Artikel Ilmiah : A1C012038 a.n. FERDITYA BAGUS ANGGORO

Kembali Update Delete

NIMA1C012038
NamamhsFERDITYA BAGUS ANGGORO
Judul ArtikelSIKAP PETANI TERHADAP PROGRAM BAWANG MERAH PURBALINGGA
(Studi Kasus Kelompok Tani Bangkit Lestari di Desa Pakuncen Kecamatan Bobotsari Kabupaten Purbalingga)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Program “Bamer Bangga” merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk menjadikan Purbalingga sebagai daerah penghasil bawang merah. Program tersebut disampaikan melalui penyuluh kepada petani yang kemudian diharapkan muncul suatu sikap petani terhadap program tersebut. Pengertian sikap itu dapat diterjemahkan dengan sikap terhadap obyek tertentu, yang dapat merupakan sikap pandangan atau sikap perasaan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui sikap petani terhadap Program “Bamer Bangga”. 2) Mengetahui komponen pembentuk sikap petani terhadap program tersebut. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Juni hingga Juli 2019 dengan sasaran anggota kelompok tani “Bangkit Lestari” di Desa Pakuncen, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus yaitu penelitian tentang status subjek penelitian yang berkenaan dengan suatu fase spesifik, dengan metode penentuan responden secara sensus. Jumlah petani sebanyak 30 responden. Metode analisis yang digunakan analisis deskriptif dan metode Likert’s Summated Rating (LSR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap petani terhadap Program “Bamer Bangga” memiliki rata-rata skor yaitu 99,75 yang masuk dalam kategori tinggi, artinya anggota kelompok tani menunjukan sikap yang positif atau mendukung terhadap Program “Bamer Bangga”. Komponen pembentuk sikap petani adalah sub variabel biaya, pemasaran, harga, kelompok tani, budaya, penyuluh, letak geografis, dan budidaya. Dari komponen pembentuk tersebut, nilai rata-rata tertinggi terdapat pada sub variabel pemasaran yang ada pada aspek ekonomi. Hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata 124 yang masuk kategori sangat tinggi. Sedangkan komponen penghambat sikap adalah produksi dan profit.

Abtrak (Bhs. Inggris)The "Bamer Bangga" Program is one of the effort made by the government to realize the government's desire to make Purbalingga becomes a red onion producing area. The "Bamer Bangga" Program was conveyed through instructor to farmers who showed an attitude in each part of the program. Understanding the attitude can be translated by attitudes towards certain the objects, which can be vision or feelings. This study aims to: 1) Attitude of farmers toward the "Bamer Bangga" Program. 2) Factor that influence farmers' attitudes towards the "Bamer Bangga" Program. The study was conducted from June to July 2019 and the target is members of the "Bangkit Lestari" farmer group in Pakuncen Village, Bobotsari, Purbalingga. The method of this research is case study method and the method for taking respondence is census. Total for the members are 30 respondents. The analisist method is using description and Likert’s Summated Rating (LSR) method. The result showed that attitude of the members in farmer group toward The "Bamer Bangga" Program had an average score of 99.75 which was included in the high category, it means that members of the farmer group's attitude towards The "Bamer Bangga" Program were good or positive. The components that form the attitude of farmers are sub-variables of costs, marketing, prices, farmer groups, culture, extension agents, geographical location, and cultivation. From the forming components, the highest average value is found in the marketing sub-variables existing in the economic aspect. This is indicated by the average score of 124 which is in the highest category. While the attitude inhibiting component is production and profit.
Kata kunciProgram “Bamer Bangga”, Sikap, Bawang Merah, Petani
Pembimbing 1Dr. Ir. Teguh Djuharyanto, M.P.
Pembimbing 2Ir. Endang Sriningsih, M.P.
Pembimbing 3
Tahun2019
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2019-08-22 14:54:10.272583
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.