Artikelilmiahs

Menampilkan 24.901-24.920 dari 50.309 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2490127877H1C015035IDENTIFIKASI ZONA POTENSI AIRTANAH DAERAH PURWOKERTO, KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH
Secara keseluruhan air di muka bumi sekitar 98% terdapat di samudera dan hanya 2% berupa air tawar yang terdapat di sungai, danau dan bawah tanah. Berdasarkan Peraturan Mentri Pekerjaan Umum No 14/2010, kebutuhan pokok minimal pemakaian air bersih tiap individu mencapai 60 liter perhari. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat zona potensi airtanah serta memperkirakan jumlah imbuhan dan pemanfaatan airtanah di daerah penelitian. Metode yang digunakan yaitu melakukan pengamatan sumur sebanyak 72 titik yang meliputi pengukuran muka airtanah dangkal, pengukuran DHL, TDS, derajat keasaman (pH) dan suhu airtanah. Kemudian menentukan nilai parameter zona potensi, yaitu produktivitas akuifer, kemiringan lereng, curah hujan, kedalaman muka airtanah, kualitas airtanah, tata guna lahan dan kerapatan drainase. Menentukan bobot parameter menggunakan metode AHP (Analitycal Hierarchy Process). Satuan geomorfologi daerah penelitian terdiri dari Satuan Dataran Aluvial Purwokerto, Satuan Dataran Aliran Lahar Slamet, dan Satuan Punggungan Kuesta Karangklesem. Urutan stratigrafi dari tua ke muda yaitu Satuan Batupasir, Satuan Endapan Lahar dan Satuan Endapan Aluvial. Sistem akuifer daerah penelitian berupa akuifer bebas-semi tertekan dan akuifer tertekan dengan tipologi vulkanik-aluvial. Lapisan pembawa air berupa breksi, pasir tufan dan tuf pasiran sedangkan lapisan pembatas bersifat impermeabel berupa tuf lempungan. Daerah imbuhan yaitu tinggian Gunungapi Slamet yang berada di utara daerah penelitian menyebabkan arah aliran airtanah relatif utara-selatan. Zona potensi airtanah di daerah Purwokerto terbagi menjadi 3 zona, yaitu Zona I (potensi baik), Zona II (potensi sedang), dan Zona III (potensi buruk).All the water on the earth is about 98% of the oceans and only 2% of fresh water is found in rivers, lakes and underground. Based on the Regulation of the Minister of Public Works Number 14/2010, the minimum basic needs for clean water use per individual reaches 60 liters per day. The aim of the present study is to delineate groundwater potential zone and estimate the amount of groundwater recharge and utilization over the area of Purwokerto. The method used is well observation in 72 wells includes hydraulic head measurements, electrical conductivity measurements, TDS, pH and temperature measurements of groundwater. Then determining the value of the potential zones parameters, namely : aquifer productivity, land slope, rainfall, groundwater depth, groundwater quality, land use/land cover and drainage density. Determine the weights of parameters using AHP metho. This research area consists of 3 geomorphological units including Purwokerto Alluvial Plains, Slamet Lahar Flow Plains, and Karangklesem Cuesta Ridge. Stratigraphy in this research are grouped into 3 units in order from the oldest to the youngest, Sandstone, Lahar Deposit and Alluvial Deposit unit. The aquifers system in the study area consisting of unconfined-semi confied aquifer and confined aquifer in volcano-alluvial tipology. Permeable beds are composed of breccia, tuffaaceous sand and sandy tuff whereas the impermeable beds are composed of silt-tuff. Slamet Mountain as a recharge area located at north of study area, which causes relatively north-south groundwater flow direction. The potential of groundwater zones in the study area is divides into 3 zones, namely good potential, moderate and poor potential.
2490227892E1A015062PERANAN UNI AFRIKA SEBAGAI ORGANISASI INTERNASIONAL REGIONAL DALAM MENANGANI KELOMPOK TERORIS BOKO HARAM DI NIGERIA BERDASARKAN HUKUM INTERNASIONAL
(THE ROLE OF THE AFRICAN UNION AS A REGIONAL INTERNATIONAL ORGANIZATION IN HANDLING THE BOKO HARAM TERRORIST GROUP IN NIGERIA BASED ON INTERNATIONAL LAW)
Kelompok teroris Boko Haram di Nigeria telah melakukan kejahatan kemanusiaan pada rakyat Nigeria sejak 2003. Tindakan yang dilakukan oleh Boko Haram adalah melakukan penculikan, pemerkosaan, kekerasan, dan pembunuhan pada rakyat Nigeria terutama wanita dan anak-anak. Kejahatan tersebut dilatarbelakangi konflik internal antarsuku yang berkepanjangan. Sepanjang menangani konflik, pemerintah Nigeria meminta bantuan kepada Uni Afrika untuk menghentikan kelompok teroris Boko Haram.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaturan dan fungsi organisasi internasional regional bagi kepentingan kawasan menurut ketentuan hukum internasional dan untuk mengetahui peranan Uni Afrika sebagai organisasi internasional regional dalam menangani kelompok teroris Boko Haram di Nigeria. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Semua data dalam penelitian ini berasal dari data sekunder yang disusun secara sistematis dan dianalisis dengan metode normatif kualitatif.
Hasil penelitian dan pembahasan mengenai pengaturan dan fungsi organisasi internasional regional dapat dilihat dari sejarahnya dalam Kovenan Liga Bangsa-Bangsa Pasal 21, kemudian dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa Bab VIII Pasal 52 sampai Pasal 54, Bab VI Pasal 33 dan Bab XVII Pasal 106. Uni Afrika berupaya menghentikan aksi teror yang dilakukan oleh kelompok teroris Boko Haram di Nigeria dengan cara intervensi berdasarkan pada ketentuan Pasal 4 huruf h Piagam Uni Afrika yaitu melalui pendanaan, operasi militer, dan bantuan kemanusiaan.
The Boko Haram terrorist group in Nigeria has committed humanitarian crimes against the Nigerian people since 2003. The actions carried out by Boko Haram were to carry out kidnappings, rapes, violence, and killings of the Nigerian people, especially women and children. The crime was motivated by prolonged internal conflict interethnic. Throughout the conflict, the Nigerian government asked aid from the African Union to stop the terrorist group Boko Haram.
The purpose of this study is to determine the arrangements and functions of regional international organizations for the interests of the region according to international law provisions and to determine the role of the African Union as a regional international organization in dealing with the Boko Haram terrorist group in Nigeria. This study uses statutory and case approaches. All data in this study came from secondary data that was systematically compiled and analyzed using qualitative normative methods.
The results of this research and discussion on the regulation and functions of regional international organizations can be seen from the history in the League of Nations Covenant Article 21, then in the United Nations Charter Chapter VIII Article 52 to Article 54, Chapter VI Article 33 and Chapter XVII Article 106. The African Union tried to cope with Boko Haram terrorist group by intervening based on African Union Article 4 letter h those are financing, military operations, and humanitarian aid.
2490327876G1B015037PENGARUH PENAMBAHAN NANOSELULOSA SEKAM PADI (Oryza sativa L.) TERHADAP INTEGRITAS MARGINAL RESIN KOMPOSIT FLOWABLE BULK-FILL DENGAN DAN TANPA PENAMBAHAN KITOSAN PADA BONDING AGENTResin komposit flowable bulk-fill masih memiliki beberapa kekurangan, salah satunya yaitu penyusutan polimerisasi yang dapat menyebabkan terbentuknya celah atau microgap. Celah yang terbentuk dapat menyebabkan integritas marginal yang buruk. Manipulasi filler resin komposit telah banyak diteliti, namun manipulasi resin komposit flowable bulk-fill dengan penambahan nanoselulosa sekam padi (Oryza sativa L.) dan penambahan kitosan pada bonding agent belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat integritas marginal resin komposit flowable bulk-fill dengan penambahan nanoselulosa sekam padi (Oryza sativa L.) yang menggunakan dan tidak menggunakan kitosan sebagai tambahan pada bonding agent. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan rancangan penelitian post test only control group design. Enam puluh empat sampel dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kelompok dengan penambahan nanoselulosa 1%, 1,5%, 3% dan kelompok kontrol dengan setiap kelompok terdiri dari 8 sampel yang dipilih secara simple random sampling. Integritas marginal masing-masing kelompok dievaluasi secara visual melalui gambaran SEM untuk menentukan ada atau tidak celah pada tepi tumpatan. Hasil penelitian menunjukkan tidak terlihat celah pada kelompok resin komposit flowable bulk-fill tanpa tambahan nanoselulosa dan kelompok dengan tambahan nanoselulosa sekam padi (Oryza sativa L.) 3% yang menggunakan bonding agent dengan tambahan kitosan 0,5%, sedangkan kelompok lain menunjukkan terlihat adanya celah pada tepi tumpatan. Simpulan penelitian ini adalah penambahan nanoselulosa sekam padi (Oryza sativa L.) 3% berpengaruh terdapat integritas marginal pada kelompok yang menggunakan bonding agent dengan tambahan kitosan 0,5%.Bulk-fill flowable composite resins still have some disadvantages, one of them is the shrinkage of the polymerization which can cause the formation of gaps or microgaps. The gaps can cause poor marginal integrity. Manipulation of composite resin filler has been widely studied, but manipulation of flowable bulk-fill composite resin with the addition of rice husk nanocellulose (Oryza sativa L.) and the addition of chitosan to bonding agents has never been done. The purpose of this study was to see the marginal integrity of flowable bulk-fill composite resins with the addition of rice husk nanocellulose (Oryza sativa L.) using and not using chitosan as an addition to the bonding agent. This research is an experimental laboratory with a post test only control group design. Sixty-four samples were divided into four group, namely group with the addition of nanocellulose 1%, 1.5%, 3% and the control group with each group consisting of 8 samples selected by simple random sampling. The marginal integrity of each group is evaluated visually through SEM images to determine whether or not there is a gap at the restoration. The results showed no visible gap in the flowable bulk-fill composite resin group without the addition of nanocellulose and groups with the addition of rice husk nanocellulose (Oryza sativa L.) 3% using bonding agents with 0.5% chitosan addition, while other groups showed visible presence of gap on the restoration. The conclusion of this study is the addition of 3% rice husk nanocellulose (Oryza sativa L.) has an effect on marginal integrity in group using bonding agents with additional 0.5% chitosan.
2490427867C1C015042Pengaruh Due Professional Care, Akuntabilitas, Independensi dan Audit Fee terhadap Kualitas AuditAbstrak
Kepercayaan masyarakat kepada profesi akuntan public sempat menurun dikarenakan kasus terkait audit yang terjadi sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh due profesional care, akuntabilitas, independensi dan audit fee terhadap kualitas audit. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Sampel penelitian yang diperoleh berjumlah 76 responden. Metode pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan menggunakan analisis data berupa Analisis Regresi Linear Berganda pada aplikasi SPSS 20,0 untuk windows, serta dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa due profesional care berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas audit, akuntabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas audit, independensi berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas audit, dan audit fee berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas audit.

Abstract

The trust of society are decrease to the accountant public due to the problem related to the audit that happened now. This study aims to determine the effect of due professional care, accountability, independence and audit fee on audit quality. The sampling technique used is simple random sampling. The research sample obtained amounted to 76 respondents. The method of data collection is done through a questionnaire using data analysis in the form of Multiple Regression Analysis on the SPSS 20.0 application for windows, as well as documentation. The results of this study indicate that due professional care significantly positive effect on audit quality, accountability significantly positive effect on audit quality, independence significantly positive effect on audit quality, and audit fees significantly positive effect on audit quality.


2490527879A1A015077KELAYAKAN INVESTASI PADA USAHA PERKEBUNAN NANAS MADU DI DESA BELUK KECAMATAN BELIK KABUPATEN PEMALANGNanas madu merupakan komoditas unggulan di Desa Beluk Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang. Usaha perkebunan nanas madu memerlukan modal sangat besar saat awal investasi usaha. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti kelayakan investasinya. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diperoleh petani nanas madu; 2) mengetahui kelayakan investasi pada usaha perkebunan nanas madu di Desa Beluk Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang; 3) mengetahui sensitivitas usaha perkebunan nanas madu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Jumlah sampel petani ditentukan menggunakan metode simple random sampling. Hasil penelitian dari rata-rata petani menunjukkan: 1) biaya Rp30.598.574/petani/tahun, penerimaan Rp85.976.383/petani/tahun, pendapatan Rp55.373.810/petani/tahun; 2) NPV sebesar Rp164.610.688, IRR sebesar 52,85%, Net B/C sebesar 2,88 dan PBP pada 2 tahun 3 bulan; 3) sensitivitas kenaikan biaya pupuk 50%, kenaikan biaya tenaga kerja 100 %, penurunan harga 10%, penurunan produksi 10%, kenaikan biaya investasi 20%. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa semua fenomena perubahan harga dan biaya tidak peka terhadap usaha perkebunan nanas madu dan masih layak untuk dijalankanHoney pineapple is a superior commodity in Beluk Village, Belik Sub District, Pemalang District. The honey pineapple plantation business requires a very large investment when starting a business. Therefore researchers interested in examining the feasibility of its investment. This study objective are to: 1) determine the costs incurred and income obtained by honey pineapple farmers; 2) know the feasibility of investment in the honey pineapple plantation business in Beluk Village, Belik Sub District, Pemalang District; 3) analyze the sensitivity of the honey pineapple plantation business. This research was conducted in June to July 2019. The research method used was a survey method. The number of farmers' samples was determined using the simple random sampling method. Study of the average farmer showed: 1) cost of Rp30,598,574/farmer/year, revenue of Rp885,976,383/farmer/ year, income of Rp55,373,810/farmer/year; 2) The amaount of NPV was Rp164,610,688, IRR was 52.85%, Net B/C was 2.88 and PBP was 2 years and 3 months; 3) sensitivity of increased fertilizer cost was 50%, increased of labor cost was 100%, decreased of price was 10%, decreased of production was 10%, increased of investment cost was 20%. Sensitivity analysis showrd that all phenomena of price and cost changes were insensitive to the honey pineapple plantation business and feasible to run.
2490627880H1D014070ANALISIS KAPASITAS LENTUR PADA PELAT BERONGGA DENGAN BAMBU APUS PADA SISTEM PELAT SATU ARAHABSTRAK
ANALISIS KAPASITAS LENTUR PADA PELAT BERONGGA DENGAN BAMBU APUS PADA SISTEM PELAT SATU ARAH

Muhamad Sultan Ramadhan
Penelitian ini didasari dengan efesiensi penggunaan bambu yang diaplikasikan pada pelat berongga yang pada umumnya lubang pada pelat berongga menggunakan pipa PVC pada rongganya. Hal ini diharapkan dapat menambah kapasitas daripada pelat berongga pada umumnya. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tentang penggunaan bambu pada pelat berongga, dalam hal ini bambu yang digunakan adalah jenis bambu apus. Karena bambu jenis ini mudah didapatkan. Penelitian ini menggunakan sistem pelat satu arah dengan dimensi 100cm x 60cm x 16cm dan mutu beton 30 Mpa. Parameter pengujian yang dilakukan meliputi kapasitas pelat, lendutan dan pola retak yang terjadi. Hasil pengujian kapasitas diperoleh dari nilai kuat tekan rata-rata yang terjadi adalah sebesar 32,29 MPa. Untuk pengujian lentur Bambu Hollow Core Slab didapatkan nilai lendutan rata – rata sebesar 19,425 mm dengan pola retak mengikuti arah penulangan bambu apus. Hal ini menunjukkan bahwa keruntuhan yang terjadi adalah keruntuhan geser, sehingga Bambu Hollow Core Slab satu arah dengan tulangan bambu apus memiliki karakteristik ketahanan lentur yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan beton menggunakan tulangan baja. Pada penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa eksperimen analisis pelat satu arah BHCS (Bambu Hollow Core Slab) dengan bambu apus sebagai pengganti material baja yang berfungsi menyokong kuat lentur pelat memiliki kemampuan yang cukup tinggi dengan rata – rata 37.46 KN.m. Hal tersebut memungkinkan bambu apus untuk menggantikan peran material baja dalam penerapan pelat beton berongga sebagai material lentur
ABSTRACT
FLEXIBLE CAPACITY ANALYSIS OF HOLLOW PLATE WITH APUS BAMBOO ON ONE DIRECTION PLATE SYSTEM

Muhamad Sultan Ramadhan
This research is based on the efficiency of the use of bamboo which is applied to hollow plates which are generally holes in hollow plates using PVC pipes in their sockets. This is expected to increase the capacity of hollow plates in general. Therefore it is necessary to conduct research on the use of bamboo on hollow plates, in this case the bamboo used is a type of apus bamboo. Because this type of bamboo is easily available. This study uses a one-way plate system with dimensions of 100cm x 60cm x 16cm and 30 Mpa of concrete quality. Test parameters performed include plate capacity, deflection and crack patterns that occur. The capacity test results obtained from the average compressive strength value that occurs is 32.29 MPa. For flexural testing, Hollow Core Slab obtained an average deflection value of 19.425 mm with a crack pattern following the direction of reinforced apus bamboo. This shows that the collapse that occurred was a sliding collapse, so that the one-way Bamboo Hollow Core Slab with apus bamboo reinforcement has quite high flexural characteristics when compared to concrete using steel reinforcement. In this study it can be concluded that the one-way plate analysis experiment BHCS (Bamboo Hollow Core Slab) with apus bamboo as a substitute for steel material which functions to support the flexural strength of plates has a fairly high ability with an average of 37.46 KN.m. This allows lear bamboo to replace the role of steel material in the application of hollow concrete slabs as a flexible material.
2490727881A1A115013EFISIENSI SALURAN PEMASARAN TEMBAKAU RAJANGAN DI GAPOKTAN DESA BANSARI KECAMATAN BANSARI KABUPATEN TEMANGGUNGDesa Bansari merupakan sentra tembakau rajangan di Kabupaten Temanggung. Pemasaran tembakau rajangan melibatkan beberapa lembaga pemasaran dan selisih harga ditingkat petani dan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui saluran pemasaran; 2) menghitung nilai margin pemasaran; 3) menghitung nilai farmer’s share s; 4) menganalisis efisiensi saluran pemasaran tembakau rajangan berdasarkan nilai indeks efisiensi teknis dan ekonomis. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga Juli 2019 di Desa Bansari Kecamatan Bansari Kabupaten Temanggung. Penentuan sampel petani menggunakan simple random sampling sebanyak 35 orang. Penentuan sampel pedagang pada saluran II dan III dengan sengaja (purposive), sedangkan pada saluran I dan IV menggunakan teknik snowball sampling. Analisis data yang digunakan merupakan analisis margin pemasaran, analisis farmer’s share, analisis efisiensi teknis dan ekonomis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 saluran pemasaran tembakau rajangan di Desa Bansari yaitu saluran I (Petani perajang – pedagang kecil – pedagang besar – perwakilan pabrik), saluran II (Petani perajang – pedagang besar – perwakilan pabrik), saluran III (Petani perajang – perwakilan pabrik), saluran IV (Petani perajang – pedagang kecil – perwakilan pabrik). Efisiensi pemasaran dilihat dari farmer’s share dan indeks efisiensi teknis dan ekonomis, menunjukkan bahwa saluran III merupakan saluran yang paling efisien dibandingkan dengan saluran lain.Bansari village is the centre of slicing tobacco in Temanggung. The marketing process of slicing tobacco involves some marketing institutions and there is also price gap in the level of the source (from the farmers) to the consumers. This research aims to: 1) find out the marketing channel of the slicing tobacco industry in Bansari; 2) find out marketing margin value; 3) find out the farmer’s share; 4) analyse the efficiency of slicing tobacco marketing distribution based on the value of index of technical and economic efficiency. This research is conducted from June – July 2019 in Bansari village, Bansari sub-district, Temanggung. The sample of farmers is collected using random sampling technique with the number of 35 people. The sample of traders/merchants in distribution II and III are taken using purposive sampling technique, and the traders in distribution I and IV are taken using snowball sampling technique. The researcher uses marketing margin data analysis, farmer’s share analysis, technical and economic data analysis. The result shows that there are four chopped-tobacco marketing channels in Bansari village. Those are distribution 1 (the slicer farmer – small traders – large traders – factories agents), distribution II (the slicer farmer – large traders – factories agents), distribution III (the slicer farmers – factories agents), and distribution IV (the slicer farmers – small traders – factories agents). The marketing efficiency based on the farmer’s share and technical economic efficiency index shows that the distribution III is the most efficient channel compared to all of the four.
2490827882F1J014004ANALISIS PERBEDAAN FUNGSI PARTIKEL WA DAN GAJudul penelitian adalah Analisis Perbedaan Fungsi Partikel Wa dan Ga. Salah satu unsur pembentuk kalimat dalam bahasa Jepang adalah joshi ‘partikel’. Partikel は (wa) dan が (ga) sering membuat kebingungan dalam penggunaannya dalam kalimat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan fungsi penggunaan partikel wa dan ga dalam kalimat bahasa Jepang. Penelitian ini dilakukan dengan deskriptif kualitatif, dan menggunakan teknik simak dan catat. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori sintaksis. Data yang digunakan berupa kalimat yang menggunakan partikel wa dan ga di dalam buku cerita Wanpakudan no Takarajima. Sumber data penelitian ini adalah buku cerita anak berjudul Wanpakudan no Takarajima. Hasil penelitian ini yaitu partikel は (wa) digunakan untuk menunjukkan topik dalam kalimat, dan sebagai penekanan pada keterangan tempat. Sedangkan partikel が (ga) digunakan untuk menunjukkan subyek dalam kalimat intransitif, menunjukkan keberadaan sesuatu, memberi penegasan pada subyek, menunjukkan kata bantu untuk verba intransitif seperti 見える (mieru) dan 聞こえる (kikoeru), dan menunjukkan suatu sifat atau keadaan.The title of this research is Analysis of differences in the use of particles は (wa) and が (ga) functions. One of the sentence-forming elements in Japanese is joshi ‘particle’. The use of particles は (wa) and が (ga) often make some confusion. The purpose of this study is to describe the functions of particle use wa and ga in Japanese sentences. This research make use of qualitive descriptive, and use the referring technique and the note method. The theory used in this research is syntactic theory. The data used is the sentences that use particles wa and ga in the storybook. The data source of this research is Wanpakudan no Takarajima storybook. The results of this study are that particle は (wa) is used to indicate topics in sentences, and as an emphasis on place information. Whereas particle が (ga) is used to indicate the subject in intransitive sentences, shows the existence of something, emphasizing the subject, showing auxiliary verbs for intransitive verbs such as 見 え る (mieru) and 聞 こ え る (kikoeru), and emphasizing a condition or state.
2490927885H1D014018ANALISIS BERAT STRUKTUR WAREHOUSE KONVENSIONAL DAN PRE ENGINEERED BUILDING DENGAN SAP 2000Kemajuan di bidang sains berdampak sangat luas dalam kehidupan, bidang konstruksi pun tidak lepas dari dampak perkembangan sains tersebut. Melalui berbagai penelitian yang berangkat dari eksperimen-eksperimen khususnya bidang teknik sipil dan konstruksi, membawa kita kepada sebuah terobosan baru dalam metode desain konstruksi pergudangan atau warehouse yang baru. Terobosan ini memperbaharui metode desain bangunan warehouse, yang mulanya terdefinisikan sebagai “salah satu low rise structure sistem rangka dengan penutup atap” (Sharma, 2017), menjadi sebuah struktur modular yang dikenal ringan, dalam hal ini dinamakan metode Pre-Engineered BuildingThe advance of science breakthough brings impact widely in how human live, construction is affected by this kind of breakthrough. Through out all research and experiments, especially in civil engineering and construction world, it carries us into a new era of how we design a warehouse. A rekindle breakthrough to get outside of definition “low rise structure with roofing systems of truss with roof coverings” (Sharma, 2017), into a modular design that is well known as lighter one than it used to be, this case of scenario is called Pre-Engineered Building.
2491027886A1A115036ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN
TANAMAN ANGGREK DI KEBUN SEKAR GUMILANG
DESA KETENGER KECAMATAN BATURRADEN
KABUPATEN BANYUMAS
RINGKASAN
Anggrek merupakan tanaman hias yang mempunyai nilai keindahan pada bunganya. Hampir semua orang menyukai bunga anggrek untuk menghiasi halaman rumah dan ruangan dalam rumah. Salah satu kebun yang menjual berbagai jenis anggrek adalah Kebun Anggrek Sekar Gumilang yang terletak di Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Penelitian bertujuan untuk: 1) mengetahui karakteristik konsumen, 2) mengetahui tingkat kepuasan konsumen tanaman anggrek, 3) mengetahui atribut apa saja yang memberikan kepuasan tertinggi dan kepuasan terendah. Penelitian dilakukan pada bulan Juli sampai Agustus 2019. Obyek penelitian adalah konsumen yang sedang membeli atau pernah membeli anggrek di kebun anggrek Sekar Gumilang. Metode pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling yaitu sebanyak 100 orang. Data kuesioner kemudian dianalisis menggunakan Uji Validitas dan Reliabilitas, Analisis Deskriptif, Analisis Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysist (IPA).
Karakteristik konsumen berdasarkan alamat domisili mayoritas konsumen berasal dari luar Kota Purwokerto namun masih dalam Kabupaten Banyumas, lebih banyak perempuan dengan usia antara 24 tahun sampai 30 tahun. Tingkat kepuasan konsumen sebesar 68.01% masuk dalam kriteria puas. Atribut yang memiliki kinerja paling tinggi adalah aktif dalam promosi lewat media sosial, sedangkan atribut yang memiliki kinerja paling rendah adalah tidak tersedianya papan nama atau petunjuk dengan lengkap dan jelas.




. Orchid is an ornamental plant that has a beauty value on the flower. Almost everyone likes orchids to decorate the home page and room in the house. One of the gardens that sells various types of orchids is the Sekar Gumilang Orchid Garden, located in Ketenger Village, Baturraden District, Banyumas Regency. The research aims to: 1) determine the characteristics of consumers, 2) determine the level of satisfaction of consumers of orchid plants, 3) find out what attributes provide the highest satisfaction and lowest satisfaction. The research was conducted in July to August 2019. The object of the research was consumers who were buying or ever buying orchids in the Sekar Gumilang orchid garden. The sampling method uses Accidental Sampling as many as 100 people. Questionnaire data were then analyzed using Validity and Reliability Tests, Descriptive Analysis, Customer Satisfaction Index (CSI) and Importance Performance Analysis (IPA).
The characteristics of consumers based on the domicile address of the majority are consumers who come from outside the city of Purwokerto but are still in Banyumas Regency, more women with ages between 24 years to 30 years. Calculation of the consumer satisfaction index is included in the criteria of satisfaction that is equal to 68.01%. The attribute that has the highest performance is active promotion trough in social media, and the attribute that has the lowest performance is unavailability of signboards or instructions that are complete and clear.
2491128730E1A015158CERAI GUGAT KARENA ANCAMAN DAN KEKERASAN SUAMI
(TINJUAN YURIDIS PUTUSAN MAHKAMAH SYAR’IYAH BLANGKEJEREN NOMOR: 49/PDT.G/2019/MS.BKJ)

Pasal 1 Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dikatakan bahwa yang menjadi tujuan perkawinan sebagai suami istri adalah untuk membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Pada kenyataannya tidak semua keluarga dapat mewujudkan tujuan perkawinan, karena beberapa faktor yang menyebabkannya terjadi suatu putusnya perkawinan. Perceraian merupakan terputusnya keluarga karena salah satu atau kedua pasangan memutuskan untuk saling meninggalkan sehingga mereka berhenti melakukan kewajibannya sebagai suami isteri.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan cerai gugat terhadap putusan Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren Nomor: 249/Pdt.G/2019/Ms.Bkj. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskriptif analitis, metode pengumpulan data studi kepustakaan dengan inventarisasi, analisis normatif kualitatif.
Melihat hal ini dapat disimpulkan bahwa hakim mengabulkan permohonan Penggugat untuk bercerai dari Tergugat dengan pertimbangan hukum bahwa antara suami dan isteri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga. Hal ini didasarkan pada Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam. Peneliti menyarankan alasan perceraian yang digunakan oleh hakim dalam memberikan pertimbangan hukum hendaknya Hakim dalam hal ini juga harus mencamtumkan bahwa telah terjadi kekerasan fisik yang dilakukan oleh Tergugat kepada Penggugat selama berumah tangga. Saran ini didasarkan pada Pasal 19 huruf (d) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo Pasal 116 huruf (d) Kompilasi Hukum Islam yang menyatakan bahwa “salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan pihak lain” serta Pasal 5 Undang-Undang No. 23 Tahun 2004 yang menyatakan “setiap orang dilarang melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap orang dalam lingkup rumah tangganya”.
Article 1 Law No. 1 of 1974 concerning Marriage is said that the purpose of marriage as husband and wife is to form a family (household) that is happy and eternal based on Godhead. In fact, not all families can realize the goal of marriage, due to several factors that cause a marriage to break up. Divorce is a family break up because one or both partners decide to leave each other so they stop doing their obligations as husband and wife.
This research aims to determine the legal considerations of judges in granting divorce to the decision of the Blangkejeren Religious Court Number: 49/Pdt.G/2019/MS.Bkj. The methodology used in this research is juridical normative, prescriptive analytical research specifications, collection of study data with inventory, qualitative, normative analysis.
It was concluded that the Judge granted the Plaintiff’s request to divorce from the Defendant due to legal considerations that between husband and wife there are continual disputes and quarrels and there is no hope of living in harmony again in the household. This is based on Article 19 letter (f) Government Regulation Number 9 of 1975 jo Article 116 letter (f) Compilation of Islamic Law. The researcher suggests the reason for divorce used by the judge in giving legal consideration should be the Judge in this case also must state that there has been physical violence committed by the Defendant to the Plaintiff during his marriage. The suggestion based on Article 19 letter (d) Government Regulation Number 9 of 1975 jo Article 116 letter (d) Compilation of Islamic Law which stated that “one party committed atrocities or severe persecution that endangered the other party” and Article 5 of Law No. 23 of 2004 which states "every person is prohibited from committing domestic violence against people within the scope of his household".

2491227888C1A013028ANALISIS KEUNTUNGAN DAN EFISIENSI USAHA TEMPE DESA PLIKEN KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini berjudul Analisis Keuntungan dan Efisiensi Ekonomi Usaha Tempe Desa Pliken Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis keuntungan dan efisiensi ekonomi dari usaha tempe skala rumah tangga yang ada di Desa Pliken.
Data penelitian ini diperoleh dari data primer. Yaitu data yang diperoleh dengan wawancara pada pengrajin tempe di Desa Pliken Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Analisis dilakukan dengan metode deskriptif dengan alat analisis keuntungan dan R/C ratio.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keuntungan pengrajin tempe yang merupakan responden di Desa Pliken setiap bulannya adalah Rp4.141.338,55 dan keuntungan per kilogram kedelai yang diolah menjadi tempe adalah Rp4.318,65.
Efisiensi dalam penelitian ini dihitung menggunakan R/C Ratio. Tingkat efisiensi usaha tempe di Desa Pliken menurut perhitungan adalah 1,38. Maka, dengan hasil tersebut usaha tempe di Desa Pliken menguntungkan dan efisien.
This study is entitled Analysis of the Profits and Economic Efficiency of Tempe Business in Pliken Village, Kembaran District, Banyumas Regency. The purpose of this study is to analyze profits and efficiency economic tempe households business in Pliken village.
The research data was obtained from primary data. The data obtained by interviews with tempe producers in the Pliken village District of Kembaran Banyumas Regency. The analysis was performed by descriptive method with profit analysis and R/C ratio.
The results showed that the profit tempe producer as a respondent in Pliken Village Rp4.141.338,55 per month and profit for per kilogram soybeans are processed into tempe Rp4.318,65.
The efficiency in this study is calculated using R / C Ratio. Based on calculations, efficiency tempe business in the Pliken Village is 1,38. From this result, tempe business in the Pliken Village profit and efficient
2491327889F1F013078APOLOGY STRATEGY IN 7TH LARRY NASSAR TRIAL
(A PRAGMATIC STUDY)
ABSTRAK
Rusanto, Afriandi. 2019. Strategi Permintaan Maaf pada Sidang ketujuh Larry Nassar (Studi Pragmatik). Skripsi. Pembimbing 1: R.Pujo Handoyo, S.S., M.Hum. Pembimbing 2: Septi Mariasari, S.Pd., M.Hum. Penguji: Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, Program Studi Sastra Inggris, Purwokerto.

Penelitian yang berjudul “Strategi Permintaan Maaf pada Sidang ke Tujuh Larry Nassar (Studi Pragmatik)” difokuskan pada identifikasi strategi permintaan maaf yang digunakan Larry Nassar serta jawaban yang dibuat oleh korban-korbannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang mempunyai dua tujuan: (1) untuk mengidentifikasi tipe strategi permintaan maaf dan sub tipenya yang digunakan Larry Nassar pada siding ketujuhnya. (2) untuk mengidentifikasi bagaimana korban-korban merespon permintaan maaf Larry. Hasilnya dari strategi permintaan maaf tersebut adalah sebagai berikut: Permintaan maaf tidak langsung (44.4%), permintaan maaf langsung (18.5%) dan permintaan maaf dengan remedial (37.1%) dengan sub kategorinya sebagai berikut: sadar akan tanggung jawabnya (37%), mempermalukan diri (3.7%), memberikan penjelasan (3.7%), menunjukkan penyesalan (14.8%), meminta maaf (3.7%), menunjukan iba kepada pendengar (29.7%), dan menunjukkan janji untuk tidak mengulangi perbuatannya (7.4%). Banyaknya jumlah strategi minta maaf sadar akan tanggung jawabnya dan munjunjukkan iba kepada pendengar berarti Larry berniat bertanggung jawab dan menerima hukuman atas dirinya. Selain itu, dia juga tidak mencoba untuk mengelak dari kesalahan karena dia sudah dipastikan bersalah. Caranya dia meminta maaf dengan tidak langsung berarti dia ingin menyelamatkan wajahnya sebagai figure public.
Selain itu, di bawah ini merupakan distribusi data untuk respons terhadap permintaan maaf dari Larry: menyadari (6.26%), menolak (87.5%), and tidak ada tanggapan (6.25%). Data ini menunjukkan bahwa korban-korban tidak memaafkan Larry dan mereka tidak ingin keseimbangan sosial antara mereka kembali normal.
Disarankan untuk membahas lebih jauh bagaimana efek permintaan maaf dengan wajah pembicara dan pendegar.
ABSTRACT
Rusanto, Afriandi. 2019. Apology strategy in 7th larry nassar trial (A Pragmatic Analysis. Thesis. Supervisor 1: R.Pujo Handoyo, S.S., M.Hum. Supervisor 2: Septi Mariasari, S.Pd., M.Hum. Examiner: Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum. Ministry of Research, Technology and Higher Education, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, English Department, English Study Program, Purwokerto.
This research entitled “Apology strategy in 7th Larry Nassar’s trial (A Pragmatic Study)” is focused on finding apology strategies used by Larry Nassar and their responses by his victims. This research uses descriptive qualitative method which is aimed for two purposes: (1) to identify the types of apology strategy and its subtype exercised by Larry Nassar in his 7th trial (2) to identify how the victims responds to Larry Nassar’s apology. The result shows the following apology strategy exercised in the trial are: Indirect apology (44.4%), direct apology (18.5%) and remedial support apology (37.1%) with its sub strategy as follows: acknowledge of responsibility (37%), expression of embarrassment (3.7%), expression of account (3.7%), expression of regret (14.8%), offer an apology (3.7%), expression concern for the hearer (29.7%), and promise for forbearance (7.4%).
The frequent number of acknowledge responsibility and concern for the hearer means Larry is willing to take a responsibility and accept the punishment against him. Additionally, he does not try to deny the mistake as he has been found guilty. The way he express the apology indirectly shows that he wants to save his face as public figure.
Meanwhile, the response towards Larry’s apology are classified into: acknowledge (6.26%), reject (87.5%), and no response (6.25%). This shows that the victims do not forgive Larry apology and they don’t want the social balance between Larry and victims return to normal.
It is suggested that this research to be extended further to discuss how apology affects either the addressers’ and addresses’ face.
2491427953H1D015034RANCANG BANGUN APLIKASI FORUM DISKUSI HIMPUNAN MAHASISWA TEKNIK UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
MENGGUNAKAN FRAMEWORK LARAVEL
Forum Online merupakan tempat untuk berbagi pengetahuan secara umum. Tidak ada batasan bagi orang lain untuk melihat diskusi merupakan keunggulan dari Forum Online. Penyebaran informasi akan menjadi lebih luas. Penggunaan aplikasi selain Forum Online memiliki keterbatasanm yaitu pengguna harus terlebih dahulu menjadi anggota untuk dapat membaca diskusi. Hal tersebut mengakibatkan proses penyebaran informasi kurang efisien, dikarenakan adanya tambahan proses untuk melakukan penyebaran informasi menuju ke pembaca yang lebih luas. Aplikasi Forum Diskusi Himpunan Mahasiswa Teknik Universitas Jenderal Soedirman merupakan sarana tempat untuk berdiskusi bagi Mahasiswa Teknik Universitas Jenderal Soedirman. Dengan adanya aplikasi ini mahasiswa tidak perlu lagi repot untuk membaca diskusi karena tidak perlu bergabung terlebih dahulu, serta bagi himpunan penyebaran informasi akan menjadi lebih luas dan lebih efisien. Aplikasi ini dibuat dengan menggunakan metode pengembangan Waterfall, Bahasa pemrograman PHP, Framework Laravel, dan menggunakan MYSQL.Online forums are a place to share knowledge in general. There is no limit for others to see the discussion is an advantage of the Online Forum. Information dissemination will be wider. The use of applications other than Online Forums has limitations, namely the user must first become a member to be able to read the discussion. This resulted in the process of disseminating information less efficiently, due to the additional process of disseminating information to a wider audience. Application of the Technical Student Association Discussion Forum is a means of discussion for the General Soedirman University Engineering Students. With this application students no longer need to bother to join in advance to read the discussion, and therefore the collection of information dissemination will become wider and more efficient. This application was created using the Waterfall development method, PHP programming language, Laravel Framework, and using MYSQL.
2491527890F1F014019AN ANALYSIS OF EXPRESSIVE ACTS UTTERED BY ADAM LEVINE IN THE EPISODE 1-5 OF SEASON 12 THE VOICE USA SINGING COMPETITION 2017Rahmatika,Intan Ami.2019.An Analysis of Expressive ActsUttered by Adam Levine in The Episode 1-5 of Season 12 The Voice USA Singing Competition 2017.Skripsi.Pembimbing 1: R.PujoHandoyo, S.S., M.Hum. Pembimbing 2: SeptiMariasari, S.Pd., M.Hum.Penguji:Dr. ChusniHadiati, M. Hum. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, Program Studi Sastra Inggris, Purwokerto.
Penelitian ini berjudul "Analisis Tindakan Ekspresif yang Diucapkan oleh Adam Levine dalam The Episode 1-5 dari Season 12 The Voice USA Singing Competition 2017" difokuskan pada menemukan jenis tindakan ekspresif yang digunakan oleh Adam Levine dan strategi tindakan ekspresif. Itu milik metode kualitatif deskriptif. Objek penelitian adalah tindakan ekspresif. Data adalah ujaran yang berisi tindak tutur ekspresif dalam acara The Voice episode 1-5 musim kompetisi menyanyi AS 12. Peneliti menggunakan metode observasi dan pencatatan sebagai teknik pengumpulan data dengan mengamati komentar. Hasilnya menunjukkan tindakan ekspresif berikut yang dilakukan dalam The Episode 1-5 dari Season 12 The Voice USA Singing Competition 2017: Memuji (72,9%), Mengkritik (14,5%), Berterima kasih (6,3%), Mengucapkan Selamat (4,2%), mengucapkan Selamat (4,2%) dan Meminta Maaf ( 2.1%). Ada 5 jenis tindakan Ekspresif yang ditemukan dalam ucapan Adam dan itu menyiratkan bahwa dalam memberikan komentar, seseorang menggunakan lebih dari satu tindakan ekspresif. Dapat dilihat bahwa dalam kasus ini, Adam Levine menggunakan 5 jenis tindakan. Diasumsikan bahwa penggunaan berbagai jenis tindakan ekspresif adalah karena Adam menghindari penggunaan tindakan ekspresif yang homogen.
Ada beberapa strategi yaitu: Strategi Botak tentang Rekaman (52,1%), Kesopanan Positif (25%), Strategi Off Record (20,8%) dan Negatif Kesopanan (2,08%). Data menunjukkan bahwa Adam kebanyakan menggunakan strategi botak pada catatan. Strategi digunakan untuk menghindari memberi mereka makna yang ambigu dari komentar, sehingga, mereka bisa tahu apa yang dia maksud dengan jelas. Selain itu, hasilnya menunjukkan bahwa memuji adalah jenis tindakan ekspresif yang paling sering dan strategi botak kebanyakan digunakan oleh Adam Levine.
Disarankan bagi peneliti berikutnya yang tertarik untuk menyelidiki tindakan ekspresif sehingga mereka dapat menganalisis tindak tutur berdasarkan Gender. Tindakan ekspresif artis perempuan dan strateginya dapat menjadi titik untuk diselidiki untuk mengetahui apakah mereka memiliki tindakan ekspresif yang serupa atau strategi untuk digunakan atau tidak dengan yang laki-laki.
Kata kunci: Pragmatik, Ekspresif, Bahasa Berbicara, Strategi.
Rahmatika, Intan Ami. 2019. An Analysis of Expressive ActsUttered by Adam Levine in The Episode 1-5 of Season 12 The Voice USA Singing Competition 2017. Thesis. Supervisor 1: R. PujoHandoyo, S.S., M.Hum. Supervisor 2: SeptiMariasari, S.Pd., M.Hum. Examiner: ChusniHadiyati, M.Hum. Ministry of Research, Technology and Higher Education, JenderalSoedirman University, Faculty of Humanities, English Department, English Study Program, Purwokerto.
This research entitled “An Analysis of Expressive Acts Uttered by Adam Levine in The Episode 1-5 of Season 12 The Voice USA Singing Competition 2017” is focused on finding the types of expressive act used by Adam Levine and the strategy of expressive acts. It belongs to descriptive qualitative method. The research object was expressive act. The data were utterances which contain expressive speech acts in the show The Voice episode 1-5 season 12 USA singing competition. The researcher used observation method and note taking as the technique of collecting data by observing the comments. The result shows the following Expressive Acts exercised in The Episode 1-5 of Season 12 The Voice USA Singing Competition 2017: Praising (72.9%), Criticizing (14.5%), Thanking (6.3%), Congratulating (4.2%) and Apologizing (2.1%). There are 5 types of Expressive act found in Adam utterances and it implies that in giving comment, a person uses more than one expressive acts.It can be seen that in this case, Adam Levine use 5 types of it. It is assumed that the use of various kinds of expressive acts is because Adam avoid using homogenous expressive act.
There are the strategies which are: Bald on Record Strategy (52.1%), Positive Politeness (25%), Off Record Strategy (20.8%) and Negative Politeness (2.08%). The data showed that Adam mostly used the bald on record strategy. Strategy is used to avoid giving them the ambiguous meanings of the comments, so that, they could know what he meant obviously. Moreover, the result shows that praising is the most frequent type of expressive act and the bald strategy is mostly used by Adam Levine.
It is suggested for the next researchers who are interested in investigating the expressive acts that they can analyze speech act based on Gender. The female artist’s expressive acts and the strategy can be a point to be investigated to figure out whether they have similar expressive acts or the strategy to use or not with male ones.
Keywords: Pragmtics, Expressive, Speech Act, Strategy.
2491627891E1A015021KONSTITUSIONALITAS MAHKAMAH KONSTITUSI DALAM MELAKUKAN JUDICAL REVIEW TERHADAP KETETAPAN MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYATSejarah di Indonesia pernah mencatat bahwa Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menjadi representasi dari seluruh rakyat Indonesia (Vertretungsorgandes Willens des Staatsvolkes), dengan hal tersebut menjadikan MPR sebagai lembaga yang begitu supreme karena memiliki kekuasaan tertinggi (power) untuk menjalankan kedaulatan rakyat (Die gezamte Staatgewalt liegi allein bei der Majelis). Perubahan telah berlalu, segala tugas, fungsi dan peran disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, sehingga melahirkan sebuah pristiwa politik hukum yaitu amandemen konstitusi yang dilakukan sebanyak empat kali, Adapun tujuan amandemen konstitusi untuk mengakhiri sistem yang terdahulu karena dianggap telah usang serta memecah dan mendistribusikan kekuasaan dibidang legislatif, eksekutif dan yudikatif.
Masalah dalam penelitian ini coba untuk dijawab dengan metode penelitian legal research atau secara yuridis normatif, beberapa teori yang dipakai diantaranya paham konstitusionalisme, teori judicial review, ilmu perundang-undangan serta konsep penafsiran hukum. Pada praktiknya MPR beberapa kali pernah mengeluarkan produk hukum berupa ketetapan yang mengatur secara umum, namun saat Sidang Tata Tertib Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, seluruh pihak bersepakat untuk melakukan peninjauan semua materi muatan Ketetapan MPR, keadaan ini menjadi menarik karena Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui perihal eksistensi Ketetapan MPR didalam hierarki perundang-undangan, kemudian mengupas salah satu kewenangan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menjalankan Judicial Review (JR), khususnya pada produk hukum legislatif yaitu Ketetapan MPR.
Setelah dilakukannya penelitian, ada hal-hal yang ditemukan yaitu Ketetapan MPR tetap harus eksis karena faktor kepastian dan kemanfaatan yang masih dianggap perlu dan dibutuhkan, lalu Mahkamah Konstitusi berwenang dalam menguji karena pada hakekatnya Mahkamah Konstitusi adalah guardian constitution.
History in Indonesia once noted that the People's Consultative Assembly (MPR) was once a representation of all the people of Indonesia (Vertretungsorgandes Willens des Staatsvolkes), thereby making the MPR an institution that was so supreme because it had the highest power (power) to carry out people's sovereignty (Die gezamte Staatgewalt liegi allein bei der Majelis). Changes have passed, all tasks, functions and roles are adjusted to the needs of the community, so that a legal political event is born, which is a four-time constitutional amendment. The purpose of constitutional amendments is to end the previous system because it is considered obsolete and to divide and distribute power in the legislative field. , executive and judiciary.
The problem in this research is to be answered by legal research methods or normative juridical, some theories used include understanding constitutionalism, judicial review theory, legislative knowledge and the concept of interpreting the law. In practice, the MPR has issued several legal products in the form of general regulations, but during the Standing Orders of the People's Consultative Assembly of the Republic of Indonesia, all parties agreed to review all the contents of the MPR Decree, this situation became interesting because this research intends to find out about the existence of The decision of the MPR in the hierarchy of legislation, then examines one of the authorities of the Constitutional Court (MK) to carry out Judicial Review (JR), especially in legislative legal products namely the MPR Decree.
After conducting research, there are things that are found, namely that the MPR Decree must still exist because of certainty and usefulness factors that are still considered necessary and needed, then the Constitutional Court has the authority to examine because in essence the Constitutional Court is a guardian constitution.
2491727894E1A015101TINJAUAN YURIDIS KEBIJAKAN LUAR NEGERI INDONESIA UNTUK TIDAK MEMBUKA HUBUNGAN DIPLOMATIK DENGAN ISRAELIndonesia termasuk Negara yang di samping membangun hubungan secara luas dengan berbagai Negara di dunia internasional, namun juga menolak untuk membuka hubungan diplomatik. Misalnya, ketiadaan hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Israel. Ketiadaan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel tentu akan memunculkan kesulitan-kesulitan bagi kedua Negara tersebut.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan hubungan politik hukum Indonesia dengan tidak adanya pembukaan hubungan diplomatik dengan Israel serta menjelaskan akibat hukum bagi Indonesia dan Israel dengan tidak adanya pembukaan hubungan diplomatik antara kedua Negara. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Semua data dalam penelitian ini berasal dari data sekunder yang disusun secara sistematis dan dianalisis dengan metode normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat diketahui bahwa hubungan politik hukum Indonesia dengan tidak adanya pembukaan hubungan diplomatik dengan Israel berlandaskan pada Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) alinea pertama dan keempat. Ketiadaan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel menimbulkan akibat hukum. Pertama, Indonesia dan Israel tidak dapat membuat perjanjian internasional serta tidak dapat membuka hubungan diplomatik. Kedua, warga Negara Indonesia tidak akan mudah untuk masuk ke wilayah Negara Israel, begitu pun sebaliknya, serta tidak diperbolehkannya melintasi wilayah udara masing-masing Negara. Ketiga, Warga dari Negara yang tidak diakui tidak dapat mengajukan tuntutan di depan pengadilan nasional Negara yang tidak mau mengakui.

Indonesia is one of the countries that in addition to building broad relations with various countries in the international world, but also refused to open diplomatic relations. For instance the absence of diplomatic relations between Indonesia and Israel. The absence of diplomatic relations between Indonesia and Israel will certainly create difficulties for the two countries.
The purposes of this study are to explain the relationship between Indonesian legal politics in the absence of opening diplomatic relations with Israel and explain the legal consequences for Indonesia and Israel in the absence of opening diplomatic relations between the two countries. The study used normative juridical with legislative approach and case approach. All data in this study came from secondary data that was systematically compiled and analyzed by qualitative normative methods.
Based on the results of research and discussion, it was concluded that Indonesian legal politics based on the law of the 1945 Constitution the first and fourth paragraph. The absence of diplomatic relations between Indonesia and Israel has legal consequences. First, Indonesia and Israel cannot make international agreements and cannot open diplomatic relations. Second, Indonesian citizens will not easily enter the territory of the State of Israel, vice versa, and are not allowed to cross the airspace of each State. Third, citizens of unrecognized State cannot file claims before a national court that does not want to admit.

2491827893C1M014015PENGARUH CITA-CITA, PRESTASI BELAJAR, PENDIDIKAN ORANG TUA,
DAN LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP MINAT MELANJUTKAN KE PERGURUAN TINGGI DI SMK WIDYA MANGGALA PURBALINGGA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) pengaruh cita-cita terhadap minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di SMK Widya Manggala Purbalingga; (2) pengaruh prestasi belajar terhadap minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di SMK Widya Manggala Purbalingga; (3) pengaruh pendidikan orang tua terhadap minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di SMK Widya Manggala Purbalingga; (4) pengaruh lingkungan sekolah terhadap minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di SMK Widya Manggala Purbalingga.
Penelitian ini merupakan penelitian ex-post facto dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI SMK Widya Manggala tahun ajaran 2019/2020 dengan mengambil sampel sebanyak 134 siswa.
Hasil penelitian ini adalah: (1) cita-cita berpengaruh positif terhadap minat melanjutkan ke perguruan tinggi, artinya semakin tinggi cita-cita yang membutuhkan pendidikan formal tinggi maka semakin tinggi minat untuk melanjutkan ke perguruan tinggi; (2) prestasi belajar berpengaruh positif terhadap minat melanjutkan ke perguruan tinggi, artinya semakin tinggi nilai prestasi belajar maka semakin tinggi pula minat untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi; (3) pendidikan orang tua berpengaruh positif terhadap minat melanjutkan ke perguruan tinggi, artinya semakin tinggi pendidikan formal orang tua maka semakin tinggi pula dorongan terhadap anaknya untuk menumbuhkan minat melanjutkan ke perguruan tinggi; (4) lingkungan sekolah berpengaruh positif terhadap minat melanjutkan ke perguruan tinggi, artinya semakin baik hubungan dengan guru, kepala sekolaj, karyawan sekolah, dan teman maka dorongan untuk menumbuhkan minat melanjutkan ke perguruan tinggi semakin besar.
Implikasi dari penelitian ini, guru hendaknya meningkatkan ketertarikan siswa untuk menumbuhkan minat melanjutkan ke perguruan tinggi. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memotivasi atau mendorong siswa untuk mencari pengalaman dan pengetahuan yang lebih tinggi untuk mencapai cita-cita yang tinggi; siswa hendaknyalebih giat dalam belajar untuk bisa mencapai cita-cita yang diinginkan; sekolah hendaknya memberikan informasi yang lebih dalam mengenai perguruan tinggi.
Kata kunci: minat melanjutkan ke perguruan tinggi, cita-cita, prestasi belajar, pendidikan orang tua, lingkungan sekolah.
This study aims to analyze: (1) the influence of ideals on the interest in continuing education to higher education at SMK Widya Manggala Purbalingga; (2) the effect of learning achievement on the interest in continuing education to tertiary institutions at Widya Manggala Purbalingga Vocational School; (3) the influence of parental education on the interest in continuing education to tertiary institutions at Widya Manggala Purbalingga Vocational School; (4) the influence of the school environment on the interest in continuing education to tertiary institutions at Widya Manggala Purbalingga Vocational School.
This research is an ex-post facto research with a quantitative approach. The subjects of this study were students of class X and XI of SMK Widya Manggala in the academic year 2019/2020 by taking a sample of 134 students.
The results of this study are: (1) ideals have a positive effect on interest in continuing to college, meaning that the higher the ideals that require higher formal education, the higher the interest in continuing to college; (2) learning achievement has a positive effect on interest in continuing to college, meaning that the higher the value of learning achievement, the higher the interest in continuing their education to college; (3) parental education has a positive effect on interest in continuing to college, meaning that the higher the parent's formal education, the higher the encouragement of their children to foster interest in continuing to college; (4) the school environment has a positive effect on interest in continuing to college, meaning that the better the relationship with teachers, head of schools, school employees, and friends, the drive to foster interest in continuing to higher education is increasingly greater.
The implication of this research is that teachers should increase students' interest in growing interest in continuing to college. This can be done by motivating or encouraging students to seek higher experiences and knowledge to achieve high ideals; students should be more active in learning to achieve the desired goals; schools should provide deeper information about universities.
Keywords: interest in continuing to college, ideals, learning achievement, parental education, school environment
2491927896A1D115036PENGARUH MODIFIKASI FORMULA PADA UNSUR FOSFOR DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SERAPAN N OLEH
TANAMAN SAWI (Brassica Juncea L.) SECARA SISTEM
HIDROPONIK RAKIT APUNG
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh modifikasi formula nutrisi dengan kandungan P terhadap pertumbuhan dan serapan N oleh tanaman sawi pada sistem hidroponik rakit apung (2) mengetahui pengaruh jenis media tanam terhadap pertumbuhan dan serapan N oleh tanaman sawi pada sistem hidroponik rakit apung dan (3) mengetahui interaksi kombinasi formula nutrisi dan media tanam terhadap pertumbuhan dan serapan N oleh tanaman sawi pada sistem hidroponik rakit apung. Penelitian dilaksanakan di Green House Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman mulai dari bulan Juni 2019 - Agustus 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu formula nutrisi yang terdiri dari lima taraf, yaitu F0 AB-mix (2,8% P2O5), F1= 2,8% P2O5, F2= 3,8% P2O5, F3= 4,8% P2O5 dan F4= 5,8% P2O5. Faktor kedua yaitu media tanam yang terdiri dari dua macam yaitu M1 = cocogrow dan M2 = cocogrow+zeolit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian formula nutrisi berpengaruh nyata terhadap bobot tanaman kering sebesar 11,32 g/tanaman dan serapan N sebesar 1,99 mgN/tanaman. Aplikasi media tanam cocogrow + zeolit berpengaruh terhadap jumlah daun sebesar 16,67 helai/tanaman. Kombinasi antara pemberian formula nutrisi dan media tanam tidak menunjukkan adanya pengaruh pada semua variabel, yaitu: tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, dan serapan N.This research was aimed to: (1) find a nutritional formula with the right P content for growth and absorption by floating saw raft system (2) determine the type of planting media on growth and N uptake by mustard plants in the hydroponic system of floating raft and (3) discover the interaction between nutrient formula and growing media on the growth and uptake of N by mustard plants in the floating raft hydroponic system. This research was conducted at the Green House of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University starting from June 2019-August 2019. This research used a Randomized Completely Block Design (RCBD) with two factors and three replications. The first factor is the nutritional formula consisting of five levels, namely F0= 2.8% P2O5 (control), F1= 2.8% P2O5, F2= 3.8% P2O5, F3= 4.8% P2O5 and F4= 5.8% P2O5. The second factor is the planting media which consists of two kinds namely M1= cocogrow and M2= cocogrow+zeolite. The results showed that the plants given nutritional formulas significantly affected on the dry weight of 11.32 g/plant, and N uptake of 1.99 mgN/plant. The application of planting media of cocogrow + zeolite effect on number of leaves of 16.67 strands/plant. The combination of nutrition formula and planting media did not show any effect on all variables, namely: plant height, number of leaves, leaf area, fresh plant weight, dry plant weight, and N Uptake.
2492027897C1C014008DETEKSI FINANCIAL STATEMENT FRAUD DENGAN ANALISIS FRAUD DIAMOND PADA PERUSAHAAN INFRASTRUKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIATujuan penelitian ini yaitu untuk menguji probabilitas terjadinya kecurangan laporan keuangan dapat diprediksi dengan analisa fraud diamond. Penelitian ini terdiri empat variabel independen yang diturunkan dari teori fraud diamond yang dikemukakan oleh Wolfe dan Hermanson (2004). Variabel dari sisi tekanan (pressure) dijelaskan dengan kapitalisasi pasar. Lalu, variabel dari sisi kesempatan (opportunity) dijelaskan dengan proporsi komisaris independen. Selanjutnya, variabel dari sisi rasionalisasi (rationalization) dijelaskan dengan kepemilikan manajerial. Terakhir, variabel dari sisi kemampuan (capability) dijelaskan dengan tingkat pendidikan dewan direksi. Berdasarkan analisis regresi logistik dari 39 perusahaan dan 195 annual report, dapat disimpulkan bahwa kapitalisasi pasar (MACA), proporsi komisaris independen (INCO), kepemilikan manajerial (MOWN), dan tingkat pendidikan direksi (EDUC) tidak dapat memprediksi probabilitas terjadinya kecurangan laporan keuangan pada perusahaan infrastruktur yang terdaftar di BEI dalam kurun waktu 2013-2017. Hasil penelitian ini tidak dapat mendukung teori fraud diamond yang dikemukakan oleh Wolfe dan Hermanson (2004), khususnya dalam memprediksi terjadinya kecurangan laporan keuangan.The purpose of this research is to examine the probability of financial statement fraud could be predicted through analyzing fraud diamond. This research consist of four independent variables derived from the fraud diamond theory presented by Wolfe and Hermanson (2004). Variable on the pressure side explained by market capitalization. Then, variable on the opportunity side explained by proportion of independent comissioner. Next up, variable on the rationalization side explained by managerial ownership. Lastly, variable on the capability side explained by education degree of board of directors. Build upon analyzing logistic regression from 39 companies and 195 annual report, can be concluded that market capitalization (MACA), proportion of independent comissioner (INCO), managerial ownership (MOWN), and education degree of board of directors couldn’t predicted the probability of financial statement fraud on the infrastructure companies which are listed in the IDX for the period of 2013-2017. The result of this research couldn’t santion the fraud diamond theory presented by Wolfe and Hermanson (2004), especially in term of predicting fiancial statement fraud.