Artikelilmiahs
Menampilkan 25.081-25.100 dari 50.307 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 25081 | 28022 | K1C015039 | PENDUGAAN POTENSI SUMBER AIR TANAH MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER DI DESA SROWOT KECAMATAN KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian dengan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Schlumberger telah dilakukan untuk menginterpretasi struktur batuan bawah permukaan serta potensi air tanah di Desa Srowot Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas. Akuisisi dilakukan di enam titik lintasan, yaitu lintasan SR-1, SR-2, SR-3, SR-4, SR-5, dan SR-6 dengan masing-masing panjang lintasan 200 m. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa akuifer pada daerah penelitian terdiri dari dua jenis, yakni akuifer tertekan dan akuifer tidak tertekan. Akuifer tertekan hanya terdapat pada titik sounding SR-1 yang merupakan lapisan pasir berbutir halus dengan nilai resistivitas 2,36 Ωm pada kedalaman lebih dari 19,58 m. Sedangkan akuifer tidak tertekan terdapat pada titik sounding SR-2, SR-3, SR-4, SR-5, dan SR-6. Titik sounding SR-2 yang merupakan lapisan lempung pasiran dengan nilai resistivitas 13,9 Ωm pada kedalaman antara 10,62−22,61 m. Titik sounding SR-3 yang merupakan lapisan lempung pasiran dengan nilai resistivitas 56,8 Ωm dan 15,7 Ωm, masing-masing pada kedalaman antara 10,04−22,44 m dan lebih dari 50,04 m. Titik sounding SR-4 yang merupakan lapisan pasir berbutir sedang dengan nilai resistivitas 6,91 Ωm pada kedalaman lebih dari 64,4 m. Titik sounding SR-5 yang merupakan lapisan pasir lempungan dengan nilai resistivitas 4,79 Ωm pada kedalaman antara 2,74−25,04 m dan pasir berbutir halus dengan nilai resistivitas 2,82 Ωm pada kedalaman lebih dari 46,64 m. Titik sounding SR-6 yang merupakan lapisan pasir lempungan dengan nilai resistivitas 19 Ωm pada kedalaman antara 9,29−22,60 m dan pasir berbutir halus dengan nilai resistivitas 2,7 Ωm pada kedalaman lebih dari 46,60 m. | A research about the resistivity geoelectric method Schlumberger configuration has been carried out to interprete subsurface rock structures and groundwater potential in Srowot, Kalibagor, Banyumas. The acquisition was carried out at six points, namely SR-1, SR-2, SR-3, SR-4, SR-5, and SR-6 with 200 m of lenght for each line. The results of this study indicate that the aquifers in the study area are two types, the confined aquifers and unconfined aquifers. Confined aquifer is only found at the SR-1 sounding point which is a layer of fine grained sand with resistivity value of 2.36 Ωm at depths of more than 19.58 m. The unconfined aquifers are found at the SR-2, SR-3, SR-4, SR-5, and SR-6 sounding points. SR-2 sounding point which is a sandy clay layer with a resistivity value of 13.9 Ωm at a depth between 10.62−22.61 m . Sounding point SR-3 which is a layer of clay sandy with resistivity value of 56.8 Ωm and 15.7 Ωm, respectively at a depth between 10.04 to 22.44 m and over 50.04 m. SR-4 sounding point which is a medium-grained sand layer with a resistivity value of 6.91 Ωm depths of more than 64.4 m . SR-5 sounding point which is a layer of clay sand with a resistivity value of 4.79 Ωm at a depth of between 2.74−25.04 m and fine grained sand with a resistivity value of 2.82 Ωm at a depth of more than 46.64 m. SR-sounding point 6 which is a layer of sand clay with resistivity value of 19 Ωm at a depth of between 9.29−22.60 m and fine grained sand with resistivity value of 2.7 Ωm at a depth of more than 46.60 m. | |
| 25082 | 28023 | C1B016056 | PENGARUH POTONGAN HARGA, VARIASI LAYANAN DAN KEMUDAHAN BERTRANSAKSI TERHADAP MINAT BERTRANSAKSI ULANG DENGAN KEPUASAN BERTRANSAKSI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi pada Produk OVO) | RINGKASAN Penelitian ini merupakan studi empiris dengan judul “Pengaruh Potongan Harga, Variasi Layanan dan Kemudahan Bertransaksi Terhadap Minat Bertransaksi Ulang Dengan Kepuasan Bertransaksi Sebagai Variabel Intervening”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel potongan harga, variasi layanan dan kemudahan bertransaksi terhadap variabel minat bertransaksi ulang melalui variabel kepuasan bertransaksi. Populasi dalam penelitian ini adalah responden yang berumur ≥17 tahun, pernah menginstal aplikasi OVO dan menggunakan beragam variasi layanan yang tersedia. Sampel penelitian ini sebanyak 110 responden diambil menggunakan metode convenience sampling. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan analisis regresi berganda, menunjukkan bahwa variabel potongan harga, variasi layanan dan kemudahan bertransaksi berpengaruh terhadap variabel kepuasan bertransaksi. Variabel potongan harga dan variasi layanan tidak berpengaruh secara langsung pada variabel minat bertransaksi ulang, sedangkan variabel kemudahan bertransaksi dan kepuasan bertransaksi berpengaruh langsung terhadap minat bertransaksi ulang. Sehingga variabel kepuasan bertransaksi memediasi variabel potongan harga,variasi layanan dan kemudahan bertransaksi terhadap minat bertransaksi ulang. Perusahaan OVO sebaiknya memprioritaskan kebijakan yang terkait dengan potongan harga dan variasi layanan, seperti memperluas jangkauan program potongan harga dan memperbanyak inovasi variasi produk untuk membedakan antara OVO dengan dompet digital lainnya. Sehingga konsumen memiliki persepsi bahwa OVO mampu memberikan keuntungan yang lebih banyak dibandingkan dompet digital lainnya. Dengan demikian maka konsumen diharapkan dapat merasakan kepuasan bertansaksi dan memiliki minat bertransaksi ulang dengan menggunakan aplikasi dompet digital OVO. Penelitian selanjutnya perlu mengembangkan model hubungan kausal antara potongan harga, variasi layanan, kemudahan bertransaksi, kepuasan bertransaksi dan minat bertransaksi ulang dengan menambahkan variabel bebas lainnya seperti persepsi kepercayaan konsumen dan citra merek, atau mengganti variabel tergantung menjadi keputusan bertransaksi ulang dengan tujuan agar diperoleh hasil penelitian yang lebih variatif. Kata kunci: Potongan Harga,Variasi Layanan, Kemudahan Bertansaksi, Kepuasan Bertransaksi, Minat Bertransaksi ulang, Dompet Digital. | SUMMARY This research is an empirical study entitled "The Effect of Discount, Service Variation and Ease of Transaction to The Repeated Transaction Interest Through Satisfaction of Transaction as Intervening Variable". This research aims to analyze the effect of discount variable, service variation and ease of transaction to the repeated transaction interest variable through satisfaction of transaction variable. The population of this study are respondents aged ≥17 years old who had installed and used a variety of available services in OVO application. The sample is taken from 110 respondents using convenience sampling method. Based on the results using multiple regression analysis, it shows that the discount variable, service variation and ease of transaction affect the satisfaction of transaction variable. Discount and service variable do not directly affect the interest in repeated transaction variable, while the ease of transaction variable and satisfaction of transaction directly affect the interest in repeated transaction. Hence, the satisfaction of transaction variable mediates the variable of discount, service variation, and ease of transaction to the interest of repeated transaction. OVO company should prioritize the policy related to discount and service variation, such as expanding the range of discount's program and increasing the innovation of product variation to differentiate between OVO and other digital wallets. Therefore, the consumers have a perception that OVO is able to provide more benefits compared to other digital wallets. Thus, consumers are expected to feel the satisfaction of transaction and have an interest in repeated transaction using OVO digital wallet application. Further research needs to develop a causal relation model between discount, service variation, ease of transaction, satisfaction of transaction and interest in repeated transaction by adding other independent variables such as perception of consumer trust and brand image, or replacing dependent variables into decision of repeated transaction with the aim to obtain the more varied result. Keywords: Discount, Service Variation, Ease of Transaction, Satisfaction of Transaction, Interest of Repeated Transaction, Digital Wallet. | |
| 25083 | 28024 | C1H015031 | Antecedents of Halal Food Product Purchase Intention on Young Muslim Consumers | Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa faktor- faktor yang dapat mempengaruhi minat membeli konsumen muslim muda di Purwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan halal, sikap, norma subjektif, kontrol perilaku persepsian, dan religiusitas terhadap minat pembelian konsumen muslim muda. Penelitian ini menggunakan 96 responden dengan Purposive Sampling. Regresi analisis digunakan sebagai alat untuk menganalisa data. Berdasarkan hasil dari penelitian ini, dengan melihat nilai dari t-statistik dari regresi analisis dapat disimpulkan bahwa: 1) Pengetahuan halal tidak mempengaruhi minat membeli dengan nilai t-statistik 0.914, 2) Sikap memiliki pengaruh positif terhadap minat membeli dengan nilai t-statistik 3.812, 3) Norma subjektif memiliki pengaruh positif terhadap minat membeli dengan nilai t-statistik 2.072, 4) Kontrol perilaku persepsian memiliki pengaruh negatif terhadap minat membeli dengan nilai t-statistik -1916.5, 5) Religiusitas memiliki pengaruh positif terhadap minat membeli dengan nilai t-statistik 3.037. | This research is conducted to analyze the antecedents of halal food product purchase intention on young Muslim consumers in Purwokerto. The research aims to see whether halal knowledge, attitude, subjective norm, perceived behavioral control, and religiosity has positive effect on purchase intention. 96 respondents became the samples of this research using Purposive Sampling. The regression analysis is used as analytical tools to analyze the data. Based on the result of this research, by using the value of t-statistic of regression analysis it can be concluded that: 1) Halal knowledge has no effect on purchase intention with t-statistic value of 0.914, 2) Attitude has positive effect on purchase with t-statistic value of 3.812, 3) Subjective norm has positive effect on purchase intention with t-statistic value of 2.072, 4) Perceived behavioral control has negative effect on purchase intention with t-statistic value of -1.916, 5) Religiosity has positive effect on purchase intention with t-statistic value of 3.037. | |
| 25084 | 28025 | C1A013098 | ANALISIS FUNGSI PRODUKSI USAHA TANI STROBERI DI DESA SERANG KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA | Judul penelitian ini adalah “Analisis Fungsi Produksi Usaha Tani Stroberi di Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lahan, tenaga kerja, bibit, pupuk, tenaga kerja, dan obat-obatan terhadap usaha tani stroberi di Desa Serang, kemudian menentukan Return To Scale dan menghitung BEP. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan metode pengumpulan data yang digunakan yaitu pengumpulan data dari hasil kuisioner yang disebar ke petani stroberi yang berada di Desa Serang. Penentuan sampel petani dilakukan dengan menggunakan rumus slovin, maka dapat ditentukan sebanyak 82 responden yang digunakan sebagai sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Observasi adalah melihat dan mengadakan pengamatan langsung terhadap obyek yang diteliti, sedangkan wawancara adalah pengambilan data dari responden dengan daftar pertanyaan yang sudah dipersiapkan. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukan bahwa secara bersama-sama luas lahan, tenaga kerja, bibit, pupuk, dan obat-obatan berpengaruh terhadap hasil produksi stroberi di Desa Serang. Secara parsial hanya variabel lahan, dan bibit yang memiliki pengaruh signifikan. Petani stroberi di Desa Serang mengalami decreasing return scale sebesar 0,849. Dan hasil BEP menunjukkan petani memiliki penghasilan diatas BEP. Dengan hasil penelitian diatas disarankan agar petani lebih mempertimbangkan penggunaan faktor-faktor produksi terutama yang tidak efisien. Penggunakan lahan yang lebih optimal dan pemilihan bibit yang unggul dan berkualitas, serta saling berbagi pengetahuan terkait dengan usaha yang dijalankan karena pengalaman dalam pengolahan tanaman setiap petani berbeda. | The title of this research is "Analysis of Production Function of Strawberry Farming Business in Serang Village, Karangreja District, Purbalingga Regency". This study aims to analyze the effect of land, labor, seeds, fertilizer, labor, and drugs on strawberry farming in Serang Village, then determine Return to Scale and calculate BEP. This type of research is quantitative descriptive and data collection methods used are data collection from the results of the questionnaire distributed to strawberry farmers in Serang Village. Determination of the sample of farmers is done using the Slovinformula, it can be determined as many as 82 respondents who are used as research samples. Data collection is done by observation and interviews. Observation is to see and carry out direct observation of the object under study, while the interview is taking data from respondents with a list of questions that have been prepared. Based on the results of research and data analysis shows that together the area of land, labor, seeds, fertilizer, and drugs affect the yield of strawberries in Serang Village. Partially only land and seed variables have a significant influence. Strawberry farmers in Serang Village experienced a decreasing return scale of 0.849. And the results of the BEP show farmers have an income above the BEP. With the results of the above research it is recommended that farmers consider more factors of production used, more optimal use of land and the selection of superior and quality seeds, as well as sharing knowledge related to the business carried out because the experience in processing plants of each farmer is different. | |
| 25085 | 28742 | E2A018041 | PENEGAKAN HUKUM TERHADAP DUGAAN TINDAK PIDANA MONEY POLITICS (POLITIK UANG) PADA PEMILIHAN UMUM TAHUN 2019 DI KABUPATEN PURBALINGGA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, memahami dan menganalisis penegakan hukum terhadap dugaan tindak pidana money politics (politik uang) pada pemilihan umum tahun 2019 di Kabupaten Purbalingga. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini mengambil lokasi di kantor Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Purbalingga, kantor Kepolisian Resor Purbalingga, Kantor Kejaksaan Negeri Purbalingga, dan kantor Desa Kedunglegok, Kecamatan Kemangkon. Metode pengambilan sampel ini menggunakan metode purposive sampling atau criterian based selection yang diikuti oleh snowball sampling. Jenis dan sumber data dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan melakukan penelitian di lapangan. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara (interview). Data sekunder diperoleh dari penelitian kepustakaan, dengan melakukan kajian pustaka. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa penegakan hukum terhadap tindak pidana money politics (politik uang) pada pemilihan umum tahun 2019 di Kabupaten Purbalingga sudah berjalan sesuai dengan regulasi yang ada. Selain itu diperoleh kendala dalam penegakan hukum terhadap tindak pidana money politics (politik uang) pada pemilihan umum tahun 2019 di Kabupaten Purbalingga, kendala yang pertama yakni terletak pada legal substance (substansi hukum) dari Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang mana tidak menjelaskan secara jelas dan rinci mengenai money politics atau politik uang, selain itu didalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu menunjukkan adanya penyempitan subyek hukum/pelaku yang dapat dijerat dalam tindak pidana money politics atau politik uang. Kendala selanjtnya yaiitu budaya hukum masyarakat yang masih kental dengan money politics atau politik uang. | This study aims to determine, understand and analyze law enforcement against alleged money politics in the 2019 general election in Purbalingga Regency. In this study the authors used a qualitative research method with a sociological juridical approach with descriptive research specifications. This study took place in the office of the Election Supervisory Board of Purbalingga Regency, the Purbalingga District Police Station, the Purbalingga District Prosecutor's office, and the Kedunglegok Village office, Kemangkon District. This sampling method uses a purposive sampling method or criteria based selection followed by snowball sampling. Types and sources of data in this study include primary data and secondary data. Primary data obtained by conducting research in the field. Data collection is obtained through interviews (interviews). Secondary data were obtained from library research, by conducting a literature review. Based on the results of the study, it was concluded that law enforcement against the crime of money politics (money politics) in the 2019 general election in Purbalingga Regency was running in accordance with existing regulations. Besides that, there are obstacles in law enforcement against money politics in the 2019 general election in Purbalingga Regency, the first obstacle is the legal substance of Law Number 7 of 2017 concerning Elections which does not explain clearly and in detail about money politics or money politics, besides that in Law Number 7 of 2017 concerning Elections shows the narrowing of legal subjects / actors that can be ensnared in the crime of money politics or money politics. The next obstacle is the legal culture of society which is still thick with money politics or money politics. | |
| 25086 | 28743 | F1F016071 | Upaya Nation Branding Rusia Melalui Penyelenggaraan Piala Dunia 2018 | Pada tahun 2010, Rusia terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018. Terpilihnya Rusia sebagai tuan rumah, merupakan kali pertama bagi negara bagian Eropa Timur yang akan menggelar Piala Dunia. Hal tersebut menjadi momentum besar bagi Rusia untuk mencapai kepentingan negaranya. Namun, disaat seluruh dunia melihat Rusia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018, banyak isu dan konflik yang berkembang saat itu. Sehingga pemerintah berupaya untuk memperbaiki citra buruk atas isu yang berkembang dengan menggunakan nation branding melalui penyelenggaraan Piala Dunia 2018. Yang diharapkan dapat merubah citra buruk Rusia dengan citra yang lebih baik, dengan begitu citra baik dari Rusia akan banyak mendatangkan para wisatawan untuk berkunjung ke negaranya. Kata kunci : Piala Dunia 2018 Rusia, Konflik, Nation Branding, Pariwisata | In 2010, Russia was chosen as the host of the 2018 World Cup. The election of Russia as host, was the first time for the Eastern European state to hold a World Cup. This has become a great momentum for Russia to achieve the interests of their country. However, the whole world saw Russia as the host of the 2018 World Cup, many issues and conflicts developed at that time. How the government can improve the bad image with developing issues by using nation branding through the holding of the 2018 World Cup. What is expected to change Russia's bad image with a better image, with a good image from Russia will bring more tourists to visit their country . Key words: 2018 World Cup Russia, conflict, Nation Branding, Tourism | |
| 25087 | 28029 | H1E015006 | ANALISIS OPTIMASI KEUNTUNGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE LINEAR PROGRAMMING (Studi Kasus: Kedai Kopi Emperan Purbalingga) | Optimasi merupakan pendekatan normatif dengan mengidentifikasi penyelesaian terbaik dari suatu permasalahan yang diarahkan pada titik maksimum atau minimum suatu fungsi tujuan. Kedai kopi emperan merupakan bisnis yang bergerak dibidang Food and Baverage dimana dalam penjualanya belum menghasilkan keuntungan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimalisasi keuntungan dalam penjualan produk dengan menggunakan metode linear programming. Adapun langkah-langkah yang digunakan dalam penelitian ini yaitu melakukan peramalan penjualan produk dengan metode exponential smoothing dimana hasil peramalan akan digunakan sebagai fungsi kendala permintaan pasar, pembuatan model harga jual produk yang akan digunakan sebagai koefisien tujuan pada model matematis linear programming, pembuatan model matematis linear programming, validasi model dengan analisis sensitivitas dan uji-T. Hasil peramalan menunjukan bahwa nilai MAPE 17 produk memiliki nilai kurang dari 10%. Hasil keuntungan aktual pada periode minggu ke-4 bulan desember 2019 sebesar Rp. 527.400,- per minggu sedangkan dengan menggunakan model optimasi proyeksi keuntungan menunjukan hasil sebesar Rp. 548.345,- per minggu, artinya penggunaan model optimasi pada periode minggu ke-4 bulan desember lebih menghasilkan keuntungan 4% lebih besar dibandingkan dengan kondisi aktualnya. Validasi menggunakan uji-T menunjukan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0.690 sehingga tidak ada perbedaan yang signifikan antara keuntungan aktual dan keuntungan model optimasi. Model optimasi sangat terpengaruh oleh nilai forecasting, sehingga apabila jumlah permintaan melebihi kapasitas produknya maka model infeaseable untuk digunakan | Optimization is a normative approach by identifying the best solution of a problem directed at the maximum or minimum point of an objective function. Emperan coffee shop is a business that is engaged in food and leverage where the sales have not yet yielded optimal profits. This study aims to determine the optimization of profits in product sales by using linear programming methods. The steps used in this research are forecasting product sales with exponential smoothing method where forecasting results will be used as a function of market demand constraints, making product selling price models that will be used as objective coefficients in mathematical linear programming models, making mathematical linear models programming, model validation with sensitivity analysis and T-test. Forecasting results indicate that the value of MAPE 17 products has a value of less than 10%. The actual profit for the 4th week period in December 2019 was Rp. 527,400 per week while using the optimization model the profit projection shows a result of Rp. 548,345, - per week, meaning that the use of optimization models in the 4th week period of December produced 4% more profit compared to the actual conditions. Validation using the T-test shows the Sig. (2-tailed) of 0.690 so that there is no significant difference between the actual profit and the optimization model profit. The optimization model is strongly influenced by the value of forecasting, so that if the number of requests exceeds the capacity of the product, the infeaseable model is used | |
| 25088 | 28005 | H1A015029 | PENGGUNAAN METODE FRACTIONAL EDGE DETECTION MAGNETIC RESONANCE IMAGE (MRI) CITRA UNTUK SEGMENTASI SLICE SAGITTAL BERDASARKAN NILAI CLINICAL DEMENTIA RATING (CDR) | Alzheimer adalah penyakit degeneratif progresif pada otak yang pada umumnya menyerang orang tua dan dikaitkan dengan perkembangan plak-plak beta amiloid pada otak. Penyakit ini dicirikan oleh kebingungan, disorientasi, kegagalan memori, gangguan bicara, dan demensia. Penyusunan luas hippocampus pada otak merupakan salah satu gambaran yang terjadi pada penderita alzheimer. MRI (Magnetic Resonance Imaging) adalah pemeriksaan dengan teknik pengambilan gambar detail organ dari berbagai sudut yang menggunakan medan magnet dan gelombang radio. Alat tersebut memiliki kemampuan membuat gambaran potongan pada organ manusia tanpa banyak manipulasi tubuh pasien, seperti potongan aksial, koronal dan sagital. CDR atau (Clinical Dementia Rating) merupakan skala numerik untuk tingkat keparahan demensia yang terdiri dari 5 skala poin, yaitu : 0, 0.5, 1, 2 dan 3. Metode yang digunakan adalah Fractional Detection Edge. Deteksi tepi (Edge detection) adalah operasi yang dijalankan untuk mendeteksi garis tepi (edges) yang membatasi dua wilayah citra homogen yang memiliki tingkat kecerahan yang berbeda. Tujuannya adalah untuk mengubah citra 2D menjadi bentuk kurva. | Alzheimer's is a progressive degenerative disease of the brain which generally attacks the elderly and is associated with the development of beta amyloid plaques in the brain. This disease is characterized by confusion, disorientation, memory failure, speech disorders, and dementia.. The extensive arrangement of the hippocampus in the brain is one illustration that occurs in Alzheimer's sufferers. MRI (Magnetic Resonance Imaging) is an examination with detailed organ shooting techniques from various angles that use magnetic fields and radio waves. The device has the ability to draw a picture of the human organ without much manipulation of the patient's body, such as axial, coronal and sagittal pieces. CDR or (Clinical Dementia Rating) is a numerical scale for the severity of dementia consisting of 5 scale points, namely: 0, 0.5, 1, 2 and 3. The method used is the Fractional Detection Edge. Edge detection (Edge detection) is an operation that is carried out to detect edges that limit two homogeneous image regions that have different brightness levels. The goal is to convert 2D images into curve shapes. | |
| 25089 | 28031 | C1B015097 | Analisis Model Antrian pada Pelayanan Kasir Toko Berkah Jaya Sampang | Penelitian ini merupakan penelitian observasi tentang model antrian pada pelayanan pasir di Toko Berkah Jaya yang berada di desa Sampang, Cilacap. Penelitian ini mengambil judul: “Analisis Model Antrian pada Pelayanan Kasir Toko Berkah Jaya Sampang”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis jumlah kasir yang optimal pada Toko Berkah Jaya Sampang serta melihat kinerja dari sistem pelayanan kasir yang sudah dijalankan. Untuk melihat jumlah kasir yang optimal serta kinerja dari sistem pelayanan kasir yang sudah dijalankan, dapat dilihat dari mode antrian yang diterapkan, data tingkat kedatangan pelanggan dan tingkat pelayanan pelanggan, serta analisis biaya yang dikeluarkan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelanggan yang datang ke Toko Berkah Jaya Sampang. Sampel dalam penelitian ini adalah pelanggan yang melakukan transaksi di kasir pada pukul 10.00-11.00 WIB dan pukul 16.00-17.00 WIB, dengan penelitian yang dilakukan selama 14 hari pada total 4 kasir yang dibuka. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis menggunakan model Multi Channel Single Phase (M/M/S) menunjukkan bahwa: (1) Jumlah kasir yang tersedia di Toko berkah Jaya Sampang ada sebanyak 8 kasir, namun yang dibuka atau dioperasikan hanya 4 kasir, entah itu di kondisi ramai ataupun normal. (2) Waktu tunggu pelayanan pada kasir Toko Berkah Jaya Sampang sudah dapat dikatakan optimal karena tingkat kesibukan kasir yang cukup tinggi dalam melayani pelanggan. Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu melakukan pengurangan kasir dari 4 kasir menjadi 3 kasir pada konsisi normal pukul 16.00-17.00 dan menempatkan sebanyak 2 orang dalam satu kasir pada kondisi ramai untuk mempercepat pelayanan pembayaran pada pelanggan. | This research is an observational study of the queuing model at the sand service at Toko Berkah Jaya in the village of Sampang, Cilacap. This study takes the title: "Analysis of the Queue Model at Cashier Services Store Berkah Jaya Sampang. The purpose of this study is to analyze the optimal number of cashiers at Toko Berkah Jaya Sampang and see the performance of the cashier service system that has been run. To see the optimal number of cashiers and the performance of the cashier service system that has been run, it can be seen from the queue mode that is applied, data on customer arrival rates and customer service levels, and analysis of costs incurred. The population in this study were all customers who came to Toko Berkah Jaya Sampang. The sample in this study is customers who conduct transactions at the cashier at 10:00 to 11:00 WIB and at 16:00 to 17:00 WIB, with research conducted for 14 days on a total of 4 cashiers opened. Based on the results of research and analysis using the Multi Channel Single Phase (M/M /S) model, it shows that: (1) The number of cashiers available at the Jaya Sampang blessing shop is 8 cashiers, but only 4 cashiers are opened or operated, whether in crowded or normal conditions. (2) Waiting time for the service at Cashier's Store Berkah Jaya Sampang can be said to be optimal because of the high level of cashier busy in serving customers. The implication of the above conclusion is to reduce the cashier from 4 cashiers to 3 cashiers at normal conditions at 16.00-17.00 and place as many as 2 people in one cashier in crowded conditions to speed up payment services to customers. | |
| 25090 | 28032 | E1A013338 | TEKNIK PENGUNGKAPAN TINDAK PIDANA UJARAN KEBENCIAN OLEH USTADZ HABIB BAHAR BIN SMITH (Studi Kasus di Kepolisian Polda Metro Jaya) | Aparat penegak hukum harus dapat mengungkap tindak pidana / kejahatan. Pasal 1 Butir 5 KUHAP menjelaskan penyelidikan adalah serangkaian tindakan untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga kuat sebagai tindak pidana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik pengungkapan tindak pidana ujaran kebencian oleh Ustads Habib Bahar Smith dan kendalanya. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan informan, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan. Data yang telah diperoleh kemudian diolah dan dianalisis dengan metode kualitatif dan disajikan dalam bentuk uraian yang tersistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya laporan dari masyarakat terkiat adanya tindak pidana ujaran kebencian yang dilakukan oleh Habib Bahar bin Smith penyelidik langsung melakukan usaha awal dengan penyelidikan untuk memperoleh barang bukti berupa rekaman video pernyataan yang dilakukan oleh Habib Bahar bin Smith dan penyelidik melakukan analisis atau olah data dibantu dengan saksi ahli digital forensik dan ahli bahasa pada rekaman video tersebut didapatkan fakta bahwa rekaman tersebut benar adanya. Kendala penyidik dalam penegakan hukum terkait kasus tersebut adalah faktor hukum, faktor masyarakatnya dan faktor budaya. | Law enforcement officials must be able to uncover criminal acts. Article 1 Item 5 of the Criminal Procedure Code explains the discussion of actions to find and find facts that discuss crime. This study discusses techniques for expressing acts of hate speech by Ustads Habib Bahar Smith and their constraints. The research method used is sociological juridical with descriptive research specifications. The data used in this study are primary and secondary data. Primary data were obtained through interviews with informants, while secondary data were obtained from literature studies. The data obtained is then processed and analyzed by qualitative methods and presented in the form of a systematic description. The results showed the fact that there were reports from the public that the crime of hate speech was confirmed by Habib Bahar bin Smith. Rescuers immediately made an initial effort by collecting video evidence recorded by Habib Bahar bin Smith and rescuers conducted analysis or data processing assisted by digital forensic experts. and linguists about the video taken really exist. The obstacles of the investigators in law enforcement related to these factors are legal factors, community factors and cultural factors. | |
| 25091 | 28034 | K1C015018 | PENDUGAAN KEDALAMAN LAPISAN AKUIFER YANG PROSPEK DIEKSPLOITASI DI DAERAH PURWANEGARA BANJARNEGARA | Penelitian menggunakan metode geolistrik resistivitas untuk menentukan struktur batuan bawah permukaan dan kedalaman akuifer di Desa Petir, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara telah selesai dilakukan. Metode ini menggunakan prinsip konfigurasi Schlumberger satu dimensi dengan lintasan akuisisi data sebanyak 5 lintasan dengan panjang bentangan sebesar 200 meter. Hasil pemodelan dan interpretasi data menunjukkan struktur batuan bawah permukaan terdiri atas 5 lapisan, yaitu tanah penutup (top soil) dengan nilai resistivitas batuan 10,38 – 112,31 Ωm, kerikil dan kerakal dengan rentang nilai resistivitas sebesar 5,16 – 28,13 Ωm, batu metamorf dengan rentang nilai resistivitas sebesar 47,14 – 122,86 Ωm, beku andesit dengan rentang nilai resistivitas sebesar 147,08 – 333,33 Ωm, dan breksi dengan rentang nilai resistivitas sebesar 73,25 – 138,16 Ωm. Pada penelitian di daerah ini pendugaan kedalaman lapisan akuifer yang prospek dieksplotasi yaitu pada titik Sounding 2 kedalaman lebih dari 82,10 meter dengan nilai resistivitas 14,31 Ωm, ketebalan lapisan akuifernya sebesar 48,98 meter dengan jenis batuannya yaitu kerikil dan kerakal di koordinat 7°28'49,118" LS dan 109°35'15,163" | Research using resistivity geoelectric methods to determine subsurface rock structures and determine the depth of the aquifer in Petir Village, Purwanegara District, Banjarnegara District has been completed. This method uses the Schlumberger configuration principle with 5 data acquisition trajectories with a length of a 200 meters. Modeling and interpretation results show that the subsurface rock structure consists of 5 layers, namely top soil with a rock resistivity value of 10.38 - 112.31 Ωm, gravel and crust with a resistivity range of 5,16 – 28,13 Ωm, metamorphic stone with a range of resistivity values of 47,14 – 122,86 Ωm, andesite freeze with a resistivity range of 147.08 - 333.33 Ωm, and breccias with a range of resistivity values of 73.25 - 138.16 Ωm. In research in this area, the estimation depth of the aquifer layer that is exploited prospect at the Sounding point 2 depth of more than 82.10 meters with a resistivity value of 14,31 Ωm, the thickness of the aquifer layer is 48.98 meters with the type of rock that is gravel and crust at the coordinates 7°28'49,118" LS and 109°35'15,163". | |
| 25092 | 28036 | E1A013238 | PEMBUKTIAN OPERASI TANGKAP TANGAN HAKIM DALAM KASUS KORUPSI SUAP OLEH KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (Studi Kasus di KPK) | Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai salah satu lembaga penegak hukum berperan dalam pencegahan, serta pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Termasuk tindak pidana korupsi suap yang dilakukan oleh hakim, maka Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan penegakan dengan cara penangkapan para pelaku tindak pidana korupsi. Alasan yang melatar belakangi tindak pidana korupsi itu bermacam-macam. Peran Komisi Pemberantasan Korupsi dalam mengungkapkan korupsi diperlukan. Dalam melakukan penangkapan biasanya dilakukan Operasi Tangkap Tangan yang mana sudah pasti ada tindakan penyadapan yang nantinya rekaman penyadapan digunakan sebagai dasar dalam pembuktian tindak pidana korupsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pembuktian serta hambatan operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus korupsi suap hakim. Penelitian ini menggunakan metode yuridis sosiologis, spesifikasi penelitian deskriptif analitis, pengumpulan data wawancara dan studi kepustakaan dan metode analis data normatif kualitatif. Adapun Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pembuktian operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi, alat bukti berupa rekaman penyadapan merupakan alat bukti yang penting dan juga didukung oleh alat bukti yang lain yang nantinya akan dikaitkan satu sama lain untuk memperkuat pembuktian tersebut. Hambatan yang ada dalam pembuktian operasi tangkap tangan hakim bagi Komisi Pemberantasan Korupsi dalam tindak pidana korupsi adalah: a. Kendala rekaman penyadapan terbatas; b. Kendala dalam mendapatkan Informan/Spionase; c. Teknologi anti sadap yang semakin canggih; d. Kendala dalam menentukan lokasi suap. | The Corruption Eradication Commission as one of the law enforcement agencies has a role in preventing and eradicating Corruption, Collusion and Nepotism (KKN). Including corruption bribery committed by judges, the Corruption Eradication Commission conducts enforcement by arresting the perpetrators of corruption. The reasons for the corruption are varied. The role of the Corruption Eradication Commission in expressing corruption is needed. In carrying out arrests, Operation Catching Hands is usually carried out, where there are sure to be wiretapping actions which will later be used as a basis for evidence of corruption. The purpose of this study is to find out how the evidence and obstacles to the arresting operations carried out by the Corruption Eradication Commission in corruption cases of bribery of judges. This study uses sociological juridical methods, descriptive analytical research specifications, interview data collection and literature study and qualitative normative data analysis methods. The results of this study indicate that in the proof of arrest operations conducted by the Corruption Eradication Commission, evidence in the form of taped records is an important evidence and also supported by other evidence which will later be linked to each other to strengthen the evidence. The obstacles in proving the judge's arresting operation for the Corruption Eradication Commission in corruption are: a. Tapping recording constraints are limited; b. Obstacles in obtaining Informant / Espionage; c. Increasingly sophisticated anti-tapping technology; d. Constraints in determining the location of bribes. | |
| 25093 | 28037 | H1E015021 | PERBANDINGAN AKTIVITAS TURUN-NAIK TANGGA DAN TREADMILL TERHADAP HEART RATE DAN RECOVERY PERIOD PADA MAHASISWA TEKNIK INDUSTRI UNSOED | Dalam beraktivitas sehari-hari, manusia tidak terlepas dari adanya kerja fisik, baik kegiatan ringan maupun berat. Beberapa kegiatan yang harus dilakukan mahasiswa teknik industri adalah turun-naik tangga menuju ruang kuliah atau laboratorium, serta praktikum ergonomi yang menggunakan treadmill. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh aktivitas turun-naik tangga dan treadmill terhadap denyut jantung dan periode istirahat pada mahasiswa Teknik Industri Unsoed. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan purposive sampling di Laboratorium Teknik Industri Unsoed. Uji signifikansi dan analisis korelasi regresi dilakukan, serta dianalisis hasilnya. Data dari 12 responden (4 perempuan, 8 laki-laki) rerata berusia 20,42 ± 2,02 tahun dan rerata BMI 20,82 ± 2,16 dengan kategori normal. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara aktivitas turun-naik tangga dan treadmill terhadap denyut jantung dengan rerata denyut jantung kerja saat aktivitas turun-naik tangga sebesar 171,10 denyut/menit dan aktivitas treadmill sebesar 129,27 denyut/menit. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, adanya peningkatan kecepatan dan inklinasi pada treadmill dapat meningkatkan denyut jantung secara signifikan. Adanya peningkatan denyut jantung juga menyebabkan peningkatan pada energy expenditure, konsumsi energi, dan periode istirahat. Persamaan regresi yang didapat dengan variabel kecepatan (x1) dan variabel inklinasi (x2) adalah ŷ = 64,389+9x1+1,063x2. | In daily activities, humans are inseparable from the existence of physical work, both light and heavy activities. Some activities that must be carried out by industrial engineering students are climbing stairs to the class or laboratory, and ergonomics practice that uses a treadmill. The purpose of this study was to learn more about the stairs climbing and treadmills activities on the heart rate and recovery period in Industrial Engineering students of Unsoed. The method used in this study is an experimental research with purposive sampling at the Unsoed Industrial Engineering Laboratory. The significance test and analysis of the regression results were performed, and the results were analyzed. Data from 12 respondents (4 women, 8 men) averaged 20.42 ± 2.02 years and averaged of BMI 20.82 ± 2.16 in the normal category. The results showed a significant difference between the stairs climbing and treadmill activities on the heart rate and the average working heart rate for stair climbing were 171.10 beats/minute and the treadmill activities were 129.27 beats/minute. Based on research that has been done, increasing the speed and inclination on a treadmill can significantly increase the heart rate. An increase in heart rate also causes an increase in energy expenditure, energy consumption, and recovery periods. The regression equation obtained with the speed variable (x1) and the inclination variable (x2) is ŷ = 64,389+9x1+1,063x2. | |
| 25094 | 28035 | H1A015033 | Perancangan dan Analisis Inverter Sumber Arus Tiga Tingkat untuk Photovoltaic yang Dilengkapi Sistem MPPT Metode Incremental Conductance | Penggunaan energi fosil pada pembangkit listrik secara terus menerus dapat menyebabkan sejumlah kerusakan lingkungan. Dampak ini dapat diminimalkan dengan mengelola sumber energi terbarukan seperti sinar matahari yang tersedia di seluruh permukaan bumi. Konversi cahaya menjadi listrik diwujudkan dengan menggunakan sel photovoltaic (PV). Namun, PV memiliki efisiensi konversi energi yang rendah. Masalah ini dapat diatasi secara elektrik dengan menggunakan sistem MPPT (maximum power point tracking). PV menghasilkan daya DC (direct current). Untuk memperluas aplikasinya, daya DC dikonversi menjadi daya AC (alternating currrent) menggunakan inverter. Inverter telah dikembangkan menjadi inverter multilevel yang menghasilkan gelombang kotak bertingkat minim distorsi. Dalam penelitian ini, penulis merancang dan menganalisis inverter sumber arus tiga tingkat untuk photovoltaic yang terdiri dari sistem yang dilengkapi dengan MPPT dan sistem tanpa MPPT. Metode MPPT yang digunakan adalah incremental conductance. Parameter yang diamati dan dianalisis adalah bentuk gelombang dari hasil simulasi beserta dengan nilai-nilai tegangan, arus, dan daya, serta terdapat perhitungan efisiensi. Kedua sistem diuji pada variasi kondisi iradiansi dan partial shading dengan nilai resistansi beban yang diubah-ubah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada sistem yang dilengkapi dengan MPPT, PV beroperasi pada titik daya maksimum sehingga daya yang ditransfer ke beban melalui inverter lebih besar dibandingkan pada sistem tanpa MPPT. Sistem yang dilengkapi MPPT mampu bekerja secara optimal pada kondisi iradiansi yang rendah dan partial shading. Namun, pada nilai resistansi beban tertentu, performansi kedua sistem menjadi tidak optimal. Hal ini ditandai oleh menurunnya daya PV dan efisiensi PV yang terjadi secara berangsur-angsur seiring meningkatnya resistansi beban. | The use of fossils energy in electricity generation continuously can cause several environmental damage. These impacts can be minimized by managing renewable energy sources such as sunlight that are available throughout the earth's surface. The conversion of light into electricity is realized by using photovoltaic (PV) cells. However, PV has a low energy conversion efficiency. This problem can be overcome electrically by using the MPPT (maximum power point tracking) system. PV produces DC (direct current) power. To expand its application, DC power is converted to AC (alternating current) power using an inverter. Inverters have been developed into multilevel inverters that produce multilevel square waves with minimal distortion. In this study, the author designed and analyzed a three-level current source inverter for photovoltaics consisting of system that equipped with MPPT and system without MPPT. The MPPT method used is incremental conductance. The parameters observed and analyzed are the waveforms of the simulation results along with the values of voltage, current and power, and there are efficiency calculations. Both systems are tested under variations of irradiance and partial shading condition with different load resistance values. The results of this study indicate that on the system that’s equipped with MPPT, PVs are operated at the maximum power point so that the power transferred to the load through the inverter is greater than on the system without MPPT. Also, the MPPT equipped system is able to work optimally in low irradiance and partial shading conditions. However, at a certain load resistance values, both systems performance became unoptimal. This is indicated by the decreasing in PV power and PV efficiency that occurs gradually as the load resistance increases. | |
| 25095 | 28038 | C1A015014 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMEPENGARUHI PENDAPATAN PETANI KOL DESA CLEKATAKAN KECAMATAN PULOSARIKABUPATEN PEMALANG | ABSTRAK Penelitian ini berjudul ”Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Kol Di Desa Clekatakan Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang”. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh luas lahan, tenaga kerja, dan tingkat pendidikan terhadap pendapatan petani kol di Desa Clekatakan Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang dan menganalisis faktor yang paling berpengaruh terhadap pendapatan petani kol di Desa Clekatakan Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang. Alat analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan uji F dan uji t serta perhitungan elastisitas koefisien regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, luas lahan, tenaga kerja, dan tingkat pendidikan secara bersama-sama maupun secara parsial berpengaruh terhadap pendapatan Petani Kol di Desa Clekatakan Kecamatan Pulosari Pemalang. Luas lahan merupakan variabel yang memberikan pengaruh paling besar terhadap Petani Kol di Desa Clekatakan Kecamatan Pulosari Pemalang. Kedua, luas lahan dan tenaga kerja memberikan pengaruh positif signifikan terhadap peningkatan pendapatan para petani kol di Desa Clekatakan Kecamatan Pulosari Pemalang. Sementara tingkat pendidikan secara statistik pada penelitian ini tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Implikasi dari penelitian ini yaitu bahwa petani harus terus berupaya dalam mengoptimalkan hasil produksi kol disesuaikan dengan kepemilikan luas lahan individu petani. Meskipun luas lahan yang dimiliki petani relatif kecil tapi jika produksi nya diupayakan optimal harapannya bisa memberikan hasil yang maksimal. Selain itu para petani juga hendaknya memperhatikan faktor tenaga kerja, diusahakan merekrut tenaga kerja sesuai kebutuhan, supaya tidak terlalu menambah beban operasional dalam proses menanam kol. Meskipun pendidikan secara statistik tidak memberikan bukti berpengaruh terhadap pendapatan, tetapi pendidikan tetap menjadi suatu hal yang penting dalam upaya memperbaiki kualitas pertanian. Dengan pendidikan tinggi para petani bisa mengupayakan dan memulai proses usaha tani kol dengan menggunakan teknologi-teknologi terkini supaya bisa lebih memaksimalkan hasil tanam nya. Selain itu perlu ada juga upaya pemerintah dalam mendorong lulusan-lususan perguruan tinggi khusunya lulusan yang berkaitan dengan pertanian supaya tertarik menjadi petani, tentunya petani yang modern, upaya yang bisa dilakukan dengan memberikan kebijakan-kebijakan yang pro terhadap petani dan memberikan insentif yang menarik bagi petani. Kata Kunci : luas lahan, tenaga kerja, dan tingkat pendidikan, pendapatan petani | ABSTRACT This study is entitled Analysis of Factors Affecting the Income of Cabbage Farmers in Clekatakan Village, Pulosari District, Pemalang Regency. The purpose of this study was to analyze the influence of land area, labor, and education level on the income of cabbage farmers in Clekatakan Village, Pulosari Subdistrict, Pemalang Regency and analyze the factors that most influence on the income of cabbage farmers in Clekatakan Village, Pulosari Subdistrict, Pemalang District. The analytical tool used is multiple linear regression with the F test and t test and the calculation of the regression coefficient elasticity. The results of the study showed that first, the area of land, labor, and education level together or partially affected the income of the Kol Farmers in Clekatakan Village, Pulosari Pemalang District. Land area is the variable that gives the biggest influence on the cabbage farmers in Clekatakan Village, Pulosari District, Pemalang. Second, it was found that the area of land and labor had a positive significant effect on increasing the income of cabbage farmers in Clekatakan Village, Pulosari Pemalang District. While the level of education statistically in this study did not have a significant effect. The implication of this research is that farmers must continue to strive to optimize the yield of cabbage production in accordance with the ownership area of individual farmers. Although the area of land owned by farmers is relatively small, but if the production is pursued optimally, the hope is to provide maximum results. In addition, farmers should also pay attention to labor factors, it is sought to recruit workers as needed, so as not to add too much operational burden in the process of growing cabbage. Although education does not provide statistical evidence of an effect on income, education remains an important matter in efforts to improve the quality of agriculture. With higher education, farmers can work on and start the process of cabbage farming by using the latest technologies so that they can maximize their crop yields. In addition, there is also a need for government efforts in encouraging university graduates, especially graduates related to agriculture to be interested in becoming farmers, of course modern farmers, efforts that can be made by providing policies that are pro to farmers and providing attractive incentives for farmers. Keywords: land area, labor, and the level of education, income of farm | |
| 25096 | 28039 | B1J013158 | PENGARUH PEMBERIAN UREA DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN Gracilaria gigas HARVEY | Unsur N merupakan faktor pembatas bagi pertumbuhan G.gigas sebab sumbernya tidak banyak, unsur N dalam perairan dapat berbentuk Amoniak, nitrat, nitrit dan urea terlarut. Kadar nitrit pada perairan biasanya sekitar 0,001 mg/l dan sebaiknya tidak melebihi 0,06 mg/l. Tujuan penelitian yaitu mengetahui pengaruh pemberian urea untuk meningkatkan pertumbuhan G. gigas Harvey serta menentukan konsentrasi urea yang mampu menghasilkan pertumbuhan tertinggi G. gigas Harvey. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental dengan rancangan penelitian menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan tujuh perlakuan yaitu, A: 0 ppm urea B: 10 ppm urea, C: 20 ppm urea, D: 30 ppm urea, E: 40 ppm urea, F: 50 ppm urea dengan ulangan sebanyak tiga kali. Variabel yang diamati adalah variabel utama yaitu pertumbuhan dan produksi G.gigas serta variabel pendukung yaitu salinitas, suhu, pH, dan kadar nitrit dalam media. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dengan tingkat kepercayaan 95% dan 99% jika hasil ANOVA signifikan dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan pemberian konsentrasi urea yang berbeda memberikan hasil yang berbeda pada pertumbuhan G. gigas Harvey dan tidak memberikan pengaruh yang berbeda terhadap produksi G. gigas Harvey. Pertumbuhan tertinggi G. gigas Harvey. dengan pemberian urea pada konsentrasi 30 ppm (17,8 g.) dan Produksi tertinggi G. gigas Harvey. dengan pemberian urea pada konsentrasi 30 ppm (235,5 g.). Parameter penunjang pertumbuhan seperti pH, suhu, dan salinitas yang di ukur masih dalam kisaran yang optimal dalam pertumbuhan, pH diangka 7, suhu kisaran 25 - 29 oC, dan Salinitas 25-35 o/oo. | The N element is a limiting factor for the G.gigas growth because the source is not much, the N element in the water can be the form of Ammonia, nitrate, nitrite and dissolved urea. Nitrite levels in waters are usually around 0.001 mg / l and should not exceed 0.06 mg / l. The research object is to determine the effect of urea administration to increase the growth of G.gigas Harvey and determine the concentration of urea that is able to produce the highest growth of G.gigas Harvey. This research was conducted with an experimental method with a research design using RAL (Completely Randomized Design) with seven treatments namely, A: 0 ppm urea B: 10 ppm urea, C: 20 ppm urea, D: 30 ppm urea, E: 40 ppm urea, F: 50 ppm urea with three response. The observed variables are the main variables, namely growth and production of G.gigas and supporting variables, namely salinity, temperature, pH, and nitrite levels in the media. The data obtained were analyzed using ANOVA with confidence levels of 95% and 99%, if the ANOVA results were significant followed by LSD test. The results showed that giving different concentrations of urea, it gave different results on the G.gigas Harvey growth and did not have a different effect on the production of G.gigas Harvey. The highest growth of G.gigas Harvey by giving urea administration at a concentration of 30 ppm (17.8 g.) and the highest of G.gigas Harvey production by administering urea at a concentration of 30 ppm (235.5 g.). Growth support parameters such as pH, temperature, and salinity measured are still in the optimal range in growth, pH 7, temperature range 25-29 oC, also salinity 25-35 o/oo. | |
| 25097 | 28745 | A1F016071 | PENGEMBANGAN SELAI KELAPA DENGAN VARIASI PENGGUNAAN PEKTIN DAN CaCl2 TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK SERTA SENSORI PRODUK | Hampir seluruh bagian dari buah kelapa dapat dimanfaatkan untuk kehidupan manusia. Namun, pengembangan pemanfaatan produk hilir kelapa belum dilakukan secara maksimal. Selai dapat menjadi salah satu alternatif diversifikasi produk turunan kelapa. Daging buah kelapa sudah mengandung galaktomanan yang dapat membantu pembentukan gel selai, namun kandungan pektinnya cukup rendah sehingga memerlukan tambahan agensia pembentuk gel. Dalam penelitian ini digunakan pektin dan CaCl2 untuk membentuk ketegaran gel selai kelapa. Penelitian ini merupakan eksperimental dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor, yaitu kosentrasi penggunaan pektin (P): 0,6% (P1), 0,8% (P2), 1%(P3) dan konsentrasi penggunaan CaCl2 (C): 0% (C1), 0,2% (C2), 0,4% (C3). Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi pektin berpengaruh nyata terhadap kekentalan dan aktivitas air. Konsentrasi CaCl2 memberikan pengaruh yang nyata hanya terhadap aktivitas air. Sedangkan, kombinasi perlakuan memberikan pengaruh nyata terhadap warna, daya oles, dan kesukaan panelis terhadap selai kelapa. Kombinasi perlakuan P2C2 memberikan kuliatas karakteristik selai kelapa terbaik dengan penggunaan pektin sebanyak 0,8% dan CaCl2 sebanyak 0,2% dengan kadar air 34,53%, gula reduksi 8,09%, gula total 61.46%, serat pangan 2,86%, dan total padatan terlarut 29,19% brix. | Almost all parts of coconut fruit can be used for human life. However, the development of utilization of downstream coconut products has not been done maximimally. Jam is one of the alternatives to diversify coconut derivative products. Coconut meat already contains galactomannan which can help the formation of jam gel, but the pectin content is low enough so that it requires additional gel-forming agents. In this study, pectin and CaCl2 were used to form the coconut jam gel. This study is an experimental using a Randomized Block Design (RBD) method with 2 factors, the concentration of pectin use (P): 0.6% (P1), 0.8% (P2), 1% (P3) and the concentration of CaCl2 use (C): 0% (C1), 0.2% (C2), 0.4% (C3). The results showed that the concentration of pectin significantly affected water viscosity and activity. CaCl2 concentrations exert a real influence only on water activity. Meanwhile, the combination of treatments had a significant effect on color, smearing, and the panelists' preference for coconut jam. The combination of P2C2 treatment gives the best characteristics of coconut jam with the use of pectin as much as 0.8% and CaCl2 as much as 0.2% with a moisture content of 34.53%, reducing sugar 8.09%, total sugar 61.46%, dietary fiber 2.86% , and total dissolved solids 29.19% brix. | |
| 25098 | 28041 | D1A016147 | NILAI POWER of HYDROGEN (pH) DAN TOTAL ASAM TERTITRASI YOGURT DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana) PADA KONSENTRASI YANG BERBEDA | Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak daun stevia terhadap nilai pH dan total asam tertitrasi (TAT) yogurt, serta untuk mengetahui persentase ekstrak daun stevia terbaik terhadap nilai pH dan TAT yogurt. Materi yang digunakan adalah susu sapi sebanyak 10 liter dan ekstrak daun stevia sebanyak 750 ml. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan jumlah 4 perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Perlakuan yang diuji yaitu yogurt tanpa penambahan ekstrak daun stevia sebagai kontrol (P0), yogurt dengan penambahan ekstrak daun stevia 5% (P1), yogurt dengan penambahan ekstrak daun stevia 10% (P2), yogurt dengan penambahan ekstrak daun stevia 15% (P3). Hasil penelitian rataan nilai pH yogurt yaitu sebesar 3,92. Analisis variansi penambahan ekstrak daun stevia pada yogurt menunjukkan hasil yang berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai pH, serta hasil analisis uji lanjut pada pH yogurt dengan menggunakan uji ortogonal polinomial menunjukkan persamaan garis y = 0,1325x2 – 0,05081x + 4,2179 dengan R2 sebesar 42,6%. Hasil penelitian rataan nilai TAT yogurt yaitu 0,67%. Analisis variansi penambahan ekstrak daun stevia pada yogurt menunjukkan hasil yang berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai TAT, serta hasil analisis uji lanjut TAT yogurt dengan menggunakan uji ortogonal polinomial menunjukkan persamaan garis y = -0,0021x2 + 0,0348x + 0,5888 dengan R2 sebesar 49,2%. Pengaruh penambahan ekstrak daun stevia dapat menurunkan pH yogurt dan meningkatkan nilai TAT yogurt, serta penambahan ekstrak daun stevia paling optimal pada yogurt yaitu sebanyak 10%. | The purpose of this research was to determine the effect of stevia leaf extract addition to the pH value and titratable acidity (TA) value of yogurt, and to determine the best percentage of stevia leaf extract addition to the pH and TA value of yogurt. The material used on this research are 10 liters of cow's milk and 750 ml of stevia leaf extracts. The research was conducted by using an experimental method using a completely randomized design (CRD) with total of 4 treatments and each treatment was repeated 5 times. The treatments tested were yogurt without stevia leaf extract addition as a control (P0), yogurt with 5% of stevia leaf extract addition (P1), yogurt with 10% of stevia leaf extract addition (P2), yogurt with 15% of stevia leaf extract addition (P3). The results of the research showed that the average pH of yogurt was 3,92. Analysis of variance on stevia leaf extract addition showed the research is very significantly affected (P <0.01) the pH value, as well as the results of further test analyzes on pH value of yogurt using the orthogonal polynomial test with the line equation y = 0.1325x2 - 0.05081x + 4,2179 with R2 42.6%. The results of the research showed that the average TA value of yogurt was 0.67%. Analysis of variance on stevia leaf extract addition showed the research is very significantly affected (P <0.01) the TA value, as well as the results of the further analysis of TA yogurt using the polynomial orthogonal test with the line equation y = -0.0021x2 + 0.0348x + 0,5888 with R2 49,2%. The conclusions are the effect of stevia leaf extract addition will increase the pH value and it will decrease the TA value, and the most optimal percentage of stevia leaf extract addition was 10%. | |
| 25099 | 28042 | K1B015026 | PECAHAN BERLANJUT BERHINGGA DAN APLIKASINYA PADA PECAHAN MESIR | Penelitian ini membahas tentang pecahan berlanjut berhingga dan aplikasi pecahan berlanjut berhingga untuk pecahan Mesir. Pecahan Mesir adalah representasi dari bilangan rasional yang dapat dinyatakan sebagai penjumlahan dari beberapa pecahan satuan yang berbeda. Pecahan berlanjut merupakan suatu alternatif pernyataan matematika yang digunakan dalam merepresentasikan bilangan pecahan. Pecahan berlanjut berhingga dapat ditulis dalam bentuk ekspansi Pecahan berlanjut berhingga disebut sederhana bila semua ai dengan i=1,2,…,n adalah bilangan bulat. Setiap bilangan rasional dapat dinyatakan sebagai pecahan berlanjut berhingga sederhana. Ekspansi pecahan berlanjut berhingga dapat dinyatakan dalam ekspansi dengan jumlah suku penyebut parsial genap dan ganjil. Ekspansi dinamakan ekspansi yang konvergen ke-k dari yang diperoleh dengan cara memotong ekspansinya setelah Nilai ekspansi dinyatakan dengan dengan dan adalah fungsi rekursif. Hasil yang diperoleh adalah dan relatif prima. Selisih dua buah ekspansi dapat digunakan untuk merepsentasikan bilangan rasional sebagai pecahan Mesir. | This study discusses finite continued fraction and its application for Egyptian fractions. Egyptian fractions are representations of rational numbers that can be expressed as summations of distinct unit fractions. Continued fractions are alternative mathematical statements used in representing fractions. Finite continued fractions can be written in the form of expansion Continued fractions are called simple if ai with i=1,2,…,n are integers. Every rational number can be expressed as simple finite continued fractions. The expansion of continued fraction can be written in expansion with even and odd number of partial denominators. The expansion called the k-th convergent expansion of obtained by cutting the expansion after The value of expressed by and is a recursive function. The result obtained and are relatively prime. The difference of the two expansions can be used to represent rational numbers as Egyptian fractions. | |
| 25100 | 28746 | F1F016033 | Peran World Trade Organization (WTO) dalam Sengketa Dagang Bahan-Bahan Semi Konduktor Jepang ke Korea Selatan Tahun 2019 | Penelitian berjudul “Peran World Trade Organization (WTO) dalam Kasus Sengketa Dagang Bahan-Bahan Semi Konduktor Jepang ke Korea Selatan Tahun 2019” disusun berdasarkan kasus sengketa dagang yang terjadi antara Korea Selatan dan Jepang di tahun 2019. Sengketa dagang yang dimaksud ialah pembatasan ekspor bahan-bahan semikonduktor yang dilakukan Jepang ke Korea Selatan, Korea Selatan tidak setuju dengan pembatasan tersebut dan melaporkannya pada WTO. Maksud dari penelitian ini ialah untuk melihat peran WTO sebagai organisasi internasional yang bergerak di bidang perdagangan untuk membantu menyelesaikan sengketa dagang yang terjadi antara Jepang dan Korea Selatan. Penulis menggunakan Teori Peran sebagai kerangka pemikiran, dimana Teori Peran melihat bahwa organisasi internasional memiliki tiga peran utama yakni sebagai instrumen, arena, dan aktor. Berdasarkan data-data yang diperoleh penulis, dalam kasus sengketa dagang antara Jepang dan Korea Selatan di tahun 2019 WTO tidak menjalankan seluruh peran yang dikemukakan Teori Peran. WTO hanya menjalankan satu peran organisasi internasional, yakni sebagai arena. Peran WTO sebagai arena dapat dilihat ketika kedua negara berkonsultasi untuk menemukan solusi penyelesaian kasus sengketa dagang. Kedua peran lainnya, yakni sebagai instrumen dan aktor, tidak nampak dilaksanakan WTO. WTO tidak berperan sebagai instrumen, karena tidak ada dari kedua pihak yang mempengaruhi negara anggota lain melalui WTO untuk mendukung negaranya agar memenangkan perkara. Sementara peran aktor belum dapat dijalankan WTO karena proses penyelesaian sengketa Jepang dan Korea Selatan melalui WTO baru sampai hingga ke tahap konsultasi. | The research titled “Role of World Trade Organization (WTO) in Japan Semiconductor Material Trade Dispute Case to South Korea in 2019” compiled based on the case of a trade dispute that occurred between South Korea and Japan in 2019, when Japan applied export limitation of semiconductor materials to South Korea. The aim of this research is to see the role played by WTO as a trade-related international organization to resolve trade disputes between Japan and South Korea. Role Theory used as a framework of this research. Role Theory sees three main roles of international organization as an instrument, an arena, and an actor. According to the data, WTO did not carry out all the roles proposed by the Role Theory in trade dispute case between Japan and South Korea. The only role that appears is as an arena that could be seen when two parties had consultations resolve the trade dispute. Two other roles, which are instrument and actor, did not appear. WTO didn’t take its role as an instrument cause neither of both parties influences the other member states through the WTO to support their country to win the case. The role as an actor has not carried out by WTO cause the dispute resolution process through WTO has only reached the consultation stage. The research titled “Role of World Trade Organization (WTO) in Japan Semiconductor Material Trade Dispute Case to South Korea in 2019” compiled based on the case of a trade dispute that occurred between South Korea and Japan in 2019, when Japan applied export limitation of semiconductor materials to South Korea. The aim of this research is to see the role played by WTO as a trade-related international organization to resolve trade disputes between Japan and South Korea. Role Theory used as a framework of this research. Role Theory sees three main roles of international organization as an instrument, an arena, and an actor. According to the data, WTO did not carry out all the roles proposed by the Role Theory in trade dispute case between Japan and South Korea. The only role that appears is as an arena that could be seen when two parties had consultations resolve the trade dispute. Two other roles, which are instrument and actor, did not appear. WTO didn’t take its role as an instrument cause neither of both parties influences the other member states through the WTO to support their country to win the case. The role as an actor has not carried out by WTO cause the dispute resolution process through WTO has only reached the consultation stage. |