Artikelilmiahs
Menampilkan 21.241-21.260 dari 50.150 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 21241 | 24089 | G1A015070 | HUBUNGAN FAKTOR PEKERJAAN DENGAN KEJADIAN KATARAK PADA NELAYAN DESA SIDAKAYA KABUPATENCILACAP JAWA TENGAH TAHUN 2018 | ABSTRAK Latar Belakang: Katarak adalah salah satu keadaan patologis lensa yang ditandai dengan kekeruhan. Katarak sering terjadi pada individu yang bekerja sering terkena paparan sinar matahari seperti nelayan. Katarak pada nelayan dapat disebabkan beberapa faktor seperti umur, jenis kelamin, penyakit diabetes melitus (DM), merokok, nutrisi, terapi steroid, pajanan sinar ultraviolet (UV), lama bekerja, dan penggunaan alat pelindung diri (APD). Menurut hasil penelitian memiliki kemungkinan terkena katarak 2,5 kali lebih besar daripada pegawai yang jarang terpapar sinar matahari. Tujuan: mengetahui hubungan faktor-faktor pekerjaan dengan kejadian katarak pada nelayan di Desa Sidakaya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Metode: Penelitian yang digunakan cross sectional dan teknik consecutive sampling. Analisa yang digunakan ialah Chi-square dan Exact Fisher. Subjek penelitian berjumlah 43 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil: Terdapat 19 responden terkena katarak. Faktor yang berhubungan dengan katarak adalah penggunaan APD dengan p value < 0.05 dan faktor yang tidak berhubungan dengan katarak antara lain lama bekerja, durasi paparan sinar matahari per hari dan durasi paparan sinar matahari per bulan dengan p value p > 0.05. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara penggunaan APD dengan katarak pada nelayan di Desa Sidakaya Cilacap. | ABSTRACT Background: Cataract is one of the pathologic condition of lens which is caracterized by turbidity. Cataract often occur in individuals who work often expose to sunlight such as fishermen. Cataract in fishermen can be caused by several factors such as age, gender, diabetes mellitus (DM), smoke, nutrition, steroid therapy, ultraviolet (UV) exposure, working periode, and use of personal protective equipment. Based on research fishermen have the possibility of being affected by cataract 2,5 times greater than employees who are rarely exposed to sunlight. Objective: To identify correlation occupational factors with the incidence of cataracts in fishermen in Sidakaya Village Cilacap. Methods: Observational analytic research with research design used was cross sectional design and consecutive sampling technique. The analysis used is chi square and exact fisher. Subjects were 43 respondents who met the inclusion criteria. Results: There were 19 respondents exposed to cataracts. Factors related with cataracts include use of personal protective equipment with p value < 0.05 and factors not related to cataracts include work periode, duration of sun exposure per day, and duration of sun exposure per month with p value p > 0.05. Conclusion: There is a significant correlation between use of personal protective equipment with cataracts in fishermen in Sidakaya Village Cilacap. | |
| 21242 | 24090 | I1F017001 | METODE CRISP DAN MODIFIED DISBI EFEKTIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PERAWAT MELAKUKAN INTERPRETASI EKG | Latar belakang : Perawat merupakan bagian dari tim kesehatan yang memiliki peranan penting dalam pengelolaan dan perawatan klien. Salah satu hal yang harus dikuasai perawat adalah pengenalan tanda kegawatan melalui kemampuan menginterpretasikan EKG. Metode belajar untuk membantu perawat belajar menginterpretasikan EKG diantaranya metode CRISP dan Modified DISBI. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan pengaruh metode belajar CRISP dan Modified DISBI terhadap kemampuan perawat dalam melakukan interpretasi EKG strip. Metodologi : Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan pretest and posttest design. Responden berjumlah 52 perawat yang terbagi menjadi dua kelompok. Teknik sampling menggunakan simple random. Uji yang digunakan untuk menganalisis perbedaan nilai pretest dan posttest pada masing-masing kelompok adalah uji T Berpasangan dan perbedaan pengaruh kedua kelompok menggunakan uji T Tidak Berpasangan. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna rerata nilai kemampuan interpretasi EKG strip sebelum dan sesudah dilakukan intervensi pada kelompok Modified DISBI maupun CRISP dengan nilai p<0,001 untuk kedua kelompok. Tidak terdapat perbedaan pengaruh metode belajar Modified DISBI dan CRISP terhadap kemampuan perawat melakukan interpretasi EKG strip dengan p=0,996 (IK95%). Kesimpulan : Metode CRISP dan Modified DISBI terbukti sama-sama efektif dalam meningkatkan kemampuan perawat dalam melakukan interpretasi EKG strip Kata kunci : CRISP, DISBI, Perawat EKG. | Background : Nurses are part of the health team that has an important role in client management and care. One of the things that must be controlled by nurses is the early signs of emergency through the ability to interpret the ECG. Learning methods to help nurses learn to interpret ECGs including the CRISP and Modified DISBI methods. This study aims to identify differences in the influence of learning methods CRISP and Modified DISBI on nurses' ability to interpret ECG strips. Methodology : This experimental study used the design of pretest and posttest design. There were 52 nurses who were divided into two groups. The technique sampling used simple random. The test used to analyze the differences in the value of the pretest and posttest in each group was the Paired T Test and the difference in the influence of the two groups using the Independent Paired T test. Results : The results of this study showed that there were significant differences in the mean scores of the ECG strips interpretation ability before and after intervention in both groups Modified DISBI and CRISP with p<0,001. There is no difference in the effect of learning methods Modified DISBI and CRISP on the ability of nurses to interpret ECG strips with p =0.996 (IK95%). Conclusion : The CRISP and Modified DISBI methods proved to be equally effective in increasing nurses' ability to interpret strip ECGs Key words : CRISP, DISBI, ECG nurse. | |
| 21243 | 24091 | F1B012020 | Manajemen Pengembangan Koperasi (Studi tentang Pengelolaan Unit Aris Swalayan di Koperasi Unit Desa Aris Banyumas) | Koperasi Unit Desa (KUD) berperan penting menunjang perekonomian desa dan pembangunan nasional. Namun saat ini banyak KUD yang tidak aktif. Oleh karena itu perlu pembenahan dalam pengelolaan KUD. Lokasi penelitian dilakukan di KUD Aris, salah satu KUD yang masih aktif di Banyumas dengan memfokuskan pada Unit Aris Swalayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan meneliti bagaimana pengelolaan yang dilakukan Unit Aris Swalayan. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Metode analisis data menggunakan pendekatan analisis interaktif Miles, Huberman dan Saldana. Teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan unit Aris Swalayan sepenuhnya dilakukan secara otonom tanpa campur tangan langsung pengurus KUD Aris. Pengelolaan yang dilakukan oleh unit Aris Swalayan sudah baik dengan menerapkan fungsi-fungsi manajemen. Kendala yang dihadapi adalah banyaknya toko modern di kecamatan Banyumas yang menjadi pesaing sehingga berdampak pada realisasi Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB) unit Aris Swalayan. Namun unit Aris Swalayan mampu mengatasinya dengan berbagai program yang dijalankan. | Village Unit Cooperatives (KUD) has an important role in supporting the village economy and national development. But now many KUDs are not active. Therefore it is necessary to improve the management of KUD. The location of the study was conducted at KUD Aris, one of the KUDs that is still active in Banyumas by focusing on the Aris Market Unit. This study aims to find out and examine how management is carried out by the Aris Market Unit. The research method uses descriptive qualitative with a case study approach. Data obtained by interview, observation, and documentation. The informant selection technique used purposive sampling and snowball sampling. The method of data analysis uses the interactive analysis approach of Miles, Huberman and Saldana. The data validity technique uses source triangulation. The results showed that the management of the Aris Market unit was fully carried out autonomously without the direct intervention of the Aris KUD management. The management carried out by the Aris market unit is already good by implementing management functions. The obstacle faced is the large number of modern stores in Banyumas sub-district that are competitors, which has an impact on the realization of the Aris market unit's Revenue and Expenditure Plan (RAPB). However, the Aris market unit is able to overcome it with implemented a variety of programs. | |
| 21244 | 26271 | H1B015041 | ANALISIS SISA UMUR RENCANA JALAN AKIBAT PENINGKATAN VOLUME TRUK TAMBANG DI RUAS JALAN PANICAN–LINGGAMAS KABUPATEN PURBALINGGA | Jalan Panican-Linggamas merupakan salah satu ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Bukateja, Kecamatan Kemangkon dan sekitarnya (Kabupaten Purbalingga bagian timur) dengan Kabupaten Banyumas via Jembatan Linggamas. Ruas jalan tersebut telah dilaksanakan peningkatan jalan berupa overlay dan pelebaran jalan pada tahun 2016. Namun, pada pertengahan tahun 2018 terjadi banyak kerusakan dibeberapa titik di sepanjang 8,525 km Ruas Jalan Panican-Linggamas. Sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui umur rencana jalan yang sebenarnya dan sisa umur rencana saat ini. Berdasarkan analisis parameter umur rencana jalan menggunakan Metode Analisa Komponen (MAK) 1987, diperoleh umur rencana Ruas Jalan Panican-Linggamas sebenarnya adalah 4,3512 tahun (4 tahun, 4 bulan, 6 hari). Hasil ini diperoleh berdasarkan analisis lintas ekivalen kendaraan yang dipengaruhi oleh jumlah truk tambang pada kondisi desain dan kondisi lapangan. Lalu lintas truk tambang mengalami peningkatan yang cukup drastis. Pada tahun 2016 rata-rata kendaraan truk tambang yang melintas perhari hanya 34 truk, sedangkan pada tahun 2019 sebanyak 211 truk. Peningkatan ini terjadi akibat bertambahnya lapak-lapak tambang pasir/batu kali di sepanjang aliran sungai Serayu. | Panican-Linggamas Road is one of the roads that connects Bukateja Sub-District, Kemangkon Sub-District and surrounding areas (eastern Purbalingga) with Banyumas District passing through Linggamas-bridge. That road section was improved by overlaying and widening in 2016. However, in mid-2018 there was a lot of points of road distress along 8,525 km of Panican-Linggamas Road. This research was then conducted to determine the actual design life of the Panican-Linggamas road and the remaining design life at this time. Consedering design life parameters analysis based on the 1987 Component Analysis Method (CAM), the actual design life of Panican-Linggamas Road is 4,3512 years (4 years, 4 months, and 6 days). This is obtained from cross-equivalent vehicle analysis affected by mining trucks traffic volume on both the design and empirical condition. Here, mining truck traffic has drastically increased. In 2016, the average number of mining truck passing trough the case study road was only 34 trucks per day, while in 2019 increases to 211 trucks per day. It happened as an effect of increasing sand-mining-activities and stone crusher plants on the Serayu Riverside. | |
| 21245 | 24092 | A1L014080 | PENENTUAN KEBUTUHAN UNSUR HARA P UNTUK EMPAT GENOTIP TANAMAN KENTANG PADA TANAH ANDISOL DI KECAMATAN BATUR KABUPATEN BANJARNEGARA | Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mengetahui pengaruh dosis pupuk SP36 terhadap ketersediaan unsur P di dalam tanah Andisol dan 2) mengetahui dosis pemupukan SP36 yang optimum untuk empat genotip tanaman kentang. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Petanian, dan Laboratorium agronomi Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 ulangan. Faktor pertama pupuk SP36 yang terdiri dari lima taraf perlakuan (0, 150, 300 dan 450 kg/ha). Faktor kedua adalah genotip tanaman kentang yang terdiri dari empat genotip yaitu Granola K, Granola L, MZ dan Vega. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk SP36 dapat meningkatkan ketersediaan pospor dalam tanah andisol dan memberikan dosis pemupukan SP36 pada genotip Granola K sebesar 212,31 – 221,12 kg/ha, genotip Granola L sebesar 212,75 – 306,18 kg/ha, genotip MZ sebesar 232,07 – 244,61 kg/ha dan genotip Vega sebesar 177,93 – 216,94 kg/ha. | This research aims to 1) determine the effect of the dose SP36 on the availability of P in Andisol and 2) to determine the optimum dose of SP36 for four potato plant genotypes. This research has been carried out in Batur District, Banjarnegara Regency, as well in Laborattory of soil science and Laboratory of Agrohorti, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This study used factorial randomized complete group design in 3 replications. The The first factor was the dose of SP36 which consisted of four levels, 0 kg/ha of SP36 (P0), 150 kg/ha of SP36 (P1), 300 kg/ha of SP36 (P2), and 450 kg/ha of SP36 (P3). The second factor was the genotypes of potato plants consisting of four genotypes, namely Granola K, Granola L, MZ, and Vega. The results showed that SP36 fertilizer can increase phosphor availability in Andisol soil and give the doses of SP36 fertilizer for Granola K genotypes at 212,31 – 221,12 kg/ha, Granola L genotypes at 212,75 – 306,18 kg/ha, MZ genotypes at 232,07 – 244,61 kg/ha, and Vega genotypes at 177,93 – 216,94 kg/ha. | |
| 21246 | 24093 | H1A014032 | Pengaruh Waktu Penyimpanan Terhadap Karakteristik Sabun Mandi Cair Antioksidan dari Minyak Biji Nyamplung (Calophyllum inophyllum). | Penelitian sabun sudah berkembang dengan memanfaatkan minyak biji nyamplung sebagai bahan baku pembuatannya, serta telah terdapat penelitian yang memformulasikan sabun mandi cair antioksidan dengan menggunakan antioksidan alami daging buah ketapang dan pewangi alami biji kapulaga. Beberapa penelitian tersebut masih perlu dikembangkan karena diantaranya belum dikaji masa kadaluarsa produknya. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu simpan terhadap karakteristik sabun dan menentukan umur simpan sabun. Penelitian dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu pembuatan sabun mandi cair antioksidan, karakterisasi sesuai standar SNI 06-4085-1996 dengan variasi waktu penyimpanan 0-12 minggu, uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dan uji hedonik pada waktu penyimpanan ke-0 dan ke-12 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH berpengaruh terhadap waktu simpan yang dianalisis dengan metode korelasi pearson. Kemudian umur simpan produk masih layak digunakan sampai minggu ke-31 berdasarkan parameter asam lemak bebas yang dianalisis dengan menggunakan metode time series. Hasil uji aktivitas antioksidan sabun sebelum dan sesudah disimpan selama 12 minggu memiliki nilai IC50 berturut-turut sebesar 48,99 ppm dan 129,95 ppm. Sabun cair antioksidan berdasarkan tingkat kesukaan menunjukkan bahwa panelis menyukai produk sabun antioksidan yang disimpan selama 12 minggu dengan rata-rata kesukaan sebesar 65,75%. | The research of soap has been developed by utilizing nyamplung seed oil as the raw material for its manufacture, and there have been researches that formulate liquid bath soap with antioxidants by using natural antioxidants ketapang and cardamon natural fragrances. Some of these studies still need to be developed because they have not been reviewed for the expiration date of their products. Therefore this study aimed to determine the effect of storage time on soap characteristics and determine the shelf life of soap. This research was conducted in several stages, namely the manufacture of liquid antioxidant bath soap, characterization according to SNI 06-4085-1996 standard with a variation of storage time 0-12 weeks, antioxidant activity test using DPPH method and hedonic test on 0th storage time and 12 weeks. The results showed that pH had an effect on the storage time analyzed by the Pearson correlation method. The shelf life of the product is still feasible to use until the 31st week based on the parameters of free fatty acids analyzed using the time series method. The results of the antioxidant activity test of soap before and after being stored for 12 weeks had IC50 values of 48.99 ppm and 129.95 ppm respectively. The soap based on the level of preference showed that the panelists liked antioxidant soap products stored for 12 weeks with persentase likes of 65,75%. | |
| 21247 | 24096 | G1H013027 | HUBUNGAN TINGKAT ASUPAN LEMAK, KEBIASAAN SARAPAN, DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP RASIO LINGKAR PINGGANG PINGGUL PADA SISWA SMAN 2 PURWOKERTO | Latar Belakang: prevalensi obesitas sentral pada penduduk di atas 15 tahun mengalami kenaikan dari 18,8% tahun 2007 menjadi 26,6% tahun 2013. Hal tersebut dapat disebabkan oleh faktor gaya hidup sedentarian yaitu kecenderungan melakukan aktivitas fisik rendah dan asupan energi yang tinggi. Terdapat 26,1% penduduk Indonesia umur ≥10 tahun yang memiliki tingkat aktivitas fisik kurang aktif. Tujuan Penelitian: mengetahui hubungan antara tingkat asupan lemak, kebiasaan sarapan, dan aktivitas fisik dengan rasio lingkar pinggang pinggul pada siswa di SMAN 2 Purwokerto. Metodologi: penelitian menggunakan rancangan cross-sectional dilakukan terhadap 58 responden yang dipilih dengan simple random sampling. Data tingkat asupan lemak didapatkan menggunakan formulir recall 24 jam, data kebiasaan sarapan menggunakan kuesioner, data aktivitas fisik menggunakan IPAQ, RLPP diukur menggunakan meterline. Hasil Penelitian: nilai rata-rata tingkat asupan lemak responden 79,07%, rata-rata kebiasaan sarapan 5,71 kali seminggu, rata-rata aktivitas fisik 1559,14 METs, dan nilai rata-rata RLPP responden 0,79. Kesimpulan: tingkat asupan lemak memiliki hubungan dengan RLPP sedangkan kebiasaan sarapan dan aktivitas fisik tidak memiliki hubungan dengan RLPP. | Background: the prevalence of obesity central on the population of 15 years old age or above increased from 18,8% at 2007 to 26,6% at 2003. This occurence can because of sedantary life style, which is inclinated on less physical activity and high calory intake. There is 26,1% of Indonesian populacy at the age of ≥10 years old who are less active on physical activity. Objection: the aim of this research is to know the relation of fat consumption level, breakfast habits, and physical activity on WHR at SMAN 2 Purwokerto. Methode: this research design used cross-sectional on 58 respondents who were chosen through simple random sampling technique. Fat intake datas were obtained by using 24 hours Recall form, breakfast habits datas through questionnaire form, physical activity values through IPAQ, and WHR values by using meterline. Result: the average values score of fat intake is 79,07%, respondents were usually had an average values score of breakfast habits 5,71 times in a week, the average value score of physical activity is 1559,14 MET, and the average value score of hip-waist circumference is 0,79. Conclusion: fat consumption level was related to WHR, while breakfast habits and physical activity has no relation with WHR. | |
| 21248 | 24097 | C1A014022 | Analisis Pendapatan dan Strategi Bertahan Hidup Pengemudi Angkutan Kota di Purwokerto Kabupaten Banyumas | Penelitian ini mengambil judul “Analisis Pendapatan dan Strategi Bertahan Hidup Pengemudi Angkutan Kota di Purwokerto Kabupaten Banyumas”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pendapatan dan konsumsi keluarga pengemudi angkutan kota di Purwokerto Kabupaten Banyumas, untuk menganalisis pendapatan keluarga pengemudi angkutan kota di Purwokerto sudah memenuhi standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Banyumas atau belum, kemudian untuk menganalisis strategi bertahan hidup dalam memenuhi kebutuhan keluarga pengemudi angkutan kota di Purwokerto Kabupaten Banyumas. Jumlah sampel yang digunakan yaitu sebanyak 78 responden yang dipilih secara acak. Penelitian ini menggunakan statistik deskriptif kuantitatif untuk menganalisis pendapatan, untuk menganalisis konsumsi menggunakan rumus Average Propencity to Consume (APC), kemudian untuk menganalisis KHL dengan cara membandingkan pendapatan per kapita dengan standar KHL Kabupaten Banyumas tahun 2016, dan untuk menganalisis strategi bertahan hidup menggunakan strategi koping. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) hasil perhitungan pendapatan dapat diketahui 51,3 persen responden memiliki pendapatan pokok lebih kecil dibandingkan pendapatan lain. (2) hasil perhitungan APC dengan membandingkan konsumsi keluarga dan pendapatan pokok dapat diketahui bahwa 89,74 persen responden belum dapat memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga. Tetapi berdasarkan hasil perhitungan APC dengan membandingkan konsumsi keluarga dan pendapatan keluarga dapat diketahui bahwa 69,23 persen responden sudah dapat memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga. (3) hasil perhitungan KHL dengan membandingkan pendapatan pokok responden dan standar KHL Kabupaten Banyumas tahun 2016 terdapat 98,7 persen responden belum dapat memenuhi standar KHL, kemudian hasil perhitungan KHL dengan membandingkan pendapatan keluarga responden dan standar KHL Kabupaten Banyumas tahun 2016 terdapat 89,74 persen responden belum dapat memenuhi standar KHL. (4) hasil penelitian strategi bertahan hidup dengan menggunakan strategi koping dapat disimpulkan bahwa strategi yang digunakan yaitu memanfaatkan potensi keluarga, berhemat, mengikuti suatu kelembagaan, dan berhutang. Implikasi dari penelitian ini adalah: (1) untuk Pemerintah Daerah dan Dinas Perhubungan yang mengurus transportasi umum angkutan kota baiknya memberikan kebijakan yang yang adil terkait kesejahteraan pengemudi angkutan kota dan perbaikan fasilitas transportasi umum, sehingga pengemudi angkutan kota dapat diandalkan untuk mampu memenuhi kebutuhan keluarga. Kebijakan yang dapat dilakukan yaitu pembatasan jumlah transportasi on line dan pengawasan zona merah. Selain itu pengaturan jalur Bus Trans Jateng juga harus diatur kembali agar tidak terlalu berdampak buruk bagi angkutan kota. (2) untuk pengemudi angkutan kota sebaiknya dalam menjalani kehidupan sehari – hari agar dapat mengatasi masalah ekonomi dapat melakukan beberapa strategi yaitu memperpanjang waktu kerja, memanfaatkan potensi keluarga untuk bekerja, memiliki pekerjaan sampingan, berhemat, memprioritaskan kebutuhan pokok, mementingkan pendidikan anak (agar anak dapat menaikan status ekonomi dan sosial), kemudian mengikuti arisan, paguyuban, kelembagaan, serta strategi terakhir yaitu berhutang jika memang pendapatan benar –benar tidak dapat memenuhi konsumsi. | This study takes the title "Revenue Analysis and Survival Strategy of City Transport Drivers in Purwokerto, Banyumas Regency". The purpose of the study are to analyze the income and consumption of the family of urban transport drivers in Purwokerto, Banyumas Regency, to analyze the income of the family of city transport drivers in Purwokerto had met the Banyumas Decent Living Standard (KHL) standard or not, then to analyze the survival strategy in meeting the needs of the family of city transportation drivers in Purwokerto, Banyumas Regency. The number of samples used is 78 respondents randomly selected. This study uses quantitative descriptive statistics to analyze income, using analysis with Propencity Consumption (APC), then to analyze KHL by comparing per capita income with the 2016 KHL standard of Banyumas Regency, and to analyze survival strategies using coping strategies. The results showed that: (1) the results of the calculation of income can be seen 51.3 percent of respondents have a smaller income than other income. (2) the results of APC calculations by comparing family consumption and basic income can be seen that 89.74 percent of respondents have not been able to meet family consumption needs. But based on the APC calculation results by comparing family consumption and family income it can be seen that 69.23 percent of respondents have been able to meet family consumption needs. (3) the results of the KHL calculation by comparing the respondent's principal income and the KHL standard in 2016 there are 98.7 percent of respondents unable to meet the KHL standard, then the results of the KHL calculation by comparing the respondents' family income and the 2016 KHL Regency Banyumas standard are 89.74 percent of respondents have not been able to meet the KHL standard. (4) the results of research on survival strategies using coping strategies can be concluded that the strategy used is to utilize family potential, economize, follow an institution, and owe. The implications of the study are: (1) for the Regional Government and the Department of Transportation that manage public transport in the city it is good to provide fair policies related to the welfare of city transport drivers and improvement of public transportation facilities, so that city transportation drivers can be relied upon to meet family needs. Policies that can be done are limiting the number of on line transportation and red zone supervision. In addition, the arrangement of the Trans Jateng Bus Line must also be rearranged so that it does not have too bad impacts on city transportation. (2) for city transport drivers to live their daily lives in order to overcome economic problems, they can carry out several strategies, namely extending work time, utilizing the family's potential to work, having a side job, saving money, prioritizing basic needs, prioritizing children's education (so that children can raise economic and social status), then follow social gathering, association, institutions, and the last strategy is to owe if the income really cannot meet consumption. | |
| 21249 | 25977 | D1A015215 | KONSUMSI DAN KOEFISIEN CERNA PROTEIN PAKAN DOMBA LOKAL YANG DIBERI PAKAN JERAMI PADI AMONIASI MENGANDUNG DFMAMS DAN KONSENTRAT DISUPLEMENTASI TEPUNG DAUN WARU | Penelitian ini bertujuan mengkaji konsumsi dan koefisien cerna protein pada domba yang diberi jerami padi amoniasi dan konsentrat yang disuplementasi dengan tepung daun waru. Materi yang digunakan domba lokal jantan berumur sekitar 2 tahun. Pemberian konsentrat berdasarkan bobot badan. Jerami padi amoniasi yang diberikan secara ad libitum. Penelitian dirancang menurut rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan yang diuji adalah level tepung daun waru 0%,0,24% dan 0,48% masing masing W0, W1 dan W2. Peubah yang diukur adalah konsumsi dan koefisien cerna protein pakan menggunakan metode koleksi total. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penambahan level tepung daun waru pada konsentrat berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi protein namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kecernaan protein. Uji orthogonal polinomial menunjukkan peningkatan level tepung daun waru menyebabkan penurunan konsumsi secara linier (P<0,05). Pemberian tepung daun waru tidak disarankan untuk memperbaiki konsumsi dan kecernaan protein pakan domba lokal yang diberi jerami padi amoniasi dan konsentrat. | This research was aimed to examine consumption and digestiblity coefficient protein of local sheep fed ammoniated rice straw and concentrate supplemented with hibiscus tileaceus leaf meal. Material used were local male sheep aged around 2 years. Concentrate fed based of body weight. Ammoniated rice straw fed ad libitum. This research used completely random design (CRD). The treatments were level of Hibiscus tiliaceus leaf meal 0%, 0,24% and 0,48, for W0, W1 and W2 respectively. The variabel measured were comsumption and coefficient digestibility using total collection method. Variance analysis showed that supplemented of Hibiscus tiliaceus leaf meal to concentrate had a significant effect (P<0,05) on protein comsumption but had no significant effect (P>0,05) on protein digestibility. Orthogonal polynomial test showed increasing level of Hibiscus tiliaceus leaf meal decreased (P<0,05) protein consumption linearly. Leaf meal fed was not recommended to improve consumption and digestiblity protein diet local rams fed ammoniation rice straw and concentrate. | |
| 21250 | 24099 | G1A015097 | EFEK PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL SELEDRI (Apium graveolens L.) TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN TIKUS PUTIH (Sprague dawley) MODEL CHRONIC KIDNEY DISEASE | Latar Belakang: Chronic Kidney Disease (CKD) adalah kerusakan ginjal dan/atau penurunan Glomerular Filtration Rate (GFR) kurang dari 60mL/min/1,73 m^2 selama minimal 3 bulan. CKD adalah suatu proses kerusakan dengan etiologi beragam yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal yang progresif salah satunya ialah penurunan produksi eritropoietin sehingga mengakibatkan komplikasi berupa anemia. Anemia ditandai dengan kadar hemoglobin di bawah normal. Ekstrak etanol seledri (Apium graveolens L.) berfungsi sebagai antioksidan dan antiinflamasi yang berpotensi mencegah kerusakan ginjal pada CKD sehingga diduga dapat mencegah penurunan kadar hemoglobin pada CKD. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian ekstrak etanol seledri (Apium graveolens L.) dalam mencegah penurunan kadar hemoglobin tikus putih (Sprague dawley) model CKD. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan post test only with control group design. Dua puluh lima ekor tikus putih dibagi dalam 5 kelompok. Kelompok A: kelompok normal (SO, n=5), kelompok B: kelompok nefrektomi (SN, n=5), sebagai kontrol sakit, kelompok C, D, dan E adalah kelompok nefrektomi dan diberikan ekstrak etanol seledri 250 mg/kgBB, 500 mg/kgBB, dan 1000 mg/kgBB 14 hari sebelum dan 14 setelah nefrektomi. Hasil: Rerata kadar hemoglobin kelompok A=10,82±1,93; B=10,04±0,63; C=10,2±0,85; D=10,12±1,55; E=10,06±0,43. Hasil uji One Way ANOVA hemoglobin menunjukkan nilai p=0,849 (p>0,05). Kesimpulan: Pemberian ekstrak etanol seledri (Apium graveolens L.) tidak dapat mencegah penurunan kadar hemoglobin tikus putih (Sprague dawley) model CKD. | Background: Chronic Kidney Disease (CKD) is defined as kidney damage and / or decreased Glomerular Filtration Rate (GFR) of less than 60 mL/min/1,73 m^2 for at least 3 months. CKD is a pathophysiological process with so many etiologies that cause progressive decline in kidney function. One of them is the ability to produce erythropoietin. In CKD there is a decrease in erythropoietin production which which leading to a complication called anemia. Anemia is marked by the decrease of haemoglobin levels from its normal levels. Ethanol extract of celery (Apium graveolens L.) has antioxidant and anti-inflammatory effect which has potential to prevent the progression of kidney damage in CKD so the decrease of erythropoietin and haemoglobin levels can be prevented. Goals: This study aimed to know the effect of celery ethanol extract (Apium graveolens L.) administration in preventing the decrease of haemoglobin levels on chronic kidney disease model rats (Sprague dawley). Study Method: The method was an experimental study with post test only with control group design. Twenty five males of white rats were randomly assigned to 5 groups. Group A: normal rats (S0, n=5), group B: sick control (SN, n=5), group C (250 mg/kgBW ethanol extract of celery), group D (500 mg/kgBW), and group E (1000 mg/kgBW). On the 15th after celery extract or CMC was given, sham operation was performed in group A, while 5/6 subtotal nephrectomy was performed in group B, C, D, and E. Then the celery extract and CMC was given until the 14th day after operation. Result: The mean of haemoglobin concentration in group A=10,82±1,93; B=10,04±0,63; C=10,2±0,85; D=10,12±1,55; E=10,06±0,43. One Way ANOVA test of haemoglobin shows that no significant differences between groups (p 0.849 (p>0.05)). Conclusion: Administration of ethanol extract of celery (Apium graveolens L.) can not prevent the decrease of haemoglobin levels in CKD rats models. | |
| 21251 | 25978 | D1A015024 | KONSUMSI DAN KOEFISIEN CERNA PROTEIN PAKAN DOMBA LOKAL YANG DIBERI PAKAN JERAMI PADI AMONIASI MENGANDUNG DFMRK DAN KONSENTRAT DISUPLEMENTASI TEPUNG DAUN WARU | Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh taraf suplementasi tepung daun waru dalam konsentrat pakan domba yang diberi jerami padi amoniasi terhadap konsumsi dan koefisien cerna protein kasar. Materi yang digunakan yaitu domba lokal jantan berumur sekitar 2 tahun. Pemberian konsentrat 3% berdasarkan bobot hidup ternak dan jerami padi amoniasi (JPA) diberikan secara ad libitum. Penelitian bersifat eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan. Perlakuan yang diuji adalah dosis tepung daun waru 0%, 0,24%, dan 0,48%, untuk masing-masing W0, W1 dan W2 dan setiap perlakuan diulang 4 kali. Peubah yang diukur adalah konsumsi dan koefisien cerna protein pakan menggunakan metode koleksi total. Analisis variansi menunjukkan bahwa penambahan tepung daun waru berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi protein kasar, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap koefisien cerna protein kasar. Peningkatan dosis tepung daun waru (Hibiscus tiliaceus) menyebabkan respon kuadratik pada konsumsi protein kasar. Penambahan tepung daun waru pada pakan konsentrat yang disuplementasi probiotik tidak direkomendasikan untuk memperbaiki kecernaan protein kasar pakan domba lokal. | This research was aimed to examine the effect of level of Hibiscus tiliaceus leaf meal supplemented in concentrate on consumption and digestibility coefficient diet protein of local sheep feed ammoniated rice straw. Material used were local male sheep aged around 2 years. Concentrate fed 3% of body weight and ammoniated rice straw (JPA) fed adlibitum. This research used completely random design (CRD) with 3 treatments. The treatments were level of Hibiscus tiliaceus leaf meal 0%, 0.24%, and 0.48%, for each W0, W1 and W2 and each treatment was repeated 4 times. The variables measured were consumption and coefficient digestibility using total collection method. Variance analysis showed that supplemented of Hibiscus tiliaceus leaf meal significantly (P <0.05) on protein consumption, but did not significantly (P> 0.05) on protein digestibility. Increasing level of Hibiscus tiliaceus leaf meal quadratic response on protein consumption. Hibiscus tiliaceus leaf meal fed was not recommended to improve digestibility of protein diet in local sheep feed. | |
| 21252 | 24101 | D1A015163 | PENGGUNAAN DAUN GAMAL (Gliricidia sepium) PADA RANSUM SAPI POTONG TERHADAP PRODUK VFA DAN N-NH3 SECARA IN VITRO | Penelitian tentang Penggunaan Daun Gamal (Gliricidia sepium) pada ransum sapi potong terhadap produk VFA dan N-NH3 Secara In Vitro, bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggantian konsentrat dengan daun gamal (Gliricidia sepium) dalam ransum ruminansia terhadap produksi VFA total dan N-NH3 secara in vitro dengan pakan basal jerami padi dengan rasio konsentrat dan jerami padi 60 : 40%. Materi yang digunakan dalam percobaan in vitro adalah cairan rumen berasal dari tiga sapi potong di Rumah Potong Hewan Bantarwuni, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Ransum yang diuji tersusun dari daun gamal berumur satu tahun dan dipanen umur 60 hari berasal dari Kebumen, jerami padi varietas Umbul-umbul dan konsentrat. Ransum yang diuji adalah jerami padi dengan konsentrat yang digantikan daun gamal dengan taraf 0; 20; 40; 60% BK. Penelitian menggunakan metode eksperimen secara in vitro menurut Tilley dan Terry (1963) yang telah dimodifikasi oleh Sutardi (1979). Variabel yang diukur adalah produksi VFA total dan nitrogen amonia (N-NH3¬¬). Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan daun gamal pada ransum ruminansia berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap produksi VFA total dan N-NH3. Penggantian daun gamal sebanyak 40% BK pada ransum mampu menghasilkan produk VFA dan mengalami penurunan pada taraf penambahan 60%BK, sedangkan penggunaan daun gamal pada taraf 60% BK menghasilkan puncak produksi nitrogen amonia (N-NH3¬¬). Disimpulkan bahwa daun gamal dapat menggantikan konsentrat hingga 60% pada pakan basal jerami padi. | Research about the use of Gamal Leaves (Gliricidia sepium) in beef cattle feedstuff on VFAs and N-NH3 products In Vitro, aims to determine the effect of substitution concentrate with gamal leaves (Gliricidia sepium) in ruminant feedstuff on total VFAs production and N-NH3 in vitro with rice straw as basalt feed with a concentrate and rice straw ratio of 60: 40%. The material used in the in vitro experiment was rumen fluid from three beef cattle in the Bantarwuni Animal Slaughterhouse, Kembaran District, Banyumas Regency. The feedstuff was composed of one-year-old gamal leaves and harvested 60 days old from Kebumen, Umbul-umbul rice straw and concentrates. The feedstuff was rice straw with concentrates replaced by gamal leaves with a level of 0; 20; 40; 60% DM. The study used an experimental method in vitro according to Tilley and Terry (1963) which had been modified by Sutardi (1979). The measured variables were the production of total VFAs and ammonia nitrogen (N-NH3). The results showed that the addition of gamal leaves to the ruminant feedstuff very significant effect (P <0.01) on total VFAs and N-NH3 production. Replacement of gamal leaves by 40% DM on rations was able to produce VFAs products and decreased at the level of addition of 60% DM, while the use of gamal leaves at the level of 60% DM produces the peak production of ammonia nitrogen (N-NH3). It was concluded that gamal leaves can replace concentrates up to 60% on straw basal feed. | |
| 21253 | 24102 | A1L114067 | KARAKTERISASI FENOTIPIK DAN FILOGENETIK SEMBILAN BELAS KULTIVAR PADI LOKAL | Padi lokal merupakan jenis padi yang telah beradaptasi sangat baik pada wilayah asalnya, dan umumnya memiliki karakter-karakter unggul terutama yang terkait dengan ketahanan terhadap cekaman abiotik dan biotik. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui karakter fenotipik beberapa kultivar padi lokal, (2) mengetahui kekerabatan beberapa kutivar padi lokal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2017 sampai Agustus 2018 di rumah kaca dan laboratorium DNA dan plasma nutfah Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Subang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) 3 kali ulangan dengan faktor yang diuji adalah varietas.. Variabel yang diamati adalah karakter fenotipik sesuai dengan buku petunjuk karakterisasi komisi plasma nutfah (2003) dan kekerabatan beberapa kultivar padi lokal. Materi yang digunakan adalah sembilan belas padi lokal asal Sumatera Utara hasil eksplorasi BBPadi. Data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis dengan analisis varians (ANOVA). Bila ANOVA berpengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf kesalahan 5%. Data kualitatif diskoring sesuai dengan buku karakterisasi komisi plasma nutfah (2003). Selanjutnya analisis filogenetik dilakukan dengan mengolah data kualitatif dan kuantitatif karakterisasi menggunakan Minitab versi 14. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat keragaman fenotip pada populasi padi lokal. Panjang lidah daun, jumlah anakan dan kadar air menunjukan kisaran seragam. Hanya kultivar Samosir yang memiliki kemiripan lebih rendah | Local paddy is a type of rice that has been very good in its home region, and also has excellent characteristics associated with resistance to abiotic and biotic stresses. This study aims to: (1) find out the phenotypic characters of several local paddy cultivars, (2) find out the kinship of several local paddy cultivars. This research was conducted in December 2017 to August 2018 in the greenhouse and laboratory of DNA and germplasm of Indoensia Rice Research Center Subang. The design that used was Randomized Group Design 3 replications with one factor varieties. The variables are used germplasm commission manual book (2003) and the kinship of several local rice cultivars. The material is nineteen local rice from North Sumatra from the exploration of BBPadi. Data obtained from research results with analysis of variance (ANOVA). If ANOVA has a significant effect, it will be carried out with a different test LSD at the 5% error level. Scoring qualitative data is in accordance with the book on germplasm commission commission characterization (2003). Furthermore, filogenetic study by processing the echaracteristic quantitative and qualitative data using Minitab version 14 .The results of this study indicate that there is a diversity of phenotypes in local paddy populations. The length of the leaf tongue, number of tillers and water content show a uniform range. Only Samosir cultivar have a lower resemblance. | |
| 21254 | 24098 | H1L014027 | PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI KONTROL DOKUMEN UTD PMI BANYUMAS BERBASIS WEB | Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Sistem Informasi Kontrol Dokumen UTD PMI Banyumas yang dilengkapi dengan riwayat perubahan data dokumen, backup dan restore database dan notifikasi aplikasi. Dengan adanya Sistem Informasi Kontrol Dokumen ini maka proses kontrol dokumen akan menjadi lebih baik. Sistem yang penulis buat merupakan aplikasi berbasis website dan pengerjaannya menggunakan metode pengembangan waterfall. Pengembangan Sistem Informasi Kontrol Dokumen ini, dibuat menggunakan bahasa pemrogaman PHP, HTML, CSS dan Javascript serta menggunakan MySQL sebagai software pengolah datanya. Sistem ini berkerja untuk lima level user, yaitu Admin, Manajer Quality, Pimpinan, Kepala Seksi dan Staff. | This study aims to develop the UTD PMI Banyumas Document Control Information System which is equipped with a history of changes to document data, database backup and restore and application notification. With this Document Control Information System, the document control process will be better. The system that the author makes is a website-based application and the process uses the waterfall development method. Development of this Document Control Information System, made using the programming language PHP, HTML, CSS and Javascript and using MySQL as its data processing software. This system works for five user levels, namely Admin, Quality Manager, Leaders, Section Heads and Staff. | |
| 21255 | 24106 | C1C014106 | Pengaruh Sistem Pengendalian Intern, Sumber Daya Manusia dan Penerapan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (Studi Empiris pada Organisasi Perangkat Daerah di Kabupaten Purbalingga) | Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dari variabel sistem pengendalian intern, sumber daya manusia, dan penerapan sistem akuntansi keuangan daerah berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah pada OPD di Kabupaten Purbalingga. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh jumlah manajerial dalam bidang akuntansi dan keuangan pada 27 OPD di Kabupaten Purbalingga tahun 2018 yaitu berjumlah 108 orang aparatur pemerintah daerah. Teknik penentuan sample digunakan yaitu convenience sampling. Sample penelitian ini sejumlah 52 orang pegawai OPD Kabupaten Purbalingga. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil Penelitian ini menunjukan beberapa poin kesimpulan. Pertama, terdapat pengaruh positif dan signifikan antara sistem pengendalian intern terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Kedua, terdapat pengaruh positif dan tidak signifikan antara sumber daya manusia terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Ketiga, terdapat pengaruh positif dan signifikan antara penerapan sistem akuntansi keuangan daerah terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Keempat, terdapat pengaruh positif dan signifikan antara sistem pengendalian intern, sumber daya manusia dan penerapan sistem akuntansi keuangan daerah terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Kelima, penerapan sistem akuntansi keuangan daerah menjadi variabel yang paling berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah di OPD Kabupaten Purbalingga | This study aims to examine the effect of the variables of internal control systems, human resources, and the application of regional financial accounting systems affect the quality of local government financial reports on OPD in Purbalingga Regency. The population in this study were all managerial numbers in the accounting and finance fields at 27 OPDs in Purbalingga Regency in 2018 which were 108 local government apparatus. The technique of determining the sample was used namely convenience sampling. The sample of this study is 52 employees of the Purbalingga Regency OPD. Data analysis techniques used using multiple linear regression analysis. The results of this study show some conclusion points. First, there is a positive and significant influence between the internal control system on the quality of local government financial reports. Second, there is a positive and insignificant influence between human resources on the quality of local government financial reports. Third, there is a positive and significant influence between the application of regional financial accounting systems to the quality of local government financial reports. Fourth, there is a positive and significant influence between internal control systems, human resources and the application of regional financial accounting systems to the quality of local government financial reports. Fifth, the application of the regional financial accounting system is the most influential variable on the quality of local government financial reports in the OPD of Purbalingga Regency | |
| 21256 | 24107 | A1L014226 | PENENTUAN KEBUTUHAN UNSUR HARA KALIUM UNTUK EMPAT GENOTIP TANAMAN KENTANG PADA TANAH ANDISOL DI KECAMATAN BATUR KABUPATEN BANJARNEGARA | Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh dosis pupuk KCl terhadap ketersediaan unsur kalium di dalam tanah andisol 2) mengetahui dosis pemupukan KCl yang optimum untuk empat genotif tanaman kentang. Penelitian telah dilaksanakan di Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, serta Laboratorium Ilmu Tanah dan Laboratorium Agrohorti Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian ini menggunakan empat genotip tanaman kentang dan empat dosis pemupukan KCl. Genotip tanaman kentang yang digunakan yaitu varietas Granola K, varietas Granola L, varietas Tedjo MZ, dan genotip Vega. Dosis pemupukan KCl yang digunakan yaitu KCl 0 kg/ha, KCl 600 kg/ha, KCl 1200 kg/ha, dan KCl 1800 kg/ha. Penelitian dilakukan dengan 16 perlakuan yang kemudian diulang sebanyak 3 kali. Variabel pengamatan antara lain tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, bobot segar dan kering tanaman, bobot umbi, jumlah umbi, diameter umbi, pH tanah, ketersediaan kalium dalam tanah, dan serapan kalium dalam tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk KCl dapat meningkatkan ketersediaan kalium dalam tanah andisol dan memberikan dosis pemupukan KCl pada varietas Granola K sebesar 441,51 – 553,45 kg/ha, varietas Granola L sebesar 487,40 – 504,15 kg/ha, varietas MZ sebesar 482,91 – 509,61 kg/ha, dan genotip Vega sebesar 484,37 – 559,44 kg/ha. | This research aims to 1) determine the effect of the dose of KCl on the availability of potassium in andisol 2) to determine the optimum dose of KCl for four potato plant genotypes. This research has been carried out in Batur District, Banjarnegara Regency, as well in Laboratory of Soil Science and Laboratory of Agrohorti, Agriculture Faculty of Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This study uses four genotypes of potato and four doses of KCl fertilizer. The genotype of potato plants used is Granola K, Granola L, Tedjo MZ, and Vega. The dosage of KCl fertilizer used is 0 kg / ha of KCl, 600 kg / ha of KCl, 1200 kg / ha of KCl, and 1800 kg / ha of KCl. The study was conducted with 16 treatment which repeated 3 times. Observation variables included plant height, number of leaves, stem diameter, weight of the fresh and dry plant, tuber weight, tuber number, tuber diameter, soil pH, availability of potassium in soil, and potassium uptake in plants. The results showed that KCl fertilizer can increase potassium availability in andisol soil and give the doses of KCl fertilizer for Granola K varieties at 441,51 – 553,45 kg/ha, Granola L varieties at 487,40 – 504,15 kg/ha, MZ varieties at 482,91 – 509,61 kg/ha, and Vega genotypes at 484,37 – 559,44 kg/ha. | |
| 21257 | 24094 | C1J014044 | STUDY OF HOUSEHOLD POVERTY EXPENDITURE BASED ON 14 POVERTY INDICATORS OF BPS IN CANDINATA VILLAGE KUTASARI SUB-DISTRICT PURBALINGGA REGENCY | Penelitian ini berjudul Studi Tentang Pengeluaran Rumah Tangga Menurut 14 Indikator Kemiskinan BPS di Desa Candinata Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, pendapatan per kapita, jumlah tanggungan keluarga dan kepemilikan aset terhadap kemiskinan rumah tangga dan untuk mengetahui klasifikasi rumah tangga miskin di Desa Candinata Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Alat analisis yang digunakan berupa analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan rumah tangga adalah pendapatan per kapita rumah tangga dan jumlah anggota keluarga. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan di Desa Candinata Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga, diketahui bahwa terdapat 3 rumah tangga yang masuk ke dalam klasifikasi Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) yaitu memiliki 13-14 variabel kemiskinan, terdapat 15 rumah tangga yang masuk ke dalam klasifikasi Rumah Tangga Miskin (RTM) yaitu memiliki 11-12 variabel kemiskinan dan terdapat 76 rumah tangga yang masuk ke dalam Rumah Tangga Hampir Miskin (RTHM) memiliki 9-10 variabel kemiskinan. Implikasi dari penelitian ini adalah pemerintah diharapkan memberikan pelatihan dalam hal peningkatan sumber daya dan pendapatan masyarakat desa yang berpenghasilan sebagai penderes gula serta diperlukan penyuluhan mengenai keluarga berencana (KB) untuk menekan laju kelahiran kepada masyarakat yang sudah menikah maupun masih remaja agar mengurangi beban keluarga. | This research title is Study of Household Poverty Expenditure Based on 14 Poverty Indicators of BPS in Candinata Village Kutasari Sub-District, Purbalingga Regency. This research aims to find out the effect of education level, type of work, per capita income, number of family dependents and asset ownership on household poverty and to find out the classification of poor households in Candinata Village, Kutasari District, Purbalingga District. The type of data used in this study is primary data and secondary data then analyzed using multiple linear regression analysis. The results of this research are indicate that the variables that have a positive and significant effect on household poverty are income per capita and the number of family members. Based on the results of a survey conducted in Candinata Village Kutasari Sub-District Purbalingga Regency, it was found that there were 3 households included in the classification of Very Poor Households (RTSM) which had 13-14 poverty variables, there were 15 households included in the Household classification Poor (RTM) which has 11-12 poverty variables and there are 76 households that enter the Near Poor Household (RTHM) which have 9-10 poverty variables. The implication of this research is that the government needs to provide training in terms of increasing the resources and income of rural people who earn income as sugar collectors and the government also needs to provide information counseling on family planning (KB) to reduce the rate of birth to people who are married and still teenagers to reduce family burden. | |
| 21258 | 24108 | G1G014011 | PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN PEPAYA (Carica papaya L) KONSENTRASI 50%, 75%, DAN 100% TERHADAP KADAR Intracellular Adhesion Molecule-1 (ICAM-1) PADA TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus) MODEL GINGIVITIS | Gingivitis merupakan peradangan atau inflamasi pada gingiva yang disebabkan oleh penumpukan plak yang mengandung bakteri seperti Porphyromonas gingivalis. Selama inflamasi terjadi aktivitas berlebih sel neutrofil yang menyebabkan keadaan stress oksidatif yang memicu kerusakan jaringan. Intracellular adhesion molecule (ICAM-1) merupakan molekul transmembran protein yang terekspresi ke permukaan sel endotel, fibroblast dan epitel apabila terjadi keadaan inflamasi yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Daun pepaya memiliki senyawa aktif seperti flavonoid, papain dan tannin yang dapat berperan sebagai antioksidan eksogen. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun pepaya terhadap kadar ICAM-1 pada tikus wistar model gingivitis. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan posttest-only control group design menggunakan 30 ekor tikus Rattus norvegicus jantan yang dibagi mejadi 5 kelompok, yaitu kelompok kontrol sehat (KS), kontrol negatif (KN), perlakuan pemberian ekstrak konsentrasi 50% (KP1), 75% (KP2), 100% (KP3). Kelompok perlakuan dan kontrol negatif diinduksi P. gingivalis 0,02 ml pada gingiva gigi insisivus rahang bawah selama 5 hari berturutan. Ekstrak diberikan per oral 0,05 ml pagi hari selama 6 hari (kelompok perlakuan). Setiap kelompok diambil supernatan jaringan gingiva insisivus rahang bawah dan dilakukan pemeriksaan kadar ICAM-1 menggunakan ELISA. Data dianalisis menggunakan One-way ANOVA dan Post hoc LSD. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kadar ICAM-1 sangat bermakna antara kelompok kontrol negatif dengan seluruh kelompok perlakuan (p<0,01), sementara tidak terdapat perbedaan kadar ICAM-1 yang bermakna kelompok kontrol sehat dengan kelompok ekstrak konsentrasi 75% dan 100%. Pemberian ekstrak etanol daun pepaya memiliki pengaruh terhadap penurunan kadar ICAM-1 pada tikus Wistar model gingivitis dengan konsentrasi efektif pemberian ekstrak yaitu 75%. | Gingivitis is an inflammation of the gingiva caused by plaque accumulation containing bacteria such as Porphyromonas gingivalis. During the inflammation process, excessive activity of neutrophil cells causes oxidative stress that promotes tissue damage. Intracellular adhesion molecule (ICAM-1), a protein transmembrane molecule, expressed to the surface of endothelial, fibroblast, and epithelial cells during inflammatory condition caused by bacterial infection. Papaya leaf has active compound such as flavonoid, papain, and tannin which act as exogenous antioxidant. The aim of this study was to determine the effect of papaya leaf extract to ICAM-1 level in gingivitis wistar rat model. This laboratory experiment with post test-only control group design used 30 male Rattus norvegicus. The subject of this research were divided into 5 groups, i.e. healthy control (KS), negative control (KN), treatment group 50% (KP1), 75% (KP2), and 100% (KP3). The treatment group and negative control were induced with 0,02 ml P. gingivalis in the mandible incisor consecutve for 5 days. Extract was given orally for 0,05 ml in the morning for 6 days (treatment group). Gingival tissue from each groups were collected from mandible incisor and ICAM-1 level was examined using ELISA. Data were analyzed using one-way ANOVA and post-hoc LSD. The results of this study showed that there was a significant difference of ICAM-1 level between negative control group and all treatment groups (p<0,01). Meanwhile, there was no significant difference of ICAM-1 level between healthy control group and 75% and 100% treatment group. The papaya leaf ethanol extract contributes to the decrease of ICAM-1 level in gingivitis wistar rat model with effective concentration is 75%. | |
| 21259 | 30200 | D1A016064 | Lemak, Bahan Kering Tanpa Lemak, Dan Potential Hydogen (pH) Susu Sapi Yang Ditamabahkan Santan Dengan Persentase Yang Berbeda | Penelitian dengan judul “Lemak, Bahan Kering Tanpa Lemak dan Potential Hydrogen (pH) Susu Sapi Yang Ditambahkan Santan Dengan Persentase Yang Berbeda” dilaksanakan mulai dari tanggal 04 Maret sampai dengan 06 maret 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan santan dengan presentase berbeda pada susu sapi perah terhadap lemak, BKTL dan pH dan memberikan informasi tentang pengaruh penambahan santan pada susu. Penelitian ini menggunakan metode uji laboratorium. Materi yang digunakan yaitu sampel susu segar dan santan, kemudian di uji kandungan nya di Laboratorium Produksi Ternak Perah menggunakan alat lactoscan milk analyzer dan alat pH meter untuk mengetahu kadar lemak, BKTL dan potential hydrogen (pH). Perlakuan yang diberikan yaitu santan dengan persentase (R1) 2%, (R2) 4%, (R3) 6%, (R4) 8%, (R5) 10%. Peneltian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil uji yang dilakukan untuk mengetahui kualitas susu yang ditambahkan dengan santan menunjukan tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan lemak susu, berpengaruh sangat nyata terhadap bahan kering tanpa lemak, dan tidak berpengaruh nyata terhadap potential hydrogen. Rata-rata perhitungan kandungan lemak susu sapi pada perlakuan R0 = 3,59%, R1 = 3,19%, R2 = 319%, R3 = 3,17%, R4 = 3,16%, R5 = 3,13%. Rata-rata perhitungan BKTL susu sapi yaitu R0 = 8,25%, R1 = 8,16%, R2 = 8,25%, R3 = 8,17%, R4 = 7,70%, R5 = 7,44%. Rata-rata perhitungan pH lemak susu sapi pada perlakuan R0 = 6,67, R1 = 6,72, R3 = 6,72, R3 = 6,74, R4 = 6,73, R5 = 6,76. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah penambahan santan dengan susu sapi berpengaruh tidak nyata terhadap lemak dan pH susu, dan berpengaruh nyata terhadap BKTL pada susu. | The research titled “Additional of Differences Percentage Coconut Milk on Fat, Solid non-Fat, Potential Hydrogen (pH) of Cow Milk ” was conducted on March 4th – 6th, 2020. It aims to know and acknowledge the effect of coconut milk additional in differences percentage in cow milk on fat, solid nonfat, and pH. This study used a laboratory method. The materials were fresh milk and coconut milk that analyzed in the Laboratory of cow production using a Lactoscan milk analyzer and potential hydrogen (pH) analyzer. The treatments were (R1) 2%, (R2) 4%, (R3) 6%, (R4) 8%, (R5) 10% with differences of percentage coconut milk additional. This study using a complete randomized design. The results showed that there was no significant (P>0,05) on milk fat and pH, however, the solid nonfat had a highly significant (P<0,01). The means of milk fat were R0 = 3,59%, R1 = 3,19%, R2 = 319%, R3 = 3,17%, R4 = 3,16%, R5 = 3,13%. The means of solid non fat were R0 = 8,25%, R1 = 8,16%, R2 = 8,25%, R3 = 8,17%, R4 = 7,70%, R5 = 7,44%. The means of milk pH were R0 = 6,67, R1 = 6,72, R3 = 6,72, R3 = 6,74, R4 = 6,73, R5 = 6,76. It concluded that there was no significant (P>0,05) effect on milk fat and pH, however, the solid nonfat had a highly significant effect (P<0,01). | |
| 21260 | 24110 | G1A014093 | KORELASI ANTARA INDEKS MASA TUBUH DAN KETAHANAN KARDIORESPIRASI PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar Belakang : Penyakit kardiovaskuler rentan terjadi pada individu dengan IMT yang tinggi, dan sering disertai penurunan ketahanan kardiorespirasi. Ketahanan kardiorespirasi adalah salah satu unsur kebugaran jasmani yang menggambarkan kemampuan sistem respirasi dan sirkulasi dalam menyediakan oksigen untuk kerja otot selama melakukan aktivitas fisik. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mencari hubungan antara IMT dan ketahanan kardiorespirasi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. Metode : Penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan CrossSectional. Sampel penelitian mahasiswa fakultas kedokteran Unsoed berjumlah 22 responden berusia 18-23 tahun ditentukan dengan teknik Consecutive Sampling. Subjek penelitian mengisi Physical Activity Readiness Quitioner (PARQ), pengukuran IMTmenggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) dan meteran, pengukuran ketahanan kardiorespirasi menggunakan Queen’s College Step Test. Hasil Tidak terdapat korelasi yang signifikan antara IMT dengan ketahanan kardiorespirasi (p=0,457). Kesimpulan : Tidak terdapat korelasi antara IMT dengan ketahanan kardiorespirasi. | Background : . Cardiovascular disease susceptible in individuals with high BMI, commonly followed by a decrease in cardiorespiratory endurance. Cardiorespiratory endurance is one of the elements of physical fitness that describes the ability of the respiratory system and circulation to provide oxygen for muscle work during physical activity. Objective : This study aims to find the relationship between BMI and cardiorespiratory endurance in students of the Faculty of Medicine, Jenderal Soedirman University Method : Observational analytic quantitative research with a Cross-Sectional approach. The research sample of 22 students of medical faculty of Unsoed aged 18- 23 years was determined by Consecutive Sampling technique. Research subjects filled Physical Activity Readiness Quitioner (PARQ), measuring BMI using Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) and meter, and measuring cardiorespiratory endurance using Queen’s College Step Test. Result : There was no significant correlation between BMI and cardiorespiratory endurance (p = 0.457). Conclusion : There was no correlation between BMI and cardiorespiratory endurance |