Home
Login.
Artikelilmiahs
26559
Update
ULFA HASNAL KAFIAH
NIM
Judul Artikel
KONTESTASI ORGANISASI MASYARAKAT (ORMAS) ISLAM KABUPATEN GARUT DALAM MENGHADAPI RADIKALISME
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Masalah radikalisme relevan dengan kondisi Indonesia yang beragam, Salah satu daerah di Indonesia yang memiliki tingkat kerawanan yang tinggi dalam persoalan radikalisme agama adalah Kabupaten Garut. Sebagai daerah yang yang memiliki penduduk dengan kaum mayoritas adalah agama Islam, Garut memiliki 3 Organisasi Masyarakat Islam yang paling dominan dan berpengaruh dalam menghadapi permasalahan radikalisme yaitu Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan Persatuan Islam. Penelitian ini menggunakan Teori Konflik dari Lewis Coser dan menggunakan metode kualitatif. Informan yang diperoleh dari penelitian ini terdiri dari 10 orang yang ditentukan dengan menggunakan teknik pengambilan informan yaitu purposive sampling dan snowball. Informan dalam penelitian ini adalah anggota ormas Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persis, Majelis Ulama Indonesia, Kementerian Agama Garut dan pihak Kepolisian Kabupaten Garut. Data yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Dan teknik analisis yang digunakan adalah analisis data dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa makna radikalisme yang diungkap ketiga ormas ini memiliki perbedaan pandangan. Sehingga cara dalam menghadapi radikalisme tentu saja berbeda Nahdlatul Ulama (NU) menggunakan cara “deradikalisasi”, Muhammadiyah menggunakan langkah “moderasi” dalam menghadapi radikalisme, Dan Persis menggunakan cara “penguatan internal organisasi” disertai memperkuat pula paham-paham yang diyakini, ajaran-ajaran yang dipercayai serta memperbanyak perekrutan anggota dengan cara menyebarkan dakwah. Dinamika hubungan antara ormas NU, Muhammadiyah dan Persis Kabupaten Garut pun tidak selalu harmonis, kadang sejalan, kadang pula terjadi konflik. Kata kunci: Kontestasi, Ormas Islam, Radikalisme
Abtrak (Bhs. Inggris)
Radicalism is one of relevant issues that is caused by Indonesia's diverse conditions. Garut Regency is one of regions in Indonesia that has a high level of vulnerability in the issue of religious radicalism. As an area that has a majority population of Muslim, Garut has 3 of the most dominant and influential Islamic Community Organizations in confronting the problem of radicalism namely Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, and Persatuan Islam. This study uses Conflict Theory from Lewis Coser and qualitative methods. Informants obtained from this study consisted of 10 people who were determined using informant retrieval techniques, namely purposive sampling and snowball. The informants in this study were members of the Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persis, Majelis Ulama Indonesia, Garut Ministry of Religion and the Police in Garut Regency. The datas were obtained through interviews, observation and documentation. And the analysis technique used is data analysis from Miles and Huberman. The results of this study indicate the three organizations have different views of Radicalism. Hence have different ways to deal with radicalism in their own ways. Nahdlatul Ulama (NU) uses the method of "deradicalization", Muhammadiyah uses a "moderation" step in dealing with radicalism, and Persis uses a way of "strengthening internal organization" along with strengthen their beliefs, gospels, also increase member-recruiting by spreading dakwah. The dynamics of the relationship between NU, Muhammadiyah and Persis organizations in Garut Regency are not always harmonious, sometimes they’re in agreeness, sometimes conflicts occur. Keywords: Contestation, Islamic Organizations, Radicalism
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save