Artikelilmiahs

Menampilkan 24.921-24.940 dari 50.309 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2492127898H1D014033PENGARUH BEBAN SIKLIK TERHADAP PERKUATAN TANAH LEMPUNG MENGGUNAKAN ANYAMAN KARET BAN BEKAS DENGAN TANAH KONDISI JENUHJalan raya merupakan sebuah prasarana transportasi yang sering dilalui kendaraan dengan kapsitas beban yang berbeda-beda dan berulang. Beban yang berulang (siklik) dan tidak tetap dapat menyebabkan struktur jalan tersebut sering mengalami kerusakan. Terjadinya kerusakan tersebut dikarenakan oleh beberapa hal seperti kapasitas dukung jalan tersebut melebihi dari beban yang direncakan, proses konstruksi jalan yang kurang baik maupun kapasitas dukung tanah dasar (subgrade) yang kurang memadai. Oleh karena itu, perlu diberikan perlakuan khusus untuk meningkatkan kapasitas dukung tanah dasar tersebut salah satunya dengan memberikan perkuatan pada struktur tanah dasar. Penelitian ini membahas tentang pengaruh beban siklik terhadap tanpa perkuatan dan dengan perkuatan menggunakan anyaman ban karet bekas pada tanah lempung dengan kondisi air jenuh. Pengujian pembebanan berulang yang dilakukan ada 4 variasi yaitu sebesar 20%, 40%, 60%, dan 80% dari beban statisnya, dengan pengulangan sebanyak 13 kali. Pengujian ini dilakukan pada kotak uji dengan ukuran panjang x lebar x tinggi adalah 80 cm x 80 cm x 50 cm dan perkuatan dipasang pada kedalaman 10 cm dari permukaan tanah. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, nilai maksimum dari pengujian pembebanan statis tanpa perkuatan sebesar 133,92 kg. Dan untuk pembebanan statis dengan perkuatan didapatkan hasil sebesar 159,43 kg. Selanjutnya pengujian pembebanan siklik dengan variasi beban 20%, 40%, 60%, dan 80%, diperoleh nilai variasi beban tanpa perkuatan sebesar 20 kg, 50 kg, 80 kg, 100 kg dan variasi beban dengan perkuatan sebesar 30 kg, 60 kg, 90 kg dan 120 kg. Highway are transportation infrastructure that is often passed by vehicles with different and repetitive load capacities. Repeated loads (cyclic) and non-permanent loads can cause road structures that are often damaged. This damage occurs due to several things such as the carrying capacity of the road is more than the planned load, the road construction process is also not good enough and the carrying capacity of the basic soil (subgrade) is inadequate. Therefore, special needs to be given to increase the carrying capacity of this soil, one of which provides reinforcement in the structure of the subgrade. This study discusses the effect of cyclic loads on non-reinforcement and with reinforcement using used rubber tires woven on clay soils with saturated water conditions. There are 4 variations of the repeated loading test, which are 20%, 40%, 60%, and 80% of the static load, with 13 repetitions. This test is carried out on a test box with length x width x height is 80 cm x 80 cm x 50 cm and reinforcement is installed at a depth of 10 cm from the ground surface. Based on the results of tests conducted, the maximum value of the static loading test without reinforcement is 133.92 kg. And for static loading with reinforcement the results were 159.43 kg. Furthermore, the cyclic loading test with load variations of 20%, 40%, 60%, and 80%, obtained values of load variations without reinforcement of 20 kg, 50 kg, 80 kg, 100 kg and variations in load with reinforcement of 30 kg, 60 kg, 90 kg and 120 kg.
2492227899I1A015063APLIKASI REGRESI LOGISTIK UNTUK ANALISIS FAKTOR
RISIKO GIZI IBU HAMIL DI PUSKESMAS II KEMBARAN
TAHUN 2019
Latar Belakang: Kekurangan energi kronis (KEK) adalah salah satu permasalahan
gizi ibu hamil dengan indikator lingkar lengan atas (LILA) kurang dari 23,5 cm.
Prevalensi ibu hamil KEK di Puskesmas II Kembaran tahun 2019 cukup tinggi yaitu
19,02%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aplikasi regresi logistik pada
analisis faktor risiko status gizi ibu hamil di Puskesmas II Kembaran tahun 2019.
Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross
sectional. Pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling sebanyak
90 responden dan analisis yang digunakan yaitu analisis regresi logistik.
Hasil Penelitian: Berdasarkan uji regresi logistik bahwa variabel yang
berhubungan dengan status gizi ibu hamil adalah pantangan makan dan pendapatan
keluarga setelah dikontrol variabel paritas. Variabel yang paling dominan
berhubungan adalah pantangan makan dengan OR = 7,940 (95% CI: 2,030-31,047).
Sedangkan variabel yang tidak berhubungan yaitu umur, pendidikan, jarak
kelahiran, pengetahuan, dan kebiasaan makan.
Kesimpulan: Variabel pantangan makan merupakan variabel yang paling dominan
berhubungan dengan status gizi ibu hamil di Puskesmas II Kembaran tahun 2019.
Ibu hamil dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang seimbang dan beragam.
Kata Kunci: Regresi Logistik, Status Gizi, Ibu Hamil
ASBTRACT
Background: Chronic energy deficiency (CED) is one nutritional problems of
pregnant women marked by upper arm circumference (MUAC) less than 23,5 cm. The
prevalence of CED pregnant women in Puskesmas II Kembaran in 2019 is quite high
at 19,02%. This study aimed to determine the application logistic regression in the
analysis of risk factors for nutritional status of pregnant women in Puskesmas II
Kembaran of 2019.
Methodology: This reseach is an analytic study with cross sectional design. The
sample was taken using cluster random sampling of 90 respondents and the analysis
used is logistic analysis.
Results: Based on the logistic regression test that variables are related to the nutritional
status of pregnant women is dietary restrisctions and income family after birth control
history. The most dominant variable relates to dietary restrictions with OR = 7,940
(95% CI: 2,030-31,047). While the unrelated variables are age, education, distance
pregnancy, knowledge, and eating habits.
Conclusion: Variable dietary restrictions is the most dominant variable related to the
nutritional status of pregnant women in Puskesmas II Kembaran in 2019. Pregnant
women are recommended to consume a balanced and varied diet.
Keywords: Logistic Regression, Nutritional Status, Pregnant Women
2492328731F1I014010KEBIJAKAN FRANCE IMMIGRATION AND INTEGRATION LAWS DALAM MENANGANI POTENSI DAMPAK AGEING SOCIETY DI PRANCIS.Penelitian ini membahas tentang Bagaimana kebijakan France Immigration and integration Laws dapat menangani dampak potensi ageing society di Prancis. Potensi dampak tersebut meliputi Peningkatan anggaran pensiun, peningkatan anggaran kesehatan, pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia atau labour market.
Dalam penelitian ini penulis berfokus pada penggunaan France Immigration and Integration Laws yang dibentuk oleh Nicholas Sarkozy ini memberikan solusi bagi pemenuhan tenaga kerja di Prancis namun tetap menjaga agar jumlah imigran tidak melewati batas yang akan menyebabkan ketidak seimbangan bagi perekonomian Prancis
Pemerintah Prancis memberikan beberapa poin penting dalam France Immigration and Integration Laws yang dapat menyelesaikan potensi dampak ageing society. Pertama adalah merekrut tenaga ahli kedua, memfasilitasi pelajar luar negeri. Ketiga Memperketat peraturan reunifikasi keluarga dan yang terakhir membatasi akses untuk tinggal dan berkewarganegaran.
This research examines about how France Immigration and Integration Laws could handling potensial impact of ageing society. Those potensial impact of ageing society including increase of national pension contributions budget and health care budget, labour market security.
Within the research is focused on how France Immigration and Integration Laws that made by Nicholas Sarkozy to giving solution to labour market security by recruiting immigrant without worrying about how immigrant dominating France.
The new immigration and integration law has four main objectives: recruiting skilled workers; facilitating foreign students' stay; tightening the rules on family reunification; and limiting access to residence and citizenship.
Keyword: Ageing society, immigrant, France Immigration and Integration Laws, labour market
2492428841E1A015001PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA PENCURIAN KENDARAAN BERMOTOR (STUDI DI POLRES KOTA BEKASI)Berbicara tentang kejahatan, maka dalam pikiran akan timbul gambaran tentang berbagai bentuk kejahatan. Salah satunya adalah kejahatan terhadap harta kekayaan atau bisa disebut dengan tindak pidana pencurian. Salah satu kejahatan yang sangat meresahkan masyarakat adalah tindak pidana pencurian kendaraan bermotor. Faktor penyebabnya pun beragam, dimulai dari kebutuhan ekonomi hingga gaya hidup yang sangat tinggi. Hal ini terjadi di berbagai daerah yang memiliki jumlah penduduk dengan jumlah mobilitas tinggi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanggulangan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor serta mengetahui faktor penghambat penanggulangan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor yang dilakukan oleh Polres Kota Bekasi, penelitian ini menggunakan metode yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Jenis dan sumber data yang dipergunakan adalah data primer yang diperoleh langsung dari informan dan data sekunder yang diperoleh melalui studi pustaka.
Berdasarkan hasil penelitian penanggulangan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor yang dilakukan oleh Polres Kota Bekasi adalah dengan melakukan upaya pre-emtif, preventif dan represif. Faktor penghambat dalam hal penanggulangan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor di Polres Kota Bekasi adalah dapat dilihat dari aspek struktur hukum, yakni kurangnya jumlah personil anggota Polri Polres Kota Bekasi, kurangnya sarana dan prasarana serta SDM dalam melakukan tracking, penjatuhan sanksi pidana yang masih terlalu ringan bagi pelaku sehingga kurang menimbulkan efek jera bagi pelaku curanmor, serta penanggulangan belum berjalan sinergi dengan pihak lain yang terkait. Adapun dari aspek kultur hukum lebih pada kurangnya kesadaran hukum masyarakat untuk merespon secara cepat pelaporan mengenai terjadinya curanmor. Adapun di sisi lain, belum adanya hambatan dari aspek substansi hukum terkait penanggulangan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor di Polres Kota Bekasi.
Talk about crime, then in the mind will appear a picture of various forms of crime. One of them is a crime against wealth or can be called a crime of theft. One crime that is very troubling the public is the crime of theft of vehicles. the causes are also varied, starting from high economic and lifestyle needs. This happens in various areas which have high mobility population.
This study aims to determine the prevention of motor vehicle theft crime and to find out the inhibiting factors for the prevention of vehicle theft by the Bekasi City Police Station. This study also uses the sociological juridical method with descriptive research specifications. types of data sources used are primary data obtained directly from informants and secondary data obtained through literature studies.
Based on the results of research on the prevention of vehicle theft crime which is carried out by Bekasi police station by doing prefemtive, preventive and repressive efforts. Inhibiting factors in overcoming the crime of vehicle theft in the Bekasi City Police station can be seen from the aspect of the law structure, as the lack of personnel of the police in the Bekasi City Police Station, lack of facilities and infrastructure as well as human resources in tracing, the imposition of criminal sanctions that are still too light for the perpetrators so that they do not cause a deterrent effect for the perpetrators of fraud, and the countermeasures have not gone hand in hand with other relevant parties. As for the aspect of legal culture, it is more on the lack of public awareness to respond quickly to reports about the occurrence of fraud. As for the other side, there is no obstacle in the aspect of legal substance related to the handling of vehicle theft in the Bekasi police station.
2492527901H1D014075PENGARUH PENAMBAHAN VARIASI CALCIUM STEARATE TERHADAP WAKTU IKAT SEMEN DAN KUAT TEKAN MORTARPasta semen sebagai bahan utama campuran beton memiliki peran yang besar terhadap karakterisik beton yang dihasilkan. Oleh karena itu diperlukan variasi terhadap campuran pasta agar sesuai dengan kebutuhan. Calcium stearate sebagai bahan yang bersifat hydrophobic dan mampu memberikan oksidasi kalsium terhadap pasta semen diharapkan dapat meningkatkan kuat tekan mortar. Penelitian ini bermaksud mengetahui pengaruh penambahan calcium stearate sebesar 0%,1%,2%, dan 3% berat semen terhadap waktu ikat awal dan akhir semen, fase hidrasi pasta dan pada hari ke-3,7, dan 28 umur pasta semen dan kuat tekan mortar pada hari ke-3,7,14 dan 28 umur mortar. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan calcium stearate mempercepat waktu ikat awal semen 4,71% dan waktu ikat akhir semen sebesar 11,11% setiap penambahan 1% kadar calcium stearate dari berat semen. Penambahan calcium stearate pada campuran mortar juga menurunkan kuat tekan mortar.

The cement paste as the main ingredient of concrete mix has a great role of the characteristics of concrete produced. It is therefore necessary of the variation of the mixed paste to suit the needs. Calcium stearate as a material that is hydrophobic and capable of delivering the oxidation of calcium toward the cement paste is expected to increase comperehensive strength of mortar. This research intends to know the influence of addition of calcium stearate of 0%,1%, 2%, and 3% of the weight of the cement to the initial and final setting time of cement, and hydration phase of 3,7, and 28 day aged cement paste and mortar on compressive strength 3, 7, 14 and 28 day age mortar. The research results showed that the addition of the calcium stearate cement initial setting time speed up 4,71% and the time of final setting time cement amounted to 11,11% per the addition of 1% levels of calcium stearate of cement mass. The addition of calcium stearate on mortar mix also lower the comperehensive strength of mortar.
2492627900F1A014091Motivasi Remaja Aktif Dalam Kegiatan Karang Taruna di Desa Beji Kecamatan KedungbantengMotivasi Remaja Aktif dalam Kegiatan Karang Taruna di Desa Beji Kecamatan Kedungbanteng, ini dilatarbelakangi fakta bahwa remaja yang biasanya digambarkan dengan berbagai kenakalannya jusru ikut aktif dalam kegiatan sosial di masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) motivasi remaja aktif dalam kegiatan karang taruna (2) faktor-faktor yang mempengaruhi remaja aktif dalam kegiatan karang taruna. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik penentuan informan purposive sampling dan pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Sasaran penelitian adalah remaja yang tergabung dalam karang taruna, dan pembina karang taruna. Sumber data penelitian ini yakni data primer dan data sekunder. Metode analisis data menggunakan analisis interaktif, yang terdiri atas empat komponen yakni, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi remaja untuk aktif dalam kegiatan karang taruna di Desa Beji yaitu karena ingin bisa berorganisasi, bermanfaat bagi orang lain, menambah relasi teman, ingin mengisi waktu luang, ingin menjadi pelopor, dan ada juga keingintahuan tentang karang taruna. Faktor pendorong remaja aktif di karang taruna Desa Beji yang pertama adalah peranan dari konsep diri remaja yang percaya bahwa dirinya mampu melakukan sesuatu. Selanjutnya, remaja termotivasi untuk bekerja keras jika dirinya merasa dipedulikan oleh orang lain, dan terakhir minat berorganisasi remaja dipengaruhi oleh dorongan dari lingkungan keluarga.The Motivation of Active teenager in Youth community activity located on Beji district of Kedungbanteng, the fact that teenager usually underlined with their naughty, otherwise they active in social society activity. The aim of the research is that to know (1) the motivation of active teenager in youth community activity (2) the factors that influence the active teenager in the activity. This research used qualitative descriptive method, the sampling technique was used purposive sampling, and the data collection technique used interview, observation and documentation. The sample was from teenager and facilitator who joint the community. The source of this research was from premiere and secondary data. The analytical method used interactive analysis with four component within such as data collection, reduction, presentation, and conclusion. The validity of this research used triangulation source. The result of this research shown that the motivation of the teenager who active in the community is that they wanted to be able to participate in organisation, give advantage to others, add their relation, fill their spare time, become leader, and to know the community itself. The factors of the active teenager in beji youth community firstly influence from self-concept from the teenager that believe themselves are be able to do something. Next, the teenager are motivated to do hard working when they feel to be cared by others, and the last their interest in organisation influenced by their family.
2492727902F1F013064A SEMANTIC ANALYSIS OF CONCEPTUAL METAPHOR CONTAINS LOVE, LIFE AND CHANGE EXPRESSIONIN THE ALBUM “CURRENTS” BY TAME IMPALAABSTRAK
Adiasa Nusa Hutomo Putro. 2019.A Semantic Analysis Of Conceptual Metaphor Contains Love, Life And Change Expression In The Album “Currents” By Tame Impala. Skripsi.Pembimbing I: Drs. Ashari, M.Pd.,Pembimbing II: Tri Wahyu SP, S.S., M.Hum. Penguji: Ika Maratus S., M.A.Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Bahasa Inggris, Program Studi Sastra Inggris, Purwokerto,2018
Kata Kunci : Metafora, Metafora Konseptual, Currents
Penelitian yang berjudul A Semantic Analysis Of Conceptual Metaphor Contains Love, Life and Change In The Album “Currents” by Tame Impalaini bertujuan untuk menemukan jenis-jenis metafora dan menjelaskan makna dari data yang ditemukan. Identifikasi metafora didasarkan pada teori Lakoff dan Johnson (2003) yang dibagi menjadi tiga jenis, yaitu struktural, orientasi, dan ontologis. Kemudian deskripsi makna yang terkandung dalam setiap lirik ditafsirkan menggunakan teori Kövecses (2010) yang berfokus untuk mengetahui serangkaian pemetaan yang berlaku untuk pasangan sumber-target yang diberikan. Ide pemetaan yang sama antara sumber dan target digunakan untuk menggambarkan penalaran dan kesimpulan analogis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis data. Sumber data adalah album ketiga Tame Impala yang bejudul Currentsdan data utama adalah ungkapan yang terdapat pada lirik lagu yang menandakan majas metafora. Penelitian ini menggunakan pendekatan dan teori semantik untuk menjawab rumusan masalah. Penulis menggunakan beberapa langkah dalam menganalisis data, yaitu mengklasifikasikan data metafora ke dalam tiap tipenya berdasarkan teori Lakoff dan Johnsen, mendeskripsikan makna dari metafora yang ditemukan di objek, serta membuat kesimpulan dari semua data yang telah diteliti.Populasi penelitian ini diambil dari lirik lagu yang menunjukkan metafora dalam album Tame Impala Ketiga. Pengambilan sampel purposive diambil dalam menentukan sampel. Sampel penelitian ini adalah berbagai jenis metafora dan artinya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa data yang mengandung metafora adalah 15 data yang dibagi menjadi: metafora struktural adalah 10 data, orientasional adalah tiga data, dan ontologis adalah dua data. Jenis yang paling dominan adalah bentuk struktural dari ketiga jenis tersebut. Oleh karena itu, peneliti berkesimpulan bahwa Tame Impala selalu menggambarkan lagu mereka berdasarkan makna metafora struktural itu sendiri.
ABSTRACT
Adiasa Nusa Hutomo Putro. 2019.A Semantic Analysis Of Conceptual Metaphor Contains Love, Life And Change Expression In The Album “Currents” By Tame Impala. Thesis. Supervisor I: Drs. Ashari, M.Pd., Supervisor II: Tri Wahyu SP, S.S., M.Hum. External Examiner: Ika Maratus S., M.A. Ministry of Research, Technology and Higher Education. Jenderal Soedirman University. Faculty of Humanities. Language and Literature Department. English Study Program, Purwokerto.
Key words : Metaphor, Conceptual Metaphor, Currents
The research entitled “A Semantic Analysis Of Conceptual Metaphor Contains Love, Life, and Change Expression in the Album Currents by Tame Impala” aims to find the types of metaphor and to explain the meaning of the data found. The identification of metaphor is based on Lakoff and Johnson theory (2003) which is divided into three types, those are structural, orientational, and ontological. Then the description of meaning contained in each lyric is interpreted using Kövecses theory (2010) which focuses to know the set of mappings that applies to a given source-target pairing. The same idea of mapping between source and target is used to describe analogical reasoning and inferences.The researcher used qualitative method in analyzing the data. The data source was Tame Impalathird album entitled Currents and the main data was the utterances of the song lyrics indicating metaphor. This research applied semantic approach and theory to answer the research questions. In analyzing the data, the researcher took some steps. There were classifying the data of metaphor into its types based on Lakoff and Johnsen theory, describing the meaning of metaphors found in the object, and drawing the conclusion from all the data that have been analyzed.The population of this research was taken from the song lyrics indicating metaphor in Tame Impala Third album. The purposive sampling was taken in determining the sample. The samples of this research were the various types of metaphor and their meaning. The result of this research shows that the data contained metaphor are 15 data which are divided into: structural metaphor are 10 data, orientational are three data, and ontological are two data. The most dominant type is structural form those three types. Therefore, the researcher concluded that Tame Impala always describe their song based on the meaning of structural metaphor itself.
2492827903F2C017005Implementasi Peran Pengelolaan Pelayanan Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam Pengelolaan Keterbukaan Informasi Publik.Sebagai upaya mendorong keterbukaan informasi publik Pemerintah Kota Tasikmalaya telah mengimplementasikan Undang-Undang No.14 Tahun 2008 (UU KIP) yang merupakan rezim hukum baru yang mengusung prinsip transparansi dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara, dan PPID Pemerintah Kota Tasikmalaya baru menjalankan kegiatan KIP ini selama dua tahun, Penelitian ini bersifat deskriftif kualitatif. Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah. Teori yang digunakan yaitu teori sistem menjelaskan esensi dasar kehidupan, yaitu pentingnya menjalin hubungan sosial. Menjalin hubungan sosial yang baik merupakan hasil dari suatu interaksi sosial, dalam hal ini yaitu interaksi antara organisasi/lembaga dengan publiknya. Teori kedua yang digunakan adalah teori excellence ini terdapat tiga aspek dasar yang harus dilakukan yakni Pengetahuan, harapan bersama, dan juga budaya partisipatif. Dalam menyiapkan hubungan sosial pun harus memenuhi standar kualitas SDM yang handal, karena media sosial disini menjadi media utama dalam penyebaran Informasi Publik. . Pihak PPID Utama sedang menyiapkan rancangan untuk pengelolaan KIP di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya, untuk memberikan pengetahuan mengenai KIP untuk mendukung dan menjalani KIP dengan efektif dan efisien agar tidak adanya kesimpang siuran informasi baik di dalam Lembaga maupun di masyarakat Kota Tasikmalaya, yang dinilai masih lemah dalam mengelola KIP ini.The Government of Tasikmalaya City has been implementing Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 (UU KIP), a new regime with the emphasize on transparency principals, for two years. This study is a qualitative descriptive, a method to study the natural objects. This study used two theories, which are System Theory and Excellence Theory. System Theory explains the basic essences of life, which is creating the social relationship. Having a good social relationship is the result from social interaction, in this case is the interaction between the institutions with the public. The second theory is Excellence Theory, which has three basic aspects; knowledge, mutual expectancy, and participative culture. In preparing social relationship one must meet the quality standard of a capable human resource, as social media plays an essential role in distributing the public information. The Primary PPID is currently preparing the blueprint of PPID management in the Government of Tasikmalaya City, to provide the knowledge about KIP that will support KIP in an effective and efficient way. Thus, the misinformation in both institution and the public of Tasikmalaya City will be reduced.
2492928915D1A016217PENGARUH JUMLAH SPERMATOZOA AYAM KAMPUNG PER INSEMINASI BUATAN YANG DIENCERKAN DENGAN ANDROMED TERHADAP MOTILITAS SPERMATOZOA DAN FERTILITAS TELURPenelitian berjudul “Pengaruh Jumlah Spermatozoa Ayam Kampung Per Inseminasi Buatan Yang Diencerkan Dengan Andromed Terhadap Motilitas spermatozoa Dan Fertilitas Telur”. Penelitian dilaksanakan di Experimental Farm dan di Laboratorium fisiologi dan reproduksi ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, tanggal 15 Februari sampai dengan 17 Maret 2020. Tujuan penelitian untuk mengkaji pengaruh jumlah spermatozoa per inseminasi terhadap motilitas spermatozoa dan fertilitas telur. Materi penelitian yang digunakan yaitu 2 ml semen segar dari 12 ekor ayam kampung jantan berumur 1,5 tahun, 40 ekor ayam niaga petelur berumur 25 minggu, mikroskop, pipet tetes, object glass, cover glass, pemberian pakan ayam niaga petelur sebanyak 120 gr/ekor/hari sedangkan pemberian pakan untuk pejantan ayam kampung yaitu 150 gr/ekor/hari. Bahan yang digunakan meliputi 12 unit kandang pejantan, 40 unit kandang betina, dan perlengkapanya, tabung penampung semen, pengencer andromed, spuit injeksi, dan mesin tetas. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan. Terdapat 5 ulangan dalam setiap perlakuan dengan masing-masing ulangan terdiri atas 2 ekor ternak ayam niaga petelur. Perlakuan yang digunakan pada penelitian ini P1: 0,5 ml Semen + 1,9 ml Andromed (50 x 106 per 0,1 ml)., P2: 0,5 ml Semen + 0,7 ml Andromed (100 x 106 per 0,1 ml)., P3: 0,5 ml Semen + 0,3 ml Andromed (150 x 106 per 0,1 ml)., P4: 0,5 ml Semen + 0,1 ml Andromed (200 x 106 per 0,1 ml). Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa konsentrasi spermatozoa yang ditambahkan dengan pengencer andromed berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap motilitas spermatozoa dan fertilitas telur. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa konsentrasi spermatozoa yang di encerkan dalam pengencer andromed dapat meningkatkan motilitas spermatozoa tetapi tidak dapat meningkatkan fertilitas.
Kata Kunci: Motilitas spermatozoa , Fertilitas , Inseminasi buatan, Ayam Kampung, Gliserol, Andromed.
The study titled “the effect of of kampung roosters spermatozoa doses per insemination diluted in Andromed on spermatozoa motility and eggs fertility ”. The study, was conducted at the Experimental farm and The laboratory of Physiology and Animal Reproduction, Animal science faculty of Jenderal Soedirman University on February 15th – 17rd March, 2020. This study aims to determine the effect of spermatozoa doses on spermatozoa motility and eggs ferlity of kampung roosters per insemination. The material used were 2 ml fresh semen of 12 Kampung roosters aged 1.5 year, 40 commercial laying hens aged 25 weeks, microscope, dropper pippetes, object glass, cover glass, distributing diets of commercial laying chickens was 120 gram/head/day, whereas distributing diets of kampung roosters was 150 gram/head/day. The materials were 12 male chicken cages, 40 units of layer cages and its stuff, semen collecting tube, andromed extender, injection spuit, and hatching machine. This study used a completely randomized design with 4 treatments and 5 replications. Each replication consisted 2 commercial laying hens. The treatments were P1: 0.5 ml Semen + 1.9 ml Andromed (50 x 106 per 0.1 ml)., P2: 0.5 ml Semen + 0.7 ml Andromed (100 x 106 per 0.1 ml)., P3: 0.5 ml Semen + 0.3 ml Andromed (150 x 106 per 0.1 ml)., P4: 0.5 ml Semen + 0.1 ml Andromed (200 x 106 per 0.1 ml). The result showed that the concentration of spermatozoa diluted in andromed had no significant effect (P>0.05) on motility of spermatozoa and eggs ferlitity. The conclusion of this research is that the concentration of spermatozoa diluted in andromed diluents can increase the motility of spermatozoa but cannot increase egg fertility.
Keywords: Spermatozoa motility, fertility, artficial insemination, kampung chickens, gliserol, andromed.
2493028732E1A016121PENERAPAN PASAL 21 AYAT (2) HURUF (a) UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG MEREK DAN INDIKASI GEOGRAFIS DALAM PUTUSAN NOMOR 01/Pdt.Sus-Merek/2019/PN.Niaga.JKT.PSTMerek merupakan bagian dari Kekayaan Intelektual dalam pengelompokan Hak Milik Perindustrian (Industrial Property Right) berfungsi untuk membedakan asal maupun kualitas barang dan/atau jasa sejenis antara suatu perusahaan dengan perusahaan lain. Peraturan merek diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 (atau disingkat UUMIG).
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Data yang terkumpul diolah dan dianalisis dengan metode analisis data secara normatif kualitatif.
Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Putusan Nomor 01/Pdt.Sus-Merek/
2019/PN.Niaga.JKT.PST mengenai pendaftaran merek-merek HUGO BOSS milik Penggugat dan merek-merek HUGO FEMINIME, HUGO JEANS, dan HUGO BOY milik Tergugat yang disengketakan telah sesuai dengan ketentuan Pasal 21 Ayat (2) huruf (a) UUMIG. Bahwa merek milik Tergugat telah menyerupai nama badan hukum milik Penggugat, sehingga Tergugat tidak mempunyai itikad baik dalam mendaftarkan merek tersebut. Karena merek HUGO BOSS merupakan bagian dari nama grup badan hukum Penggugat, yaitu HUGO BOSS AG dan HUGO BOSS Trade Mark Management GmbH & Co. KG, Maka merek terdaftar dapat berupa nama lengkap maupun sebagian nama badan hukum pemilik merek. Oleh karena itu merek milik Tergugat yang telah didaftarkan tersebut harus dibatalkan/dinyatakan tidak sah.
Trademark is a part of Intellectual Property in the grouping of Industrial Property Rights (Industrial Property Right) functions to distinguish the origin and quality of goods and / or services of a kind from one company to another company. Trademark regulations are regulated in Law Number 20 Year 2016 (or abbreviated as UUMIG).
The method used in this study is a normative juridical research method with descriptive analytical research specifications. Data sources used are secondary data obtained from literature studies in the form of primary, secondary and tertiary legal materials. The collected data is processed and analyzed using normative qualitative data analysis methods.
The results of the study concluded that Decision Number 01 / Pdt.Sus-Trademark / 2019 / PN.Niaga.JKT.PST regarding registration of the Plaintiff's HUGO BOSS marks and HUGO FEMINIME, HUGO JEANS, and the Defendant's HUGO BOY marks in accordance with the provisions of Article 21 Number (2) Letters (a) UUMIG . That the Defendant's trademark has resembled the name of the Plaintiff's legal entity, so the Defendant does not have good faith in registering the mark. Because the HUGO BOSS brand is part of the Plaintiff's legal group name, namely HUGO BOSS AG and HUGO BOSS Trade Mark Management GmbH & Co. KG, Then the registered mark may be in the form of the full name or part of the name of the legal entity of the brand owner. Therefore the Defendant's trademark which has been registered must be canceled / declared invalid.
2493127905C1I015030FACTORS AFFECTING UNDERSTANDING AND USING OF STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN TANPA AKUNTABILITAS PUBLIK (SAK ETAP) ON MSMEs (SURVEY CONDUCTED OF ENTERPRISES GETUK GORENG IN BANYUMAS REGENCY)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel Tingkat Pendidikan, Sosialisasi SAK ETAP, Skala Usaha, dan Umur Usaha terhadap Pemahaman dan Penggunaan SAK ETAP pada pengusaha Getuk Goreng Di Kabupaten Banyumas. Sampel pada penelitian yang ini berjumlah 54 pengusaha getuk goreng di Kabupaten Banyumas dengan menggunakan metode sensus yaitu mengambil sampel sebanyak jumlah populasi. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu Human Capital Teori dan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Pengumpulan data pada penelitian ini diambil dengan melakukan penyebaran kuesioner, yaitu dengan mengunjungi langsung tempat usaha getuk goreng serta menyerahkan kuisioner yang telah disusun oleh penulis. Hasil yang diperoleh dari lapangan akan dianalisis dengan menggunakan Uji Validitas & Realibilitas, Uji Asumsi Klasik, Uji Regresi Linear Berganda dan pengujian ini diolah menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian yang telah diperoleh menunjukkan bahwa Variabel Sosialisasi SAK ETAP dan Skala Usaha berpengaruh positif sedangkan, variabel lainnya yaitu Tingkat Pendidikan dan Umur Usaha tidak berpengaruh terhadap pemahaman dan penggunaan SAK ETAPThis research aims to determine the effect of variable Level Education, Socialization of SAK ETAP, Business Scale, and Business Age on Understanding and Use of SAK ETAP at Getuk Goreng entrepreneurs in Banyumas Regency. The sample in this study amounted to 54 entrepreneurs of Getuk Goreng in Banyumas Regency by using the census method, which is to take a sample of the population. The Theories used in this research are Human Capital Theory and Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). The data collection in this research was taken by distributing questionnaires, which the process by visiting directly the place of Getuk Goreng business and submitting the questionnaire that was compiled. The results obtained from the field will be analyzed using the Validity & Reliability Test, Classic Assumption Test, Multiple Linear Regression Test and this test is processed with SPSS application. The results of research that have been obtained show that the variable Socialization of SAK ETAP and Business Scale have a positive effect on the understanding and use of SAK ETAP while, the other variables are Level Education and Business Age do not affect the understanding and use of SAK ETAP.
2493227906D1A015138PENGARUH LEVEL KUNING TELUR PADA PENGENCER SUSU SKIM DAN LAMA WAKTU PENYIMPANAN TERHADAP MOTILITAS DAN ABNORMALITAS SPERMATOZOA AYAM KAMPUNGILHAM BUDI SANTOSO, Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara penambahan level kuning telur pada pengencer susu skim (P) dan lama waktu penyimpanan(W) terhadap motilitas dan abnormalitas spermatozoa ayam kampung. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial 3 x 3 dengan faktor P(P0= susu skim + 0% kuning telur, P1= susu skim + 10% kuning telur, P2= susu skim + 20% kuning telur) dan faktor W (W1= 10menit,W2= 40menit, W3= 70 menit) pada suhu ruang masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Hasil uji ANOVAmenunjukkan masing-masing interaksi faktor P dan W berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap motilitas spermatozoa dan hasil uji orthogonal polinomial menunjukkan pengaruh yang sangat nyata secara linier (P<0,01) pada masing-masing interaksi perlakuan P dan W. Persentase motilitas yang dihasilkan perlakuan P0W1, P1W1, P1W2, P2W1, dan P2W2 berada diatas 50% sehingga masih layak digunakan untuk IB. Interaksi perlakuan terbaik ditunjukkan oleh interaksi P1 (susu skim + 10% kuning telur) dengan W1, W2, dan W3 terhadap motilitas spermatozoa yang membentuk garis linier dengan persamaan y = -0,484x + 82,93 dan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,995. Hasil uji ANOVA tidak menunjukkan adanya pengaruh nyata (P>0,05) pada interaksi P dan W terhadap abnormalitas spermatozoa dan masing-masing faktor memberikan pengaruhnya tersendiri. Perlakuan P berpengaruh sangat nyata (P<0,01) dan membentuk garis linier dengan persamaan persamaan Y = 0,009 x + 0,079 dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,915, sedangkan faktor W berpengaruh nyata (P<0,05) namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) secara linier maupun kuadrater. Abnormalitas yang dihasilkan dari seluruh perlakuan berada dibawah 20% sehingga layak digunakan untuk IB. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa spermatozoa ayam kampung yang diberi perlakuan penambahan level kuning telur 10% dan 20% yang disimpan sampai 40 menit pada suhu ruang masih layak digunakan untuk IB.

ILHAM BUDI SANTOSO, the purpose of this research was to determine the effect of the interaction between the addition of egg yolk levels in skim milk (P) diluents and storage time (W) on the motility and abnormalities of kampung rooster spermatozoa. The study used a completely randomized design (CRD) with a factorial pattern of 3 x 3 with a P factor (P0 = skim milk + 0% egg yolk, P1 = skim milk + 10% egg yolk, P2 = skim milk + 20% egg yolk) and a factor W (W1 = 10 minutes, W2 = 40 minutes, W3 = 70 minutes) at room temperature of each treatment was repeated three times. ANOVA test results showed that each of the interactions of the P and W factors had a very significant effect (P<0,01) on spermatozoa motility and the polynomial orthogonal test results showed a highly significant linear effect (P<0,01) on each treatment interaction P and W. The percentage of motility produced by P0W1, P1W1, P1W2, P2W1, and P2W2 treatments is above 50% so it is still suitable for IB use. The best treatment interaction was shown by the interaction of P1 (skim milk + 10% egg yolk) with W1, W2, and W3 on the motility of spermatozoa forming linear lines with the equation y = -0,484x + 82,93 and the coefficient of determination (R2) of 0,995. ANOVA test results did not show any significant effect (P> 0.05) on the interaction of P and W on spermatozoa abnormalities and each factor had its own effect. P treatment had a very significant effect (P<0,01) and formed a linear line with the equation Y = 0,009 x + 0,079 with a coefficient of determination (R2) of 0,915, while the W factor had a significant effect (p <0,05) but had no significant effect (P>0,05) both linearly and quadratically. Abnormalities resulting from all treatments are below 20% making it suitable for insemination. From the results of this research it can be concluded that kampung rooster spermatozoa treated with an additional 10% and 20% egg yolk level stored up to 40 minutes at room temperature are still suitable for insemination.
2493328842A1A116025ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PRODUK KERIPIK SALAK PADA UMKM SALAK CRISTAL DI KECAMATAN TURI KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTAUMKM Salak Cristal merupakan agroindustri yang bergerak pada pengolahan salak menjadi aneka produk olahan salak. UMKM Salak Cristal telah melakukan penjualan secara offline dan online, akan tetapi belum memperhatikan konsumen serta strategi pemasaran. UMKM Salak Cristal bukanlah satu-satunya produsen pengolah salak di Sleman. Hal tersebut, membuat UMKM Salak Cristal membutuhkan informasi kepuasan konsumen untuk menyusun strategi pemasaran yang tepat agar mengetahui perubahan kebutuhan konsumen dan mencapai kepuasan konsumen. Oleh karena itu, peneliti perlu menganalisis kepuasan konsumen untuk membantu UMKM Salak Cristal dalam menyusun strategi pemasaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menganalisis karakteristik konsumen keripik salak pada UMKM Salak Cristal di Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta; 2) Menganalisis tingkat kepuasan konsumen terhadap produk keripik salak pada UMKM Salak Cristal di Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta; 3) Menganalisis strategi pemasaran yang dapat dilakukan UMKM Salak Cristal di Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Metode analisis data yang digunakan adalah Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Karakteristik konsumen keripik salak UMKM Salak Cristal yaitu masyarakat yang berdomisili di Yogyakarta dan wisatawan, berjenis kelamin perempuan, berusia 38-47 tahun, memiliki pendidikan akhir sarjana, memiliki pekerjaan pegawai swasta, dan memiliki pendapatan di atas UMK Yogyakarta 2019, 2) Nilai tingkat kepuasan konsumen terhadap atribut produk keripik salak UMKM Salak Cristal yaitu berada pada kriteria puas, 3) Hasil segmenting yang dapat menjadi target pasar UMKM Salak Cristal adalah kelompok konsumen berpendapatan menengah ke atas yang berdomisili di Yogyakarta atau wisatawan, dengan kebutuhan membeli produk untuk oleh-oleh. Strategi yang dapat diterapkan yaitu memperbaiki beberapa atribut yang harus ditingkatkan yaitu variasi rasa, penjualan online, promosi online, lokasi toko, seragam karyawan, kerapian karyawan, proses pembayaran, display sesuai jumlah produk, dan label harga produk.UMKM Salak Cristal is an agro-industry that is engaged in processing salak into various processed salak products. UMKM Salak Cristal have offline and online sales, but haven’t consumer noticed and marketing strategies. UMKM Salak Cristal is not the only salak manufacture producer in Sleman. Therefore it makes UMKM Salak Cristal need information on customer satisfaction to develop appropriate marketing strategies to know changes in consumer needs and achieve customer satisfaction. Accordingly, researchers need to analyze customer satisfaction to help UMKM Salak Cristal in developing the right marketing strategy. This study aimed to: 1) Determine the characteristics of consumers salak chips at UMKM Salak Cristal Turi District, Sleman Regency, Yogyakarta; 2) Determine the level of satisfaction with salak chips at UMKM Salak Cristal Turi District, Sleman Regency, Yogyakarta; 3) Determine the marketing strategies that can be do in UMKM Salak Cristal Turi District, Sleman Regency, Yogyakarta. The method of this research are used survey method. The method of this research are used Important Performance Analysis (IPA) and Customer Satisfaction Index (CSI). The results showed that: 1) The characteristics of consumers of salak chips at UMKM Salak Cristal are the people who live in Yogyakarta and tourists, are female, aged 38-47 years, have a bachelor’s degree, work as a private employee, and have an income above the UMKM Yogyakarta 2019, 2) Customer satisfaction to salak chips product in UMKM Salak Cristal is on the criterion of satisfaction, 3) Segmenting result that can be a target market UMKM Salak Cristal is a group costumers that have middle to upper income, domiciled in Yogyakarta and tourist, buying product for souvenirs. Product attributes that must be prioritized to be improved are taste variations, sales and online promotions, store locations, employee uniforms, neat-looking employees, payment processing, displays adjust of products, and product price tags.
2493428916I1A016049EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI PROGRAM GENERASI BERENCANA MELALUI PUSAT INFORMASI KONSELING (PIK) REMAJA DI SMK N 3 PURBALINGGAABSTRAK


EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI PROGRAM GENERASI BERENCANA MELALUI PUSAT INFORMASI KONSELING (PIK) REMAJA
DI SMK N 3 PURBALINGGA
Karennina Samantha Shan, Arif Kurniawan, Arih Diyaning Intiasari


Latar Belakang: PIK-R di SMK N 3 Purbalingga merupakan implementasi dari pelaksanaan Program GenRe, dimana bertujuan sebagai wadah konseling serta pemberian informasi khususnya terkait remaja dan permasalahannya. Tetapi, dalam pengimplementasian Program GenRe melalui PIK-R di SMK N 3 Purbalingga, masih terdapat permasalahan yaitu kurangnya pemahaman siswa terhadap substansi Program GenRe serta belum pernahnya dilakukan pengukuran efektivitas terhadap implementasi Program GenRe khususnya pada PIK-R di SMK N 3 Purbalingga maupun di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas implementasi Program GenRe melalui PIK-R di SMK N 3 Purbalingga.

Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode kualititatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan di PIK-R SMK N 3 Purbalingga. Informan utama penelitian ini adalah Pembina PIK-R, Pengelola PIK-R, Ketua PIK-R, Konselor dan Pendidik Sebaya, serta Kepala Dinsosdalduk KBP3A Kabupaten Purbalingga dan informan pendukung adalah Duta GenRe serta Ketua Forum GenRe Kabupaten Purbalingga. Analisis data menggunakan content analysis dengan pendekatan thematic network.

Hasil Penelitian: Implementasi Program GenRe melalui PIK-R di SMK N 3 Purbalingga belum berjalan efektif dilihat dari lima indikator: (1)Arah dan kebijakan Program GenRe belum efektif dari sisi ketepatan kebijakan program, (2)Lingkungan internal Program GenRe sudah efektif tetapi lingkungan eksternal belum efektif dari sisi ketepatan lingkungan program, (3)Minat serta jumlah sasaran Program GenRe belum efektif tercapai dari sisi ketepatan sasaran program, (4)Pemahaman serta akses penyebaran informasi pada proses Program GenRe belum efektif terlaksana dari sisi ketepatan proses program, (5)Pembagian kerja serta pendanaan pelaksanaan Program GenRe belum efektif dari sisi ketepatan pelaksana program.

Kesimpulan: Implementasi Program GenRe melalui PIK-R di SMK N 3 Purbalingga belum berjalan dengan efektif.

Kata Kunci: Efektivitas, Generasi Berencana, PIK-R
ABSTRACT


THE EFFECTIVENESS OF THE PLANNED GENERATION (GENERASI BERENCANA) PROGRAM THROUGH THE YOUTH COUNSELING INFORMATION CENTER (PIK-R) AT STATE VOCATIONAL HIGH SCHOOL 3 PURBALINGGA
Karennina Samantha Shan, Arif Kurniawan, Arih Diyaning Intiasari


Background: PIK-R (Youth Counseling Information Center) of State Vocational High School 3 Purbalingga is an implementation of GenRe (Planned Generation) Program, which has a goal to be a source of informations related to youth and its problems. However, at its implementation through PIK-R at State Vocational High School 3 Purbalingga, GenRe Program still has some lacks, such as the poor understanding of students toward the substances of the program itself and the lack of measurement of the effectiveness which actually has not ever been done before especially in PIK-R at State Vocational High School 3 Purbalingga. This study is aiming to know the effectiveness of the GenRe Program implementation through PIK-R at State Vocational High School 3 Purbalingga.

Metodology: This study used qualitative methos with the case-study approach. This study was conducted in PIK-R at State Vocational High School 3 Purbalingga. The main informantsof this study are the coach of PIK-R, the manager of PIK-R, the head of PIK-R, counsellor and coeval educator, and the head of Purbalingga Municipal Social Office, and the support informants are the ambassador of GenRe Program and the head of GenRe Forum of Purbalingga Municipal. The analysis used is content analysis with the thematic network approach.

Results: The implementation of GenRe Program through PIK-R at State Vocational High School 3 Purbalingga is not effective seen from five indicators: (1)The ineffectivenessof the direction and the policyfound in the accuracy of the program's policy, (2)The internal environment of GenRe Program is effective but the external environment is still not effective, seen from the accuracy of the program's environment, (3)Theinterest and number oftargets of GenRe Program is still not effective, seen from the accuracy of program's targets, (4)The comprehension and the access of information disseminationof GenRe Program is still not effective, seen from the accuracy of program's process, (5)The division of works and funding of GenRe Program is still not effective, seen from the accuracy of program’s actor.

Summary: The implementation of GenRe Program through PIK-R at State Vocational High School 3 Purbalingga is still not working effectively.

Keywords: Effectiveness, Generasi Berencana, PIK-R
2493527907C1A013048ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI KOPI DAN NILAI TAMBAH INDUSTRI PENGOLAHAN KOPI DI DESA GAMBUHAN KECAMATAN PULOSARI KABUPATEN PEMALANGPenelitian ini merupakan penelitian tentang pendapatan petani kopi dan nilai tambah yang dihasilkan industri kopi.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pendapatan usahatani kopi dan menganalisis nilai tambah yang dihasilkan industri pengolahan kopi Galing. Populasi dalam penelitian ini adalah semua petani kopi di Desa Gambuhan yang berjumlah 25 petani. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah keseluruhan petani kopi, pengambilan data responden dilakukan dengan wawancara berdasarkan kuisioner yang dilakukan langsung dengan petani kopi.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan analisis keuntungan usahatani, dan metode Hayami, didapatkan bahwa petani kopi memiliki pendapatan Rp3.421.000,00 dengan keuntungan Rp2.742.450,00 Kemudian terdapat nilai tambah yang positif yaitu sebesar Rp45.887,00/kg dimana 99,87% nilai tambah diterima oleh pengusaha industri kopi dan sisanya 0,31% diterima oleh tenaga kerja.
Implikasi dari penelitian ini yaitu petani kopi sebaiknya menjual hasil tani nya kepada konsumen secara langsung sehingga mengurangi ketergantungan petani kepada tengkulak. Hal ini dapat menjadi suatu strategi untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani di desa Gambuhan.
This study is a study of the income of coffee farmers and the added value generated by the coffee industry. This study takes the title: "Analysis of Coffee Farming Income and Coffee Processing Industry Added Value in Gambuhan Village, Pulosari District, Pemalang Regency".
The purpose of this study is to analyze how much coffee farm income and analyze how much added value is produced by the Galing coffee processing industry. The population in this study were all coffee farmers in Gambuhan Village, amounting to 25 farmers. The number of respondents taken in this study were all coffee farmers, the data collection of respondents was conducted by interview based on a questionnaire conducted directly with coffee farmers.
Based on the results of research and data analysis using business profit analysis, π = TR - TC and, Hayami method found that coffee farmers have an income of Rp3,421,000 with a profit of Rp2,742,450. Then there is a positive added value of IDR 45,887 / kg where 99.87% of the added value is received by the coffee industry entrepreneurs and the remaining 0.31% is received by the labor force.
The implication of this research is that coffee farmers can continue to sell their crops to consumers directly, thereby reducing farmers 'dependence on middlemen. This can be a strategy to increase farmers' income and welfare in Gambuhan village.
2493627908C2D017004IDENTIFIKASI KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN DENGAN FRAUD PENTAGON STUDI EMPIRIS BUMN TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIAKecurangan laporan keuangan merupakan persoalan yang masih menjadi tema yang hangat untuk diperbincangkan, terlebih dengan mencuatnya kasus manipulasi laporan keuangan Garuda Indonesia tahun buku 2018. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi kecurangan laporan keuangan dengan menggunakan teori fraud pentagon. Teori fraud pentagon memiliki lima elemen risiko kecurangan yang dikembangkan dari teori fraud triangle Cressey 1953. Kelima elemen resiko tersebut adalah tekanan, kesempatan, rasionalisasi, kompetensi, dan arogansi. Pengujian dari elemen resiko fraud pentagon menggunakan variabel proksi yaitu stabilitas keuangan, tekanan eksternal, target keuangan, pengawasan yang tidak efektif, pergantian auditor, pergantian direktur, dan gambar CEO. Sementara itu, untuk variabel kecurangan laporan keuangan menggunakan variabel proksi manajemen laba yang diukur dengan metode Modifikasi Jones. Sampel yang digunakan adalah 13 perusahaan BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2015-2017. Data-data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laman web perusahaan dan laman web Bursa Efek Indonesia. Metode analisis data menggunakan analisis regresi berganda, dimana pengolahannya dibantu oleh program SPSS 21. Hasil dari pengujian hipotesis menunjukkan bahwa variabel tekanan eksternal yang diukur dengan rasio leverage mempengaruhi kecurangan laporan keuangan. Sementara itu, variabel stabilitas keuangan yang diukur dengan rasio perubahan aset, variabel target keuangan yang diukur dengan ROA, variabel pengawasan yang tidak efektif yang diukur dengan rasio komisioner independen, variabel pergantian auditor, variabel pergantian direktur, dan variabel gambar CEO tidak terbukti mempengaruhi kecurangan laporanFraudulent financial reporting is a problem that still warm theme to be discussed. Especially, with the emergence cases of financial statements manipulation of Garuda Indonesia fiscal in 2018. The purpose of this study is to identify potential fraudulent financial statements using the Pentagon fraud theory. Pentagon fraud theory has five elements of fraud risk developed from the 1953 Cressey fraud triangle theory. The five elements of risk are pressure, opportunity, rationalization, competence, and arrogance. Testing of the pentagon fraud risk elements uses proxy variables, namely financial stability, external pressure, financial targets, ineffective monitoring, change in auditor, change of director, and CEO image. Meanwhile, for the fraudulent financial reporting variable using proxy earnings management, variables measured by the Jones Modification method. The sample used was 13 state-owned companies listed on the Indonesia Stock Exchange in the period 2015-2017. The data used are secondary data obtained from the company's webpage and the Indonesia Stock Exchange webpage. The method of data analysis uses multiple regression analysis, where the processing is assisted by the SPSS 21 program. The results of hypothesis testing indicate that external pressure variables measured by leverage ratios affect fraudulent financial statements. Meanwhile, financial stability variables measured by asset change ratios, financial target variables measured by ROA, ineffective monitoring variables measured by the ratio of independent commissioners, change in auditor variables, change of director variables, and CEO image variables were not proven to affect fraudulent financial statements.
2493727909K1A015038PENGEMBANGAN BIOSENSOR BERBASIS BAKTERI AMOBIL MENGGUNAKAN KITOSAN-BESI UNTUK UJI ANTIBAKTERIBanyaknya infeksi akibat bakteri memicu berkembangnya penemuan zat antibakteri dan pengujian aktivitasnya. Pengujian aktivitas antibakteri dapat dilakukan dengan berbagai metode salah satunya metode biosensor. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang biosensor pendeteksi antibakteri menggunakan bakteri E. coli dan S. aureus yang diamobilisasi pada kitosan-besi beads. Prinsip penelitian ini berdasarkan pertukaran elektron yang dihasilkan dari metabolisme bakteri. Elektron tersebut akan mengkonversi K3[Fe(CN)6] menjadi K4[Fe(CN)6]. K4[Fe(CN)6] yang terbentuk apabila ditambahkan dengan FeCl3 akan menghasilkan larutan berwarna biru yang disebut Prussian Blue. Intensitas warna PB yang dihasilkan diukur menggunakan scanner kemudian diolah dengan aplikasi ImageJ. Bakteri yang terhambat metabolismenya akibat kehadiran antibiotik akan menghasilkan warna PB yang memudar. Metode ini diuji validasinya meliputi linearitas, batas deteksi (LOD) dan batas kuantifikasi (LOQ), akurasi dan presisi. Hasil Penelitian menunjukkan nilai untuk E. coli dan S. aureus bertutut-turut untuk linieritas memiliki nilai r sebesar 0,9868 dan 0,9926, LOD sebesar 291 g/L dan 210,7 g/L, LOQ sebesar 972,2 g/L dan 702,6 g/L, akurasi sebesar 102% dan 100,2%, Presisi sebesar 0,255 dan 0, 196 dibandingkan dengan uji KHTM metode ini memiliki nilai konversi 1:93,3 dan 1:33,7, stabilitas penggunaan berulang kitosan-besi beads menunjukkan akurat hingga 2 kali penggunaan dan 3 kali pengunaan berulang. Kitosan-besi beads stabil selama 15 hari penyimpanan.The number of infections due to bacteria is developing, the discovery of antibacterial and testing of its activity. Testing antibacterial activity can be done by various methods, one of which is the biosensor method. The purpose of this study is the biosensor detection of antibacterial using E. coli and S. aureus bacteria which are immobilized on chitosan-iron beads. The principle of this research is based on electron transitions resulting from bacterial publications. The electron will implement K3[Fe(CN)6] to K4[Fe(CN)6]. The K4[Fe(CN)6] formed is added and FeCl3 will be obtained complete with a blue one called Prussia Blue. PB color intensity generated using a scanner is then processed with the ImageJ application. Bacteria that are inhibited by the metabolism produced by antibiotics will produce a faded PB color. Linearity methods, detection limits (LOD) and quantification limits (LOQ), accuracy and precision. The results showed the values for E. coli and S. aureus respectively were linear for linear values having r values of 0.9868 and 0.9926, LOD of 291 g / L and 210.7 g / L, LOQ of 972.2 g / L and 702.6 g / L, accuracy of 102% and 100.2%, Precision of 0.255 and 0, 196 compared to the KHTM test this method has a conversion value of 1: 93.3 and 1: 33.7, can be used repeated chitosan-iron beads accurately up to 2 times of use and 3 times of repeated use. Chitosan-iron beads are stable for 15 days of storage.
2493828733F1I014042NICHE DIPLOMACY DALAM PENGUATAN HUBUNGAN BILATERAL RUSIA DAN KUBA ERA VLADIMIR PUTIN PERIODE KE-IIIPenelitian ini akan membahas mengenai hubungan antara dua negara (bilateral) yaitu Rusia dan Kuba. Dimana kedua negara merupakan sekutu lama semasa Perang Dingin yang menguatkan hubungan bilateralnya kembali sejak kepemimpinan Rusia pada era Vladimir Putin periode ketiga. Dalam penguatan tersebut, dalam penelitian ini dibahas tentang peran Niche Diplomacy dalam penguatan hubungan bilateral kedua negara. Dimana Niche Diplomacy digunakan sebagai alat Politik Luar Negeri Rusia dalam hubungan antarnegara dengan Kuba.This research will discuss the relationship between two countries (bilateral relations) of Russia and Cuba. The two countries were long-time allies during the Cold War and has strengthened its bilateral relations since the Russian leadership in third period of Vladimir Putin. Responding to this circumstances, this research discuss the role of Niche Diplomacy in strengthening bilateral relations between two countries. Niche Diplomacy is used as an intrument of Russian Foreign Policy in interstate relations with Cuba.
2493927911C1A014024Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyerapan Tenaga Kerja di Kabupaten & Kota Provinsi Jawa Tengah Tahun 2011-2018Penelitian ini berjudul “Faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja di Kabupaten/kota Provinsi Jawa Tengah tahun 2011-2018”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja di Kabupaten dan kota Provinsi Jawa Tengah. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data Laju PDRB, PMA, PMDN dan Upah minimum. Data sekunder yang digunakan adalah data tahun 2011-2018 dari keseluruhan kabupaten/kota di provinsi Jawa Tengah. Data diperoleh dari Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Tengah, Badan Pusat Statistik serta instansi lain yang terkait. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan dengan bantuan program SPSS
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) variabel PDRB, PMDN dan Upah Minimum berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten/kota Provinsi Jawa tengah, (2) variabel PMA berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di kabupaten/kota provinsi Jawa Tengah. Dalam penelitian ini variabel Upah Minimum merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten/kota Provinsi Jawa Tengah.
Implikasi dari penelitian ini untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja, pemerintah harus mendorong pertumbuhan ekonomi agar output atau produksi yang dihasilkan menjadi lebih tinggi dengan cara mempermudah perizinan mendirikan perusahaan dan meningkatkan ekspor barang-barang produksi industri. Selain itu, Pemerintah daerah diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi, politik dan keamanan dalam negeri, memperbaiki sarana dan prasarana infrastruktur yang menunjang serta mempermudah peraturan dalam berinvestasi sehingga dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Pemerintah juga perlu mengadakan peningkatan kesempatan pengalaman kerja bagi siswa/lulusan baru di berbagai sektor agar mereka dapat terlibat dalam sejumlah lingkungan tempat kerja yang berbeda sehingga bisa merasakan bagaimana dunia kerja & dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja serta Pemerintah diharapkan membuat kebijakan upah minimum yang adil, yaitu mengenai keharusan perusahaan untuk membayar upah sekurang kurangnya sesuai dengan KHL (Kebutuhan Hidup Layak) kepada pekerja yang paling rendah tingkatannya.
The research was titled "Factors affecting the absorption of manpower in the Regency/city of Central Java in 2011-2018". This research aims to know and analyze the factors affecting the absorption of manpower in the Regency/city of Central Java province. This type of research uses a descriptive quantitative method.. The type of data used in this research is secondary data, namely PDRB rate, PMA, PMDN, and minimum wage data. Secondary Data using the year 2011-2018 from the whole district or city in the province of Central Java. Data obtained from the provincial employment office of Central Java, the Central Bureau of Statistics and other related agencies. Data analysis techniques using multiple linear regression with the help of SPSS programs
The results showed that (1) the variable PDRB, PMDN and the Minimum wage had a positive and significant impact on the absorption of manpower in the Regency/city of Central Java Province, (2) The PMA variable has no negative and significant effect on the absorption of labor in the district/city of Central Java province. In this research the Minimum wage variables are the most influential variables on the absorption of manpower in the Regency/city of Central Java province.
The implications of this study to increase the absorption of manpower, the Government should encourage economic growth in order to produce output or production is higher by facilitating the licensing of establishing companies and increasing the export of industrial production goods. In addition, local governments are expected to maintain economic stability, political and domestic security, improving infrastructure facilities and infrastructures that support and facilitate regulation in investing so as to increase the absorption of manpower. The Government also needs to hold an increase in work experience opportunities for students/graduates in various sectors so that they can engage in a number of different workplace environments so that they can feel how the world of work & can improve labor absorption.
2494027913C1C015124Pengaruh Inovasi Produk, Literasi Keuangan, dan Kemampuan Manajerial Terhadap Kinerja UKM di Kabupaten Banyumas (Studi Kasus UKM Toko Oleh-Oleh Makanan Khas di Kabupaten Banyumas)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inovasi produk, literasi keuangan, dan kemampuan manajerial terhadap kinerja UKM di Kabupaten Banyumas. Populasi dalam penelitian ini adalah 132 UKM toko oleh-oleh makanan khas yang tersebar di wilayah Kabupaten Banyumas. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive convenience sampling dan sampel penelitian berjumlah 55 responden. Responden penelitian adalah pelaku UKM yang bergerak di bidang toko oleh-oleh makanan khas. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Data yang dikumpulkan kemudian diolah dengan menggunakan analisis regresi berganda dengan bantuan software IBM SPSS Statistik versi 20. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) inovasi produk, literasi keuangan, dan kemampuan manajerial berpengaruh secara simultan terhadap kinerja UKM, (2) inovasi produk berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja UKM, (3) literasi keuangan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja UKM, (4) kemampuan manajerial berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja UKM, dan (5) kemampuan manajerial memiliki pengaruh paling dominan terhadap kinerja UKM.This study aims to determine the effect of product innovation, financial literacy, and managerial skill on SMEs perfomance. Population in this study is 132 SMEs enganged in souvenirs food center districts of Kabupaten Banyumas. The sampling technique used is purposive convenience sampling and the samples are 55 respondents. The respondents are SMEs enganged on specialty food center. Data collection in this study is using questionnaire. The data were processed by using multiple regression analysis with IBM SPSS Statistic software version 20. The results of this study indicate that: (1) product innovation, financial literacy, and managerial skill have a simultaneous effect on SMEs perfomance, (2) product innovation has significant negative effect on SMEs perfomance, (3) financial literacy has significant positive effect on SMEs perfomance, (4) managerial skill has significant positive effect on SMEs perfomance, and (5) managerial skill has the most dominant effect on SMEs perfomance.