Home
Login.
Artikelilmiahs
25905
Update
LAELA ISMAYAJATI
NIM
Judul Artikel
PEMBERIAN BANTUAN HUKUM PARALEGAL BAGI KORBAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN (STUDI DI PPT-PKBGA KABUPATEN BANYUMAS)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Di Kabupaten Banyumas maraknya kejahatan yang terjadi pada perempuan memang dapat dikatakan cukup mengkhawatirkan bahkan menurut data dari Pusat Pelayanan Terpadu Penanganan Dan Perlindungan Korban Kekerasan Berbasis Gender Dan Anak Kabupaten Banyumas (selanjutnya disingkat dengan PPT - PKBGA), kejahatan terhadap perempuan pada setiap tahun masih tinggi sehingga dapat dikatakan bahwa Kabupaten Banyumas darurat kejahatan pada perempuan. Sehingga membuat PPT – PKBGA Kabupaten Banyumas bekerja lebih keras untuk dapat memberi perlindungan untuk perempuan yang tersangkut kasus - kasus pidana, salah satunya dengan cara memberi bantuan hukum pada korban perempuan tersebut melalui peranan paralegal. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini adalah Paralegal PPT – PKBGA. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti merupakan instrumen utama dalam melakukan penelitian yang dibantu oleh pedoman observasi, pedoman wawancara, dan pedoman dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Triangulasi yang dilakukan untuk menjelaskan keabsahan data dengan menggunakan trianggulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendampingan yang dilakukan Paralegal PPT – PKBGA berupa pendampingan litigasi dan non litigasi seperti pendampingan medis, psikologis dan yuridis. Faktor penghambat pelaksanaan pendampingan terbagi menjadi 2 hambatan yaitu hambatan internal seperti faktor sarana atau fasilitas yang terdiri dari keterbatasan sumber daya manusia, keterbatasan waktu, keterbatasan pendanaan dan belum adanya rumah aman (Shelter), dan hambatan eksternal seperti faktor hukum, penegak hukum, masyarakat, dan korban itu sendiri.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The rise of crime that occurs in women in Banyumas District is quite alarming, even according to data from the Integrated Service Center for Handling and Protection of Violence Victims Based on Gender and Children, Banyumas District (abbreviated as PPT - PKBGA), crime against women every year is still high so that Banyumas District is said to be an emergency crime against women. This causes PPT - PKBGA of Banyumas District to work hard to provide protection for women involved in criminal cases, one of them is by awarding law assistance to women victims through the role of paralegals. This research is a descriptive study using a qualitative approach. The subject of this research is PPT - PKBGA Paralegal. Data collection was carried out using observation, interview, and documentation techniques. Researcher is the main instrument in conducting research assisted by observation guidelines, interview guidelines, and documentation guidelines. Techniques used in data analysis are data reduction, data presentation, and conclusion making. Triangulation is carried out to explain the validity of the data using source and method triangulation. The research results showed that the Mentoring provided by the PPT - PKBGA Paralegals was litigation and non-litigation mentoring such as medical, psychological and juridical mentoring. There are 2 obstacles that inhibit the implementation of mentoring, namely internal constraints in the form of limited facilities, consisting of limited human resources, limited time, limited funding and the absence of safe houses (Shelter), as well as external constraints such as legal factors, law enforcement, the community, and the victims.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save