Artikel Ilmiah : F1A014004 a.n. LARAS NURJANAH

Kembali Update Delete

NIMF1A014004
NamamhsLARAS NURJANAH
Judul ArtikelKetika Tubuhmu Bukan Lagi Milikmu
(Analisis Ketidakadilan Gender dalam Novel Delapan Sisi)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Novel Delapan Sisi karangan delapan penulis ini mengisahkan berbagai bentuk ketidakadilan gender yang kemudian mengerucut pada isu aborsi yang dialami tokoh-tokoh perempuan dalam novel. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif interpretatif dengan menggunakan analisis wacana kritis Sara Mills. Bahan penelitian ini adalah novel Delapan Sisi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk ketidakadilan gender dalam novel Delapan Sisi, mendeskripsikan gambaran aborsi, dan menjelaskan dampaknya terhadap tokoh-tokoh dalam novel tersebut. Hasil penelitian mengisahkan bentuk ketidakadilan gender dalam novel Delapan Sisi, sebagai berikut; pertama, pada kisah Rini berupa: marginalisasi, stereotipe atau pelabelan negatif, dan kekerasan; kedua, pada kisah Surti berupa: marginalisasai, stereotipe atau pelabelan negatif, dan kekerasan; ketiga, pada kisah Lastri berupa: kekerasan; keempat, pada kisah Mujis berupa: subordinasi dan stereotipe atau pelabelan negatif; kelima, pada kisah Urip berupa: kekerasan; keenam, pada kisah Tris hanya berupa: subordinasi, ketujuh, pada kisah Jeremy berupa subordinasi; kedelapan, pada kisah Fendira berupa: marginalisasi, subrodinasi, stereotipe atau pelabelan negatif, dan kekerasan.Gambaran aborsi yang terdapat dalam novel Delapan Sisi yaitu ; aborsi sebagai korban dari pemerkosaan yang dilakukan tokoh Rini, aborsi yang terjadi akibat pelacuran dilakukan oleh tokoh Surti, aborsi yang dilakukan sebagai akibat dari pergaulan bebas oleh tokoh Fendira. Dampak aborsi yang dialami tokoh-tokoh dalam novel Delapan Sisi yaitu; pada kisah Rini, dia berhasil melanjutkan pendidikan pasca aborsi dan berhasil mewujudkan mimpinya dengan menjadi ahli hukum; pada kisah Surti, dia menjadi orangtua yang bertanggungj awab terhadap kehidupan keluarganya dan meninggalkan masa kelamnya. Selain beberapa dampak positif pada dua kisah Rini dan Surti, pada kisah Fendira, dia mengalami kerusakan atau kecacatan rahim akibat bekas luka kuretan yang sangat dalam sehingga dia mengalami keguguran saat hamil.
Abtrak (Bhs. Inggris)Novel Delapan Sisi written by eight authors tells various forms of gender inequalities which then converged on the issue of abortion experienced by female figures in the novel. This research is interpretive qualitative research using critical analysis of Sara Mills discourse. The material of this research is the novel Delapan Sisi. This study aims to describe the form of gender injustice in the novel Delapan Sisi, describe the description of abortion, and explain its impact on the characters in the novel. Based on observational result tell about the forms of gender inequalities in the novel Delapan Sisi, as follows; first, in the Rini story in the form of: marginalization, stereotype or negative labeling, and violence; second, in Surti's story in the form of: marginalization, stereotype or negative labeling, and violence; third, in the story of Lastri in the form of: violence; fourth, in the Mujis story in the form of: subordination and stereotype or negative labeling; fifth, in the Urip story in the form of: violence; sixth, in the Tris story only in the form of: subordination, seventh, in Jeremy's story in the form of subordination; eighth, in the story of Fendira in the form of: marginalization, subroduction, stereotype or negative labeling, and violence. The description of abortion found in thenovel Eight Side is; abortion as a victim of rape carried out by Rini's figure, abortion that occurred due to prostitution was carried out by Surti's figure, abortion was carried out as a result of free association by Fendira's figure. The impact of abortion experienced by characters in the novel Delapan Sisi is; in Rini's story, she managed to continue her education after abortion and succeeded in realizing her dream by becoming a legal expert; in Surti's story, she became a parent who was responsible for her family's life and left behind her dark days. In addition to some positive effects on the two stories of Rini and Surti, in the story of Fendira, he suffered a uterine damage or disability due to a very deep curetan scar so he suffered a miscarriage during pregnancy.
Kata kunciKetidakadilan gender, Aborsi, Novel Delapan Sisi
Pembimbing 1Drs. Nalfaridas B, M.Hum
Pembimbing 2Dr. Tyas Retno Wulan, M.Si
Pembimbing 3Dra. Tri Rini Widyastuti, M.Si
Tahun2018
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2018-12-28 14:58:25.777587
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.