Artikelilmiahs

Menampilkan 21.201-21.220 dari 50.150 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2120124054E1A114113PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK SEBAGAI KORBAN TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN OLEH AYAH KANDUNG DALAM PERSPEKTIF VIKTIMOLOGI (Studi di Kabupaten Banyumas) Tindak pidana persetubuhan yang dilakukan oleh ayah kandung ataupun keluarga lainnya sering kali tidak dilaporkan karena berbagai alasan, terlebih jika pelaku merupakan tulang punggung keluarga dan korban masih sangat tergantung kepadannya. Oleh karena itu, adanya perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban tindak pidana persetubuhan oleh ayah kandung sangat penting untuk dilaksanakan. Jenis penelitian dalam penulisan ini ialah jenis penelitian yuridis sosiologis yakni suatu metode dengan melakukan observasi atau penelitian secara langsung ke lapangan guna mendapatkan kebenaran yang akurat. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban tindak pidana persetubuhan oleh ayah kandung dan hambatan pelaksanaan perlindungan hukum terhadap anak korban tindak pidana persetubuhan oleh ayah kandung dalam perspektif viktimologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum tehadap anak sebagai korban tindak pidana persetubuhan oleh ayah kandung dalam Putusan Nomor 13/Pid.Sus/2017/PN.Bms telah diupayakan secara maksimal oleh pihak Pengadilan maupun dinas terkait, meskipun dalam pelaksanaannya masih menemui hambatan-hambatan seperti kurangnya fasilitas, sumber daya manusia, dan juga dari faktor masyarakat.

Kata kunci : Perlindungan anak, persetubuhan, Viktimologi
Criminal acts of sexual intercourse committed by biological fathers or other family members are often not reported for various reasons, especially if the perpetrator is the bearer of the family and the victim is still very dependent on him. Therefore, the legal protection of children as victims of sexual intercourse by biological fathers is very important to be carried out. This type of research in this writing is a type of sociological juridical research that is a method of conducting observations or research directly into the field to obtain accurate truths. The purpose of this study was to determine the legal protection of children as victims of sexual intercourse by biological fathers and obstacles to the implementation of legal protection for children as a victim of sexual intercourse by biological fathers in a victimology perspective. The results showed that legal protection for children as victims of sexual intercourse by biological father in Decision Number 13 / Pid.Sus / 2017 / PN.Bms had been maximally attempted by the Court and related agencies, although in practice it still encountered obstacles such as lack of facilities, human resources, and also from community factors.

Keywords : Child protection, sexual intercouse, victimology
2120224056F1D014011Politik Implementasi Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan Di Kabupaten SragenArtikel hasil penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan politik implementasi Perbup Sragen No. 17 Tahun 2013 serta mengatahui dan mendeskripsikan faktor penghambat dan pendorong implementasi Perbup tersebut. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dan perspektif institusionalisme dengan metode penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan studi kasus. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi serta teknik analisis datanya menggunakan teknik analisis interaktif. Sedangkan untuk keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber.
Hasil penelitian ini menjelaksan bahwa: pertama, dalam implementasi Perbup No. 17 Tahun 2013, Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK) dan berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di kabupaten Sragen melakukan koordinasi dan kerjasama. Koordinasi dan kerjasama berkaitan dengan pengelolaan anggaran program kemiskinan yang berada di masing-masing SKPD. Aspek politik dalam implementasi kebijakan ini ada tiga, yaitu legitimasi, wewenang, dan pengaruh. Kedua, terdapat beberapa faktor penghambat dan pendorong implementasi Perbup Sragen No. 17 Tahun 2013. Adapun faktor penghambat implementasi Perbup adalah kurangnya sumber daya manusia, tidak dapat mengelola anggaran secara otonom, hingga adanya kesalahan data kemiskinan. Sedangkan faktor pendorongnya adalah komunikasi yang baik antara UPTPK dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), pemberian pelayanan yang sesuai dengan Standard Operating Procedur, dan optimisme pemerintah. Penelitian ini mengungkap beberapa temuan yaitu adanya kepentingan yang dimiliki beberapa aktor implementasi mulai dari kepentingan politik Bupati hingga adanya indikasi hubungan patronase politik dalam rekruitmen aparat pelaksana kebijakan tentang UPTPK.
This research-based paper aims to understand and describe political implementation of Sragen’s Executive Law Number 17 of 2013 and explains inhibiting factors and driving factors of its implementation. This research uses constructivism paradigm and institutionalism perspective with qualitative research methods. The approach used is a case study approach. The informant selection technique uses purposive sampling and snowball sampling. Data collection techniques using interviews, observation, and documentation and data analysis techniques using interactive analysis techniques. As for the validity of the data using source triangulation techniques.
The results of this study explains: first, in the implementation of Sragen’s Executive Law Number 17 of 2013, UPTPK and various regional work unit in Sragen regency coordinate well. The coordination is related on managing the budget of poverty programs. There are three political aspects, namely formal legal authority, legitimacy, and influence. Secondly, there are inhibiting factors dan driving factors implementation of Sragen’s Executive Law Number 17 of 2013. The inhibiting factors in this policy implementation are lack of human resources, UPTPK still can not manage the budget autonomously, and an error in poverty data is still hapening. The driving factors are the communication between UPTPK and NGOs that goes well, UPTPK provides service according to SOP, and the government optimism. This study revealed several findings, namely the existence of the interests of some implementing actors ranging from the political interests of the executive and there are indications of political patronage relations in the recruitment of officers.
2120324058H1D013037PENGARUH PEMADATAN MANUAL SERTA PENGGUNAAN VIBRATOR 2 DETIK DAN 5 DETIK TERHADAP KARAKTERISTIK BETON MUTU 20 MPaPemadatan beton segar merupakan proses dalam pembuatan yang memiliki pengaruh pada kekuatan beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pemadatan terhadap kekuatan beton. Benda uji yang digunakan adalah berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujian kuat tekan dengan mutu beton yang di syaratkan adalah 20 MPa. Variasi pemadatan terdiri dari pemadatan manual sebanyak 30 sampel benda uji, pemadatan dengan vibrator 2 detik sebanyak 30 sampel benda uji, dan pemadatan dengan vibrator 5 detik sebanyak 30 sampel benda uji. Pemadatan manual dilakukan dengan cara menusuk beton segar sebanyak 25 kali tusukan setiap lapisnya secara merata, sedangkan pemadatan menggunakan vibrator dengan cara memasukkan vibrator selama 2 detik dan 5 detik sebanyak tiga titik setiap lapisnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemadatan menggunakan vibrator selama 2 detik lebih efisien terhadap beton dan tingkat kegagalan dalam pencapaian mutu beton lebih sedikit. Dari data uji kuat tekan beton dengan menggunakan Universal Testing Machine (UTM) serta hasil analisis berdasarkan PBI 1971 menunjukkan bahwa beton dengan pemadatan menggunakan vibrator 2 detik memiliki nilai kuat tekan karakteristik yang paling tinggi yakni 20,70 MPa serta jumlah sampel yang tidak mencapai mutu beton sejumlah 1 buah sampel uji, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa pemadatan menggunakan vibrator selama 2 detik memiliki efektifitas dan tingkat pencapaian mutu yang lebih baik. Compaction of fresh concrete is a process in making concrete which has an effect on the strength of the concrete. This study aims to determine the effect of compaction methods on the strength of concrete. The specimens used were cylindrical concrete with a diameter of 15 cm and a height of 30 cm for testing compressive strength with the required quality of concrete was 20 MPa. Compaction variations consist of 30 compaction of manual samples, compaction with 2 seconds vibrator with 30 samples of specimens, and compaction with 5 seconds vibrator with 30 samples. Manual compaction is done by freshly pierced concrete which has been poured 25 times each puncture evenly, while compacting using a vibrator by inserting the vibrator for 2 seconds and 5 seconds on each layer evenly. The results showed that compaction using a vibrator for 2 seconds was more efficient against concrete and the failure rate in achieving the required compressive strength was less. From the concrete compressive strength test data using Universal Testing Machine (UTM) shows that the concrete with compaction using a 2 second vibrator has the highest average compressive strength and the number of samples that do not reach the compressive strength required by 1 test sample, so that it can be concluded that compaction using a vibrator for 2 seconds has a better quality and achievement level
2120423812C1B012019ANALISIS PENGARUH NILAI SUKUK, RATING SUKUK DAN DEBT TO EQUITY RATIO (DER) TERHADAP YIELD SUKUK
(Studi pada Perusahaan Non Bank yang Menerbitkan Sukuk dan Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2012-2016)
Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Nilai Sukuk, Rating Sukuk dan Debt to Equity Ratio (DER) Terhadap Yield Sukuk.” Tujuan dari penelitian ini untuk menguji pengaruh nilai sukuk, rating sukuk dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap yield sukuk. Variabel nilai sukuk diproksikan dengan Sukuk to Equity Ratio dan variabel rating sukuk dikonversikan ke dalam angka. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan non bank yang menerbitkan sukuk dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2012-2016. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria: (1) Perushaan non bank yang konsisten menerbitkan sukuk periode pengamatan, (2) Perusahaan memiliki data laporan keuangan yang mencukupi untuk digunakan dalam penelitian. Berdasarkan teknik pengumpulan sampel maka diperoleh data sampel penelitian enam perusahaan dari delapan belas perusahaan non bank. Metode analisis pada penelitian ini adalah regresi berganda dengan pemenuhan uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi. Uji statistik dan hipotesis menggunakan uji t-statistik, uji F-statistik dan koefisien determinasi (R^2) dengan tingkat signifikansi 5%.
Dari uji normalitas pada penelitian ini dinyatakan data terdistribusi normal dan hasil uji asumsi klasik lainnya yaitu uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi tidak ditemukan adanya hal penyimpangan dari asumsi klasik, sehingga syarat model penelitian yang dilakukan dikatakan baik dan dapat mengambarkan keadaan sesungguhnya. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan ditemukan bahwa variabel nilai sukuk berpengaruh negatif dan signifikan terhadap yield sukuk, variabel rating sukuk berpengaruh negatif dan signifikan terhadap yield sukuk dan variabel Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh positif dan signifikan terhadap yield sukuk. Implikasi pada penelitian ini yaitu bahwa banyak variabel-variabel yang dapat mempengaruhi yield sukuk sebagai tingkat pengembalian perusahaan, beberapa diantaranya yaitu nilai sukuk, rating sukuk dan Debt to Equity Ratio (DER) namun dalam porsi yang kecil.
This research entitled “An Analysis of The Effect of Sukuk Value, Sukuk Rating and Debt to Equity Ratio (DER) on Sukuk Yield”. This research aimed to examine the effect of sukuk value, sukuk rating and Debt to Equity Ratio (DER) on sukuk yield. The sukuk value variable was proxied in the Sukuk to Equity Ratio, the sukuk rating variable was converted to number. This research was conducted on non-bank companies that issued sukuk and were listed on the Indonesia Stock Exchange for the period of 2012-2016. The data collection technique used purposive sampling technique with the following criteria: (1) non-bank companies consistently issue during the observation period and are listed on the Indonesia Stock Exchange, (2) the companies have sufficient financial report data to be used in this research. Based on data collection technique, it was obtained a sample of six companies out of eighteen non-bank companies. The analytical method in this research was multiple regression with the fulfillment of classical assumption test, including normality test, multicollinearity test, heteroscedasticity test and autocorrelation test. The statistical tests and hypotheses used t-test, F-test and coefficient of determination (R2) with a significance level of 5%.
Based on the normality test in this research, it was stated that the data were normally distributed and the results of classical assumption tets, namely multicollinearity test, heteroscedasticity test and autocorrelation test, indicated that there was no deviation in the classical assumption so that the requirements of research model were said to be good and can describe the real situation. Based on the analysis results, it was found that the sukuk value variable had a negative and significant effect on sukuk yield, the sukuk rating variable had a negative and significant effect on sukuk yield and Debt to Equity Ratio (DER) variable had a positive and significant effect on sukuk yield. The implication in this research that is there are many variables that can effect on sukuk yield as the rate of return of companies, some of theme are sukuk value, sukuk rating and Debt to Equity Ratio (DER) is can effect on sukuk yield but in small portions.
2120523552H1E014053Delineasi Potensi Hidrokarbon Nonkonvensional pada Cekungan Kutai, Kalimantan Timur Menggunakan Metode MagnetotellurikPada penelitian ini, pengolahan data magnetotellurik (MT) dilakukan untuk menentukan daerah potensi hidrokarbon nonkonvensional yang terdapat di cekungan Kutai, Kalimantan Timur. Potensi hidrokarbon nonkonvensional tersebut diduga berasal dari serpih hitam (black shale). Pengolahan data MT bertujuan untuk menentukan jenis batuan berdasarkan nilai resistivitas, serta memperoleh model bawah permukaan. Pengolahan data MT memiliki beberapa proses, yaitu transformasi fourier, robust processing, analisa time series, dan seleksi crosspower (XPR). Kemudian, dilakukan inversi 1D dan 2D untuk memperoleh nilai resistivitas sebenarnya serta penampang distribusi resistivitas di bawah permukaan. Dalam penelitian ini, hasil inversi 2D MT juga diintegrasi dengan data gravity untuk dapat menentukan keberadaan serpih hitam sebagai potensi hidrokarbon nonkonvensional. Berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan, daerah penelitian terdiri dari empat lapisan batuan, yaitu batu pasir, batu lempung, serpih hitam, dan slate. Serpih hitam memiliki nilai resistivitas kurang dari 4,6 ohm.m. Sementara itu, batu pasir dan batu lempung memiliki rentang resistivitas dari 3 ohm.m hingga 36,4 ohm.m. Berdasarkan hasil delineasi, potensi hidrokarbon nonkonvensional atau keberadaan serpih hitam mulai ditemukan pada kedalaman 2.000 meter.In this research, data processing of Magnetotelluric (MT) method is carried out to determine the potential of unconventional hydrocarbon regions in the Kutai basin, East Kalimantan. The potential for unconventional hydrocarbons is thought to come from black shale. Data processing aims to determine the type of rock based on the resistivity, and obtain a subsurface model. MT data processing has several processes which consist of fourier transform, robust processing, time series analysis, and crosspower selection (XPR). Meanwhile, 1D and 2D inversion is carried out to obtain the true resistivity and the profile of the resistivity distribution below the surface. In this research, the results of 2D MT inversion were also integrated with gravity data to delineate the presence of black shale as a potential of unconventional hydrocarbon. Based on the data processing that has been carried out, the study area consists of four rock layers, that is sandstone, claystone, black shale, and slate. Black shale has a resistivity less than 4.6 ohm.m. Meanwhile, sandstone and claystone have resistivity ranges from 3 Ωm to 36.4 Ωm. Based on the results of delineation, the potential for unconventional hydrocarbons or the presence of black shale began to be found at a depth of 2000 meters.
2120624059C1L014016Factors Affecting Audit Delay in Mining Companies Listed in Indonesia Stock Exchange 2014-2017Penyampaian laporan keuangan tahunan merupakan kewajiban bagi setiap perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Seperti yang sudah diatur dalam peraturan BAPEPAM No: Kep-346/BL/2011, tentang penyampaian laporan keuangan tahunan. Perusahaan wajib menyampaikan laporan keuangan yang sudah diaudit kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) paling lambat akhir bulan ketiga setelah tanggal tutup buku. Namun, masih banyak perusahaan yang terlambat dalam menyampaikan laporan keuangan dengan tepat waktu. Hal ini dapat membuat perusahaan terkena sanksi yang tertulis dalam peraturan Jakarta Stock Exchange (BEJ) No: Kep 307/BEJ/07-2004. Sanksi tersebut dibuat guna menjaga transparansi dari perusahaan yang ada di Bursa Efek Indonesia. Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya audit delay dalam penelitian ini antara lain, profitabilitas, komite audit, kompleksitas perusahaan, dan leverage.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh profitabilitas, komite audit, kompleksitas perusahaan, dan leverage terhadap audit delay pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2014-2017. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan data sekunder yang berasal dari laporan keuangan perusahaan. Sampel penelitian ini adalah 39 perusahaan tambang. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisi regresi berganda dengan SPSS.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa profitabilitas, komite audit, dan leverage memiliki pengaruh signifikan terhadap audit delay. Sedangkan kompleksitas perusahaan tidak memiliki pengaruh terhadap audit delay.
Submission of annual financial reports is an obligation for every company listed on the Indonesia Stock Exchange. As stated in the BAPEPAM regulation No: Kep-346 / BL / 2011, regarding the submission of annual financial reports. The company must submit audited financial reports to the Financial Services Authority (OJK) no later than the end of the third month after the date book closes. However, there are still many companies are late in submitting financial reports on time. This make companies sanctioned written in the regulations of the Jakarta Stock Exchange (BEJ) No: Kep 307 / BEJ / 07-2004. The sanctions were make in order to maintain transparency of the companies in the Indonesia Stock Exchange. There are several things that can cause audit delay in this study, including profitability, audit committee, company complexity, and leverage.
This study aims to examine the effect of profitability, audit committees, corporate complexity, and leverage on audit delay in mining companies listed in Indonesia Stock Exchange in 2014-2017. This research is a quantitative study with secondary data derived from the company's financial statements. The research sample are 39 mining companies. The sampling technique uses purposive sampling. The data analysis technique used is multiple regression analysis with SPSS.
The results of this study indicate that profitability, audit committees, and leverage have a significant influence on audit delay. While the company complexity does not have an influence on audit delay.
2120726135D1A015184LAMA PENYIMPANAN PADA SUHU RUANG DAN RASIO SEMEN DENGAN
PENGENCER RINGER’S LAKTAT-KUNING TELUR TERHADAP MOTILITAS
DAN ABNORMALITAS SPERMATOZOA AYAM KAMPUNG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi lama penyimpanan pada suhu ruang dengan rasio pengencer ringer’s laktat dan 10% kuning telur. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah semen ayam kampung berumur 1-2 tahun. Lama penyimpanan pada suhu kamar yaitu 10, 25 dan 45 menit dengan 3 kali ulangan. Rasio pengencer yang digunakan yaitu 1:0, 1:5 dan 1:10. Variabel yang diamati adalah motilitas dan abnormalitas spermatozoa ayam kampung. Metode yang digunakan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Hasil analisis yang diperoleh menunjukkan bahwa interaksi lama penyimpanan dengan rasio pengencer yang berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap motilitas dan abnormalitas spermatozoa. Rata-rata motilitas yang didapat masing-masing adalah 77,33±2,52%; 81,33±1,26%; 54,17±1,26%; 66,5±1,08%; 74,67±0,76%; 77,17±0,76%; 57,33±2,08%; 67±3% dan 80,67±4,04% sedangkan rata-rata abnormalitas masing-masing 8,17±0,29%; 6±0,5; 6,83±0,29%; 11±0,5%; 7,83±0,29%; 7±0,5%; 11,5±0,5%; 9,83±0,76% dan 7,5±0,87%. Dapat disimpulkan bahwa hubungan antara lama penyimpanan pada suhu ruang dan rasio semen dengan pengencer berpengaruh terhadap penurunan motilitas dan peningkatan abnormalitas spermatozoa ayam kampung, lama penyimpanan optimal selama 40 menit dan rasio 1:10 dengan hasil motilitas 80,67% dan abnormalitas 7,5%.The purpose of this research was to find out, interaction between different storage time and different ratio of diluter ringer’s laktat and 10% of egg yolk on kampung rooster spermatozoa. Kampung rooster semen collected from 1-2 years old. The semen was evaluated following storage in room temperature for 10, 25 and 40 minutes with different ratio diluter 1:0, 1:5 and 1:10. Completely randomized design factorial (CRD) used in this study then analyzed by analysis of variant (ANOVA), the result of semen in different storage and different ratio showed significant effect (P<0.05) on the indiviual spermatozoa motility and abnormality. The average of individual spermatoza motility is 77.33±2.52%; 81.33±1.26%; 54.17±1.26%; 66.5±1.08%; 74.67±0.76%; 77.17±0.76%; 57.33±2.08%; 67±3% and 80.67±4.04%, respectively and the average of spermatozoa abnormality 8.17±0.29%; 6±0.5%; 6.83±0.29%; 11±0.5%; 7.83±0.29%; 7±0.5%; 11.5±0.5%; 9.83±0.76% and 7.5±0.87%. It can be concluded that interaction between different storage time and different ratio of diluter decreased individual motility and increased abnormality of kampung rooster spermatozoa. Optimal storage time is 40 minutes and the ratio of diluter is 1:10 with result of motility 80.67% and abnormality 7.5%.
2120824060H1D013002Pengaruh Panjang Sambungan Antara Balok Beton Pracetak Segmental Terhadap Kapasitas Lentur Beton Prategang dengan Tulangan Limbah Ban (Pembuatan lubang pengencangan baut menggunakan cetakan kayu)Kebutuhan produksi ban di Indonesia setiap tahun semakin meningkat. Kondisi ini berbanding lurus dengan limbah ban yang dihasilkannya. Ban bekas memiliki sifat kelenturan yang tinggi, sehingga secara teori layak untuk menggantikan tulangan baja pada beton dan dapat menguraikan keberadaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh panjang sambungan terhadap kapasitas lentur pada beton prategang bertulangan limbah ban dengan memperbaiki metode sambungan yang dipakai, yakni menggunakan cetakan kayu untuk membuat lubang pengencangan baut, menggantikan styrofoam yang dipakai pada penelitian Fardani (2016).
Ban bekas yang digunakan sebagai pengganti tulangan diberi gaya prategang sebesar 40% dan ditahan dengan variasi panjang sambungan segmental. Pada penelitian ini metode yang digunakan dalam pemberian gaya prategang adalah sistem pra-tarik (pre-tension system). Dimensi penampang ban karet adalah 10 mm x10 mm berjumlah 10 buah. Benda uji yang dibuat berjumlah 5 buah dengan dimensi 1000 mm x 150 mm x 150 mm, yakni balok bertulang utuh dengan klem selang gas (BU), balok segmental dengan panjang sambungan 100 mm (BS1), balok segmental dengan panjang sambungan 150 mm (BS2), balok segmental dengan panjang sambungan 200 mm (BS3) dan balok segmental dengan panjang sambungan 250 mm (BS4).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas lentur ( kapasitas beban lentur dan kuat lentur) dari balok segmental mempunyai nilai yang hampir sama dan bahkan lebih besar dari balok utuh. Kapasitas beban lentur BS1, BS2, BS3 dan BS4 berturut-turut sebesar 10,4 kN, 10,6 kN, 10,7 kN dan 11,5 dibanding dengan BU sebesar 10,4 kN. Semakin panjang sambungan baut, kapasitas lentur balok segmental juga semakin besar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan metode sambungan yang dipakai sudah layak digunakan dan layak menggantikan metode penelitian sebelumnya. Hal ini didukung dengan adanya peningkatan kapasitas lentur dibandingkan dengan penelitian Fardani (2016).


The tire production’s need in Indonesia increasingly rise in each year. This condition is in accordance with the tire’s waste produced. The tire residue has high flexibility, so theoretically it is proper to replace the steel frame on the concrete and is able to sunder its existence. This research aims to find out the influence of length connection towards the capacity of flexibility on the pre-taut concrete which has steel frame of tire waste by repairing the connection method used, viz using of wood printing to make a hole of bolt’s tension, replacing the Styrofoam which used on Fardani research (2016).
Waste tires that are used as a steel reinforcement substitute get 40% pre-stressing force and held with variety of segmental connection length. In this study, the method used in the pre-stressing force provision is pre-tension system. Dimensional cross-section of the tire rubber is 10 mm x10 mm with total 10 pieces. Specimens were made 5 logss in total with dimensions of 1000 mm x 150 mm x 150 mm. There are whole reinforced beams (BU), segmental beams with 100 mm length of connection (BS1), segmental beams with 150 mm length of connection (BS2), segmental beams with 200 mm length of connection (BS3), segmental beams with 250 mm length of connection (BS4).
The result shows that the bending capacity (capacity of load flexibility and flexural strength) on segmental log has close number of values, moreover higher than a whole log. The capacity of load flexibility BS1, BS2, BS3, and BS4 in a row are 10,4 kN, 10,6 kN, 10,7 kN and 11,5 kN compared with BU in number of 10,4 kN. The longer bolt connection, bending capacity of segmental concrete is higher. The result shows that the implementation of connection method used is proper to be used and suitable to replace the method in former research. This matter is supported with the increasing on the bending capacity compared with Fardani research (2016).
2120924069F1B013072PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA BERBASIS 3R (REDUCE,REUSE, RECYCLE)
DI BANK SAMPAH MANDIRI KELURAHAN KEBONMANIS KECAMATAN CILACAP UTARA KABUPATEN CILACAP
Tidak terkontrolnya produksi sampah yang tertimbun di TPA merupakan masalah yang dihadapi oleh sebagian besar wilayah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Cilacap. Hal ini dikarenakan pengelolaan sampah di Indonesia seharusnya sudah diganti menjadi pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan pengaplikasian prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Pengaplikasian prinsip 3R dapat dilakukan dengan pembuatan Bank Sampah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga berbasis 3R di Bank Sampah Mandiri Kelurahan Kebonmanis Kabupaten Cilacap. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan sasaran penelitian yaitu Dinas tekait Pengelolaan Sampah, pengelola dan nasabah Bank Sampah. Penelitian ini menggunakan teknik pemilihan informan berupa purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi dan observasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Validitas data diuji dengan teknik triangulasi.Hasil penelitian menunjukan pada tahap perencanaan, masyarakat belum terlibat langsung dalam musyawarah atau rapat, kegiatan tersebut hanya diwakilkan oleh tokoh masyarakat dan pengurus Bank Sampah. Namun komunikasi antara pihak pengurus Bank Sampah dengan masyarakat berjalan dengan baik. Pada tahap pelaksanaan kegiatan, antusiasme masyarakat tergolong tinggi. Dukungan positif masyarakat sebagai anggota Bank Sampah berupa tenaga dan materiil. Pada tahap evaluasi dapat disimpulkan program Bank sampah dinilai sudah efektif hal tersebut dilihat dari tercapainya semua tujuan Bank Sampah Mandiri Kebonmanis Kabupaten Cilacap. Pada tahap keterlibatan masyarakat dalam pemanfaatan hasil, manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yaitu berupa manfaat ekonomi dan dari segi kebersihan dan kesehatan lingkungan. Manfaat lainnya adalah manfaat yang diperoleh dari hasil yang digunakan untuk penggembangan Program.The uncontrolled waste production has become a problem in many region of the country, including in the Cilacap. the management in Indonesiashould have been replaced with waste management that includes public participation while applying the 3R principal by creating Waste Bank. The aim of this research is to understand the level of public participation in the management of household waste. The method used in this research is qualitative research with taking managers and clients of the Waste Bank. This research uses the technique of informant selection which includes purposive sampling and snowball sampling. The data collection is done through interview, documentation, and observation. The data analysis is done using Miles, Huberman, and Saldana interactive analysis model. The data validation is tested using triangulation technique.The result of this research shows that on the planning phase, the public is not yet involved directly in activities such as discussion or meeting. The discussion or meeting is only attended by representation such as public figure and Waste Bank managers. However, the communication between the Waste Bank managers and the public is going effectively and the the public enthusiasm can be considered high. There is positive reinforcement from the public as member of the Waste Bank in the form of participation and material. On the evaluation phase, the program is assessed to be effective, which is seen from the fulfillment of the entire Mandiri Waste Bank’s goal. On the phase of public participation in the utilization of results, there is direct benefit that is felt by the public which include economic, sanitation, and environment health benefit also benefit that is gained from the result which is used in developing the program.
2121024061H1K013048INDEKS KERENTANAN PESISIR TERHADAP ANCAMAN KENAIKAN MUKA LAUT DI PESISIR PANTAI KABUPATEN PANGANDARAN JAWA BARATIndeks kerentanan pesisir pantai Kabupaten Pangandaran ditentukan berdasarkan parameter fisik CVI (Coastal Vulnerability Index) berupa geomorfologi, perubahan garis pantai, elevasi, kenaikan muka air laut relatif, rata-rata tinggi gelombang, dan rata-rata pasang surut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerentanan berdasarkan parameter fisik dan kerentanan pesisir pantai Kabupaten Pangandaran terhadap ancaman kenaikan muka laut berdasarkan indeks kerentanan pesisir. Penelitian ini menggunakan metode survey dan skoring parameter CVI serta dipetakan berdasarkan kelas kerentanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerentanan pesisir Kabupaten Pangandaran berdasarkan indeks kerentanan pesisir pantai (CVI) didominasi oleh tingkat kerentanan sangat tinggi dengan nilai CVI (12,649–15,811) diikuti tingkat kerentanan sedang dengan nilai CVI (5,656–8,485), kerentanan tinggi dengan nilai CVI (8,944–12,247) kerentanan sangat rendah dengan nilai CVI (3,162), dan kerentanan rendah dengan nilai CVI (4,242–5,477). Parameter yang sangat berpengaruh terhadap kerentanan pesisir pantai Kabupaten Pangandaran adalah geomorfologi, perubahan garis pantai, dan elevasi.The coastal vulnerability index in Pangandaran Regency is determined by CVI (Coastal Vulnerability Index) physical parameters including geomorphology, shoreline change, elevation, relative sea level rise, wave height, and tidal averages. The research is determine to knowing vulnerability based physical parameter and the coastal vulnerability of sea level rise threats based on coastal vulnerability index. It used the survey method, scoring CVI parameters and mapped it. The results research in Pangandaran Regency was based on the coastal vulnerability index (CVI) was dominated by very high vulnerability level with CVI (12,649–15,811), followed by a level of medium vulnerability with CVI ((5,656–8,485), high vulnerability with CVI (8,944–12,247), very low vulnerability with CVI (3,162), and low vulnerability with CVI (4,242–5,477). The first parameters in Pangandaran Regency are geomorphology, shoreline changes, and elevation.
2121124062C1K014053THE IMPACT OF NON PERFORMING LOAN, OPERATING EXPENSE TO OPERATING INCOME, CAPITAL ADEQUACY RATIO, AND LOAN TO DEPOSIT RATIO ON PROFITABILITY (STUDY IN CONVENTIONAL COMMERCIAL BANK LISTED ON THE INDONESIA STOCK EXCHANGE PERIOD 2015-2017)
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dari non performing loan, operating expense to operating income, capital adequacy ratio, and loan to deposit ratio terhadap profitability Profitabilitas dalam penelitian ini diukur menggunakan dua rasio yaitu ROA dan ROE. Metodologi penelitian yang digunakan untuk penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif inferensial. Populasi dalam penelitian ini ada 36 comersial bank yang masih beroperasi dari 2015 hingga 2017. Teknik analisis yang digunakan adalah panel data regression. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Perangkat lunak yang digunakan untuk menganalisis data adalah perangkat lunak statistic Eviews. Hasil penelitian menunjukkan bahwa non-performing loans memiliki efek negatif pada ROA dan ROE; operating expense to operating income memiliki efek negatif pada ROA dan ROE; capital adequacy ratio tidak berpengaruh pada ROA namun capital adequacy ratio memiliki efek negatif pada ROE; loan to deposit ratio tidak berpengaruh pada ROA dan ROE. Implikasi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variabel sangat berpengaruh dan memiliki dampak yang signifikan adalah bahwa NPL dan OEOI, sehingga kedua variabel ini tentunya harus menjadi pertimbangan bagi perusahaan untuk memprioritaskan kedua rasio tersebut agar dapat terkontrol dengan lebih baik.The purpose of this study is to analyze the non-performing loans, operating costs against operating income, capital adequacy ratio, and loan to deposit ratio against profitability. The methodology used for this study is a quantitative approach. The population in this study were 36 commercial banks which were still operating from 2015 to 2017. The analysis technique used was panel data regression. The sampling technique in this study was purposive sampling technique. The software used to analyze data is Eviews statistical software. The results showed that bad credit has a negative influence on ROA and ROE; operating expenses on operating income have a negative effect on ROA and ROE; the capital adequacy ratio has no effect on ROA but the capital adequacy ratio has a negative influence on ROE; loan to deposit ratio has no effect on ROA and ROE. The implication in this study shows that the very significant and significant variables related to NPL and OEOI so that these two variables should certainly be a consideration for companies to prioritize these two ratios to be controlled better.
2121223793H1C014012ANALISIS PERKIRAAN SUSUT ENERGI DAN ALTERNATIF PERBAIKAN PADA PENYULANG DI TRAFO 1 GARDU INDUK KEMANGKONKondisi jaringan distribusi tegangan menengah (JTM) diwilayah APJ Purwokerto saat ini arus yang mengalir pada beberapa penyulang sudah cukup besar. Dimana pada periode tahun 2015 angka losses cukup besar di rayon Purbalingga yaitu 10,11%, dimana 2,18% terjadi pada jaringan transmisi 7,93% terjadi pada jaringan distribusi seperti penyulang, penghantar dan trafo daya Gardu Induk. Terlebih lagi, tranformator 1 pada GI Kemangkon sudah digunakan sejak 2007 dengan berbagai penyulang yang silih berganti, sehingga pada penelitian ini dilakukan analisis susut energi pada trafo 1 Gardu Induk Kemangkon beserta penyulang-penyulangnya. Dimana dihitung susut energi pada trafo itu sendiri dan menghitung susut energi pada setiap penyulangnya, kemudian dibuat alternatif perbaikannya serta membandingkan hasil penelitian dengan standar yang dibuat oleh PLN dan juga penelitian ini disimulasikan pada aplikasi ETAP. Susut energi yang terjadi pada bulan Agustus 2018 pada trafo 1 sebesar 5.306 kWh dan susut energi total pada penyulang sebesar 172.367,99kWh. Sedangkan susut daya hasil simulasi dengan data-data lapangan yang telah didapatkan, susut daya yang terjadi pada trafo 1 sebesar 7,36kW (2,99% dari susut daya total) dan susut daya total pada penyulang sebesar 238,6kW (96,99%). Alternatif perbaikan dengan menaikkan tegangan sumber dari 20kV menjadi 21kV dapat menurunkan susut sebesar 15.695,35kWh (9,2%) dan alternatif perbaikan dengan mengganti konduktor AAAC dengan konduktor AAC dapat menurunkan susut sebesar 14.911,14kWh (8,76%).The condition of the medium voltage distribution network (JTM) in the APJ Purwokerto region is that the current flowing in several feeders is quite large. Where in the period of 2015 the losses were quite large in Purbalingga rayon which was 10.11%, where 2.18% occurred in 7.93% transmission networks occurred in distribution networks such as feeders, transmitters and power transformers of substations. Moreover, transformer 1 in the Kemangkon GI has been used since 2007 with various feeders alternating, so that in this study an energy shrinkage analysis was carried out on transformer 1 Kemangkon Substation and its feeders. Where energy losses are calculated on the transformer itself and calculates the energy losses in each feeder, then make an alternative repair and compare the results of the study with the standards made by the National Electric Company and also this study is simulated in the ETAP application. The energy losses that occurred in August 2018 at transformer 1 were 5,306 kWh and the total energy losses in feeders were 172,367.99 kWh. While the power losses of the simulation results with field data have been obtained, the power losses that occur at transformer 1 are 7.36kW (2.99% of total power losses) and the total power losses in feeders are 238.6kW (96.99% ) Alternative repairs by increasing the source voltage from 20kV to 21kV can reduce losses by 15,695.35kWh (9.2%) and alternative repairs by replacing AAAC conductors with AAC conductors can reduce losses by 14,911.14kWh (8.76%).
2121324063F1B114014Efektivitas Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas No. 16 Tahun 2015 Tentang Penanggulangan Penyakit Masyarakat (Studi Tentang Penanggulangan Pengemis, Gelandangan, dan Orang TerlantarEfektivitas implementasi kebijakan merupakan evaluasi pelaksanaan dengan melihat tujuan dari kebijakan itu sendiri. Tujuan kebijakan dapat dikatakan efektif apabila tujuan-tujuan itu dapat tercapai. Penelitian ini berfokus pada efektivitas implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas No. 16 Tahun 2015 Tentang Penanggulangan Penyakit Masyarakat (Studi Tentang Penanggulangan Pengemis, Gelandangan, dan Orang Terlantar). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Pemilihan informan menggunakan teknik snowball sampling dan accidental sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas No. 16 tahun 2015 Tentang Penanggulangan Penyakit Masyarakat tidak efektif. Sebagian besar kelompok sasaran sudah mengetahui adanya Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas No. 16 tahun 2015 Tentang Penanggulangan Penyakit Masyarakat. Namun banyak dari mereka yang masih melanggar peraturan tersebut. Kelompok sasaran juga belum memahami Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas No. 16 Tahun 2015. Kurangnya pemahaaman kelompok sasaran terutama pengemis, gelandangan, dan orang terlantar menolak adanya Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas No. 16 tahun 2015 Tentang Penanggulangan Penyakit Masyarakat. Berbanding terbalik dengan masyarakat yang menunjukkan keberterimaan yang baik terhadap Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas No. 16 tahun 2015 Tentang Penanggulangan Penyakit Masyarakat. Dalam implementasinya, target yang diintervensi belum sesuai dengan apa yang ditetapkan dalam peraturan. Selain itu terdapat faktor internal dan internal yang menghambat efektivitas implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas No. 16 tahun 2015 Tentang Penanggulangan Penyakit Masyarakat, serta baik sosialisasi, pemberian sanksi, dan pemberian bimbingan dan pelatihan belum dilakukan atau belum diterapkan dengan maksimal.The effectiveness of policy implementation is an evaluation of implementation by looking at the objectives of the policy. Policy objectives can be said to be effective if the goal can be achieved, but if that goal fails to be achieved then the policy is not effective. This study focuses on the implementation effectiveness of Regional Regulation of Banyumas Regency Number 16 of 2015 on Prevention of Community Disease (Study of Beggars, Homeless People, and Displaced People). The research method used in this research is description qualitative method. Selection of informants using snowball sampling technique and accidental sampling technique. Data collection is used with interviews, observation and documentation. The results showed that Regional Regulation of Banyumas Regency Number 16 of 2015 on Prevention of Community Disease has not effective. Most of the target groups were aware of the existence of the Regional Regulation of Banyumas Regency Number 16 of 2015 on Prevention of Community Disease. But many of them still violate these regulations. Majority of the target groups did not understand Regional Regulation of Banyumas Regency Number 16 of 2015 on Prevention of Community Disease. The lack of understanding of the target groups, especially beggars, vagabonds, and neglected people, cope with the existence of Regional Regulation of Banyumas Regency Number 16 of 2015 on Prevention of Community Disease. It is inversely proportional to the people who show good acceptance of the Regional Regulation of Banyumas Regency Number 16 of 2015 on Prevention of Community Disease. But in its implementation, there are internal and internal factors that hinder the effectiveness of the implementation of Regional Regulation of Banyumas Regency Number 16 of 2015 on Prevention of Community Disease. Furthermore, it relates to the accuracy of implementation which includes socialization activities, giving sanctions, and providing guidance and training. Both socialization, giving sanctions, and providing guidance and training have not been carried out or have not been implemented maximally.
2121424064G1G014033Perbedaan Kekuatan Geser Perlekatan Resin Komposit Nanohibrid Menggunakan Bonding Generasi VIII dengan Bahan Pelarut Etanol dan Isopropanol dalam Keadaan Lembab dan Kering
Resin komposit memiliki kekurangan yaitu terjadinya polymerization shrinkage sehingga menjadi penyebab terjadinya kegagalan perlekatan antara resin komposit dan dentin. Penggunaan bonding dapat meningkatkan kekuatan perlekatan komposit dan dentin. Keberhasilan dari bahan bonding dipengaruhi oleh komposisi bahan terutama jenis pelarut seperti etanol dan isopropanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan kekuatan geser perlekatan resin komposit nanohibrid menggunakan bonding generasi VIII dengan bahan pelarut etanol dan isopropanol dalam keadaan lembab dan kering. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris berupa posttest-only group design dengan membagi sampel menjadi 4 kelompok. Kelompok I adalah bonding dengan pelarut etanol dalam keadaan lembab, kelompok II adalah bonding dengan pelarut etanol dalam keadaan kering, kelompok III adalah bonding dengan pelarut isopropanol dalam keadaan lembab, kelompok IV adalah bonding dengan pelarut isopropanol dalam keadaan kering. Pengujian dilakukan menggunakan Universal Testing Machine. Hasil yang diperoleh dihitung dalam rumus, kemudian diuji dengan uji One-way ANOVA didapatkan perbedaan tidak bermakna (sig=0,882, p>0,05). Hasil uji Post Hoc menunjukkan adanya perbedaan bermakna (p<0,05) antara kelompok I dengan kelompok III, kelompok I dengan kelompok IV, kelompok II dengan kelompok III, kelompok II dengan kelompok IV. Terdapat perbedaan tidak bermakna antara kelompok I dan kelompok II. Simpulan dari penelitian ini adalah bonding generasi VIII dengan bahan pelarut isopropanol dalam keadaan lembab memiliki kekuatan geser perlekatan paling tinggi, sedangkan bonding generasi VIII dengan bahan pelarut etanol dalam keadaan kering memiliki kekuatan geser perlekatan paling rendah.Composite resins have a disadvantage that is polymerization shrinkage which is the cause of of the failure of the attachment between composite resin and dentin. The use of bonding can increase the strength of composite attachments and dentin. The success of bonding materials is effected by the composition of materials, especially types of solvents such as ethanol and isopropanol. This study aimed to identify and analyze the shear bond strength difference between nanohybrid resin composite using 8th generation bonding with solvent etanol and isopropanol at mosit and dry conditions. This research was an experimental research laboratory in posttest-only group design by dividing the samples into 4 groups. Group I is the bonding agent with etanol solvent at moist condition, group II is the bonding agent with etanol solvent at dry condition, group III is the bonding agent with isopropanol solvent at moist condition and group IV is the bonding agent with isopropanol solvent at dry condition. The test was carried out using Universal Testing Machine. The result obtained were calculated in the formula, then tested with one-way ANOVA test obtained not significant difference (sig=0,822 , p>0,05). The result of Post Hoc test showed significant differences (p<0,05) between group I and group III, group I and group IV, group II and group III, group II and group IV. There was no significant difference between group I and group II. The conclusion of this study was 8th generation bonding with solvent isopropanol at moist condition has the highest shear bond strength, while 8th generation bonding with solvent etanol at dry condition has the lowest shear bond strength.
2121525575C1M017005THE PHENOMENON OF JOB CRAFTING IN HOSPITALITY INDUSTRYPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari variabel job burnout dalam hubungannya antara variabel job crafting, perceiverd organizational support dan job performance. Penelitian ini melibatkan responden sebanyak 282 karyawan frontline di Purwokerto Banyumas. Hipotesis pada penelitian ini diuji dengan menggunakan SEM. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Responden dalam penelitian ini menunjukkan bahwa mereka melakukan Job Crafting dalam bekerja dan berdampak pada meningkatnya kepuasan kerja. Hubungan Job Crafting terhadap Job satisfaction adalah positif signifikan dengan nilai C.Rlebih besar dari nilai t table, C.R> t table (2.333> 1.960)(2) Sementara itu, Job Burnout dalam penelitian ini memediasi hubungan antara POS dan job performance. Fakta ini dibuktikan dengan nilai t value yang lebih tinggi dari t tabel, yaitu 2,148> 1,960 dengan menggunakan alpha= 0,05. Bagaimanapun, dapat disimpulkan bahwa Job Burnout memediasi efek antara POS dan job performance.This study aims to determine the effect of Job Burnout in the relationship between job crafting, perceived organizational support and job performance. This research was conducted by involving 282 Hotel’s frontliners in Purwokerto Banyumas. SEM analisys was carried out to test the hypothesis. According to the data accomplished in the research, it was found out that: (1) The Respondents showed that they did Job Crafting during their works and it made the job performance's level increased. The relationship of the Job Crafting and Job performance was positively significant because the value of C.R is greater than the value of the t table, C.R> t table (2.333> 1.960). (2) Meanwhile, the Job Burnout in this study mediates the relationship between POS and job performance. This fact was proven by the value of the t value that was higher than the t table, it was 2.148 > 1,960 by using alpha= 0,05. After all, it can be summed up that Job Burnout mediates the effect between POS and job performance.
2121624068H1L014032RANCANG BANGUN SISTEM PAKAR IDENTIFIKASI PENYAKIT PADA KELINCI BERBASIS WEB DENGAN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAININGHewan kelinci merupakan hewan mamalia yang menjanjikan dalam sektor bisnis. Kelinci dapat memenuhi baik di sektor hewan pedaging maupun menjadi hewan yang dipelihara. Modal untuk beternak kelinci tidaklah besar, dan juga ramah lingkungan. Banyak kendala yang terjadi saat memelihata kelinci salah satunya adalah adanya penyakit yang terjadi pada kelinci. Keterbatasan dokter hewan dan pakar dapat memberi kendala yang lebih bagi peternak maupun pemelihara kelinci dalam menangani permasalahan tersebut, sehingga diperlukan sebuah sistem pakar untuk dapat mengidentifikasi dan juga memberi saran dalam pengobatan kelinci. Sistem pakar yang dimaksud menggunakan metode penelusuran fakta Forward Chaining. Tahap pengembangan rancang bangun sistem pakar ini menggunakan metode Waterfall yang memiliki 5 tahap. Dalam pengembangannya sistem pakar ini menggunakan PHP, HTML, MySQL, JS, dan Bootstrap.: Rabbit is mammal that have big potential in business. Rabbit can fulfill the needs of human that rabbit can become ingredient of food (meat) or become pet. The limitations of veterinarians and experts can provide more constraints for farmers and rabbit keepers in dealing with these problems, so an expert system is needed to be able to identify and also advise in treating rabbits. This expert system is using Forward Chaining method. The stage of design development of this expert system uses the Waterfall method which has 5 stages. In the development of this expert system using PHP, HTML, MySQL, JS, and Bootstrap.
2121724066F1A014004Ketika Tubuhmu Bukan Lagi Milikmu
(Analisis Ketidakadilan Gender dalam Novel Delapan Sisi)
Novel Delapan Sisi karangan delapan penulis ini mengisahkan berbagai bentuk ketidakadilan gender yang kemudian mengerucut pada isu aborsi yang dialami tokoh-tokoh perempuan dalam novel. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif interpretatif dengan menggunakan analisis wacana kritis Sara Mills. Bahan penelitian ini adalah novel Delapan Sisi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk ketidakadilan gender dalam novel Delapan Sisi, mendeskripsikan gambaran aborsi, dan menjelaskan dampaknya terhadap tokoh-tokoh dalam novel tersebut. Hasil penelitian mengisahkan bentuk ketidakadilan gender dalam novel Delapan Sisi, sebagai berikut; pertama, pada kisah Rini berupa: marginalisasi, stereotipe atau pelabelan negatif, dan kekerasan; kedua, pada kisah Surti berupa: marginalisasai, stereotipe atau pelabelan negatif, dan kekerasan; ketiga, pada kisah Lastri berupa: kekerasan; keempat, pada kisah Mujis berupa: subordinasi dan stereotipe atau pelabelan negatif; kelima, pada kisah Urip berupa: kekerasan; keenam, pada kisah Tris hanya berupa: subordinasi, ketujuh, pada kisah Jeremy berupa subordinasi; kedelapan, pada kisah Fendira berupa: marginalisasi, subrodinasi, stereotipe atau pelabelan negatif, dan kekerasan.Gambaran aborsi yang terdapat dalam novel Delapan Sisi yaitu ; aborsi sebagai korban dari pemerkosaan yang dilakukan tokoh Rini, aborsi yang terjadi akibat pelacuran dilakukan oleh tokoh Surti, aborsi yang dilakukan sebagai akibat dari pergaulan bebas oleh tokoh Fendira. Dampak aborsi yang dialami tokoh-tokoh dalam novel Delapan Sisi yaitu; pada kisah Rini, dia berhasil melanjutkan pendidikan pasca aborsi dan berhasil mewujudkan mimpinya dengan menjadi ahli hukum; pada kisah Surti, dia menjadi orangtua yang bertanggungj awab terhadap kehidupan keluarganya dan meninggalkan masa kelamnya. Selain beberapa dampak positif pada dua kisah Rini dan Surti, pada kisah Fendira, dia mengalami kerusakan atau kecacatan rahim akibat bekas luka kuretan yang sangat dalam sehingga dia mengalami keguguran saat hamil.Novel Delapan Sisi written by eight authors tells various forms of gender inequalities which then converged on the issue of abortion experienced by female figures in the novel. This research is interpretive qualitative research using critical analysis of Sara Mills discourse. The material of this research is the novel Delapan Sisi. This study aims to describe the form of gender injustice in the novel Delapan Sisi, describe the description of abortion, and explain its impact on the characters in the novel. Based on observational result tell about the forms of gender inequalities in the novel Delapan Sisi, as follows; first, in the Rini story in the form of: marginalization, stereotype or negative labeling, and violence; second, in Surti's story in the form of: marginalization, stereotype or negative labeling, and violence; third, in the story of Lastri in the form of: violence; fourth, in the Mujis story in the form of: subordination and stereotype or negative labeling; fifth, in the Urip story in the form of: violence; sixth, in the Tris story only in the form of: subordination, seventh, in Jeremy's story in the form of subordination; eighth, in the story of Fendira in the form of: marginalization, subroduction, stereotype or negative labeling, and violence. The description of abortion found in thenovel Eight Side is; abortion as a victim of rape carried out by Rini's figure, abortion that occurred due to prostitution was carried out by Surti's figure, abortion was carried out as a result of free association by Fendira's figure. The impact of abortion experienced by characters in the novel Delapan Sisi is; in Rini's story, she managed to continue her education after abortion and succeeded in realizing her dream by becoming a legal expert; in Surti's story, she became a parent who was responsible for her family's life and left behind her dark days. In addition to some positive effects on the two stories of Rini and Surti, in the story of Fendira, he suffered a uterine damage or disability due to a very deep curetan scar so he suffered a miscarriage during pregnancy.
2121824072F1A014018Strategi Pengembangan Potensi Wisata Berbasis Modal Sosial
(Studi di Desa Winduaji Kabupaten Brebes)
Mengembangkan potensi pariwisata merupakan salah satu rencana pembangunan jangka menengah nasional dan daerah untuk meningkatkan sektor ekonomi di Indonesia. Peningkatan sektor pariwisata harus didukung oleh pemerintah dan peran serta masyarakat untuk mengembangkan potensi wisata. Penelitian ini berlokasi di Desa Winduaji Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan potensi masyarakat, perubahan yang terjadi serta strategi yang dilakukan dalam meningkatkan potensi wisata berbasis modal sosial. Sasaran utama dalam penelitian ini adalah Relawan gerakan mempercantik Waduk Penjalin dengan menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan dukumentasi. Analisis data dalam penelitian menggunakan analisis data interaktif. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa dari delapan informan mengatakan Desa Winduaji memiliki potensi masyarakat yang berbeda muncul dari keahlian individu, diantaranya adalah memiliki rasa kepedulian, kritis, kebersamaan dan kesadaran dalam mengembangkan potensi wisata, dengan didukung oleh keahlian individu. Perubahan yang terjadi dalam pengembangan pariwisata adalah meningkatnya sektor ekonomi serta beberapa kegiatan pendukung potensi wisata. Upaya yang dilakukan dalam mengembangkan potensi wisata adalah dengan berbasis modal sosial, yaitu memanfaatkan jaringan yang menghasilkan kerjasama dengan berbagai pihak, adanya norma dalam mengatur kelompok tersebut yang menghasilkan legalnya Desa Winduaji menjadi desa wisata, didukung oleh relawan yang kemudian menjadi Kelompok Sadar Wisata WePe, serta adanya rasa kepercayaan yang dibangun oleh individu didalamnya untuk mencapai tujuan bersama.Developing tourism potential is one of the national and regional medium-term development plans to improve the economic sector in Indonesia. Increasing the tourism sector must be supported by the government and the participation of the community to develop tourism potential. This research is located in the Winduaji Village, Paguyangan District, Brebes Regency. The purpose of this study is to describe the potential of society, the changes that occur and the strategies taken in increasing the tourism potential based on social capital. The main target in this study was the movement volunteers beautifying the Penjalin Reservoir using purposive sampling. The method of data collection in this study used interviews, observation and documentation. Data analysis in research uses interactive data analysis. The results of this study explained that from eight informants said that Winduaji Village had different community potential emerged from individual expertise, including having a sense of caring, critical, togetherness and awareness in developing tourism potential, supported by individual expertise. Changes that occur in the development of tourism are increasing economic sectors as well as some tourism potential support activities. The efforts made in developing tourism potential are based on social capital, namely utilizing networks that generate cooperation with various parties, the norms in regulating those groups that produce legal Winduaji Village into a tourism village, supported by volunteers who later became WePe Tourism Awareness Groups, and the existence of a sense of trust that is built by individuals in it to achieve a common goal.
2121924086F1C014084KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN PASIN GANGGUAN JIWA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) BANYUMASGangguan jiwa merupakan sebuah perilaku yang tidak normal, baik yang berhubungan dengan fisik, maupun dengan mental. Bias dikatakan juga bahwa gangguan jiwa merupakan gangguan dimana seseorang itu tidak bisa membedakan mana angan-angan dengan realita. Gangguan tersebut ditandai dengan Rasa putus asa, murung, gelisah, cemas, perbuatan-perbuatan yang terpaksa (convulsive), hysteria, rasa lemah, tidak mampu mencapai tujuan, takut, dan pikiran-pikiran buruk. Salah satu solusi untuk menangani masalah tersebut adalah dengan dilakukannya terapi-terapi yang dapat dilakukan oleh perawat terhadap pasiennya. Urgensi dari penelitian ini adalah agar dapat memberikan wawasan mengenai cara berkomunikasi perawat dengan pasien gangguan jiwa melalui sebuah komunikasi terapeutik. Dengan begitu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses ataupun cara dalam melakukan komunikasi terapeutik yang dilakukan perawat dengan pasien gangguan jiwa di RSUD Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualtitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa untuk melakukan sebuah komunikasi terapeutik dengan pasien gangguan jiwa terdapat proses komunikasi terapeutik yang dilakukan perawat dengan pasien ganggu8an jiwa yang terdiri dari tahap pra-interaksi, perkenalan, orientasi, kerja, dan terminasi. Dalam komunikasi terapeutik yang terjalin juga terdapat pula hambatan-hambatan yang dialami perawat dalam melakukan proses komunikasi terapeutik dengan pasien gangguan jiwa, dan hambatan tersebut dapat berasal dari dalam perawat seperti kemampuan pribadi yang harus ditingkatkan serta terbaginya focus antara pendidikan dan pekerjaan. Sementara itu, hambatan yang berasal dari luar diri perawat seperti orang tua pasien yang kurang kooperatif.Mental disorder is an abnormal behavior, both physical and mental. It is also said that mental disorder is a disorder where a person cannot distinguish between wishful thinking and reality. The disorder is characterized by despair, moodiness, anxiety, forced actions (convulsive), hysteria, feeling weak, unable to achieve goals, fear, and bad thoughts. One solution to deal with this problem is to do therapies that can be done by nurses to their patients. The urgency of this research is to be able to provide insight into how nurses communicate with mental patients through therapeutic communication. That’s why this study aims to determine the process or method of conducting therapeutic communication by nurses with mental patients in Banyumas Hospital. The method used in this research is descriptive qualitative method. Data collection techniques used were observation, in-depth interviews, and documentation. The results of this study indicate that to conduct a therapeutic communication with mental patients there is a therapeutic communication process carried out by nurses with disturbed patients and souls consisting of the stages of pre-interaction, introduction, orientation, work, and termination. In therapeutic communication that is interwoven, there are also obstacles experienced by nurses in conducting the therapeutic communication process with mental patients, and these obstacles can come from within the nurse such as personal abilities that must be improved and the divided focus between education and work. Meanwhile, barriers originating from outside the nurses such as parents of patients who are less cooperative.
2122024070C1B014081PENGARUH MOTIVASI KERJA OTONOM DAN INTERNAL LOCUS OF CONTROL TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN EMPLOYEE ENGAGEMENT SEBAGAI VARIABEL MEDIASI
(Studi pada Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Satria Kab. Banyumas )
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja otonom dan internal locus of control terhadap kinerja dengan employee engagement sebagai variabel mediasi. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 92 responden. Purposive sampling digunakan dalam penentuan responden. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan alat analisis regresi berganda menunjukkan bahwa : (1) Motivasi kerja otonom berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan(2) Motivasi kerja otonom berpengaruh positif terhadap employee engagement (3) internal locus of control berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan (4) internal locus of control berpengaruh positif terhadap employee engagement (5) employee engagement berpengaruh positif terhadap kinerja (6) employee engagement memediasi pengaruh motivasi kerja otonom terhadap kinerja karyawan(7) employee engagement memediasi pengaruh internal locus of control terhadap kinerja karyawan.
The aims of this study is to find out the effect of autonomous work motivation and internal locus of control on PDAM tirta Satria’s employees performance with employee engagement as a mediation variable. The research population are all of the core employees in PDAM Tirta Satria. There were 92 employees chosen as respondent of the research. Then purposive sampling method was used to determine the respondent. Based on the result of the research and data analysis using multiple regression showed : (1) Autonmous work motivation has a positif effect on employees performance (2) Autonmous work motivation has a positif effect on employee engagement (3) Internal locus of control has a positif effect on employees performance (4) Internal locus of control has a positif effect on employee engagement (5) employee engagement has a positif effect on employees performance (6) employee engagement has a mediating effect in relationship between autonmous work motivation and employee performance (7) employee engagement has a mediating effect in relationship between internal locus of control and employee performance.