Home
Login.
Artikelilmiahs
26626
Update
RADEN LUTHFI ADI PRAKOSO
NIM
Judul Artikel
Efisiensi Pemasaran Jahe Merah di Desa Penakir Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tanaman obat yang ada di Indonesia sulit dihitung jumlahnya. Banyak tanaman obat yang ada di dunia, sebagian besar termasuk famili Zingiberaceae. Jahe merah (Zingiber officinale Roscoe) di Desa Penakir adalah komoditas unggulan, kegiatan pemasarannya melibatkan banyak lembaga pemasaran dan sebagian besar petani cenderung memasarkan hasil produksi ke pengepul sehingga menyebabkan panjangnya saluran pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menghitung marjin pemasaran pada setiap saluran pemasaran, 2) menghitung besarnya bagian harga yang diterima petani (farmer’s share), 3) mengihitung indeks efisiensi teknis dan indeks ekonomis saluran pemasaran jahe merah di Desa Penakir. Penelitian dilaksanakan di Desa Penakir Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang pada Bulan Desember 2018 sampai April 2019. Metode yang digunakan untuk mengambil responden petani adalah simple random sampling diperoleh sebanyak 41 orang responden dan untuk lembaga pemasaran ditentukan dengan metode snowball sampling yang terdiri dari 9 lembaga pemasaran. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) terdapat empat saluran pemasaran yang terbentuk, 2) marjin pemasaran terkecil yaitu saluran pemasaran III sebesar Rp1.000/Kg, 3) farmer’s share terbesar yaitu saluran pemasaran III sebesar 86,3%, 4) biaya pemasaran terkecil yaitu saluran pemasaran III sebesar Rp695/Kg dan persentase keuntungan terbesar yaitu saluran pemasaran II sebesar 84%, 5) saluran pemasaran III yang paling efisien berdasarkan indeks efisiensi teknis sebesar 2,8 dan saluran pemasaran II merupakan yang paling efisien berdasarkan indeks efisiensi ekonomis sebesar 5,2. Kata Kunci : Jahe Merah, Saluran Pemasaran, Efisiensi Pemasaran.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Medicinal plants in Indonesia are difficult to count in number. Many medicinal plants, most of them included in the Zingiberaceae family. Red ginger (Zingiber officinale Roscoe) in Penakir Village is a superior commodity, its marketing activities involve many marketing institutions and most farmers tend to market their products to collectors, caused the lenght of the marketing channel. This study aims to 1) calculate the marketing margin at each marketing channel, 2) calculate the share of the price received by farmers (farmer’s share), 3) analyze the technical and economic efficiency of the red ginger marketing channel in Penakir Village. The study was conducted in the Penakir Village, Pulosari Subdistrict, Pemalang Regency in December 2018 to April 2019. The method used to retrieve farmer respondents was simple random sampling obtained by 41 respondents and for marketing institutions determined by the snowball sampling method consisting of 9 marketing institutions. The results of this study indicate that there are 1) four marketing channels formed, 2) the smallest marketing margin, namely the marketing channel III of Rp1,000 / Kg, 3) the largest farmer's share, marketing channel III of 86.3%, 4) the smallest marketing costs i.e. marketing channel III of 70% and the biggest profit percentage is marketing channel II of 84%, 5) marketing channel III is the most efficient marketing channel based on technical efficiency index at 2.8 and marketing channel II is the most efficient channel based on efficiency index economical at 5.2. Keywords: Red Ginger, Marketing Channels, marketing Efficieny.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save