Artikel Ilmiah : F1F012068 a.n. SEPTIAN AGUNG PRASETYO
| NIM | F1F012068 |
|---|---|
| Namamhs | SEPTIAN AGUNG PRASETYO |
| Judul Artikel | DISAGREEMENT STRATEGIES IN GAME OF THRONES SEASON 7: A PRAGMATIC STUDY |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini berfokus pada strategi ketidaksetujuan yang muncul dalam Serial Game of Throne musim ke-7 ketika proses negosiasi dan pengambilan keputusan dalam dan peperangan semakin mencekam. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif di mana data berupa ujaran ketidaksetujuan diseleksi dengan teknik purposive sampling untuk menjawab rumusan masalah. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dalam dua fokus: (1) realisasi verbal, yaitu dengan mengidentifikasi penanda verbal, struktur dan derajat ujaran ketidaksetujuan (Stadler, 2006); dan (2) strategi ketidaksetujuan, yaitu dengan mengelompokkan ujaran ketidaksetujuan dalam empat kategori: irelevansi (irrelevancy claim), tantangan (challenge), kontradiksi (contradiction), dan sanggahan balik (counterclaim, Muntigl dan Turnbull, 1998). Hasil analisis menunjukkan derajat ketidaksetujuan dan kategori strategi ketidak setujuan yang muncul dalam Serial Game of Thrones Musim ke-7. (1) Ujaran ketidaksetujuan dalam Serial Game of Thrones Musim ke-7 cenderung bersifat kuat (dengan jumlah 71 realisasi verbal dalam 58 gilir-tutur), ketimbang bersifat lemah (dengan jumlah 55 realisasi verbal dalam 32 gilir-tutur). (2) Pengelompokan strategi ketidaksetujuan menunjukkan kecenderungan paling tinggi pada strategi kontradiksi dengan 39 gilir-tutur (43.3%), diikuti oleh irelevansi dengan 25 gilir-tutur (27.8%) dan sanggahan-balik dengan 15 gilir-tutur (16.7%), sementara strategi tantangan paling jarang muncul yaitu 11 gilir-tutur (12.2%). Kecenderungan pada ujaran ketidaksetujuan kuat sangat mungkin terjadi karena para tokoh dalam serial ini telah berkembang statusnya secara politik dan militer seperti raja, ratu, penasehat raja atau ratu dan para bangsawan. Selain itu, status politik dan militer juga berperan dalam penggunaan strategi ketidaksetujuan tertentu, yaitu yang bersifat langsung dan lugas (seperti dalam kontradiksi), dan abai terhadap urgensi topik diskusi (seperti dalam irelevansi), tanpa usaha memberikan penjelasan atau alternatif (seperti dalam sanggahan-balik) maupun mempertanyakan kebenaran suatu pendapat (tantangan). |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research focuses on the disagreement strategies that take place in the entire Game of Throne Series Season 7 where negotiation and decision-making to maintain alliance and position intensely takes place. It belongs to qualitative research in which data of disagreeing utterances are selected by purposive sampling technique to answer two problems. The selected data are then qualitatively analyzed in two ways: (1) verbal realization of disagreement to find out their micro-verbal markers, structure and the strength of the disagreeing utterance (as proposed by Stadler, 2006); and (2) disagreement strategies to categorize all disagreeing utterance into four types, namely irrelevancy claim, challenge, contradiction, and counterclaim (as proposed by Muntigl and Turnbull, 1998). The result of the study shows the overview of the strength/softness of disagreement and disagreement strategies throughout Game of Throne Series Season 7. (1) Data reveals that disagreement utterances are mostly strong with 71 verbal realizations in 58 disagreement turns, as opposed to soft disagreeing utterances with 55 realizations in 32 disagreement turns. (2) Categorization of strategies reveals that contradiction occurs most frequently in 39 turns (43.3%), followed by irrelevancy claim in 25 turns (27.8%) and counterclaim in 15 turns (16.7%), while challenge is the least disagreement strategy to occur in 11 turns (12.2%). Tendency of strong disagreement in the series might be driven by the fact that characters have developed with high political and military status such as king, queen, king’s or queen’s advisor and noble family. Additionally, the high political and military status also enforces the simple and direct disagreement (contradiction) and ignorance of the importance of matter at discussion (irrelevancy claim), without providing alternative (counterclaim) or seeking more explanation (challenge). |
| Kata kunci | Kata kunci: Serial Game of Thrones, ketidaksetujuan, strategi ketidaksetujuan, realisasi verbal |
| Pembimbing 1 | R. Pujo Handoyo, S.S., M.Hum. |
| Pembimbing 2 | Drs. Ashari, M.Pd. |
| Pembimbing 3 | Septi Mariasari, S.Pd., M.Hum. |
| Tahun | 2019 |
| Jumlah Halaman | 19 |
| Tgl. Entri | 2019-08-22 16:39:55.026214 |