Artikelilmiahs

Menampilkan 24.961-24.980 dari 50.309 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2496127929F1A015007PEREMPUAN BERHIJJAB DAN PERAWATAN WAJAH
(STUDI TENTANG PEREMPUAN BERHIJJAB YANG MELAKUKAN PERAWATAN WAJAH DI
BEAUTY CENTER PURWOKERTO)
Penelitian ini antara lain bertujuan sebagai berikut: Pertama, mendeskripsikan upaya yang dilakukan oleh mahasiswa ber-hijjab dalam melakukan perawatan wajah di beauty center Purwokerto. Kedua, mendeskripsikan pandangan mahasiswa ber-hijjab tentang hijjab, konsep cantik, dan perawatan wajah serta perawatan wajah yang dilakukan oleh mahasiswa ber-hijjab. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Lokasi penelitian yaitu di tiga perguruan tinggi di Purwokerto yaitu IAIN, UMP dan UNSOED. Hasil penelitian ini menemukan bahwa saat ini hijjab sudah dianggap sebagai trend dan kebutuhan khususnya bagi mahasiswa perempuan muslim. Banyaknya model hijjab mendorong mahasiswa untuk membeli hijjab sesuai dengan model trend hijjab yang sedang naik daun, seperti pashmina, khimar, dan segi empat yang berbagai merk. Konsep cantik yang berkembang saat ini terutama pada kalangan mahasiswa yang berhijjab, kecantikan perempuan tidak hanya bisa terlihat dari penampilan fisik saja, tetapi juga kecantikan dilihat dari dalam diri seseorang, oleh karena itu kecantikan dari luar dan kecantikan dari dalam harus balance antara satu sama lain. Penampilan cantik adalah hal yang selalu diinginkan oleh setiap perempuan. Perawatan kecantikan saat ini sudah banyak kita temui, salah satunya adalah Mahasiswa sebagai salah satu konsumen produk kecantikan perawatan wajah memiliki tujuan yang beragam untuk melakukan perawatan wajah di klinik kecantikan. Mahasiswa datang ke klinik kecantikan dengan tujuan untuk menghilangkan keluhan mereka terhadap kulit wajah agar wajah terlihat bersih, bebas dari komedo, dll sesuai keinginan mereka. Peneliti juga menemukan beragam pengeluaran atau budget untuk membeli produk krim kecantikan atau jenis perawatan wajah, mulai dari Rp 90.000 hingga lebih dari Rp 1.500.000 untuk setiap bulannya tergantung kebutuhan. This research aims as follows: First, it describes the efforts made by hijjab students in performing facial treatments at the Purwokerto beauty center. Secondly, it describes the views of hijab students about hijab, beautiful concepts, and facials and facial treatments performed by hijab students. This research uses descriptive qualitative research methods with data collection techniques using interviews, observation and documentation. The research locations are at three universities in Purwokerto, namely IAIN, UMP and UNSOED. The results of this study found that headscarves are now considered a trend and a necessity especially for Muslim female students. The many models of hijjab encourage students to buy hijjab in accordance with the hijjab trend models that are on the rise, such as pashmina, khimar, and rectangles of various brands. The concept of beauty that is developing at this time, especially among students who wear hijab, women's beauty can not only be seen from physical appearance, but also beauty seen from within a person, therefore beauty from the outside and beauty from inside must balance between one another. Beautiful appearance is something that is always desired by every woman. We have met many beauty treatments, one of which is that students as one of the consumers of face care beauty products have a variety of purposes for doing facial treatments in beauty clinics. Students come to the beauty clinic with the aim to eliminate their complaints about facial skin so that the face looks clean, free from blackheads, etc. as they wish Researchers also found various expenses or budgets to buy beauty cream products or types of facial treatments, ranging from Rp. 90,000 to more than Rp. 1,500,000 for each month depending on needs.
2496227931G1B015035PERBEDAAN KEKUATAN TARIK PERLEKATAN RESIN KOMPOSIT ANTARA APPLE CIDER VINEGAR DANASAM FOSFAT 37%
SEBAGAI BAHAN ETSA PADA ENAMEL
Direct veneer merupakan lapisan tipis yang dibuat langsung di dalam rongga mulut pasien terbuat dari bahan restorasi sewarna gigi untuk tujuan estetika. Resin komposit dipilih sebagai bahan restorasi karena memiliki kelebihan dibandingkan dengan bahan restorasi lainnya. Prinsip dasar ikatannya dengan gigi adalah secara mikromekanik (micromechanical-interlocking), yaitu dari mikroporositas dan resin tag yang terbentuk di permukaan enamel yang telah dietsa. Etsa dilakukan untuk menghilangkan smear layer dan menghasilkan mikroporositas serta resin tag sebagai tempat penetrasi bahan bonding. Bahan etsa yang sering digunakan yaitu asam fosfat 37%, namun penggunaan asam fosfat 37% menyebabkan iritasi pulpa. Apple Cider Vinegar (ACV) yang terdiri dari asam lemah memiliki potensi sebagai bahan alternatif etsa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan kekuatan tarik perlekatan resin komposit antara ACV dan asam fosfat 37% sebagai bahan etsa enamel. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris. Penelitian ini menggunakan sampel 18 gigi premolar satu rahang atas yang dibagi menjadi 2 kelompok secara acak. Setiap kelompok terdiri dari 9 sampel. Kelompok 1: kelompok perlakuan menggunakan etsa ACV dan Kelompok 2: Kelompok kontrol menggunakan etsa asam fosfat 37%. Pengujian kekuatan tarik dilakukan menggunakan Universal Testing Machine. Uji Independent T-Test menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan kekuatan tarik pada kedua kelompok dengan nilai p > 0,05. Tidak terdapat perbedaan yang bermankna antara gigi yang dietsa menggunakan ACV dan asam fosfat 37%, sehingga ACV dapat digunakan sebagai alternatif pengganti asam fosfat 37%.A direct veneer is a thin layer that is made directly inside the patient’s oral cavity made from tooth-colored restorative material for aesthetic purposes. Composite resin was chosen as restoration materials because they have advantages compared to other restoration materials. The basic principle is an adhesive (micromechanical-interlocking) restoration, which is from resin tags and microporosity on the etched surface of the enamel. The etching is to clean the smear layer and forming porous and resin tag as a place to the penetration of bonding. The acidic etching material that is often used is 37% phosphoric acid, but 37% of phosphoric acid can cause pulp irritation. Apple Cider Vinegar (ACV) composed of weak acids that have the potential to be an alternative to acid etching. The aim of the study is to determine the tensile bond strength difference of composite resin between ACV and 37% phosphoric acid as an etching agent in enamel. In the study, 18 human maxilla first permanent premolar were divided into 2 groups. Group 1: the treatment group with 37% phosphoric acid etching and group 2: the control group with ACV etching. Tensile bond strength was tested using a Universal Testing Machine. Independent T-Test showed no significant difference in tensile strength between 2 groups with p>0,05. There was no significant difference between teeth etched with ACV and 37% phosphoric acid, so ACV can be used as an alternative to 37% phosphoric acid.
2496328917D1A016192Prospek dan Kendala Pengembangan Usaha Ternak Domba di Kecamatan Cilongok, BanyumasPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui propsek dan kendala usaha ternak domba dan mengkaji upaya pengembangan peternakan domba di Kecamatan Cilongok. Sasaran penelitian adalah peternak dan usaha peternakan domba di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Pengambilan sampel wilayah dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Jumlah responden penelitian sebanyak 56 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prospek usaha ternak domba di wilayah Cilongok cukup baik dengan didukung Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai, lahan yang luas, limbah pertanian melimpah, sarana dan prasarana tersedia. Kendala usaha ternak domba di wilayah Cilongok yaitu usaha bersifat sambilan, pemeliharaan tradisional, pemahaman teknologi kurang, pemasaran masih bersifat konvensional, kelembagaan peternak kurang aktif, dan petugas penyuluh jarang memberikan sosialisasi tentang budidaya ternak domba. Strategi yang dapat dilakukan dalam pengembangan usaha ternak domba di Kecamatan Cilongok yaitu 1) melakukan perencanaan budidaya dan penerapan teknologi pengolahan hijauan, 2) peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan dan penyuluhan dalam dibidang usaha ternak domba, 3) peternak berkunjung atau magang ke daerah penghasil domba, 4) peternak membuat kelompok untuk meningkatkan komunikasi dan kerjasama. This study aims to determine the prospects and constraints of the sheep business and examine efforts to develop sheep farms in the District of Cilongok. The target of the research is the breeder and sheep breeding business in Cilongok District, Banyumas Regency. The research method used was a survey method. Sampling of the area is done intentionally (purposive sampling). The number of research respondents was 56 people. The results showed that the business prospects of sheep livestock in the Cilongok region were quite good with the support of adequate Human Resources (HR), large tracts of land, abundant agricultural waste, facilities and infrastructure available. The constraints of the sheep business in the Cilongok area are sideline businesses, traditional maintenance, lack of technological understanding, marketing is still conventional, institutional farmers are less active, and extension workers rarely provide information about sheep farming. The strategies that can be carried out in the development of sheep business in the District of Cilongok are 1) conducting cultivation planning and application of forage processing technology, 2) improving the quality of human resources through training and counseling in the sheep business, 3) visiting farmers or apprenticing to sheep-producing areas, 4) breeders create groups to improve communication and cooperation.
2496427930H1D014074ANALISIS KINERJA PLAYANAN BUS RAPID TRANSIT TRANS JATENG KORIDOR 1 RUTE PURWOKERTO-PURBALINGGA MENGGUNAKAN METODE IPA (IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS) DAN METODE CSI (CUSTOMER SATISFACTION INDEX)Kualitas pelayanan merupakan aspek yang sangat berpengaruh terhadap pilihan penggunaan jasa transportasi. Dengan melihat pelayanan yang diberikan, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan dan tingkat kepentingan pengguna angkutan BRT terhadap pelayanan angkutan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng berdasarkan atribut pelayanan yang berpengaruh terhadap tingkat kinerja, tingkat kepentingan dan kepuasan pengguna angkutan BRT dengan menggunakan metode IPA (Importance Performance Analysis) dan CSI (Customer Satisfaction Index). Melalui survei penelitian menggunakan kuesioner terhadap 350 responden, hasil pengujian m¬enggunakan metode IPA (Importance Performance Analysis) mendapatkan atribut pelayanan yang berpengaruh langsung terhadap tingkat kinerja dan harapan. Berdasarkan diagram kartesius, atribut yang masuk pada kuadran I adalah atribut yang kinerjanya perlu diperbaiki dan ditingkatkan, kuadran II adalah atribut yang perlu dipertahankan kinerjanya, kuadran III adalah atribut yang memiliki prioritas rendah dan kuadran IV adalah atribut yang dianggap kurang penting tetapi kinerjanya sudah sangat baik. Pengujian menggunakan metode CSI (Customer Satisfaction Index) mendapatkan nilai kepuasan secara menyeluruh terhadap pengguna angkutan sebesar 71,6% yang menunjukkan bahwa indeks kepuasan berada pada kategori puas.Service quality is a very influential aspect of transportation services choice. This study aims to determine the level of satisfaction and the level of importance of BRT transport users to the Central Java Bus Rapid Transit (BRT) Transit service based on service attributes that affect the level of performance, the level of interest and satisfaction of BRT transport users using the IPA (Importance Performance Analysis) method and CSI (Customer Satisfaction Index). Data collection uses questionnaire survey with 350 respondents.Resulting from IPA (Importance Performance Analysis) method, some service attributes that directly affect the level of performance and expectations are identified. Based on the Cartesian diagram, the attributes come under quadrant I are those that need to be upgraded and improved. The atributes in quadrant II are the attributes that need to be maintained, quadrant III is an attribute that has a low priority. Whilst atributes in quadrant IV are the attributes considered less important but their performance are very good. An examination using the CSI (Customer Satisfaction Index) method found an overall satisfaction value of transport users by 71.6% which showed that the satisfaction index is in the satisfied category.
2496527933F1C014049Sosialisasi Pengelolaan Aplikasi Si Madu (Sistem Manajemen Aduan)
Oleh Humas DPRD Kabupaten Banyumas
Humas pemerintah bertugas untuk berkomunikasi dengan masyarakat agar mempelajari, mengamati tentang aspirasi dan keinginan masyarakat. Dalam melakukan tugasnya, Humas DPRD Banyumas membuat sebuah aplikasi Si Madu (Sistem Manajemen Aduan) untuk mempermudah melakukan komunikasi dengan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan sosialisasi pengelolaan aplikasi Si Madu oleh Humas DPRD Banyumas. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah Humas DPRD Kabupaten Banyumas. Penentuan subjek ini menggunakan teknik purposive sampling.
Dari hasil wawancara dan pengolahan data maka peran Humas DPRD Banyumas dalam sosialisasi aplikasi Si Madu adalah sebagai pelaksana / implementator untuk memperkenalkan adanya aplikasi aduan baru di Kabupaten Banyumas dan dilibatkan secara langsung. Humas DPRD Banyumas melakukan tahapan-tahapan seperti identifying, planning, comunicating, dan evaluating dalam sosialisasi pengelolaan aplikasi Si Madu.
The Public Relations Department from Banyumas Regional House of Representatives have an assignment to communicate with the Banyumas people about learning and observing people's aspirations and demands. In carrying out their duties, the Public Relations Department from Banyumas Regional House of Representatives made an application Si Madu (Sistem Manajemen Aduan). The purpose of this research is to describe the Public Relations Department from Banyumas Regional House of Representatives in managing the socialization Si Madu mobile application. This research is using descriptive qualitative research methods. The subject of this research was The Public Relations Department from Banyumas Regional House of Representatives. The technique used for determinating the subject for this research is using a purposive sampling technique.
From the results of interviews and data processing in this research, the role of The Public Relations Department from Banyumas Regional House of Representatives in managing the Si Madu mobile application is as the implementer to introduce the existence of a new mobile application to people of Banyumas Regency while directly involved. The Public Relations Department from Banyumas Regional House of Representatives using methods such as identifying, planning, communicating, and evaluating as the steps for managing socialization the Si Madu mobile application.
2496627935C1M014051PENGARUH TEMAN SEBAYA, FASILITAS BELAJAR, DAN DISIPLIN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS XI IPS MAN 2 BANYUMASAbstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) pengaruh teman sebaya terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPS MAN 2 Banyumas; (2) pengaruh fasilitas belajar terhadap hasil belajarsiswa kelas kelas XI IPS MAN 2 Banyumas; (3) pengaruh disiplin belajar terhadap hasil belajar kelas XI IPS MAN 2 Banyumas.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif karena dalam prosesnya menggunakan pengolahan angka. Populasi mengunakan kelas XI IPS 2 Banyumas terdiri dari 5 kelas sebayak 213 siswa pada tahun ajaran 2019/2020. Teknik pengambilan sampling yaitu simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 139 responden.
Hasil penelian ini adalah : (1) Teman sebaya berpengaruh positif terhadap hasil belajar Ekonomi siswa kelas XI IPS MAN 2 Banyumas. Hal ini ditunjukan dengan responden memberikan pernyataan setuju pada pernyataan teman sebaya; (2) Fasilitas belajar berpengaruh positif terhadap hasil belajar Ekonomi siswa kelas XI IPS MAN 2 Banyumas. Hal ini tunjukkan dengan banyaknya responden memberikan jawaban setuju pada pernyataan fasilitas belajar; (3) Disiplin belajar berpengaruh positif terhadap hasil belajar Ekonomi siswa kelas XI IPS MAN 2 Banyumas. Hal ini dapat ditunjukkan dengan jawaban responden yang menyatakan setuju pada disiplin belajar.
Abstract
This study aims to analyze: (1) the influence of peers on student learning outcomes in class XI IPS MAN 2 Banyumas; (2) the effect of learning facilities on the learning outcomes of class XI IPS MAN 2 Banyumas students; (3) the effect of learning discipline on class learning outcomes XI IPS MAN 2 Banyumas.
This research is a quantitative descriptive study because in the process it uses number processing. The population uses Banyumas IPS 2 class XI consisting of 5 classes of 213 students in the 2019/2020 school year. The sampling technique is simple random sampling with a total sample of 139 respondents.
The results of this study are: (1) Peers have a positive effect on the learning outcomes of students of class XI IPS MAN 2 Banyumas. This is indicated by the respondent giving a statement agreeing on the statement of peers; (2) Learning facilities have a positive effect on the learning outcomes of students of class XI IPS MAN 2 Banyumas. This shows with the number of respondents giving answers agree on the statement of learning facilities; (3) Learning discipline has positive effect on the learning outcomes of students of class XI IPS MAN 2 Banyumas. This can be shown by the answers of respondents who agree with the discipline of learning.
Keywords: peers, learning failure, learning discipline, student learning outcomes.
2496728918J1A016033Adult Colonization in Jan Payne's My Treasury of Aesop Fables (2015)Penjajahan oleh orang dewasa merupakan dominasi orang dewasa atas anak-anak, terutama dalam karya sastra. Penjajahan ini terjadi ketika cerita anak-anak didominasi oleh pengarang dewasa. Dalam cerita tersebut, orang dewasa bisa menyampaikan atau menginterpretasi apapun tentang anak-anak dan dunia anak-anak, termasuk memaksakan nilai kepada mereka. Disisi lain, anak-anak dibiarkan tidak memiliki suara atas diri mereka sendiri. Sebagai hasilnya, anak-anak ditempatkan sebagai pihak inferior di mata orang dewasa. Penjajahan terhadap anak-anak sering kali diabaikan. Salah satu contoh penjajahan oleh orang dewasa dalam cerita anak-anak popular terdapat di Jan Payne’s My Treasury of Aesop Fables (2015). Dalam menganalisis penjajahan oleh orang dewasa di dalam fable tersebut, penelitian ini menggunakan teori poskolonialisme di sastra anak dan intrinsik elemen. Ada lima intrinsik elemen yang dianalisis yaitu, tema, plot, sudut pandang, karakter dan karakterisasi dan simbolisme. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasilnya, penelitian ini menunjukan adanya pemaksaan nilai terhadap anak-anak oleh orang dewasa. Di saat yang sama, mereka diam pada hal yang tidak sesuai dengan representasi mereka tentang anak-anak yang ideal. Pemaksaan ini adalah untuk membuat anak-anak yang ideal, mereka yang patuh, taat dan suci. Anak-anak diperlakukan sebagai yang liyan, mereka yang inferior, tidak pantas, eksostis dan tidak berpendidikan. Di waktu yang sama, orang dewasa ditempatkan sebagai kebalikan dari yang liyan, mereka yang superior dan penuh pengetahuan.Adult colonization is the domination of adult over children, especially in literary work. This colonization happens when the work of children story is dominated by adult author. In this kind of work, adult can say and interpret everything about children and children’s world, including imposing value to them. On the other hand, it is silence to the children’s voice. Consequently, children are put as the inferior to the adult. Colonization to children is often overlooked. One of popular children stories that contain the colonization from adult is Jan Payne’s My Treasury of Aesop Fables (2015). In analyzing adult colonization within the fables, this research uses postcolonialism in children literature theory and intrinsic elements theory. There are five intrinsic elements analyzed by the researcher; these are theme, plot, point of view, character and characterization and symbolism. This research uses qualitative method in describing the finding. The research found out that through elements of literature, adult imposes their ideal value to children while at the same time it is silence to the issue that does not conform to their representation of ideal children. This imposition is in order to create ideal children, those who abide, obey, faithful, and innocence. Children are treated as the other, those who are inferior, inappropriate, exotic, uncanny, and uneducated. At the same time, it puts adult as the counterpart of the other, the self that is superior and full of knowledge.
2496828978F1B016058EVALUASI IMPLEMENTASI SISTEM ZONASI PENDIDIKAN
(Studi Kasus di SMP Negeri 2 dan 7 Purwokerto)
Sejak tahun ajaran 2017/2018 pemerintah Kabupaten Banyumas menyelanggarakan PPDB pada jenjang SMP salah satunya menggunakan sistem zonasi. Hal ini dilatarbelakangi karena kualitas pendidikan di Kabupaten Banyumas khususnya pada jenjang SMP tidak merata, terbukti dengan adanya penamaan sekolah favorit dan non favorit yang ada di masyarakat. Sejak diterapkannya sistem zonasi di Kabupaten Banyumas menimbulkan permasalahan baru. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi implementasi kebijakan zonasi pendidikan di SMP N 2 dan 7 Purwokerto berdasarkan policy guideline yang berlaku serta untuk mengetahui faktor pendukung maupun penghambat SMP N 2 dan 7 Purwokerto dalam mencapai tujuan dari kebijakan sistem zonasi pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan SMP N 2 Purwokerto sebagai sekolah yang dianggap favorit dan SMP N 7 sebagai sekolah yang dianggap non favorit telah patuh terhadap policy guideline yang berlaku, terdapat faktor pendukung yaitudesentralisasi kekuasaan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah serta terdapat faktor penghambat yaitu masih adanya blank spot dan keinginan dari masyarakat untuk masuk sekolah favorit. Temuan penelitian yaitu SMP Negeri 7 Purwokerto sebagai sekolah non favorit belum mampu menjaring anak-anak dengan kualitas yang baik dikarenakan kalah dengan kuota 15% jalur prestasi sehingga anak yang mempunyai nilai yang baik lebih memilih mendaftar di sekolah yang dianggap favorit. Sebaiknya pihak sekolah juga melakukan sosialisasi dan publikasi secara aktif terkait prestasi yang didapatkan kepada calon siswa dan orangtua siswa, melalui cara ini diharapkan mampu menimbulkan kepercayaan untuk bersekolah di sekolah tersebut.Since the 2017/2018 school year the Banyumas Regency government has been organizing Acceptance of New Students at the junior high school level, one of which uses the zoning system. This is motivated because the quality of education in Banyumas Regency especially at the JHS level is uneven, as evidenced by the naming of favorite and non-favorite schools in the community. Since the implementation of the zoning system in Banyumas Regency has created new problems. This study aims to evaluate the implementation of education zoning policies in JHS 2 and 7 Purwokerto based on the applicable policy guidelines and to determine the supporting and inhibiting factors of JHS 2 and 7 Purwokerto in achieving the objectives of the education zoning system policy. The method used in this research is qualitative. The selection of informants uses purposive sampling technique. Data collection uses in-depth interviews, observation and documentation study. Data analysis method used is an interactive analysis method. The results showed that JHS 2 Purwokerto as a favorite school and JHS as a non-favorite school had complied with the applicable policy guidelines, there were supporting factors which were the decentralization of power from the central government to regional governments and there were inhibiting factors namely the presence of blank spots and the desire of the community to enter favorite schools. The findings of the study are that JHS 7 Purwokerto as a non-favorite school has not been able to capture children of good quality because it is inferior to the 15% quota for achievement paths so that children who have good grades prefer to enroll in schools that are considered favorites. The school should also do active socialization and publication related to the achievements obtained to prospective students and parents of students, it is hoped that in this way it can generate trust to attend school at the school.
2496927938I1D015027Hubungan Pola Konsumsi Pangan Tinggi Lemak, Tinggi Karbohidrat Sederhana, Konsumsi Rokok dan Lingkar Perut (Studi pada Satpam di Universitas Jenderal Soedirman)ABSTRAK
HUBUNGAN POLA KONSUMSI PANGAN TINGGI LEMAK, TINGGI KARBOHIDRAT SEDERHANA, KONSUMSI ROKOK DAN DURASI TIDUR DENGAN LINGKAR PERUT
(Studi pada Satpam di Universitas Jenderal Soedirman)
Riska Fitri Widiyawati, Arrum Firda Ayu M, Farida
Latar Belakang: Obesitas sentral dapat berkembang menjadi penyakit degeneratif. Penyebab obesitas sentral diantaranya pola makan tinggi lemak, tinggi karbohidrat sederhana, konsumsi rokok dan durasi tidur. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pola konsumsi pangan tinggi lemak, tinggi karbohidrat sederhana, konsumsi rokok dan durasi tidur dengan lingkar perut
Metodologi: Penelitian cross sectional melibatkan 56 orang satpam di Universitas Jenderal Soedirman. Durasi tidur diambil menggunakan kuesioner durasi tidur, pola konsumsi pangan menggunakan FFQ, lingkar perut menggunakan metline. Analisis bivariat menggunakan uji Pearson dan uji Rank Spearman.
Hasil Penelitian: Ada hubungan yang signifikan antara pola konsumsi pangan tinggi karbohidrat sederhana (p=0,036) dengan lingkar perut dengan nilai r -0,280, namun tidak untuk pola konsumsi pangan tinggi lemak dengan lingkar perut (p=0,490), konsumsi rokok dengan lingkar perut (p=0,322), durasi tidur dengan lingkar perut (0,648).
Kesimpulan: Pola konsumsi pangan tinggi karbohidrat sederhana berhubungan dengan lingkar perut. Pola konsumsi pangan tinggi lemak, konsumsi rokok dan durasi tidur tidak berhubungan dengan lingksr perut.
Kata Kunci: lingkar perut, pola makan, konsumsi rokok, durasi tidur, obesitas sentral.
ABSTRACT
ASSOCIATION OF DIETARY PATTERNS HIGH FAT-FOODS, HIGH SIMPLE CARBOHYDRATE, CIGARETTE CONSUMPTION AND SLEEP DURATION WITH ABDOMINAL CIRCUMFERENCE
(Study of Security Guards At Jenderal Soedirman University)
Riska Fitri Widiyawati, Arrum Firda Ayu M, Farida
Background: Central obesity can develop into degenerative diseases. Causes of central obesity include a high fat-food consumption patterns, high simple carbohydrate, smoke and sleep duration. The purpose of this study was to determine the association of dietary patterns high fat-foods, high simple carbohydrate, cigarette consumption and sleep duration with abdominal circumference.
Methodology: This was cross-sectional study with 56 security guards in Jenderal Soedirman University. Sleep duration is taken using duration sleep questionnaire, dietary patterns using FFQ, abdominal circumference using metline. Bivariate analysis using the Pearson test and Spearman Rank test.
Results: The study found significant correlation pattern high simple carbohydrate (p=0,036) with abdominal circumference with a value of r= -0,280, but was no found on pattern high fat-foods with abdominal circumference (p=0,490), smoke with abdominal circumference (p=0,322), sleep duration with abdominal circumference (p=0,648).
Conclusion: Dietary patterns of simple carbohydrate was associated with abdominal circumference. Dietary patterns of high fat-food, smoke and sleep duration are not associated with abdominal circumference
Keywords: Abdominal circumference, dietary pettern, smoke, sleep duration, central obesity.
2497027934F1A015105Hubungan Penggunaan Instagram dan Uang Saku dengan Perilaku konsumtif Mahasiswa FISIP UnsoedPenelitian ini bertujuan untuk: pertama, menjelaskan pengaruh aktivitas di media sosial instagram terhadap perilaku konsumtif mahasiswa FISIP Unsoed. Kedua, menjelaskan pengaruh uang saku terhadap perilaku konsumtif mahasiswa FISIP Unsoed dan ketiga, menjelaskan pengaruh uang saku terhadap penggunaan instagram dan penggunaan instagram berdampak pada perilaku konsumtif mahasiswa FISIP Unsoed. Penelitian ini menggunakan metode survei. Survei merupakan bentuk pengumpulan data dengan membagikan kuesioner kepada sekelompok orang atau responden yang memungkinkan peneliti untuk menarik kesimpulan mengenai masalah yang akan diteliti. Penelitian ini dilaksanakan di kampus FISIP Unsoed, Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Dalam menentukan sasaran penelitian, peneliti menggunakan teknik Propotionate random sampling dan didapatkan sampel sebanyak 100 mahasiswa.. Hasil penelitian ini menunjukkan: pertama, hasil korelasi variabel penggunaan instagram dengan perilaku konsumtif adalah semakin sering responden menggunakan instagram, perilakunya semakin konsumtif. Kedua, hasil korelasi variabel uang saku dengan perilaku konsumtif adalah semakin besar uang saku, perilaku mahasiswa semakin konsumtif. Ketiga, hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang positif antara penggunaan instagram dengan perilaku konsumtif mahasiswa FISIP sebesar 0,341, dan terdapat hubungan yang positif antara uang saku dengan perilaku konsumtif mahasiswa FISIP sebesar 0,264. Nilai korelasi tersebut termasuk dalam kategori cukup dan dapat disimpulkan bahwa “ada hubungan antara penggunaan instagram dan uang saku dengan perilaku konsumtif mahasiswa FISIP Unsoed”.This research aims to: first, explaining the influence of activities on Instagram social media on the consumer behavior of Unsoed FISIP students. Second, explaining the effect of pocket money on the consumer behavior of FISIP Unsoed students and, third, explaining the effect of pocket money on the use of Instagram and the use of Instagram has an impact on the consumer behavior of Unsoed FISIP students. This research uses survey method. Survey is a form of data collection by distributing questionnaires to a group of people or respondents that allows researchers to draw conclusions about the problem to be studied. This research was conducted at the FISIP Unsoed campus, Purwokerto, Banyumas Regency. In determining the research objectives, researchers used the technique of Propotionate random sampling and obtained a sample of 100 students. The results of this study indicate: first, the results of the correlation between variables using Instagram with consumptive behavior are the more frequent respondents use Instagram, the more consumptive behavior. Second, the result of the correlation between variable allowance and consumptive behavior is that the greater the allowance, the more consumptive student behavior. Third, the results of this study indicate there is a positive relationship between the use of Instagram with FISIP students consumptive behavior of 0.341, and there is a positive relationship between pocket money with FISIP student consumptive behavior of 0.264. The correlation value is included in the sufficient category and it can be concluded that "there is a relationship between the use of Instagram and pocket money with the consumer behavior of Unsoed FISIP students".
2497128736A1A115038PERSEPSI WISATAWAN SEBAGAI ARAH PENGEMBANGAN AGROWISATA DI KABUPATEN BANYUMASAgrowisata sebagai upaya dalam memberdayakan masyarakat dan pemanfaatan sumber daya alam secara lestari. Kabupaten Banyumas memiliki agrowisata yang didirikan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), tiga diantaranya yaitu Wisata Pagubugan, Taman Lazuardi, dan Agrowisata Bulak Barokah. Upaya pengembangan agrowisata tidak lepas dari persepsi wisatawan maupun masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam usaha agrowisata. Persepsi wisatawan dan masyarakat dapat memberikan bahan evaluasi agar kegiatan agrowisata dapat berjalan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui karakteristik dari agrowisata (2) mengetahui keuntungan ekonomi dari agrowisata, (3) mengetahui persepsi wisatawan agrowisata, (4) mengetahui persepsi pelaku usaha terhadap manfaat ekonomi dari adanya agrowisata. Analisis data untuk mengetahui karkakteristik agrowisata, laporan keuangan, persepsi wisatawan, dan pelaku usaha dilakukan secara deskritif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik Wisata Pagubugan memiliki ciri khas keindahan pesawahan dan kolam renang; Taman Lazuardi memiliki ciri khas area taman bermain, kolam renang, dan kegiatan edukasi pertanian bagi anak; dan Agrowisata Bulak Barokah menampilkan wisata kebun durian. Keuntungan agrowisata tahun 2019 dari Wisata Pagubugan sebesar Rp38.896.070,-, Taman Lazuardi sebesar Rp52.387.000,-, dan Agrowisata Bulak Barokah sebesar Rp22.350.570,-. Persepsi wisatawan terhadap daya tarik dan fasilitas Wisata Pagubugan, Taman Lazuardi, dan Agrowisata Bulak Barokah termasuk dalam kategori baik. Persepsi wisatawan terhadap aksesibilitas di Wisata Pagubugan termasuk dalam kategori baik, sedangkan Taman Lazuardi dan Agrowisata Bulak Barokah termasuk dalam kategori sangat baik. Persepsi pelaku usaha terhadap manfaat ekonomi agrowisata di Wisata Pagubugan, Taman Lazuardi, dan Agrowisata Bulak Barokah yang paling dirasakan adalah penyerapan tenaga kerja.Agritourism is an effort to empower and use natural resources for sustainbility. In Banyumas, theres three agritourism established as Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), that is Wisata Pagubugan, Taman Lazuardi, and Agrowisata Bulak Barokah. Tourist and community perception are important to develop agritourism itself. The advantage is agritourism can evaluate for sustainbility. Also, agritourism can increase community economic activities and environment. This study aims to: (1) determine characteristic of Wisata Pagubugan, Taman Lazuardi, and Agrowisata Bulak Barokah, (2) determine profit of Wisata Pagubugan, Taman Lazuardi, and Agrowisata Bulak Barokah, (3) knowing the tourist’s perception for Wisata Pagubugan, Taman Lazuardi, and Agrowisata Bulak Barokah, (4) knowing about economic advantages agritourism from the community business actors perception. The managers of agritourisms was selected as key informan to determine characteristic and profit. The process of analyzed used decriptive analysis. The result show that characteristic of Wisata Pagubugan displaying rice fields view and swimming pool, Taman Lazuardi displaying playground area; swimming pool; and agricultural education activities, Agrowisata Bulak Barokah displaying durian farm. The profit in 2019, Wisata Pagubugan of 38.896.070 IDR, Taman Lazuardi of 52.387.000 IDR, and Agrowisata Bulak Barokah of 22.350.570 IDR. Tourist perception show that Wisata Pagubugan, Taman Lazuardi, and Agrowisata Bulak Barokah has a good atraction and facility. In accesibility, that Wisata Pagubugan in good category and others in very good category. Community business actors show perception to economic advantages in agritourism is employment.
2497227872A1A015002TINGKAT KEPUASAN DAN LOYALITAS KONSUMEN DALAM MELAKUKAN PEMBELIAN BENIH DI TOKO ‘X’, KECAMATAN PURWOKERTO TIMUR, KABUPATEN BANYUMASMeningkatnya permintaan terhadap komoditas sayuran di Indonesia seiring dengan meningkatnya konsumsi per kapita dan jumlah penduduk, ditambah meningkatnya kesadaran masyarakat akan kualitas benih dalam usahatani membuat toko-toko pertanian yang menjual benih dan sarana pertanian lain dengan beragam merek dan mutu kini semakin menjamur. Salah satunya yaitu Toko ‘X’ yang berada di Purwokerto. Untuk mempertahankan konsumen dan mendapatkan pelanggan yang loyal, Toko ‘X’ harus memahami dan mengetahui apa yang menjadi harapan konsumen. Hal itu dapat dilakukan dengan menganalisis perilaku konsumen yang berpengaruh terhadap bauran pemasaran Toko ‘X’. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui proses pengambilan keputusan konsumen dalam melakukan pembelian benih pada Toko ‘X’, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, 2) mengetahui kepuasan konsumen dalam melakukan pembelian benih pada Toko ‘X’, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, dan 3) mengetahui tingkat loyalitas konsumen di Toko ‘X’, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 8 Maret sampai dengan 21 Maret 2019. Jumlah konsumen yang dijadikan responden sebanyak 100 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, sedangkan penentuan sampel menggunakan metode non probability sampling yaitu menggunakan accidental sampling. Analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis deskriptif, Customer Satisfaction Index (CSI), Importance Performance Analysis (IPA), dan Piramida Loyalitas. Hasil penelitian menunjukkan 1) tingkat kepuasan konsumen terhadap pembelian benih di Toko ‘X’ berada pada tingkat ‘puas’ dengan persentase kepuasan konsumen sebesar 79%, 2) terdapat satu atribut yang menjadi prioritas utama untuk diperbaiki yaitu atribut kerapian dan pengaturan tata letak toko, 3) tingkat loyalitas konsumen Toko ‘X’ masih rendah, hal ini dapat dilihat dari nilai committed buyer sebesar 16% yang lebih kecil dibandingkan nilai switcher buyer sebesar 48% pada tingkat piramida loyalitas.The increasing demand for vegetable commodities in Indonesia along with the increase in consumption per capita and population, coupled with the increase in public awareness of the quality of seeds in farming makes agricultural shops which sell seeds and other agricultural facilities with various brands and quality increasingly appear. One of them is the 'X' Shop in Purwokerto. To retain customers and get loyal customers, ‘X’ Shop must understand and know what consumers expect. This can be done by analyzing the consumer behavior that affects the 'X' Shop marketing mix. This study aims to 1) determine the consumer's decision-making process in purchasing seeds at the 'X' Shop, East Purwokerto, Banyumas District, 2) determine consumer satisfaction in buying seeds at the 'X' Shop, East Purwokerto, Banyumas District, and 3) find out the level of consumer loyalty in 'X' Shop, East Purwokerto, Banyumas District. This research was conducted from March 8 to March 21, 2019. The number of consumers used as respondents was 100 people. The research method used is a survey method, while the sample were determined by using a non-probability sampling method that is using accidental sampling. The analysis used in this research is descriptive analysis, Customer Satisfaction Index (CSI), Importance Performance Analysis (IPA), and the Loyalty Pyramid. The results showed 1) the level of consumer satisfaction of the purchase of seeds in the 'X' Shop was at the level of 'satisfied' with a percentage of consumer satisfaction of 79%, 2) there was one attribute that was the main priority to be improved, that is the neatness attributes and store layout settings, and 3) the level of consumer loyalty of the 'X' Shop is still low, this can be seen from the value of committed buyers by 16% which is smaller than the value of switcher buyers by 48% at the level of the loyalty pyramid.
2497327937F1C015028STUDI ETNOGRAFI KOMUNIKASI PADA TRADISI LOPISAN SEBAGAI MEDIA PELESTARIAN BUDAYA DAN KERUKUNAN MASYARAKAT DI KELURAHAN KRAPYAK KOTA PEKALONGANStudi Etnografi Komunikasi Pada Tradisi Lopisan Sebagai Media Pelestarian Budaya dan Kerukunan Masyarakat di Kelurahan Krapyak Kota Pekalongan
Tradisi lopisan merupakan tradisi di Kelurahan Krapyak yang sudah dilakukan secara turun-temurun yang dapat meningkatkan tali silaturahmi dan untuk menyempurnakan ibadah puasa di bulan Syawal. Masyarakat Krapyak berupaya untuk melestarikan budaya yang diwariskan oleh nenek moyang dengan melaksanakan kegiatan satu tahun sekali. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui situasi, peristiwa, tindakan komunikatif, dan upaya pelestarian tradisi lopisan di Kelurahan Krapyak.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan etnografi komunikasi. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tradisi lopisan merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan di Kelurahan Krapyak, dan dihadiri oleh masyarakat Pekalongan. Komponen situasi komunikatif, peristiwa komunikatif, dan tindakan komunikatif merupakan hal utama yang ada dalam tradisi lopisan. Tradisi lopisan merupakan kearifan lokal yang sampai saat ini masih dilestarikan oleh masyarakat Krapyak dan sudah dijadikan sebagai agenda wisata tahunan oleh Pemerintah Kota Pekalongan.
Kata kunci: Etnografi Komunikasi, tradisi lopisan, budaya, pelestarian.
Study of Communication Ethnography on Lopisan Tradition as a Media for Cultural Preservation and Community Harmony in Krapyak Village, Pekalongan City
Lopisan tradition is a tradition in the Krapyak Village that has been carried out from generation to generation that can increase the friendship and to perfect the fasting month of Shawwal. The Krapyak community strives to preserve the culture inherited from their ancestors by carrying out activities once a year. The purpose of this study was to determine the situation, events, communicative actions, and efforts to preserve the tradition of Lopisan in Krapyak Village.
This study uses a qualitative approach with the ethnographic communication approach. The type of data used is primary data and secondary data. Data collection techniques used were in-depth interviews, participant observation, and documentation. The informant selection technique uses a purposive sampling technique.
The results of the study show that the tradition of lopisan is an activity carried out in the Krapyak Village, and attended by the Pekalongan community. Components of the communicative situation, communicative events, and communicative actions are the main things in the lopisan tradition. Lopisan tradition is a local wisdom that is still preserved by the Krapyak people and has been made an annual tourism agenda by the City Government of Pekalongan.
Keywords: Communication Ethnography, lopisan tradition, culture, preservation.
2497427940C1C015038FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL DIRI: SUATU INTENSI WHISTLEBLOWING DENGAN MODERASI REWARD DAN PERLINDUNGAN HUKUM (STUDI EMPIRIS KANTOR INSPEKTORAT KABUPATEN BANYUMAS)Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi niat pegawai kantor Inspektorat Kabupaten Banyumas dalam melakukan whistleblowing. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder. Teknik yang digunakan dalam mengambil sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampel jenuh. Skala yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala 1-5. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linear berganda dan Moderrated Regression Analysis (MRA) pada aplikasi SPSS v23 for windows. Variabel independen dalam penelitian ini adalah sikap ke arah perilaku, persepsi kontrol atas perilaku, locus of control internal, dan prosociality. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah niat melakukan whistleblowing. Peneliti menambahkan variabel moderasi dalam penelitian ini, yaotu reward dan perlindungan hukum. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa locus of control internal dan prosociality berpengaruh terhadap niat whistleblowing. Sikap ke arah perilaku dan persepsi kontrol atas perilaku tidak berpengaruh terhadap niat whistleblowing. Selain itu, reward dan perlindungan hukum tidak mampu memoderasi sikap kea rah perilaku, persepsi kontrol atas perilaku, locus of control internal, dan prosociality terhadap niat whistleblowing. This research was conducted to determine the factors that influence the intention of Banyumas Regency Inspectorate office staff in conducting whistleblowing. This research uses quantitative methods. The data source in this study uses primary and secondary data sources. The technique used in taking samples in this study uses saturated sample techniques. The scale used in this study uses a scale of 1-5. This study uses multiple linear regression analysis techniques and Moderated Regression Analysis (MRA) on SPSS v23 for windows applications. The independent variables in this study are attitude towards behavior, perceived behavioral control, internal locus of control, and prosociality. The dependent variable in this study is the intention to do whistleblowing. Researchers add moderation variables in this study, namely the rewards and legal protection. The results of this study indicate that internal locus of control and prosociality influence whistleblowing intentions. Attitude towards behavior and perceived behavioral control do not affect whistleblowing intentions. In addition, reward and legal protection are not able to moderate attitude towards behavior, perceived behavioral control, internal locus of control, and prosociality towards whistleblowing intentions.
2497527822A1D015090APLIKASI Trichoderma sp. DAN BIOCHAR SEBAGAI REMEDIATOR TANAH TERCEMAR LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.)Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui pengaruh Trichoderma sp. dan biochar terhadap proses remidiasi logam berat timbal hubungannya dengan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (2) Mengetahui perlakuan terbaik untuk meremidiasi tanah tercemar logam berat dan peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan September 2019 di Laburatorium Agroekologi Fakultas Pertanain, lahan eksfarm Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, dan laboratorium Balai Lingkungan Pertanian Pati. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) Faktorial, yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu konsentrasi Trichoderma sp. (Tr), terdiri dari 3 aras serta diapikasikan sebanyak 3 kali yaitu 7 hst, 28 hst, dan 42 hst yaitu Tr1 : tanpa Trichoderma, Tr2 : 10 mL/Liter, dan Tr3 : 20 mL/Liter. Faktor kedua yaitu biochar (B) yang berasal dari tongkol jagung yang diaplikasikan 1 minggu setelah perlakuan pupuk dasar dan terdiri dari 4 taraf yaitu B0 : tanpa biochar, B1 : 45 g/polybag, B2 : 90 g/poybag, dan B3 : 180 g/polybag. Variabel yang diamati antara lain kandungan logam berat pada tanah dan tanaman, tinggi tanaman, luas daun, jumlah daun bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, jumlah umbi, bobot umbi, dan diameter umbi. Data dianalisis dengan uji F, apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Perlakuan yang Trichoderma berpengaruh terhadap jumlah daun dan jumlah umbi sedangkan kombinasi perlakuan memberikan pengaruh pada tinggi tanaman dan luas daun (2) Perlakuan Trichoderma memberikan hasil terbaik pada jumlah daun dan jumlah umbi pada konsentrasi 20 mL/L dan kombinasi perlakuan memberikan hasil terbaik pada konsentarasi Trichoderma 20 mL/L dan biochar 90 g/polybag untuk tinggi tanaman This study aims to (1) Determine the effect of Trichoderma sp. and biochar to the process of heavy metals lead remidiation in relation to the growth and yield of shallots (2) Find out the best treatment to remediate heavy metal polluted soils and increase plant growth and yield. This research was conducted in April to September 2019 at the Faculty of Agriculture Agroecology Laboratory,, the Faculy of Agroculture Experimental Farm Jenderal Soedirman University, and the laboratory of the Pai Agricultural Environment Center. The research design used was a Factorial Complete Randomized Block Design (RCBD), which consisted of 2 factors. The first factor is the concentration of Trichoderma sp. (Tr), consisting of 3 levels and applied 3 times, 7 days after planting, 28 days after planting , and 42 days after planting, namely Tr1: without Trichoderma, Tr2: 10 mL/Liter, and Tr3: 20 mL/Liter. The second factor is biochar (B) derived from corncob which is applied 1 week after the treatment of basic fertilizers and consists of 4 levels, namely B0: without biochar, B1: 45 g/polybag, B2: 90 g/poybag, and B3: 180 g polybag. Variables observed were heavy metal content in soil and plants, plant height, leaf area, number of leaves of fresh plant weight, plant dry weight, number of tubers, tuber weight, and tuber diameter. Data were analyzed by F test, if significantly different, continued with Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at 5% level. The results showed that (1) Trichoderma treatment affected the number of leaves and number of tubers while the combination of treatments gave an influence on plant height and leaf area (2) Trichoderma treatment gives the best results on the number of leaves and number of tubers at a concentration of 20 mL/L and the combination of treatments gives the best results on the concentration of Trichoderma 20 ml/L and biochar 90 grams/polybag for plant height
2497627941C1B015093ANALISIS PENGARUH AFILIASI BANK, STOCK SELECTION SKILL, UKURAN, DAN UMUR TERHADAP KINERJA REKSA DANA SAHAM Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh afiliasi dengan bank, stock selection skill, ukuran, dan umur reksa dana terhadap kinerja reksa dana saham di Indonesia tahun 2014-2018. Sampel dari penelitian ini adalah 31 produk reksa dana yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif bersifat asosiatif dengan teknik analisis regresi data panel. Berdasarkan hasil pengujian pada penelitian ini menunjukkan bahwa afiliasi dengan bank berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja reksa dana saham. Stock selection skill berpengaruh positif dan siginifikan terhadap kinerja reksa dana saham. Sedangkan ukuran dan umur reksa dana tidak berpengaruh terhadap kinerja reksa dana saham. Implikasi dari penelitian ini adalah investor dapat mempertimbangkan untuk berinvestasi pada reksa dana saham yang tidak terafiliasi dengan perbankan dan dikelola oleh manajer investasi dengan kemampuan pemilihan saham yang baik.The purpose of this study was to analyze the effect of affiliation with banks, stock selection skills, size, and age of mutual funds on the performance of equity funds in Indonesia in 2014-2018. The sample of this study was 31 mutual fund products selected using purposive sampling techniques. This research is an associative quantitative study using panel data regression analysis techniques. Based on the test results in this study indicate that affiliation with banks has a significant negative effect on the performance of equity funds. Stock selection skills have a positive and significant effect on the performance of equity funds. While the size and age of a mutual fund has no effect on the performance of equity funds. The implication of this research is that investors may consider investing in equity funds that are not affiliated with banks and managed by investment managers with good stock selection skills.
2497728737E1A016115IMPLEMENTASI HUKUM PROGRAM USAHA PENINGKATAN PENDAPATAN KELUARGA SEJAHTERA (UPPKS) DALAM UPAYA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN KELUARGA
(STUDI DI KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS)
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi hukum program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) dalam upaya peningkatan kesejahteraan keluarga di Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas dan kontribusi program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) terhadap upaya peningkatan kesejahteraan keluarga di Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis, dan spesifikasi penelitian deskriptif. Lokasi penelitian ini di Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas dengan responden sebanyak 40 (empat puluh) orang anggota kelompok UPPKS. Pengambilan sample melalui metode purposive sampling. Data yang digunakan meliputi data primer diperoleh dengan metode kuisioner dan data sekunder diperoleh dengan metode dokumenter dan studi kepustakaan. Pengolahan data dilakukan secara coding, editing, dan tabulasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi hukum program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) dalam upaya peningkatan kesejahteraan keluarga di Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas adalah efektif. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian terhadap 5 (lima) indikator meliputi baiknya perencanaan, efektifnya pelaksanaan, efektifnya pemantauan dan evaluasi, lancarnya pendanaan, efektifnya pembinaan dan pengawasan program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS). Program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) cenderung berkontribusi terhadap upaya peningkatan kesejahteraan keluarga. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil penelitian terhadap 5 (lima) indikator meliputi pelaksanaan kegiatan ekonomi produktif keluarga, pemberdayaan ekonomi produktif, pendapatan keluarga, pemenuhan kebutuhan keluarga, dan peningkatan kesejahteraan keluarga.

ABSTRACT
This study aims to determine the legal implementation of the Family Welfare Income Improvement Business Program (UPPKS) to improve family welfare in Sokaraja District, Banyumas District and the contribution of the Prosperous Family Welfare Improvement Business Program (UPPKS) to efforts to improve family welfare in Sokaraja District, Banyumas Regency.
This research uses quantitative research methods with a sociological juridical approach and descriptive research specifications. The location of this research is in the Sokaraja District, Banyumas Regency with 40 (forty) respondents as members of the UPPKS group. Sampling through a purposive sampling method. The data used include primary data obtained by the questionnaire method and secondary data obtained by documentary methods and library studies. Data processing is done by coding, editing, and tabulating.
The results showed that the implementation of the law for the Family Welfare Income Improvement Business Program (UPPKS) to improve family welfare in the Sokaraja District of Banyumas Regency was effective This is evidenced by the results of research on 5 (five) indicators including good planning, effective implementation, effective monitoring and evaluation, smooth funding, effective coaching, and supervision of the Prosperous Family Revenue Improvement Business Program (UPPKS). The Prosperous Family Income Improvement Business Program (UPPKS) tends to contribute to efforts to improve family welfare. This can be proven by the results of research on 5 (five) indicators including the implementation of productive family economic activities, productive economic empowerment, family income, meeting family needs, and improving family welfare.
2497828979A1D116050KAJIAN KORELASI ANTARA UNSUR HARA K DAN SERAPANNYA TERHADAP HASIL TANAMAN KEDELAI DI KECAMATAN KEBASEN KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) agihan (distribusi) unsur hara K di lahan sawah yang digunakan untuk budidaya tanaman kedelai di Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, 2) hubungan antara ketersediaan unsur hara K dan serapannya oleh tanaman dengan hasil tanaman kedelai di lahan sawah Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas dan 3) rekomendasi pemupukan K di lahan sawah Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2019 sampai Februari 2020 di Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan survei dengan skala 1:50.000. Penentuan titik sampel dilakukan berdasarkan Peta Satuan Lahan Homogen (SLH) dan wilayah kawasan budidaya tanaman kedelai, dengan sistem transek yang dibuat tegak lurus aliran sungai serayu. Variabel yang diamati pada penelitian ini meliputi pH H2O, pH KCl, Daya Hantar Listrik (DHL), Potensial Redoks, K-tersedia tanah dan serapan K oleh tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status unsur hara K di Kecamatan memiliki rerata harkat sedang. Hubungan K-tersedia tanah dengan hasil tanaman memiliki koefisien determinan sebesar 59,46% dan memiliki nilai korelasi positif, sedangkan serapan K oleh tanaman dengan hasil tanaman memiliki koefisien determinaan sebesar 56,57% dan memiliki nilai korelasi positif. Hubungan K-tersedia tanah dengan serapan K oleh tanaman memiliki koefisien determinan sebesar 43,17% dan memiliki nilai korelasi positif. Rekomendasi pemupukan di lokasi penelitian berkisar antara 33,7-182 kg K2O/ha atau setara dengan 56,16-303,26 kg KCL/ha.The research purposed to find out: 1) The distribution of nutrients K in the fields used for soybean cultivation in Kebasen subdistrict, Banyumas, 2) The relationship between the availability of nutrients K and absorption K by crops with soybean crop in the rice fields of Kebasen subdistrict, Banyumas, and 3) recommendation of fertilization K in the rice field of Kebasen subdistrict, Banyumas. The research was conducted in October 2019 to February 2020 in Kebasen sub-district, Banyumas Regency and land and land Resources Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The sampling method was conducted by a survey with a scale of 1:50,000. The determination of the sampling point is based on the Homogeneous Land Unit map (LU) and the area of the cultivation of the soybean, with transect system that is made perpendicular to the flow of the Serayu River. The variables observed in this study included the pH of H2O, pH KCl, Soil Electrical Conductivity (EC), redox potential, K-available soil and absorption of K by plants. The results showed that the status of nutrient element K in Kebasen district has a medium average. Relationship K-available soil with crop yield has a coefficient of determinant of 59.46% and has a positive correlation value, while the absorption of K by plant with crop yield has a coefficient of determination of 56.57% and has a positive correlation value. Relationship K-Available soil with absorption K by the plant has a coefficient of determinant of 43.17% and has a positive correlation value. Recommendation of fertilization at the research site ranges between 33.7-182 kg K2O/ha or equivalent to 56.16-303.26 kg of KCL/ha.
2497927943H1D013021KOMPARASI KUAT LENTUR PAPAN SEMEN KOMPOSIT BERTULANGAN BAMBU DENGAN BAHAN SERAT KAYU DAN SERAT BAMBUPada bangunan sederhana bahan material kayu dan bambu dapat digunakan untuk pembuatan kusen, pintu, kuda-kuda atap, bekisting dan bisa juga dimanfaatkan untuk suatu bahan kerajinan. Dalam pengolahannya kayu maupun bambu sering menimbulkan limbah yang berupa serbuk, serat dan sisa-sisa potongan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komparasi sifat mekanika dan fisika pada papan panel komposit bahan serat kayu dengan papan panel bahan serat bambu. Papan ini terbuat dari campuran serat kayu atau serat bambu, pasir dan semen yang dikompositkan dengan CaCl2 sebagai accelerator sehingga diharapkan mampu menjadi bahan bangunan alternatif yang sifatnya pra cetak. Pengujian mekanika papan panel serat kayu didapat nilai Modulus of Rupture (MOR) rata-rata plat tebal 6 cm, 8 cm, 10 cm berturut-turut sebesar 2,77 MPa, 1,97 MPa dan 1,02 MPa. Sedangkan papan panel serat bambu didapat nilai MOR rata-rata plat tebal 6 cm, 8 cm, 10 cm berturut-turut sebesar 2,00 MPa, 1,65 MPa dan 1,91 MPa. Nilai Modulus of Elasticity (MOE) pada papan serat kayu plat tebal 6 cm, 8 cm, 10 cm berturut-turut didapat 351,90 MPa, 217,73 MPa dan 104,12 MPa. Sedangkan nilai MOE papan panel serat bambu plat tebal tebal 6 cm, 8 cm, 10 cm berturut-turut didapat 342,54 MPa, 200,68 MPa dan 264,94 MPa.
Kata kunci: Papan panel, semen komposit, serat kayu, serat bambu, katalisator (CaCl2).
At simple buildings wood and bamboo as builing materials can be used to make frames, doors, easel,scaffolding and also can be used for a craft material. In processing of wood and bamboo it certain the benefitless waste like powder, skaring and the remnants of pieces. This study aimed to determine the comparability of mechanical physical properties on wood skaring composite panel boards with bamboo skaring composite panel boards. This board is made of a mixture of wood skaring or bamboo skaring, sand and cement which is mixed with CaCl2 as the accelerator so that it is expected to be precast-concrete alternative. The testing of the mechanical properties of wood skaring composite panel boards obtained Modulus of Rupture (MOR) values on 6 cm, 8 cm, 10 cm respectively of 2,77 MPa, 1,97 MPa and 1,02 MPa. While the bamboo skaring composite panel boards obtained MOR values on 6 cm, 8 cm, 10 cm respectively of 2,00 MPa, 1,65 MPa and 1,91 MPa. The Modulus of Elasticity (MOE) values of wood skaring composite panel boards with thickness of 6 cm, 8 cm, 10 cm respectively of 351,90 MPa, 217,73 MPa dan 104,12 MPa. While the MOE values of bamboo skaring composite panel boards with thickness of 6 cm, 8 cm, 10 cm respectively of 342,54 MPa, 200,68 MPa dan 264,94 MPa.
Keywords: Panel board, composite cement, wood skaring, bamboo skaring, catalyst (CaCl2).
2498027944F1G013034MAKNA KULTURAL BRENONG KEPANG DALAM SENI BEGALAN DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini berjudul “Makna Kultural Brenong Kepang dalam seni Begalan di Kabupaten Banyumas (Kajian Etnolinguistik)”. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk satuan lingual pada perlengkapan brenong kepang dalam seni begalan, serta mendeskripsikan makna leksikal dan makna kultural yang terdapat pada perlengkapan brenong kepang dalam seni begalan di Kabupaten Banyumas.
Bentuk penelitian berupa deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode simak dan metode cakap. Metode simak dilakukan dengan teknik dasar sadap dan teknik lanjutan simak libat cakap. Metode cakap dilakukan dengan teknik dasar pancing dan teknik lanjutan cakap semuka. Data dianalisis dengan metode padan yakni metode padan intralingual dan metode padan ekstralingual. Metode padan intralingual digunakan untuk mengetahui makna secara leksikal, sedangankan metode padan ekstralingual digunakan untuk menganalisis unsur yang bersifat ekstralingual, seperti mendeskripsikan makna kultural berdasarkan leksikon yang terdapat dalam perlengkapan brenong kepang dalam seni begalan. Kedua metode padan tersebut diikuti dengan teknik dasar pilah unsur penentu (PUP) dan teknik lanjutan berupa teknik hubung banding menyamakan hal pokok (HBSP).
Berdasarkan penelitian, bentuk satuan lingual yang terdapat pada brenong kepang dalam seni begalan terdiri dari kata dan frasa. Makna leksikal dan makna kultural dari setiap benda-benda brenong kepang dalam seni begalan merupakan ajaran dan nasihat-nasihat para leluhur yang ditujukan kepada kedua pengantin.

Kata kunci: etnolinguistik
This research titled “Cultural Meaning of Brenong Kepang in Begalan art, Banyumas District (Etnolinguistic Study)”. The aim of the research was to describe the lingual unit form of brenong kepang on begalan, also to describe the lexical and cultural meaning of brenong kepang’s unit on begalan art in Banyumas district.
The form of research is qualitative descriptive. The method for collecting data was cakap method and simak method. Simak method was done with basic techniques sadap and continued with simak libat cakap. Cakap method was done with basic techniques pancing and continued with cakap semuka. Data was analysed by using the padan method, that is intralingual method and extralingual method. The intralingual method was used to understand the lexical meaning, while the extralingual method is used to describing cultural meaning of brenong kepang’s unit on begalan art. Both of method is followed by the basic technique Pilah Unsur Penentu (PUP) and the advanced technique the Hubung Banding Menyamakan Hal Pokok (HBSP).
Based on the research, the lingual unit form of brenong kepang on begalan art consists of word and frase. Lexical and cultural meaning from brenong kepang’s unit on begalan art is the teachings and advice given by the ancestors to the bride.

Keyword : etnolinguistic.