Home
Login.
Artikelilmiahs
24064
Update
SHAHNAZ DWI PERMATA PUTRI
NIM
Judul Artikel
Perbedaan Kekuatan Geser Perlekatan Resin Komposit Nanohibrid Menggunakan Bonding Generasi VIII dengan Bahan Pelarut Etanol dan Isopropanol dalam Keadaan Lembab dan Kering
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Resin komposit memiliki kekurangan yaitu terjadinya polymerization shrinkage sehingga menjadi penyebab terjadinya kegagalan perlekatan antara resin komposit dan dentin. Penggunaan bonding dapat meningkatkan kekuatan perlekatan komposit dan dentin. Keberhasilan dari bahan bonding dipengaruhi oleh komposisi bahan terutama jenis pelarut seperti etanol dan isopropanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan kekuatan geser perlekatan resin komposit nanohibrid menggunakan bonding generasi VIII dengan bahan pelarut etanol dan isopropanol dalam keadaan lembab dan kering. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris berupa posttest-only group design dengan membagi sampel menjadi 4 kelompok. Kelompok I adalah bonding dengan pelarut etanol dalam keadaan lembab, kelompok II adalah bonding dengan pelarut etanol dalam keadaan kering, kelompok III adalah bonding dengan pelarut isopropanol dalam keadaan lembab, kelompok IV adalah bonding dengan pelarut isopropanol dalam keadaan kering. Pengujian dilakukan menggunakan Universal Testing Machine. Hasil yang diperoleh dihitung dalam rumus, kemudian diuji dengan uji One-way ANOVA didapatkan perbedaan tidak bermakna (sig=0,882, p>0,05). Hasil uji Post Hoc menunjukkan adanya perbedaan bermakna (p<0,05) antara kelompok I dengan kelompok III, kelompok I dengan kelompok IV, kelompok II dengan kelompok III, kelompok II dengan kelompok IV. Terdapat perbedaan tidak bermakna antara kelompok I dan kelompok II. Simpulan dari penelitian ini adalah bonding generasi VIII dengan bahan pelarut isopropanol dalam keadaan lembab memiliki kekuatan geser perlekatan paling tinggi, sedangkan bonding generasi VIII dengan bahan pelarut etanol dalam keadaan kering memiliki kekuatan geser perlekatan paling rendah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Composite resins have a disadvantage that is polymerization shrinkage which is the cause of of the failure of the attachment between composite resin and dentin. The use of bonding can increase the strength of composite attachments and dentin. The success of bonding materials is effected by the composition of materials, especially types of solvents such as ethanol and isopropanol. This study aimed to identify and analyze the shear bond strength difference between nanohybrid resin composite using 8th generation bonding with solvent etanol and isopropanol at mosit and dry conditions. This research was an experimental research laboratory in posttest-only group design by dividing the samples into 4 groups. Group I is the bonding agent with etanol solvent at moist condition, group II is the bonding agent with etanol solvent at dry condition, group III is the bonding agent with isopropanol solvent at moist condition and group IV is the bonding agent with isopropanol solvent at dry condition. The test was carried out using Universal Testing Machine. The result obtained were calculated in the formula, then tested with one-way ANOVA test obtained not significant difference (sig=0,822 , p>0,05). The result of Post Hoc test showed significant differences (p<0,05) between group I and group III, group I and group IV, group II and group III, group II and group IV. There was no significant difference between group I and group II. The conclusion of this study was 8th generation bonding with solvent isopropanol at moist condition has the highest shear bond strength, while 8th generation bonding with solvent etanol at dry condition has the lowest shear bond strength.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save