivation and welfare programs. Until now, the quality of human resources characterized by employee performance that is not optimal still becomes a problem. This research is to study local government at the present. In this HPO research, the independent variables were Ability Utilization (X1) and job motivation (X2) while the dependent variable was Job Performance and the moderator variable was affective commitment (z). The research was conducted at Government Agencies in Banjarnegara Regency. This research used explanatory survey method. The results show that job motivation influences job performance. It is proven by the comparison between the two variables that generates: t count > t table (5.801 > 1.960). t significance for job motivation variable is 0.036 and it is smaller compared to the 0.05 probability (0.000 < 0.05). The test shows that Ha is accepted and Ho is rejected. Affective commitment moderates the influence of ability utilization on job performance. It is proven by the direct influence of ability utilization on job performance [2] = 0.115 or 11.5 % that is larger than the indirect influence of ability utilization on job performance’s moderator, affective commitment (bxc) = 0.0291 or 2.91 %. Affective commitment moderates the influence of job motivation on job performance. It is proven by the direct influence of job motivation on job performance = 0.323 or 32.3 % that is larger than the indirect influence of job motivation on job performance’s moderator, affective commitment (bxc) = 0.0048 or 0.48 %.
2501327989I1I017008HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN MEMBACA LABEL GIZI DAN POLA KONSUMSI MAKANAN KEMASAN DENGAN STATUS GIZI REMAJA DI SMA NEGERI 1 SOKARAJALatar Belakang: Kurangnya perhatian seseorang dalam membaca label gizi makanan kemasan dapat mengganggu kesehatan seperti kejadian status gizi lebih. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap penggunaan label gizi makanan kemasan adalah pengetahuan konsumen. Faktor lain yang berkontribusi secara langsung terhadap status gizi lebih adalah pola konsumsi makanan kemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan membaca label gizi dan pola konsumsi makanan kemasan dengan status gizi remaja di SMA Negeri 1 Sokaraja.

Metode: Desain penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional, jumlah sampel 94 orang diambil secara stratified random sampling. Tingkat pengetahuan membaca label gizi diukur dengan kuesioner dan pola konsumsi makanan kemasan dengan metode Food Frequency Questionnaire. Analisis data menggunakan uji Chi Square.

Hasil penelitian: Sebanyak 67% responden berjenis kelamin perempuan dan sebanyak 34% berusia 16 tahun. Berdasarkkan status gizi, sebanyak 76,6% status gizi normal, 34% responden memiliki tingkat pengetahuan membaca label gizi tidak baik dan sebanyak 50% responden memiliki pola konsumsi makanan kemasan tidak baik. Hasil uji Chi Square menunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan membaca label gizi (p=0,511) dan pola konsumsi makanan kemasan (p=0,159) dengan status gizi.

Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan membaca label gizi dan pola konsumsi makanan kemasan dengan status gizi.

Kata Kunci: Status gizi, pengetahuan membaca label gizi, pola konsumsi makanan kemasan.
Background: Lack of attention to someone in reading nutritional labels on packaging food can interfere health such as the incidence of over nutritional. One of the influential factors in the use of nutritional labels on packaging food is consumer knowledge. Another factor that directly contributes the nutritional status is consumption pattern of packaged food. This study aimed to determine the correlation between the level of knowledge reading nutrition labels and consumption patterns of packaged food with adolescents nutritional status in senior high school 1 Sokaraja.

Methods: The design of this research was observational with a cross sectional approach, a sample of 94 people taken by stratified random sampling. The level of knowledge reading nutrition labels was measured by a questionnaire and consumption patterns of packaged food using the Food Frequency Questionnaire method. The data was analyzed by Chi Square test.

Results: 67% of the respondents were female and 34% were 16 years old. Based on nutritional status, 76.6% of normal nutritional status, 34% of respondents had a level of knowledge of reading nutrition labels was not good and 50% of respondents had consumption pattern of packaged food was not good. The results of Chi Square test showed that there was no correlation between the level of knowledge of reading nutritional labels (p = 0.511) and consumption patterns of packaged food (p = 0.159) with nutritional status.

Conclusion: there was no correlation between the level of knowledge reading nutrition labels and consumption patterns of packaged food with nutritional status.

Keywords: Nutritional status, knowledge of reading nutrition labels, consumption patterns of packaged food.
2501427971C1A015065ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FERTILITAS DI DESA PAGERAJI KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMASTujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi fertilitas di Desa Pageraji Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas, yang dilihat berdasarkan pendidikan, pendapatan keluarga, usia kawin pertama, dan penggunaan alat kontrasepsi, serta mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap fertilitas di Desa Pageraji Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Metode deskriptif kuantitatif adalah penelitian yang digunakan untuk menggambarkan kondisi-kondisi secara fakta, karakteristik populasi tertentu, dimana dalam memperoleh data dari responden menggunakan kuesioner. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi uji asumsi klasik dan analisis two way annova. Hasil penelitian dan analisis data menunjukan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara pendidikan, pendapatan dan usia kawin pertama terhadap fertilitas dengan nilai signifikansi secara berturut-turut 0,000, 0,000, 0,046 dan nilai t hitung 6,027, 3,633, dan -2,201 karena signifikansi lebih kecil dari 0,05 dan t hitung lebih besar dari t tabel. Sedangkan tidak terdapat pengaruh signifikan antara penggunaan alat kontrasepsi terhadap fertilitas dengan nilai signifikansi 0,270 dan t hitung -0,980 karena signifikansi lebih besar dari 0,05 dan t hitung kurang dari t tabel. Secara simultan (bersama-sama) terdapat pengaruh signifikan antara pendidikan, pendapatan, usia kawin pertama dan penggunaan alat kontrasepsi terhadap fertilitas dengan nilai F hitung 225,878. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap fertilitas di Desa Pageraji Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas adalah pendidikan.The purpose of this study is to analyze the factors that affect fertility in Pageraji Village, Cilongok District, Banyumas Regency, based on education, family income, age of first marriage, and use of contraception, and determine the factors that most influence fertility in Pageraji Village, Kecamatan Cilongok, Banyumas Regency. This type of research is quantitative research. Quantitative descriptive method is a study used to describe conditions in fact, the characteristics of certain populations, where in obtaining data from respondents using a questionnaire. Data analysis techniques in this study include classic assumption tests and multiple linear regression analysis. Based on the results shows that there is a significant influence between education, income and age of first marriage to fertility with a significance value of 0.000, 0.000, 0.046 and t count value 6.027, 3.633, and -2.201 because the significance is smaller than 0.05 and t arithmetic greater than t table. While there is no significant effect between the use of contraceptives on fertility with a significance value of 0.270 and t -0.980 because the significance is greater than 0.05 and t-count is less than t table. Simultaneously there is a significant influence between education, income, age of first marriage and the use of contraceptives on fertility with a calculated F value of 225.887. The results also showed that the most influential factor on fertility in Pageraji Village, Cilongok District, Banyumas Regency was education.
2501528026F1D014038POLITIK IMPLEMENTASI UNDANG UNDANG NOMOR 18 TAHUN 2017 TENTANG KEBIJAKAN PELINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIAPenelitian ini berjudul “Politik Implementasi Undang Undang Nomor 18 Tahun 2017 Tentang Kebijakan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia” memiliki tujuan untuk mendeskripsikan kebijakan pelindungan pekerja migran indonesia (PMI) undang undang tahun 2017 nomor 18 dan menjelaskan keterlibatan aktor-aktor politik dalam kebijakan pelindungan pekerja migran indonesia (PMI) undang undang tahun 2017 nomor 18.
Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dan perspektif behavioralisme dengan metode penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan studi kasus. Penelitian ini berlokasi di wilayah Kabupaten Banyumas dan DKI Jakarta. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi serta teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif. Sementara untuk keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data.
Hasil dari penelitian ini, yaitu Undang Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang pelindungan Pekerja Migran Indonesia tidak hanya dijadikan landasan aturan di pusat tetapi juga di tingkat daerah yaitu Kabupaten Banyumas. Implementasi Pelindungan Pekerja Migran di Kabupaten Banyumas dinilai lebih baik dilakukan oleh organisasi non pemerintah JWB oleh Seruni ketimbang pemerintah daerah sendiri walaupun seluruh aktor atau lembaga yang terlibat sudah berupaya semaksimal mungkin untuk melindungi PMI.
The title of this research is “Policy Act No 18 of 2017: Protection of Indonesian Migrant Worker”. This research aims to describe policy act no 18 of 2017: protection of Indonesian migrant worker and explain actors involvement in policy act no 18 of 2017: protection of Indonesian Migrant Worker. The actors are not only from Banyumas but could be from central government because of this act no 18 of 2017 is used all over country.
This research uses constructivism paradigm and behaviouralism perspective with qualitative method. This research uses case study approach and located in district Banyumas though some of the informants come from Jakarta because they are responsible to protect all migrant worker from district Banyumas. Purposive sampling and snowball sampling are the technique chosen for selecting all informants. Gathering all the data through the interview, observation, and documentation. For the data analysis and validity, this research uses interactive analysis technique and triangulation technique.
The result of this study is Act No 18 of 2017; Protection of Indonesian Migrant Worker isn’t only used in central government like in Jakarta but also in district Banyumas. Non Government Organization is considered doing better job protecting migrant worker than government itself. Though all people involved are already doing their best executing the act.
2501627975H1B015046ANALISIS KONFLIK LALU LINTAS DAN KAPASITAS WEAVING
MENGGUNAKAN METODE US-HCM 2000
STUDI KASUS UNDERPASS JENDERAL SOEDIRMAN
Pembangunan Underpass Jenderal Soedirman dilakukan untuk mengurangi kemacetan pada perlintasan sebidang yang berada di Jalan Jenderal Soedirman. Setelah dibangun underpass kemacetan dapat berkurang namun menimbulkan permasalahan baru yaitu konflik lalu lintas dan weaving. Konflik lalu lintas berpotensi terjadi karena dengan dibangunnya underpass geometrik jalan berubah menjadi simpang dengan tiga lengan pendekat yang dilengkapi dengan bundaran. Salah satu pergerakkan yang dapat berpotensi menyebabkan konflik lalu lintas adalah pergerakan weaving. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe konflik lalu lintas terjadi pada Underpass Jenderal Soedirman dengan menggunakan metode Time to Accident, mengetahui kapasitas weaving pada Underpass Jenderal Soedirman menggunakan metode US-HCM 2000, mengetahui hubungan konflik lalu lintas dan weaving pada Underpass Jenderal Soedirman, dan mendapatkan solusi permasalahan konflik lalu lintas dan weaving pada Underpass Jenderal Soedirman. Data primer yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah volume kendaraan, kecepatan kendaraan, jarak kendaraan dari suatu titik ke titik konflik, dan data geometrik jalan, sedangkan data sekunder yang dibutuhkan adalah data klasifikasi medan dan klasifikasi jalan.
Hasil penelitian konflik lalu lintas menunjukan bahwa tipe konflik lalu lintas yang paling dominan adalah konflik lalu lintas serius. Jumlah total konflik yang terjadi adalah 940 kejadian dengan 279 konflik lalu lintas serius dan 661 konflik lalu lintas tidak serius, dengan persentase konflik lalu lintas serius 29.68% dan konflik lalu lintas tidak serius 70.32%. Penelitian ini menunjukan bawah konflik lalu lintas yang terjadi pada Underpass Jenderal Soedirman dipengaruhi oleh kecepatan kendaraan saat mengalami konflik lalu lintas. Semakin tinggi kecepatan kendaraan maka potensi tingkat keseriusan konflik lalu lintas semakin tinggi. Hasil penelitian kapasitas weaving pada Underpass Jenderal Soedirman masih dapat menampung volume kendaraan yang melewati underpass, dapat dilihat dari volume kendaraan eksisting yaitu 3473 kendaraan/jam masih dapat ditampung oleh kapasitas weaving yang ada yaitu 6212 kendaraan/jam. Tingkat pelayanan jalan pada underpass dapat diketahui dari nilai density yaitu 22.29 pc/hour/lane yang menunjukkan bahwa tingkat pelayanan jalan pada Underpass Jenderal Soedirman adalah E, yaitu termasuk dalam keadaan buruk. Dari hasil analisis konflik lalu lintas dan weaving diperoleh hubungan antara keduanya yaitu sebanyak 9 kejadian konflik lalu lintas disebabkan oleh pergerakkan weaving pada waktu peak hour. Solusi yang didapatkan untuk mengatasi masalah konflik lalu lintas dan weaving adalah melakukan kebijakan overbodden satu arah dari Jalan Jenderal Soedirman menuju Jalan Stasiun untuk mengurangi konflik lalu lintas yang terjadi pada titik bundaran, serta meningkatkan kecepatan arus bebas untuk menurunkan nilai kerapatan kendaraan sehingga tingkat pelayanan jalan pada area weaving semakin baik.
The construction of Jenderal Soedirman Underpass was carried out to reduce the congestion at the Jenderal Soedirman Road level crossing. After being built, underpass congestion can be reduced. However, it raises new problems in traffic conflict and weaving. Traffic conflict has potential to occur since the construction of the underpass created a new three-way junction including a roundabout. One of the vehicle movements that can potentially cause traffic conflict is weaving. The purposes of this research are determining types of traffic conflict that occur at the Jenderal Soedirman’s Underpass considering Time to Accident method, determining weaving capacity at the Jenderal Soedirman Underpass using the US-HCM 2000 method, determining the relationship between traffic conflict and weaving at the Jenderal Soedirman Underpass, and getting solutions for traffic conflict and weaving at Jenderal Soedirman's Underpass. Primary data needed in this study are traffic volume, vehicle speed, vehicle distance from a point to point of conflict, and road geometric data, while secondary data needed are terrain classification data and road classification.
The results of traffic conflict analysis show that the most dominant type of traffic conflict was serious. The total number of conflict that occurred was 940 incidents with 279 serious traffic conflict and 661 non-serious traffic conflict, with the percentage of serious traffic conflict was 29.68% and 70.32% non-serious traffic conflict. This research shows that the traffic conflict that occurred at Jenderal Soedirman Underpass was influenced by the speed of the vehicle when experiencing traffic conflict. The higher the speed of the vehicle, the higher the potential level of seriousness of traffic conflict. Resulting from weaving capacity analysis, Jendral Soedirman Underpass can still accommodate the volume of vehicles passing through the underpass, it can be seen from the existing vehicle volume of 3473 vehicles/hour that can still be accommodated by the existing weaving capacity of 6212 vehicles/hour. Level of road service at the underpass can be known from the density value of 22.29 pc/hour/lane which shows that the level of road service at the Jenderal Soedirman Underpass is E, which is included in a bad state. Referring from traffic conflict and weaving analysis, it can be obtained tthat there is a relationship between the two, There was 9 accident of traffic conflict caused by weaving movements during peak hour. This problem can be alternatively solved by applying a road overbodden. The traffic from Jendral Soedirman road to Station road is set to be a one way traffic in order to reduce the conflict from circle point. Another raised solution is by increasing free flow spedd to decrease the vehicle density so the road’s level of service is getting better.

2501726940C1C013138FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PADA UMKM DI KABUPATEN PURBALINGGAPenelitian ini merupakan penelitian survei pada kualitas laporan keuangan dari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. UMKM yang diteliti berada di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini mengambil judul: “Faktor-Faktor Yang Menpengaruhi Kualitas Laporan Keuangan Pada UMKM Di Kabupaten Purbalingga”.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui skala usaha, umur usaha, pelatihan akuntansi dan system pengendalian internal terhadap kualitas laporan keuangan UMKM.Populasi dalam penelitian ini adalah semua usaha mikro, kecil dan menengah di Kabupaten Purbalingga. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 100 responden. Cluster Sampling Method digunakan dalam penentuan responden.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) menunjukkan bahwa: (1) Skala usaha berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan, (2) Umur usaha tidak berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan, (3) Pelatihan akuntansi tidak berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan, dan (4) Sistem pengendalian internal berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan.
This research is a survey research on the quality of financial statements from Micro, Small and Medium Enterprises. The SMEs studied were in Purbalingga Regency. This study takes the title: "Factors That Influence the Quality of Financial Statements at SMEs in Purbalingga Regency". The purpose of this study was to determine the scale of business, business age, accounting training and internal control systems on the quality of MSME financial statements. The population in this study are all micro, small and medium enterprises in Purbalingga Regency The number of respondents taken in this study was 100 respondents. Cluster Sampling Method is used in determining respondents.
Based on the results of research and data analysis using SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) shows that: (1) Business scale has a positive effect on the quality of financial statements, (2) Business age does not have a positive effect on the quality of financial statements, (3) Accounting training does not have a positive effect on the quality of financial statements, and (4) the internal control system has a positive effect on the quality of financial statements.
2501827977H1C015028GEOLOGI DAN ANALISIS DAYA DUKUNG TANAH PADA PEMBUATAN JALUR KERETA CEPAT JAKARTA-BANDUNG KM 95 - KM 96 KABUPATEN BANDUNG BARATKereta cepat Bandung- Jakarta sepanjang 141 kilometer mulai dilaksanakan pembangunannya oleh Pemerintah bekerjasama dengan investor asing. Pembangunan Konstruksi mulai dikerjakan sejak 2018. Hal tersebut menuntut penulis mengkaji keadaan geologi dan sifat tanah dasar di sekitar pembangunan jalur rel cepat tersebut berada di koordinat 761620mE - 772680mE dan 9255096mS - 9246796mS. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan analisis dari sifat keteknikan tanah yang meliputi Berat jenis tanah, Batas Atterberg, dan Direct shear kemudian untuk mendapatkan nilai daya dukung tanahnya menggunakan metode Terzaghi. Adapun hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa pada daerah tersebut litologi yang mendominasi adalah breksi, batupasir dan batulempung. Proses pengendapan berlangsung berkisar dari kala Miosen Atas menuju plistosen dan diikuti proses-proses geologi higga saat ini yang membentuk morfologi seperti sekarang yang berupa satuan perbukitan struktural berlereng terjal (S9), dan satuan Perbukitan vulkanik berlereng curam (V6). Pada daerah penelitian terdapat juga lipatan. Dari karakteristik geologi tersebut dapat dikorelasikan dengan analisis kapasitas dukung tanah terhadap pembuatan jalur cepat Jakarta-Bandung KM95-KM96 di daerah Cikalong wetan.

The 141-kilometer Bandung-Jakarta high speed train will begin construction by the Government in cooperation with foreign investors. Construction Construction began in 2018. It requires the author to study the geological conditions and the nature of the subgrade around the construction of the fast track at 761620mE - 772680mE and 9255096mS - 9246796mS. The method used is to analyze the nature of soil engineering which includes soil density, Atterberg Limit, and Direct Shear then to get the carrying capacity of the soil using the theory of Terzaghi .
The results of this study found that in the area the dominant lithology was breccias, sandstones and claystones. The sedimentation process took place ranging from the Upper Miocene to the plistocene and was followed by the geological processes currently forming morphology as it is now in the form of a steep hilly slope structural unit (S9), and a steep slope volcanic hill unit (V6). In the study area there are also folds. From these geological characteristics, it can be correlated with the analysis of the carrying capacity of the land to the Jakarta-Bandung fast track KM95-KM96 in the Cikalong wetan.

2501928845A1A016054ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP BAURAN PEMASARAN TOMAT CHERRY (Studi Kasus Pada PT Hidroponik Agrofarm Bandungan Semarang)PT Hidroponik Agrofarm Bandungan (HAB) merupakan perusahaan di bidang pertanian yang terletak di Kabupaten Semarang. Salah satu produk unggulan yang dimiliki adalah Tomat Cherry. Tomat Cherry saat ini menjadi salah satu komoditi yang digemari oleh masyarakat, hal tersebut menjadikan PT Hidroponik Agrofarm Bandungan untuk senantiasa berusaha meningkatkan kinerja dan pelayanannya agar dapat bersaing secara kompetitif dengan perusahaan sejenis lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menganalisis tingkat kepuasan konsumen terhadap bauran pemasaran produk Tomat Cherry PT HAB, 2) Menganalisis tingkat kepentingan dan tingkat kinerja atribut bauran pemasaran Tomat Cherry PT HAB, dan 3) Menentukan strategi untuk perusahaan dalam meningkatkan kepuasan konsumen produk Tomat Cherry PT HAB.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Febuari hingga Maret 2020. Penelitian ini dilakukan dengan ukuran sampel sebesar 100 responden secara accidental sampling. Responden yang dituju adalah konsumen produk tomat cherry yang melakukan pembelian produk di Kios Granari Fresh. Metode analisis yang digunakan adalah Customer Satisfication Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA).
Hasil penelitian menunjukkan: 1) Tingkat kepuasan konsumen terhadap bauran pemasaran tomat cherry adalah sebesar 83,91% berada pada kategori sangat puas, 2) Atribut yang memiliki prioritas tinggi untuk diperbaiki adalah ketersediaan lahan parkir dan kemudahan mengakses lokasi, dan 3) Peningkatan kepuasan konsumen dapat dilakukan dengan menyediakan lahan parkir khusus pengunjung Kios Granari Fresh serta membuat papan nama kios yang dilengkapi dengan pencahayaan dan informasi mengenai jam operasional kios serta menempatkannya di luar lokasi kios atau di gerbang utama kompleks sekolah Theresiana.
PT Hidroponik Agrofarm Bandungan (HAB) is a company in agriculture which is located in Semarang Regency. One of the excellent products it has is Cherry Tomato. Cherry Tomato is currently one of the commodities favored by the public, this makes PT Hidroponik Agrofarm Bandungan to always try to improve its performance and services in order to compete competitively with other similar companies. This study aims to: 1) Analyze the level of consumer satisfaction with the marketing mix of Cherry Tomato PT HAB products, 2) Analyze the level of importance and level of performance attributes of the Cherry Tomato PT HAB marketing mix attribute, and 3) Determine the strategy for the company in increasing consumer satisfaction of Cherry Tomato products PT HAB.
The method used in this research is the case study method. This research was conducted in February to March 2020. This research was conducted with a sample size of 100 respondents by accidental sampling. The intended respondents were consumers of cherry tomato products who purchased products at the Granari Fresh Store. The analytical method used is the Customer Satisfication Index (CSI) and Importance Performance Analysis (IPA).
The results showed: 1) The level of consumer satisfaction with the cherry tomato marketing mix was 83.91% in the very satisfied category, 2) Attributes that had high priority to be improved were the availability of parking lots and ease of accessing locations, and 3) Increased consumer satisfaction can be done by providing a special parking space for visitors to the Granari Fresh Store and making a store nameplate that is equipped with a lighting and information about operating hours and placing it outside the store location or at the main gate of the Theresiana school complex.
2502027976H1B015042ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN JALAN DENGAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) DAN PENGARUHNYA TERHADAP KECEPATAN KENDARAAN (Studi Kasus: Ruas Jalan Ajibarang - Secang)Penilaian suatu kondisi jalan menjadi salah satu perhatian penting sebagai tindakan dalam pemeliharaan dan perbaikan. Pemeliharaan dan perbaikan ruas jalan bertujuan agar kendaraan dapat melintas dengan aman dan nyaman tanpa adanya gangguan. Salah satu permasalahan yang terjadi pada perkerasan jalan yaitu kerusakan jalan. Hal ini menjadi perhatian karena dapat berakibat pada penurunan kualitas jalan. Penurunan kualitas jalan salah satunya ditunjukkan dengan adanya penurunan kecepatan kendaraan. Penelitian ini menganalisis jenis dan tingkat kerusakan jalan yang terjadi dengan metode Pavement Condition Index (PCI) serta penanganannya untuk setiap jenis kerusakan pada Ruas Jalan Ajibarang - Secang segmen Simpang 3 Jalan Kalibagor SokarajaSimpang 3 Jalan Suwarjono. Dari tingkat kerusakan yang didapat dicari hubungan pengaruh tingkat kerusakan jalan terhadap kecepatan kendaraan dengan metode regresi. Hasil penilaian kondisi jalan menunjukkan bahwa nilai PCI rata-rata yang diperoleh pada ruas Jalan Ajibarang - Secang segmen Simpang 3 Jalan Kalibagor Sokaraja - Simpang 3 Jalan Suwarjono sebesar 59,4 dengan kondisi baik. Berdasarkan nilai PCI tersebut, maka jenis pemeliharaan yang sesuai untuk segmen ruas jalan ini adalah program pemeliharaan rutin. Kecepatan kendaraan rata-rata yang melintas sebesar 30,99 km/jam. Penurunan kecepatan rata-rata kendaraan tidak hanya dipengaruhi oleh tingkat kerusakan jalan yang terjadi akan tetapi juga dipengaruhi oleh land use/tata guna lahan pada suatu ruas jalan. Hasil analisis pengaruh tingkat kerusakan jalan terhadap kecepatan kendaraan rata-rata pada Ruas Jalan Ajibarang - Secang segmen Simpang 3 Jalan Kalibagor Sokaraja - Simpang 3 Jalan Suwarjono didapatkan persamaan regresi Kecepatan=0,0008(PCI)^3-0,1157(PCI)^2+5,5099(PCI)-51,1720 dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,7381. The assessment of a road condition is one of the important concerns engaging road maintenance and repair. Road maintenance and repair of road sections aims to ensure that vehicles can pass safely and comfortably without interference. One problem that occurs in road pavement is road distress. This problem takes part in declining the quality of the road. One of the decreases in the quality of the road is indicated by a decrease in vehicle speed. This study analyzes type and level of occured road distress using the Pavement Condition Index (PCI) method and its handling for each type of damage to the Ajibarang - Secang Road segment of 3 Ways Junction Kalibagor Sokaraja Road - 3 Ways Junction Suwarjono Road. Resulting from damage level analysis, it is expected to the relationship between level of damage and vehicle average speed. The results of the assessment of the road conditions show that the average PCI value obtained on the Ajibarang - Secang segment of 3 Ways Junction Kalibagor Sokaraja Road - 3 Ways Junction Suwarjono Road is 59.4 with good condition. Based on the PCI value, the type of maintenance that is suitable for this segment of the road section is a routine maintenance program. The average vehicle speed that passes is 30.99 km/hour. Decreasing the average vehicle is not only influenced by the level of road damage but also influenced by land use on a road section. The results of the analysis of the influence of the level of road damage to the average vehicle speed on the Ajibarang - Secang Road segment of 3 Ways Junction Kalibagor Sokaraja Road - 3 Ways Junction Suwarjono Road obtained the equation is Speed=0,0008(PCI)^3-0,1157(PCI)^2+5,5099(PCI)-51,1720 with determination coeficient (R2) is 0,738.